Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Menyusul akan dibuatnya Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Rokan Hulu tentang Standar pendidikan masyarakat Rokan Hulu tingkat SMA. Maka saat ini dirancang pula pendidikan bagi anak-anak pemulung maupun gelandangan yang berada di berbagai daerah Rokan Hulu ditahun 2014 mendatang.
“Kita bersama Pemda Rohul sedang merancang untuk tahun 2014 mendatang tidak ada lagi anak-anak pemulung dan gelandangan yang tidak sekolah, akan di buat sekolah khusus untuk mereka,” papar Kepala Disdikpora Rohuk, HM Zen M,MPd, Rabu (20/3/2013) di raung kerjanya.
Menurut M Zen walaupun sekolah sudah digratiskan, namun masih ada anak-anak pemulung dan gelandangan yang tidak mau kesekolah, oleh itu pemulung maupun anak-anak gelandangan akan tetap belajar walaupun di lapangan terbuka dengan mengenakan seragam biasa.
Hal itu dilakukan agar para anak-anak itu tetap dapat menimba ilmu walaupun di luar disela-sela kegiatan mereka. M Zen akan berkordinasi dengan pihak Kades dan RT di seluruh wilayah Rokan Hulu untuk mendata anak-anak pemulung dan gelandangan.
Begitu juga bagi anak gelandangan dan pemulung yang berada di jalanan akan di angkut pihak Satuan Pamong Praja (Satpol-PP) dan dibimbing untuk mengikuti pelajaran di sekolah.
“Standar pendidikan Rokan Hulu akan di buat tingkat SMA, oleh itu tidak ada alasan bagi anak-anak yang tidak mau sekolah,” ujar M Zen.
Di samping itu, sesuai Perda Bupati yang akan di buat tentang anak-anak sekolah tidak ada yang menonton televisi mulai pukul 18:00 Wib hingga pukul 20:00 Wib. Sebab di saat itu anak sekolah harus melakukan sholat magrib berjemaah, mengaji, menghafal alqur’an, dan belajar.
Selain itu para siswa tidak di bebani lagi dengan Pekerjaan Rumah (PR) dari sekolah. Sebab dengan itu anak-anak akan fokus melakukan kegiatan seperti di paparkan diatas.
“Tidak ada lagi PR di yang dikerjakan di rumah. Orang tua ikut bertanggung jawab memberikan pendidikan keagamaan di rumah, hal itu juga penting untuk pendidikan mereka di masa mendatang yang menjadikan anak berbakti dan tetap bekerja dalam koridor agama,” urainya. (adv/humas)
Siak (SegmenNews.com)– Setelah usai melakoni berbagai tahapan, baik dari panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) maupun seleksi yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Kecamatan, dua orang Calon Kepala Desa (Cakades) Buatan Lestari Kecamatan Bungaraya, diantaranya Rochmad Sodikin dan Sadeli, Selasa (19/3) kemarin resmi bertarung untuk memperebutkan kursi Kepala Desa Buantan Lestari Kecamatan Bungaraya.
Dua orang Cakades yang dinyatakan berhak dan lolos untuk maju bertarung guna memperebutkan kursi dan singgasana Kepala Desa Buantan Lestari oleh panitia Pilkades, periode 2013 dua orang Cakades ini yaitu Rochmad Sodikin dan Sadeli saat itu bersaing secara ketat. Dari 1174 pemilih yang memberikan hak suaranya kepada masing-masing Cakades kejar mengejar angka terus terjadi.
Tak hanya itu, pemilihan Kepala Desa Buantan Lestari Kecamatan Bungaraya, yang digelar sekira jam 9.00 Wib dan dilangsungkan dihalaman kantor Desa Buantan Lestari. Perhitungan surat suara yang dimulai pada pukul 14.00 Wib dan berakhir pada pukul 15.00 Wib tersebut, dua calon kepala desa yang bertarung dan dipilih oleh masyarakat Desa Buantan Lestari, setelah penghitungan surat suara usai yang dilakukan oleh panitia Pilkades, akhirnya dalam menit-menit terakhir, Sadeli yang memegang nomor urut 2 berhasil unggul, dengan perolehan suara sebanyak 660 suara yang mengalahkan rekannya, Rocmad Sodikin nomor urut 1dengan perolehan suara sebanyak 478 suara.
Sementara itu perhitungan surat suara yang dilakukan oleh panitia pemilihan kepala desa Buantan Lestari, masing-masing pendukung calon yang hadir pada hari pemilihan tersebut, terus bergumuruh, pasalnya, bila saja ada calon yang disebutkan oleh panitia pemilih, tepuk tangan dan yel-yel calon, sontak berkumandang. Keseruan ini benar-benar menjadikan pemilihan Kepala Desa Buantan Lestari sangat demokratis.
