Beranda blog Halaman 2925

Wabup Siak: PPTK dan Bendahara harus ditetapkan dulu

wabup SiakSiak (SegmenNews.com)– Pengguna anggaran APBD Siak diminta agar menetapkan Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) termasuk bendaharawannya sebelum APBD disahkan DPRD.

hal itu disampaikan Wakil Bupati Siak Drs. H. Alfedri, M. Si saat membuka pelaksanaan sosialisasi Perpres No.70 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas Perpres No. 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang jasa.

Kata Wabup, dengan adanya sosialisasi peraturan ini diharapkan para pejabat di lingkungan Pemkab Siak bisa menambah wawasan dan bermanfaat dalam melakukan kegiatan barang dan jasa di Kabupaten Siak.

“Pemerintah Kabupaten Siak terus berusaha memperbaiki sistem penyediaan barang dan jasa yang disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Hal tersebut bertujuan agar pengadaan barang dan jasa yang dilakukan bisa lebih berkualitas,” terang Wabup Siak Alfedri.

Tambahnya lagi, pelaksanaan kegiatan barang dan jasa mulai dari pelaksanaannya sampai akhir pelaksanaanya akan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setiap tahunnya. “Ini semua dalam mempercepat pelaksanaan barang dan jasa, sehingga roda perekonomian di Kabupaten Siak bisa berjalan sesuai aturan, apalagi selama ini,roda perekonomian Kabupaten Siak, masih tergantung dengan dana APBD Kabupaten Siak pada setiap tahunnya,” kata Wabup lagi.

Dikatakan Wabup, tahun 2012 lalu progres fisik yang dilakukan oleh SKPD Kabupaten Siak mecapai 95 persen, sedangkan penyerapan anggarannya hanya 87 persen. Menurut Alfedri masih terdapat ketimpangan disebabkan adanya sisa tender yang terjadi di masing masing SKPD. (rin)

 

Bupati Siak Sampaikan Empat Pokok Percepatan Pembangunan

bupati siak 2Siak (SegmenNews.com)– Percepatan pembangunan pedesaan ada empat masalah pokok yang satu sama lain saling berkaitan. Bila empat pokok ini dapat disinkronkan dan dapat diatasi, percepatapan pembangunan di pedesaan tersebut dapat berjalan secara berimbang.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Siak Drs. Syamsuar, M. Si saat memberikan arahan pada salah satu acara daerah di Siak kemarin. Empat masalah pokok tersebut yang pertama adalah kemiskinan, baik kemiskinan absolut maupun kemiskinan relatif.

Kemiskinan absolut bermakna bahwa ketidakmampuan masyarakat pedesaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak berdasarkan garis kemiskinan yang telah ditentukan. Sementara kemiskinan relatif berkaitan dengan ketidakmerataan pemilikan aset dan pendapatan di wilayah pedesaan.

Hal ini yang sering kali juga memperburuk kondisi masyarakat yang mengalami kemiskinan absolut dan berpotensi menimbulkan masalah-masalah sosial lainnya.

Yang kedua adalah masalah yang berkaitan dengan sumber daya manusia, yaitu masalah tekanan penduduk dan ketenagakerjaan. Masalah ini berhubungan dengan tingkat pertumbuhan alami, tingkat kesehatan, tingkat pendidikan, tingkat produktivitas yang rendah dan tingkat pengangguran.

Sedangkan untuk pokok masalah ketiga adalah keterbatasan infrastruktur fisik, ekonomi dan sosial yang sudah menjadi masalah klasik dalam pembangunan pedesaan. Terakhir, kelembagaan. Yaitu masalah aturan, prosedur dan organisasi masyarakat dalam mencapai hasil yang diinginkan. “Oleh sebab itu, masalah-masalah yang timbul di pedesaan tersebut harus mendapat perhatian dari kita bersama,” kata Bupati. (rls/rin)

Warga Siak Diimbau Dukung Pilkada

pilkadaSiak (SegmenNews.com)- Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Siak, Yurnalis, S. Sos, M. Si mengimbau masyarakat Siak untuk menciptakan Pemilu Kepada Daerah yang sejuk, aman dan damai, terutama untuk Pemilukada yang akan tak lama lagi akan dilaksanakan, yakni pemilihan Gubernur Riau dan Wakil.

Yurnalis S,Sos menyebutkan, sosialisasi Pilgubri sebenarnya merupakan gawe Kesbangpolinmas Provinsi Riau. Akan tetapi, atas Intansi yang sama maka daerah juga akan menindaklanjuti sosiliasasi tersebut hingga ke pelosok sesuai dengan tupoksi yang ada.

