Beranda blog Halaman 264

DPRD Pekanbaru Rapat LKPJ Pemkot tahun 2023

DPRD Pekanbaru Rapat LKPJ Pemkot tahun 2023

Pekanbaru(SegmenNews.com)- DPRD Kota Pekanbaru menggelar Rapat Paripurna Laporan Panitia Khusus (Pansus) terhadap pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintahan Kota Pekanbaru tahun 2023.

Paripurna dipimpin wakil ketua DPRD Pekanbaru Ginda Burnama dan dihadiri langsung oleh Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru Risnandar Mahiwa S.STP M.Si, menerima rekomendasi dari DPRD.

Rekomendasi LKPj itu diterima Pj Walikota melalui rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ginda Burnama ST MT, bertempat di ruang rapat paripurna Balai Payung Sekaki, Senin siang.

DPRD Pekanbaru Rapat LKPJ Pemkot tahun 2023

Usai paripurna, Pj Walikota menyampaikan ada beberapa rekomendasi dari DPRD yang perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah kota.

“Catatan-catatan ini (rekomendasi) dalam rangka perbaikan penyusunan ke depan. Untuk itu pemerintah kota tentu akan menindaklanjuti sesuai mekanisme aturan berlaku. Karena akuntabilitas itu perlu kita sampaikan,” ucapnya.

Menurut Pj Walikota, apa yang menjadi rekomendasi DPRD di LJPj 2023 tentu akan menjadi masukan guna perbaikan penyelenggaraan pemerintah kota ke depannya.

“Inilah yang kita inginkan (sinergitas) antara pemerintah kota dan teman-teman di DPRD berjalan dengan baik, sehingga sampai siang hari ini semua rangkaian dari LKPj dapat kita selesaikan,” ujarnya.
“Saya pikir, ini (rekomendasi dari DPRD) sudah sangat baik, karena sudah dibahas cukup lama, cukup panjang,” tutup Pj Walikota menambahkan.

Turut hadir di kesempatan dua wakil pimpinan DPRD di antaranya Tengku Azwendi Fajri dan Novrizal, sejumlah anggota DPRD, Sekdako Indra Pomi Nasution, serta perwakilan Forkopimda.
Kemudian hadir juga para Asisten, Staf Ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para kabag dan camat di lingkungan Pemko Pekanbaru.***(galeri)

Plt Kadis Kesehatan Cek Langsung Puskesmas

Bengkalis(SegmenNews.com)- Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perseorangan (UKP) tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan terus memastikan bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat tingkat pertama tersebut, mulai dari tenaga kesehatan (Nakes) hingga fasilitas sarana dan prasarana (Sapras) dan pelayanan Puskesmas dapat berjalan dengan baik.

Memastikan Puskesmas melayani masyarakat akan kesehatan secara maksimal, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis, Ermanto langsung melakukan monitoring pengawasan terhadap sejumlah Puskesmas yang berada di Pulau Rupat diantaranya Puskesmas Batu Panjang Kecamatan Rupat, Kamis 6 Juni 2024 kemarin.

Kedatangan Plt. Kadis didampingi sejumlah pejabat struktural Dinkes ini, kemudian memeriksa kelancaran pelayanan dilakukan oleh petugas, maupun kondisi Sapras seperti ruang-ruang poli beserta alat kesehatan (Alkes) yang ada di Puskesmas.

Kesempatan itu, Plt. Kadis meminta kepada seluruh jajaran Puskesmas agar konsisten dan komitmen serta kompak memaksimalkan layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Berikan pelayanan terbaik setiap hari,” kata Plt. Kadis.

Sekretaris Dinkes Bengkalis ini juga menyampaikan, agar Puskesmas merealisasikan program prioritas kesehatan Pemkab Bengkalis kepemimpinan Bupati Bengkalis Kasmarni, antara lain pengelolaan gizi, imunisasi, pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular, meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

“Kita akan terus berkomitmen, agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang maksimal khususnya di Puskesmas,” imbuhnya.

