Beranda blog Halaman 2729

Sopir Oplet Pekanbaru Protes Penambahan Halte Trans Metro

Puluhan oplet demo
Puluhan oplet demo

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Para sopir oplet di Kota Pekanbaru, menolak penambahan tempat perhentian (halte) Bus Trans Metro milik pemerintah daerah, karena mereka anggap merugikan sopir dan pengusaha angkutan umum swasta.

Aksi protes itu mereka sampaikan dengan melakukan aksi demontrasi ke Kantor Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Kamis (23/1/2014).

“Dengan penambahan halte ini, pencarian kami bisa terus berkurang. Karena masyarakat tidak lagi mau naik oplet,” kata Alimran Tanjung, koordinator aksi kepada wartawan.

Mereka mendesak agar Dinas Perhubungan membatalkan niat untuk penambahan halte di sejumlah lokasi tengah kota khususnya di sekitar operasi oplet jurusan Sail-Kulim, Pekanbaru.

“Kehadiran Trans Metro saja sudah cukup menyulitkan kami dalam mencari penumpang. Jangan ditambah lagi dengan penambahan halte di setiap keramaian pusat kota karena itu akan juga mengurangi rezeki kami,” katanya.

Aksi massa tersebut berjalan dengan tanpa kerusuhan dan bubar setelah mendapat penjelasan langsung dari kepala dinas terkait.

“Kami coba untuk evaluasi perkembangan atau penambahan halte itu nanti,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Dedi Gusriadi.

Walau demikian, kata dia, pihak pengelola angkutan umum swasta diharapkan dapat bekerja sama dengan menaati semua aturan lalu lintas.***

Sumber : antara

2014, KUA se-Rohul Pakai Absen Elektronik

Pegawai Kemenag Memasang Absen Elektronik
Pegawai Kemenag Memasang Absen Elektronik

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Terhitung Januari 2014 pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu mulai menerapkan absensi elektronik. Ini dilakukan sebagai upaya dalam peningkatan dispilin PNS Kemenag.

Demikian diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu melalui Kepala Seksi Bimas Islam, H.Rusli, S.Ag,M.Sy saat penyerahan dan pemasangan absensi eletronik di KUA Kunto Darussalam, Kamis (23/1/14).

Menurutnya, kedispilinan kehadiran pegawai merupakan modal dasar dalam menjalankan tugas sebagai PNS, terutama dalam menjalankan fungsi pelayanan terhadap masyarakat.Sehingga dengan demikian seorang PNS di KUA tersebut tidak bisa lagi keluar masuk jam kantor tidak sesuai ketentuan.

“Selama ini kita akui ada diantara pegawai di KUA masuk keluar kantor tidak tepat waktu, makanya dengan penerapan absensi elektronik tidak bisa lagi seperti itu, karena dengan absensi elektronik tersebut akan direkam sesuai jam masuk dan jam keluar,”ujarnya.

Lebih lanjut Rusli mengatakan, untuk tahap awal penerapan absen elektronik tersebut baru diberlakukan 5 KUA. Antara lain, KUA Kecamatan Rambah, Rokan IV Koto, Kunto Darussalam, Ujung Batu dan KUA Kecamatan Tandun.

“Ini merupakan pengadaan tahun 2013, sedangkan untuk tahun 2014 ini telah diusulkan untuk 11 KUA lainnya,” imbuhnya.(sopian)

Ikang Fawzi Kecelakaan di Tol Cipularang

Ikang Fauzi (foto Tempo)
Ikang Fauzi (foto Tempo)

SegmenNews.com– Penyanyi Ikang Fawzi, mengalami kecelakaan di ruas jalan tol Cipularang, Kamis 23 Januari 2014.

Kecelakaan yang menimpa penyanyi rock era 80-an itu terjadi di KM 84 + 800 jalur Jakarta – Bandung, tepat di wilayah Ciganea Purwakarta, Jawa Barat.

Dari informasi sementara, kecelakaan terjadi setelah kendaraan yang ditumpangi calon anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional itu menabrak bagian belakang truk yang ada di depannya.

