Beranda blog Halaman 2750

Proyek PL di PU Bengkalis Diduga Sarat Setoran

tenderBengkalis (SegmenNews.com) – Pembagian proyek penunjukan langsung (PL) di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis menuai masalah. Pasalnya puluhan kontraktor sudah menyetor uang muka untuk mendapatkan pekerjaan, namun tidak mendapatkan pekerjaan. Setoran uang muka tersebut diberikan kepada oknum di luar dinas PU.

Salah seorang rekanan Norbitsyah, warga Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis yang ditemui, Minggu (15/12/2013) mengaku sudah menyetor uang sebesar Rp47 juta untuk mendapatkan sebanyak 4 paket PL kepada seseorang yang dikenalnya dan mengaku sebagai mantan tim sukses bupati.

Dia membenarkan juga kalau uang setoran untuk mendapat paket PL juga dialami oleh rekanan-rekanan lain. Persoalannya kata pria disapa Obet itu, setelah uang disetor, jangankan 4 paket PL yang didapat, satu proyekpun tak ada.

“Benar, saya sudah setor uang Rp47 juta untuk mendapatkan proyek PL diakhir tahun ini, pakai kwitansi.tanda terima. Kenyataannya orang yang saya kenal dekat itu, ternyata berbohong mengatasnamakan dinas PU serta mantan tim.sukses sekarang malah melarikan diri entah ke mana, melarikan uang sampai Rp1,3 miliar yang dikutip dari beberapa kontraktor. Malah ada seorang kawan kontraktor sudah setor sampai Rp460 juta, juga tak dapat pekerjaan,” jelas Obet seperti dilansir riaupos.co.

Terpisah, Kepala Dinas PU melalui sekretaris Dinas Tarmizi yang ditanya soal adanya oknum mengutip setoran atas nama dinas membenarkan kalau dirinya sudah mendengar kabar itu. Tapi ia membantah dengan keras kalau pihaknya memerintahkan oknum diluar dinas mengutip setoran paket PL kepada rekanan. Demikian juga halnya dengan staf atau pegawai di dalam dinas sendiri, tidak ada yang namanya uang setoran awal atau pengkondisian proyek.***(rid/knc)

Nagih Hutang, Perwira Polda Dibunuh

ilustrasi
ilustrasi

SegmenNews.com- Seorang perwira Polda Bali bernama Komisaris Polisi (Kompol) I Putu Suarsa (52) dibunuh pelaku saat ia hendak menagih hutangnya.

Pembunuhan sadis yang menimpa perwira Polda Bali karena persoalan utang piutang ini terjadi di Jalan Kertha Dalem Sari IV, Sidakarya, Denpasar Selatan, Bali.

Sebelum kejadian, korban awalnya hendak berusaha menagih hutang kepada pelaku sebesar Rp2,5 juta. Anehnya, pelaku bernama Subhan asal Jember Jawa Timur itu bukannya membayar hutangnya, ia malah menikam korban secara bertubi-tubi sehingga korban meregang nyawa.

“Sebelumnya pelaku ngutang kepada korban. Nah saat kejadian, korban awalnya mau menagih utang ke pelaku. Kita masih melakukan penyelidikan mendalam,”ujar Kapolresta Denpasar, AKBP Djoko Hari Utomo, Senin (16/12/2013).

Aparat kepolisian Polresta Denpasar bersama Polda Bali hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan terhadap korp baju coklat tersebut.***(ch)

sumber: inilah.com

Bentrok Sekuriti PT TBS Versi Warga

ilustrasi bentrok
ilustrasi bentrok

Teluk kuantan (SegmenNews.com)- Yuti Yusri, warga Desa Pantai Kecamatan Kuantan Mudik, salah seorang korban luka dikepala pada bentrokan warga dengan Sekurit PT TBS, Sabtu (14/12/2013) ditemui di RSUD Telukkuantan membeberkan kronolgis peristiwa tersebut.

