Beranda blog Halaman 2934

Pelarian Mantan Kades Berakhir di Jeruji Mapolres Pelalawan

ilustrasi
ilustrasi

Pelalawan (SegmenNews.com)- Helmawi alias Pak Yogi (41) mantan kepala desa (kades) Koto Rendah, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, Jambi yang kabur dari rumah tahanan Polres Kerinci, Jambi, berhasil ditangkap tim gabungan Polsek Pangkalan Kerinci di Jalan Lintas Timur (Jalintim) depan pos simpang Perak, Kamis (11/4) sekitar pukul 11.30 WIB.

Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo SIK melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Johan Rivai SE SH didampingi Kanit Reskrim Ipda Sahrul SH, membenarkan telah mengamankan DPO dari Polres Kerinci, Jambu tersebut.

“Tersangka kita amankan, setelah mendapat perintah dari Kapolres Pelalawan untuk mengelar razia guna mengantisipasi adanya buronan kabur dari Polres Jambi yang kabur sejak 10 April 2013 lalu,” ujarnya.

Saat razia digelar, melintas sebuah mobil Mitsubisi Grand Max yang di hentikan petugas kepolisian terlihat ada beberapa penumpang, kecurigaan polisi tertuju kepada salah seorang penumpang yeng terlihat pucat pasi, ternyata itu adalah sang mantan kades.

Setelah dipastikan, akhirnya selain DPO supir berikut mobilnya juga digiring ke Mapolsek Pangkalan Kerinci dan di serahkan ke Polres Pelalawan.

Pelarian sang kades berakhir sudah, dia terlibat kasus pengeroyokan dengan di jerat pasal 170 KUHP. (dn/rz)

 

Bupati Pelalawan Targetkan Adipura

Kepala BLH Pelalawan, Mulyono
Kepala BLH Pelalawan, Mulyono

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Adipura yang merupakan dipura penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup ditahun 2013 ini menjadi reputasi prioritas yang ditargetkan Bupati Pelalawan.

Demikian dikatakan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan Mulyono kepada wartawan Kamis (11/4) diruang kerjanya.

Menurut Mulyono,pada tahun 2012 Kita berada di peringkat tujuh dengan nilai 56,7.Pada tahun 2013 ini ditargetkan Kabupaten Pelalawan masuk 3 besar.

” Minimalnya nilai harus 7 untuk masuk penilaian tahap kedua.Namun peringkat 7 tahun 2012 lalu lebih baik dibandingkan dari tahun – tahun sebelumnya. Ini suatu kebanggan oleh seorang Pimpinan daerah bila mendapat Adipura sebagai reputasi yang amat membanggakan.Sudah sepatutnya harus didukung oleh semua pihak sehingga Kabupaten Pelalawan menjadi Kabupaten yang sejuk dan bersih,” ujar Mulyono.

Diungkapkan Mulyono, ada beberapa titik pantau untuk penilaian Adipura seperti terminal,pertokoan,perkantoran,sekolah,pasar, jalan, pengelolaan sampah, saluran permukaan air dan banyak lainnya.

” BLH cuma stake holder motor untuk kegiatan ini dan kegiatan tentu sudah ada dengan instansi – instansi terkait.Misalnya terminal itu zonanya Dishub,pasar zonanya dinas pasar.Anggaran sudah ada di masing – masing Satker,jadi yang dibutuhkan adalah komitmen bersama agar Adipura ini dapat diraih ,” ungkapnya.

” Modal Kita ada, tinggal keseriusan Kita saja.Kalau ada rapat terkait ini jangan tenaga honorer atau perwakilan yang tidak berkompetent yang hadir namun kalau bisa langsung Kepalanya yang hadir.Kita yakin kalau ini serius dilakukan dengan komitmen yang jelas,Adipura pasti akan dapat diraih suatu saat nanti,” paparnya. (rz/dn)

PT RAPP Terkesan Tutupi Kecelakaan Akibatkan Tangan Pekerja Buntung

Pelalawan (SegmenNews.com)– Kecelakaan yang terjadi dalam sehari dua pekerja PT RAPP yang menjadi korban itu terkesan sengaja di tutup-tutupi oleh pihak perusahaan, pasalnya kejadian tersebut sampai Kamis (11/4) siang belum melapor ke pihak berwajib. Hingga pihak kepolisian belum bisa mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Sedangkan khabar kedua korban yang kini mengalami kritis harus berjuang melawan maut, setelah ada indikasi kurangnya pengawasan dan kelalaian pihak perusahaan milik Sukamto Tanotu itu hingga kembali terjadi kecelakaan tersebut.

Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, kepada wartawan melalui Kasat Reskrim AKP Bimo Ariyanto SH SIK, mengaku sejauh ini pihaknya belum mendapat laporan atas kecelakaan kerja yang terjadi di PT RAPP.

“Kita belum ada menerima laporan, coba cek ke Polsek,” ujar Kasat Reskrim.

Sedangkan Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Johan Rivai SE SH ketika dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Ipda Sahrul SH, membenarkan ada kecelakaan kerja yang terjadi di areal PT RAPP, tapi belum menerima laporan resmi dari pihak perusahaan tersebut.

“Memang benar ada kejadiannya, tapi kita belum menerima laporan resmi dari pihak perusahaan. Jadi bagaimana kita bisa turun untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap pasti penyebab kecelakaan terjadi. Karena kejadian itu sudah pasti ada sebab akibatnya,” tegas Kanit Reskrim.

Ditempat terpisah Humas PT RAPP Disra Alldrick membantah pihaknya menutup-nutupi kasus tersebut, hingga tidak melaporkan ke pihak berwajib, bahkan identitasnya juga tidak di sampaikan ke pihak media.

“Kita tidak menutup-nutupi, tapi mungkin lagi sibuk mengurus kedua korban untuk di bawa ke rumah sakit. Bahkan kita sendiri belum dapat data dan nama lengkap karyawan dari tim investigasi yang sudah turun ke lokasi,” tambahnya. (tim)

Kecelakaan Kerja, Tangan Pekerja PT RAPP Putus

Korban kecelakaan kerja PT RAPP
Korban kecelakaan kerja PT RAPP

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Safety PT RAPP Pelalawan perlu dipertanyakan. Pasalnya, karyawan PT RAPP tidak henti-hentinya mengalami kecelakaan kerja. Kali ini dua pekerjanya nyaris tewas yakni, Rizal (35) mengalami tangan kiri putus terkena Belt Conveor di areal Wood Yard, sedangkan rekannya yang mengalami dada remuk belum diketahui idenitasnya.

Corporate Communications Manager PT RAPP Djarot Handoko melalui Humas PT RAPP Disra Alldrick, melalui email kepada wartawan , Kamis (11/4) membenarkan telah terjadi kecelakaan yang menimpa karyawan pada Selasa (9/4) lalu saat bekerja di pabrik.

Korban mengalami cedera dan dilakukan evakuasi ke Medical Clinic RAPP, serta langsung dirujuk ke RS di Pekanbaru, guna mendapatkan perawatan dan penanganan yang terbaik,” tulisnya.

Namun sayang dalam email tidak disebutkan kronologis kejadian, bahkan kedua nama korban yang salah satunya harus di terbangkan ke RS Singapur, karena tangan kirinya putus di gilas belt conveor. Sedangkan satu korban lagi yang mengalami dada remuk harus di rawat intensif di RS Awal Bros Pekanbaru.

“Sampai sekarang tim investigasi belum ada memberikan data lengkap dengan kita, karena lagi mengurus korban yang harus mendapatkan perawatan medis,” kata Disra.

Sementara dari berbagai sumber menyebutkan bahwa kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, saat Big Bos PT RAPP Sukamto Tanoto baru saja menijau pabrik kertasnya tersebut. Namun tiba-tiba salah seorang pekerjnya bernama Rizal mengalami kecelakaan yang bekerja dibagian mesin penghancur kayu log tersebut.

Maka kecelakaan yang menimpa korban yang terkesan tidak ada pengawasan tanganya langsung tergilas hingga berusaha di lepas. Tapi naas tangan kiri yang telah terlilit belt conveor putus hingga darah segar keluar. Jaritan kesakitan mengundang ke hadiran para pekerja lainnya.

