Beranda blog Halaman 2927

250 Unit RLH Pekanbaru Bakal Direalisasikan

Ilustrasi
Ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Ditahun pertama 2013, Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah Kepemimpinan Walikota Firdaus MT, akan memberikan 250 rumah layak huni bagi 12 Kecamatan di Pekanbaru. Bantuan yang diberikan dalam bentuk bahan bangunan ini sebagai program simultan yang di tujukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Pekanbaru.

Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Pekanbaru Azmi, melalui Kabag Humas Kota Pekanbaru Azharisman Rozie Kamis (18/4) kepada wartawan menyatakan, ini salah satu program Walikota dalam mewujudkan visi kota Pekanbaru yang metropolis dan madani.

“Yang madani berarti kehidupan masyarakatnya harus sejahtera, untuk meningkatkan ini maka ada program bantuan pembangunan rumah layak huni bagi keluarga miskin. Jumlahnya tahun ini mencapai 250 unit,” ujar Haris.

Sistem penyalurannya akan bekerjasama dengan organisasi masyarakat setempat yang ada di setiap Kelurahan.

“Selekasinya kini sudah dimulai, keluarga yang berhak mendapatkan keluarga miskin yang memiliki lahan. Seleksi di lakukan dan di usulkan oleh Kelurahan masing-masing,” terang Azmi.

Menurut Haris, sembari seleksi, sosialisasi, dan pembuatan rancangan peraturan Walikota (ranperwako) rumah miskin juga akan di gelar.

“Adapun tipe bangunan yang akan di bangun tipe 36, dengan anggaran per rumahnya Rp36 juta, dana pembangunan ini di ambil dari APBD tahun 2013, dan di sebar bagi 12 Kecamatan,” sampainya. (rn/ur)

Gubri Diminta Arif Tangani Masalah Kekosongan Sekda

staf ahliJakarta (SegmenNews.com)– Gubernur Riau Rusli Zainal diminta bersikap arif dan segera mengangkat Pelaksana Tugas (Plt) Sekdaprov Riau agar roda pemerintahan tidak terganggu. Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) juga berpendapat Gubri juga harus berjiwa besar dalam menangani soal ini.

“Gubri sebaiknya bersikap lebih arif dengan mengangkat Sekda agar roda pemerintahan sehari-hari tidak terganggu dan memberikan pelayanan kepada masyarakat Riau secara maksimal,” kata Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Hukum dan Hubungan Antar Lembaga yang juga Juru Bicara Kemendagri Reydonnyzar ‘Donny’ Moenek di Jakarta, Rabu (17/4).

Donny mengatakan apabila sejak 1 April lalu, kursi Sekda Riau masih mengalami kekosongan yang bisa mengganggu aktivitas pemerintahan, hal itu sepenuhnya merupakan tanggungjawab seorang kepala daerah bagaimana menyelenggarakan pemerintahan tetap berjalan secara baik. Karena itu sangat disayangkan jika Gubri masih bersikeras mengingingkan Sekda definitive dan tak mengangkat Plt Sekda dengan alasan ada hal-hal teknis yang tidak bisa dikerjakan oleh Plt Sekda tersebut.

”Kemendagri masih melakukan proses evaluasi tiga nama usulan calon Sekda. Jadi selama proses Sekda definitif masih berproses apa susahnya, gubernur mengangkat Plt. Sekda karena itu merupakan wewenangnya. Saat inilah dibutuhkan kearifan seorang Gubri dalam menyikapi situasi yang ada agar situasi tidak semakin keruh,” katanya. (**)

Bupati Achmad Ajak Mursyid Hadiri Wirid Tarekat Bulanan

Bupati Achmad memberikan sambutan di acara wirit tarekat naqsabandiah
Bupati Achmad memberikan sambutan di acara wirit tarekat naqsabandiah

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Bupati Rokan Hulu, Drs H Ahmad Msi mengingatkan kepada jemaah tarikat Naqsabandiah di Kabupaten Rokan Hulu agar selalu menjaga tali persaudaraan dengan mengikuti wirid bulanan tarikat Naqsabandiah.