Menurut Yuti, saat itu ia bersama tiga rekannya sengaja mendatangi pos sekuriti PT TBS setelah mesin dompeng milik mereka dirusak oleh sekuriti perusahaan tersebut.

Dikatakan Yuti, kedatangan mereka hanya ingin menanyakan kenapa mesin itu dirusak, padahal mesin itu sudah mereka bawa keluar dan tidak lagi melakukan aktivitas.

“Awalnya, sekuriti ini datang ke kami dan melarang untuk bekerja, dan mesin ini pun di keluarkan dan berhenti beraktivitas. Tapi setelah dikeluarkan, mesin-mesin ini tetap dihancur oleh sekuriti itu,” ujarnya mengawali ceritanya.

Mengetahui hal tersebut, dirinya bersama tiga rekannya yang lain mendatangi pos sekuriti untuk mempertanyakan hal tersebut. “Di pos itu ada sekuriti, Brimob dan TNI,” sambungnya.

Sesampai di Pos, kata Yuti, salah satu dari rekannya langsung diborgol oleh sekuriti tersebut tanpa menanggapi pertanyaan mereka.

Sambil diborgol, lanjutnya lagi, rekannya tersebut dipukuli.”Ada sekitar 15 orang lah sekuriti, Brimob dan TNI di sana saat itu,” katanya.

Tidak terima rekannya dipukuli dan ditangkap, Yuti pun mengaku memohon kepada sekuriti tersebut agar temannya itu dilepaskan.

Permintaan tidak digubris, justru kata Yuti dirinya ikut dipukuli. “Pokoknya semua memukul, tak terhitung berapa kali pukulan yang saya terima, sampai-sampai kepala saya bocor seperti ini,” katanya sambil memperlihatkan luka dikepalanya setelah mendapatkan jahitan dari Rumah sakit.

Untung saja kata Yuti, dirinya sempat melepaskan diri dari keroyokan para sekuriti dan aparat tersebut. Lepas dari keroyokan itu lah dirinya menelpon salah satu warga satu Desanya untuk meminta pertolongan.

Beberapa waktu berselang sebut Yuti, maka datanglah warga Desa untuk menyelamatkan dirinya dan satu rekannya yang ditahan oleh sekuriti di Pos.

Padahal kata Yuti, kedatangan warga saat itu mencoba bernegosiasi agar rekan mereka yang ditahan agar dilepaskan. Tapi perundingan baru disampaikan, salah seorang anggota Brimob justru melepaskan tembakan tepat di dekat kuping salah seorang warga.

Mendengar letusan tersebut justru membuat emosi warga terprovokasi sehingga masyarakat dengan membabi buta menyerang para sekuriti tersebut.

“Tembakan itu seolah-olah memancing emosi warga, sehingga terjadilah peristiwa tersebut,” katanya.

Yuti mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. Dirinya menganggap seolah-olah pihak perusahaan telah mengadu domba masyarakat dengan masyarakatnya sendiri.

“Perusahaan telah mengadu domba masyarakat, karena dari pihak sekuriti juga ada masyarakat tempatan, kita sangat menyayangkan sikap perusahaan,” ujarnya.

Kemudian, salah satu tokoh masyarakat Desa Pantai tersebut ketika dihubungi Minggu (15/12/2013) mengaku telah membuat laporan atas pengeroyokan dirinya tersebut ke Polsek Kuantan Mudik.***(di/kn)

 

Pakai Narkoba, Pegawai Dishut Siak Ditangkap di Kampar

ilustrasi
ilustrasi

Tambang (SegmenNews.com)- Polisi menangkap pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang di Kampar. Penangkapan kali ini oknum pegawai di Dinas Kehutanan Kabupaten Siak bersama seorang rekannya.

Oknum pegawai negeri sipil (PNS) itu berinisial DS (44), tercatat sebagai warga Jalan Siak Lanjut, Kecamatan Siak. Sedangkan satu lagi berinisial B (33), warga Perumahan Umum Graha Payung Sekaki Blok F 13, Desa Kualu, Kecamatan Tambang Kampar.

