SegmenNews.com- Presenter Rina Nose membantah punya hubungan asmara dengan pedangdut Saipul Jamiell. Hubungannya dengan mantan suami Dewi Perssik hanya sebatas rekan kerja.
Seperti diketahui, Rina dan Saipul sama-sama terlibat dalam sebuah program acara pencarian bakat di salah satu stasiun stasiun TV swasta.
“Itu di Twitter saja ramai. Aku biasa saja hubungannya antara host dan juri,” ujar Rina yang menjanda sejak 17 Juli 2013 itu saat ditemui di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (10/3).***
SegmenNews.com– Saat ini nama Ahmad Al Ghazali atau akrab disapa Al semakin melambung di dunia entertainment. Putra sulung Ahmad Dhani dan Maia Estianty ini seolah telah menjelma menjadi idola baru di panggung hiburan tanah air. Wajahnya pun sudah akrab menjadi bintang tamu dalam berbagai acara televisi.
Hal ini pun membuat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melirik remaja ganteng tersebut untuk menjadi juru kampanye. Diberitakan sebelumnya, Al menjadi satu paket dengan selebritis Republik Cinta Manajemen (RCM) untuk menjadi corong partai tersebut menuai suara.
Namun, kendala usia Al yang belum genap 17 tahun menjadi masalah tersendiri. Pihak PKB pun siap mengkaji ulang nama Al untuk dimasukkan dalam jadwal kampanye terbuka. Namun, mereka tak menampik jika Al memiliki kharisma tersendiri sebagai idola bagi anak muda.
“Ya, kan memang selebritis punya segmen masing-masing, anak muda bisa untuk anak muda,” kata Marwan Ja’far, Ketua Fraksi PKB DPR kepada wartawan (9/3).
Marwan menambahkan jika Al ternyata tidak bisa dimasukkan, mereka memiliki beberapa selebritis yang namanya juga digandrungi generasi muda, “Kami ada banyak selebritis ya. Sudah ada Ridho Rhoma, Tommy Kurniawan kemudian Ressa Herlambang dan lainnya. Mereka juga bisa mewakili suara anak muda,” lanjutnya.
PKB membantah jika mereka hanya mengandalkan caleg atau pun juru kampanye selebritis untuk menarik massa pemilih, “Ya, Kita punya organisasi, yang mengurusi pemuda ada, tidak semata-mata mengandalkan selebritis ya. Kita punya organisasi kader di kalangan pemuda, kalangan mahasiswa. Mereka sudah bekerja lama kok untuk masing-masing segmennya ya,” tandasnya.***
Naboi (SegmenNews.com) – Polres Rohil mengamankan ratusan kayu diduga tanpa dilengkapi dokumen sah milik Karson alias Achai, di kawasan Dok Sungai Nyamuk Kepenghuluan Raja Bejamu, Kecamatan Sinaboi, Jumat (7/3/2014), sekitar pukul 16.00 Wib.
Dalam penangkapan, Polres menyita papan panjang jenis campuran 121 batang, kayu lunas kapal 5 batang. Dalam pengamanan tersebut juga diamankan 3 orang pekerja. Sementara, pemilik Karson alias Achai sedang tidak berada di tempat.
Kapolres Rohil AKBP Tonny Hermawan melalui Kasat Reskrim AKP Agus Hidayat didampingi Iptu Edo Pardosi, mengatakan penangkapan kayu ilog milik Achai alias karson berkat informasi masyarakat yang menyebutkan ada transaksi penjualan kayu tanpa dilengkapi dokumen Kamis (6/3/2014).
“Pengamanan kayu ilog ini setelah kita mendapat informasi dari masyarakat adanya transaksi penjualan kayu ilog tanpa dokumen dilakukan penadah kayu Karson, di lokasi dok miliknya, di Sungai Nyamuk,” ujar Edo.
Lanjutnya, dalam pengamanan turut diamankan pekerja guna dimintai keterangan, dan setelah keterangan di dapat ketiga pekerja ini dipulangkan kembali ke rumah mereka masing-masing, sementara pemilik Karson masih berada di luar kota.
“Dari hasil keterang ketiga pekerja ini,semua menyatakan kayu tersebut milik Karson, mereka hanya pekerja di lapangan dengan mendapat upah,” jelasnya.***(yud/kn)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Senin (10/3/2014) meningkatkan kasus dugaan korupsi program K2I Bidang Perkebunan di Dinas Perkebunan Riau tahun jamak 2006 sampai 2009 senilai Rp20 miliar, dari penyelidikan ke penyidikan.
Selain itu penyidik juga sudah menetapkan mantan Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Riau Susilo sebagai tersangka bersama tiga tersangka lainnya.
