Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Wakil Bupati Rokan Hulu, Ir Hafith Syukri MM menghimbau kepada seluruh Pegawai Pemerintahan dilingkungan Pemda Rohu agar bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan di Rokan Hulu khususnya di Provinsi Riau.
Hal itu disampaikannya saat di acara upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional dihalaman kantor Bupati, Rabu (17/4/2013). Katanya imbauna tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden no 2 tahun 2013, dimana dalam instruksi tentang menjaga keamanan dan ketertiban yang merupakan kewajiban bersama.
Sebab dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat bukanlah semata-mata tugas dari Polri dan TNI saja, namun seluruh elemen masyarakat juga hendaknya bersama-sama menjaga keamanan dalam Negeri agar tercipta suasana yang aman, damai, sehingga jauh dari konflik sosial.
Sampai Wabup lagi, saat ini konflik yang terjadi ditengah masyarakat dan Indonesia umumnya marak terjadi, tak jarang hanya dipicu persoalan sepele. Begitu juga konflik masyarakat dengan perusahaan dalam kerjasama pola KKPA, serta masalaha tapal batas, Desa dan Kabupaten.
Hal tersebut hendaknya di tahun-tahun berikutnya tidak terjadi, sebab mencegah lebih baik daripada menyelesaikan persoalan yang sudah terjadi. Sebab dengan pencegahan lebih awal, akan lebih menjaga ketertiban dan keamanaan.
“Kita imbau pihak TNI, Polri, Porkopinda dan masyarakat di Kabupaten Rokan hulu saling menjaga keharmonisan demi terjaganya keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat, sehingga akan memperlancar roda pembangunan di Kabupaten Rokan Hulu,” imbaunya. (adv/humas)
Alat berat sedang bekerja menormalisasi sungai batang lubuh di Rokan Hulu
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Sebahagian besar banjir di Kabupaten Rokan Hulu di akibatkan dari luapan air sungai jika hujan turun, untuk mengantisipasi bencana banjir tersebut, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) melakukan Normalisasi di sejumlah sungai sepanjang 9450 meter.
Normalisasi sungai atau pengerukan dianggarkan melalui APBD Rohul senilai Rp 2 milyar tahun anggaran 2013. Saat ini pengerjaannya telah di lakukan di beberapa titik. Seperti di sungai batang lubuh kecamatan Rambah, sungai di Desa Rambah, Rambah Tenah Utara.
Dikatakan Kabid Pengairan BMP Rohul, Khairul S,STP, Rabu (17/4/2013) di ruang kerjanya, setelah di akukan normalisasi di titik tersebut, saat ini pihaknya tengah melakukan normalisasi di Desa Intan Makmur Kecamatan Kunto Darussalam.
“Daerah yang biasanya rawan banjir seperti di kecamatan Kunto Darussaam saat ini tidak ada lagi banjir jika hujan turun,” imbuhnya.
Menurutnya, pendangkalan sungai juga diakibatkan oleh penebangan hutan secara liar, sehingga tidak ada lagi penahan air, selain itu dan banyaknya material yang mengendap di sungai.
“Sebagian lokasi sungai yang akan di normalisasi atas permintaan masyarakat melalui surat permohonan yang mereka layangkan,” terangnya. (adv/hum)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Pengadaan dua bus besar dan sedang untuk operasional Pemerintah Kota Pekanbaru senilai Rp 2.6 Miliar, hingga kini belum di lelang. Pasalnya masih menunggu kelengkapan administrasi pembuatan spek kendaraan.
“Belum dilakukan lelang masih dalam proses pembuatan specifikasi,” ungkap H. Amir Husin, Kasubag Pengadaan Pada Bagian Perlengkapan Kota Pekanbaru, Rabu (17/4).
Kata Amir, saat ini tim sedang membahas penghitungan anggaran yang di tetapkan untuk pengadaan dua bus sesuai spek dan Daftar Penetapan Anggaran(DPA).
“Kita masih sesuaikan dengan anggaran, seberapa mungkin dana mencukupi untuk dua bus sesuai standar DPA yang sudah tertera di APBD,” urainya.