Keduanya ditangkap di rumah Budiman.

Menurut Kapolsek Tambang AKP Sumarno, keduanya ditangkap setelah usai berpesta sabu-sabu. Namun, dari tangan tersangka Budiman berhasil ditemukan satu paket kecil jenis narkoba berbentuk serbuk itu.

“Barang bukti dibungkus dalam plastik kecil yang harganya Rp 300 ribu,” ujar Sumarno didampingi Kanit Reskrim Aipda. Supriadi, kemarin.

Kedua pengguna itu digelandang ke Mapolsek Tambang untuk menjalani penyidikan lebih lanjut.***

Sumber : Tribun Pekanbaru

Ketua KAHMI Rohul Buka Latihan Kader I HMI

kahmiRokan Hulu (SegmenNews.com)- Ketua Korps Alumni HImpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, buka secara resmi Latihan Kader I (LK I) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pasir Pengaraian, Kamis (12/12/2013) bertempat di aula Kantor Kemenag Rohul, Pasir Pengaraian.

Hadir dalam acara tersebut Ketua KAHMI yang juga Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, alumni HMI Rohul Jenewar, mantan Ketua HMI Cabang Pekanbaru Lupita Sari, Ketua HMI Pekanbaru Ary Nugraha, Ketua Badan Pengelola Latihan HMI, Ketua Komisariat UPP Syukri, dan 20 orang peserta LK I yang berasal dari mahasiswa UPP Pasir Pengaraian.

Ahmad Supardi Hasibuan menyatakan bahwa HMI adalah organisasi kader yang telah banyak melahirkan kader-kader terbaik bangsa, yang bergerak dalam bidang birokrasi pemerintahan, pengusaha handal, tokoh-tokoh politik ulung, akademisi ternama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan bahkan pernah menjadi Wakil Presiden RI yaitu HM Jusuf Kalla.

Keberhasilan kader-kader HMI ini di panggung multi profesi adalah didasari pada pergerakan kader HMI dalam bidang keilmuan dan pemikiran serta aplikasinya, sehingga para alumni HMI senantiasa eksis dimana sajapun ia berada dan profesi apapun yang digelutinya, sebab kehadirannya selalu dibutuhkan orang lain, terang Ahmad Supardi.

Ahmad Supardi berharap agar anak-anak HMI jangan ragu untuk berorganisasi, sebab berkiprah di HMI akan mendapatkan pengalaman-pengalaman berharga yang tidak didapatkan di kampus. Mari kita jadikan HMI adalah kampus kedua, setelah kampus tempat kita menimba ilmu pengetahuan.

Ahmad Supardi memotivasi para kader HMI, agar senantiasa bergerak dengan ilmu pengetahuan, sebab masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh orang-orang yang berilmu pengetahuan. Makanya, salah satu tujuan HMI adalah mencetak insane-insan akademis, pencipta dan pengabdi.

Ciri utama dari insan akademis, pencipta dan pengabdi adalah orang-orang yang bergelut dengan dunia ilmu pengetahuan. Kalau kita mencermati perintah pertama yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca. Ini berarti bahwa umat Islam haruslah menjadi makhluk membaca. Artinya bergerak dalam bidang ilmu pengetahuan, pungkasnya.***(r4n/rls)

Terlibat Video Porno, Mantan Kepala BKD Siak Penuhi Panggilan Polisi

 

Mantan Kepala BKD Penuhi panggilan Polres Siak
Mantan Kepala BKD Penuhi panggilan Polres Siak

Siak (SegmenNews.com)- Terkait menyebarnya video porno berdurasi 1:48 menit. Pemeran pria yang diduga mantan Kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Siak, Prawira Rafadi penuhi panggilan pihak kepolisian Polres Siak, Kamis (12/12/13).