Hal itu disampaikan Bupati saat memberikan sambutan di acara wirid Tarikat Naqsabandiah di Surau Suluk Syekh Ibrahim,dusun kampung baru, Kecamatan Rambah, Kamis (18/4/2013) yang dihadiri oleh jemaah Tarikat Naqsabandiah dari 16 Kecamatan di Kabupaten Rohul.

Selain itu, Bupati juga mengajak jemaah selalu mengikuti segala kegiatan di Surau Suluk. Dengan itu amalan-amalan sesuai perintah allah akan meningkat. Apalagi pada kegiatan wirid kali ini mendatangkan ustadz Somat Lc, MA juga di hadiri oleh Porkopinda dan pengurus Mursyid dari Padang Sidimpuan dan Dari Sumatera Barat (Sumbar).

Sampainya lagi, dengan adanya kegiatan ini tentunya tali silaturrahmi antar jemaah Rohul dengan Provinsi lain akan terus terjaga dan akan terjalin kebersamaan dan kesatuan yang kuat, begitu juga dengan masyarakat di Rokan Hulu sendiri.

Sedangkan untuk kenyamanan dalam beribadah, Bupati juga menyampaikan kepada pengurus Surau Suluk agar mengajukan perehapan dan pembangunan surau suluk ke Pemda sebelum tahun pembangunannya.

“Dengan terjalinnya tali silaturrahmi jemaah tarekat Naqsabandiah dan masyarakat. Didukung juga dengan fasilitas surau suluk yang nyaman, maka diharapkan menambah suasana sejuk di Kabupaten Rokan Hulu berjuluk Negeri Seribu Suluk ini,” harap Bupati. (adv/humas)

Dewan Pelalawan Temukan Bangunan PKS Tanpa Izin

Kerumutan (SegmenNews.com)- Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD Pelalawan bersama BLH, BPN, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, serta Pemerintah Kabupaten dan desa turun meninjual lokasi perkebunan sawit milik PT Mekar Alam Lestari (PT MAL) di Kecamatan Kerumutan yang bermasalah dengan masyarakat tersebut, Selasa (15/4) lalu.

Namun tim Pansus di kejutkan adanya temuan pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT MAL di areal perkebunananya tersebut. Sementara pihak BLH maupun Pemda Pelalawan tidak pernah mengeluarkan izin terkiat pembangunan PKS tersebut.

Ketua Pansus DPRD Pelalawan Nasarudin SH MH yang memimpin peninjauan lapangan tersebut, mengaku sangat terkejut adanya bangunan PKS PT MAL itu. Setelah permasalahan CSR, KKPA dengan masyarakat setempat, serta perizinan kebun sawit mereka belum selesai di bahas di dewan. Tapi malah diam-diam membangun PSK di negeri Bono tersebut.

“Hebat PT MAL ini, belum ada izin malah membangun PSK. Jadi berarti keberadaan PT PKS tidak terdaftar di Pelalawan. Sedangkan permasalahan sebelumnya juga belum ada penyelesaikan antara pihak perusahaan dengan masyarakat yang kini masih di bahas oleh tim Pansus. Makanya kita turun bersama-sama ingan instansi terkait untuk melakukan pengecekan. Tapi malah ada ditemukan bangunan PKS,” tegas Ketua Pansus didampingi Imustiar dari Komisi C DPRD Pelalawan.

Sedangkan dari hasil peninjauan tersebut terlihat kesibukan aktifitas para pekerja sedang membangun pabrik pengolahan kelapa sawit yang ada di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) mereka, parahnya selain tidak mengindahkan rekomendasi dewan agar tidak melanjutkan aktifitas pembangunan sebelum memperlihatkan perizinan yang diminta, pembangunan itu dilakukan oleh perusahaan sama sekali tidak memiliki izin apapun.

Usai meninjau lokasi pembangunan pabrik yang ada di kawasan HGU mereka, rombongan langsung menuju ke Kantor PT MAL yang jaraknya tidak begitu jauh dari lokasi Pabrik, disana rombongan diterima oleh manajer kebun PT MAL Fahrudin Lubis beserta sejumlah staf.

Namun ketika Fahrudin Lubis diminta untuk menunjukan sejumlah izin yang dimiliki PT MAL tidak dapat berbuat banyak dengan raut wajah memerah dan kebingungan.

