Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT disambut tokoh agama dan masyarakat setempat
Pekanbaru (SegmenNews.com)— Kegiatan Ramadhan yang digelar Pemko Pekanbaru ternyata tidak hanya dalam bentuk safari Ramadhan setiap malam-malam Ramadhan, akan tetapi juga digelar Safari Jumat yang bentuk acaranya sama dengan kegiatan safari Ramadhan, dimana selain menyerahkan paket Qur-an dan jam dinding, Walikota juga menyerahkan bhantuan dana sebesar Rp25 juta.
Safari Jumat pertama dalam bulan Ramadhan digelar Pemko, Jumat (4/7/14) di Masjid Syuhada Jl Ade Irma Suryani, Keluharan Sumhilang, Kecamatan Pekanbaru Kota. Tim Pemko ini dipimpin langsung oleh Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT Datuk Bandar Setia Amanah didampingi Seko HM Syukri Harto, para staf, ahli, para asisten, dan seluruh pejabat dilingkungan Pemko Pekanbaru.
Kontan saja kadatangan Walikota yang disertai Imam Syafullah SAg dan Khatib Ustadz Muslim S Ag itu mendapat sambutan yang luar biasa dan antusias dari masyarakat Kelurahan SUmahilang. “Kami sangat gembira dan berbangga sekali mendapat kunjungan dari Walikota secara langsung disertai oleh para pejabat penting di lingkungan Pemko” ujar Jamalus tokoh masyarakat Sumahilang dalam sambutannya.
Dikatakan Jamalus bahwa kedatangan Walikota ke masjid tersbut pada siang hari menjadi harapan tersendiri bagi masyarakat Kelurahan Sumahilang, sehingga Walikota bias melihat langsung kondisi masytarakat dan pemukiman masyarakat setempat.
“Kalau malam hari atau Safar Ramadhan tentu pak wali tidak akan melihat kondisi masyarakat kami sebenarnya, karena pandangan terbatas. Kalau siang seperti ini pak wali bisa dengan jelas melihat dan bertemu langsung dengan masyarakat kami,’’ ujar Jamlaus.
Sementara itu Walikota dalam pengrahannya menyampaikan bahwa kegiatan Safari Jumat itu dimaksudkan untuk meningkatkan kegiatan Ramadhan dalam upaya menjalin komunikasi langsung antara pemerintah dengan masyarakat dalam rangka melihat dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Banyak hal kebaikan akan kita dapatkan ketika kita bisa bersilaturrhami di bulan yang penuh berkah ini di rumah Allah yang mulia ini. Selain untuk mensosialisasikan program pemerintah, juga merupaka moment bagi kami untuk bertemu langsung dan mendengarkan aspirasi serta sumbang saran dari para tokoh masyarakat kita,’’ ujar Walikota.
Dalam kesempatan itu Walikota tidak lupa menyampaikan himbauan kepada masayarakat untuk selalu peduli dengan kebersihan lingkungan, serta menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan masyarakat. “Mari kita perbanyak amal ibadah dibulan yang penuh berkah ini, serta meningkatakan amalan membaca dan memahami Alquran,’’ ajak Firdaus.***(chir)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Dinas Pertanian dan Horltikultura Kabupaten Rokan Hulu menggelar rapat evaluasi dengan distribributor dan pengecer penyaluran pupuk subsidi terhadap petani sampai bulai Mei 2014.
Rapat ini bertujuan untuk mengetahui berepa jumlah pupuk subsidi yang telah diberikan kepada kelompok tani dan berpa lagi pupuk subsidi yang harus dibutuhkan hingga Bulan Desember 2014 mendatang.
Sekretaris DTPH Rohul, Mubrizal, SP, MMA, Kamis (3/7/2014) dengan kondisi lahan pertanian dan pangan di Rohul yang mulai kritis akibat beralih pungsi, pemerintah terus berupaya kembali membangkitkan minat para petani dan kelompok tani untuk memamfaatkan lahan pertanian untuk penanaman padi maupun tanaman holtikultura atau pangan.
” Upaya yang telah diberikan kepada kelompok tani yang pertama para petani telah diberikan bantuan pupuk subsidi dengan harga jauh lebih murah sehingga petani merasa terbantu,” ujarnya.
Sesauai data diperoleh dari distributor dan pengecer kebutuhan pupuk untuk Kabupaten Rohul pertahunnya khusus tanaman pangan, jenis pupuk Urea sebanyak 1.370 Ton, pupuk SP 36 sebanya 738 ton, pupuk jenis ZA sebanya 368 ton, pupuk jenis NPK sebanyak 1.978 ton dan organik sebanyak 414 ton.
