Beranda blog Halaman 2753

Tiga Hari Terseret Banjir, Bocah Lima Tahun Ditemukan Tewas

Jenazah korban banjir saat di rumah duka
Jenazah korban banjir saat di rumah duka

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Marsel 5 tahun anak bungsu pasangan Indra Susanto dan Intan Mayangsari warga Jalan Uka Perumahan Garuda Permai Kelurahan Simpangbaru, Kecamatan Tampan, Pekanbaru yang dilaporkan terseret banjir, Jumat (6/12/13) lalu akhirnya ditemukan tewas.

Bocah tersebut ditemukan, Minggu (8/12/13) sekitar pukul 14.30 Wib oleh Tim SAR dibantu masyarakat dalam pencarian selama tiga hari. Bocah itu ditemukan sekitar 5 kilometer (Km) dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) jatuh dan terseret arus banjir di sungai tempat dimana ia tinggal.

Setelah ditemukan Tim SAR, maka mayat Marsel diserahterimakan kepada orang tuanya disaksikan Ketua RW 12 dan tokoh masyarakat setempat. Setelah itu, mayat bocah malang tersebut dibawa kekediamannya untuk segera di makamkan.

Ketua RW 12 Kelurahan Simpangbaru, Kecamatan Tampan, Taruna Yazid dia mendapat kabar bocah tersebut telah ditemukan dari Tim SAR. Orang tua Marsel dibawa kesana untuk memastikan jenazah itu adalah anaknya. Setelah dibenarkan orang tuanya, jenazah dibawa kekediamannya.

Saat ini, jenazah Marsel sudah berada di rumahnya, dan masyarakat mempersiapkan untuk proses pemakaman.”Kita mempersiapkan proses pemakaman yang akan dilakukan saat ini,” terangnya.***(rul)

DPRD Siak Tuntaskan Pembahasan KUA PPAS 2014

ketua DPRD Siak, Zulfi Mursal, SH
ketua DPRD Siak, Zulfi Mursal, SH

Siak (SegmenNews.com)– DPRD Siak telah menyelesaikan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Kabupaten Siak, tahun anggaran 2014. Pembahasan dilakukan bersama seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemkab Siak selama 3 hari Rabu – Jumat, (4-6/12-2013) di gedung Panglima Ghimbam DPRD Siak.

“Pembahasan KUA PPAS Siak 2014 sudah kita rampungkan pembahasannya. Kini tinggal tahap berikutnya, semoga tidak ada kendala sehingga target pengesahannya APBD 2014, tercapai,” kata ketua DPRD Siak, Zulfi Mursal, SH baru-baru ini di Siak.

Menurut Zulfi, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Siak telah mengagendakan penyampaian Rancangan APBD Siak 2014 oleh Pemkab Siak ke DRPD Siak, pada Selasa, (10/12-2013). Karena itu, ia berharap, pihak Eksekutif dapat mempersiapkan segala sesuatunya, sehingga jadwal tersebut dapat terlaksana.

Zulfi juga menegaskan bahwa DPRD Siak tetap komit untuk melakukan pengesahan APBD tepat waktu karena selain demi percepatan realisasi pembangunan di tengah masyarakat, juga agar kabupaten Siak tidak kehilangan dana alokasi umum (DAU) dari Kementerian Keuangan RI yang besarannya di tahun 2013 mencapai Rp 22 Milyar.

Zulfi melanjutkan bahwa dalam pembahasan KUA PPAS Siak 2014, sangat apresiatif, karena ada sinkronisasi antara program Pemkab dengan berbagai aspirasi pembangunan yang datang dari masyarakat yang disampaikan ke lembaga DPRD. Sinkronisasi program tersebut dinilai sangat penting guna mengantisipasi pembengkakan anggaran dalam pembahasan.

Dijelaskan, selama ini, selalu terjadi pembengkakan anggaran saat pembahasan sebagai akibat tidak dilibatkannya DPRD sedari awal. Karena itulah dilakukan pleno tentang penganggaran APBD yang dilanjutkan dengan Rakor tentang hal tersebut, sebelum dilakukannya pembahasan KUA PPAS 2014.***(adv/rin)

Hari Anti Korupsi, Kejari Siak Taja Lomba Karikatur Antar Siswa

Kajari Siak memberikan penghargaan kepada siswa pemenang lomba karikatur
Kajari Siak memberikan penghargaan kepada siswa pemenang lomba karikatur

Siak (SegmenNews.com)- Di Hari Anti Korupsi Se-dunia Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak melaksanakan lomba lukisan karikatur bagi pelajar tingkat SLTA/ Sederajad, Senin (9/12/13).