Kepada seluruh elemen, saat menghadapi Pilgub dan Pileg mendatang agar menciptakan pemilu yang sejuk, aman dan damai di Negari Istana ini,” ujar Yurnalis.(*rin)

Geger “Asmara Gila” Ibu RT Cabuli 8 ABG

Emayartini alias May diperiksa polisi (vivanews)
Emayartini alias May diperiksa polisi (vivanews)

SegmenNews.com– Emayartini alias May (38) ibu RT yang mencabuli delapan remaja memang sudah lama menjadi bahan gunjingan anak muda di kompleks Perumnas Korpri, Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu, Bengkulu.

May yang kini ditahan di Polres Bengkulu Kota, mengakui melakukan hubungan badan dengan para ABG alias “anak baru gede” di kompleksnya. Hubungan itu terjadi setelah hubungan asmara May dengan DM (14), salah satu korban, bubar atau putus.

DM diperkirakan memiliki pacar yang masih seumuran dengan dirinya.

May kemudian cemburu. Meski hubungan keduanya sempat mesra lagi, tapi DM yang suka gonta-ganti pacar membuat May mengambil sikap tegas dan mengakhiri hubungannya.

Dari sinilah muncul dugaan DM membuka cerita asmaranya dengan May, dan soal hubungan hangatnya di kamar May.

“Memang perbuatan itu dilakukan karena suaminya sudah tidak bisa memuaskan. Sudah sering dan sudah lama. Bahkan ada satu anak yang minta berkali-kali,” kata Kasat Reskrim Polres Bengkulu Kota, Ajun Komisaris Dwi Citra Akbar kepada VIVAnews.

Ditambahkan Akbar, berdasarkan keterangan May, salah satu anak diajak ke kamar dan diminta untuk mengeroki dan memijit badannya. Lalu, korban pakaian korban dilucuti oleh May.

“Minta dikerok tapi korban malah telanjangin. Sejak suaminya sakit diabetes itulah May mulai berhubungan dengan anak di kompleksnya,” kata Akbar lagi.

Menurut Akbar, rumah May yang sepi dan lepas dari pengamatan tetangga memang menjadi tempat berkumpul anak-anak di kompleks Korpri.

“Memang ada satu atau dua anak sering main. Tapi pasti ada dugaan anak-anak ini sering membicarakan tentang si tante,” katanya lagi.

Meski secara fisik kondisi May baik-baik saja, guna melengkapi berkas pemeriksaan, polisi akan melakukan tes kejiwaan terhadap May. Bila terbukti bersalah, yang bersangkutan akan dijerat dengan Pasal 81 dan 82 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun.

Karena tidak ada bukti visum, penyidik akan mengumpulkan keterangan dari pelaku, korban dan saksi. Sudah dua korban diperiksa. Mereka adalah RAL (14), eks pelajar dan Dn (14) pelajar kelas 1 SMP.

“Dua saksi, orang tua korban juga kami mintai keterangan, masing-masing adalah Mn dan LS. Suami pelakPara ABG.

 

sumber: vivanews

MUI Temukan Tempat-Tempat Rahasia Eyang Subur

eyang suburSegmenNews.com– Pihak MUI akhirnya menyambangi kediaman Eyang Subur di kawasan Jalan Beringin III, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Sekira lima orang tim MUI menyambangi kediaman bekas guru spiritual Adi Bing Slamet itu.

Meski enggan menjelaskan hasil kedatangannya. Namun, kegiatannya tersebut dipastikan bagian investigasi timnya.

“Kita hanya melakukan investigasi, kita akan melaporkan ke tim, ini tim kecil. Lalu tim akan melaporkan ke tim harian,” kata Ketua Komisi Pengkajian Aliran Keagamaan MUI, Utang Ranawijaya,saat ditemui di kediaman Eyang Subur, Kamis (18/4).

Meski tidak mau menjelaskan secara detail, namun tim berhasil memasuki tempat-tempat yang dianggap rahasia di kediaman paranormal fenomenal itu.

“Tempat-tempat yang perlu diketahui, katanya ada tempat-tempat yang dicurigai sebagai tempat praktek pedukunan. Terus tidak ada tempat yang enggak boleh didudukin,” tandasnya seperti yang dikutip dari okezone.com.(*)

Kebakaran Meluas, Kabut Asap di Bengkalis Makin Tebal

ilustrasi
ilustrasi

Bengkalis (SegmenNews.com)– Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bengkalis meluas. Setelah kobaran api di Pulau Bengkalis berhasil dipadamkan, kini giliran lahan di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bukitbatu yang terbakar. Tidak kurang 30 hektare lahan masyarakat sejak Rabu (17/4) sore terbakar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bengkalis, Jaafar Arief melalui Kabid Damkar, Suiswantoro mengatakan, dirinya bersama tim Masyarakat Peduli Api (MPA) Tanjung Leban, Manggala Agni Desa Temiang dan Regdam BPBD Damar sedang berada di Tanjung Leban melakukan pemadaman.