Selain monitoring ke Puskesmas, Plt. Kadis Kesehatan Ermanto juga meninjau persiapan RSUD Pratama Rupat.**(imam/hm)

Raja Elwan Jumandri Ketua IMRA RAPP Terpilih 2024-2027, Mantapkan Sinergi dengan Perusahaan

Ketua terpilih foto bersama dengan peserta dan undangan pada Mubes IX IMRA RAPP, di Hotel Unigraha Riau Kompleks, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. (Foto:hms rapp)

Pelalawan(SegmenNews.com)- Ikatan Muslim Riau Andalan (IMRA), paguyuban umat muslim di lingkungan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) IX tahun 2024 di Hotel Unigraha, Riau Kompleks, Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Sabtu (8/6/2024).

Mengusung tema “Memperkokoh keumatan, dalam bingkai ukhuwah di lingkungan perusahaan untuk menuju kejayaan Islam”, IMRA diharapkan semakin kokoh dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan keislaman di lingkungan perusahaan.

Penabuhan gong oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Pelalawan H Aliadi tanda dimulainya Mubes IX IMRA RAPP, di Hotel Unigraha Riau Kompleks, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Mubes tidak hanya sekadar kegiatan untuk mencari Ketua IMRA selanjutnya, namun juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi umat muslim di kalangan karyawan RAPP.

Selain diikuti oleh peserta untuk memilih Ketua Pengurus periode 2024-2027, yang merupakan perwakilan IMRA komisariat dari berbagai unit bisnis dan estate di wilayah operasional perusahaan, acara pembukaan Mubes IMRA IX ini turut dihadiri oleh undangan dan perwakilan manajemen, antara lain Kepala Kemenang Pelalawan diwakili Kasi Bimas Islam, H Aliadi, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau terpilih Abdullah, dan perwakilan Kapolres Pelalawan, Kabag Ops Polres, Kompol Maison.

Hadir juga perwakilan menajemen RAPP, antara lain Deputi Direktur RAPP H. Suhdi Yakub, Industrial and Employee Relations Head RAPP Hermawan, dan para Ketua IMRA periode sebelumnya, yakni H. Raja Sirwanansyah dan H. Amru Mahali, Penasehat IMRA Buya Asy’ari Nuur, serta undangan lainnya.

Ketua IMRA H Zulkifli demisioner, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar IMRA dapat menjadi lebih baik di masa yang akan datang serta terus berupaya menjalankan tugas-tugas dalam menyiarkan dakwah Islam untuk memperkuat persatuan keumatan.

“Tentu saja kita berharap Ketua IMRA yang terpilih nantinya bisa membawa IMRA lebih baik ke depannya. Tugas penting pengurus IMRA ke depannya adalah memperkokoh kekuatan pekerja muslim di Riau Kompleks,” sebut Zulkifli.

Hermawan, yang menyampaikan sambutan Manajemen, menekankan tentang potensi besar yang dimiliki karyawan muslim di RAPP. Hermawan berharap, IMRA bisa menjadi organisasi yang tidak hanya mengayomi umat Islam tetapi juga memberikan kebermanfaatan untuk umat beragama lainnya.

IMRA merupakan organisasi yang berperan sebagai wadah bagi seluruh aktivitas karyawan muslim dalam menjalankan berbagai kegiatan keislaman. IMRA juga berupaya membangun tali silaturahmi antar karyawan dan meningkatkan semangat kebersamaan dalam beribadah di lingkungan perusahaan.

Melalui musyawarah mufakat, peserta Mubes menyepakati untuk memberikan mandat kepada H. Raja Elwan Jumandri sebagai Ketua IMRA periode 2024-2027.

Dalam sambutannya, H. Raja Elwan Jumandri, mengucapkan terima kasih kepada semua umat muslim Riau Kompleks yang telah memberi kepercayaan untuk memegang amanah sebagai Ketua Umum IMRA periode 2024-2027.