“Semuanya di urus di Pekanbaru pak yang mengurus izinnya,” katanya singkat.

Kabid Amdal BLH Kabupaten Pelalawan, Eko Novitra mangaku pihaknya sejauh ini belum pernah mengeluarkan perizinan terkait lingkungan untuk syarat pembangunan PKS di PT MAL.

Seharusnya izin itu harus dikeluarkan baru mulai dikerjakan pembangunan pabriknya, ini malah sebaliknya Pabrik sudah mulai berdiri namun izin belum dibuat. Jadi kita minta pihak perusahaan untuk menghentikan pembangunan sementara PKS sebelum mengurus perizinan yang diminta,” ujar Eko.

Hal senada juga disampaikan oleh Rianto dari bagian perizinan, dia mengatakan untuk pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit ada tahapan-tahapan yang harus dilalui soal perizinan diantarany izin perinsip, izin lokasi, izin usaha produksi perkebunan, izin amdal, IMB bangunan.

“Kita punya aturan, jangan main bangun saja tapa punya izin. Memang ini daerah mereka yang tidak memiliki aturan saja,” ungkap Rianto.

Ditambahkan Nasarudin, bahwa hasil temuan pansus kalau PT MAL sudah melanggar sejumlah aturan dan tidak ada itikad baik untuk menuruti semua aturan pemerintah. Maka masalah ini nantinya akan di bicarakan dan dibahas ditingkat tim Pansus setelah itu akan dikonsultasikan ke pusat terkait sanksi atas semua pelanggaran yang dibuat oleh Perusahaan,

“Yang jelas nanti kita akan bahas dan kita akan kita pertanyakan soal sanksi untuk mereka ke pusat atas pelanggaran yang mereka buat, kalau kita menginginkan agar izin mereka di cabut dan dibekukan kegiatan mereka. Setelah tujuh tahun beroprasi bukan saja mengurus izin dan membayar pajak, tapi juga tidak terdaftar di Pelalawan hanya mencari untung di Pelalawan,” tambahnya. (dn/rz)

Harga Kunci Jawaban Unas di Mojokerto Rp 15 Juta

ilustrasi
ilustrasi

Mojokerto (SegmenNews.com)– Kunci jawaban Ujian Nasional beredar di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Di antaranya, di SMA Negeri 1 Puri. “Kunci jawaban sudah beredar sejak hari pertama ujian,” kata sumber Tempo, Rabu, 17 April 2013.

Menurut sumber tersebut, modus peredaran kunci jawaban unas di Mojokerto tergolong canggih. Selain ada koordinator yang mengaturnya, juga menggunakan sandi khusus dengan sebutan jendral atau sub jenderal.

Kunci jawaban unas beredar di kelas 12 IPS 3. Koordinatornya adalah Fh dan Dn. Kunci jawaban juga beredar di kelas 12 IPS 4 dengan koordinator Fr. Tiap-tiap kelas ada tiga koordinator yang tugasnya menerima atau mengedarkan kunci jawaban tersebut. Adapun untuk kelas 12 IPS 1 dikoordinatori oleh De.

Tempo berhasil mendapatkan kunci jawaban yang diduga asli. Ada dua bukti kunci jawaban yang diperoleh Tempo, yakni kunci jawaban untuk mata pelajaran Matematika dan IPS. Pada kunci jawaban ada tanda untuk mengecek kebenarannya.

Pada kunci jawaban yang beredar tersebut ada cuplikan soal nomer satu serta nomer 33. Satu kunci jawaban lainnya ada cuplikan nomor 1, 3, dan nomor 6. Dengan cuplikan tersebut, siswa bisa mengetahui kunci yang dia peroleh itu benar atau tidak. Setiap pagi sebelum ujian berlangsung, siswa-siswa sudah berebut untuk mendapatkan kunci jawaban tersebut.

Sumber Tempo tersebut juga menyebutkan bahwa kunci jawaban diperoleh dari SMA Negeri Soko, Mojokerto. Bahkan seminggu sebelum ujian, sudah berembus informasi akan ada kunci jawaban soal unas. Harganya mencapai Rp 15 juta.

