SegmenNews.com- Bayang-bayang dinginnya sel tahanan membuat nyali pengacara Farhat Abbas ciut. Dia akhirnya memohon kepada Ahmad Dhani agar mencabut laporan atas kasus pencemaran nama baik dan fitnah.
Salah satu alasan suami Nia Daniati itu, karena ingin fokus memikirkan masalah perceraiannya dan rencana pernikahannya dengan Regina pasca bercerai nanti.
“Iya saya minta damai, minta maaf. Saya mau mikirin yang lain. Saya nggak mau mikirin hukum,” ungkap Farhat Abbas saat dihubungi lewat telepon, Jumat (7/3).
Dalam waktu dekat, Farhat akan menggelar jumpa pers dengan kuasa hukumnya, untuk membicarakan masalah tersebut. “Saya akan preskon perdamaian itu nantinya ada Elza Syarief juga dan Dhani,” katanya.
Sayangnya, Dhani melalui kuasa hukumnya, Ramdan Alamsyah, hanya akan memaafkan, tapi tidak mau mencabut laporan kasus tersebut. “Ya terserah dia (Dhani), yang penting saya sudah minta maaf,” pungkasnya.***
SegmenNews.com- Indro Warkop menyesal tak bisa hadir di prosesi pemakaman almarhum komedian H. Jojon. Pasalnya ia mengaku telat mengetahui mantan personel grup lawak Jayakarta itu telah tiada untuk selamanya.
“Saya tadi pagi tidur, dan istri saya kebetulan nggak ada di rumah. Sekitar
jam setengah 1 saya baru dibangunin istri dan dikasih tahu,” ungkap Indro di Kawasan Ampera Jakarta Selatan, Kamis (6/3).
“Pas saya lihat handphone, itu pesan sudah banyak yang masuk dan saya pikir nggak mungkin kekejar kalau ke sana. Benar-benar saya menyesal banget,” sambungnya
Di mata Indro, almarhum adalah sosok komedian yang memiliki karakter khas dan tak ada yang bisa menirunya. Ia menilai Jojon komedian yang sangat konsisten dengan keunikan yang menjadi ciri khasnya.
“Jarang sekali komedian seperti itu. Dia (Jojon) konsisten banget, kumisnya nggak pernah lepas. Kita denger suaranya saja, kita sudah bisa tahu itu Jojon,” ungkapnya.
Tak hanya dirinya, menurut Indro Indonesia telah kehilangan sosok komedian besar. Ia berdoa, semoga almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Kita kehilangan artis besar. Saya sebagai keluarga besar Warkop turut berduka cita yang sebesar-besarnya atas meninggalnya H Jojon,” ucapnya.***
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Titik kebakaran lahan di Provinsi Riau terus mengalami penyusutan, namun kabut asap pekat masih menyelimuti Pekanbaru dan sekitarnya. Setelah diusut, ternyata kabut asap yang dihasilkan peristiwa kebakaran lahan di Negara Malaysia juga memperparah kondisi di daerah ini.
“Titik panas terpantau oleh Satelit NOAA 18 dan modis sangat banyak di Malaysia seberang Riau atau sekitar Malaka,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada pers di Pekanbaru, Jumat (7/3/2014).
Menurut data atau rekaman satelit pada Kamis lalu, demikian Sutopo, titik panas (hotspot) di Malaysia jauh lebih banyak dibandingkan di Riau.
Terlebih, kata dia, arah angin memang bergerak dari Malaysia mengarah ke wilayah Riau dan sekitarnya.
Kondisi ini menurut dia, diperkuat dengan kecepatan pergerakan angin di atas 25 kilometer per jam sehingga potensi asap yang dihasilkan negara tetangga itu sampai ke berbagai daerah di Sumatera terutama Riau. “Namun itu butuh analisis lagi, sementara memang peluang itu ada berdasarkan dengan pantauan satelit dan analisa arah dan pergerakan angin,” katanya.
Sutopo mengatakan, dengan situasi demikian, tidak juga menutup peluang asap yang menyelimuti sebagian besar Riau bertambah pekat.
Sebelumnya Kepala BNPB Syamsul Maarif mengatakan, kebakaran lahan dan hutan merata terjadi hampir seluruh wilayah Perhimpunan Negara Asia Tenggara (ASEAN) seperti Thailand, Laos, Vietnam, Malaysia, Kamboja dan Indonesia. “Jadi kalau misalkan ada kabut asap di Singapura atau di Malaysia dan sejumlah negara lainnya di ASEAN, itu bukan dari Riau atau Indonesia,” katanya.
Hal itu menurut dia, diperkuat lagi dengan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru di mana arah pergerakan angin masih konsisten dari timur laut ke barat daya yang artinya berlawanan dengan arah negara tetangga seperti Malaysia maupun Singapura.
