Beranda blog Halaman 2767

Rusli Zainal dan Pelaku Pencabulan satu Sel

sidang rusliPekanbaru (SegmenNews.com)- Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Pekanbaru, Sugeng Hardono, menyatakan sejak di tahan pada awal Oktober 2013 lalu, hingga kini Rusli Zainal masih berada satu sel dengan pelaku pencabulan.

“Dia (Rusli Zainal,red) masih ditahan di sel yang sama di Blok D. Dalam sel tersebut, sementara ini hanya dua orang, satu lagi tahanan kasus pencabulan,” kata Sugeng kepada Antara, Kamis (14/11/2013).

Tahanan kasus pencabulan tersebut yakni S (43), telah dijatuhi vonis bersalah dan dihukum sepuluh tahun penjara. Namun masih menjalani proses banding.

Sugeng mengaku menjamin keberadaan Rusli Zainal di dalam Rutan bersama pelaku cabul itu selama 24 jam.

“Seribu persen saya jamin beliau (Rusli Zainal) selama 24 jam berada di dalam rutan. Tidak benar kalau ada informasi dia diperbolehkan keluar Rutan secara sembunyi-sembunyi,” katanya.

Ia mengatakan, perlakuan untuk mantan gubernur Riau itu sama dengan tahanan lainnya dan tidak ada perlakuan spesial.

Rusli Zainal menurut dia selama di dalam Rutan tetap menjalankan aktivitas sebagai tahanan, dan bukan sebagai seorang gubernur.

“Dia shalat tetap bersama-sama dengan tahanan lainnya di masjid dalam rutan. Tidak ada pemberian ruang shalat khusus. Begitu juga dengan fasilitas lainnya, juga sama dengan tahanan lainnya,” kata dia.

Jadi, kata Sugeng, sangat tidak benar kalau mantan Gubernur Riau itu mendapatkan perlakuan khusus selama berada di dalam rutan sebagai tahanan titipan Jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).***(rn/knc)

Bupati Sebut Banyak Proyek di Rohul Asal Jadi

Drs H Achmad Msi
Drs H Achmad Msi

Rokan Hulu (SegmenNews)- Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi menyebutkan selama ini banyak proyek belum terencana dengan matang, sehingga banyak proyek yang tidak beres alias asal jadi.

Salah satu contohnya, kata Bupati, Kamis (14/11/13) seperti kegiatan pembangunan taman. Tanaman yang seharusnya ditanam di wadah maupun di mediannya menggunakan tanah hitam, tapi kenyataannya kontraktor hanya menggunakan tanah kuning.

“Seperti inilah kenyataan yang ada di depan mata. Harusnya Dinas terkait yang punya proyek harus melakukan pengawasan,” kesal Bupati.

lanjutnya, ini membuktikan lemahnya perencanaan, pelaksanaan maupun pengawasan oleh Pegawai. Padahal pegawai sudah berpengalaman bertahun-tahun. Pegawai harus amanah dan loyal terhadap pekerjaannya.

Tegasnya, pengawas dari SKPD yang punya proyek harus betul-betul mengawasi dilapangan, apalagi tahun 2013 ini tinggal menghitung hari.

Dengan adanya pengawasan, sehingga segala kendala dan kekurangan pengerjaan dapat teratasi secepatnya.

“Pengerjaan proyek yang baik akan dapat dirasakan dan bermanfaat oleh masyarakat,” tutup Bupati.***(r4n)

Fraksi PKB Beri Pembekalan Caleg

Muhtarom, S.Ag. Ketua Fraksi PKB DPRD Siak
Muhtarom, S.Ag. Ketua Fraksi PKB DPRD Siak

Siak (SegmenNews.com) – Guna menambah wawasan dan pengetahuan para Calon Legislatif (Caleg)-nya, dan jajaran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 mendatang, DPC PKB Siak memberi pembekalan dengan mendatangkan narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kabupaten Siak dan juga Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Siak.