“Saya akan melaksanakan amanah ini untuk kebaikan umat muslim di Riau Kompleks dan akan membantu program perusahaan di bidang keagamaan. Untuk itu, saya mohon dukungan dan bantuan dari manajemen, semoga program IMRA ke depan bisa bersinergi dengan program perusahaan,” tutup Elwan.***(rn)

Pj Gubernur Riau Resmikan Jembatan Rantau Kasai, Masyarakat Gembira

Pj Gubernur Riau Resmikan Jembatan Rantau Kasai

Kampar(SegmenNews.com)- Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto meresmikan Jembatan Desa Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar. Pembangunan jembatan ini bersumber dari  Bantuan Keuangan (Bankeu) APBD Provinsi Riau 2023 senilai Rp43 Miliar. Proses pembangunannya selama 7 bulan, mulai 26 Mei 2023 hingga 21Desember 2023.

Jembatan Desa Rantau Kasih memiliki panjang 150 meter jembatan utama (3 segmen rangka baja bentang 50 meter) + 60 meter jembatan pendekat (2×30 meter pile slab beton). Serta lebar jembatan, 7 meter.

Pj Gubri mengatakan, jembatan ini menandai komitmen Pemerintahan Provinsi Riau untuk memperkuat konektivitas dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat. Jembatan Desa Rantau Kasih akan menghubungkan tiga kabupaten yaitu Kuantan Singingi (Kuansing), Pelalawan, dan Kampar. Serta, jembatan ini juga menghubungkan satu desa yang terdapat 600 KK.

Pembangunan jembatan ini merupakan impian yang telah lama dinanti-nantikan oleh warga setempat. Sebelumnya mereka harus menghadapi kesulitan dalam akses transportasi dan mobilitas sehari-hari.

Masyarakat pun menyambut peresmian jembatan ini dengan antusiasme yang besar.  Harapannya, jembatan tersebut akan membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari mereka.***(adv)

Komisi IV DPRD Pekanbaru Hearing bersama PLN Bahas Keluhan Masyarakat

Komisi IV DPRD Pekanbaru Hearing bersama PLN Bahas Keluhan Masyarakat

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Menjawab banyaknya keluhan pelanggan terkait lonjakan rekening listrik bulan Juni 2020, Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru lakukan Rapat Dengar Pendapat bersama PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Pekanbaru (UP3 Pekanbaru) yang dihadiri Manager PLN UP3 Pekanbaru Himawan Sutanto beserta Jajaran Manajemen.

Komisi IV DPRD Pekanbaru Hearing bersama PLN Bahas Keluhan Masyarakat

Turut hadir Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono sekaligus memimpin Rapat Dengar Pendapat bersama seluruh anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru.

Dalam rapat yang terbuka untuk umum itu, Sigit Yuwono meminta penjelasan terkait terjadinya lonjakan rekening listrik pada bulan Juni 2020.

Komisi IV DPRD Pekanbaru Hearing bersama PLN Bahas Keluhan Masyarakat

“Kami mengundang PLN untuk menjelaskan secara detail terkait naiknya rekening listrik bulan ini dan meminta solusi dari hal itu” kata Sigit Yuwono pada saat rapat dengar pendapat bersama PLN di DPRD Kota Pekanbaru.

Dalam kesempatan itu, Himawan menjelaskan bahwa sejak Tahun 2017 hingga saat ini tidak ada kenaikan tarif tenaga listrik, kenaikan Tagihan rekening listrik bulan Juni 2020 disebabkan meningkatnya aktivitas masyarakat di rumah sehingga penggunaan energi listrik masyarakat saat adanya penetapan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona di Indonesia dan penerapan PSBB karena Pandemi Covid-19.

Komisi IV DPRD Pekanbaru Hearing bersama PLN Bahas Keluhan Masyarakat

“Dengan adanya penetapan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona di Indonesia dan penerapan PSBB, masyarakat menjadi lebih banyak melakukan aktivitas dirumah, mulai dari Work From Home dan aktivitas selama bulan suci Ramadhan yang setiap tahunnya selalu naik dalam pemakaian listrik. Hal ini menyebabkan pemakaian listrik di bulan Mei (rekening bulan Juni) menjadi naik” kata Himawan.

