Beranda blog Halaman 2859

Ribuan Massa “Serbu” PT RAPP

Ribuan massa usai mendemo PT RAPP dan berorasi di kantor Bupati Pelalawan
Ribuan massa usai mendemo PT RAPP dan berorasi di kantor Bupati Pelalawan

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Ribuan masyarakat Sungai Lagan, Desa Segati, kecamatan Langgam mengepung pintu masuk tonset II PT RAPP, Jalan Lintas Timur, kota Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan, Selasa (9/7/13) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Aksi tersebut terkait tudingan pihak perusahaan telah menampung kayu akasia di lahan bermasalah milik PT Nusa Wana Raya (NWR). Padahal PT NWR sedang bermasalah sengketa lahan dengan masyarakat.

“Kita minta PT RAPP jangan lagi menerima kayu yang dipasok dari PT NWR. Apabila tidak kita akan mengerahkan massa lebih banyak lagi,” kata perwakilan massa, Ketua DPD LSM Lipan Riau, Horas Napitupulu.

Dipaparkan Horas, bahwa aksi ini dilakukan terkait perkara Datuk Hashim yang telah ditahan Polres Pelalawan dalam kasus penyerobotan lahan milik PT NWR untuk segera di hentikan. Karena lahan itu tidak pernah di lakukan pengukuran ke lapangan terkait tapal batas antara lahan warga dengan pihak perusahaan.

“Kenapa hanya Datuk Hashim yang diproses sedangkan sempadannya ada orang lain juga ikut menyerobot. Makanya ini ada ke janggalan kasus yang telah di proses sejak tahun 2011 baru sekarang muncul lagi,” ungkap Ketua DPD Lipan.

Namun setelah massa sempat mengepung pintu masuk perusahaan milik Sukamto Tanoto untuk menyampaikan aspirasi. Kemudian massa melanjutkan orasinya ke kantor Bupati Pelalawan. Massa yang di sambut Sekda Pelalawan H Zardewan mengelar dialok di lantai dua kantor Bupati.

Terlihat perwakilan massa dan keluarga datuk Hashim menemui pemerintah kabupaten Pelalawan. Setelah beberapa waktu lalu juga mereka mengelar aksi serupa meminta agar segera menyelesaikan sengketa lahan anak perusahaan PT RAPP dengan warga Sungai Langan tersebut.

Kata Napitu pulu, PT NWR telah beroperasi bertahun-tahun, namun perusahaan tidak pernah memberikan kontribusi kepada masyarakat Segati, serta PT NWR tidak pernah menunjukkan surat take over dari Siak Raya Timber.

Hingga berita ini diturunkan tertemuan masih berlangsung terkait desakan massa yang mempertanyakan tim Investigas yang di janjikan Pemda untuk turun melakukan pengecekan ke lokasi dan menuntaskan kasus yang ada di PT NWR anak perusahaan dari PT RAPP tersebut. (fin)

 

Buntut Pembongkaran Warung Remang, Pemilik Lapor Polisi

Aksi pembongkaran warung oleh pihak Satpol-PP Pelalawan
Aksi pembongkaran warung oleh pihak Satpol-PP Pelalawan

Pangkalan Kerinci (SegemenNews.com)– Tiga warung remang-remang yang diduga jadi tempat mesum di Jalan Akses RAPP, Km 2, Pangkalan Kerinci yang dibongkar pihak Satpol PP Pelalawan ternyata berbuntut pelaporan oleh pemilik.

Tiga orang pemilik warung yang diduga tempat prostitusi tersebut yakni Ros, Inul dan Indah melaporkan pembongkaran paksa itu kepada pihak Kepolisian Resort Pelalawan sepulangnya pihak satpol-PP membongkar warung mereka, Senin (8/7/13) kemaren.

Sekertaris Satpol PP Pelalawan Aktar SE didampingi Kabid Perundang-undangan Taswir Ssos kepada wartawan menantang pemilik warung yang melaporkan itu. Pihaknya mempersilahkan mereka membuat laporan, sebab menurutnya pembongkaran paksa itu telah sesuai Prosedural dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Pembongkaran sesuai Prosedural, silahkan saja kalau mereka melaporkan ke polisi,” tegasnya.

Menurutnya, sebelumnya pihak satpol-PP telah berulang kali memberikan teguran dan juga surat pembongkaran sendiri bangunan itu, namun pemilik sama sekali tidak merespon. Terpaksa satpol-PP melakukan pembongkaran yang diamankan oleh pihak kepolisian dan TNI.