Menurut Ketua DPC PKB kabupaten Siak, Muhtarom, S.Ag, Kamis (14/11-2013) di ruang komisi I DPRD Siak, menghadapi pileg 2014, sangat penting bagi para Caleg dan jajaran partai untuk memiliki pengetahuan dan wawasan terkait seluk beluk Pemilu. Dengan demikian, pada hari H pelaksanaannya nanti, tidak ada kendala yang berarti yang dihadapi para kader partai.

Diungkapkan, dalam pembekalan yang digelar akhir pekan kemarin di hotel Yasmin tersebut, pihaknya mendatangkan narasumber, H. Sariman dari KPUD Siak dan Ikhwanul Abror dari Panwas Siak. Dari KPU didapati pemahaman tentang tahapan kampanye, pemasangan atribut serta hal teknis lainnya yang berkaitan dengan Pileg. Kemudian, dari Panwas, diperoleh ilmu tentah tentang kewenangan pengawasan, pelanggaran dan tata cara pelaporannya.

Muhtarom berharap, dengan adanya pembekalan tersebut, jajaran pengurus dan para caleg PKB Siak dapat menambah pengetahuan dan wawasan sehingga target menjadikan PKB Siak sebagai peraih suara mayoritas dengan motto sukses Pilgub dan sukses Pileg dapat tercapai.

Terkait suara mayoritas, dia mengaku optimis dengan melihat ‘peta’ yang sudah terbaca sedari saat sekarang ini, dimana sudah terlihat kekuatan para Caleg dan kesolidan jajaran pengurus partai hingga kecamatan dan desa-desa.

“Kita juga telah melakukan rapat konsolidasi internal bersama ketua, sekretaris, bendahara dan dewan syuro DPW Riau, seluruh jajaran PAC PKB yang ada di 14 kecamatan di Kabupaten Siak dengan melibatkan para tokoh PKB dan seluruh caleg PKB Siak,” pungkasnya.

Pembunuh Brigadir Zeppy Tewas Ditembak, Satu Polisi terluka

Brigadir Zeppy korban penusukan di pos lantas pangkalan lesung, Pelalawan
Brigadir Zeppy korban penusukan di pos lantas pangkalan lesung, Pelalawan

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Setelah melakukan pembunuhan Polisi lalulintas (Polantas) Kabupaten Pelalawan, Brigadir Zheppy  Minggu (10/11) sekitar pukul 04.00 WIB lalu. Akhirnya, kedua pelaku tertangkap, salah satu diantaranya tewas di tembak Polisi, Rabu (13/11/13) sekitar pukul 20:00 wib.

Dikatakan Kapolres Pelalawan, melalui Kepala Humas, AKP Lumban G Taroun bahwa Puriadi (27) terpaksa ditembak polisi karena melawan dan tewas di kebun Perusahaan Fasari Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan. Sementara rekannya SP (47) berhasil diamankan.

Namun saat penangkapan pelaku pembunuhan itu, salah seorang anggota Polres Pelalawan, Oki mengalami luka dibagian paha belakang akibat serangan pisau tersangka.

“Saat ini tersangka sudah diamankan,” imbuhnya.***(fin)

Baca Berita Terkait: Polantas Pelalawan Tewas Ditikam 

Kapolres 50 Kota Sumbar Pimpin Pemakaman Brigadir Zheppy

Terdakwa Penggelapan Tisu PT IKPP di Vonis Bebas

Siak (SegmenNews.com)- Terdaka penggelapan seribuan ton tisu di gudang PT. Pelindo Deli di area PT.IKPP di Vonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Padahal, sebelumnya terdakwa di tuntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endra Ap, Endah 2 tahun penjara.

