Siak (SegmenNews.com)-Seluruh Camat di wilayah Kabupaten Siak harus memperhatikan usulan skala prioritas yang disampaikan oleh masyarakat. Oleh karenanya, apa yang disampaikan masyarakat saat Musrenbang tingkat Kecamatan, bila termasuk skala prioritas harus diutamakan.
Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M. Si dalam pertemuan Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Senin (18/3) menyampaikan, Camat di wilayah Kabupaten Siak harus memperhatikan hal ini. Camat juga harus selalu berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di masing-masing kecamatan.
“Termasuk juga dengan semua pihak, jika ada usulan harus benar-benar disaring. Jangan diterima begitu saja, lalu diserahkan kepada Bappeda untuk merencanakan,” ungkap Bupati Syamsuar.
Apa yang menjadi persoalan di tengah masyarakat saat ini, terutama masalah air bersih, Bupati meminta tahun ini dapat dituntaskan. Perlu koordinasi bersama, baik dengan UPTD maupun dengan pihak-pihak terkait.
Tak hanya itu, energy listrik juga menjadi masalah mendasar di Siak. Adanya ketersediaan listrik sebesar 25 MW pada Pemerintahan Daerah Kabupaten Siak, yang terpakai hanya 15 MW, dan sisa 10 MW lagi diharapkan dapat dialirkan ke desa-desa.
“Yang belum terealisasi supaya dapat dicek dan dilakukan survei ke lapangan, jangan nantinya jaringan listrik melewati desa itu, tapi desa yang bersangkutan tidak menikmatinya. Pemkab tidak ingin hal ini terjadi, untuk itu harus ada koordinasi dari dinas terkait,” Papar Bupati. (rin)
Siak (SegmenNews.com)- Bertempat di lantai II Aula Indra Pahlawan Room Kantor Bupati Siak, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Siak menggelar rapat pertemuan Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. Pertemuan yang dimulai Senin (18/3) hingga Jumat (22/3) ini membahas pelaksanaan program pembangunan yang dilaksanakan Pemkab Siak.
Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M. Si dalam sekapur sirihnya menyebutkan, berbagai program dan rencana pembangunan yang diusulkan dan disampaikan oleh masing-masing SKPD dan Camat perlu dievaluasi dan dikaji secara detail. Sehingga pelaksanaannya nanti tidak muncul kendala dan masalah di lapangan seperti persoalan lahan untuk pelaksanaan pembangunan yang direncanakan.
“Jangan sampai pembangunan yang akan dilaksanakan SKPD terganjal persoalan lahan, sementara alokasi anggaran untuk pembangunannya sudah tercover dan dialokasikan dalam APBD,” kata Bupati.
Untuk itu, sebelum mengajukan usulan SKPD harus memastikan terlebih dahulu penyediaan lahannya. “Jangan asal usul,” singkat Bupati Syamsuar mengingatkan.
Masih terkait persoalan lahan, untuk kelancaran pelaksanaan pembangunan maka sebisa mungkin SKPD terkait menggunakan lahan milik pemerintah karena pengurusannya lebih mudah. Namun jika harus menggunakan lahan bukan milik pemerintah, SKPD harus pandai mendekati dan merangkul masyarakat dalam pelepasan lahan.
Kegiatan yang diusulkan oleh SKPD diharapkan Bupati untuk memprioritaskan lahan yang ada. “Yang diusulkan harus jelas dulu lahannya. Jangan sampai ketika mau membangun saat itu pula mengutus pembebasan lahan, walau pun skala prioritas,” tutup Bupati. (rin)
Koto Gasib (SegmenNews.com)– Petani sayuran Desa Buatan II, Kecamatan Kotogasib, kabupaten Siak, ‘Menjerit’ karena hasil panen mereka tidak bisa dijual, sehingga petani merugi hingga puluhan juta.
Petani Warsak mengaku bahwa pertanian mereka selama ini menggunakan pupuk pertanian merk Bintang MJ yang diduga palsu dan tidak memiliki lebel Standar Nasional Indonesia (SNI) milik CV.Maju Jaya.
Menurut mereka, Selasa (19/3/13) kepada wartawan, setelah tiba waktunya merka memanen timun mereka, ternyata hasilnya sangat mengecewakan. Timun yang seharusnya berwarna hijau sesuai dengan bibit yang dibeli, ternyata berubah menjadi putih dan pahit.
Akibatnya timun-timun tersebut tidak dapat dijual walaupun dengan harga murah, dan Warsak mengalami kerugian ditaksir sekitar Rp 17 juta.