Dalam perlombaan itu, pelajar SMA 1 Kecamatan Menpura, Anwar Machrus meraih juara 1. Siswa itu melukiskan karikatur seekor tikus besar sebagai koruptor yang harus ditindak dengan hukum yang berlaku dan adanya tulisan bahasa melayu yang intinya mengumpamakan koruptor adalah sampah yang harus dibuang.

Dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Siak, Zainul Arifin baha lomba karikatr ini merupakan satu-satunya yang dilakukan pada hari Anti Korupsi Sedunia 2013 ini. Dengan adanya lomba ini, diharapkan para siwa-siswi mengerti akan dampak korupsi bagi diri sendiri dan Negara.

“Diharapkan ini akan menjadi nilai tambah disekolahnya, dan bagi guru-guru dapat memperhatikan hal ini,” katanya.***(rinto)

SKPD Rohul Didesak Gesa Kegiatan di APBD-P

Ir Damri
Ir Damri

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Satuan Kerja Perangkat Daerah (Skpd ) Kabupaten Rokan Hulu didesak agar menggesa semua kegiatan yang dianggarkan melalui APBD-P. Pasalnya, akhit tahun 2013 hanya tinggal 14 hari.

“SKPD segera menggesa kegiatan di APBD-P, manfaatkan aktu yang tersisa,” tegas Sekda Rohul, Ir Damri di apel gabungan, Senin (9/12/13).

Namun sekda juga mengingatkan bahwa, jika kegiatan tidak mungkin dilaksanakan mengingat waktu yang tersisa tinggal sedikit. Pemegang kegiatan jangan memaksakannya, sebab dikhawatirkan akan beresiko dikemudian hari. Apalagi menurut ketentuan peraturan bahwa waktu pencairan hanya dibatasi tanggal 20 Desember.

“laksanakan kegiatan yang bisa dikerjakan. Kegiatan harus dikaji dan diteliti kembali apakah sesuai atau tidak. Hal ini guna menghindari keterlambatan waktu pengerjaan,” ingatnya.

Sementara untuk KUA PPAS tahun 2014, kata Sekda, saat ini masih dalam proses pembahasan. Diperkirakan pengesahan dilakukan dalam bulan ini.***(r4n)

Banjir, Murid SDN 120 Pekanbaru Ujian di Pabrik Kayu

Murid SDN 120 yang kebanjiran melaksanakan ujian di pabrik PT ACI
Murid SDN 120 yang kebanjiran melaksanakan ujian di pabrik PT ACI

Pekanbaru (SegmenNews.com) – Ujian murid SDN 120, terpaksa dilakukan disebuah pabrik kayu tua, Jalan Pesisir, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru. Kerena sekolah mereka terendam banjir, Senin (9/12/2013).

Menurut Kepala SDN 120, Rosmaida, kegiatan ujian di kawasan ini merupakan hari pertama, dan bila banjir tak juga surut, kemungkinan besar ujian di tempat ini akan berlangsung hingga ujian selesai beberapa hari mendatang.

“Ruang kelas di SD terendam, sudah sampai sepinggang anak-anak ini, jalan menuju sekolah juga parah, airnya tinggi, akses murid dan gurupun terhambat, susah masuk, kadang-kadang harus berjalan kaki, karena tak bisa dilewati motor, kan tidak semua murid dan guru yang tinggal di dekat sekolah, tapi yang penting sekarang anak-anak bisa ujian, inilah persiapan kita,” ujar Rosmaida sambil menunjuk tikar yang menutupi lantai semen dan meja lipat yang tidak banyak.

Namun dengan kondisi seperti itu, Rosmaida menuturkan tidak ada satupun murid yang tidak masuk ujian, “Kelas satu sampai kelas enam hadir semua,” ujarnya seraya berharap agar kondisi ini bisa diperhatikan pihak Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

“Kalau sekolah bisa ditingkat, lebih baik, kalaupun banjir dibawah bisa dipindahkan keatas. Mungkin dinas tak bisa memperhatikan karena masuk sini saja tak bisa masuk.”

