Beranda blog Halaman 2895

Polisi Temukan Truk CPO Tewaskan Warga Ukui

ilustrasi
ilustrasi

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Truk CPO milik PT Adei BM 9536 yang diburu Polisi setelah menambrak Joner Simbolon (33) warga Simpang Pulai, Ukui hingga tewas, Senin (20/5/13) sekitar pukul 01:30 Wib dini hari, akhirnya ditemukan Polisi terparkir dipinggir jalan, Rabu (22/5).

Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo SIK melalui Kasat Lantas AKP H AD Siregar didampingi Kanit Laka Ipda Suprianto, Jumat (24/5) membenarkan telah mengamankan truk tangki CPO terkait dugaan kasus tabrak lari yang menewaskan Joner Simbolon tersebut.

Namun sayangnya supir mobil tersebut, PS tidak ditemukan, truk tangki hanya ditinggal di depan sebuah bengkel. Saat ini truk tersebut diamankan di mapolres Pelalawan setelah meminta kunci kepada pihak perusahaan.

“Sekarang kita masih memburu supirnya yang telah diketahui identitasnya itu. Setelah berhasil ditemukan dan diamankan mobil truk yang ditinggal di daerah Segati,” ujar Kasat Lantas.

Katanya, korban tabrak lari tersebut terjadi saat korban mengendarai Sepeda Motor Revo BM 2018YC. Namun saat melewati jalan menurun dan penuh lubang di jalan Lintas Timur, Km 144, Kecamatan Ukui, tiba-tiba datang mobil truk dari arah berlawanan.

Walau sempat menghindar, dengan kecepatan tinggi mobil tanpa diketahui identitasnya langsung menabrak korban. Alhasil pengendara motor jatuh terpental ke badan aspal dengan kondisi kepala pecah, benak berserakan dan luka-luka di sekucur tubuh.

Akibat luka cukup parah, akhirnya korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Warga yang melihat kecelakaan itu tidak berani memberikan pertolongan langsung, hanya menghubungi petugas kepolisian. Unit Lakalantas Ukui yang mendapat laporan langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP). (d3n/rz)

Aihh, Ibu Rumah Tangga Simpan Sabu Dalam Celana Dalam

Tersangka sabu, TI menjalani pemeriksaan Polisi
Tersangka sabu, TI menjalani pemeriksaan Polisi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Ti (33), Ibu Rumah Tangga (IR) warga Dusun Simpang PIR, Desa Tandun Barat ditangkap Polisi karena kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu-sabu di dalam celana dalamnya yang diletakkan di lantai kamar sebanyak 2 pekat seharga Rp 5 ratus ribu.

Penangkapan tersebut di lakukan Kepolisian Sektor Tandun, Kamis (23/5/13) sekitar pukul 08:00 Wib di rumah tersangka. Sementara IW Suami tersangka tidak berada di rumah dan jadi DPO Polisi.

Kapolres Rokan HUlu AKBP Yudi Kurniawan SIK didampingi Kapolsek Tandun, Sordaman SH membenarkan penangkapan tersebut. Namun sebelum penangkapan TI, ditempat terpisah diamankan juga pria pemilik senjata api soft gun tanpa izin.

Dijelaskannya, penangkapan berawal saat petugas kepolisian Tandun menempelkan selebaran penertiban Pekat di sejumlah kafe, agar pemilik kafe menghentikan kegiatan warung prostitusi.

Saat itu, petugas merasa curiga disalah satu kafe pintunya tertutup rapat. Petugas mengetuk pintu, ternyata di dalam ada sepasang pria dan wanita. Petugas mengeledah kamar tersebut, alhasil petugas menemukan sepucuk senjata soft gun tanpa izin, milik pria tersebut, Hendri Manurung warga kabupaten Palas, Tapsel Sumatera Utara.