“Untuk tanaman timun hijau ini saya menggunakan pupuk pertanian merk Bintang MJ, sesuai dengan perkataan penjual pupuk, bahwa pupuk ini bagus dan saya gunakan. Ternyata setelah masa panen, hasil panen timun saya tidak laku dijual walaupun harga murah,” ungkapnya.
Selain itu, Warsak telah menceritakan kejadian tersebut ke pihak penjual pupuk, akan tetapi Warsak mendapatkan jawaban yang tidak menyenangkan dari mereka. Sehingga Warsak pasrah dan membiarkan hasil panennya membusuk.
“Saya sudah laporkan hal ini ke pihak penjual pupuk, tapi tidak ada tindakan apa-apa dari mereka. Jadi, saat ini timun saya itu dibiarkan saja membusuk karena tidak dapat dijual,” ungkap Warsak.
Riauterkini.com yang mendapatkan informasi tersebut menjumpai pihak penjual pupuk pertanian merk Bintang MJ yang berkantor di salah satu Rumah Toko (Ruko) di Jalan Lintas Dayun-Siak Kecamatan Kotogasib. Disana dapat dijumpai, Kepala Perwakilan CV. Maju Jaya (MJ) Purwanto dan didampingi seorang sales dan beberapa staf.
Purwanto yang ditemani staf dan sales tersebut mengungkap bahwa telah menerima aduan tentang timun tersebut, dan mereka telah melakukan usaha untuk memulihkan dengan berbagai saran kepada petani, bahkan juga akan mengganti untuk pembelian pupuk serta kembali membelikan bibit sesuai yang dibeli Warsak.
Namun solusi dan tawaran yang diberikan pihak CV. MJ tersebut diterima petani. Sebab mereka mereka sangat kecewa dan dirugikan begitu banyak. Mereka berharap pihak CV.MJ bertanggungjawab atas kerugian yang dialaminya.
“Kami telah menerima aduan tentang timun itu, dan kami telah memberikan solusi-solusi dan pergantian pembelian pupuk, akan tetapi Pak Warsak tidak menerima, ia minta kami (CV.MJ,red) mengganti keseluruhan kerugian yang dialaminya,” terang Purwanto.
Purwanto juga mengakui bahwa pihaknya belum mendapatkan izin jual dari Dinas Pertanian Siak.
“Memang izin dari kabupaten kita belum ada, dan kita akan urus secepatnya,” ujar Purwanto. Sementara mengenai tidak adanya lebel SNI, ia tidak banyak menjawab.
Sementara itu Kepala Peyuluhan Pertanian Kecamatan Kotogasib yakni Tugimin kepada wartawan mengungkapkan bahwa, pihak CV.MJ tidak pernah berkoordinasi mengenai pupuk Bintang MJ yang beredar di kecamatan tersebut. Dan ia mengatahui hal ini saat sudah terjadi gagal panen timun yang dialami Warsak.
“Pihak Bintang MJ tidak pernah berkoordinasi dengan kita tentang pupuk tersebut, saya mengetahui hal ini setelah adanya kejadian gagal panen timun yang dialami Warsak,” terang Tugimin. (rinto)
Bupati Achmad didampingi Wabup Ir Hafith Syukri MM, ASnggpta DPRD Murkhas dan Kepala Bappeda Rohul di acara Musrenbang
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi menyampaikan kepada peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu di Gedung Daerah Permaisuri PasirPangaraian, Selasa (19/3/2013) agar memprioritaskan kegiatan yang menyentuh ke masyarakat seperti peningkatan Insfrastruktur sesuai Visi dan Misi terbaik 2016.
Musrenbag 2013 bertemakan “Pemenuhan Kebutuhan Insfrastruktur yang seimbang dan berkelanjutan” ini juga di hadiri oleh Wabup Rohul Ir Hafith Syukri MM, para camat, kepala badan dan kantor, Bappeda Provinsi Riau dan peserta lainnya.
Disampaikan Bupati lagi bahwa untuk pencapaian target kebutuhan insfrastruktur jalan, Jembatan yang dibutuhkan masyarakat, dalam perencanaannya harus melakukan berbagai pendekatan, seperti pendekatan berkelanjutan sehingga perencanaan pekerjaan terlaksana tiap tahun.
Selain itu pendekatan Kebutuhan, dengan artian para camat, kades dan lurah harus memantau dan melakukan pendekatan kepada masyarakat item apa saja yang lebih dibutuhkan.
