Beranda blog Halaman 2944

Polisi Diduga Bergiliran Perkosa Tahanan Narkoba

ilustrasi
ilustrasi

Poso (SegmenNews.com) – Seorang tahanan narkoba berinisial FM, 24 tahun, menjadi korban pemerkosaan oleh polisi yang bertugas di Satuan Narkoba Kepolisian Resor Poso. Direktur Kelompok Pemerhati Perempuan dan Anak (KPPA) Sulawesi Tengah, Mutmainah Korona yang mendampingi kasus ini mengatakan, FM diduga diperkosa oleh lebih dari satu orang anggota polisi di dalam sel tahanan pada 23-24 Maret 2013.

 

“FM diduga diperkosa oleh lebih dari satu orang. Yang lainnya diduga melakukan pelecehan seksual dan indikasi kekerasan fisik,” kata Mutmainah kepada Tempo, Sabtu 30 Maret 2013.

Berdasarkan hasil investigasi Kelompok Pemerhati Perempuan dan Anak di lapangan, pelaku diduga memperkosa dengan mengancam menggunakan pistol. “Pelaku sempat mengacungkan pistol ke arah kening korban. Karena ketakutan FM melayani oknum polisi tersebut. Dua kali hal tersebut dilakukan,” ujar Mutmainah.

Mutmainah berjanji akan mengawal kasus ini hingga keadilan diperoleh korban. Dia pun mendesak agar kepolisian setempat menindak tegas para oknum polisi yang sudah menodai kehormatan perempuan. Selain itu, ia mengharapkan agar kepolisian setempat segera memindahkan tahanan FM ke tahanan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah untuk menjaga hal-hal yang tidak di inginkan terjadi pada korban.

“Kami hanya menjaga saja, agar korban dapat terlindungi dan tidak ada intimidasi ketika proses hukum berjalan yang dilakukan polisi setempat,” ujarnya.

FM adalah salah satu dari dua ibu rumah tangga yang ditangkap oleh Satuan Narkoba Polisi Resor Poso lantaran tertangkap tangan sedang mengkonsumsi sabu-sabu. Ia ditangkap bersama Y, 27 tahun, warga Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

“Penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat,” kata Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Resor Poso, Ajun Komisaris Polisi Henry Burhanuddin, beberapa waktu lalu. Penangkapan terhadap dua perempuan ini dilakukan di sebuah rumah kos di Jalan Pulau Alor, Kelurahan Gebang Rejo, Kecamatan Poso Kota.

Dari tangan dua tersangka itu, Hendry menambahkan, diamankan satu paket sabu-sabu, satu buah pireks berisi sabu-sabu, satu buah botol kaca berwarna bening, jarum suntik, pengganjal korek gas, pipet, dan telepon seluler.

Kedua ibu rumah tangga itu dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara. (rn/tpc)

 

 

PNS Diduga Terlibat G30S/PKI Diselesaikan Berdasarkan NSP Kepegawaian

Jakarta (SegmenNews.com)-Penyelesaian masalah PNS yang diduga terlibat G30S/PKI harus tetap berdasarkan Norma, Standar, dan Prosedur (NSP) Kepegawaian.

Terkait hal ini, Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan penyelesaian administratif dengan mengacu pada Pasal 4 ayat 2 Keputusan Presiden Nomor 28 tahun 1975 dan Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 13/SE/1975 tentang Petunjuk Penyelesaian Administrasi PNS/ Pegawai/Karyawan Perusahaan Milik Negara/Pekerja Pemerintah yang terlibat dalam Peristiwa Pemberontakan G30S/PKI.

Informasi ini disampaikan oleh Direktur Status dan Kedudukan Kepegawaian Sumat saat menjawab pertanyaan wartawati Radio 68H Rumondang di ruang kerjanya lantai 2 gedung II BKN Pusat Jakarta, Kamis (28/3).

Sumat lebih lanjut menjelaskan bahwa penggolongan keterlibatan seseorang yang diduga terlibat dalam peristiwa pemberontakan G30S/PKI dilakukan oleh Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban pada tingkat pusat (Pangkobkamtib) atau Pelaksana Khusus Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban Daerah pada tingkat daerah (Laksus Pangkobkamtibda). Berdasarkan Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 13/SE/1975, PNS yang digolongkan C-2 atau C-3 diberhentikan dengan hormat dengan hak pensiun jika berusia sekurang-kurangnya 50 tahun dan memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 10 tahun.