Mantan Kepala BKD itu datang dengan mobil Terios warna biru NoPol BM 1053 SC. Pria berkacama mengenakan baju kemeja batik berwarna ungu bermotif bunga serta menggunakan celana jeans berwana coklat didampingi Istrinya langsung masuk menuju ruang Penyidik Unit V Polres Siak pukul 11.00 wib pagi.

Kapolres Siak, AKBP Dedi Rahman Dayan, melalui Kasat Reserse Kriminal Polres Siak, AKP Hari Budianto, membenarkan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap Prawira dan Istrinya. Pemeriksaan yang mereka lakukan, sejak pukul 11.00 wib.

“Prawira dan Istrinya kita mintai keterangan sebagai saksi. Pemeriksaan itu hanya untuk menanyakan apakah benar orang yang ada didalam video itu, dia atau tidak. Dan kita juga memintai keterangan dari istrinya apakah ciri-ciri orang yang didalam video itu, dirinya atau tidak,” kata Kasat Reskrim.

Lanjutnya, pihak Penyelidik masih akan terus melakukan pemeriksaan terhadap Prawira dan anggota keluraga dari Prawira. Ditanya apakah telah diperoleh keterangan siapa pemeran wanita dalam video itu. Hari Budiyanto mengatakan pihaknya masih belum melakukan pengembangan mengenai hal tersebut.

“Kita masih belum mengarah, dan mesih meneliti apakah video itu benar diperankan olehnya atau tidak, sembari menunggu hasil pemeriksaan video dari ti IT Mabes Polri,” beber Hari Budianto.

Usai pemeriksaan, Mantan Kepala BKD, Prawira tak banyak beromentar, dia hanya menyampaikan bahwa. “Maaf saya gak bersedia, semua telah saya serahkan kepada pihak Polres Siak,” ujar mantan pejabat eselon II Pemkab Siak itu saat keluar dari ruangan penyidik sekitar pukul 17:00 wib sore.***(rinto)

Pegawai Honorer Dipecat, Kemendagri Usut Perbup Shalat Berjemaah di Rohul

Djohermansyah Djohan
Djohermansyah Djohan

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Djohermansyah Djohan, akan menindaklanjuti laporan mengenai Peraturan Bupati (Perbup) Rokan Hulu tentang Shalat Berjamaah, yang menjadi dasar pemecatan belasan pegawai honorer di daerah itu.

“Kewenangan agama itu absolut di Pemerintah Pusat. Makanya, saya minta Perbup-nya, dan akan saya cocokkan dengan peraturan berdasarkan Undang-Undang,” kata Djohermansyah kepada wartawan, kemarin.

Menurut dia, desentralisasi tidak memberikan wewenang ke pemerintah daerah untuk mengatur soal agama. Pengaturan tentang agama menjadi wewenang pemerintah pusat, termasuk juga di antaranya masalah moneter, politik luar negeri, hukum dan peradilan.

Karena itu, ia mengatakan akan meneliti apakah Perbup yang diterbitkan Bupati Rohul Achmad melabrak UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Djohermansyah mengaku telah mendapatkan laporan adanya pemecatan sejumlah pegawai honorer di lingkungan Pemkab Rokan Hulu karena adanya Peraturan Bupati tersebut. Bahkan, ia mengatakan sudah menghubungi Bupati Rohul, Achmad, dan meminta menyampaikan langsung Peraturan Bupati yang mengatur terkait shalat berjamaah itu.

“Saya sudah menyampaikan semuanya kepada pak Achmad, dan saya meminta laporan Perbupnya diserahkan kepada penjabat gubernur, untuk saya pelajari perbup itu,” ujarnya.***

Sumber : antara

2014, Kunjungan Turis Asing ke RI Naik 4,6 Persen

Turis menuruni tangga candi pawon magelang (Antara/ Hari Atmoko)
Turis menuruni tangga candi pawon magelang (Antara/ Hari Atmoko)

Jakarta (SegmenNews.com)- Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI), Wiryanti Sukamdani, memperkirakan jumlah turis di Indonesia pada 2014 mencapai hampir tiga ratus juta orang. BPPI pun optimistis kunjungan turis asing ke tanah air tahun depan naik 4,6%.

