Beranda blog Halaman 3059

Perpisahan MDA Al Qiram Diwarnai Keracunan Mie Instant

Rokan Hulu (Segmennews.com) Ratusan murid sebuah madrasah dan orang tua di Kabupaten Rokan Hulu, Riau keracunan setelah menyantap mie instant, Minggu (12/6). Keracunan massal terjadi usai acara perpisahan sekolah.

Sekitar 120 anak dan orang tua yang keracunan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu. Warga Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan ini harus menempuh perjalanan tiga jam dari kampung mereka ke rumah sakit.

Beberapa anak kritis karena lambat mendapatkan pertolongan medis. Sebagian korban keracunan terpaksa dirawat di lantai rumah sakit karena keterbatasan ruang perawatan. Anak-anak dan orang tua mengalami sakit perut dan muntah-muntah, bahkan di antaranya ada yang pingsan.

Menurut warga, keracunan terjadi setelah acara perpisahan Madrasah Diniyah Awaliyah (MD) Al Qiram, Rantau Binuang Sakti. Panitia membagikan mie instant kepada ratusan murid dan orang tua mereka dalam acara tersebut. Namun, setelah menyantap makanan, satu persatu warga mengalami muntah-muntah.

Polres Rokan Hulu masih menyelidiki kasus ini untuk mengetahui penyebab keracunan. Sampel makanan yang dikonsumsi warga dikirim ke Laboratorium Kesehatan Pekanbaru. (tim)

Honor Belum Dibayar 6 Bulan, Ratusan Guru Berunjuk Rasa

Bengkalis (SegmenNews.com) Ratusan guru honorer berunjuk rasa di Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (8/6). Para guru menuntut Pemerintah Kabupaten Bengkalis membayar honor mereka yang belum dibayar selama enam bulan.

Sekitar 500 guru honorer mendatangi gedung DPRD Bengkalis untuk menyampaikan aspirasi. Ratusan guru yang tergabung dalam Asosiasi Guru Honorer Bengkalis ini mogok mengajar.
Para guru menyatakan Pemerintah Kabupaten Bengkalis belum membayar honor mereka selama enam bulan. Akibatnya, kalangan pendidik dari sekolah madrasah swasta dan negeri ini kesulitan ekonomi.
Guru juga menuntut Pemerintah Kabupaten Bengkalis peduli pada kesejahteraan mereka. Menurut pengunjuk rasa, selama ini pemerintah daerah kurang memperhatikan nasib guru hononer.
“Kami minta pemerintah tidak menganaktirikan guru honorer. Sebab, beban tugas kami sama saja dengan guru lain,” tegas juru bicara guru, Syahril.
Para guru kecewa karena Bupati Bengkalis Herliyan Saleh tidak mau menemui mereka saat aksi berlangsung. Syahril menyatakan Bupati Bengkalis yang baru terpilih pernah berjanji akan membantu guru honorer saat kampanye. Namun, setelah dilantik menjadi bupati, Herliyan tidak memenuhi janjinya. (tim)

Deklarasi Klub Istri Taat Suami, Klaim Rekrut 300 Anggota

Pekanbaru (SegmenNews.com) Klub Istri Taat Suami menyatakan sudah merekrut 300 anggota di seluruh Indonesia. Ketua panitia klub ini Gina Puspita menyatakan deklarasi sesuai rencana, akan dilaksanakan 18 Juni mendatang di Jakarta.

Saat ini, Klub Istri Taat Suami melakukan sosialisasi di sejumlah daerah. Ketua panitia deklarasi Gina Puspita di Pekanbaru menyatakan yakin pembentukan kelompok yang anggotanya kalangan wanita ini berjalan lancer.

Menurut Gina, anggota klub tidak hanya berasal dari Global Ikhwan sebagai pemrakarsa, namun juga masyarakat umum. Gina mengakui sebagian kalangan belum memahami tujuan pendirian klub yang dipimpinnya.

Menurut Gina, Klub Istri Taat Suami didirikan untuk membentuk keluarga yang harmonis, menekan kekerasan dalam rumah tangga dan perselingkuhan. Kalangan yang menganggap klub ini merendahkan martabat perempuan dinilai tidak tepat.