Ditegaskan pula bahwa persyaratan administrasif yang dibutuhkan untuk penyelesaian masalah PNS yang diduga terlibat G30S/PKI bersifat akumulatif.

Persyaratan tersebut adalah surat pengantar dari instansi, foto copy SK CPNS/Pegawai Bulanan/Pegawai Organik, foto kopi SK PNS/PN Sementara/PN Tetap, Foto kopi SK pertama sampai dengan terakhir, dan asli surat klasifikasi/penggolongan dari Pangkobkamtib/Laksus Pangkobkamtibda. (sumber: http://www.bkn.go.id)

Hii.. Bukti Santet Ada di Museum Kesehatan Surabaya

museum santet (foto detik surabaya)
museum santet (foto detik surabaya)

Jakarta (SegmenNews.com) Ilmu kesehatan moderen sulit menerima keberadaan ilmu gaib semacam santet, tenung dan sejenisnya. Namun tak bisa dipungkiri, hal-hal semacam itu memang banyak terjadi di masyarakat. Bukti-bukti adanya santet bahkan telah dimuseumkan.

Museum Kesehatan Dr Adhyatma, yang namanya berasal dari nama mantan Menteri Kesehatan ini bukanlah museum biasa. Museum yang terletak di Jl Indrapura No 17 Surabaya tersebut menyimpan benda-benda yang berhubungan dengan praktik ilmu hitam warisan nenek moyang, termasuk santet.

Salah seorang pengelola museum, Mabaroch atau akrab dipanggil Bu Ayok menjelaskan bahwa benda-benda itu didapat langsung dari masyarakat. Yang mengumpulkan adalah seorang dokter, yakni dr Hariyadi Soeparto, DOR, MSc yang juga penggagas berdirinya museum tersebut.

“Di museum tersebut ada beberapa bukti ilmiah berupa foto X-Ray adanya jarum dan besi bulat-bulat dalam tubuh seseorang. Silakan dikunjungi, museum buka untuk umum,” tutur Bu Ayok saat dihubungi detikHealth, Kamis (28/3/2013).

Bukan cuma foto X-Ray, benda-benda yang berbau mistis dan digunakan dalam praktik ilmu hitam juga banyak dipamerkan di museum ini. Boneka santet semacam jelangkung, serta benda-benda santet yang pernah dikeluarkan dari tubuh manusia seperti paku, pecahan mortir dan batu juga dipajang.

Ada pula benda-benda yang dipakai sebagai penangkal santet, berupa telur yang pecah setelah dipakai untuk mengobati pasien. Penyakit yang diyakini berasal dari santet, dipindahkan oleh sang dukun ke dalam telur tersebut sehingga akhirnya pecah.

Tentu bukan tanpa tujuan jika benda-benda semacam itu dipamerkan di museum, apalagi di museum kesehatan yang dari namanya saja terkesan membawa bendera keilmuan. Sementara santet hingga saat ini masih kontroversial, terutama karena dunia medis sulit menerimanya.

“Ya, untuk bukti bahwa sebenarnya santet itu ada di masyarakat. Walau dunia keilmuan belum mengakui karena dirasa tidak temu nalar. Saya anggap santet memang ada walau sebagian orang tidak percaya. Ilmu rasa dan ilmu raga memang nggak bisa ketemu,” tambah Bu Ayok. (dth/snc)

Pria Bisa Impoten Cuma Gara-gara Sakit Gigi

int
int

Jakarta (SegmenNews.com)- Pria biasanya lebih cuek ketika merasakan ada gejala penyakit di tubuhnya, termasuk sakit gigi. Tapi mulai sekarang sepertinya Anda harus lebih memperhatikan kesehatan gigi bila tak mau disfungsi ereksi alias impotensi di usia muda.

Sebuah studi baru menemukan bahwa pria yang mengalami masalah pada gigi dan gusi dua kali lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi. Penelitian yang hasilnya sudah diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine, menjelaskan bahwa ketika orang menderita penyakit gusi, bakteri dari mulut dapat masuk ke dalam darah.