Akibat kecelakaan itu, suami dari Marissa Haque mengalami sejumlah luka di tangan dan bagian punggungnya. Sopir pribadinya juga mengalami luka ringan. Saat ini, Ikang dan sopir pribadinya telah dirawat di Rumah Sakit Thamrin Purwakarta.

“Sekarang sudah dirawat di ruang UGD. Kayaknya lukanya ringan saja,” ujar petugas kemanan rumah sakit, Dede Komar kepada VIVAnews.

Kata Dede, hari ini, istri dan kedua anak Ikang Fawzi akan menjenguk ke rumah sakit.***

sumber:viva

Australia Bantah Tentaranya Siksa Para Imigran Gelap

ilustrasi
ilustrasi

SegmenNews.com- Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, membantah klaim bahwa personel militernya memukuli dan menyiksa imigran gelap yang coba masuk ke perairan Negeri Kanguru. Untuk membuktikan tuduhan tersebut, Canberra mengatakan siap bekerja sama dengan Indonesia.

“Siapa yang Anda percayai? Apakah percaya personel Angkatan Laut atau orang-orang yang berusaha menerobos hukum Australia?” kata Abbott di Davos, Swiss, dilansir Sydney Morning Herald (SMH).

Pemimpin Partai Buruh ini menambahkan para pencari suaka harus dapat menunjukkan bukti untuk mendukung tuduhan itu. Namun, ujar Abbott, hingga kini tidak ada bukti apa pun yang ditunjukkan para pencari suaka.

Bantahan serupa telah disampaikan berkali-kali oleh Menteri Imigrasi dan Perbatasan, Scott Morrison. Rabu ini, Morrison kembali membantah dengan mengatakan bahwa tuduhan itu tidak berdasar dan sengaja diangkat untuk menyerang pemerintah.

Menteri Luar Negeri Julie Bishop dari Washington DC juga turut membantahnya. Bishop mengatakan bahwa Australia siap bekerja sama dengan Indonesia untuk menyelidiki tuduhan itu.

“Saya tidak dapat membayangkan bahwa personel AL kami yang profesional dapat melakukan hal semacam itu. Namun, tentu saja apabila ada kerja sama yang dapat kami jalin untuk memastikan bahwa tuduhan itu tidak berdasar, kami siap melakukannya,” ujar Bishop.
Luka Bakar
Tuduhan ini muncul setelah patroli Angkatan Laut Australia menggiring kapal pencari suaka ke pulau Rote di Indonesia awal Januari lalu. Beberapa pencari suaka yang diwawancara ABC News mengaku dipukuli dan dihinakan selama dalam penggiringan.

Dalam tayangan ABC, diperlihatkan tangan mereka yang terluka bakar. Mereka mengaku dipaksa memegang pipa panas hanya karena izin ingin ke toilet. Saat ini mereka tengah menjalani pengobatan.

Kepala penyidik di kepolisian Kupang Sam Kawengian kepada ABC mengatakan bahwa menyelidiki kasus ini dan telah mengundang otoritas Australia berkunjung ke Kupang dan menyaksikan sendiri bukti-buktinya.***

sumber:viva

“Dibanding Spanyol, Jerman Lebih Berpeluang Juara Piala Dunia”

bolaSegmenNews.com- Legenda Jerman, Lothar Matthaeus mengungkapkan pendapatnya mengenai persaingan di Piala Dunia 2014 mendatang. Menurut mantan pemain Inter Milan ini, Jerman memiliki peluang juara lebih besar dibandingkan juara bertahan Spanyol.

Spanyol sukses menjadi juara Piala Dunia empat tahun silam di Afrika Selatan. La Furia Roja juga menyabet Piala Eropa 2008 dan 2012, dan menjadi tim pertama yang merebut tiga turnamen besar secara berturut-turut. Namun, bagi Matthaeus, hal tersebut tak bisa menjadi patokan.

“Spanyol telah memenangkan tiga gelar besar terakhir. Namun, mereka tidak luar biasa dan tidak stabil saat ini. Itulah mengapa saya rasa Jerman memiliki kesempatan lebih baik untuk sukses dibandingkan Spanyol,” kata Mattaheus seperti dikutip situs resmi FIFA.