Menurutnya, pengadaan dua bus ini tetap harus melalui di lakukan dengan lelang karena sesuai aturan.
“Tentu tetap di lelang di perkirakan akhir April,paling lambat awal Mei harus sudah di lelang,” tandasnya.
Karena menimbang usai pengumuman pemenang lelang, maka butuh waktu sekitar f bulan lagi untuk bisa mengoperasikan ke dua bus ini akibat pengurusan karoserinya.
“Sesuai dengan desain kita bus akan di karoseri selama 6 bulan Kalau lelang Mei maka pada Desember mobil bisa on the road,” tandasnya.
Amir menambahkan Nilai anggaran kedua bus ukuran sedang dan besar ini mencapai Rp2,6 miliar.
“Kedua bus ini nanti akan di serahkan ke bagian umum untuk di pakai semestinya.terkait bus-bus angkutan operasional yang ada saat ini, sudah memasuki masa penghapusan aset karena sudah berusia lebih dari 10 tahun,” tambahnya. (rn/ur)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Rokan Hulu (Rohul), Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, serahkan 51 (Surat Keputusan (SK) inpassing guru madrasah non PNS se Rohul, bertempat di aula Kemenag Rohul, Pasir Pengaraian, Selasa (16/4/2013).
SK tersebut ditandatangani oleh Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI atas nama Menteri Agama RI, yang menetapkan pangkat dan golongan bagi guru madrasah non PNS, sehingga guru yang bersangkutan disetarakan dengan PNS dari sisi kepangkatan dan golongannya, hanya saja tidak pakai NIP, terang Kakan Kemenag.
Menurut Kakan, ini adalah salah satu bentuk perhatian dari Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Agama, akan nasib dan masa depan guru madrasah non PNS, sehingga dilakukan inpassing atau penyetaraan, sesuai dengan pangkat dan golongan PNS.
Dikatakannya, penetapan inpassing ini akan berdampak pada penghargaan dan atau kesejahteraan para guru madrasah tersebut. Diharapkan, pihak madrasah atau yayasan atau komite, dapat membayar honor para guru tersebut, sesuai dengan pangkat dan golongan yang telah ditetapkan pemerintah.
Bila yang bersangkutan pangkat dan golongannya Penata Muda (III/a) dengan kualifikasi sarjana dengan estimasi masa kerja 0 s/d 4 tahun, maka honorariumnya di atas Rp 2 juta per bulan, sesuai dengan standar guru PNS. Jika pangkat dan golongannya Pembina (IV/a) dengan estimasi masa kerja 15 tahun, maka honorariumnya Rp 3,2 juta per bulan, sebagaimana halnya guru PNS.
Ahmad Supardi lebih lanjut menjelaskan, inpassing ini akan sangat berpengaruh pada pembayaran tunjangan profesi. Pembayaran tunjangan profesi guru non PNS selama ini Rp 1,5 juta perbulan secara pukul rata. Ke depan, pembayaran tunjangan profesi akan disesuaikan dengan pangkat dan golongannya.
Jika pangkat dan golongan Penatara Muda (III/a), maka tunjangan profesinya Rp 2 juta per bulan atau setara dengan Rp 24 juta per tahun. Tetapi jika pangkat dan golongan Pembina (IV/a), maka tunjangan profesinya Rp 3,2 juta setiap bulannya atau setara dengan Rp 38,4 juta setahun. Namun masih menunggu juknis dan juklaknya baru bisa dibayar, tegas Ahmad Supardi.
Dengan ditetapkannya inpassing ini, maka kesejahteraan guru madrasah non PNS ke depan akan semakin baik, sesuai dengan pengabdian yang telah diberikannya dalam mendidik, membina, dan mengarahkan anak-anak bangsa, menjadi pejuang dan pelanjut perjuangan bangsa Indonesia di masa datang, tegas Kakan mantap.(has)
Pengurus Masjid Agung Safari Magrib ke Kepenuhan Hulu
ROKAN HULU (KEMENAG) Pengurus Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasir Pengaraian, dibawah pimpinan Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA yang juga Kakan Kemenag Rohul, melakukan safari magrib ke Masjid Raya Kepenuhan Hulu di Pekan Tebih, Selasa (16/4/2013).