Sedangkan untuk pupuk Urea sari Januari sampai dengai Mei 2014 pupuk yang telah disalurkan sebanyak 537 ton, kata Mubrizal rapat evaluasi yang dilaksanakan Dinas TPH Rohul diikuti sebanyak 6 orang distributor pupuk subsidi dan termasuk pengecer pupuk subsidi se Rohul
Menurut Seketaris Dinas TPH Rohul tujuan dari kegiatan tersebut untuk mengetahui pendistribusian pupuk dari distributor ke pengecer dari pengecer ke petani atau kelompok tani.
Ditambahkannya dengan dilaksanakannya rapat evaluasi penyaluran pupuk subsidi sudah barang tentu untuk kebutuhan pupuk subsidi 6 bulan kedepan akan diketahui dan dalam waktu dekat ini dinas pertanian akan mengajukan permohonan pendistribusian pupuk dari tingkat pusat ke distributor baik tingkat provinsi maupun ke tingkat Kabupaten.
” Sehingga petani tidak ada lagi ada alasan gagal panen, karena tidak mendapatkan pupuk subsidi,” pungkasnya.
Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Jamaah Calon Haji (JCH) Rohul sampai dengan hari ini, yang baru melakukan pelunasan adalah sebanyak 215 JCH dari 242 JCH yang berhak melakukan pelunasan pada tahap pertama. Hal ini berarti masih ada 27 JCH lagi yang belum melakukan pelunasan.
Untuk itu JCH diminta segera melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) paling lambat tanggal 9 Juli 2014 bertempat di Bank tempat penyetoran BPIH.
“Kalau dapat jangan sampai tanggal 9 Juli, sebab hari itu adalah hari pemilihan Presiden, jangan sampai bank tutup,” jelas Kepala Kantor Kementerian Agama (KaKan Kemenag) Rokan Hulu, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan, MA didampingi Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah H Elfalisman SAg Jum’at (4/7/14).
Jika saja ke 27 JCH tersebut tidak melakukan pelunasan sampai dengan batas yang telah ditentukan, maka hak mereka untuk menunaikan ibadah haji tahun ini akan hilang, dan secara otomatis diundur untuk tahun depan (2015). Porsi mereka itu akan digantikan oleh nomor urut berikutnya. Cuman penggantinya, tidak mesti orang Rohul, bisa dari Kabupaten lain, sesuai nomor urut selanjutnya.
Disamping itu, Kata Ahmad Supardi, untuk penerbangan domestic dari Pasir Pengaraian ke Batam (PP) sama dengan tahun-tahun lalu, yaitu menggunakan pesawat carteran, yang sampai dengan saat ini masih dilakukan negosiasi oleh Dinas Perhubungan Kab Rohul dengan pihak penerbangan.
Sementara biaya domestic haji juga belum bisa dipastikan sekarang, sebab masih menunggu besaran harga dari pihak penerbangan. Saya berharap agar bisa lebih murah dari tahun lalu, yaitu Rp 4,5 juta per JCH. Kalaupun harus naik, jangan sampai lebih dari Rp 5 juta, sehingga tidak terlalu memberatkan JCH.***(acce)
Siak (SegmenNews.com)- Ketersediaan stok bahan pangan asal ternak di Kabupaten Siak pada Ramadhan dan Idul Fitri dalam kondisi aman atau ketersediaan diatas 100%.
Kepala Dinas Peternakan (Kadisnak) Siak Susilawati mengungkapkan untuk kebutuhan daging ternak sapi sekitar 177,41 ton, danging ternak kambing 17,58 ton, danging ternak ayam sekitar 170,72 ton, dan telur sabanyak 30,10 ton.
Danging-danging tersebut mayoritas berasal dari dalam Kabupaten Siak sendiri atau domestik yakni daging ternak sapi sebanyak 369,60 dan untuk luar daerah sebanyak 100,80, untuk danging ternak kambing sebanyak 40,51 dan dari luar daerah sebanyak 17,58, dan untuk danging ternak ayam sebanyak 295,52 dan dari luar tidak ada, untuk telur sekitar 30,10 dan dari luar hanya 15,50 saja.
Total stok daging sapi sebanyak 470,40 ton, kambing sebanyak 58,09 ton, ayam sekitar 295,52 ton, sementara telur sebanyak 52,57 ton.