Masih menurut Rosmaida, dirinya juga berharap agar Jalan Pesisir menuju sekolahnya itu juga ditinggikan, “seperti jalan nelayan itu masih bisa dilewati, walaupun kawasannya banjir, tapi jalannya tidak kena,” katanya.

Sementara itu, seorang warga bernama Rinaldi mengungkapkan bahwa pabrik yang digunakan para murid ini merupakan bekas pabrik kayu PT Alam Ceria Indah (ACI). “Ruangan itu bekas tempat oven pengeringan kayu, semalam lokasi ini kotor, lalu masyarakat sekitar gotong royong membersihkan karna tak ada tempat lain,” katanya.

Dijelaskan Rinaldi, tempat ini juga pernah dipakai para murid SDN 120 pada tahun 2008 lalu, “tapi saat itu belum ujian,” tutupnya.***

Sumber : Tribun Pekanbaru

Kejati Tahan ketua Gapensi Riau

ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Senin (9/12/2013), Kejaksaan Tinggi Riau, menahan Ketua Gapensi Riau, Syarifuddin MT. Penahanan ini terkait dugaan korupsi dana penyertaan modal Pemkab Siak, senilai Rp26 miliar.

Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi Riau, Mukhzan SH, MH, ketika dikonfirmasi, membenarkan penahanan tersebut.
“Syarifuddin ditahan dalam kapasitasnya sebagai Direktur PT Kawasan Industri Tanjung Buton, yang mengelola penyerataan modal Pemkab Siak itu,” ujarnya.

Penahanan terhadap Syarifuddin dilakukan setelah jaksa Penyidik, Satria Abdi, SH, MH, melakukan pemeriksaan sekitar pukul 10.00 WIB, hingga pukul 12.00 WIB, kemudian dilanjutkan sekitar pukul 13.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Ketika diperiksa , Syarifuddin didampingi seorang penasehat hukum.

Lebih lanjut dijelaskannya, kasus ini berawal tahun 2004, Pemerintah Kabupaten Siak menganggarkan dana untuk kawasan Tanjung Buton melalui PT KITB sebesar hampir Rp38 miliar. Dana itu dicairkan bertahap, yakni tahun 2004 sebesar Rp1,5 miliar, tahun 2006 Rp6 miliar dan 2007 Rp30 miliar.

Setelah dana dicairkan, pihak PT KITB tak menggunakan dana itu untuk pengembangan kawasan Tanjung Buton. Pada tahun 2008, PT KITB membeli kapal tanker senilai Rp17 miliar pada PT Tanjung Buton Makmur Sejahtera (TBMS), yang merupakan bentukan PT KITB dengan PT Miway Persana Makmur. Dana terus mengucur hingga puluhan miliar.

Akibat pembelian kapal tengker, negara dirugikan sebesar Rp21 miliar lebih. Selain membeli kapal tengker, dana juga ditempatkan di BPRS Ummah (BPR Perusda) dibawah PT TBMS sebesar Rp9 miliar hingga kerugian negara Rp4,5 miliar lebih. Total kerugian negara mencapai Rp26 miliar.***(chir)

Unjuk Rasa Buruh di Duri Dikawal Ketat Polisi

Ratusan Buruh menyampaikan tuntutan mereka di kantor Disnaker Bengkalis
Ratusan Buruh menyampaikan tuntutan mereka di kantor Disnaker Bengkalis

Duri (SegmenNews.com)- Unjuk rasa ratusan buruh Migas dari berbagai perusahaan yang turun ke jalan menuju kantor Disnaker Bengkalis dikawal ketat pihak kepolisian.

Sebab para buruh konvoi menggunakan sepeda motor dan roda empat di jalan Sudirman, Duri, Senin (9/12/13). Pihak keamanan gabungan dari Polres Bengkalis, Polsek Mandau dan Polsek Pinggir tampak melakukan pengamanan ketat.

Ratusan buruh tersebut menuntut hak-hak normatif yang masih diabaikan oleh perusahaan, mereka juga meminta rapel kenaikan gaji segera dibayarkan.