Dalam perjalanan ke Polsek, Hendri mengakui menitipkan sepeda motor dan tasnya di rumah rekannya IW. Petugas lagsung meluncur kerumah tersebut. Namun rumah IW tertutup, Polisi kembali curiga dengan banyaknya mancis tanpa kepala berserakan di sekitar halaman rumah IW.

Polisi berupaya menelpon istri IW, saat istrinya, TI tiba, Polisi langsung bergerak menggeledah rumahnya, dalam rumah ditemukan 2 paket sabu-sabu yang di simpan dalam celana dalam yang diletakkan di lantai.

Dari interigasi terhadap TI, terungkap lagi bahwa suaminya menyimpan sabu lainnya di bawah tapak lampu meja. Setelah di buka menggunakan obeng, polisi menemukan 8 paket sabu senilai 2 juta, berikut alat hisab bong, kaca pirek, 5 batang pipet kecil dan timbangan elektrik.

Barang bukti berikut tersangka digiring ke Mapolsek Tandun, suami tersangka DPO polisi. Sementara Hendri diperiksa atas kepemilikan senjata soft gun, namun polisi masih menyelidiki keterlibatan Hendri terhadap kepemilikan sabu oleh TI. (r4n)

Kemenag Imbau JCH Segera Lunasi BPIH

Drs H Ahmad Supardi Hsb MA
Drs H Ahmad Supardi Hsb MA

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu (Kakan Kemenag Rohul) H Ahmad Supardi Hasibuan, menyatakan bahwa memasuki hari kedua pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bagi Jamaah Calon Haji (JCH) pada tanggal 23 Mei 2013 bertempat di bank penerima setoran haji, JCH yang melakukan pelunasan naik segnifikant sebanyak 35 orang, dibanding hari pertama yang hanya melakukan pelunasan 3 orang.

Demikian hasil pelunasan hari kedua, yang diinput oleh petugas Kemenag Rohul pada Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Dengan demikian yang telah melakukan pelunasan sebanyak 38 orang, sedangkan yang belum pelunasan 222 orang. Diharapkan agar seluruh JCH Rohul berjumlah 260 orang dapat melakukan pelunasan secepatnya, dan jangan sampai terlambat.

Sebab jika sampai terlambat, maka jatahnya untuk menunaikan ibadah haji tahun ini akan hilang dan harus menunggu sampai dengan tahun depan. Jatah tersebut akan ditarik ke pusat atau Kemenag RI, untuk selanjutnya dibagikan kepada JCH lanjut usia (Lansia) umur 83 ke atas, tegas Ahmad Supardi.

Ahmad Supardi lebih lanjut menjelaskan bahwa masa pelunasan ini tidak lama, hanya 15 hari, yaitu dari tanggal 22 Mei s/d 12 Juni 2013.

“Saya berharap agar semua JCH dapat melakukan pelunasan tepat waktu atau lebih cepat lebih bagus, sehingga tidak ada kekhawatiran bagi kita lagi,” tegasnya.

Untuk itu, Ahmad Supardi berharap agar seluruh Kepala KUA Kecamatan se Rohul, dapat menyurati masing-masing JCH nya, memberitahukan bahwa masa pelunasan biaya haji telah dimulai, sehingga tidak ada alasan bagi orang yang terlambat melakukan pelunasan.

Biaya BPIH tahun 2013 ini, untuk embarkasi Batam termasuk di dalamnya kab Rohul adalah sebesar USD 3.357 atau setara dengan Rp 32,3 juta (dengan asumsi USD 1 = Rp 9.600). Umumnya jamaah haji sudah menyetor uang muka BPIH sebesar Rp 20 juta. Artinya, uang pelunasan yang harus disiapkan calon jamaah haji sekitar Rp 12,3 juta.