Selanjutnya, untuk meringankan pembayaran rekening listrik bulan Juni ada solusi yaitu dengan program Relaksasi dari PLN, Himawan menjelaskan mengenai Skema Relaksasi yang diberikan PLN bagi pelanggan yang pencatatan meternya sudah benar tetapi tagihan rekening listrik bulan Juni 2020 melebihi 20% dari tagihan listrik bulan Mei 2020 dengan mekanisme pembayaran bertahap atau angsuran.(Galeri)

Polres Rohul Tingkatkan Kemampuan dan Profesionalitas Awak Satkamling

Polres Rohul Tingkatkan Profesionalitas Awak Satkamling

Rohul(SegmenNews.com)- Polres Kabupaten Rokan Hulu memberikan pelatihan peningkatan kemampuan Awak Satkamling (Satuan Keamanan Lingkungan) dalam rangka sinergitas Polri dan PAM Swakarsa yang profesional untuk mewujudkan Kamtibmas yang kondusif.

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kapolres Rohul, AKBP Budi Setiyono SIK MH, Kamis (6/6/2024) sekitar pukul 08.30 Wib di Aula Polres Rohul, hadir juga Kasat Binmas, AKP Abdul Wahab, SH,  KBO Sat Binmas Iptu Zulkarnain, S Sos.

“Peran Satkamling sangat dibutuhkan untuk membantu tugas Kepolisian dalam memelihara Harkamtibmas di lingkungan masyarakat. Mereka adalah perpanjangan kepolisian dalam menjaga Harkamtibnas,” sampai Kapolres  saat membuka acara.

Pucuk pimpinan Polri di Mako Polres Rohul ini, meminta agar Pos Kamling diaktifkan, mendorong peningkatan kewaspadaan terhadap kemungkinan gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

“Mengarahkan agar setiap kejadian menonjol segera dikoordinasikan dengan pihak berwenang,” imbuhnya.

“Mengimbau agar para Awak Satkamling tetap semangat menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dan menekankan pentingnya kegiatan ronda yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Kapolres.

“Awak Satkamling dapat bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas dalam memelihara keamanan dan ketertiban, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya situasi aman di lingkungan mereka,” tuturnya.

Ditambahkannya, peserta latihan dapat materi pelatihan yang meliputi tugas dan fungsi satuan pengamanan lingkungan, sosialisasi tentang Perpol No 1 Tahun 2023 tentang Pamswakarsa.

“Kemudian penjelasan tentang bentuk-bentuk Pamswakarsa, tugas Awak Satkamling dan pelaksana Satkamling, peran Satkamling sebagai satuan pengaman lingkungan dan kemampuan dasar yang harus dimiliki Awak Satkamling,” pungkasnya  mengakhiri.

Terpantau ikut dalam giat itu, para  PS Kanit & Kaurmintu Sat Binmas Polres Rohul, para Bhabinkamtibmas Pendamping Awak Satkamling, para Awak Satkamling perwakilan dari masing-masing Polsek jajaran Polres Rohul.***(rl)

APR Gelar Pelatihan Bagi Mitra Bina, Pertajam Skill dan Strategi Sukses di Bisnis Fashion

Melinda Babyana, dari The Bespoke Fashion (TBF) Consultant, memberi pemaparan terkait bagaimana membangun bisnis fashion yang menguntungkan.(foto:humas rapp)

Pekanbaru(SegmenNews.com)- PT Asia Pacific Rayon (APR), produsen viscose-rayon terintegrasi di Asia dari hutan taman industri terbarukan hingga serat rayon, menggelar pelatihan bisnis fashion ‘Fashion Accelerator: Siap Menjadi Pengusaha Fashion’, 30-31 Mei 2024, di Pekanbaru, Provinsi Riau.

Program pelatihan bisnis fashion inovatif ini digelar untuk membekali para pengusaha fashion dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk sukses di industri fashion yang kompetitif.

Fashion Accelerator menawarkan perpaduan unik antara strategi bisnis praktis dan wawasan kreatif, yang disesuaikan khusus untuk sektor fashion. Para peserta yang merupakan para local heroes binaan APR dan juga anggota Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Riau, diberi serangkaian ilmu baru guna mempertajam skill bisnis mereka melalui program workshop, mentoring, showcasing, dan akhirnya pemilihan peserta terbaik.