Dengan kondisi tangan kiri putus korban segera di larikan ke Medical Clinic RAPP. Tapi ke terbatasan peralatan medis terhadap rumah sakit Pabrik kertas terebesaar di Asea tidak membuahkan hasil. Hingga korban kemudian di terbangkan ke RS Singapur untuk menyambung tanganya yang putus.

Belum lagi hilang rasa cemas para pekerja PT RAPP kembali ada pekerja yang menjadi korban, saat bekerja jatuh dan dada remuk terbentur, sekitar pukul 16.30 WIB. Akibat luka dalam cukup parah korban kemudian langsung di larikan ke RS Awal Bros Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan medis. (rz/dn)

Heboh! Kisah Nenek 83 Tahun Melawan Komodo di Pulau Rinca

int
int

Jakarta (SegmenNews.com)– Kisah Haisah, seorang nenek 83 tahun yang melawan seekor komodo di Pulau Rinca, Kepulauan Nusa Tenggara, ramai jadi pemberitaan internasional. Wanita sepuh itu digigit di bagian tangan, namun selamat setelah melawan reptil raksasa itu.

Sejumlah situs berita asing sudah mengabarkan berita ini. Salah satunya adalah AFP, Kamis (11/4/2013). Mereka mewawancarai Haisah di rumah sakit Labuan Bajo sambil sesekali diterjemahkan oleh anaknya yang lebih fasih berbahasa Indonesia.

Awalnya, Haisah sedang duduk-duduk sambil membuat sapu di kebun dekat rumahnya di Pulau Rinca, salah satu bagian dari Taman Nasional Komodo, pada Selasa (9/4). Lalu saat hendak menyapu kebun, ada seekor komodo berukuran 2 meter yang menghampirinya.

“Tiba-tiba komodo itu menggigit tangan saya,” kata Haisah.

“Saya tidak tahu dari mana arah datangnya,” sambungnya.

Pisau yang digenggam untuk membuat sapu terlepas karena gigitan itu. Tak ada siapa pun di area tersebut selain dirinya. Haisah sadar, dia sedang menghadapi pertarungan antara hidup dan mati.

“Saya lalu menendang komodo itu di bagian kaki dengan seluruh kekuatan saya. Itu hanya satu kali tendangan tapi bisa membuat komodo melepaskan gigitannya, lalu saya teriak minta tolong,” ceritanya.

Pergelangan tangannya kini mengalami luka cukup parah hingga harus diobati dengan 35 jahitan.

“Sekarang saya baik-baik saja. Saya berharap tangan saya kembali normal agar saya bisa kembali membuat sapu,” ujarnya.

Pada Februari lalu, serangan komodo juga sempat menimpa seorang pemandu wisata di pulau Rinca. Sebelumnya, seorang petugas Taman Nasional Komodo juga pernah diserang. (*dtc/snc)

 

 

Di Tahun Politik, Pemerintah Tambah Jatah Raskin Jadi 20 Kg

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta (SegmenNews.com)– Mulai Januari 2014, pemerintah menaikkan jatah beras miskin (Raskin) dari 15 kilogram (Kg) menjadi 20 Kg per bulan. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 4-5 triliun untuk Raskin tahun depan.

Menko Kesra Agung Laksono mengemukakan, dibanding 2013 jumlah RTMS mengalami penurunan karena ada perubahan perbaikan kesejahteraan. Pada 2013 ini jumlah RTMS penerima Raskin tercatat 17,7 juta, sedangkan tahun depan hanya 15,5 juta RTMS.

“Penurunan ini karena yang tadinya miskin jadi tidak miskin. Karenanya, jumlah sasarannya juga menurun,” kata Menko Kesra, HR. Agung Laksono dikutip dari situs Setkab, Kamis (11/4/2013)

Agung menjelaskan, penentuan jumlah Rumah Tangga Miskin Sasaran berdasarkan survei dan data tunggal Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Agung, pemerintah akan mengadakan rapat koordinasi tim raskin di enam daerah, yaitu Sumatera, Kalimantan, Jawa, Maluku, NTT, dan Papua. Ia menegaskan, meski jumlah sasaran menurun dan jatah beras naik, perhitungan harganya tetap Rp 1600/kg meskipun pemerintah membelinya mungkin naik dari harga semula.