Majelis hakim dalam persidangan itu yakni Edwar, Alfonso Nahak, dan Desbertua Naibaho, menilai pasal-pasal yang diajukan JPU yakni pasal 363 ayat I ke 4 KUHP Junto pasal 64 KUHP, 372 Junto 55 ayat 1 ke 1 KUHP Jo 64 KUHP, 480 KUHP ternyata tidak memenuhi unsur untuk terdakwa.

Humas PN Siak M. Nafis didampingi salah satu majelis hakim dalam perkara itu yakni Alfonso Nahak bahwa, sidang vonis itu pada Kamis lalu, yang mana dalam perkara itu terdakwa rekan kerja sesuai surat kuasa dari PD Sumber Bumi pemenang tender untuk menjual bekas tisu-tisu yang terbakar.

Dalam pengeluaran tisu-tisu dari gudang PT Pelindo Deli di area PT IKPP itu telah sesuai prosedur, dan tidak adanya ditemukan unsur-unsur tindak pidana penipuan, penggelapan ataupun penadahan sesuai pasal yang sangkakan JPU dalam dakwaannya.

“Vonis bebas diberikan karena, dalam pasal-pasal yang diberikan JPU dalam dakwaan ternyata tidak memenuhi unsur tindak pidana bagi terdakwa, sehingga kita sepakat untuk memberikan vonis itu,” terang Alfonso Nahak, Rabu (13/11/13).

Atas vonis bebas tersebut, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak Bambang HP pihaknya akan kasasi ke Mahkamah Agung.

“Kita menghargai putusan hakim, dan atas vonis itu kita mengajukan kasasi ke MA,” ungkap Bambang HP.***(rinto)

Guru PAUD dan TK se-Siak Ikut Belajar Dongeng

ilustrasi
ilustrasi

Siak (SegmenNews.com)– Dongeng yang disampaikan dengan baik kepada anak dinilai bisa menjadi sarana efektif dalam mendidik anak sehingga bisa menciptakan generasi berkarakter. Untuk itu diperlukan tenaga pendidik usia dini yang mahir mendongeng.

Hal ini diungkapkan anggota DPRD Siak Mester Hamzah S.Ag kepada sejumlah wartawan usai menghadiri pelatihan mendongeng untuk guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan guru Taman Kanak-kanak (TK) se-kabupaten Siak, Rabu (13/11) di gedung Tengku Mahratu-Siak.

Menurutnya, acara yang difasilitasi Yayasan Insan Cendekia Muda Islam (ICMI), bekerjasama dengan Ikatan Guru PAUD dan TK Kabupaten Siak tersebut, sangat positif dan mencerminkan ketanggapan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan sejak dini.

“Dongeng merupakan bagian dari upaya berhasilnya pendidikan berkarakter dan untuk mewujudkannya, tentu harus ditunjang oleh tenaga pendidik yang bisa mendongeng dengan perbendaharaan dongeng yang luas. Makanya kita sangat apresiatif atas gelaran pelatihan mendongeng ini,” ujar politisi PKS ini.

Ia berharap, peserta pelatihan yang mencapai 250 guru ini dapat betul-betul mencerna segala materi yang akan disampaikan oleh para nara sumber. Apalagi, nara sumbernya sangat kredibel karena memang seorang trainer dongeng nasional, Kak Bimo dari Jogjakarta.

“Dongeng ditangan guru, akan menjadi media pembelajaran yang menarik, sarat nilai dan mengusir rasa jemu dari perasaan anak-anak didiknya. Dan agar seorang guru bisa menjadi master dongeng bagi anak didiknya, tiada jalan lain, guru harus serius belajar dan berlatih,” sarannya.***(ad/rin)

Pembunuh Kadiskanlut Bengkalis Dituntut Seumur Hidup

Dua terdaka pembunuhan saat menjalani sidang di Siak
Dua terdaka pembunuhan saat menjalani sidang di Siak

Siak (SegmenNews.com)- Dua orang terdakwa pelaku pembunuhan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Kadiskanlut) Kabupaten Bengkalis, Purwanto dan Abdul Colik alias Cak Dul akhirnya dituntut seumur hidup di Pengadilan Negeri (PN) Siak, Rabu (13/11/13).