“Jangan mengartikan klub ini sepotong, harus utuh untuk kepentingan keluarga yang harmonis,” ujar Gina, Jumat (10/6).

Klub Istri Taat Suami dianggap kontroversi karena menyatakan istri harus siap melayani suami lebih dari pelacur. Gina menjelaskan pernyataan ini bukan mengartikan istri seperti pelacur, namun memaknai istri harus mampu memberikan kebutuhan suami lebih baik dari perbuatan haram. Klub yang pertama kali dibentuk di Malaysia ini siap membuka dialog dengan aktivis perempuan di Indonesia. (tim)

Wah, Neneng Sri Wahyuni Bangun Rumah Mewah di Pekanbaru

Pekanbaru (SegmenNews.com) Istri Bendahara DPP Partai Demokrat Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni yang diduga terkait kasus korupsi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sedang membangun sebuah rumah mewah di Pekanbaru, Riau.

Menurut tetangganya, Neneng jarang pulang ke rumah sejak menikah dengan Nazaruddin. Neneng membangun rumah bergaya minimalis di Jl Dagang, Gang Amal, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru. Menurut warga, rumah di lahan seluas 220 meter persegi ini mulai didirikan sekitar Februari lalu.

Sejumlah pekerja terlihat melakukan pemasangan material bangunan di beberapa bagian rumah. Pekerja mengaku tidak tahu keberadaan Neneng hingga kini. Sehari-hari, pembangunan rumah ini diawasi abang Neneng, Syafrizal.

Meski belum selesai, rumah keluarga Neneng dan Nazaruddin di Pekanbaru terlihat menonjol dibanding warga sekitarnya. Menurut tetangga, rumah mewah ini dibangun Neneng untuk ibunya, Nurmani.

Warga mengungkapkan Neneng dan suaminya Nazaruddin jarang pulang ke Pekanbaru. Tetangga Neneng, Anna mengatakan keluarga Nazaruddin cukup dikenal di lingkungan Gang Amal. Lebih-lebih sejak kasus politisi Partai Demokrat tersebut muncul di media massa. Neneng dinilai suka bergaul, namun karena kesibukan, ia harus bolak-balik Jakarta-Pekanbaru sehingga jarang berjumpa warga.

“Neneng di lingkungan kami baik. Dia memang jarang ke Pekanbaru sejak nikah dengan Nazaruddin,” kata Anna, Kamis (9/6).

Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) akan memeriksa Neneng dan Nazaruddin terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2008. Kasus ini mendapat sorotan di Pekanbaru karena melibatkan warga setempat. (tim)

Korban Keracunan MDA Al Qirom Masih Dirawat di Rokan Hulu

Rokan Hulu (SegmenNews.com) Ratusan korban keracunan masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu dan sejumlah puskesmas, Senin (13/6). Kondisi sebagian korban mulai membaik setelah menjalani perawatan.

Warga dirawat di Ruang Mawar RSUD Rokan Hulu dan beberapa puskesmas di Kecamatan Kepenuhan, Rokan Hilir. RSUD Rokan Hulu menampung sedikitnya 36 pasien, terdiri dari anak-anak dan orang tua. Korban mengalami pusing, muntah dan mual-mual. Kondisi sebagian warga Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan ini mulai membaik.

Namun, pasien masih membutuhkan perawatan para medis. Dinas Kesehatan Rokan Hulu mencatat jumlah korban keracunan 120 orang. Sebagian besar murid Madrasah Diniyah Awaliyah Al Qirom, Kecamatan Kepenuhan. Mereka mengalami keracunan setelah menyantap mie instant dalam acara perpisahan sekolah, Minggu (12/6).

Direktur RSUD Rokan Hulu Nyoman Suharta menyatakan penyebab keracunan belum bisa dipastikan. Sampel makanan yang dikonsumsi warga sudah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Pekanbaru. “ Kami menggratiskan seluruh biaya pengobatan pasien,” kata Nyoman. (tim)