“Jadi tidak bisa dipersalahkan Riau atau Indonesia jika terjadi polusi kabut asap di negara-negara tersebut, karena di sana juga ditemukan titik panas bahkan jumlahnya jauh lebih banyak,” katanya.***(son/ant)
Tembilahan (SegmenNews.com)- Ribuan warga muslim Kota Tembilahan memadati lapangan Gajah Mada Tembilahan melaksanakan salat istisqa agar diturunkan hujan, Jumat (7/3/14). Apalagi sejak beberapa waktu belakangan ini, kabut asap dikota Tembilahan kian tebal bahkan kualitas udara sudah sangat buruk, diakibat pembakaran lahan oleh orang tidak bertanggungjawab.
Shalat Minta Hujan diprakarsai Pemerintah Inhil ini dihadiri Wakil Bupati H Rosman Malomo, Sekretaris Daerah Inhil H Alimuddin RM, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Inhil serta ribuan warga kota, dimana Sholat Istisqa dan doa bersama ini dipimpin oleh KH. Rusli Kurnain dan Khatib HM Effendi Lc.
Kabut asap tebal dampak kebakaran lahan baik di wilayah Inhil maupun daerah tetangga umumnya di Provinsi Riau dalam beberapa Minggu belakangan ini sudah sangat mengkhawatirkan. Dikatakan Wabup Rosman Malomo, sebelumnya berbagai upaya untuk memadamkan api sudah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, untuk itu warga dan pihak pengelola perusahaan perkebunan diminta lebih meningkatkan kepduliannya terhadap lingkungan.
“Dengan kondisi musim kemaran panjang dan musibah kabut asap ini, kita minnta kepada yang maha kuasa dengan melaksanakan shalat Istisqa agar harapannya, apa yang kita lakukan hari ini diijabah oleh Allah SWT,” ujar Rosman.
Sementara Ketua HM effendi Lc menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah yang menggagas pelaksanaan Sholat Istisqa ini. Dikatakan, sebetulnya bencana kabut asap termasuk musim kemarau saat ini, bukan hanya sebatas siklus alam. Tapi bisa jadi akibat ulah manusia yang berbuat maksiat, ujian dari Allah supaya manusia lebih betaqwa, atau juga akibat ulah manusia.
Untuk itu pihaknya mengajak semua untuk berintropeksi dan kembali pada Alquran dan Hadist. Karena bisa saja terjadi, kabut asap yang berkepanjangan ini akibat kezaliman yang dilakukan manusia. “Sudah seharusnya semua umat manusia kembali kepada Allah. Jangan sampai ingat Allah ketika membutuhkan saja. Shalat istisqa itu meminta ampunan kepada Allah agar kita suci kembali kemudian memohon rahmat berupa hujan,” pungkasnya.***(Adv/humas)
SegmenNews.com – Us, petugas juru sita Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, tertangkap basah sedang melakukan hubungan intim dengan LN (32), janda beranak satu, warga Karang Anyar, Kecamatan Beringin, Deliserdang.
Kejadian itu berawal saat LN menemani temannya berinsial SS yang ke kantor Pengadilan Agama Lubuk Pakam untuk menjalani sidang perceraian.
Saat di kantor pengadilan, LN dan SS bertemu dengan seorang lelaki berinisial Us yang mengaku sebagai pengawas juru sita di pengadilan. Us kemudian melancarkan aksinya dengan menawarkan jasa jika dirinya dapat mempelancar jalannya perceraian.
Selang beberapa hari, Us kemudian mengajak LN bertemu dengan dalih membahas perkara yang sedang dihadapi SS. Tanpa berpikir panjang, LN kemudian bersedia menerima ajakan Us.
LN pun diajak ke kantor dan dibujuk untuk berhubungan intim dengan iming-iming akan dinikahi. Us juga menjanjikan akan menuntaskan perkara SS.
Ajakan itu tidak ditolak oleh LN. Mereka melakukan hubungan intim di salah satu ruang persidangan.
Hubungan badan di tempat yang sama terus berlanjut di hari-hari berikutnya. Hingga pada suatu hari, keduanya tepergok oleh hakim yang kebetulan sedang lembur.
Pihak Pengadilan Agama Lubuk Pakam sejauh ini belum bersedia memberikan keterangan.***
Red: son
Sumber : okezone
Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Dalam rangka peningkatan percepatan akreditasi madrasah dan peningkatan mutu madrasah secara berkesinambungan, maka Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Rokan Hulu (Rohul) memanggil seluruh Kepala Madrasah, baik MIN/MIS, MTsN/MTsS, maupun Man/MAS se Rohul, Kamis (6/2/2014) bertempat di aula Kemenag Rohul, Pasir Pengaraian.