“Kalau tahun depan, kami menargetkan angka sembilan juta wisman (wisatawan mancanegara) dan 290 juta wisatawan nusantara,” ujar Yanti, saat ditemui di acara ‘MarkPlus Conference 2014’ di Hotel Ritz Carlton, kemarin.

Sebagai informasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan bahwa akhir tahun ini jumlah kunjungan turis asing mencapai 8,6 juta. Apabila dibandingkan dengan 2013, jumlah target wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia pada 2014 sebanyak sembilan juta, atau terjadi peningkatan 4,6 persen.

Hingga akhir Oktober 2013, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 7,13 juta. Angka ini tumbuh sebesar 8,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012.

Lalu, bagaimana dengan tahun ini? Apakah akan tercapai? Yanti memprediksikan bahwa angka 8,6 juta itu akan tercapai. “Kami optimistis ini bisa tercapai,” kata Sukamdani.***

sumber: viva

Pemerintah Tetapkan 77 Warisan Budaya Takbenda Indonesia

reog ponorogo tampil di singapura
reog ponorogo tampil di singapura

SegmenNews.com– Kekayaan budaya Indonesia bukan hanya warisan benda-benda bersejarah. Banyak pula karya budaya takbenda (intangible) nasional yang patut dilestarikan.

Indonesia telah meratifikasi Convention for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage tahun 2003, yang disahkan melalui Peraturan Presiden Nomor 78 tahun 2007 tentang Pengesahan Convention for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage.

Oleh karena itu, Pemerintah – dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) – merasa perlu ada penetapan. Oleh karena itu dibuat Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang merupakan pemberian status Budaya Takbenda menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Menteri berdasarkan rekomendasi 15 orang yang tergabung dalam Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

“Kegiatan penetapan ini dilakukan sebagai upaya dalam melindungi, mengembangkan, memanfaatkan dan melestarikan Budaya Takbenda yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Ketua Tim Ahli, Dr. Mukhlis Pa Eni, di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2013.

Dalam kesempatan tersebut, Mukhlis yang mewakili para tim ahli dan Kemendikbud, juga mengumumkan 77 karya budaya yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada sidang penetapan yang telah dilakukan 16 November lalu. Tujuh di antaranya telah ditetapkan lebih dulu sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO yaitu, Wayang, Keris, Batik, Angklung, Tari Saman, Noken, dan Tenun Ikat Sumba.

Rencananya akan dilakukan Perayaan Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia di Hotel Millenium, Jakarta pada hari Senin, 16 Desember 2013 mendatang.

Definisi Warisan Budaya Takbenda sendiri menurut Mukhlis merupakan ide atau gagasan yang menginspirasi masyarakat Indonesia sejak jaman dahulu dalam menciptakan karya-karya budaya.

Salah seorang sejarawan Indonesia itu juga mengatakan bahwa Budaya Takbenda yang ditetapkan adalah Budaya Takbenda yang ada di wilayah Indonesia sesuai dengan Konvensi UNESCO Tahun 2003. Antara lain, tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda, seni pertunjukan, adat istiadat masyarakat, ritus, perayaan-perayaan, pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam semesta serta kemahiran kerajinan tradisional.
Persiapan Setahun
Selama satu tahun, tim ahli yang juga terdiri dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Wakil Menteri Bidang Kebudayaan dan Direktur Jenderal Kebudayaan, telah melakukan beberapa tahapan pelaksanaan kegiatan Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2013. Antara lain rapat persiapan, koordinasi, verifikasi data, sidang penetapan, konsultasi naskah penetapan secara hukum, workshop, sosialisasi serta penyerahan sertifikat.

Mukhlis menjelaskan bahwa selanjutnya Warisan Budaya Takbenda akan diajukan ke UNESCO untuk menjadi Warisan Dunia.