Pemerintah akan membuat surat edaran kepada bupati/walikota untuk membantu menyalurkan beras raskin dari titik distribusi hingga titik bagi. Anggaran untuk 50 ribu titik distribusi ke 100 ribu lebih titik bagi tidak dibebankan kepada masyarakat miskin, tetapi menjadi tangguangan daerah.

“Jangan dibebankan kepada masyarakat miskin,” kata Agung. (*dtc/snc)

Suap PON, Hanya Lima Legislator Riau Ajukan Esepsi

Legislator.jgPekanbaru (SegmenNews.com)– Hanya lima dari tujuh orang anggota DPRD Riau, terdakwa kasus suap revisi Perda No 6/2010, yang mengajukan esepsi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum KPK kepada mereka.

Anggota Dewan yang mengajukan keberatan itu adalah, M Roem Zein, Zulfan Heri, Abu Bakar Sidik, Tengku Muhaza dan Turoechan Asy’ ari. Sedangkan Adrian Ali dan Syarif Hidayat, menerima dakwaan jaksa kepadanya.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Ida Ketut Suarta, SH, MH, pada persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (11/4).

Kelima terdakwa melalui kuasa hukumnya, Alfian, SH dan Makhfuzat Zein, SH, menyatakan keberatan atas dakwaan yang didakwakan kepada kliennya. Karena, surat dakwaan JPU KPK, tidak berisi uraian uraian secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana korupsi. Sebagaimana syarat-syarat yang telah ditentukan dalam Pasal 143 ayat 2 huruf b KUHAP.

Berdasarkan hal tersebut diatas, sudi kiranya majelis hakim mengabulkan esepsi terdakwa. Serta menyatakan surat dakwaan batal demi hukum,” ucapnya.

“Kami selaku kuasa hukum terdakwa meminta kepada majelis hakim, untuk dapat menyatakan klien kami tidak bersalah dan dibebaskan dari tahanan,” kata Alfian lagi.

Usai mendengarkan pembacaan esepsi terdakwa. JPU KPK, M Rum, SH, MH dan Anang Suprihatna, SH, akan menyampaikan tanggapannya pada sidang tanggal 18 April mendatang. (Rnknc)

Kunci Jawaban UN SMA dan MA Beredar di Pekanbaru

UNPekanbaru (SegmenNews.com)– Kunnci jawaban Ujian Nasional 2012-2013 untuk SMA dan Madrasah Aliyah diduga palsu beredar di Kota Pekanbaru, melalui pesan singkat telepon seluler dan “Blackberry Messenger” (BBM) pada sejumlah siswa.

“Kami mengharapkan agar siswa tidak mempercayai beredarnya kunci jawaban Ujian Nasional (UN) 2012-2013 itu,” kata Kabid Pengembangan Sekolah, Dinas Pendidikan Pemko Pekanbaru, Abdul Jamal, kemarin.

Menurutnya, kunci jawaban yang beredar luas melalui SMS atau BBM itu dipastikan palsu. Maka dari itu, dia berharap kepada siswa tetap belajar dengan baik dan tekun untuk menjawab semua pertanyaan pada UN.

Kemudian, siswa jangan mempercayai kunci jawaban yang beredar tersebut karena pada UN yang dimulai Senin (15/4) dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, dan kunci jawaban tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kunci jawaban yang beredar berupa paket A,B,C, dan D, tersebut tidak digunakan lagi pada UN 2012-2013 dan diganti menggunakan lembar jawaban menggunakan “barcode”.

Selain itu, katanya, setiap siswa tidak akan mendapatkan soal yang sama melainkan berbeda, tentunya kunci jawaban tersebut dianggap keliru.

Sebagai contoh, katanya, dalam satu kelas mengikuti UN terdapat 20 siswa, maka soal yang dibagikan tidak akan sama satu dengan yang lainnya.

Pada prinsipnya, tambahnya, siswa tidak boleh percaya dengan kunci jawaban yang dianggap menyesatkan dan diupayakan agar belajar dengan baik menjelang UN.