Raden Silalahi, mewakili buruh dengan tegas menuntut agar Pemerintah segera merevisi Peraturan Menteri Nomor 13 Tahun 2002 tentang 60 item komponen kebutuhan hidup layak menjdi kebutuhan layak serta pembayaran rapel gaji yang termasuk dalam hak normatif setiap buruh.

Menurutnya hak-hak buruh jangan diabaikan karena buruh sudah memeras keringat dan pikiran untuk membantu kelancaran operasional perusahaan.

Kabid Pemutusan Hubungan Industri (PHI) Kabupaten Bengkalis, A. Simanjuntak yang menerima aksi buruh ini berjanji akan segera menindak lanjuti tuntutan buruh tersebut. Menurutnya disnaker akan menindak lanjuti apa yang menjadi ganjalan bagi para buruh ini.

Puas berorasi selama kurang lebih satu jam, ratusan buruh bergerak menuju kantor Camat Mandau. Diiringi puluhan petugas kepolisian yang langsung dipimpin Wakapolres Bengkalis, buruh konvoi menuju Kantor Camat yang berada tak jauh dari kantor Disnaker.

Aksi buruh yang cukup ramai sembari mengunakan sejumlah atribut ini cukup menyita perhatian masyarakat dan warga yang hendak berurusan ke kantor Camat Mandau. Setelah itu buruh pun melanjutkan aksi dengn konvoi keliling kota.

Dengan mengunakan puluhan sepeda motor, ratusan buruh yang dikawal pihak kepolisian ini bergerak menuju DSF 125 Duri. Iring-iringan panjang kendaraan roda dua para buruh yang berseragam perusahaan masing-masing ini cukup menarik para pengendara yang berada di sepanjang konvoi iringan. Selanjutnya buruh pun melanjutkan konvoi menuju Gate 116 di daerah Sebanga.

“Aksi turun ke jalan dan konvoi ini kami lakukan agar pihak terkait mengetahui bahwa nasib buruh masih belum terperhatikan. Hak-hak normatif mereka masih diabaikan, begitu juga rapel yang belum dibayarkan,”ujar Ketua DPC SBSI Bengkalis, Gindo Lubis.

Tidak hanya di Duri, ungkapnya buruh di Pakning juga melakukan hal sama agar hak-haknya bisa dibayarkan.***(res/kn)

Pimpinan Bank Riau Kepri Ditahan Kejati

bank riauPekanbaru (SegmenNews.com)- Kejaksaan Tinggi Riau menahan Pimpinan Bank Riau Kepri Cabang Bagansiapi-api, Rohil, Julisman dan dua pejabat lainnya, Ramdani, Pimpinan Pemasaran dan Indra Gunawan, Pelaksana Pemasaran, Senin (9/12/2013).

Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi Riau, Mukhzan SH MH, ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. “Ketiganya kita tahan setelah Jaksa Penuntut Umum menyatakan berkas perkara lengkap dan tersangka seta baang bukti diserahkan oleh Jaksa Penyidik,” ujarnya.

Dikatakannya, Ketiganya ditahan terkait dugaan kredit fiktif senilai Rp5 miliar lebih. Ketiga tersangka diduga meloloskan kredit Rp5 miliar yang diajukan Istianto, Direktur PT Bukit Bais Faindo (BBF). Padahal, ketiganya tahu bahwa persyaratan pengajuan kredit tidak lengkap.

Untuk diketahui tahun 2008 lalu, Dinas Perkebunan Rohil mengadakan proyek perkebunan sawit rakyat senilai Rp 10,7 miliar yang dimenangkan PT BBF sebagai kontraktor.
Sebagai modal kerja, perusahaan ini lalu mengajukan peminjaman kredit ke Bank Riau Kepri Rohil sebesar Rp5 miliar.

Sebagai jaminan, diagunkanlah tanah seluas 1.600 meter persegi di Dumai milik Agus Harta Riyadi. Agus meminjamkan tanahnya sebagai agunan setelah dijanjikan uang Rp1,2 miliar jika kredit tersebut cair.