Hadir dalam pertemuan tersebut adalah seluruh Kepala Madrasah MIN/MIS, MTsN/MTsS, MAN/MAS se Rohul, Kasi Pendidikan islam (Pendis), para Pengawas Pendidikan madrasah, dan pejabat Kemenag lainnya.
Ahmad Supardi menyatakan bahwa akreditasi madrasah ini adalah sebuah kebutuhan, sebab madrasah yang tidak terakreditasi, bisa terkena sanksi penggabungan dengan madrasah lain, atau bahkan penyetopan atau pembubaran atas lembaga pendidikan madrasah tersebut.
Dari pihak Kemenag Rohul, melakukan berbagai upaya untuk melakukan percepatan akreditasi madrasah ini, seperti sosialisasi seperti sekarang ini, sosialisasi dan melihat serta membimbing langsung di lapangan, termasuk upaya yang sedang digenjot adalah melakukan kerjasama dengan pihak Pemerintah Australia, yaitu lembaga Australian Agency for International Development (AusAID).
Kakan Kemenag Rohul, menyatakan bahwa program kemitraan ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan dan daya saing pendidikan madrasah pada tingkat MI dan MTs, sesuai dengan 8 komponen Standar Nasaional Pendidikan (SNP).
Sedangkan tujuan secara khusus, adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan madrasah dalam menghadapi proses akreditasi yang dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional – Sekolah dan Madrasah (BAN-S/M).
Ahmad Supardi Hasibuan lebih lanjut menyatakan bahwa di lingkungan Kemenag Rohul terdapat 34 Raudhatul Athfal (RA), 15 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 39 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 16 Madrasah Aliyah (MA). Jumlah total madrasah adalah 104 madrasah. Dari 104 madrasah tersebut yang sudah diakreditasi adalah 42 madrasah, sedanglan yang belum diakreditasi adalah 62 madrasah.
Ahmad Supardi berharap agar seluruh pimpinan madrasah bekerja keras, dengan memanfaatkan segala daya dan upaya, sehingga proses akreditasi berjalan baik, dan mendapatkan hasil yang maksimal.***(r4n/rls)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Dalam rangka meningkatkan pengelolaan, pemanfaatan, dan pemberdayaan wakaf secara berdayaguna dan berhasil guna, sehingga manfaatnya dirasakan oleh masyarakat, maka Kementerian Agama (Kemenag) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul, bahas draf Rancangan Peraturan Daerah (RANPERDA) tentang pengelolaan wakaf, Kamis (6/3/2014) bertempat di kantor Kemenag Rohul.
Hadir dalam pembahasan tersebut Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Pemkab Rohul diwakili oleh Kabag Hukum Hamdani SH, Ketua MUI Rohul Drs H Hasbi Abduh MA, Ketua BAZNAS Ir H Samrikardo MSi, Kasi Penyelenggara Syari’ah H Martillevi Saleh MSy, Sekretaris BAZNAS H Elfalisman SAg, dan yang lainnya.
Ahmad Supardi menyatakan, bahwa lembaga wakaf adalah pranata keagamaan yang memiliki potensi dan manfaat ekonomi, yang perlu dikelola secara efektif dan efisien untuk kepentingan ibadah dan kesejahteraan umum. Jadi wakaf berdimensi ibadah dan berdimensi social, yaitu kesejahteraan masyarakat, jelasnya.
Selain itu, wakaf adalah merupakan perbuatan hukum yang telah lama hidup dan berkembang serta dilaksanakan oleh umat Islam dalam masyarakat. Hanya saja belum diatur secara lengkap, tertib, dan mendetail. Oleh karenanya, perlu ada aturan yang jelas, sebagai pedoman bagi umat, tandasnya.
Ahmad Supardi lebih lanjut menyatakan, bahwa Rohul memiliki potensi yanbg cukup besar dalam hal wakaf, sebab 80 persen lebih penduduk Rohul ini adalah umat islam. Sebahagian dari mereka adalah kelompok menengah ke atas dari sisi ekonomi. Mereka tentunya hendak memberikan wakafnya, untuk kepentingan umat Islam.
Wakaf itu secara garis besar ada tiga macam, yaitu wakaf harta tidak bergerak, seperti tanah-tanah wakaf, yabng digunakan untuk masjid, kuburan, madrasah, pondok pesantren, dan kegiatan usaha produktif lainnya.
Kemudian harta bergerak selain uang, seperti kenderaan bermotor, alat penangkap ikan, sampan, binatang ternak, kebun kelapa sawit yang cukup luas di Rohul, hak atas kekayaan intelektual, Alqur’an, buku-buku, dan kitab-kitab lainnya.
Dan yang paling aktual sekarang adalah wakaf atas harta bergerak berupa uang, seperti uang itu sendiri, logam mulia, surat berharga, hak sewa, dan lain sebagainya.