Lokasi lahan yang terbakar berhampiran dengan lahan PT Arara Abadi. Saat ini Regu Pemadam Kebakatan (RPK) perusahaan sudah membatasi areal kebakaran guna mengantisipasi wanti agar tidak merembet sampai ke lahan perusahaan.

Selain di Tanjung Leban, kebakaran juga terjadi di Bukit Kembar dan Bukit Sembilan. Kebakaran di dua lokasi tersebut sudah terjadi sejak akhir Maret lalu. Pihak perusahaan sudah menerjunkan 100 personil untuk melakukan pemadaman.

Titik Api

Belum diketahui asal mula titik api yang membakar lahan bekas HPH perusahaan. Ada indikasi akibat ulah oknum masyarakat yang melakukan pembersihan lahan. Sementara itu kebakaran hebat yang membakar puluhan hektar lahan masuarakat di Desa penampi dan Wonosari Bengkalis sudah berhasil dipadamkan. Selama lima hari tim Damkar BPBD berjibaku melakukan pemadaman.

Sementara pantauan di Kota Bengkalis kabut asap makin parah. Jika sebelumnya hanya kabut diserta bau asap saja, sejak kemarin kabut sudah diserta debu bekas pembakaran. Kondisi ini membuat mata menjadi perih terkena debu bekas pembakan, terutama bagi pengandara sepeda motor. (rn/hr/knc)

Rumah, Tabungan Haji Pedagang Sosis Ludes terbakar

Warga di bantu tim Pemadam kebakaran memadamkan api
Warga di bantu tim Pemadam kebakaran memadamkan api

 

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Malang nasib suami istri, Karim (50) dan istri Lina warga Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu, rumah dan seluruh tabungan dan kartu haji beserta peralatan rumah tangga dan elektroniknya ludes terbakar, Jum’at (19/4/2013).

Dikatakan tetangga korban, Sulastri (19) kejadiannya bermula sekitar pukul 09:30 Wib, saat itu dirinya hendak menyapu rumah persis di samping rumah korban, saat itu ia melihat api sudah mulai membesar dari arah dapur rumah korban yang saat itu sedang kosong. Sulastri panik dan berteriak meminta tolong tetangganya.

Selang beberapa menit kemudian masyarakat berdatangan mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Hitungan menit juga 2 unit mobil kebakaran meluncur membantu pemadaman.

Pantauan dilapangan, pemadaman yang berhasil dilakukan sekitar setengah jam kemudian tak mampu menyisakan peralatan rumah tangga korban. Seluruh alat elektronik, alat rumah tangga ludes terbakar, rumah korban nyaris rata dengan tanah. Hanya beberapa potong pakaian dan kasur yang terselamatkan.

“Saya melihat api dari arah dapunya. Rumah itu sedang kosong, suaminya kerja membawa becak, sedangkan istrinya jualan sosis di pasar modern,” ungkap Sulastri.

Menurut Lastri, tetangganya itu selama ini memasak menggunakan kayu api dan tidak pernah memasak dengan kompor. Diduga api berasal dari korsleting listrik.

Pemilik rumah menangis histeris saat melihat rumahnya sudah ludes di lalap api. Warga mencoba menenagkan pemilik rumah.

Kepedihan yang dirasakan korban tak sampai disitu. Menurut kaka ipar korban, Maimunah, tabungan yang di cicil dari hasil berdagang untuk naik haji juga ludes terbakar berikut kartu hajinya.

“Kami sama-sama mendaftar haji, kartu hajinya terbakar. Uang yang selama ini di cicilnya untuk naik haji juga habis terbakar,” sedih Maimunah.

Terakit kartu haji yang terbakar, Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi mengharapkan korban tak perlu khawatir, sebab kartu haji yang terbakar bisa di ganti dengan melampirkan surat laporan terbakar dari pihak kepolisian dan di urus di kantor Kemenag. (r4n)

Gila! Suami Nekad Tikam Istri Sedang Hamil 7 bulan di Pelalawan

pisauPangkalan Lesung (SegmenNews.com)– Malang nasib Lestari Pancarani (21) warga Estate desa Pesaguan, Kacamatan Pangkalan Lesung, kabupaten Pelalawan, di tengah hamil 7 bulan bukannya mendapatkan perhatian khusus dari sang suami. Malahan suaminya nekad menusukkan sebilah pisau ke perut ibu muda ini.

Akibat tusukan pisau diperut Lestari mengakibatkan anak dalam kandungannya meninggal dunia. Walaupun korban sempat di rujuk kerumah sakit umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci.

Dari laporan abang kandung korban, Susanto, kejadiannya bermula, Selasa (16/4/2013) katanya, rumah korban tak jauh dari rumahnya. Saat dia hendak berangkat kerja dan menunggu mobil pengangkut sawit, sekitar pukul 09:00 Wib pagi, tiba-tiba dia mendengar jeritan adiknya.