Dalam pengajuan kredit. Tanah itu ditaksir bernilai sekitar Rp3,162 miliar, namun dari observasi Kejati, nilai tanah itu hanya Rp700 juta. Usai pengerjaan proyek mencapai 25 persen, kontrak pengerjaan diputus oleh Disbun Rohil.***(den/kn)

Kajari Rohul Tinjau Kantin Jujur di SMPN 1

Kajari PasirPangaraian, Syafiruddin memberikan penghargaan kepada Kepsek SMPN 1 atas kesuksesan melaksanakan kantin kejujuran
Kajari PasirPangaraian, Syafiruddin memberikan penghargaan kepada Kepsek SMPN 1 atas kesuksesan melaksanakan kantin kejujuran

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Rangka hari anti Korupsi se-Dunia, Kepala Kejaksaan Negeri PasirPangaraian (Kajari), Kabupaten Rokan Hulu, Syafiruddin SH, MH beserta para Kasi dan staf meninjau kantin jujur di SMP 1, Kecamatan Rambah, Senin (9/12/13).

Menurut Kajari kantin jujur ini bermanfaat dalam pembinaan karakter siswa agar mengutamakan kejujuran, dengan itu sifat kejujuran akan mendarah daging dan akan dapat menghindari perbuatan korupsi dewasa nanti.

“Kita telah membina kantin kejujuran selama 6 tahun, kita harapkan sekolah lainnya dapat mengikuti membuat kantin kejujuran di sekolah masing-masing,” imbuh Kajari.

Dalam peninjauan itu, usai melaksanakan ujian, Kajari melakukan sosialisasi anti korupsi kepada siswa dan siswi yang dikumpulkan di halaman sekolah.

Sementara itu, Kepala Sekolah, H Ismail, M.MPd menyampaikan program kantin jujur ini sangat baik untuk merubah sikap siswa-siswi. Sebab untuk merubah sikap dan karakter murid membutuhkan waktu yang panjang. Kantin jujur salah satu solusi mengatasinya.

Disamping itu katanya, di tahun 2014 kantin jujur di sekolah sudah menjadi Program Pemda Rokan Hulu.

Usai kegiatan Kajari memberikan piagam penghargaan kepada kepsek atas kesuksesannya melaksanakan kantin kejujuran di sekolah.***(r4n)

Dewan: Jangan ada Upeti Pengawalan Truk

truPekanbaru (SegmenNews.com) Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Ferry Sandra Pardede, mengaku telah memperoleh laporan dari masyarakat bahwa ada dugaan oknum kepolisian yang mendapat upeti dengan mengawal truk masuk melintasi jalan dalam kota. Ferry meminta agar Kepala Kepolisian Resort Kota Pekanbaru segera melakukan pengawasan terhadap personilnya yang bermain di lapangan.

“Padahal kegiatan ini jelas-jelas melanggar, jalan dalam kota akan rusak karena kekuatan jalan tidak sama dengan tonase truk. Harusnya dilarang truk melintasi jalan dalam kota, jangan ada pula aksi pengawalan untuk mendapatkan upeti,” ungkap Ferry saat dikonfirmasi di DPRD Kota Pekanbaru, Senin (9/12/2013).

Selain itu, kata Ferry, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatikan (Dishubkominfo), juga diharapkan dapat bekerja sama dengan Satuan POlisi Lalu Lintas untuk menindak tegas truk yang masuk kota.

“Harus tegas, karena kebanyakan oknum polisi ambil upeti dalam hal ini, malah dikawal oleh oknum kepolisian, Dishub juga jangan sampai ketahuan bermain dalam persoalan ini,” sebut Ferry.

Jika ketahuan dan dengan bukti-bukti kongkrit bahwa kedua instansi tersebut terlibat dalam mendapatkan upeti dari pelanggaran yang dilakukan truk yang melintasi jalanan dalam kota, Ferry meminta agar ada sanksi tegas dari satuannya kepada oknum.

“Kita mempertanyakan, kenapa bisa bermain di lapangan, tentu perlu pengawasan yang lebih ketat lagi. Ini sudah menyangkut banyak hal loh,” sebutnya.

Selain merusak jalan, keberadaan truk yang selama ini melintasi jalan dalam kota, juga menjadi ancaman bagi pengguna jalan lainnya. Karena truk bertonase besar ini memakan badan jalan dan penngguna jalan lainnya tak bisa mendahului.

“Bahkan berapa banyak pengendara sepeda motor yang terlindas truk, ini harus jadi perhatian kita semua. Bahkan plat truk itu bukan dalam kota, ini tentu hanya merugikan kita saja,” pungkasnya.***(adv/ra)