“Saya rasa Brasil dan Jerman adalah dua tim terkuat, diikuti Spanyol. Pada Piala Konfederasi 2013, Brasil menunjukkan sanggup mengatasi tekanan saat tampil sebagai tuan rumah. Sementara itu, Jerman tampil konsisten dalam beberapa tahun terakhir,” lanjut pria 52 tahun ini.

Matthaes juga berpendapat Italia sebagai lawan yang patut diwaspadai. Gli Azzurri menyingkirkan Die Mannschaft di babak semifinal Piala Eropa 2012.

“Italia menyingkirkan kami di Piala Eropa terakhir. Kami harus selalu berhati-hati melawan mereka. Mereka mungkin tidak memiliki gaya menarik seperti Belanda, Jerman, Argentina, atau Brasil. Namun, mereka selalu berbahaya dan memiliki taktik yang sangat baik,” ucapnya.

sumber: viva

Kecanduan Lem, Remaja ini Dirantai Ayah Kandung

Kecanduan Lem, Remaja ini Dirantai Ayah Kandung
Kecanduan Lem, Remaja ini Dirantai Ayah Kandung

Pontianak (SegmenNews.com)- Remaja usia belasan itu duduk tertunduk diam. Warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, itu terpaksa dirantai oleh ayah kandungnya karena kebiasaan menghirup lem.

Remaja laki-laki ini mengaku mengenal kegiatan mengelem sejak duduk di kelas 3 sekolah dasar. Malangnya, kegiatan yang kini menjadi kebiasaannya itu mengubah hidupnya dan berdampak pada kesehatan tubuh anak usia 16 tahun itu.

“Kalau tidak mengelem, badan saya bergetar,” tuturnya saat ditemui VIVAnews di kediamanya, Rabu 22 Januari 2014.

Ayahnya yang berusia 52 tahun kini mengaku terpaksa merantai anak itu lantaran sulit dicegah mengelem. “Sebulan dapat perawatan rehabilitasi di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) Kota Pontianak. Dia hanya ditampung saja di sana. Waktu itu sih gratis. Tapi, nggak sembuh juga,” ungkapnya.

Sang ayah menuturkan, pada Selasa kemarin, ia sempat membawa anaknya berobat ke sebuah rumah sakit jiwa di Kota Pontianak. Satu malam bocah itu menginap di sana, namun terpaksa dipulangkan lantaran tak punya biaya.

“Tadi malam dia menginap di RSJ. Hari ini pulang lagi, karena nggak ada tanggungan biaya dari pemerintah. Saya hanya disuruh beli obat saja Rp68 ribu. Dokternya pesan, kalau obatnya (timbulkan) alergi, jangan diminum. Habis obat ini harus ke sana lagi beli obatnya. Mana saya mampu,” ucap pedagang sayur itu lirih.

Sehari-hari, sang ayah berkeliling ke daerah Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, untuk menjajakan sayuran. Ia mulai bekerja sejak pukul 03.00 pagi hingga petang.

Kesibukan sang ayah mencari nafkah untuk keluarga, membuatnya jarang bertemu dengan sang anak. Kegiatan putranya sehari-hari pun luput dari perhatiannya, sehingga ia terlambat mengetahui kebiasaan buruk anaknya.

Dikirim ke Jakarta

Dia pernah membawa anaknya itu ke Jakarta pada 2013 lalu untuk menempuh pendidikan. “Ternyata di Jakarta juga mengelem. Saya bawa lagi ke Pontianak. Saya bawa lagi ke rehabilitasi, tapi nggak ada perubahan juga. Perubahannya sedikit saja. Malahan ketagihan terus dia mengelem,” tuturnya.

Ia terpaksa mengikat kaki anak keempatnya ini dengan rantai dengan niat memberi pelajaran agar anaknya tidak mengulangi perbuatannya kecanduan lem. Kecanduan lem yang diderita anaknya terlalu parah sementara ia tak memiliki biaya pengobatan untuk membawa anaknya ke dokter.

