Beranda blog Halaman 2722

“Dibanding Spanyol, Jerman Lebih Berpeluang Juara Piala Dunia”

bolaSegmenNews.com- Legenda Jerman, Lothar Matthaeus mengungkapkan pendapatnya mengenai persaingan di Piala Dunia 2014 mendatang. Menurut mantan pemain Inter Milan ini, Jerman memiliki peluang juara lebih besar dibandingkan juara bertahan Spanyol.

Spanyol sukses menjadi juara Piala Dunia empat tahun silam di Afrika Selatan. La Furia Roja juga menyabet Piala Eropa 2008 dan 2012, dan menjadi tim pertama yang merebut tiga turnamen besar secara berturut-turut. Namun, bagi Matthaeus, hal tersebut tak bisa menjadi patokan.

“Spanyol telah memenangkan tiga gelar besar terakhir. Namun, mereka tidak luar biasa dan tidak stabil saat ini. Itulah mengapa saya rasa Jerman memiliki kesempatan lebih baik untuk sukses dibandingkan Spanyol,” kata Mattaheus seperti dikutip situs resmi FIFA.

“Saya rasa Brasil dan Jerman adalah dua tim terkuat, diikuti Spanyol. Pada Piala Konfederasi 2013, Brasil menunjukkan sanggup mengatasi tekanan saat tampil sebagai tuan rumah. Sementara itu, Jerman tampil konsisten dalam beberapa tahun terakhir,” lanjut pria 52 tahun ini.

Matthaes juga berpendapat Italia sebagai lawan yang patut diwaspadai. Gli Azzurri menyingkirkan Die Mannschaft di babak semifinal Piala Eropa 2012.

“Italia menyingkirkan kami di Piala Eropa terakhir. Kami harus selalu berhati-hati melawan mereka. Mereka mungkin tidak memiliki gaya menarik seperti Belanda, Jerman, Argentina, atau Brasil. Namun, mereka selalu berbahaya dan memiliki taktik yang sangat baik,” ucapnya.

sumber: viva

Kecanduan Lem, Remaja ini Dirantai Ayah Kandung

Kecanduan Lem, Remaja ini Dirantai Ayah Kandung
Kecanduan Lem, Remaja ini Dirantai Ayah Kandung

Pontianak (SegmenNews.com)- Remaja usia belasan itu duduk tertunduk diam. Warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, itu terpaksa dirantai oleh ayah kandungnya karena kebiasaan menghirup lem.

Remaja laki-laki ini mengaku mengenal kegiatan mengelem sejak duduk di kelas 3 sekolah dasar. Malangnya, kegiatan yang kini menjadi kebiasaannya itu mengubah hidupnya dan berdampak pada kesehatan tubuh anak usia 16 tahun itu.

“Kalau tidak mengelem, badan saya bergetar,” tuturnya saat ditemui VIVAnews di kediamanya, Rabu 22 Januari 2014.

Ayahnya yang berusia 52 tahun kini mengaku terpaksa merantai anak itu lantaran sulit dicegah mengelem. “Sebulan dapat perawatan rehabilitasi di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) Kota Pontianak. Dia hanya ditampung saja di sana. Waktu itu sih gratis. Tapi, nggak sembuh juga,” ungkapnya.

Sang ayah menuturkan, pada Selasa kemarin, ia sempat membawa anaknya berobat ke sebuah rumah sakit jiwa di Kota Pontianak. Satu malam bocah itu menginap di sana, namun terpaksa dipulangkan lantaran tak punya biaya.

“Tadi malam dia menginap di RSJ. Hari ini pulang lagi, karena nggak ada tanggungan biaya dari pemerintah. Saya hanya disuruh beli obat saja Rp68 ribu. Dokternya pesan, kalau obatnya (timbulkan) alergi, jangan diminum. Habis obat ini harus ke sana lagi beli obatnya. Mana saya mampu,” ucap pedagang sayur itu lirih.

Sehari-hari, sang ayah berkeliling ke daerah Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, untuk menjajakan sayuran. Ia mulai bekerja sejak pukul 03.00 pagi hingga petang.