Setelah di aliran darah, bakteri dapat mempengaruhi pembuluh darah dan arteri, menyebabkannya mengeras dan menyempit, seperti yang terjadi pada penyakit jantung. Nah, efek pada pembuluh darah ini juga dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi.

Seperti diketahui, telah banyak penelitian menunjukkan bahwa disfungsi ereksi adalah tanda peringatan dini dari penyakit jantung. Hal ini karena tubuh membutuhkan suplai darah yang baik untuk ereksi dan pembuluh darah di daerah yang lebih kecil seperti penis.

Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Inonu University, Turki. Peneliti mempelajari sekelompok pria normal (tanda disfungsi ereksi) dan kelompok lain dengan disfungsi ereksi.

Peneliti menemukan bahwa 53 persen dari pria dengan disfungsi ereksi menderita penyakit gusi yang parah, sementara hanya 23 persen dari mereka yang tidak memiliki penyakit.

“Hubungan ini mungkin tampak sembrono, tetapi penelitian jelas menunjukkan penyakit gusi yang parah sebagai kemungkinan penyebab disfungsi ereksi,” jelas Dr Nigel Carter, chief executive British Dental Health Foundation, seperti dilansir Daily Mail, Kamis (28/3/2013).

Menurut Dr Carter, tidak hanya kesehatan mulut saja yang menjadi pemicu disfungsi ereksi, tetapi juga kepercayaan diri, harga diri dan hubungan dengan pasangan. Untuk menghindari hal itu, ada sejumlah hal yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan perkembangan penyakit gusi.

“Membuang makanan yang terjebak di antara gigi dekat dengan garis gusi merupakan langkah sangat penting untuk mencegah penyakit gusi. Menggunakan sikat interdental atau flossing adalah cara terbaik untuk melakukan hal ini. Menyikat gigi sendiri hanya membersihkan 60 persen dari permukaan gigi, jadi ini adalah cara terbaik menghilangkan plak, penyebab penyakit gusi,” tutup Dr Carter.

Mantan Istri Sempat Menyangka Kiwil Menikah dengan Waria

photo twitter
photo twitter

Jakarta (SegmenNews)– Mantan istri Kiwil, Meggy Wulandari mengaku juga kaget dengan kabar sang mantan suami yang menikah lagi dengan perempuan bernama Lina Marlina.

Meggy menuturkan, dirinya juga tahu kabar tersebut dari foto Twitter yang dipasang Lina. Ia pun sempat menyangka Lina bukan wanita asli. Ia juga sempat menduga foto Kiwil dan Lina itu hanya sebuah rekayasa.

“Awalnya kita nggak yakin. Orang kan bisa aja foto terpisah ditempelin terus diedit-edit. Orang awalnya kita pikir ‘maaf ya, mukanya kayak banci-banci gitu. Kita zoom-zoom nggak kelihatan kayak kaku gitu makanya dikirain banci,” ujarnya dalam sambungan telepon, Sabtu (30/3/2013).

Namun dugaan Meggy ternyata memang salah. “Temen bilang katanya cewek tulen, cantik, penyanyi dangdut. Ya syukur deh,” lanjutnya.

Meggy mengaku belum tahu persis kebenaran kabar pernikahan Kiwil dengan Lina. Diceritakan Meggy, saat dirinya menghubungi Kiwil, mantan suaminya itu juga tak memberikan jawaban.

“Dia bilang no comment, ‘itu urusan saya, bukan urusan kamu lagi’. Lah saya kan jadi gengsi dia bilang gitu. Kita kan emang pisah baik-baik, jadi kalau dia nikah lagi, biasa aja,” katanya. (rn/dtc)

Konflik Di Rohil Ganggu Anak Sekolah

int
int

Bagansiapiapi (SegmenNews.com)– Konflik lahan yang terjadi antara PT Andika di kawasan Desa Jurong 18 dengan warga di perbatasan Rokan Hilir dan Rokan Hulu, Provinsi Riau telah mengakibatkan pendidikan anak-anak sekolah SD dan SMP di lokasi tersebut jadi terganggu.

“Ada sebanyak 52 KK warga beserta anak-anak dalam kondisi ketakutan dan kami sempat mengungsi,” kata Ahmad, seorang warga di Bagansiapiapi, Jumat.