Wakil Kepala SMA Negeri 1 Puri Slamet belum bisa dimintai konfirmasi. Teleponnya tidak diangkat meski beberapa kali dihubungi Tempo. (*tpc)

Polisi Bali Yang Disuap di Youtube, Kini Dipenjara

suapDenpasar – Dua petugas polisi di Polda Bali yang tertangkap basah memeras turis asing yang ketahuan tak menggunakan helm, kini mendekam di sel tahanan. Adegan ketika polisi itu minta uang sogok dan secara terang-terangan minum bir ketika bertugas itu ramai diperbincangkan setelah diunggah ke situs media sosial Youtube.

Selasa 16 April 2013, kedua polisi itu –Aipda Komang Sarjana dan Bripka Putu Indra Jaya– mulai dihukum. Oleh sidang komisi etik polisi sehari sebelumnya, mereka berdua dinyatakan melanggar PP Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Kepolisian Negara.

“Sarjana dihukum selama 21 hari, sedangkan Indra 14 hari,” kata Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Pol Hariadi, Rabu 17 April 2013.

Selain harus menjalani kurungan, karir kedua polisi ini juga terancam. Hariadi mengatakan keduanya tidak diizinkan untuk mengikuti pendidikan internal kepolisian hingga satu ke depan.

Menurut Hariadi, meski jelas-jelas menerima suap, Sarjana dan Indra tak akan diseret ke pengadilan. “Ini hanya pelanggaran kode etik,” katanya. Setelah usai dihukum, keduanya akan kehilangan semua posisinya dan diperlakukan seperti polisi baru masuk.

Meski tak dihukum secara pidana, Hariadi menilai sanksi untuk kedua polisi ini sudah cukup berat. “Keduanya telah mendapatkan sanksi moral, mereka tertekan dan malu karena video mereka ditonton banyak orang di Internet,” katanya

 

Pengamat: Lebak Ideal Jadi Ibu Kota Negara

Lebak (SegmenNews.com)– Pengamat Ekonomi Encep Haerudin mengatakan Kabupaten Lebak sangat ideal dijadikan alternatif sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia karena lahan di daerah itu begitu luas juga kondisi lingkungan masih asri dan alami.

“Kami setuju Ibu Kota Negara RI pindah ke Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, karena mudah beradaptasi sebagai daerah penyangga DKI Jakarta,” kata Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) La Tansa Mashiro Rangkasbitung, Rabu.

Menurut dia, pemindahan Ibu Kota Negara harus segera dilakukan tiga sampai empat tahun ke depan karena saat ini Jakarta sudah padat populasi manusia maupun kendaraan.

Seperti di lansir dari Antara, bahkan, antrean kendaraan setiap hari sulit bergerak, terutama kemacetan di perempatan maupun persimpangan jalan.
Selain itu Jakarta setiap tahun menjadikan daerah “langganan” banjir akibat luapan beberapa sungai dari kawasan Bogor.

Dengan demikian, pemerintah secepatnya untuk mengkaji pemindahan Ibu Kota Negara dan bukan dijadikan hanya wacana saja ketika Kantor Istana Presiden dilanda banjir.

Sebab pemindahan Ibu Kota Negara di beberapa negara juga pernah terjadi, seperti di Amerika Serikat.

“Kami sangat setuju Ibu Kota Negara berada di Kecamatan Maja, dibandingkan dengan Pulau Luar Jawa,” katanya.
Ia mengatakan, kelebihan Maja jika kepala negara memanggil menteri atau instansi lain untuk datang, maka komunikasi dan transportasi relatif dekat.

Jarak tempuh Kecamatan Maja dan Jakarta kurang lebih 60 kilometer jika ditempuh kendaraan roda empat hanya satu jam. Begitu pula bisa ditempuh melalui jalur Tol Balaraja dan Serpong.

Saat ini, Tol Balaraja dan Serpong sebagai pintu gerbang masuk ke Kecamatan Maja masih tahap perencanaan pembangunan Kementerian Pekerjaan Umum.

Di samping itu akses angkutan kereta api begitu mudah dengan beroperasinya jalur ganda atau “double treck” yang menghubungkan Maja-Parungpanjang-Serpong-Jakarta.