Kesibukan sang ayah mencari nafkah untuk keluarga, membuatnya jarang bertemu dengan sang anak. Kegiatan putranya sehari-hari pun luput dari perhatiannya, sehingga ia terlambat mengetahui kebiasaan buruk anaknya.

Dikirim ke Jakarta

Dia pernah membawa anaknya itu ke Jakarta pada 2013 lalu untuk menempuh pendidikan. “Ternyata di Jakarta juga mengelem. Saya bawa lagi ke Pontianak. Saya bawa lagi ke rehabilitasi, tapi nggak ada perubahan juga. Perubahannya sedikit saja. Malahan ketagihan terus dia mengelem,” tuturnya.

Ia terpaksa mengikat kaki anak keempatnya ini dengan rantai dengan niat memberi pelajaran agar anaknya tidak mengulangi perbuatannya kecanduan lem. Kecanduan lem yang diderita anaknya terlalu parah sementara ia tak memiliki biaya pengobatan untuk membawa anaknya ke dokter.

“Jangankan untuk biaya berobat, untuk makan sehari-hari saja susah. Kalau harga berobatnya mahal, jujur, saya tak mampu. Saya kan setiap harinya berdagang, kadang untung, kadang tekor pula. Sampai saat ini nggak ada bantuan,” katanya.

Bahkan, ia menceritakan, anaknya pernah ditangkap Polisi karena ulahnya. “Dua kali dia ditangkap sama Polisi. Dia menginap di Polsek. Tapi, tak takut juga,” ucapnya.

Dia mengatakan, sesungguh ia tak tega merantai anaknya sendiri. Namun, ini terpaksa dilakukan agar anaknya tak mengganggu orang lain saat mabuk lem.

“Dari pada anak saya mengganggu orang lain dan mengelem terus, lebih baik dirantai. Dirantai itu dijaga, bukan ditinggal. Yang jaga itu neneknya setiap hari,” katanya.

Ibu kandungnya yang berusia 43 tahun mengaku anaknya itu termasuk pintar di sekolahnya. Akan tetapi, karena pengaruh candu lem, dia kerap tinggal kelas.

“Nilai-nilai dia bagus. Dulunya badannya gemuk. Sekarang malah kurus. Itulah akibat mengelem semakin kurus. Saya sedih, anak saya tak bisa diterima sekolah-sekolah yang ada di Kota Pontianak. Anak saya dua tahun tak naik akibat banyak mengelem,” kata sang ibu.

Kini dia dan suaminya berharap dinas kesehatan setempat dapat memberikan bantuan pengobatan gratis untuk anaknya agar dapat segera sembuh dari candu lem.***

sumber:viva

Polres Pelalawan Sampaikan Pesan Laka Lewat Stiker di Angkutan

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Jajaran Polres Pelalawan melalui Satuan Lalulintas (Satlantas) memasang puluhan pesan berjalan berupa sticker yang dipasang pada bagian kaca belakang mobil angkutan penumpang baik jenis travel dan bus karyawan.

“Demi menekan angka kecelakaan kita memasang pesan berjalan, agar mudah di lihat dan dibaca oleh masyarakat, terutama pengunan jalan. Yakni berupa sticker onw way berisi himbauan, peringatan dan teguran,” ujar Kapolres Pelalawan AKPB A Supriyadi SIK MH melalui Kasat Lantas AKP Afrizal.

Kini pemandangan yang biasa ada dikaca belakang mobil angkutan penumpang berupa sticker para caleg. Kini mulai ramai di isi oleh himbauan Satlantas Polres Pelalawan, baik mobil travel jurusan Pangkalan Kerinci-Pekanbaru, dan bus angkutan karyawan milik perusahaan yang beroperasi di kota Bono tersebut dan baru pertama yang ada di jajaran Polda Riau.

Sehingga masyarakat selalu senantiasa waspada dan berhati-hati, dikala melihat ada sticker himbauan yang terpampang di kaca belakang mobil baik travel L300 ataupun Bus karyawan tersebut. Ditambah lagi sudah banyak terpasang di daerah titik rawan spanduk himbauan keselamatan berlalulintas.