“Dengan berbagai pendekatan ke masyarakat tentang berbagai sektor yang dibutuhkan, seperti insfrastruktur, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lainnya, dengan itu maka perencanaan akan terwujud,” tukas Bupati.
Disamping itu Bupati juga menginstruksikan agar perencanaan jangan hanya perpangku pada APBD Rohul. Namun harus di upayakan lobi-lobi dan melakukan kordinasi ke pihak Provinsi dan Pusat, agar mendapat anggaran dari APBD Riau dan APBN.
Dilanjutkan Bupati, begitu juga dengan pihak perusahaan, diusahakan mendapatkan bantuan dari Program CSR. Misalkan dibidang pendidikan. Pihak Camat dan perangkat Desa harus mendata kebutuhan lokal sekolah dan mengajukannya ke perusahaan melalui Program CSRnya.
“Kalau tidak kita lakukan kordinasi untuk bantuan sekolah dan lainnya yang dituhkan masyarakat melalui CSR Perusahaan, mereka akan memberikan CSR ke daerah lain, sebab CSR perusahaan itu ada,” ingat Bupati. (adv/humas)
Pegawai honorer Humas Pemda Rohul (tengah) saat menceritakan kejadian kepada wartawan
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Selaku aparatur Pemerintahan, apalagi menjabat sebagai sekretaris seharusnya memberikan contohyang baik kepada bawahannya maupun masyarakat. Namun Sekretaris Bappeda Rohul, inisial N tega menampar pegawai honorer staf Kehumasan Pemda Rokan Hulu, A hanya dipicu persoalan sepele.
Tindakan tidak terpuji tersebut dilakukan oleh Sekretaris Bappeda di luar ruangan saat acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Gedung daerah Permaisuri, Pasir Pangaraian, Selasa (19/3/2013).
Dikatakan A kepada sejumlah wartawan, saat Bupati Rohul, Drs H Achmad Msi memberikan arahan di dalam ruangan gedung, korban A selaku staf Kehumasan Pemda yang hanya sebagai honorer bertugas sebagai peliputan Photo kegiatan Bupati sedang berada di luar ruangan usai mengambil gambar Bupati.
Tiba-tiba dari pintu acara berlangsung, keluar Sekretaris Bappeda seraya menanyakan keberadaan wartawan.
Dimana wartawan? tanya N. A menjawab, mungkin mereka sudah ada datanya (acara) pak,” jawabnya. Namun N malah mengusir A.
“Pergi sana kau pulang saja,” bentak N sambil mendaratkan tamparannya ke pipi sebelah kiri korban A. Ucapan N yang ditirukan oleh A saat menceritakan kejadian kepada wartawan.
Atas perlakuan N yang tidak terpuji itu, A merasa kesal. “Aku ditamparnya, malu aku di depan orang ramai,” kesal A.
Sementara itu N, saat hendak masuk Gedung di coba di cegat sejumlah wartawan, dan menanyakan perihal kejadian itu.
Namun N tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Ada apa dengan A pak? tanya wartawan. N hanya menjawab “tidak ada apa-apa,” ujar N dengan senyum sambil berlalu meninggalkan wartawan menuju ruangan acara. (r4n)
Dayun (SegmenNews.com)– Senin (18/3/13), tim pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar lahan gambut milik masyarakat seluas 3 Hektar (Ha). Dalam pemadaman tersebut, Camat Dayun Marwoto dan Kabid Pemadam Kebakaran Siak Irwan Pryatna tampak turun ke lokasi dan ikut membantu memadamkan api.
Keterangan Camat Dayun Marwoto kepada wartawan yang ikut serta turun ke lokasi kebakaran bahwa, api belum diketahui berasal dari mana dan tentunya harus segera dipadamkan karena berpotensi meluas ke hutan dan perkebunan masyarakat.
“Kita belum mengetahui penyebab terbakarnya lahan gambut ini, yang jelas kita lakukan pemadaman terlebih dahulu agar kebakaran tidak meluas dan banyak meninbulkan asap sehingga menganggu pernafasan,” terang Camat Dayun.
Selain itu Camat Dayun juga menghimbau masyarakat agar tidak sembarangan membakar lahan, karena dapat merusak alam, apa lagi dibelakang areal tersebut sangat dekat dengan hutan blukar dan perkebunan sawit masyarakat, sementara lahan yang ada adalah tanah gambut, jika sudah terbakar maka perlu upaya keras untuk memadamkannya.