Ahmad menyatakan bahwa perlu diketahui oleh seluruh JCH Rohul, harga dollar setiap saat dapat berubah, bersifat fluktuatif, dan tidak menentu sebab bias naik dan bias juga turun, jadi pembayarannya sesuai dengan harga saat membayar. (adv/hum)

 

3 Ton Daging Sapi Impor Ilegal Dimusnahkan

pemusnahan dagingPontianak (SegmenNews.com)– Sebanyak 3,085 ton daging sapi dan ayam impor dimusnahkan di Pontianak, Kalimantan Barat. Daging dan ayam itu tak dilengkapi dokumen resmi.

Daging sapi dan ayam impor tanpa merek itu berasal dari Malaysia dan masuk melalui pintu perbatasan Entikong, Kalimantan Barat dan Tebedu, Sarawak, Malaysia.

Saat disita, daging sapi maupun ayam impor itu dalam kondisi membusuk, sehingga tidak layak konsumsi. Pemusnahan dilakukan untuk menjamin produk daging sapi dan ayam impor ilegal tidak beredar di masyarakat.

“Pelanggarannya jelas. Produk ini masuk tak dilengkapi sertifikat karatina hewan dari negara asal dan surat izin pemasukan Dirjen Perternakan di Jakarta,” jelas Kepala Seksi Karantina Hewan Balai Karatina Kelas I Pertanian Pontianak, Drh Yunita Wahyuningsih, di lokasi pemusnahan di kawasan Sungai Raya Dalam, Pontianak, Kamis (23/5/2013).

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak, Faisal Noer, menambahkan pemilik barang belum diketahui. Hanya sopir truk yang membawa daging sapi dan ayam impor itu yang diproses.

“Sopir bernama Abdurahman, warga Pontianak,” Faisal Noer.

Dalam kesempatan yang sama, petugas juga menyita 53.000 butir bibit sawit asal Medan, Pekanbaru, dan Balikpapan yang tak dilengkapi dokumen sah seperti delivery order, sertifikat dari sumber benih yang resmi, surat persetujuan penyaluran benih kelapa sawit dan sertifikat kesehatan antar area. Namun karena pemiliknya tidak dapat memenuhi kelengkapan dokumen itu selama 14 hari, maka barang-barang ikut dimusnahkan.

sumber:www.detik.com

Juni, RUU Aparatur Sipil Negara Rampung

JAKARTA (SegmenNews.com)— Presiden Susilo Bambang sudah setuju dengan subtansi draf Rancangan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN). Draf RUU tersebut diharapkan bisa rampung dan diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat pada Juni 2013 untuk dibahas.

“Bapak (SBY) sudah oke. Awal Juni ingin sudah final,” kata Menteri Pendayaguanaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia Azwar Abubakar seusai sidang kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (23/5/2013), membahas RUU ASN.

Azwar berpendapat, RUU ASN sangat baik untuk reformasi birokrasi. Sistem promosi jabatan, kata dia, menggunakan meritocracy system. Persaingan jabatan eselon I dan II akan lebih sehat dan terbuka. “Bukan hanya (dilihat) kepintaran, tapi juga kesetiaan,” ucapnya.

Seperti diberitakan, ASN merupakan respons atas kritikan terhadap APBN. Salah satu kelemahan utama APBN, yakni alokasi anggaran paling banyak untuk belanja pegawai. Dalam APBN 2013, anggaran belanja pegawai mencapai Rp 241 triliun. Sebanyak Rp 212 triliun di antaranya untuk gaji dan tunjangan PNS.

Salah satu aturan penting dalam RUU ASN, yakni akan dikelompokkannya PNS menjadi aparatur sipil negara dan pegawai tidak tetap. Untuk aparatur sipil negara, mereka tetap diberikan tunjangan pensiun. Namun, tidak untuk pegawai tidak tetap.

sumber: www.kompas.com

Waspada! 1.892-an Warga Riau Telah Terinfeksi HIV/AIDS

ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Riau, Mursal Amir mengatakan, sekitar 1.892 warga Riau terinfeksi virus HIV/AIDS.