Saat ini ketersediaan bahan pangan asal ternak dan telur untuk Kabupaten Siak melebihi kebutuhan yang dirlukan masyarakat Kabupaten Siak yakni ketersediaan dan potensi stok diatas 100%.
“Selama Ramadhan dan Idul Fitri ini, ketersediaan bahan pangan asal ternak dan telur bisa berlebih. karena ketersediaan stok kita 100% diatas kebutuhaan. daging-danging dan telur tersebut mayoritas dari dalam dan hanya beberapa saja dari luar daerah,” terang Susilawati, Kamis (3/7/14).
Lanjutnya, stok danging-danging tersebut berasal dari stok ternak siap potong yang ada di masyarakat, pemeliharaan ternak melalui pola kemitraan sehingga distribusi antar daerah tergantung pada perusahaan swasta sebagai inti, dan potensial produksi ternak yang ada di masyarakat.***(rinto)
Dinas Dinas Kesehatan Pelalawan bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) bekerja sama BPOM Propinsi Riau menggelar razia pasar ramadhan
Pelalawan (SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Dinas Kesehatan Pelalawan bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) bekerja sama BPOM Propinsi Riau menggelar razia pasar ramadhan untuk menghindari beredarnya makanan kadaluarsa dan makanan tidak layak konsumsi.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh instansi terkait tidak mendapatkan perlawanan dari pedagang yang berjualan di pasar ramadhan Kecamatan Pangkalan Kerinci. Para pedagang terlihat santai dan siap saja makanan yang dijualnya di periksa saat ini.
Pada sidak pertama, Kamis (3/7) tim turun dipasar ramadhan Lapangan bola kaki Pangkalan Kerinci, jajanan yang dirazia kali yakni sosis, gorengan, agar-agar, rumput laut, mie dan sidak kedua di pasar ramadhan jalan Arbes, jajanan dirazia yakni mie goreng, kue. Basah serta disidak terkahir di pasar ramadhan Jalan Akasia, jajananan yang disidak
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan dr Endid Praktiyo mengatakan, sangat mendukung program yang dilakukan oleh pihak BPOM dalam melakukan pemeriksaan makanan di pasar ramadhan. Pemeriksaan ini dilakukan dilakukan di tiga tempat. Dalam razia makanan, tidak menemukan makan yang mengandung berbahaya kali ini.
dr Endid juga mengatakan, pemeriksaan kali ini sekalian sejalan dengan visi-misi Bupat menjadikan Kabupaten bebas penyakit dengan tema Pelalawan sehat. Razia dilakukan dengan melibatkan petugas gabungan dari Disperindag, Satpol PP Magetan dan BPOM Propinsi Riau.
” Dalam razia kali ini tidak ditemukan makanan berbahaya dipasar ramadhan, maka dari itu masyarakat jangan khawatir bagi warga sekitar boleh mengkonsumsi jajanan yang ada dipasar ramadhan,” ujarnya.
Sementara Kepala Seksi Pemeriksaan Badan Pemeiksaan Obat dan Makanan (BPOM) Prponsi Riau Veramika Ginting mengatakan, razia hari ini merupakan program setiap setahun yang digelar oleh BPOM, dimana beberapa minggu yang lalu ditemukan makanan yang mengandung formalin, maka dari itu saat ini BPOM melakukan pemeriksaan yang segencarnya dilakukan. Pemeriksaan ini dilakukan di 12 Kabupaten dan Kota di propinsi Riau. Hasil ini langsung diperiksa dilapangan.
” Salah satu makan yang mengandung kandungan berbahaya terlihat warna makanan terlihat mencolok,”ujarnya.
VeraMika Ginting juga mengatakan, dalam razia kali tidak ditemukan bahan makanan yang mengandung berbahaya hasilnya negatif. Hasil yang di uji yakni borak, rhodamin, metanil yellow dan formalin. Makanan yang di jUal oleh masyarakat sudah layak dikomsumsi.***(fin)
SegmenNews.com- MARCO POLO, avonturir dari Italia, hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya di Perlak, bagian utara Sumatra, pada 1292. Di sana, dia melihat penduduk yang tinggal di pegunungan memakan daging manusia. Sangat berlawanan dengan penduduk yang tinggal di kota Perlak, di mana masyarakatnya lebih beradab, bahkan setelah berhubungan dengan pedagang-pedagang Islam, mereka berpindah dari menyembah berhala menjadi pengikut ajaran Muhammad.