Lanjutnya, warung-warung itu telah banyak meresahkan warga, tempat itu digunakan untuk prostitusi. Apalagi saat ini memasuki bulan Ramadhan, Satpol-PP telah menegaskan akan memberantas Pekat dan Prostitusi. (fin)

Tertibkan Warnet, Pemkab Batasi Jam Buka Warnet Bagi Pelajar

warnetSiak (SegmenNews.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak mengimbau seluruh pengusaha Warnet yang ada di Siak agar bisa membatasi jam buka bagi pelajar. Jika imbauan ini diabaikan, maka pemilik Warnet akan diberi sanksi.

“Untuk menertibkan  warung internet, Bupati Siak telah mengeluarkan surat edaran
tentang  imbauan  penertiban jam operasional warung internet,” ujar Kepala BPMP2T
Heryanto SH, (8/7/13) di Kantor Bupati Siak.

Dengan berpedoman Peraturan Daerah Kabupaten Siak nomar 5 tahun 2007 tentang
Larangan Pemberantasan dan Penanganan Penyakit Masyarakat/Maksiat di Daerah
Kabupaten Siak yang dapat meresahkan menganggu ketertiban umum dan merusak nilai
nilai kehidupan masyarakat di daerah Kabupaten Siak ini.

“Oleh sebab itu, kepada pengusaha Warnet yang ada di Siak agar bisa mentaati
Peraturan Daerah nomor 5 tahun 2017 tentangan Larangan, Pemberantasan dan
Penananganan Pekat di Kabupaten Siak,” tutur Heryanto.

Dalam  imbauan itu, Bupati juga minta kepada seluruh Warnet  agar  dapat menjaga
keamanan dan ketertiban umum sehingga tidak menimbulkan keresahan  di masyarakat.
Pihak Warnet juga bisa membatasi  jam bagi pelajar yakni dari jam 10.00 WIB
hingga 21.00 WIB. “Apabila pengusaha Warnet tidak memperhatikan imbauan ini akan
diberikan tindakan tegas,” tutur Heryanto.(adv)

Apel Pagi dan Olahraga Ditiadakan Selama Bulan Ramadhan

apelSiak (SegmenNews.com) – Pemerintah Kabupaten Siak melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengeluarkan surat edaran nomor 800/BKD/2013/424 tentang jam kerja PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak selama bulan Ramadan tahun ini. Sedangkan kegiatan Olahraga dan Apel pagi dan apel bersama ditiadakan.

Demikian dikatakana oleh Kepala BKD Kabupaten Siak Drs Prawira Rafady saat di tanya Wartawan. Selasa (9/7) di Siak.
Dikatakanya, bahwa berdasarkan Surat Edaran Gubernur Riau Nomor 800/BKD–KHK/33.11 tanggal 1 Juli 2013, hari kerja kerja PNS dimulai dari Hari Senin sampai Hari Kamis.

“Sedangkan untuk waktu istirahat, dari pukul 12.00 Wib sampai dengan 12.30 Wib,” paparnya.

Sedangkan pada Hari Jumat, jam kerja PNS telah ditetapkan mulai pukul 08.00 Wib dan pulangnya pada pukul 15.30 Wib. “Waktu istrirahat pada hari jumat tersebut pukul 11.30 sampai dengan pukul 13.00 Wib,” katanya.

Lebih lanjut Perwira menyampaikan, bagi unit kerja yang bersifat pemberian pelayanan langsung kepada masyarakat,   pengaturan hari dan jam kerja ditetapkan oleh Kepala Dinas yang diseuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

“Sedangkan terkait dengan pakaian kerja PNS selama bulan puasa, tetap menggunakan pakaian dinas harian dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai mana biasanya,” paparnya.(adv)

Bupati Siak Terima Penghargaan Bhakti Koperasi di NTB

Drs H Syamsuar MSi
Drs H Syamsuar MSi

Siak (SegmenNews.com)– Bupati Kabupaten Siak, Drs H Syamsuar MSi, menerima penghargaan Bhakti Koperasi dari pemerintah pusat. Pemberian penghargaan itu, dilakukan di acara puncak HUT Koperasi ke-66 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Demikian disampailan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Siak, Drs Wan Bukhari MSi, kepada wartawan akhir pekan kemarin.

“Untuk Siak, HUT Koperasi ke-66 telah dilaksanakan di Kecamatan Kerinci Kanan beberapa waktu lalu,” katanya.

Wan Bukhari mengharapkan HUT Koperasi ini, bisa membangkitkan kembali perkoperasian di Kabupaten Siak, terutama untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Wan Bukhari.

Dikatakan Wan Bukhari, pembangunan koperasi di Kabupaten Siak sudah
memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat. Apalagi koperasi di daerah ini katanya, sudah menguasai sektor perkebunan dan pertanian.

“Kita lihat dari tahun ke tahun pertumbuhan perkoperasian di Kabupaten Siak cukup baik, apalagi dua tahun belakangan ini. Atas prestasi itu, Bupati Siak mendapat penghargaan Bakti Koperasi dari pusat,” jelasnya.