“Sekitar 1.030 orang menderita Human Immunedeficiency Virus (HIV). Kemudian, sebanyak 862 berada pada tahap lanjut, Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS),” ujarnya kepada wartawan, Kamis (23/5/2013).

Dia mengatakan, jumlah tersebut tersebut masih belum semua terdata. Karena banyak orang yang berada di wilayah rawan tertular HIV/Aids enggan memeriksakan diri. Sehingga, ibarat teori gunung es, hanya permukaannya saja yang nampak.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk meminimalisir berkembangnya penyakit mematikan itu, pihaknya selalu mensosialisasikan tentang penularan HIV/AIDS.(rn/knc)

Foto Pegawai Main Games, Wartawan Diseret Keluar

ilustrasi
ilustrasi

Bengkalis (SegmenNews.com)– Oknum pegawai di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bengkalis diduga melakukan pelecehan kepada wartawan saat ingin melakukan konfirmasi ke dinas tersebut, Kamis (23/5). Pegawai Dispenda tersebut sengaja melakukan bentrok fisik kepada wartawan dengan melakukan dorongan hingga menyeret wartawan ke luar ruangan.

Andrian Deri, salah satu wartawan di Media Harian Detil yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan tersebut mengaku sangat kecewa terhadap tindakan salah satu pegawai di ruangan Bidang Pendataan tersebut. Perlakuan kasar oknum pegawai kepada dirinya melakukan pengusiran dengan mendorong hingga kepalanya hampir berbentur dengan pintu kaca di dinas tersebut.

“Jujur saya sangat tidak senang dengan perlakuan kasar pegawai tersebut. Kepala saya hampir terantuk dengan pintu kaca ketika dia mendorong dan menyeret saya keluar ruangan,” akunya.

Diceritakan Deri, mulanya ia ingin melakukan konfirmasi Kepala Dinas Dispenda yang kebetulan tidak berada di tempat. Saat tiba di dinas tersebut, Deri yang saat itu juga bersama salah satu wartawan media online, Ferizal tidak mendapati satu orang pun berada di meja piket security. Ketika Ferizal mencoba masuk ke salah satu ruangan yang tepatnya di sebelah ruangan Sekretaris Dispenda ditemui lima orang pegawai Dispenda tengah asik main game balap dan diambil fotonya.

Setelah itu lanjutnya, salah seorang pegawai yang mengaku Kepala Keamanan mendatangi dan membentak Ferizal yang saat itu sudah berada bersamanya di ruangan Bidang Pendataan Dispenda tersebut. Pegawai tersebut memaksa agar ferizal menghapus fotonya dan menyuruh agar Ferizal menyerahkan kameranya.

“Pria tersebut meminta Ferizal untuk menyerahkan kamera agar dihapus foto tersebut sambil membentak-bentak sambil melototkan matanya,” katanya.

Setelah itu dikatakan Deri, ketika ia mencoba masuk ke ruangan Bidang Pendataan dan Pendapatan, lagi-lagi wartawan mendapat perlakuan kasar dari oknum pegawai lainnya ketika ingin melakukan konfirmasi kepada Kepala Bidang. Pegawai tersebut mendorong dan ditarik-arik hingga kepalanya hampir berbenturan dengan pintu kaca.

“Saya di usir keluar dan kemudian ia mendatangi saya. Disitulah saya di dorong dan ditarik keluar hingga kepala saya hampir kejeduk pintu kaca. Kemudian seorang pegawai perempuan mendatangi saya dan meminta maaf atas kejadian tersebut,”ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Salah satu tokoh masyarakat Bengkalis, Dakeslim SE mengecam prilaku oknum pegawai Dispenda tersebut. Pelecehan kepada wartawan tersebut sama saja sudah menghalangi kerja wartawan yang sudah di lindungi UU Pers No 40 tahun 1999 dan UU No 18 tahun 2008 tetang keterbukan informasi publik dan menghalagi pers dalam melakukan liputan.