Dia menuliskan itu dalam catatan perjalanannya. Dia tahu catatannya akan mengejutkan, dan mungkin tak dipercaya banyak orang. Karena itu, dia sampai bersumpah untuk meyakinkan pembacanya.
Selang lima bulan kemudian, Marco Polo menuju Pidie, daerah utara Sumatra lainnya. Di tempat ini, dia mendapati satu keluarga menyantap seluruh badan seorang anggota keluarganya sendiri yang mati karena sakit.
“Saya yakinkan Anda bahwa mereka bahkan menyantap semua sumsum dalam tulang-tulang orang itu,” tulis Marco Polo dalam “Para Kanibal dan Raja-Raja: Sumatera Utara Pada 1920-an” dimuat dalam Sumatera Tempo Doeloe karya Anthony Reid.
Berbeda dari Marco Polo di Sumatra, dalam naskah Sejarah Dinasti Ming (1368-1643) Buku 323, diceritakan sebuah suku pemburu kepala di Wu-long-li-dan, pedalaman Banjarmasin. Suku pemburu kepala itu disebut orang Beaju –Be-oa-jiu dalam lafal Hokkian (Fujian) selatan–, sebuah suku besar orang Dayak di pedalaman. Mereka berkeliaran saat malam hari untuk memenggal dan mengoleksi kepala manusia.
“Kepala ini mereka bawa lari dan dihiasi dengan emas. Para pedagang sangat takut terhadap mereka,” demikian dikutip W.P. Groeneveldt dalam Nusantara Dalam Catatan Tionghoa.
Kala itu, kisah perburuan kepala manusia di wilayah pedalaman tengah dan timur Nusantara telah tersebar luas di kalangan penjelajah dari mancanegara, serupa dengan kisah kanibalisme. Tapi minat mereka terhadap Nusantara tak pernah surut. Kapal-kapal dari pelabuhan penting di Eropa tetap berlayar menuju Nusantara untuk berdagang. Perlahan mereka menjelajah kepulauan Nusantara hingga ke pedalamannya dan bertemu dengan suku pemburu kepala manusia.
Maret 1648. Perang antarkampung telah berlangsung berhari-hari di Seram. Perang itu melibatkan orang-orang kampung di wilayah pantai dan orang gunung yang disebut Alifuru. Meski tak diketahui secara pasti, VOC (Vereenigde Oostindische Campaignie) melaporkan banyak korban tewas.
Korban dari pihak wilayah pantai ditemukan tanpa kepala. Gubernur Ambon Robert Padtbrugge mengirim satu tim untuk mengusahakan perdamaian. Selain itu, dia meminta tim untuk meneliti adat berburu kepala orang Alifuru.
Tim kembali ke Ambon tanpa hasil. Perang tetap berkobar. Dan mereka tak bisa menjelaskan secara pasti mengapa orang Alifuru memburu dan mengoleksi kepala musuhnya.
“Di hadapan gubernur, tim itu melaporkan hasil penelitiannya mengenai kepercayaan orang Alifuru. Meski mengaku telah bekerja dengan baik, mereka tak berhasil menjelaskannya secara gamblang karena orang Alifuru sangat klenik. Mereka tak bisa memahaminya,” tulis Gerrit J. Knaap dalam “The Saniri Tiga Air (Seram)”, Jurnal KITLV Vol. 149 No. 2 (1993).
Tim hanya mampu menjelaskan bahwa adat memburu kepala musuh merupakan bagian tak terpisahkan dari ritus hidup orang Alifuru tanpa diketahui kapan mulanya. Bagi orang Alifuru, memburu kepala musuh telah menempati posisi penting dalam kehidupan sosial dan kepercayaannya. Anehnya, adat itu tak mereka lakukan terhadap orang asing, baik Eropa maupun wilayah Nusantara lainnya. Penerimaan mereka terhadap orang asing sangat baik.
Bahkan, mereka bersedia merundingkan perdamaian melalui perantara VOC meski usaha itu akhirnya gagal.
Sementara itu, di Sulawesi, perburuan kepala diketahui telah berlangsung sebelum kedatangan orang Belanda. Orang Toraja Bare’e yang bermukim di Sulawesi Tengah selalu mengambil kepala musuhnya dalam tiap peperangan mereka, selama memungkinkan. Mereka harus membunuh dan memotong kepala musuhnya dengan cepat agar musuh tak mengalami penderitaan yang lama.