Selain itu Kecamatan Maja dinyatakan aman dari bencana gempa tektonik dan tsunami, termasuk bebas banjir.
Kelebihan lainnya, kata Encep, sebagian besar lahan di Kecamatan Maja milik Badan Perusahaan Milik Negara (BUMN) seluas 5.250 hektare.

“Saya kira untuk pembebasan lahan di Kecamatan Maja begitu mudah karena milik pemerintah itu,” katanya.
Ia menyebutkan, pemindahan Ibu Kota Negara ke Kecamatan Maja berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Lebak.

Selain itu banyak para investor yang akan menanamkan modalnya sehingga dapat menyerap lapangan pekerjaan.

“Kami minta pemerintah daerah harus mengintensifkan komunikasi dengan pemerintah pusat agar direalisasikan pemindahan Ibu Kota Negara,” katanya.(*ant)

Wow, Politikus Ini Menikahi Semua PSK yang Dikencaninya

int
int

Surabaya (SegmenNews.com)– Anggota DPRD Sampang, M. Hasan Ahmad alias Ihsan, punya kebiasaan unik kala berkencan dengan pekerja seks komersial. Dia selalu menikahi gadis ABG yang akan melayaninya. Pengakuan ini, menurut polisi, muncul dari Ihsan sendiri.

Ihsan, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Madura, Jumat, 12 April 2013 lalu, tertangkap polisi di sebuah hotel di Surabaya, Jawa Timur, setelah dia berkencan dengan gadis di bawah umur. Kini dia terancam dipecat dari kursi DPRD dan diberhentikan dari partainya.

Polisi yang menangkapnya mengaku mendapat informasi bahwa Ihsan selalu menikah siri dengan setiap PSK yang melayani. Pernikahan siri dilakukan di dalam mobil Honda Odyssey L 1824 QR milik Ihsan, sebelum mereka berasyik masyuk. Seseorang yang disebut penghulu dihadirkan untuk menikahkan anggota DPRD ini secara kilat.

Selain Ihsan, polisi menahan dua muncikari, yaitu Dea Ayu, 20 tahun, warga Banyu Urip, Surabaya, dan Dini Rahmawati, 22 tahun, warga Putat Jaya, Surabaya. Melalui kedua muncikari inilah Ihsan memesan gadis-gadis yang ingin dikencaninya. Tarif yang dikenakan senilai Rp 2 juta sekali kencan. Muncikari biasanya memotong Rp 100-350 ribu untuk setiap gadis yang dipesan Ihsan.

Ihsan dijerat Pasal 81 dan 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sedangkan dua muncikari itu dijerat UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Manusia.
Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Komisaris Hartoyo mengatakan kedua muncikari itu sudah sering menyediakan gadis-gadis bawah umur. »Pelanggannya adalah orang-orang yang sudah mereka kenal.”

sumber: tempo.co

Sudah Operasi, Hotel Grand Mempura Siak Ternyata Belum Kantongi IMB

Hotel Grand Menpura Siak
Hotel Grand Menpura Siak

Menpura (SegmenNews.com) Hotel megah Grand Mempura di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak diduga tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sesuai Peratusan Daerah (Perda).

Anehnya walaupun demikian hotel tersebut sudah beroperasi, bahkan beberapa kali acara resmi Bupati Siak dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sudah terlaksana disana.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kabupaten Siak, Heriyanto, Rabu (17/4/2013) mengatakan hingga saat ini untuk IMB hotel tersebut belum dikeluarkan dan masih dalam proses, karena ada beberapa persyaratan teknis yang belum dipenuhi pihak hotel.

“Memang IMB nya belum kita keluarkan, karena dalam pengurusan pihak hotel masih ada persyaratan teknis yang belum dilaksanakan pihak hotel. Syarat tersebut diantaranya pembangunan parit atau saluran pembuangan,” terang heriyanto.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Pradja (Satpol PP) Siak Hadi Sanjoyo mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui tentang tidak adanya IMB hotel megah tersebut, dan ia juga mengatakan akan berkoordinasi dengan intansi terkait.