Salah satu pembicara pada Fashion Accelerator ini adalah Melinda Babyana, dari The Bespoke Fashion (TBF) Consultant. Dengan pemahamannya yang sangat mendalam di industri fashion, Baby, sapaan akrabnya, mengajak para peserta untuk berfikir bagaimana bertahan dan berhasil di bisnis fashion.

Lewat materi “Membangun Bisnis Cuan”, wanita yang sudah dua dekade lebih berkarier di dunia fashion ini menjelaskan sangat sering pelaku bisnis fashion salah dalam menentukan harga produknya.

“Sering, produk sudah laku banyak, tapi ternyata tidak untung. Yang salah bukan produk brand. Tapi salah menghitung harga. Faktor penentu harga adalah pelanggan, pesaing, biaya, dan benefit untuk bisnis,” jelas Baby yang pernah dipercaya menjadi CEO sebuah industri fashion dan mengelola tiga brand lokal.

Head of Corporate Affairs APR Djarot Handoko mengatakan, APR mendukung visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat modest fashion global. Fashion Accelerator adalah salah satu upaya APR untuk mendukung mewujudkannya.

“Kegiatan ini khusus untuk mitra bina APR dan anggota API Riau. Pembicara kegiatan ini adalah para expert di bidangnya, yang sudah merasakan jatuh bangun hingga akhirnya brand mereka eksis, bertahan, bahkan tetap berkembang hingga saat ini,” jelas Djarot.

Para peserta sendiri adalah desainer dan pengrajin batik lokal di Riau. Hal ini sejalan dengan komitmen berkelanjutan APR2030 untuk mendukung terwujudnya Riau sebagai textile hub di Indonesia, serta membantu merevitalisasi kerajinan wastra Indonesia dengan memberikan akses kepada para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan desainer di Riau untuk mengembangkan keterampilan di bidang fashion.

Salah satu peserta, Eka Lestari, pemilik Brand Neeka, sangat antusias mengikuti jalannya pelatihan ini. Sebagai salah satu penerima beasiswa APR, Eka sudah terbiasa harus memanfaatkan kesempatan menimba ilmu yang diberikan dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam pelatihan ini.

“Banyak banget ilmu yang saya dapat. Terutama penghitungan harga jual produk. Sekarang saya tahu ternyata selama ini keuntungan saya sangat tipis,” ungkap dara manis yang baru berusia 25 tahun ini.

Eka juga mengutarakan apresiasi kepada APR yang terus meneruskan memberi support kepadanya, mulai dari beasiswa sekolah, kuliah fashion, hingga saat ini. Kini Eka telah memiliki rumah jahit Neeka, dengan tim yang siap membantu. Ia juga telah berhasil menamatkan kuliahnya.

Peserta lainnya, Yusmaini, juga mengutarakan hal yang sama. Pemilik Rumah Batik Yus Pelalawan ini mengaku belajar banyak dari Fashion Accelerator.

“Saya banyak belajar, terutama di bidang teknik pemasaran. Saya sangat senang berkesempatan mengikuti pelatihan ini,” tutupnya.

Dari seluruh peserta yang mengikuti pelatihan, nantinya akan terpilih 12 orang yang akan difasilitasi showcasing pada Indonesia Womenpreneurs Conference (IWC) 2024 di Jakarta pada Juli mendatang.***(rn)

Pemkab Bengkalis Terus Upayakan Penurunan Stunting

Bantan(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus berupaya menurunkan angka Prevalensi Stunting di Negeri Junjungan, hal itu ditandai dengan dilaksanakannya Bulan Penimbangan Serentak sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati Bengkalis.

Adapun isi dari SE tersebut mengimbau kepada seluruh Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Bengkalis untuk bersama menyukseskan Bulan Penimbangan Serentak di masing-masing Posyandu.

Hal itu dikemukakan langsung oleh Sekretaris Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Bengkalis H Hambali pada launching Bulan Penimbangan Serentak, Kamis, 6 Juni 2024 di Posyandu Kartini Desa Selat Baru.