Pada akhir perhitungan surat suara yang dilakukan oleh panitia, dari 1174 pemilih, nomor Urut 1 Rocmad Sodikinberhasil memperoleh suara sebanyak 478 suara. Sedangkan Nomor Urut 2 Sadeli memperoleh suara, sebanyak 660 suara, dan yang hangus/golongan putih (golput) ada sekitar 36 suara. (rin)
Kabupaten Rokan Hulu telah bertekad untuk membangun kesehatan masyarakat Rokan Hulu dengan Visi Rokan Hulu Sehat 2016 yaitu sebagai gambaran masyarakat Rokan Hulu yang memiliki derajat kesehatan tertinggi di Propinsi Riau Tahun 2016.
Atas keyakinan Bupati kabupaten Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi dengan Program-program dibidang kesehatan, maka saat ini masyarakat Kabupaten Rokan Hulu telah menikmatinya. Seperti masyarakat bebas Mandi Cuci Kakus (MCK) di sungai. Sebab 156 Desa dan 6 kelurahan di 16 Kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hulu telah tersedia air bersih.
Sehingga kesehatan masyarakat menggunakan air bersih tanpa MCK di sungai lebih terjaga. Masyarakat hanya tinggal memanfaatkannya dan menjaga fungsi dan keawetan fasilitas air Bersih.
“Camat, Kades dan Lurah harus membangun pendekatan kepada masyarakat dan melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih merasa memiliki air bersih, sehingga rasa tanggung jawab akan perawatannya terus terjaga,” instruksi Bupati.
Komitmen Pemerintah Rokan Hulu juga tercermin dari indikator pencapaian visi dan misi tahun 2016 tersebut juga telah menurunkan angka kematian bayi di tahun 2012 menjadi, 16/1000 kelahiran hidup, menurunkan angka kematian ibu menjadi, 100/100.000 kelahiran hidup, status gizi, gizi buruk 2 persen dan gizi kurang 10 persen, umur harapan hidup 72 tahun.
Kualitas pelayanan kesehatan ibu, bayi dan balita ditunjukkan, antara lain cakupan akses pelayanan K4 atau ibu hamil yang sudah memeriksakan lengkap empat kali kunjungan tahun 2006 sebesar 81,52 persen. Sedangkan tahun 2011 meningkat 92,2 persen, artinya telah di atas target SPM tahun 2011 sebesar 90 persen. Kemudian, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan, pada tahun 2006 sebesar 63,70 persen.
Sedangkan tahun 2011 meningkat menjadi 92,1 persen. Capaian ini lebih tinggi dari target nasional, yakni 90 persen dan target MDGs sebesar 86 persen. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani, pada tahun 2011 adalah 42,88 persen. Capaian ini meningkat bila dibandingkan tahun 2010 yaitu sebesar 20,58 persen.
**Pengobatan Gratis**
Sementara itu, Untuk jaminan kesehatan dan pelayanan kesehatan penduduk miskin atau kurang mampu, tersedia program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). Namun, masih banyak masalah di lapangan, sehingga program tersebut masih ada yang belum tepat sasaran. Oleh karena itu, untuk menampung penduduk miskin dan kurang mampu, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu pada tahun 2010 telah melakukan terobosan mengembangkan program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda), bagi penduduk miskin,
Sasaran Jamkesmas sebesar, 104.265 jiwa, Jamkesda 2010 sebesar 40.000 jiwa. Tahun 2011 ditingkatkan lagi sebesar 90.000 jiwa. Jadi jumlah peserta Jamkesmas dan Jamkesda sebesar 194.265 jiwa (39%) dari jumlah penduduk. Belum lagi peserta ASKES, ASABRI dan asuransi komersial lainnya.
Di samping itu, untuk menjamin akses penduduk miskin dan kurang mampu terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, sejak tahun 2009 lalu telah dibuat kebijakan pengobatan gratis di seluruh puskesmas, bagi seluruh lapisan masyarakat Rokan Hulu dan di RSUD kelas 3 bagi keluarga miskin, cukup menunjukkan kartu keluarga atau KTP Rokan Hulu.
Tak tanggung-tanggung ditahun 2013 ini Pemkab Rohul telah menyediakan 90 Ribu Kartu Jamkesda bagi masyarakat kurang mampu, APBD Rohul 2013 telah menganggarkan senilai Rp 5 miliar dan untuk membantu memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi.
Sedangkan untuk program Jamkesmas, tahun ini telah dibuat 70.000 kartu sesuai data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik.
*Tingkatkan Pelayanan di RSUD*
Demi memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat Rokan Hulu, tentunya pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rohul harus ditingkatkan, namun kwalitas peralatan dan tipe RSUD juga perlu ditingkatkan. Hal itu juga telah dilakukan Pemkab Rohul.
Paningkatan Gedung RSUD dari tipe C ke tipe B dibangun 6 lantai melalui dana APBN saat ini menunggu lanjutan pembangunan tahap berikutnya. Mimpi menjadikan RSUD Pasirpangaraian sebagai salah satu rumah sakit terbaik di Provinsi harus diwujudkan yakni dengan melakukan berbagai perbaikan sarana dan prasarana termasuk peningkatan pelayanan dalam bidang “publik service”.