“Saya belum tahu, nantilah saya tanyakan dulu ke intansi terkait tentang kebenarannya, untuk tindakan kita akan rapatkan dengan bupati dan lainnya,” terang Hadi Sanjoyo.

Informasi tambahan bahwa, untuk acara resmi bupati yang berlangsung di hotel tak ber IMB tersebut diantaranya, Senin (25/3/13) acara rapat koordinasi penyusunan program revitalisasi dan penumbuhan IKM 2014 oleh Diskopperindag Siak, Rabu (27/3/13) acara rakor musrenbang oleh Bappeda. (rinto)

Listrik Padam, Nilai UN di Pelalawan Terancam Anjlok

Ilustrasi
Ilustrasi

Pelalawan (SegmenNews.com)– Sering padamnya listrik di Pelalawan belum teratasi, walau Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah melayangkan surat ke BUMD Tuah Sekata untuk tidak mematikan listrik selama pelaksanaan Ujian Nasional (UN), tetap tidak di indahkan. Imbasnya para pelajar SMA sederajat terancam nilai hasil ujian nasional di tahun 2013.

Hal itu membuat sejumlah pelajar resah dalam mengikuti UN, sebab saat UN berlangsung mereka terpaksa mengipas-ngipas karena gerah. Mereka juga mengaku kesulitan belajar di malam hari, padahal mereka full belajar dimalam hari untuk mengahadi Ujian Akhir tersebut.

Seperti yang dituturkan seorang pelajar di salah satu SMA di Pangkalan Kerinci, Iwan, Rabu (17/4/2013), dirinya dan rekannya takut kalau-kalau nilai UN mereka nantinya jauh dari harapan, sebab mereka gerah saat Ujian di sekolah dan terpaksa mengguanakan lampu teplok yang cahayanya tidak seberapa untuk belajar.

“Kita heran, listrik Pemda (BUMD) dan PT PLN sama-sama mendapat pasokan dari PT RAPP. Tapi kenapa yang sering padam hanya aliran Tuah Sekata. Sedangkan kami harus belajar untuk bisa lulus UN dengan nilai baik. Tetapi kalau begini siapa yang di salahkan kalau hasilnya jauh dari target,” ujar Iwan pelajar salah satu SMA di kota Pangkalan Kerinci.

Wakil Bupati Pelalawan Drs Marwan Ibrahim atas dama Pemkab Pelalawan telah melayangkan surat ke BUMD Tuah Sekata untuk meminta tidak mematikan listrik, setelah turun meninjual pelaksanaan UN di hari pertama, banyak pelajar gerah setelah ruangan tidak di aliri listrik.

“Alhamdulillah, dari hasil peninjauan yang kita lakukan ke beberapa sekolah, secara keseluruhan UN di Kabupaten Pelalawan berjalan lancar. Hanya yang menjadi sedikit terkendala adalah lampu mati di saat para siswa tengah melaksanakan UN, dan saat belajar malam jadi kurang nyaman,” terang Wabup Pelalawan, Drs H Marwan Ibrahim, pada sejumlah media usai melakukan peninjauan pelaksanaan UN beberapa waktu lalu.

Tapi hal itu tidak di gubrih dan pihak BUMD Tuah Sekata terkesan cuek, walau keluhan serupa juga telah di rasakan oleh ibu rumah tangga dan para pelaku usaha kecil yang harus gulung tikar. Setelah jadi pelanggan listrik BUMD Tuah Sekata tidak usaha mereka tak dapat berjalan lancar.

Sedangkan BUMD Tuah Sekata yang selalu berdalih ke kurangan daya, hingga listrik yang dipasok dari mesin PT RAPP sering padam. Sementara Pemkab Pelalawan mengatasi siang hari harus menghidupkan dua unit mesin ginset untuk memberikan pelayanan pada masyarakat. Terkait ke kurangan daya, tapi itu tidak bertahan lama, hingga Rabu (17/4) listrik tetap saja padam.

Sementara Plt Direktur Utama BUMD Tuah Sekata Yumardi SSos MSi, hingga berita ini iturunka belum bisa di konfirmasi, sebab dihubungi dan di SMS melalui ntelephon genggam tidak ada balasan. (dn/rz)