Untuk mempercepat proses penyidikannya kata Kepala Seksi Penyidikan Pidsus (Kasi Pidsus) Kejati Riau Rachmat Lubis SH kepada wartawan, Senin (10/3/2014), pihaknya periksa 3 orang saksi.
“Saksi itu adalah mantan Kasubdin Perencanaan Disbun Riau Armen Hasibuan, Tim Teknis Pelaksana Program K2I Ir Sofyan Harahap, dan Tim Tekni Pelaksana Program K2I Ir Subandi Wibisono,” ujar Rachmad.
Tiga saksi tersebut datanhg penuhi panggilan penyidik sekitar pukul 09.00 WIB. Sesampainya di Kantor Kejati Riau Jalan Jenderal Sudirman, ke tiga saksi langsung masuk kedalam gedung Pidsus untuk menjalani pemeriksaan.***
SegmenNews.com- Sore ini, nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Menutup perdagangan hari ini, rupiah ditutup di level Rp11.370 per USD.
Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (10/3/2014), pada perdagangan non-delivery forward (NDF) Rupiah menguat 70 poin atau 0,61 persen ke Rp11.370 per USD, dari sebelumnya Rp11.440 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp11.342-Rp11.477 per USD.
Sementara itu, yahoofinance mencatat, rupiah menguat 78 poin atau 0,68 persen di level Rp11.407 per USD. Dalam pergerakan harian rupiah berada di kisaran 11.357-Rp11.485 per USD.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia mengalami penurunan di level Rp11.449 per USD. Angka tersebut melemah dibandingkan periode sebelumnya di level Rp11.395 per USD.***
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Bandar Udara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru hari ini ‘lumpuh’ akibat kabut asap. Setidaknya ada 12 penerbangan mengalami keterlambatan (delay) karena jarak pandang yang terbatas.
Airport Duty Manager SSK II Pekanbaru Ibnu Hasan menjelaskan, sejak pukul 05.00 WIB tidak ada pesawat yang berani melakukan lepas dan tinggal landas di Bandara SSK II, Senin (10/3/2014).
Sejumlah maskapai yang mengalami keterlambatan di antaranya Air Asia jurusan Kuala Lumpur, Malaysia-Pekanbaru, Malaka, Malaysia-Pekanbaru. Kemudian Jakarta-Pekanbaru, Kuala Namu-Pekanbaru
“Itu ada yang penerbangan keberangkatan dan kedatangan, karena sejak pagi hingga siang jarak pandang hanya 600 meter atau di bawah ambang normal,” imbuhnya.
Akibat keterlambatan itu, pantauan okezone di Bandara SSK Pekanbaru terlihat penumpukan calon penumpang.
“Kita bingung sampai kapan pemerintah bisa serius menangani asap Riau ini. Banyak yang dirugikan akibat asap ini,” keluh Dani, salah seorang penumpang tujuan Jakarta, di Bandara SSK Pekanbaru.***
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT mengaku sangat sedih dan prihatin, dan merasa bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinannya di seluruh tingkatan RT, RW, Lurah dan camat, belum maksimal mengajak dan membimbing masyarakat kota Pekanbaru untuk berperilaku hidup bersih.
Sehingga kondisi lingkungan pemukiman masyarakat yang dulunya bersih justru sekarang mengalami penurunan dibanding dari sebelumnya. Kerihatinan tersebut disampaikan Walikota, Senin (10/3/14) kepada seluruh pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru di segala tingkatan hingga Camat dan Lurah, dalam rapat evaluasi tentang kebersihan yang digelar di aula kantor Walikoa Pekanbaru.
Walikota bahkan sangat kaget ketika mendengar laporan dan penayangan gambar tentang kondisi lingkungan pemukiman masyarakat Kota Pekanbaru yang terlihat sangat kotor, bahkan sejumlah perumahan elit yang dulunya mendapat prediket perumahan terbaik Nasional, justru sekarang dalam tayangan fotonya terlihat tidak terurus dengan banyak rumput liar, sampah berserakan serta parit jalan lingkungan yang tertimbun sampah rumah tangga.
“Saya nyatakan bahwa kita Pemko di segala tingkatan telah gagal mengajak masyarakat untuk merubah cara berpikir serta gagal mengajak masyarakat untuk berprilaku hidup bersih. Gaya hidup sehat masyarakat kita menurun dengan sangat drastis. Bahkan ada sejumlah pemukiman yang dihuni oleh masyarakat menengah ke atas, pengusaha bahkan pejabat, namun lingkungannya tidak bersih, ungkap Walikota.
Bahkan dengan suara keras dan berulang-ulang Walikota menyebutkan bahwa Pemko tidak butuh penghargaan Adipura, karena adiura bukan tujuan dari kinerja pemerintah.