Kepala musuh kemudian dibawa ke kampung mereka. Upacara pun dilakukan. “Kepala diperlukan sebagai akhir masa berperang dan penahbisan di kuil sebagai tanda seseorang telah menjadi dewasa dan berani,” tulis R.E. Downs dalam “Head-Hunting in Indonesia”, Jurnal KITLV Vol. 111 No. 1 (1995).
Perburuan kepala di Sulawesi masih berlangsung hingga kedatangan orang Eropa. Alfred Russel Wallace, naturalis tersohor asal Inggris, yang mengunjungi Manado pada 10 Juni 1859, mendapatkan cerita itu langsung dari penduduk lokal (Minahasa). Kepala manusia dipakai untuk menghiasi makam dan rumah.
“Mereka berburu kepala manusia layaknya suku Dayak di Kalimantan… Ketika seorang kepala suku meninggal, dua potong kepala manusia yang baru dipenggal digunakan sebagai penghias makamnya… Tengkorak manusia merupakan hiasan yang paling disukai untuk rumah kepala suku,” tulis Wallace dalam catatannya, dimuat dalam Indonesia Timur Tempo Doeloe 1544-1992 karya George Miller.
Walaupun Wallace hidup di tengah penduduk pemburu kepala, Wallace merasa tak terancam. Bahkan, dia justru terkesan dengan karakter mental orang Minahasa. “Mereka juga memiliki karakter mental dan moral yang unik,” tulis Wallace. “Pembawaan mereka tenang dan halus.
Adat berburu kepala tak selamanya dipertahankan oleh suku-suku pedalaman. Di Borneo misalnya, sebuah perjanjian antarsuku dibuat untuk menghentikan saling bunuh (habunu), memenggal kepala (hakayau), dan memperbudak (hajipen). Perjanjian pada 1894 itu termashyur dengan nama Rapat Damai Tumbang Anoi.
Sebelumnya, beberapa suku di Borneo terkenal sebagai pemburu kepala musuh. Seorang penulis berkebangsaan Norwegia mengukuhkan citra itu melalui bukunya yang terbit pada 1881, The Head-Hunters of Borneo. Dalam bukunya ini, Carl Bock menuliskan suku-suku itu berburu kepala dengan mandau, tombak, dan perisai. Setelah mendapatkan kepala musuh, seseorang berhak mendapatkan tato simbol kedewasaan.
Suku-suku di Borneo memiliki beragam alasan berburu kepala musuh seperti balas dendam, tanda kekuatan dan kebanggaan, pemurnian jiwa musuh, atau bentuk pertahanan diri.
Ini karena Borneo dihuni oleh beragam suku sehingga tiap suku memiliki pandangan yang berbeda mengenai ngayau (memburu kepala). “Saya yakin tak ada satu pun analisis yang bisa menjelaskan dengan tepat praktik dan makna-makna perburuan kepala…,” tulis Yekti Maunati dalam Identitas Dayak. “Di kalangan orang-orang Dayak sendiri terdapat berbagai kepercayaan dan mitologi.”
(Historia – Hendaru Tri Hanggoro)
SegmenNews.com– Kandidat presiden nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi) meminta media massa tidak ikut memanas-manasi suasana kampanye pemilihan presiden (pilpres). Hal itu dikatakan Jokowi terkait adanya tindakan pengepungan salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta dan Yogyakarta oleh massa PDIP karena pemberitaan stasiun televisi tersebut yang dianggap menyudutkan Jokowi atas isu keterkaitannya dengan PKI.
“Tapi kan medianya ikut bantu manas-manasin. Salah sendiri manas-manasin. Makanya jangan ikut manas-manasin. Jangan sekali-kali salahkan relawan,” kata Jokowi saat konferensi pers di Bandung, seperti dikutip dari Antara, Kamis (3/7).
Jokowi mengatakan dirinya tidak memiliki kontrol penuh atas tindakan para relawan maupun simpatisan meski dalam setiap kesempatan kampanye dirinya mengaku selalu mengingatkan relawan agar selalu sabar.
“Meski sudah saya sampaikan di mana-mana bahwa kejelekan harus dibalas kebaikan, tapi kan tidak mungkin semuanya bisa kita handle. Mungkin kali ini memang sudah keterlaluan sampai mereka bereaksi,” kata Jokowi.
Jokowi mengaku sudah sangat terbuka pada media terkait silsilah keluarganya sehingga tidak ada lagi yang perlu dijelaskan.