Kabid Pemadam Kebakaran Siak Irwan Pryatna menatakan, dalam 2 minggu terakhir sudah 7 kali terjadi kebakaran lahan, hal itu terjadi di empat kecamatan yakni, Kecamatan Koto Gasib, Mempura, Sungai Apit dan kali ini di kecamatan Dayun.
“Dalam 2 hari yang lalu ada 3 kali kebakaran di kecamatan Sungai Apit, untuk itu kami berharap untuk bersama-sama menjaga hutan dan lahan agar tidak terjadi kebakaran,” terang Irwan.
Selain itu dikatakan Irwan bahwan jangan sampai melakukan pembakaran lahan secara sengaja, karena ada hukumannya, jika ketahuan maka akan dijatuhi hukuman setimpal dengan kerugian negara akibat kebakaran yang terjadi.(rinto)
Jakarta (SegmenNews.com)– Komedian Tata Dado meninggal dunia pada Senin (18/3/2013) setelah berjuang melawan penyakit komplikasi beberapa tahun belakangan ini. Sejumlah kicauan belasungkawa pun mengalir deras di situs jejaring sosial.
Kebenaran kabar meninggalnya Tata Dado dibenarkan oleh Ozi, salah satu anggota keluarganya.
“Iya bener (meninggal), sekitar pukul 16.30,” ujar Ozi ketika dihubungi Kompas.com, Senin.
Beberapa jam sebelumnya, santer dikabarkan bahwa Tata telah meninggal. Namun, hal tersebut sempat dibantah Ozi. Ia menegaskan kabar itu hanyalah hoax.
Namun, setelah melihat langsung kondisi terakhir Tata, Ozi akhirnya membenarkan kabar tersebut. “Saya sedang ada di rumah duka, tadi saya bilang hanya gosip. Sekarang sudah ada buktinya,” kata Ozi seraya terisak.
Bintang komedi situasi Lenong Rumpi itu menderita stroke dan diabetes sejak satu tahun lalu. Ia sempat dirawat di rumah sakit, tetapi tidak menunjukkan banyak perubahan. Tata Dado akhirnya dirawat di rumahnya di kawasan Kalimalang, Bekasi.
Beberapa kicauan kini masih ramai dengan pernyataan dan doa mengiringi Tata ke peristirahatan terakhirnya.
“Rest in peace, tata dado 🙁 info dari rim bukan empat mata yang baru saja menjenguk tata di rumah pribadinya,” tulis akun @mochamadrizki.
Ucapan belasungkawa pun datang dari Pesatuan Artis Komedi Indonesia. “INFO DUKA CITA … Innalillahi waa innalillahi rojiiuun Telah meninggal dunia rekan seniman kita TATA DADO pada hari Senin Tgl. 18 Maret 2013. Jenazah disemayamkan rumah duka dialamat: Taman galaksi bekasi barat Kami dari Pengurus PaSKI Pusat dan DKI turut berduka sedalam-dalamnya semoga arwah almarhum diterima Allah SWT,” demikian bunyi pesan berantai tersebut, Senin (18/3/2013). (**)
Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Rencana Bupati Pelalawan HM. Harris melounching PLTG Langgam Power pada pertengahan April mendatang tinggal menunggu waktu. Pasalnya sejauh ini pengerjaan rampung 85 persen.
“Dilihat dari pembangunan PLTG ini, Insya Allah rencana lounching kita pada April mendatang bisa dilaksanakan,” sampai Bupati Pelalawan HM. Harris saat mengunjungi PLTG Langgam Power, Senin (18/3).
Kunjungan itu juga di ikuti oleh Direktur PT. Navigate Enegry Othman El Boukhsimi.PT. Langgam Power sebagai penyedia listrik dengan kapasitas sementara 15 Mega Watt ini, merupakan perusahaan patungan antara PT. Navigate Energy dengan BUMD Tuah Sekata.
Kelima mesin pembangkit dengan kapasitas masing-masing 3 Wega Watt sudah terpasang didudukannya, dan bangunan rumah mesinpun sudah siap dipasang.
Pihak PT. Navigate Energy sebagai pelaksana pembangunan PLTG Langgam Power ini optimis, pada awal April nanti pembangunan fisik PLTG Langgam selesai.
“Untuk konstruksi PLTG diluar pemasangan pipa gas itu sudah mencapai 85 persen. Kita optimis awal April pembangunannya sudah selesai,” ungkap Projeck Manager PT. Navigate Enery Fery Sibarani.