“Sebelumnya sudah banyak kita pasang spanduk dan baleho di titik rawan. Tapi sekarang kita membuat pesan berjalan di mobil travel dan kini ditambah lagi untuk bus karyawan. Karena ratusan karyawan yang diantar jemput mengunakan bus, bisa membaca dan taat akan aturan berlalulintas nantinya,” papar mantan Kasat Lantas Polres Inhu.

Sementara beberapa tulisan pesan berjalan diantaranya ‘Ingat Coy pakailah helm, anda mau seperti ini jangan  contoh saya, ingan bro  dilarang menggunakan HP saat berkendaraan, pelanggaran no, keselamtan yes, kecelakaan pasti diawali denan pelanggaran.

“Agar mudah dimengerti, selain ada pesan juga disertai gambar di latar sticker tersebut. Untuk itu kita berharap peran serta masyarakat dan termasuk para orang tua, pemuka masyarakat, dan Pemerintah untuk selalu andil dalam mengatasi kecelakaan yang tidak jarang korbanya meninggal dunia,” tambah Masyarakat.***(rul)

Bupati Siak Tinjau Objek Wisata Danau Zamrud

Bupati Siak, Syamsuar dan Kapolres Siak  beserta rombongan menelusuri danau zamrud
Bupati Siak, Syamsuar dan Kapolres Siak beserta rombongan menelusuri danau zamrud

Ditabrak Tongkang, Dermaga Desa Buatan II Siak Nyaris Ambruk

Dermaga Desa Buatan II nyaris ambruk
Dermaga Desa Buatan II nyaris ambruk

Siak (SegmenNews.com)- Akibat ditabrak kapal tongkang bermuatan kontainer, Dermaga masyarakat di Desa Buatan II, Kecamatan Kotogasib nyaris ambruk. Pasalnya, tiang penyangga dermaga terbuata dari beri sudah ringsek, atap sudah miring.

dari informasi, Dermaga tersebut ditabrak kapal tongkang merk TB Maju Daya 29 Towing, Marcopollo 178. Sementara pihak perusahaan berjanji akan melakukan perbaikan.

Kepala Bidang (Kabid) Laut Dinas Perhubungan dan Infokom Siak, Jon Hendri, Rabu (22/1/14) mengatakan bahwa  pihaknya telah menangani dengan meminta pertanggung jawaban pihak perusahaan pemilik tongkang untuk memperbaiki dermaga tersebut.

“Sesuai dengan peraturan, memang kapal penabrak dermaga tersebut tidak bisa diamankan. Sebab pemilik sudah bertanggung jawab memperbaikinya”. jelas Jon.***(rinto)

Bupati Siak Kunjungi Danau Zamrud

Bupati Siak beserta rombongan menelusuri danau zamrud
Bupati Siak beserta rombongan menelusuri danau zamrud

Siak (SegmenNews.com)- Bupati Siak Syamsuar bersama Kapolres Siak AKBP Dedy Rahman Dayan, dan Didampingi Camat Dayun Marwoto berkunjung ke danau zamrud yang memiliki keasrian alam, dengan luas panjang 9000 meter lebar 1500 M total 9 km persegi.

Cagar alam tersebut telah ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai kawasan alam yang harus dilestarikan keaslianya, kawasan ini yang berada di wilayah Kabupaten Siak yang sebelumnya peranah diusulkan menjadi kawasan Taman Nasional Zamrud.

Bupati Syamsuar beserta rombongan mengelilingi danau zamrud menggunakan kapal kecil bermuatan delapan orang. Setiap sudtu danau tak luput dari pantauan Bupati dan Rombongan.

Keberadan kawasan cagar alam ini, sekaligus memiliki kawasan wisata yang cukup indah dan menjadi perhatian untuk di lestarikan.”Memang jika kita melihat perjalanan menuju kawasan danau zamrud memakan waktu hampi satu jam, jika kita masuk di pintu gerbang BOB lebih kurang 20 KM, kemudian menulusuri sungai kecil yang berada di kanan kirinya masih penuh dengan keasrian alam yang menjadikan alam indah, usai menelusuri sungai kecil sampailah kepada danau yang luas dan indah penuh dengan keaslian alam,” ujar Bupati Siak.