Rombongan pengurus Masjid Agung yang turut hadir adalah Ketua I Masjid Agung Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Imam Besar H Azhar Darma SE, H Abd Rahman Jailani SAg, H Damrah S Sos, Ustaz Anjasmara, Ustaz Syafri SAg, Harfaini, Suhadi, dan Khairul Amin.
Hadir dalam acara safari magrib adalah anggota DPRD Rohul Tengku Syafril, Kepala KUA Kepenuhan Hulu Mulyadi SAg, Kades Pekan Tebih, alim ulama, cerdik pandai, khalifah, mursyid, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pengurus dan imam masjid serta 200 orang umat Islam Pekan tebih dan sekitarnya.
Ahmad Supardi Hasibuan dalam tausiyahnya menyatakan bahwa salah satu program yang digalakkan oleh Pemerintah Daerah beserta Kemenag Rohul adalah menjalin hubungan silaturrahim antar masjid. Diharapkan, Masjid Agung Pasir Pengaraian menjadi pusat sentral utama masjid se Rohul. Dibawahnya ada Masjid Besar pada 16 kecamatan dan dibawahnya lagi ada masjid desa/kelurahan, RW/RT, Langgar, Mushalla, dan Surau.
Jika masjid yang ada di Rohul sebanyak 800 masjid, 200 langgar, 300 mushalla, dan 124 surau, dengan jumlah total 1.424 unit ini dapat dirajut sedemikian rupa, kemudian dapat diberdayakan sesuai konsep Islam, maka akan melahirkan sebuah kekuatan maha dahsyat, yang dapat merubah peradaban masyarakat.
Salah satu persoalan yang kita hadapi adalah masjid/langgar/mushalla/surau, hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, zikir, dan sholat. Padahal, masjid/langgar/mushalla/ surau ini dapat dijadikan sebagai sentral pembinaan dan pemberdayaan umat Islam. “Nabi Muhammad SAW membina tentara Islam dari masjid,” tegas Kakan.
Menurut Kakan, hal ini akan dapat diwujudkan, manakala semua kegiatan umat Islam dilakukan dengan berbasis masjid. Semua bermula dari masjid dan berakhir pula di masjid. Masjid harus menjadi kebanggaan umat, sehingga hati umatnya tertaut pada masjid. (r4n)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Penertipan yang di lakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Pekanbaru belakangan ini mendapat apresiasi dari Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi.
Pasalnya mereka melakukan tugas tanpa memandang bulu, menertipkan dan menjalankan tugas sesuai SOTK.
Ayat bahkan mendukung ketegasan tim yang baru -baru ini telah berhasil menangkap basah beberapa Pegawai Negri Sipil (PNS) Pemko Pekanbaru nongkrong di kedai kopi saat jam kerja Selasa kemaren. Bahkan petugas dilapangan tidak segan-segan menangkap basah Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kota Pekanbaru, A Mius.
“Saya belum dapat laporan bahwa ada Kadis tertangkap Satpol-PP sedang nongkrong di Kedai Kopi,”ujar Ayat Kamis (17/4) saat hendak menuju Hotel Pangeran guna mengikuti acara REI.
Meski demikian saat di minta tanggapannya Ia menjelaskan kemungkinan Kepala Dispora memang sedang menjalanm tugas.
“Saya yakin dia (Kadispora Pekanbaru) lagi menjalankan tugas,” belanya.
Meski demikian Ayat menghimbau agar PNS membawa surat tugas jika sedang bertugas di luar alias di lapangan. Selain juga kalau sudah selesai agar segera kembali ke kantor jika masih dalam jam kerja, jangan berkeliaran.
“Kedepan himbauan kita selalu ketika jam kerja harus ada , selesai mengerjakan kerjaan di lapangan segera kembali,” harapnya. Selasa (16/4), Kadispora Pekanbaru A Mius, turut terjaring tim Yustisi saat di warung kopi Jalan Hangtuah.