“Jangankan untuk biaya berobat, untuk makan sehari-hari saja susah. Kalau harga berobatnya mahal, jujur, saya tak mampu. Saya kan setiap harinya berdagang, kadang untung, kadang tekor pula. Sampai saat ini nggak ada bantuan,” katanya.

Bahkan, ia menceritakan, anaknya pernah ditangkap Polisi karena ulahnya. “Dua kali dia ditangkap sama Polisi. Dia menginap di Polsek. Tapi, tak takut juga,” ucapnya.

Dia mengatakan, sesungguh ia tak tega merantai anaknya sendiri. Namun, ini terpaksa dilakukan agar anaknya tak mengganggu orang lain saat mabuk lem.

“Dari pada anak saya mengganggu orang lain dan mengelem terus, lebih baik dirantai. Dirantai itu dijaga, bukan ditinggal. Yang jaga itu neneknya setiap hari,” katanya.

Ibu kandungnya yang berusia 43 tahun mengaku anaknya itu termasuk pintar di sekolahnya. Akan tetapi, karena pengaruh candu lem, dia kerap tinggal kelas.

“Nilai-nilai dia bagus. Dulunya badannya gemuk. Sekarang malah kurus. Itulah akibat mengelem semakin kurus. Saya sedih, anak saya tak bisa diterima sekolah-sekolah yang ada di Kota Pontianak. Anak saya dua tahun tak naik akibat banyak mengelem,” kata sang ibu.

Kini dia dan suaminya berharap dinas kesehatan setempat dapat memberikan bantuan pengobatan gratis untuk anaknya agar dapat segera sembuh dari candu lem.***

sumber:viva

Polres Pelalawan Sampaikan Pesan Laka Lewat Stiker di Angkutan

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Jajaran Polres Pelalawan melalui Satuan Lalulintas (Satlantas) memasang puluhan pesan berjalan berupa sticker yang dipasang pada bagian kaca belakang mobil angkutan penumpang baik jenis travel dan bus karyawan.

“Demi menekan angka kecelakaan kita memasang pesan berjalan, agar mudah di lihat dan dibaca oleh masyarakat, terutama pengunan jalan. Yakni berupa sticker onw way berisi himbauan, peringatan dan teguran,” ujar Kapolres Pelalawan AKPB A Supriyadi SIK MH melalui Kasat Lantas AKP Afrizal.

Kini pemandangan yang biasa ada dikaca belakang mobil angkutan penumpang berupa sticker para caleg. Kini mulai ramai di isi oleh himbauan Satlantas Polres Pelalawan, baik mobil travel jurusan Pangkalan Kerinci-Pekanbaru, dan bus angkutan karyawan milik perusahaan yang beroperasi di kota Bono tersebut dan baru pertama yang ada di jajaran Polda Riau.

Sehingga masyarakat selalu senantiasa waspada dan berhati-hati, dikala melihat ada sticker himbauan yang terpampang di kaca belakang mobil baik travel L300 ataupun Bus karyawan tersebut. Ditambah lagi sudah banyak terpasang di daerah titik rawan spanduk himbauan keselamatan berlalulintas.

“Sebelumnya sudah banyak kita pasang spanduk dan baleho di titik rawan. Tapi sekarang kita membuat pesan berjalan di mobil travel dan kini ditambah lagi untuk bus karyawan. Karena ratusan karyawan yang diantar jemput mengunakan bus, bisa membaca dan taat akan aturan berlalulintas nantinya,” papar mantan Kasat Lantas Polres Inhu.

Sementara beberapa tulisan pesan berjalan diantaranya ‘Ingat Coy pakailah helm, anda mau seperti ini jangan  contoh saya, ingan bro  dilarang menggunakan HP saat berkendaraan, pelanggaran no, keselamtan yes, kecelakaan pasti diawali denan pelanggaran.