Dia menambahkan, pihak Dinas Pendidik Pemkot Pekanbaru telah menekankan kepada para kepala sekolah dan para guru untuk tetap memberikan pengarahan dan tidak mempercayai kunci jawaban UN itu.

Walau begitu, untuk kelancaran UN, maka soal disalurkan beberapa jam menjelang ujian dan mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian.(ant/sn)

Wow, Asyik Nyabu Kepala Syahbandar Siak Diciduk Polisi

Kepala syahbandar Siak (dua dari kiri) dan tiga rekannya di tahan di Mapolres Siak
Kepala syahbandar Siak (dua dari kiri) dan tiga rekannya di tahan di Mapolres Siak

Dayun (SegmenNews.com)– Ada- ada saja kelakuan Kepala Syahbandar Pelabuhan Kabupaten Siak, selaku kepala harusnya memberikan contoh yang baik kepada semua kalangan maupun bawahannya, ini malahan dia mengajak tiga rekannya menghisab narkotika jenis sabu-sabu.

Alhasil perbuatannya tersebut terendus oleh Polisi, sehingga Kepala syahbandar, Tengku Herman Hamid (43) dan tiga rekannya yakni Dodi Handoko (26), Jamaludin (40), dan Riswan (34), ditangkap satuan Narkoba Polres Siak, Ahad (7/4/13) di salah satu rumah dinas.

Polisi mengamankan barang bukti berupa empat paket sabu-sabu, satu set bonk (Alat penghisap). Kapolres Siak AKBP. Sugeng Putut Wicaksono membenarkan penangkapan empat tersangka narkoba jenis sabu-sabu itu. Saat ini keempat tersangka sabu-sabu tersebut mendekap di hotel prodeo milik polisi.

“Dalam kasus ini ada empat tersangka yang telah diamankan berikut barang buktinya. Dan para tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang Narkotika,” terang Kapolres.

Dijelaskan, penangkapan bermula informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan, selang beberapa jam Kemudian, pada Minggu malam, sekitar pukul 19.00 WIB, pihaknya menggerebek sasaran yakni rumah dinas Kepala Syahbandar Siak di Suak Lanjut, RT.03/RW.01 Kelurahan Kampung Dalam.

“Saat kita mendapatkan informasi dan ditindak lanjuti, dan kita dapati para tersangka diduga tengah pesta narkoba dengan barang bukti satu set bong dan satu paket sabu bekas pakai,” jelas Kapolres.

Selain itu dijelaskan Kapolres bahwa dalam penanganan kasus ini pihaknya tidak akan pandang bulu melakukan penegakan hukum. Dia menghimbau kepada lapisan manapun, agar tidak sekali-kali melakukan pelanggaran hukum.

“Kita tidak memandang siapa dia, yang jelas kalau melanggar hukum kita proses sesuai hukum yang berlaku, untuk kita himbau kepada masyarakat agar berhati-hati,” tegas Kapolres. (rinto)

Lydia Kandou Gugat Cerai Jamal Mirdad

Lydia KandouSegmenNews.com– Panggung dunia hiburan kembali digegerkan dengan perceraian yang terjadi di kalangan selebritis. Kali ini datang menimpa pasangan yang selama ini selalu terlihat harmonis, Lydia Kandou yang menggugat suaminya, Jamal Mirdad.

Pada tahun 1986, secara kontroversi kedua pasangan tersebut menikah berbeda agama. Pada tanggal 8 Maret 2013, pemilik nama lengkap Lydia Ruth Elizabeth Kandou itu menggugat sang suami, Jamal Mirdad di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Lydia Kandou daftar gugatan 8 Maret 2013, sidang pertama 18 April 2013 di PN Jakarta Selatan dipimpin Ahmad Dimiyati,” ujar Matius Samiadji, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat dihubungi KapanLagi.com®, Kamis (11/4).

Hingga berita ini diturunkan, masih belum jelas apa penyebab gugatan tersebut sampai dilayangkan pasangan yang menikah hampir selama 27 tahun dan memiliki tiga orang anak itu.

“Lidya daftar gugatan lewat kuasa hukumnya, Leonora. Sidang pertama biasanya mediasi. Persoalannya apa tidak bisa dipublikasikan,” pungkas Matius. (kpl/snc)