Namun dirinya menyangkal kebedaannya di warung kopi hanya untuk duduk-duduk di saat jam kerja. Pasalnya saat itu Dirinya beserta dua anak buahnya usai melakukan pemasangan baliho di dua lokasi Tangkerang dan Hangtuah. (rn/ur)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Polresta Pekanbaru mengamankan sekitar 8 ton bawang impor. Bawang ini dibawa dari pelabuhan di Dumai, Riau. Impor sekitar 8 ton itu dibawa empat truk colt diesel dan dua mobil L 300. Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Aref Fajar mengungangkap hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (16/4/2013) di Pekanbaru.
Penangkapan pertama, empat colt diesel sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Truk ini mengangkut bawang merah dan bawang putih untuk di pasarkan di Pekanbaru. Truk ini diamankan di Kecamatan Rumbai, pintu gerbang sebelah utara untuk masuk Pekanbaru.
Penangkapan kedua, sekitar pukul 11:00 WIB terhadap dua mobil L 300 yang mengangkut bawang merah. Penangkapan kedua ini juga di lokasi yang sama.
“Empat truk yang membawa bawang merah putih itu sudah kita serahkan ke Balai Karantina dan Tanaman. Kita hanya sekedar mengamankan saja,” kata Arief.
Sedangkan dua mobil L300 masih berada di Polresta Pekanbaru. Sopir mobil tersebut masih dimintai keterangan. “Dalam masalah ini kita masih berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, termasuk soal izin pemasarannnya,” kata Arief.(**)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Dua hari yang lalu aparat Polres Rokanhulu menangkap kayu olahan illegal loging yang diambil masyarakat dari bukit barisan Batangsamo, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu. Namun hanya karena kalah banyak dengan masyarakat yang mencoba menghalangi, maka kasus tersebut diserahkan ke pihak Upika.
Penyerahan kasus kayu kepada pihak Upika Kecamatan tersebut di akui oleh Kapolres Rokan Hulu, AKBP Yudi Kurniawan melalui Wakapolres Rohul, Arsyat Nur Siregar, Rabu (17/4/2013).
Katanya, sebenarnya kayu sebanyak 6 kubik sudah di tangkap, tapi karena jumlah masyarakat cukup banyak yang menghalangi, maka kayu tersebut terpaksa di lepas, dan kasus itu diserahkan kepihak Upika.
“Aparat sudah menangkap kayu itu. Karena jumlah masyarakat disana terlalu ramai menghalangi petugas, maka kasus itu diserahkan penyelesaian kepada Upika,“ Papar Waka Polres.
Dijelaskannya, jika aparat tetap melakukan penangkapan kayu tersebut dilokasi dan dibawa ke Mapolres Rokan Hulu, dikhawatirkan akan terjadi benturan dilapangan. Untuk menghindari hal itu, maka kasus tersebut diserahkan ke Upika Kecamatan Rambah. (r4n)
Pelalawan (SegmenNews.com)– Maraknya sosialisasi anti narkotika oleh pihak Pemerintah dan BNN tak menyurutkan niat pegawai Pemerintahan menggunakannya. Seperti yang dilakukan anggota Satpol-PP Pekanbaru, tentunya perbuatannya itu telah menambah daftar pegawai Pememrintahan yang menggunakan Narkotika.
Anggota Satpol-PP tersebut ditangkap dengan 2 rekannya, masing-masing GT anggota satpol-PP Pekanbaru, AT warga warga Pangkalan Kerinci bekerja sebagai kontraktor Sub Perusahaan RAPP dan DD juga warga Pekanbaru. Sat Narkoba Polres Pelalawan mengamankan 1 paket sabu besar senilai Rp 25 juta, bonk (alat hisap) dan 3 unit alat komunikasi dari tangan ketiga tersangka.
Ketiga tersangka diamankan di perumahan Bumi Lago Indah Pangkalan Kerinci, Minggu (14/4/13) lalu.
Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo saat itu menyatakan dua tersangka yang berasal dari Pekanbaru tersebut memmbawa sabu-sabu kerumah AT. Dirumah AT mereka menikmati barang haram tersebut. Brkat laporan masyarakat akhirnya Kepolisian bergerak melakukan penyelidikan hingga penangkapan.