“Sekali lagi saya tegaskan bahwa kita tidak butuh adipura, adipura bukan tujuan kita, yang menjadi tujuan kita adalah bagaimana lingkungan Kota kita bersih,sehat, dan tertata dengan rapi. Maka kalau dengan lingkungan dan Kota yang bersih kita diberi penghargaan maka Alhamdulillah kita terima, tapi kalau kota kita bersih tapi kita tidak mendapat penghargaan, ya tidak jadi masalah, karena tujuan kita bukanlah untuk meraih adipura,”ujar Walikota.
Dalam kesempatan itu, Walikota degan tegas juga mengingatkan Dinas Kebersihan petugas kebersihan jangan lagi masuk ke lingkungan pemukiman,apalagi pemukiman elit.
“Pasukan kuning atau petugas kebersihan hanya bertugas di jalanan umum. Kebersihan lingkungan adalah tugas dan kewajiban warga yang bersangkutan. Tugas pemerintah adalah membimbing dan memotivasi masyarakat untuk membersihkan lingkungan, kita awali dari yang lingkungan yang terkecil, pekarangan dan luar pagar pekarangan.
Coba Camat, Lurah, RW dan RT bentuk kelompok kader peduli lingkungan. Kita juga akan menganggarkan untuk tingkat RW yang gunanya untuk urusan kerakyatan antara lain untuk kegiatan yang berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas lingkungan,” sampainya.
Dalam kesempatan itu, Walikota juga menyoroti tentang kondisi pasar dan pertokoan yang juga tidak membawa asmosfir dan semangat bersih lingkungan.***(has/war)
Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Puluhan masyarakat kecamatan Langgam dari desa Gondai, Mamahan Jaya, Suka Ramai, dan Padang Luas, mendatangi DPRD Pelalawan, untuk mengadukan lahan mereka telah di rambah PT Nusa Wahana Raya (NWR), Senin (10/3/14).
Dalam pertemuan itu dipimpin Markarius Anwar wakil Ketua Komisi A DPRD Pelalawan dengan didampingi empat anggota DPRD lainnya, antara warga dengan pihak PT NWR yang langsung dihadiri oleh Direktur PT NWR Muller Tampubolon SE MM, Camat Langgam Faizal, Kades Segati Syofian serta dari Dinas Kehutanan, serta Pemkab Pelalawan.
Perdebatan alot terjadi saat perwakilan masyarakat dan ninik mamak menyampaikan pengaduan mereka pada wakil rakyat. Setelah lahan mereka mulai di rambah oleh PT NWR yang berbatasan dengan Sei Langan I dan Sei Langan II. Ketika dilakukan relokasi kawasan konsesi PT NWR tersebut.
Menyikapi keluhan perwakilan masyarakat, DPRD Pelalawan mengeluarkan dua rekomendasi yakni menurunkan tim gabungan untuk mengecek kepastian adanya lahan masyarakat yang sudah ditanami sawit berbatasan dengan sei Lagan di rambah oleh PT NWR. Serta memediasi untuk dilakukan pembebasan warga yang ditahan Polres Pelalawan dalam kasus penyerobotan lahan.
“Jadi setelah tim gabungan yang turun dengan didampingi perwakilan aparat desa dan warga, serta pihak perusahaan untuk turun melakukan pengecekan, serta memediasi untuk dilakukan pembebasan atau minimal di tangguhkan warga yang telah ditahan,” ujar Markarius Anwar merespon keluhan masyarakat.
Direktur PT NWR Muller Tampubolon, usai pertemuan mengaku siap turun bersama-sama tim untuk melakukan pengecekan adanya lahan warga yang ikut di garap oleh perusahaan. ”Sejauh ini kita mengerjakan lahan sesaui SK Menteri Kehutanan nomor 444/KPTS-II/1997. Jadi rasa tak mungkin masuk ke lahan masyarakat, karena tata batas sudah dilakukan pengkukuran bersama tim dengan dituangkan dalam BAP Dinas Kehutanan kabupaten Pelalawan,” papar Direktur PT NWR.
Namun pihaknya PT NWR kata Tampubolon hanya melakukan mengambil lahan seluas 2.100 hektar yang telah di rambah sekelompok orang di sei Lagan. Sedangkan diluar areal PT NWR lainnya tidak akan di ganggu setelah tapal batas telah di buat sebelumnya.
Tidak benar kalau upaya mengelola lahan tak maksimal. Karena prosesnya butuh waktu selama 3 tahun dan sesuai mekanisme yang ada. Jadi izin penanaman dan pemataan batas keluar baru bisa di kerjakan. Namun akhir tahun 2012 ada kelompok tani yang menyerobot lahan NWR dengan dalih tanah ulayat dan diperjual belikan dengan masyarakat dari berbagai daerah luar Pelalawan,” paparnya.