Ia menyatakan pihak sekuriti perusahaan terkadang meneror dan mengancam mereka, hingga warga kehilangan rasa aman termasuk saat beraktivitas menuntut ilmu.

“Saya selalu khawatir ketika anak berangkat ke sekolah. Takut terjadi sesuatu pada mereka apalagi perjalanan ke sekolah cukup jauh,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait bersama rombongan dari Jakarta telah mendatangi lokasi kejadian.

Ia bermaksud mencarikan solusi agar hak dasar anak dalam memperoleh pendidikan tidak terganggu gara-gara konflik antara PT Andika dengan warga.

Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Setdakab Rohil, Ahmad Arslan mengatakan, Desa Jurong 18 yang dinyatakan Ketua KPAI itu bukan termasuk dalam wilayah Kabupaten Rokan Hilir, melainkan masuk dalam wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

“Jurong 18 itu masih jauh dari tapal batas dan itu masuk dalam wilayah Rohul, bukan dalam wilayah Rohil. Masa kita mencampuri masalah wilayah kabupaten lain,” kata Arslan.

Ketua DPRD Rohil Nasrudin mengatakan, persoalan antara warga dengan PT Andika harus dibawa ke jenjang yang lebih tinggi karena wilayah kerja PT Andika berada di dua wilayah Kabupaten Rohil dan Rohul. (rn/antr)

PU Siak Tantang Warga Laporkan Jalan Rusak

Ilustrasi jalan rusak
Ilustrasi jalan rusak

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Wah Pemkab Siak berbaik hati nih. Bila jalan raya di wilayah anda ada yang mengalami kerusakan, jangan sungkan untuk menelpon ke nomor ponsel +62822-1107-0707, dan paling lambat tiga hari akan mendapatkan tanggapan.

“Perbaikan jalan dilakukan dengan mengunakan dana pemeliharaan dan kami mengutamakan laporan dari warga tentang adanya kerusakan jalan,” kata Kepala Dinas PU Binamarga dan Pengairan Pemkab Siak, Irving Kahar, Jumat.

Dia mengatakan, adanya laporan warga mengenai jalan rusak, maka hal itu adalah prioritas utama dalam perbaikan.

Belakangan ini memang banyak laporan yang diterima petugas Dinas PU Kabupaten Siak bahwa sejumlah jalan rusak akibat dilalui kendaraan dengan tonese besar membawa kelapa sawit dan kayu.

Namun warga ada juga yang melaporkan melalui pesan singkat (SMS) dan mengunakan telepon selular yang sengaja diumumkan kepada publik.

Untuk saat ini, katanya, warga yang menyampaikan keluhan tidak perlu datang ke kantor Dinas PU atau berkirim surat, tapi cukup mengunakan SMS.

Menurut dia, setelah mendapatkan SMS dari warga, maka pihaknya menurunkan tim ke lokasi dan memantau kerusakan jalan yang dikabarkan tersebut lalu dilakukan perbaikan.

Upaya tersebut dilakukan karena warga harus berperan aktif terkait masalah jalan karena mereka telah membayar pajak dan turut menyumbang kepada pemerintah.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.1/PRT/M/2012 tentang Peran Masyarakat dalam Penyelenggaraan Jalan, maka pihaknya mengharapkan warga dapat berperan aktif. (rn/antr)

Rehab Kantor tak Siap, Bupati Kuansing Meradang

Sukarmis
Sukarmis

Teluk Kuantan (SegmenNews.com)– Bupati Kuansing, Sukarmis, geram karena proyek perluasan dan rehab Kantor Bupati Kuantan Singingi tidak selesai. Hingga kini, Bupati, Wabup, Sekda, asisten, kabag serta pegawai di lingkungan Sekdakab Kuansing masih berkantor di Balai Pertemuan Abdoer Rauf, Teluk Kuantan.

“Untung saja PT RAPP membangun Balai Pertemuan Abdoer Rauf dapat dijadikan kantor sementara,” ujarnya.

Pembangunan Kantor Bupati dilakukan tahun 2012 lalu, namun hingga batas waktu pengerjaan 31 Desember 2012 belum juga selesai. Bahkan setelah diperpanjang 50 hari sesuai aturan, juga belum selesai.