“Karena setiap tahunnya setiap negara hanya boleh mengajukan satu Warisan Budaya, maka kami mengambil langkah untuk melakukan penetapan ini lebih dulu. Nantinya akan dilakukan penetapan kembali setiap tahun mengingat karya budaya takbenda Indonesia berjumlah ribuan,” ungkapnya.

Berikut keseluruhan Karya Budaya yang telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya TakBenda Indonesia oleh Kemendikbud:

1. Rencong – DI Nanggroe Aceh Darussalam
2. Tor-tor – Sumatera Utara
3. Gordang Sambilan – Sumatera Utara
4. Rumah Adat Karo – Sumatera Utara
5. Randang – Sumatera Barat
6. Rumah Gadang – Sumatera Barat
7. Sistem Garis Keturunan Ibu di Masyarakat Minangkabau – Sumatera Barat
8. Dulmuluk – Sumatera Selatan
9. Songket Palembang – Sumatera Selatan
10. Aksara dan Naskah Kha-Ga-Nga – Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Sulawesi
11. Tabot (Bengkulu) dan Tabuik (Padang Pariaman) – Bengkulu dan Sumatera Barat
12. Krinok – Jambi
13. Tenun Siak – Riau
14. Makyong – Kepulauan Riau
15. Gurindam Du Belas – Kepulauan Riau
16. Gazal – Kepulauan Riau
17. Dambus – Kepulauan Bangka Belitung
18. Muang Jong – Kepulauan Bangka Belitung
19. Tapis – Lampung
20. Debus Banten – Banten
21. Ondel-ondel – DKI Jakarta
22. Topeng Betawi dan Lenong – DKI Jakarta
23. Pantung Betawi – DKI Jakarta, Banten. Dan Jawa Barat
24. Kujang – Jawa Barat
25. Ronggeng Gunung – Jawa Barat
26. Sisingaan – Jawa Barat
27. Calung Banyumas dan Jawa Barat – Jawa Tengah dan Jawa Barat
28. Reog Ponorogo – Jawa Timur
29. ‘Keraben Sape’ (Karapan Sapi) – Jawa Timur
30. Sapi Sonok – Jawa Timur
31. Gandrung Banyuwangi – Jawa Timur
32. Kentrung – Jawa Timur
33. Industri Gerabah Kasongan – DI Yogyakarta
34. Makepung – Bali
35. Bidai (Bide’) – Kalimantan Barat
36. Songket Sambas – Kalimantan Barat
37. Rumah Panjang Dayak (Lamin, Betang, dan Radaakng, Uma Dadoq) – Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah
38. Karungut – Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan
39. Sasirangan – Kalimantan Selatan
40. Ulap Doyo – Kalimantan Timur
41. Belian Bawo – Kalimantan Timur
42. Hudoq – Kalimantan Timur
43. Tari Maengket – Sulawesi Utara
44. Mane’e – Sulawesi Utara
45. Kolintang – Sulawesi Utara
46. Saiyyang Pattu’du – Sulawesi Barat
47. Tari Raigo – Sukawesi Tengah
48. Kalosara – Sulawesi Tenggara
49. Kabanti – Sulawesi Tenggara
50. Lariangi – Sulawesi Tenggara
51. Kagati – Sulawesi Tenggara
52. Pinisi – Sulawesi Selatan
53. Pa’gellu – Sulawesi Selatan
54. Sinriliq – Sulawesi Selatan
55. Pakkarena – Sulawesi Selatan
56. Molapi Saronde – Gorontalo
57. Gendang Beleq – Nusa Tenggara Barat
58. Wayang Kulit Sasak – Nusa Tenggara Barat
59. Sasandu (Sasando) – Nusa Tenggara Timur
60. Caci – Nusa Tenggara Timur
61. ‘Rumah Bale’ (Arsitektur Sumba) – Nusa Tenggara Timur
62. Ehe Lawn – Maluku
63. Tais Pet – Maluku
64. Maku-maku – Maluku
65. Bambu Gila – Maluku Utara
66. Soya-soya – Maluku Utara
67. Yosim Oancar (Yospan) – Papua
68. Ukiran Asmat – Papua
69. Barappen – Papua dan Papua Barat
70. Tifa – Papua, Papua Barat, Maluku, dan Nusa Tenggara Barat
71. Wayang – Jawa
72. keris – Jawa Tengah
73. Batik Indonesia – Jawa Tengah
74. Angklung – Jawa Barat
75. Tari Saman – Aceh
76. Noken – Papua
77. Tenun ikat Sumba – Nusa Tenggara Timur