Hambali mengatakan pada tahun 2023 angka Prevalensi stunting di Kabupaten Bengkalis mengalami kenaikan, sebelumnya di angka 8,4 persen menjadi 17,9 persen. Hal ini harus selalu diwaspadai dan selalu berhati-hati buat orang tua, semoga kedepannya angka tersebut bisa turun kembali bahkan bisa zero stunting.

“Hari ini posyandu mulai dibuka, kami harapkan setiap orang tua untuk hadir setiap bulan nya untuk mengecek kondisi anaknya dengan dilakukan pengukuran seperti, berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala,” kata Hambali.

Selanjutnya Hambali menekankan kepada pengurus TPPS agar selalu mensurvei dan mengecek kembali terhadap anak-anak yang di anggap memiliki gejala stunting.

Hambali yang juga merupakan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ini juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Bantan karena memiliki sejumlah prestasi yakni tidak memiliki lokasi khusus masyarakat stunting di Kecamatan Bantan, kemudian pelayanan Keluarga Berencana (KB) terbaik di Kecamatan Bantan.

“Prestasi ini tentu harus ditingkatkan dan kalau bisa dipertahankan dimasa yang akan datang,” katanya.

Sementara itu Camat Bantan Rafli Kurniawan mengucapkan terimakasih kepada Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Bengkalis yang telah terjun langsung di Kecamatan Bantan.

“Semoga apa yang telah bapak ibu laksanakan ini dapat menekan angka zero stunting di Kabupaten Bengkalis, semoga langkah ikhtiar bersama kita ini dapat terwujud,” kata Rafli.

Rafli mengatakan melalui penimbangan serentak yang dilaksanakan ini tentunya akan ada target yang ingin dicapai untuk menekan angka stunting.

“Melalui penimbangan serentak yang dilaksanakan sampai 30 Juni mendatang tentu Pemerintah Kecamatan dan Desa akan selalu terus bersinergi dan berkolaborasi untuk bersama-sama menyukseskan Bulan Penimbangan Serentak ini,” tutup Rafli.***(imam/)

 

PLN Galang Kolaborasi Global Akselerasi Transisi Energi

PLN Galang Kolaborasi Global Akselerasi Transisi Energi

Jakarta(SegmenNews.com)- PT PLN (Persero) kembali menggelar forum diskusi dan kolaborasi bisnis bertajuk Road to PLN Investment Day 2024 di Jakarta, pada Rabu (04/06). Agenda yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan mulai dari sektor pemerintahan, bisnis, perbankan, akademisi, hingga investor dalam dan luar negeri merupakan upaya membangun kolaborasi dalam mengaksekerasi transisi energi bersih di tanah air.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurul Ichwan mengapresiasi keseriusan PLN dalam mendukung program transisi energi Pemerintah. Hal tersebut terlihat dalam usaha PLN untuk terus mereduksi emisi karbon di sektor ketenagalistrikan dan meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) secara masif.

”Tadi Dirut PLN (Darmawan Prasodjo) menyampaikan bagaimana kiat-kiatnya dan memberikan kepastian pada kita bahwa PLN firm akan meningkatkan energi terbarukan dengan sangat serius,” ungkap Nurul.

Dirinya melanjutkan bahwa Pemerintah sangat mendukung dan siap bekerja sama untuk menarik investor bergabung pada agenda transisi energi di Indonesia. Terutama untuk mengakselerasi pengembangan sektor EBT yang sekarang telah gencar dijalankan PLN.

”Kami dari Kementerian Investasi sangat mendukung sekali dan siap bekerja sama untuk menarik investor asing mengambil partisipasi dalam pertumbuhan EBT,” tegas Nurul.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa pemanasan global telah menjadi persoalan seluruh negara di dunia. Maka dari itu, PLN terus berupaya untuk menjalin kolaborasi global yang akan menjadi kunci mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan mencapai _Net Zero emissions (NZE) di tahun 2060.