“Agar mudah dimengerti, selain ada pesan juga disertai gambar di latar sticker tersebut. Untuk itu kita berharap peran serta masyarakat dan termasuk para orang tua, pemuka masyarakat, dan Pemerintah untuk selalu andil dalam mengatasi kecelakaan yang tidak jarang korbanya meninggal dunia,” tambah Masyarakat.***(rul)

Bupati Siak Tinjau Objek Wisata Danau Zamrud

Bupati Siak, Syamsuar dan Kapolres Siak  beserta rombongan menelusuri danau zamrud
Bupati Siak, Syamsuar dan Kapolres Siak beserta rombongan menelusuri danau zamrud

Ditabrak Tongkang, Dermaga Desa Buatan II Siak Nyaris Ambruk

Dermaga Desa Buatan II nyaris ambruk
Dermaga Desa Buatan II nyaris ambruk

Siak (SegmenNews.com)- Akibat ditabrak kapal tongkang bermuatan kontainer, Dermaga masyarakat di Desa Buatan II, Kecamatan Kotogasib nyaris ambruk. Pasalnya, tiang penyangga dermaga terbuata dari beri sudah ringsek, atap sudah miring.

dari informasi, Dermaga tersebut ditabrak kapal tongkang merk TB Maju Daya 29 Towing, Marcopollo 178. Sementara pihak perusahaan berjanji akan melakukan perbaikan.

Kepala Bidang (Kabid) Laut Dinas Perhubungan dan Infokom Siak, Jon Hendri, Rabu (22/1/14) mengatakan bahwa  pihaknya telah menangani dengan meminta pertanggung jawaban pihak perusahaan pemilik tongkang untuk memperbaiki dermaga tersebut.

“Sesuai dengan peraturan, memang kapal penabrak dermaga tersebut tidak bisa diamankan. Sebab pemilik sudah bertanggung jawab memperbaikinya”. jelas Jon.***(rinto)

Bupati Siak Kunjungi Danau Zamrud

Bupati Siak beserta rombongan menelusuri danau zamrud
Bupati Siak beserta rombongan menelusuri danau zamrud

Siak (SegmenNews.com)- Bupati Siak Syamsuar bersama Kapolres Siak AKBP Dedy Rahman Dayan, dan Didampingi Camat Dayun Marwoto berkunjung ke danau zamrud yang memiliki keasrian alam, dengan luas panjang 9000 meter lebar 1500 M total 9 km persegi.

Cagar alam tersebut telah ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai kawasan alam yang harus dilestarikan keaslianya, kawasan ini yang berada di wilayah Kabupaten Siak yang sebelumnya peranah diusulkan menjadi kawasan Taman Nasional Zamrud.

Bupati Syamsuar beserta rombongan mengelilingi danau zamrud menggunakan kapal kecil bermuatan delapan orang. Setiap sudtu danau tak luput dari pantauan Bupati dan Rombongan.

Keberadan kawasan cagar alam ini, sekaligus memiliki kawasan wisata yang cukup indah dan menjadi perhatian untuk di lestarikan.”Memang jika kita melihat perjalanan menuju kawasan danau zamrud memakan waktu hampi satu jam, jika kita masuk di pintu gerbang BOB lebih kurang 20 KM, kemudian menulusuri sungai kecil yang berada di kanan kirinya masih penuh dengan keasrian alam yang menjadikan alam indah, usai menelusuri sungai kecil sampailah kepada danau yang luas dan indah penuh dengan keaslian alam,” ujar Bupati Siak.

Bupati Syamsuar berputar-putar di danau zamrud tersebut selama satu jam bersama rombongan, menikmati danau yang begitu luas ditambah tengah danau ada sebuah pulau kecil yang menjadikan keindahan danau semakin kelihatan mantap.

“Danau Zamrud ini merupakan kawasan cagar alam yang harus di jaga keaslianya, sebab ini merupakan satu satunya di Indonesi yang memilki kawasan jagat alam begitu indah dan luas, oleh karena itu pemerintah Kabupaten Siak harus memberikan perhatian untuk terus dilakukan adanya pengawasan,” ungkap Syamsuar.

Bupati berharap agar selruh elemen masyarakat ikut melestarikan keasrian cagar alam danau zamrud. Agar danau tersebut menjadi objek wisata yang membanggakan bagi masyarakat Siak***(rinto)