Tersangka diancam pasal 112ayat 1/ pasal 127 UU narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal 123 tahun penjara. (dn/rz)
Pelalawan (SegmenNews.com)– 1 orang germo dan 9 Pekerja Sex Komersial diamankan Satuan Pamong Praja (satpo-PP) Pelalawan, Selasa (16/4/13). PSK tersebut di amankan dari penampungan PSK di jalan lingkar Pangkalan Kerinci.
Satpo-PP juga mengamankan fasilitas pendungkung praktek maksiat tersebut. Saat satpo-PP merazia PSK tersebut tidak bisa menunjukkan identitas. Dilokasi juga disinyalir tempat perkumpulan budak sek yang sedang menunggu tamu.
Kabid Tibu dan Tram Masyarakat Satpo-PP Pelalawan, Suryono menegaskan bahwa razia tersebut sesuai peraturan Perda, yang berkaitan tentang penyakit masyarakat.
Menurutnya, seluruh PSK yang terjaring akan diserahkan ke Dinas Sosial guna pembinaan. Agar para PSK dan juga pemilik kafe tidak lagi menggelar praktek tyerlarang itu.
“Kita akan terus melakukan penertiban kafe-kafe, tempat karaoke yang disinyalir tempat berlangsungnya praktek mesun,” tegasnya. (dn/rz)
Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Akibat penyakit AIDS yang diderita seorang pria warga Pelalawan yang tinggal di daerah perairan semakin parah, bahkan dibagian tubuhnya mengalami luka yang serius, akhirnya pria tersebut menghembuskan nafas terakhir, Selasa pagi (16/4/13) di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci.
Sekretaris Komisi Penanggulanagan AIDS Kabupaten Pelalawan Asril,S.Kes.M.Kes menuturkan bahwa pria berumur 47 tahun tersebut sempat mendapatkan perawatan di salah satu Puskesmas di daerah perairan.
Namun kondisi pria malang tersebut semakin hari semakin memburuk, dan akhirnya di rujuk ke RSUD selasih, sejak Minggu (14/4) lalu. Setelah dilakukan uji sampel darah ternyata pia tersebut terindikasi mengidap penyakit AIDS.
Dengan bertambahnya korban penyakit AIDS, maka program MDGS dan KPA harus perlu ditingkatkan.
“Seseorang akan tahu kalau dia terjangkit HIV -AIDS dengan melakukan uji sample darah atau istilahnya VCT.Namun kan banyak orang yang tidak mau melaporkan hal ini.Ini yang menjadi kendala dalam memantau penderita HIV /AIDS di Pelalawan selama ini ,” ujar Asril.
Diungkapkan Asril terhitung tahun 2013 ini saja di Pelalawan terdapat 14 orang yang positif terjangkit HIV dan 3 orang AIDS. 2 orang diantaranya meninggal dunia 1 orang di rawat satu rumah sakit dalam kondisi kritis.
“Semenjak tahun 2007 hingga 2012 kita telah menangani 67 kasus HIV dan AIDS, 6 orang sudah meninggal, ditambah tahun 2013, 2 orang yang meninggal. Total meninggal dunia 8 orang,” paparnya.
Tingginya anggka penderita penyakit yang mematikan itu, KPA Pelalawan membentuk tim Infeksi Menular Seksual (IMS) di setiap kecamatan. Selain itu juga akan di bentuk 3 Mobile VCT di daerah terindikasi penyakit tersebut seperti di Panhkalan Kerinci, Pangkalan Kuras dan Teluk Meranti.
Sementara itu Direktur RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Dr.Endid Pratikno yang dicoba dikonfirmasi tidak memberikan keterangan yang lebih mendalam tentang pasien.
“Maaf pak masalah HIV – Aids ini dampaknya besar terutama dampak sosial. Pasien penderita HIV-Aids harus dilindungi dan Kita bekerja sesuai UU dan peraturan yang ada. Terlebih jika ada tuntutan dari pihak keluarga. Makanya hal ini amat sangat rahasia. Kalau bisa dengan yang lebih kompeten atau melalui Komisi Penanggulangan Aids saja pak,” tukasnya (rn/rz)