Bupati Syamsuar berputar-putar di danau zamrud tersebut selama satu jam bersama rombongan, menikmati danau yang begitu luas ditambah tengah danau ada sebuah pulau kecil yang menjadikan keindahan danau semakin kelihatan mantap.

“Danau Zamrud ini merupakan kawasan cagar alam yang harus di jaga keaslianya, sebab ini merupakan satu satunya di Indonesi yang memilki kawasan jagat alam begitu indah dan luas, oleh karena itu pemerintah Kabupaten Siak harus memberikan perhatian untuk terus dilakukan adanya pengawasan,” ungkap Syamsuar.

Bupati berharap agar selruh elemen masyarakat ikut melestarikan keasrian cagar alam danau zamrud. Agar danau tersebut menjadi objek wisata yang membanggakan bagi masyarakat Siak***(rinto)

Oknum Guru SMP di Pekanbaru Mesum dengan Siswinya di Pinggir Danau Buatan

ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Perbuatan tidak senonoh dilakukan oknum guru kepada muridnya. Seorang guru SMP berinisial Zu, ditangkap warga saat mesum bersama siswinya berinisial N (15) di pinggir Danau Buatan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Selasa (21/1/2014) malam.

Saat ini, oknum guru yang tinggal di Jalan M. Yamin itu, masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Pekanbaru, termasuk pasangan mesumnya, yang tak lain adalah siswinya sendiri yang tinggal Jalan Nelayan, Kecamatan Rumbai Pesisir. Penyidik, sudah menetapkan oknum guru tersebut sebagai tersangka.

Oknum guru berusia 43 tahun itu, diancam penyidik dengan pasal 82 UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidananya, di atas lima tahun penjara.

“Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses. Tersangka masih dimintai keterangannya oleh penyidik,” kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Arief Fajar Satria.

Perbuatan mesum yang dilakukan oknum guru yang sudah berstatus PNS itu, berawal saat tersangka menawarkan kepada korban untuk mengantarkan korban pulang ke rumahnya setelah pulang dari sekolah. Kemudian, tawaran itu diterima korban hingga akhirnya, korban menumpang dengan tersangka untuk pulang ke rumah.

Namun sayangnya, tersangka bukannya mengantar korban ke rumahnya, tapi dibawa ke Danau Buatan. Setiba di Danau Buatan, korban langsung digerayangi  pelaku. Kemudian, aksi pelaku diketahui warga dan warga, langsung menggerebeknya,” tuturnya. (*)

Sumber : Tribun Pekanbaru

Anggota TNI Pekanbaru Jadi Korban Lelang Avanza Bermasalah

Pekanbaru (SegmenNews.com) – Beni Firmansyah (35), anggota TNI AD, warga Kecamatan Tampan, Pekanbaru, menjadi korban pembelian mobil lelang jenis Toyota Avanza.

Ternyata, mobil yang lelangnya dilakukan PT Balai Lelang Astria itu bermasalah.

“Kejadian tersebut berlangsung pada 26 Agustus 2013. Namun korban baru melaporkannya kemarin,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar Satria, kepada wartawan, Rabu (22/1/2014).

Kronologi kejadian menurut korban, berawal dari dirinya yang mengikuti lelang oleh perusahaan tersebut. Saat itu, korban mengaku memenangkan satu unit mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 2525 ZJ.

Setelah mendapatkan unit tersebut, korban kemudian mengaku memodifikasi mobil tersebut untuk kemudian dijual kembali ke pihak lain.

Namun saat pengurusan balik nama, kata dia, ternyata mobil tersebut bermasalah sehingga batal diperjualkan.

Akibat kejadian itu, korban dalam laporannya di Kepolisian mengaku telah mengalami kerugian hingga Rp112,4 juta.