79 Koperasi tak Aktif
Wan Bukhari menyebutkan tahun 2012 lalu jumlah koperasi di Kabupaten Siak mencapai 275 koperasi. Dari jummlah itu, sebanyak 127 koperasi aktif dan 148 koperasi tidak aktif tapi masih bisa dibina sedangkan 79 koperasi lagi tidak bisa dibina dan akan dibubarkan.

“Koperasi yang akan kita bubarkan tersebut karena dalam beroperasi tidak sesuai azas dan nilai-nilai koperasi. Kalau tidak bisa dibina maka harus dibinasakan agar tidak meresahkan masyarakat,” pungkasnya. (adv)

Ribuan Petasan Disita di Pelalawan

Ilustrasi net
Ilustrasi net

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Sebanyak 2.420 petasan berbagai merek berhasil disita dalam razia yang digelar oleh Polres Pelalawan dari sejumlah pedangan di kota Pangkalan Kerinci.

Operasi itu dipimpin Kabag Ops Polres Pelalawan Kompol Hariadi SSos didampingi Kabag Humas Polres Pelalawan AKP Lumban
Toruan.

“Jelang bulan suci ramadan, kita mulai mengelar operasi untuk antisipasi petasan, pekat, curanmor, curas dan curat, alhasil kita sudah menyita ribuan petasan,” ujar Kabag Humas Polres Pelalawan, Jumat (5/7) sore.

Maka dalam razia yang melibatkan personil gabungan baik dari Sat Reskrim, Intel, Shabara dan Provost di kerahkan ke lapangan. Hingga satu persatu warung kaki lima dan toko yang di curigai menjual petasan langsung di datangi petugas. Dengan teliti barang dagangan di periksa untuk mencari petasan alias mercon tersebut.

“Pedagang petasan tidak memiliki izin jual. Kalau kita temukan lagi akan disita tanpa pandang bulu. Sedangkan untuk kembang api baru ada yang memiliki izin tapi hanya sebahagian saja,” tegasnya.

Dipakarkan AKP Lumban, razia di mulai pasar Baru Pangkalan Kerinci, terhadap pedangan kaki lima yang terlihat menjual petasan langsung di datangi. Setelah di cek tidak memiliki izin, satu persatu petasan yang mereka edarkan langsung disita dan amankan sebagai barang bukti.

Setelah berhasil menyita ratusan petasan merek Tikus TAP dan Naga Mas di pedangan Jalan Abdul Jalil, kembali razia di lanjutkan ke Jalan Jambu. Kembali petugas menemukan petasan yang di jual bebas menjelang bulan puasa. Agar mengantisipasi ke
resahan masyarakat terutama lagi melaksanakan salat terawih.

“Kita harapkan peran serta masyarakat untuk memberitahu keberadaan penjualan petasan dan grosirannya, agar ditindak, masyarakat juga harus ikut memerangi pekat jelang puasa ini,” paparnya. (fin)

Satpol PP Pelalawan Bongkar Paksa 3 Kafe Maksiat

Kafe maksiat di bongkar paksa Satpol-PP Pelalawan
Kafe maksiat di bongkar paksa Satpol-PP Pelalawan

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Tim Satpol PP sebanyak 50 personil dibantu anggota Polres Pelalawan sebanyak 30 orang melakukan pembongkaran paksa terhadap 3 bangunan kafe remang – remang yang berlokasi di KM 2 Jalan Poros Langgam Pangkalan Kerinci, Senin (8/7) pukul 16.00 Wib.

Sekretaris Satpol PP Pelalawan Akhtar, mengaku sebelumnya pemilik kafe telah diberi peringatan untuk membongkarnya sendiri tapi tidak digubris oleh pemilik, alhasil Satpol-PP mengambil tindakan membongkar paksa bangunan-bangunan tersebut.

“Diwarung yang dibongkar tersebut telah beberapa kali di razia, disana terjadi praktek prostitusi. Apalagi saat ini menjelang Ramadhan tidak ada lagi praktek prostitusi,” imbuh Akhtar.

Pihak Satpol-PP dalam pembongkaran masih menyisakan satu kamar sebagai tempat tinggal sang pemilik.

Sementara itu, Kasi Perundang-undangan, Taswir didampingi Pengawas Operasional, Wira menegaskan, pihak Satpol PP akan terus menertibkan lokasi-lokasi yang disinyalir tempat maksiat dan meresahkan warga. (fin)

Menteri Agama RI Tetapkan 1 Ramadhan 10 Juli

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta (SegmenNews.com)– Melalui rapat atau sidang istbat dengan 11 Ormas Islam serta penghitungan hilal, Senin (8/7/13) malam di kantor Kementerian Agama RI, akhirnya diputuskan awal ramadhan atau 1 Ramadhan ditetapkan tanggal 10 Juli 2013.