“Pelecehan kepada wartawan sama saja menghalangi kebebasan pers sesuai UU Pers. Kepada oknum tersebut akan di jerat UU Pers dan bisa ancam hukuman kurungan penjara. Sedangkan Bupati Bengkalis saja pernah menyatakan agar wartawan saat bertugas di layani dengan baik,” geramnya.

Menyangkut 5 orang yang asik bermain game di saat jam kerja tersebut, dilanjukan Dakeslim, kantor yang digunakan oleh lima pegawai tersebut bukan untuk bermain game, melainkan tempat pelayanan publik. Ia meminta kepada Kepala Dispenda untuk memberikan tindakan terhadap prilaku buruk pegawainya, apalagi pelecehan yang dilakukan kepada wartawan.

“Ini sama saja Kepala Dispenda gagal dalam membina anak buahnya. Kepada Kepala Dispenda saya harap agar ada tindakan tegas dan memberikan sangsi kepada 5 pegawai bermain game saat jam kerja. (rn/urc)

 

Aktifis FP3A2 Siak Tuntut Proyek Bebas KKN

Demo kantor Bupati dan Kejari Siak
Demo kantor Bupati dan Kejari Siak

Siak (SegmenNews.com)– Belasan aktifis Forum Pemantau, Penyelenggara, Penyelamat APBD dan Aset (FP3A2) Kabupaten Siak, Kamis (23/5/13), menggelar aksi demo dengan tema ” Siak Berhemat dan Bebas KKN”. Aksi pendemo yang dikoordinis Firdaus ini dimulai dari halaman kantor Bupati Siak, dan berakhir di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) dengan pengawalan Satpol PP dan Polres Siak.

Dalam orasi yang disampaikan Firdaus bahwa, adanya dugaan-dugaan KKN dalam pelaksanaan berbagai proyek di Pemerintah Daerah (Pemkab) Siak melalui dinas-dinas yang ada. Selain itu juga diungkapkan, adanya pemborosan anggaran yang diketahui mereka dari nilai penawaran dikurangi nilai penawaran terendah.

“Kita melihat di tahun 2012 lalu, diduga banyaknya pemborosan anggaran yang diajukan dengan nilai penawaran terendah yang dimenangkan. Ditahun lalu (2012,red) diduga pemborosannya sekitar Rp 8,1 miliar,” terang Firdaus.

Selain itu Firdaus juga mengungkapkan bahwa, untuk mendapatkan satu proyek di Pemkab Siak diduga ada pembeking dan kedekatan hubungan serta berani kongkalikong.”Untuk mendapatkan proyek tidak mudah, kita harus punya kedekatan, kongkalikong, hingga beking-bekingan,” ujarnya.

Aksi mereka di kantor Bupati Siak diterima Asisten II Syafrilenti, dan ia mengatakan ungkapan terima kasih karena masih dengan adanya pemantauan atas kinerja jajaran Pemkab Siak.”Kami mengucapkan terima kasih atas pemantauan yang dilakukan, dengan adanya hal ini tentunya akan menjadi perhatian kita,” ujarnya.

Setelah memberikan beberapa dokumen ke perwakilan Bupati Siak, aksi demo berlanjut ke kantor Kejari Siak. Disama lagi-lagi orasi dilancarkan, disana para pendemo diterima Kasi Intelijen Kejari Siak Tri A.Mukti.

Usai berorasi, Kasi Intel Tri A.Mukti menanggapinya. Ia mengatakan, dalam hal ini janganlah main hakim sendiri dengan memfonisnya tampa proses, gunakan praduga tak bersalah. Selain itu Tri juga mengatakan, akan mempelajari dokumen-dokumen yang diberikan.

“Tentunya dalam hal ini, janganlah kita memponis seseorang itu bersalah, mari kita gunakan azaz praduga tak bersalah. Dan untuk tanggapan dokumen dugaan KKN ini, tentunya akan dipelajari,” terang Tri A.Mukti.