Kompol Arief Fajar mengaku masih terus menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa pelapor dan terlapor. (*)

Sumber : antara

Warga Siak, Ditangkap Nyabu Dalam Mobil

int
int

Bandar Sekijang (SegmenNews.com)– Seorang pria berinisial Hr (22) warga Jalan Pertamina, Kecamatan Lubuk Dalam, kabupaten Siak ditangkap personil Patroli Polsek Bandar Sekijang, saat nyabu di dalam mobil di Jalan Maredan, kecamatan Bandar Sekijang, kabupaten Pelalawan.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kasubag Humas AKP G Lumban Toruan, Rabu (22/1) membenarkan adanya seorang pemakai narkoba jenis sabu-sabu ditangkap saat mengkomsumsi di dalam mobil. “Kini satu orang tersangka telah diamankan Polsek Bandar Sekijang dan kasusnya masih di kembangkan untuk mengungkap jarigannya,” ujar Kasubag Humas.

Dijelaskan Kasubag Humas, bahwa penangkapan itu berawal saat anggota Polsek Bandar Sekijang melakukan patroli rutin di wilayah hukumnya tersebut. Namun ketika menemukan sebuah mobil mini bus jenis Toyota Avanza warna putih BM 1059 SH lagi parkir di pinggir jalan.

Tetapi setelah diamati orang di dalamnya terlihat gelisah, hingga petugas patroli Polsek Bandar Sekijang menghampiri mobil tersebut. Tapi baru saat mendekat salah satu penumpang kabur, ketika mengetahui ada polisi datang. Sedangkan satu lagi berhasil di tangkap.

Ketika ditanya kenapa rekannya kabur, Hr terlihat gugup. Lalu polisi mengeledah di dalam mobilnya ditemukan barang bukti
(barbuk) seperangkat bong yang terbuat dari botol air mineral, kaca pirek berisikan sisa sabu-sabu, dua unit Handphone jenis Blackberry dan Samsung, serta mancis dan dompet.

Atas penemuan Barbuk narkoba, tersangka Hr yang baru mengelar pesta narkoba jenis sabu-sabu digiring ke Mapolsek Bandar Sekijang untuk menjalani pemeriksaan. Dengan kondisi terlihat masih flay akibat baru selesai nyabu, terbatah-batah menjabat pertanyaan polisi.

Setelah menyebutkan rekannya Cl yang kabur ke dalam perkebunan sawit warga. Sempat diburu. tapi tidak berhasil ditangkap dan sekaligus pemilik barang haram tersebut. Namun mengira aman nyabu di dalam mobil yang diparkir jauh dari pemukiman penduduk malam berbuah naas.

Sehingga kini tersangka harus mendekam dalam sel Mapolsek Bandar Sekijang, sedangkan rekannya yang telah diketahui identitasnya sedang di selidiki keberadaanya dan masuk dalam daftar pencaharian orang (DPO) kasus narkoba, setelah sama-sama nyabu, tapi berhasil lolos.***(rul)

Parkir Liar Marak, Dishub Pelalawan Terapkan Karcis Parkir

ilustrasi
ilustrasi

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Parkir liar semakin hari semakin marak di Kabupaten Pelalawan. Untuk itu, direncanakan awal Februari 2014 mendatang Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) akan menertipkan perparkiran dan akan menarik retribusi parkir menggunakan karcis parkir.

“Selama ini kita belum ada penerapan penggunaan karcis untuk parkir. Tapi awal bulan depan (Februari) akan kita berlakukan tukang parkir wajib gunakan karcis yang di keluarkan oleh Dishubkominfo,” tegas Kadishubkominfo, Tengku Ridwan, tadi pagi.

Menurutnya, karena tidak ada penartikan retribusi parkir yang jelas sehingga, tukang parkir hanya menguntungkan diri sendiri tanpa menghasilkan PAD. Apalagi banyaknya keluhan masyarakat terkait ulah oknum parkir ilegal.

lanjut Ridwan, selain penertiban parkir, para tukang parkir nantinya juga wajib menggunakan seragam parkir. Sehingga akan diketahui parik legal dan ilagel.

“Kalau sudah penerapan tukang parkir wajib gunakan karcis. Jadi kedepan masyarakat bisa menolak kalau ada orang yang meminta pakir harus menyerahkan karcisnya. Kalau tidak jangan dibayar. Tapi kalau sekarang ada tukang parkir di lengkapi ada yang tidak ada karcisnya” ungkap mantan Sekwan DPRD Pelalawan tersebut.***(rul)