“Sebenarnya kita kurang sabar apa? Sejak awal kita diamkan tapi yang terakhir ini penghinaan besar karena bukan hanya ditujukan pada saya tapi pada keluarga saya juga. Jumlah relawan itu ribuan tidak mungkin kita suruh sabar semua,” katanya.
Sebelumnya, Kantor TvOne Biro Daerah Istimewa Yogyakarta disegel massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Rabu malam. Penyegelan terkait pemberitaan yang dianggap menyudutkan partai itu.***
SegmenNews.com- Pada laga Piala Dunia 2014 yang diselenggarakan di Brasil, Indra Birowo mengaku menjagokan Jerman dan tuan rumah yang nantinya akan memegang trofi piala bergengsi itu. Kalau memiliki waktu senggang, biasanya ayah dua anak itu menyempatkan menonton bersama teman-temannya.
“Nobar (nonton bareng) iya, tetapi kalau yang buat saya seru saja. Nggak semua ditonton,” ucapnya usai workshop film Valentine di Bangka, Jakarta Selatan, Rabu (2/7).
Biasanya kalau sedang menonton bersama para sahabat tercinta, kebanyakan dari mereka melakukan taruhan untuk mendapatkan suasana yang lebih tegang. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk Indra. Kenapa?
“Saya paling nggak berani taruh-taruhan. Soalnya kalau taruhan biasanya sial, makanya nggak mau,” ungkap lelaki yang lahir pada 9 Januari 1973 sambil tertawa.
Yang pasti untuk Piala Dunia tahun ini, Indra sulit melakukan prediksi siapa yang nantinya akan menang. Apalagi juara dunia tahun lalu, Spanyol sudah lebih dahulu tersisih.
“Kalau permaninan banyak sekarang yang bagus-bagus, Brasil dan lain-lain. Tapi untuk sekarang, nyangkutnya di Jerman,” pungkasnya.***
SegmenNews.com- Pernikahan diam-diam yang dilakukan oleh Khrisna Mukti menuai banyak sekali kontroversi. Mulai dari isu bahwa pernikahan itu hanya sekedar sandiwara, hingga kabar bahwa pernikahan itu dilakukan dalam diam lantaran sang istri sudah hamil duluan.
Kabar itu beredar lantaran istri Khrisna, Devi Nurmayanti kini sudah hamil 4 bulan. Sementara pernikahan mereka baru dilangsungkan pada bulan Juni yang lalu.
Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Khrisna tidak menampik bahwa kini istrinya memang tengah hamil. Tapi ia menyangkal kalau pernikahannya dilangsungkan lantaran sang istri sudah hamil di luar nikah.
Kabarnya, istri Khrisna Mukti hamil di luar nikah, benarkah?
“Kita hebat ya. Membuat orang bertanya-tanya. Baru menikah langsung hamil,” ujar Khrisna saat ditemui awak media, Rabu (2/7).
Khrisna tak mau menjelaskan lebih panjang. Namun ia menyatakan bahwa, meski pernikahan resminya memang baru dicatatkan pada bulan Juni, tapi sebenarnya mereka sudah menikah sejak bulan Desember 2013 lalu. Jadi kabar bahwa istrinya hamil sebelum menikah tidak benar.
“Awalnya kita berdua kan kawain siri dulu bulan Desember 2013. Setelah itu, karena kesibukan saya kampanye, sosialisasi dan sinetron. Akhirnya baru nikah legalnya tahun ini, 23 Juni 2014 di KUA Beji, Depok,” jelasnya.***
SegmenNews.com– Atas musibah kebakaran yang menimpa rumah Pipik Dian Irawati, dia pasrah kepada allah. Sebab menurutnya, semua itu adalah ujian yang diberikan allah, dan allah pasti memiliki jawabannya.
Sebagian orang bertanya kerugian material yang dideritanya, namun bagi janda almarhum Uje ini bahwa kerugiannya adalah saat dia tak bisa menyelamatkan anak-anaknya.
“Banyak orang bertanya kerugian materi. Kerugian saya saat tak bisa menyelamatkan anak-anak,” kata Pipik di acara live hitam putih tran7, Kamis (3/7/14)malam.
Walaupun berbagai cobaan yang dialaminya, Pipik tetap tabah dan menyerahkan semuanya kepada allah. Dia tak ingin melihat kebelakang lagi, hanya mau menatap kedepan.
“Saya hanya melihat kedepan dan tak melihat kebelakang lagi,” imbuhnya.***(Son)