Kedua terdakwa terbukti melakukan tindakan pembunuhan berencana yang dilakukan bersama-sama dan dikenakan pasal 340 jo pasal 55 ayat (1) ke (1) tuntut seumur hidup atau mati.

Sidang dipimpin oleh majelis hakim Sortaris Nefa dan dibantu dua hakim anggota yakni M.Iqbal Hutabarat, Rudi Wibowo, pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endah Purwaningsih.

Pembunuhan sadis terhadap Kadiskanlut Bengkalis, Ahmad Ramli dilakukan dengan rencana. Kronologi Pembunuhan. Baca Selengkapnya: Kadis Kelautan Bengkalis Tewas Dikapak.***(rinto)

Perda Rokok, Diperkirakan Rp 200 M Masuk PAD Riau

rokokPekanbaru (SegmenNews.com)- Diperkirakan jika Perda Rokok disyahkan, maka Provinsi Riau akan memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp 200 Miliar.

“Kalau Perda Rokok disyahkan. PAD Riau tahun 2014 mendatang Rp 200 Miliar,” kata Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Riau, Joni Irwan melalui Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Pengembangan Pendapatan, Siti Nuraisyah, Rabu (13/11/13) diruang kerjanya.

Saat ini Dipenda hanya menunggu pengesahan Ranperda Rokok oleh DPRD Riau. Ditakutkan jika, pengesahaan tak juga dilakukan hingga akhir Desember 2013, maka Riau tidak akan mendapatkan bagian.

“Ya, kalu hingga akhir tahun ini belum disahkan tentu Riau tidak akan mendapatkan bagian,” lanjutnya.

Selain meningkatkan PAD tujuan dari pajak rokok tersebut untuk mengendalikan konsumsi rokok, mengendalikan peredaran rokok ilegal, serta melindungi masyarakat atas bahaya rokok.

Nantinya akan diterapkan pajak rokok sebesar 10 persen dari cukai rokok yang dimaksudkan untuk memberikan peranan yang optimal bagi Pemerintah Daerah dalam menyediakan pelayanan kesehatan masyarakat.

Sesuai dengan Undang-Undang nomor 28 tahun 2009 dana penerimaan pajak rokok, baik untuk Provinsi atau Kabupaten/Kota harus dialokasikann paling sedikit 50 persen untuk mendanai pelayanan kesehatan masyarakat dan penegakan hukum oleh aparat yang berwenang.***(rn/ur)

Gadis 13 tahun Diperkosa Ahli Pengobatan Alternatif 10 Kali

ilustrasi perkosaan
ilustrasi perkosaan

SegmenNews– Kasus pelecehan seksual kembali terjadi. Kali ini korban seorang remaja berusia 13 tahun. Mirisnya lagi, siswi itu diperkosa ketika dia sedang menjalani pengobatan alternatif.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Aswin mengatakan, tindakan bejat itu dilakukan oleh seorang pria yang berprofesi sebagai ahli pengobatan alternatif, IJ. Awalnya siswi yang menderita sakit leukimia, berobat ke IJ sejak bulan Desember tahun lalu. Tak ada yang aneh pada awal pengobatan, semua berjalan lancar.

Namun setelah enam bulan berjalan, pria berusia 42 tahun itu tak kuasa menahan hasrat ketika sedang mengobati siswi itu.

“Di bulan Juli IJ melakukan metode pengobatan dengan cara memandikan korban dengan air es. Tentunya dalam keadaan tidak mengenakan busana,” kata Aswin seperti dilansir viva.co.id.

Selama beberapa kali pengobatan, orangtua siswi hanya membayar Rp300ribu. Lama berobat, penyakit leukimia siswi ini tak kunjung sembuh, bahkan semakin parah. Saat akan dipindahkan, korban baru mengaku kejadian yang menimpanya.