“Ingat, dampak dari emisi 1 ton itu sama di manapun. Maka ini adalah tantangan global. Kita butuh menyelesaikan ini dengan pendekatan solusi global. Maka kami di sini ingin menyampaikan, PLN komitmen penuh untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan siap berkolaborasi dengan berbagai pihak,” ucap Darmawan.

Darmawan juga mengungkapkan, Pemerintah bersama PLN kini tengah menyusun program Accelerating Renewable Energy Development (ARED) yang akan dituangkan menjadi Rencana Usaha Penambahan Tenaga Listrik (RUPTL). Melalui ARED, penambahan porsi pembangkit akan berasal dari EBT sebesar 75% dan gas sebesar 25% hingga tahun 2040.

“RUPTL ini akan kembali menjadi RUPTL paling hijau sepanjang sejarah Indonesia. RUPTL ini juga telah selaras dengan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN),” tambah Darmawan.

Dengan ARED, PLN membangun pemerataan kelistrikan nasional melalui Green Enabling Super Grid. Menjadikan sistem kelistrikan Indonesia yang sebelumnya terpisah antar pulau menjadi terhubung satu sama lain dan potensi EBT berskala besar yang belum dimanfaatkan selama ini dapat dimaksimalkan. Pasokan listrik berbasis EBT akan meningkat dari 22 GW menjadi 61 GW pada tahun 2040.

Kemudian, untuk mengatasi tantangan intermitensi dari sumber EBT, PLN juga membangun smart grid dengan smart power plant dan flexible generation yang dilengkapi smart transmission, smart distribution, smart control center_ dan smart meter.

Darmawan mengakui bahwa program besar transisi energi tidak akan mampu dijalankan oleh PLN sendiri. Untuk itu, lewat acara ini pihaknya mengajak entitas bisnis baik lokal maupun global untuk menjalin kolaborasi yang saling menguntungkan sekaligus memperkuat portofolio bisnis masing-masing.

”Ini adalah suatu kesempatan untuk berkolaborasi bersama dalam rangka menyediakan listrik yang bukan hanya terjangkau, tetapi juga andal dan berkelanjutan. Kenapa? Karena kita perlu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini terus berjalan dan dalam prosesnya kita membangun kapasitas nasional yang bisa menciptakan lapangan kerja, memerangi kemiskinan dan pada saat yang sama menjaga kelestarian lingkungan,” tutup Darmawan.***(rl)

Sentra UMKM BRK Syariah Permudah Nasabah Mengurus Sertifikat Halal Produk Usahanya

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Sentra UMKM BRK Syariah yang beralamat di Jalan Arifin Ahmad Kota Pekanbaru, Riau berkomitmen membantu nasabah dalam pengurusan sertifikat halal untuk produk-produk usahannya. Pasca diresmikan 19 April 2024 lalu, Sentra UMKM BRK Syariah menggelar workshop perdana dengan tema ‘Penerbitan sertifikasi halal untuk usaha yang lebih berkah’.

Kelas bisnis yang diikuti oleh 21 pelaku UMKM itu berlangsung di ruang Sentra UMKM lantai 3 kantor BRKS Pekanbaru Arifin Ahmad pada Kamis (6/6/2024) pagi. Dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Kota Pekanbaru (Satgas Sertifikasi Halal) Dr. Hj. Rasdanelis, S. Ag, SS, M. Hum. Beliau juga merupakan Pendamping Proses Produk Halal UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

Direktur Dana dan Jasa BRK Syariah, MA Suharto saat membuka acara workshop tersebut menyampaikan apresiasinya kepada nasabah yang antusias mengikuti kegiatan itu. Sertifikasi Halal pada produk usaha ini sudah wajib dimiliki setiap pelaku UMKM untuk memberikan kepastian barang yang dijual halal, bersih dan sehat.

“Dengan adanya pertemuan dan workshop hari ini mudah-mudahan menjadi wadah diskusi dan sharing antara UMKM dan perbankan serta lembaga terkait lainnya. Workshop ini diharapkan bisa menambah pertumbuhan ekonomi khususnya di segmen produk UMKM. Peserta workshop akan mendapat pemahaman tentang pentingnya sepertifikat halal ini dalam memasarkan produk,” kata MA Suharto.