Pada pertemuan dengan BPK, Bupati Sukarmis menyampaikan terkait belum selesainya proyek perluasan dan rehab Kantor Bupati dan meminta pengertian karena bukan kelalaian Pemkab.

Pemkab ingin cepat selesai dikerjakan sehingga bisa digunakan. Pemkab sudah memutuskan kontrak dan penerapan denda kepada rekanan. (hr)

Wabup Rohul Minta Kades Rangkul Semua Elemen

Ir Hafith Syukri MM
Ir Hafith Syukri MM

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Wakil Bupati Rokan Hulu, Hafith Syukri, mengimbau kepala desa merangkul semua elemen serta selalu objektif dalam memberikan pelayanan.

Hal itu dikatanya ketika melantik Kepala Desa Rambah Utama, Edi Rudi Harmoko, Kamis (28/3) kemarin.

Kemudian, Hafith kepada kepala desa yang baru dilantik minta supaya mengayomi seluruh masyarakat yang ada di desa tanpa pandang bulu dan kedudukan serta masyarakat harus saling bahu-membahu dan saling bekerja sama untuk meningkatkan pembangunan dan mendukung program pemerintah.

Apalagi, katanya, dalam waktu dekat Rambah Utama ini menjadi pusat kegiatan Kontak Tani Nelayan Andalan Tingkat Provinsi Riau. “Rencananya pada 3 juni 2013 mendatang, Kecamatan Rambah Samo menjadi tuan rumah KTNA tingkat provinsi,” kata Wabup

Kemudian, lanjutnya, persiapan kegiatan itu harus dimulai dari sekarang. Jadi, dengan momen pelantikan kades ini merupakan langkah awal bagi masyarakat Desa Rambah Utama,” imbuhnya. (adv/humas)

Diduga Terima Suap, Kasat Narkoba Polres Rohul Diperiksa Polda

int
int

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Kasat Reserse Kriminal Narkoba Polres Rokan Hulu (Rohul), AKP ZB, diperiksa tim Polda Riau. Perwira tersebut diduga menerima suap sekitar Rp200 juta dari tersangka Narkotika golongan satu jenis sabu berinisial AN (37).

Kasat Narkoba AKP ZB, dilaporkan seorang tersangka narkoba jenis sabu berinisial AN (37), warga Kunto Darussalam yang ditangkap Satuan Reskrim Narkoba Polres Rohul, kerjasama dengan Reskrim Polsek Ujung Batu, Jumat sore (8/3) lalu.

Saat itu, AN ditangkap bersama dua rekannya berinisial BD (38) warga Pematangtebih Ujung Batu dan HU (38) warga Kota Lama Kunto Darussalam, usai pesta sabu di salah satu rumah di Kilometer 7 Desa Tandun Barat Kecamatan Tandun. Ketiga tersangka ditangkap polisi di tempat berbeda.

Kapolres Rohul, AKBP Yudi Kurniawan mengatakan, ZB sudah menjalani pemeriksaan dan diamankan di Mapolda Riau sejak Senin malam lalu (25/3). ZB dilaporkan ke polisi pada, Senin (11/3) lalu.

ZB, dikabarkan diduga meminta uang Rp200 juta kepada AN pasca ditangkap usai pesta sabu. Pada Sabtu (9/3) sekitar pukul 10.00 WIB, AN mengaku dipanggil ZB dan dijanjikan bisa keluar dari sel tahanan Mapolres Rohul dengan syarat menyerahkan uang sebesar Rp200 juta.

Pada Senin (11/3) sekitar pukul 10.00 Wib, paman AN berinisial ZP (44), lalu menjenguk di Mapolres Rohul. Pada saat menjenguk keponakannya, ZP lalu menyerahkan selembar cek tunai bernilai Rp200 juta kepada AN.

Lantas oleh AN, cek senilai Rp200 juta diserahkan ke Kasat Narkoba AKP ZB di ruangan kerjanya. Namun Kasat Reskrim Narkoba tidak kunjung mengeluarkan AN dari sel, lalu AN melaporkan dugaan suap tersebut.

“Sejak Senin malam lalu, ZB telah diamankan dan menjalani lidik di Mapolda Riau. Bersangkutan dikenai wajib lapor,” tutur Yudi, kemarin. (hlc/snc)