Jadi ungkap Tampubolon pihaknya telah memberikan tiga opsi pada masyarakat yang telah mendirikan bangonan pondok di kawasan PT NWR yakni pertama dipulangkan ke kampung halamanya dengan dibiayai oleh perusahaan, kedua di terima jadi karyawan PT NWR, serta rekolasi ke lahan ulayat yang telah disediakan ninik mamak dengan dibantu membangunkan rumah kembali di daerah tersebut.
“Kalau pengecekan ke lapangan kita siap, tapi kalau mencabut laporan terhadap orang yang telah merambah lahan PT NWR biarkan diproses sesuai hukum berlaku yang kini sedang ditangani Polres Pelalawan,” imbuhnya.***(Parlementaria)
Sustainability Region Riau, Tusiman S.Kom bersama Dewi Artikasari dan karyawan FR membagikan masker
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Kabut asap di Riau, khususnya di Pekanbaru kian hari semakin pekat. Bahkan hingga hari ini belum ada tanda-tanda kabut asap akan reda. Penderita Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) juga kian meningkat.
Untuk menekan angka gangguan kesehatan masyarakat, pihak perusahaan First Resources group berkantor di Jalan Sudirman no:395 Pekanbaru melakukan sosialisasi sekaligus membagi-bagikan masker kepada pengendara yang melintas di jalan Sudirman, Senin (10/3/14). Pembagian masker tersebut juga merupakan bentuk kepedulian Perusahaan dengan kondisi kabut asap yang saat ini menimpa Riau.
Sustainability Regional Manager Provinsi Riau, Erwan Efendi kepada segmennews.com menuturkan bahwa masker dibagikan sebanyak 2500 pcs. Dia berharap, masker yang dibagikan dapat di gunakan oleh masyarakat untuk menghindari penyakit yang diakibatkan oleh kabut asap.
“Kita berharap, masker yang dibagikan bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi melihat kondisi kualitas udara saat ini semakin memburuk. Kegiatan ini juga melalui Program Corporate social responsibility (CD-CSR) perusahaan, dengan harapan seluruh program perusahaan bermanfaat dan menyentuh langsung kemasyarakat,” paparnya.
Pengendara Sepeda Motor, Julisar (40), warga Pekanbaru menyambut baik kegiatan pihak perusahaan First Resources group tersebut. Menurutnya, bantuan masker tersebut sangat berguna bagi mereka, apalagi melihat kondisi cuaca saat ini yang sangat rentan dengan penyakit ISPA.***(has/rls)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Walikota Pekanbaru mengkritik keras oknum guru di kota Pekanbaru yang melakukan pembohongan publik di Media tentang besaran gajinya yang hanya Rp1,2 juta dan tidak layak di potong zakat Mal.
Wako bahkan membuktikan betapa gaji guru dan Kepala sekolah jauh lebih besar dari yang sebenarnya, dan jauh lebih besar dari gaji Bupati/ Walikota se Indonesia.
Untuk membuktikannya, saat dimintanya salah seorang Kepala Sekolah SMK, yang hadir rapat untuk mengatakan berapa besar gajinya .Tergambar total gaji Kepala sekolah golongan 4a sebesar Rp9 juta,
“Saya walikota yang melayani masyarakat 24 jam, imbalan yang saya dapat dari negara berupa gaji pokok ditambah tunjangan total Rp6,2 juta.
Tidak ada lagi selain Rp62, juta, tidak ada biaya operasional, apa kami mengeluh, apa kami tidak bayar zakat tidak,” ujar Walikota Pekanbaru Firdaus MT, Senin (10/3/14).
Makanya kata Wako sangat miris kalau Kepala sekolah dan para guru keberatan membayar Zakat. Dan masih masih ada yang berani ngomong di media menolak membayar zakat karena gaji mereka yang kecil.
“Bagi guru yang masih kedapatan lagi melakukan pembohongan publik lagi maka , profesinya sebagai guru akan di cabut dan di jadikan pegawai. Kenapa guru karena guru adalah suri tauladan,” tandas Firdaus.
Kata Firdaus lagi, yang membayar zakat adalah golongan 4 yang memang memiliki gaji pokok sekitar Rp4 juta dan yang di kenakan zakat 2,5 persen atau sekitar Rp100 ribu.
“Ini di potong bukan untuk Firdaus tetapi untuk zakat, zakat itu amalnya untuk siapa, untuk mereka bukan untuk saya,” tegasnya .***(r4n/ur)