Setelah berorasi di dua kantor pemerintah tersebut, akhirnya sekitar pukul 13.00 WIB membubarkan diri dengan tertip. (rinto)

Wuihh, Suami Istri Bertarung Lawan 4 Perampok di Pelalawan

ilustrasi
ilustrasi

Langgam (SegmenNews.com)– HM Sidik (52) dan istrinya Tiban (40) warga Desa Penarikan, Langgam, Pelalawan terpaksa bertarung melawan perampok yang mencoba masuk dan menyerang mereka. Atas keberanian mereka, perampok gagal melaksanakan niat jahatnya.

Dari berbagai sumber yang dirangkum SegmenNews.com, di lokasi Desa Tambak, KM 10, Langgam, suami istri tersebut sedang tertidur lelap di rumahnya setelah lelah membuka lahan kebun, Senin (20/5). Tiba-tiba sekitar pukul 22:30 Wib malam mereka dikejutkan dengan langkah kaki. Merasa curiga, Sidik pun membuka pintu.

Namun tiba-tiba, setelah membuka pintu, Sidik diserang oleh 4 orang pria yang menggunakan penutup wajah dengan broti (kayu balok). Reflek, Sidik menangkis serangan itu. karena perlawanan tak seimbang, Sidikpun babak belur di hajar 4 pria yang diduga perampok itu. Sehingga wajah Sidik mengalami luka-luka.

Melihat suaminya mulai tersudut, Tiban mengambil senapan angin untuk menembak perampok. Belum sempat menggunakannya, senapan itu di rebut perampok, dan di pukulkan ke perut Tiban dengan keras. Sambil menahan rasa sakit, Tiban berteriak meminta pertolongan.

Rupanya jeritan minta tolong Tiban menciutkan nyali para perampok, mereka pun kabur tanpa membawa hasil rampokan.

Kapolres Pelalawan, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Johan Rivai SE,SH, kepada wartawan, Rabu (22/5) kemarin membenarkan kasus percobaan perampokan tersebut.

“Kita sudah mengetahui identitas pelaku, dan kasus ini masih dalam penyelidikan,” ujarnya.(d3n/rz)

 

Warga Resahkan Kelakuan Sopir Bus Trans Metro Pekanbaru

Bus Trans Metro Langgar aturan menaikkan dan menurunkan penumpang
Bus Trans Metro Langgar aturan menaikkan dan menurunkan penumpang

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Kelakuan sopir Bus Trans Metro kerap meresahkan pengendara dan penumpang. Pasalnya, para supir tidak mengindahkan peraturan menaikkan, dan menurunkan penumpang di halte yang telah disediakan.

Salah satu penumpang Trans Metro, Sulaiman (32) ketika di konfirmasi SegmenNews.com di halte jalan kaharuddin Nasution, samping puskesmas, Kamis (23/5/13) mengaku kesal atas keterlambatan kedatangan bus ke halte, pasalnya, bus trans metro BM 7678 TU tersebut beberapa kali berhenti disembarang tempat. Padahal, dirinya harus buru-buru mau mejenguk saudaranya ke rumah sakit.

“Bus Trans Metro itu berhenti seenaknya saja, padahal halte naik dan menurunkan penumpang sudah ada. Ini jelas merugikan kita sebagai penumpang. Kami mau cepat jadi lambat,” keluhnya.

Keluhan terhadap Bus Trans Metro juga di sampaikan pengendara mobil, Reza (35). Akibat bus trans metro berhenti di sembarang tempat membuat kemacetan panjang, sehingga mengganggu akses lalulintas.

“Seharusnya pihak terkait menindak para sopir yang melanggar aturan menaikkan dan menurunkan penumpang. Buat apa Halte di bangun dengan dana APBD cukup besar, kalau toh bus itu masih berhenti di sembarang tempat. Sikap sopir itu jelas merugikan orang banyak,” kesalnya. (achir)