Sebelumnya, anggota Badan Hisab dan Rukyat Planetarium, Cecep Nurwendya, menyimpulkan, berdasarkan kriteria empirik astronomi, awal Ramadhan jatuh ketika ketinggian hilal di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, sebesar 0,65 derajat dengan jarak busur Bulan-Matahari 4,55 derajat, umur hilal 3 jam, 35 menit, 25 detik, dan iluminasi hilal 0,18 persen.

“Bismillahirrahmanirrahim, kita tetapkan 1 Ramadhan 1434 H tanggal 10 Juli,” ucap Menteri Agama RI, Suryadharma Ali sambil mengetuk palu.

Penetapan awal Ramadhan tersebut di tayangkan di beberapa media televisi swasta. (rn)

Proses Korupsi Dermaga Tanjung layang Siak DiTingkatkan

korupsiSiak (SegmenNews.com)– Penyelidikan perkara dugaan korupsi dalam pelaksanaan pembangunan dermaga tanjung layang, Desa tanjung kuras Kecamatan sungai apit telah rampung. Saat ini pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Siak meningkatkan status menjadi penyidikan.

Berkas penyelidikan yang di susun Intelijen Kejari Siak terdapat indikasi penyimpangan dalam proses ganti rugi dermaga tanjung layang. Hal itu juga diperkuat hasil audit investigasi BPKP Perwakilan Provinsi Riau sebesar Rp 600 juta.

Begitu juga terkait proses ganti rugi dermaga tanjung layang tanpa melalui mekanisme penerimaan dan pengeluaran kas daerah. Penunjukan pelaksanaan pekerjaan juga tidak sesuai dengan ketentuan.

Kasi Intelijen Kejari Siak, Tri A. Mukti, Senin (8/7/13) kepada wartawan menegaskan bahwa berkas dugaan korupsi pembangunan dermaga tanjung layang tersebut saat ini sudah di ditingkatkan prosesnya dari penyelidikan (Lid) ke Penyidikan (Dik).

“Berkas sudah kita sampaikan ke bagian Pidsus, guan peningkatan proses,” imbuhnya tanpa menyebutkan tersangkanya.

Dari informasi, pihak intelijen kejaksaan Siak, telah memanggil pemegang pekerjaan, SGN. (rinto)

Penentuan Awal Ramadhan, Sore ini Sidang Isbat Digelar

masjidJakarta (SegmenNews.com)– Sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan digelar sore ini di kantor Kementerian Agama. Seluruh ormas diharapkan datang, termasuk Muhammadiyah yang sempat menyatakan tak akan hadir.

“Insya Allah sidang dimulai pukul 16.00 WIB,” ujar wakil menteri Agama, Nasaruddin Umar saat dihubungi detikcom, Minggu (7/7/2013) malam.

Kementerian Agama telah menyebar undangan kepada seluruh ormas islam. Hanya saja, jumlahnya dia belum mengetahui. “Ya yang diundang yang biasanya ikut sidang, saya kurang tahu itu jumlahnya,” tambah Wamenag dilansir dari detiknews.com.

Mengenai kabar tak akan hadirnya Muhammadiyah dalam sidang besok, Nasaruddin mengaku belum tahu. Tapi dirinya berharap agar ormas pimpinan Din Syamsuddin itu bisa ikut serta dalam sidang Isbat, walaupun mereka telah menentukan awal Ramadan.

“Saya pastikan undangan sudah disampaikan, tetapi akan datang atau tidak saya tidak tahu. Saya berharap Muhammadiyah bisa datang, walaupun nanti awal puasa berbeda ya yang penting kan kita bisa silaturahmi,” tutup Nazaruddin.

Sebelumnya, pimpinan Muhammadiyah Yunahar Ilyas, memastikan 1 Ramadan jatuh pada Selasa, 9 Juli 2013. Karena itu, Muhammadiyah tidak akan menghadiri sidang isbat yang digelar Kementrian Agama RI.

Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah bernomor 04/MLM/I.0/E/2013 tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawwal dan Dzulhijjah 1434 H itu ditandatangani oleh Ketua Umum Prof Dr H M Din Syamsuddin, MA dan Sekretaris Umum Dr H Agung Danarto. Maklumat tersebut telah diberikan kepada semua pengurus DPW dan DPD Muhammadiyah seluruh Indonesia.

“Muhammadiyah tidak akan ikut. Itu lebih aman dan tidak ikut. Lebih baik menonton saja, kasihan perasaan warga Muhammadiyah kalau mereka melihat saat sidang,” ungkapnya. (**)