sumber: viva

Pancarkan Energi Negatif, Sepasang Jenglot Hebohkan Penduduk

sepasang jenglot hebohkan warga jimbaran bali
sepasang jenglot hebohkan warga jimbaran bali

Bali (SegmenNews.com)- Masyarakat Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Provinsi Bali, digegerkan oleh penemuan sepasang jenglot. Benda berambut panjang, bertaring dan berkuku panjang itu ditemukan dua orang warga bernama Ketut Tarin dan Akob di kawasan Pantai Muaya Jimbaran Kamis kemarin. Jenglot itu akhirnya diserahkan kepada tokoh spiritual bernama Jro Mangku Karang.

Penemuan sepasang jenglot itu pun menyebar dengan cepat di kalangan warga. Dalam beberapa jam saja, usai penemuan, rumah Jro Mangku Karang di kawasan Pantai Muaya Jimbaran ramai didatangi warga yang ingin melihat lebih jelas benda yang diyakini sebagai makhluk gaib.

Ketut Tarin seprti dilansir dari vivanews.com menjelaskan, awalnya ia sedang olahraga pagi bersama rekannya Akob di pinggir pantai. Kemudian matanya tertuju pada benda aneh menyerupai jenglot. Karena penasaran, ia kemudian mengambilnya.

Mengetahui jika barang yang dipungutnya adalah jenglot, Tarin kemudian membuangnya ke laut. Benda tersebut kembali ke tepian.

“Keduanya kembali ke darat sambil berpelukan, seolah tidak mau dipisahkan. Karena takut, kedua jengglot ini saya serahkan ke tokoh spritual,” ujar Tarin di Jimbaran, Bali. Padahal awalnya kedua jenglot itu kala ditemukan terpisah dengan jarak sekira 2 meter.

Sementara Jro Mangku Karang, ditemui di kediamannya, menjelaskan terpancar energi dari kedua jenglot tersebut. “Kemudian saya netralkan energi negatifnya agar tak mengganggu manusia,” kata dia.

Menurut Jro Mangku Karang, benda tersebut bisa disebut jenglot, bisa pula disebut tuyul. “Tuyul itu bisa berbentuk apa saja, termasuk jenglot,” ujar dia.

Darah Manusia

Jenglot yang ditemukan warga tersebut berbentuk kelelawar dan bertaring. Jro Mangku Karang menuturkan rambut jenglot yang panjang terurai itu bisa berasal dari rambut orang mati atau rambut kelamin pria atau wanita.

“Makanannya adalah darah manusia. Memang kelihatannya jengglot ini diam tidak bergerak. Namun secara tidak kelihatan auranya hidup dan sangat kuat. Bahkan kalau yang punya datang, dia akan aktif kembali. Fungsi Jenglot ini untuk penglaris bagi pedagang atau pengusaha yang ditempatkan di tempat uang mereka,” beber Jro Mangku Karang.

Aparat kepolisian setempat pun datang untuk melakukan koordinasi agar jenglot bisa dipindah ke lain tempat agar tidak menimbulkan kemacetan pada ruas jalan tersebut.

Jro Mangku Karang mengatakan akan menyerahkan jenglot tersebut kepada pemerintah jika diinginkan.***(r4n)