Sementara untuk pemasangan pipa gas sepanjang 200 meter dari PT. Kalila ke pembangkit PLTG ini, memang belum terpasang. Bupati Harris mengatakan hingga saat ini, pihaknya bersama PT. Navigate Ennergy masih melakukan negosiasi dengan kontraktor pemasangan pipa gas tersebut.
“Pihak untuk pemasang pipa gas ini lain lagi kontraktornya. Mereka (kontraktor pemasangan pipa) meminta Rp. 4 Milyar lebih untuk pemasangan pipa gas sepanjang 200 meter dari PT. Kalila ke Langgam Power ini. Itu masih kita negosiasikan, “ terang Bupati Harris.
Sementara dari pantuan dilapangan, hingga saat ini tiang PLN menuju pembangkit PLTG Langgam Power masih banyak yang belum terpasang. Namun Bupati Harris mengaku, hal itu merupakan tanggung jawab PLN.
“Masalah jaringan PLN itu, tidak ada masalah itu merupakan tanggung jawab mereka (PLN), dan mereka sudah menyanggupi,” kata Harris.
Direktur PT. Navigate Enegry Othman El Boukhsimi, mengatakan, untuk 5 unit mesin pembangkit dengan kapasitas total 15 Mega Watt ini sudah tidak ada masalah. Pihaknya, saat ini sedang fokus pembangunan tahap 2 PLTG Langgam Power.
Pembangunan pembangkit tahap 2 ini, direncanakan juga sebanyak lima unit pembangkit dengan kapasitas total 15 Mega Watt juga. Sementara lokasi pembangunan tahap 2 direncanakan sebalah barat, atau disamping 5 unit pembangkit yang sudah terpasang saat ini.
Louncing PLTG Langgam Power yang merupakan program Pelalawan Terang ini, direncanakan akan dihadiri Menteri BUMN Dahlan Iskan pada pertengahan April mendatang. Menteri Dahlan Iskan sendiri direncakan datang ke Pelalawan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang ke 3 tinggal Provinsi Riau, yang dijadwalkan pada pertengahan April mendatang. (dn/rz)
Pelalawan (SegmenNews.com)– Jalan poros Ukui-Kerumutan terlihat rusak parah dan penuh lubang. Padahal jalan tersebut baru di kerjakan peningkatan jalan melalui APBD Pelalawan tahun 2012 lalu dengan dana Rp 6,6 miliar lebih.
Namun pihak Dinas PU Pelalawan menuding bahwa untuk pemeliharaan jalan adalah tanggung jawab pihak perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Kerumutan.
Pantauan dilapangan Minggu kemarin, sejumlah kendaraan masyarakat sangat kesulitan melalui jalan tersebut. Walaupun peningkatan jalan menghabiskan anggaran hingga Rp 6,6 miliar yang dikerjakan PT Sapta Karya, namun belum bisa dinikmati masyarakat sepenuhnya.
Kadis PU Pelalawan, Hasan Tua hanya meminta kepada pihak perusahaan PT Medco dan sari Lembah Subur aga melakukan pemeliharaan jalan yang rusak parah akibat mobil besar mereka.
“PU tidak menganggarkan lagi pengerjaan jalan di tahun 2013 ini. Kita minta pihak perusahaan melakukan perawatan,” ujarnya. (dn/rz)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Pemprov Riau memperingati HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-39, Senin (18/3). Wakil Gubernur Riau, HR Mambang Mit saat memimpin peringatan itu berpesan agar perawat Riau lebih profesional.
“Perawat ini merupakan unsur yang cukup penting karena terkait dengan kesehatan masyarakat. Kita harapkan perawat dapat meningkatkan profesionalismenya, meningkatkan pengabdiannya untuk masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wagubri juga mengungkapkan memang selama ini sudah bekerja dengan baik akan tetapi diharapkan dapat ditingkatkan lagi pasalnya kebutuhan masyarakat semakin meningkat baik kualitas dan kuantitasnya. Selain
profesionalitas yang ditingkatkan, kedisiplinan dan ilmu pengetahuan juga harus ditingkatkan.
“Memiliki jiwa juang karena yang dihadapi orang sakit. Harus memahami betul tugas dan fungsi serta cara-cara
tekhnis yang harus dilakukan dalam menghadapi masyarakat,” ucapnya.
Untuk diketahui, HUT PPNI yang ke -39 tahun dirayakan dengan
menggelar apel di halaman kantor gubernur riau. Puluhan perawat mengikuti apel yang dipimpin langsung oleh wagubri. (gus/ur)