“Pada saat mandi, dia mengaku disetubuhi 10 kali hingga bulan Oktober 2013,” ungkap Aswin.

Sayangnya, korban tak berani mengatakan kejadian yang sebenarnya kepada orangtua. Itu karena dia diancam bahwa pelaku mahir bela diri. Namun usai dilakukan visum, beruntung tak ditemukan tanda-tanda kehamilan.

Bukan ahli pengobatan

Dijelaskan Kompol Aswin, orangtua korban mendapati informasi mengenai pengobatan alternatif hanya dari pembicaraan orang lain. Sebatas informasi dari mulut ke mulut.

“IJ tidak ada pekerjaan, mengaku ahli mengobati. Rumahnya pun tak ada pelang (tanda) ahli pengobatan.”

Akibat tindakannya, IJ dijerat pasal 287 KUHP dan pasal 81 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.***(rn/vvc)

Baca Juga: Bayi 9 Bulan Diperkosa Paman Hingga Tewas

Gadis 12 tahun Dipaksa Layani Nafsu dua Pria di Semak-semak

Kemenag Buka Expo Ponpes di Tambusai Utara

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, membuka secara resmi kegiatan Expo Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatussalam Mahato Kec Tambusai Utara, bersempena dengan peringatan tahun baru 1435 Hijriyah, Selasa (12/11/2013) bertempat di kampus Ponpes Raudhatussalam Mahato.

Hadir dalam acara tersebut Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Pembina Yayasan Al-Fajar H Fajar Nasution, Drs Hajrul Aswad Ritonga, Ketua Yayasan Efan Elan Nasution SPd, Pimpinan Ponpes KH Drs Magfur Abdul Halim, Kepala Madrasah Indriawan Fahlimi SPdI, Kepala SMUN 4, Orang tua santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis guru, santri/santriwati, dan seluruh civitas akademika Ponpes.

Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyampaikan rasa kegembiraannya atas kegiatan ini, sebab kegiatan ini menampilkan karya dan kreatifitas santri/wati, selaku calon pemimpin umat, agen of change, dan duta-duta pembaharu masyarakat di masa datang.

Kegiatan Expo Ponpes ini menampilkan berbagai karya dan kreatifitas santri, meliputi kerajinan tangan yang bernilai seni tinggi, bengkel mesin dan listrik, pengolahan dan hias taman, tata boga, olahraga seni bela diri, pengolahan jus dan berbagai kue lainnya, jahit menjahit, aplikasi komputer, hias pengantin, perpustakaan, foto memoto, dan lain sebagainya.

Hasil karya dan kreatifitas ini, semuanya sangat bermanfaat bagi santri/wati dalam mengarungi kehidupan di masyarakat. Saat ini masyarakat kita membutuhkan karya dan kreatifitas, sehingga mampu membimbing masyarakat untuk keluar dari kemiskinannya, tegas Ahmad Supardi.

Ahmad Supardi tidak lupa memberikan apresiasi atas kemajuan Ponpes Raudhatussalam. Dulu ketika saya datang ke sini, santrinya belum banyak, tetapi saat ini Alhamdulillah telah mencapai 500 orang. Sebuah trend perkembangan yang luar biasa, bila dibandingkan dengan yang lainnya.

Ahmad Supardi juga menyatakan bahwa system pendidikan Ponpes ini, banyak dicopy paste oleh lembaga pendidikan yang menamakan dirinya sekolah internasional, seperti boarding school (asrama), penggunaan bahasa internasional Inggris dan Arab, memiliki kurikulum sendiri, penanaman kemandirian, dan pembinaan karakter keislaman dan keindonesiaan. Ini aslinya milik Ponpes dan sekarang dicontoh orang lain, tegasnya.

Ahmad Supardi tak lupa memotivasi para santri sebagai calon pemimpin umat, pembawa perubahan, dan motivator produktif di masyarakat.***(r4n)