Ahmad Supardi juga menjelaskan bahwa wakaf ini termasuk potensi umat yang kurang terurus oleh umat islam, padahal madrasah-madrasah, pondok pesantren, masjid, kuburan dan sebagainya, pada umumnya dibangun di atas tanah wakaf.***(r4n/rls)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Dalam bulan Februari tahun 2014 ini Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau samsat Pekanbaru Selatan berhasil mengumpulkan sebanyak 24,5 milyar lebih dari pungutan pajak kendaraan bermotor baik Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB).
Demikian hal ini disampaikan Kepala UPT Pekanbaru Selatan, Yon Azhri, Rabu (5/3/2014) diruang kerjanya.”Untuk bulan Februari ini ada sekitar 24,5 milyar dari pajak kendaraan bermotor,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan Yon bahwa jumlah tersebut belum termasuk dengan jumlah pendapatan pajak dari pajak alat berat dan air permukaan” Ini belum termasuk dengan hasil pajak air permukaan dan pajak alat berat,” lanjutnya.
Lebih lanjut disampaikan Yon Azhari bahwa dalam satu hari kerja rata-rata ada sekitar 80 orang wajib pajak yang membayarkan kewajibanya ke UPT Pekanbaru Selatan.
” Kalau kita ratakan saja perhari itu ada sekitar 80 orang yang membayarkan kewajiban pajak kendaraan bermotornya baik itu pengesahan 1 tahun maupaun pengesahan 5 tahun,” l
njutnya. Sementara itu, sejauh ini tidak ada kendala yang begitu berarti untuk pemungutan pajak diwilayah Pekanbaru Selatan. Hanya saja beberapa waktu ada tunggakan-tunggakan untuk pajak alat berat.
Dimana wajib pajak alat berat ini dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang ada diwilayah Pekanbaru selatan. Tamun tunggakan-tunggakan tersebut saat ini sudah dibayarkan.
“Kalau kendala sejauh ini memang tidak ada. Hanya saja memang 2013 lalu ada tunggakan-tunggakan untuk wajib pajak alat berat. Namun, kita sudah melakukan penagihan-penagihan dan perusahaan-perusahan bersangkutan sudah melunasi,” lanjutnya.
Namun, menurutnya jika tidak ada niat baik perusahaan-perusahaan menyelesaikan kewajibanya dan banyak menunggak UPT Pekanbaru Selatan tentu akan berupaya melakukan penagihan dengan menurunkan tim yustisi optimalisasi penerimaan pajak daerah.
Seperti diketahui Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendapatan Provinsi Riau sudah menggandeng Kejaksaan Negeri se Riau dalam MoU yang telah dilakukan di Hotel Arya Duta, Kamis (30/5/13) silam untuk melakukan penandatanganan kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, dalam meningkatkan penerimaan pajak daerah, terutama dalam menuntaskan penunggakan pajak.***(r4n/ur)
Siak (SegmenNews.com)- Bupati Siak Syamsuar dan wakil Bupati Alfedri, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Siak, menyambut kunjungan Gubernur Riau Anas Maamun beserta rombongan, di Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Siak, Kamis (6/3/14).
Bupati Syamsuar mengungkapkan bahwa, kunker perdana Gubri ini disambut dengan suka cita dan diharapkan dapat memberikan perhatian khusus ke masyarakat, yakni pada bidang perekonomian yang akan membuat masyarakat sejahtera. Dan juga pada bidang infrastruktur.
“Kunker perdana pak Gubri ini, tentunya kami sambut dengan suka cita. Dan kami berharap, pak Gubernur dapat memberikan perhatian khusus pada bidang-bidang perekonomian masyarakat, untuk sejahtera,” ungkap Bupati Syamsuar bergelar Datuk Setia Amanah.
Sementara itu, Gubernur Riau, Annas Maamun menuturkan bahwa para remaja saat ini masih kurang tata krama dan kesopanan, itu membuktikan lemahnya ajaran keadatan kepada mereka. Untuk itu para remaja perlu mendapat pendidikan keadatan dan keagamaan.
“Saat ini, coba kita lihat pada anak-anak kita. Dulu waktu saya kecil, emak saya bilang, klo ada tamu tak boleh lewat-lewat atau melintas-lintas. Klo saat ini, kepalo ayah nyo pun tolaknyo, atrinya mulai berkurangnya sopan santun. Untuk itu diharapkan lembaga adat untuk dapat memperkuatnya kembali,” terang Gubri Annas.
Selain itu, Gubri Annas juga mengatakan bahwa, Kabupaten Siak cocok dipusatkan lembaga adat melayu. Untuk itu, pemerintah dapat bekerja sama dengan lembaga adat yang ada untuk menciptakan melayu siak terkenal hingga ujung dunia.***(rinto)