Suharto mencontohkan di Negara Thailand untuk produk pertanian hampir menyeluruh sudah tersertifikasi halal. Sehingga wisatawan muslim yang datang ke Negara tersebut sudah tahu harus memilih produk mana saat berbelanja. Demikian juga di Negara yang mayoritas muslim seperti Malaysia, pelaku usaha di sana sudah mengutaman sertifikat halal ini pada setiap produknya.

“Kalau ilmu dari narasumber workshop dapat diterima dengan baik, kami juga berharap dapat ditransfer juga kepada pelaku UMKM lainnya. Banyak keuntungan yang akan diperoleh pelaku usaha ketika produknya sudah tersertifikasi halal ini, salah satunya produk tersebut akan menjadi pilihan utama konsumen muslim karena konsumen merasa aman saat menggunakannya,” kata Suharto.

Owner UMKM Kue Basah Cikgu Irma, Irma Suryani mengaku terbantu dengan program UMKM BRK Syariah. Produk kue basahnya sudah memiliki sertifikat halal yang proses pengurusannya dibantu oleh BRK Syariah. Di Sentra UMKM ini, pelaku UMKM juga mendapat fasilitas klinik bisnis, pelatihan, bincang bisnis, promosi produk, ruang bisnis serta pendampingan dalam menjalankan usaha.

“Ga cuma dapat pembiayaan untuk mengembangkan usaha saja, kami juga dibimbing dan dibantu dalam pengurusan sertfikat halal, jadi sekarang kue dari Cikgu Irma sangat mudah dipromosikan. Selama bergabung di sini juga kami bisa saling sharing ilmu bisnis dan mengupgrade usaha kami agar semakin populer di pasaran. Banyak manfaat yang kami dapat bergabung di sini, dalam kegiatan workshop ini juga kami jadi lebih tahu banyak produk BRK Syariah seperti tabungan haji, tabungan kurban dan lainnya,” kata Irma di sela kegiatan workshop.

Dalam kesempatan yang sama, Wening Tresnaning Asih selaku Ekonom Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta workshop. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Sentra UMKM ini memiliki manfaat yang besar bagi pelaku UMKM. Kegiatan ini juga dapat mengembangkan ekonomi syariah melalui pemberdayaan UMKM.

“Industri halal memang memiliki potensi yang sangat besar, tidak hanya dikalangan penduduk Indonesia tetapi juga pasar global. Dari industri halal semakin tahun itu semakin besar permintaan dari produk halal. Secara global capaiannya itu sekitar 2,02 triliun US Dollar, jadi memang secara potensi semakin lama eh produk yang diekspor ini juga diminta sertifikasi halalnya,” kata Ekonom Kantor BI Riau ini.

Masih dikatakan Wening, secara rangking yang memang dirilis oleh global islami ekonomi produk halal, Indonesia masuk peringkat ke Sembilan. Bank Indonesia akan berperan sebagai akselerator, inisiator dan regulator dengan melakukan perumusan kebijakan terkait dengan bagaimana bersinergi dengan perbankan syariah dalam rangka mendukung ekonomi syariah.

“Pembiayaan pada sektor industri halal mungkin masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh bisnisman dan bisnis women terutama terkait dengan UMKM di sektor halal tersebut dan bagaimana kompleksitas dari regulasi halal yang kalau misalnya kita masuk ke pasar ekspor mungkin nanti perkembangannya dapat berbeda-beda. Tinggal bagaimana meningkatkan kualitas dan juga infrastruktur dari industri halal sendiri,” tuturnya.

Dalam kegiatan workshop itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara BRKS dengan Asosiasi UKM – IKM Nusantara Wilayah Riau. Turut hadir juga dalam acara tersebut, Pengawas Jaminan Produk Halal Kemenag Kota Pekanbaru Anizar, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMRI Mizan Asnawi, Ketua UKM – IKM Nusantara Wilayah Riau Prama Widayat, Pemimpin Divisi MKM Muhammad Jazuli serta Branch Manager BRKS Pekanbaru Arifin Ahmad, Marwan Setiadi.***(rn)