Diapun mencari asal suara itu, di dalam kamar rumah adiknya, ditemukan adiknya (Lestari Pancarani, red) terbaring sambil memegang perutnya yang tengah hamil tujuh bulan berlumuran darah, tangis histeris menahan sakitpun terlontar dari mulut korban. Di kamar tidak ditemukan, Hendrik (suami korban).

Dengan batuan warga yang datang, korban sempat di bawa ke klinik PT Musi Mas dan akhirnya dirujuk ke RSUD Selasih. Karena mengalami pendarahan yang cukup parah. Malang nasib si jabang bayi tidak bisa di selamatkan.

Kejadian tersebut dilaporkan abang korban kepihak kepolisian Polsek Pangkalan lesung, Rabu (17/5). Dari pengejaran kepolisian yang menduga pelakunya adalah suami korban hingga ke Pekanbaru. Hari itu juga dibantu Polsek Payung Sekaki Pekanbaru, pelaku tertangkap saat sedang menunggu bus di terminal AKAP pekanbaru.

Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo SIk melalui Kapolsek Pangkalan Lesung AKP S Manulang membenarkan adanya kasus penganiayaan berat terhadap seorang wanita bernama Lestari Pancarani.

“Ya, setelah melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Payung Sekaki Pekanbaru, saat ini pelaku telah berhasil kita amankan saat tengah menunggu bus dibundaran terminal AKAP Pekanbaru dan dalam perjalanan menuju Mapolsek Pangkalan Lesung,” terang Kapolsek.

Polisi menemukan barang bukti (bb) berupa sebilah pisau kecil dan 1 stel daster yang diduga milik korban yang tidak lain merupakan istri tersangka. Namun, secara pasti pihaknya belum mengetahui apa motif yang menyebabkan tersangka tega menikam istrinya sendiri.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Namun demikian pelaku kita tetapkan telah melakukan penganaiayaan berat terhadap istrinya,” tutup Kapolsek. (dn/rz)

Sst, Eyang Subur Gak Bisa Baca Al Fatihah

eyang suburSegmenNews.com– Majelis Ulama Indonesia mengaku telah melakukan pertemuan dengan Eyang Subur, beberapa hari lalu.

Saat pertemuan, MUI sempat meminta Eyang Subur membaca surat Al Fatihah. Lucunya, Eyang yang memiliki banyak pengikut tidak mampu membaca surat Al Fatihah dengan benar.

“Tapi kita tidak nyuruh salat, cuma baca surat Al Fatihah. Dia (Eyang Subur) cuma tersendat-sendat bacanya. Ada ayat yang dia lupa,” kata Ketua MUI, Umar Shihab, Kamis (18/4).

Menurut Umar, jika seseorang sering membaca surat yang terkandung dalam Alquran, tentu tidak akan salah. Karena melihat keterbatasan ini, maka pihak MUI ingin membina Eyang Subur.

“Kalau orang yang jarang baca Al Fatihah pasti akan salah. Jelas dong, dia harus dibina, harus tobat,” tandasnya seperti yang dikutip dari okezone.com.(*rn/snc)

Suap PON,Tujuh Legislator Riau tanpa Seragam KPK

 Roem Zein memakai baju batik saat sidang Kamis 18/4/2013
Roem Zein memakai baju batik saat sidang Kamis 18/4/2013

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Pada sidang lanjutan, Kamis (18/4) di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri Pekanbaru, tujuh anggota DPRD Riau terdakwa kasus dugaan suap revisi Perda tentang Penambahan Anggaran untuk Lapangan Tembak PON XVIII Riau, terlihat tidak menggunakan pakaian ‘seragam’ KPK.

Masing-masing terdakwa adalah Abu Bakar Sidik, Zulfan Heri, Andrian Ali, Tengku Muhazza, Roem Zein, Syarif Hidayat, dan Tourecan Asyari. Mereka hanya menggunakan pakaian batik dan menebar senyum kepada yang hadir pada persidangan tersebut.

Tidak itu saja, mereka juga tidak lagi terlihat ada pengawal yang mengawasinya dan mereka tidak masuk pada ruangan (sel, red) yang ada biasa digunakan untuk semua tahanan sebelum mereka disidangkan.

Kepada wartawan, Siswanto, SH, MH, salah seorang JPU KPK yang juga jaksa penuntut terdakwa mengaku tidak berwenang memerintahkan terdakwa.

“Saya tidak punya wewenang memerintahkan terdakwa supaya memakai jaket tahanan. Saya hanya selaku Jaksa Penuntut,” ujarnya.

Saat sidang, katanya, terdakwa tidak diwajibkan memakai segaram tahanan KPK. Tapi kalau di luar persidangan terdakwa harus memakai seragam tersebut. (r4n/knc)