Menurut Bupati Achmad, paham masyarakat Indonesia sekarang adalah rumah sakit yang menjadi acuan untuk berobat merupakan rumah sakit yang memiliki pelayanan bagus. Sebab itu dia terus mewanti-wanti kalangan medis dan para medis lebih meningkatkan pelayanan.
saat ini petugas medis dan para medis di RSUD Pasirpangaraian sudah mencukupi untuk melayani masyarakat luas. Sedikitnya 12 dokter spesialis dengan 106 tempat tidur di RSUD Pasirpangaraian sudah mencukupi.
Jika RSUD Pasirpangaraian telah naik status, Pemkab Rohul baru akan merekrut petugas medis dan para medis baru, termasuk penambahan tempat tidur menjadi 200-250 unit, serta menyediakan sarana dan prasarana pendukung, serta kelengkapan alat-alat kesehatan yang dibutuhkan sebuah rumah sakit type B.
Sat ini juga masyarakat telah di mudahkan dengan pelayanan komputerisasi dengan sistem “barcode” yakni, rekam medik menggunakan menggunakan infrared, semakin memudahkan masyarakat luas untuk mendapatkan pelayanan baik dan cepat.
Menurut Bupati Rohul Achmad, cukup registrasi melalui mesin yang mirip mesin “automated teller machine” (ATM) atau biasa disebut anjungan transaksi mandiri, calon pasien bisa berobat ke dokter yang sesuai dengan keluhan penyakitnya.
Saat ini RSUD Pasirpangaraian juga sudah menggunakan instalasi oksigen dengan sistem sentral life. Oksigen tidak lagi menggunakan tabung, namun sudah langsung disalurkan ke seluruh ruangan dengan menggunakan instalasi khusus.
Struktur bangunan baru RSUD Pasirpangaraian sudah terealisasi 80 persen. Gedung 6 lantai itu sudah memasuki tahap finishing. Dibantu dana APBN 2013, tahun ini juga diadakan alat-alat kesehatan rumah sakit, dan pada akhir tahun ini seluruhnya ditargetkan sudah selesai sehingga pada awal 2014 sudah mulai difungsikan untuk melayani seluruh masyarakat dalam bidang kesehatan.
Pasca dilakukan pembinaan Sumber Daya Manusia, peningkatan infrastruktur, serta pemenuhan seluruh kebutuhan sarana dan prasarana rumah sakit, termasuk pengadaan alat-alat kesehatan, Pemkab Rohul secepatnya akan mengajukan ke Menteri Kesehatan agar RSUD Pasirpangaraian naik status dari type C menjadi type B.
Hal itu lah yang ditargetkan Bupati Achmad agar RSUD Pasirpangaraian menjadi salah satu rumah sakit terbaik di Provinsi Riau. Secara rutin juga, Bupati Achmad dan wakilnya Hafith Syukri rutin mengunjungi rumah sakit tersebut.
*Dirjen P2PL Kemenkes RI Puji Keberhasilan Peningkatan Kesehatan*
Saat pelaksanaan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-48 tingkat Kabupaten Rokan Hulu, yang dipusatkan di Desa Muara Jaya, Kecamatan Kepenuhan Hulu tahun lalu. Peningkatan kesehatan Rohul mendapat apresiasi dari Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI Prof dr Tjandra Yoga Aditama.
Dirjen P2PL Kemenkes RI yang langsung menghadiri peringatan HKN itu salut dan bangga atas peningkatan kesehatan kesehatan masyarakat.
“Saya bangga dan memberikan apresiasi kepada Pemkab Rohul, atas tingginya partisipasi masyarakat, sehingga taraf hidup masyarakat dibidang kesehatan meningkat. Begitujuga kesaran masyarakat akan kesehatan telah terbukti,” pujinya.
Begitu juga dengan keberhasilan pemerintah Rohul dalam meningkatkan taraf kesehatan seperti keberhasilan dalam menekan angka gizi buruk serta angka kematian ibu dan bayi di bawah rata-rata nasional dalam tiga tahun terakhir ini.
Di peringatan HKN itu juga Pemkab Rohul mencanangkan Gerakan Rokan Hulu Bersih berlaku di fasilitas umum seperti kawasan perkantoran, sarana pendidikan, sarana kesehatan, rumah ibadah, terminal, pasar, tempat wisata, restoran dan rumah makan.
Dengan pecanangan tersebut, kebersihan lingkungan di fasilitas umum terkelola dengan baik. Untuk kebersihan, sebuah sarana mesti memiliki air bersih, memiliki pengelolaan sampah, tidak ada nyamuk aedes, serta berlakukan kawasan bebas rokok di areal perkantoran, sekolah, Puskesmas, rumah sakit, dan rumah ibadah.
Dirjen P2PL Kemenkes RI menyerahkan bantuan 30 unit keramik filter penyaring air kepada Pemerintah Rokan Hulu, untuk diberikan kepada desa yang kesulitan air bersih. Tanda Jasa dan Penghargaan Bupati Rohul Drs. H. Achmad M. Si
1).Satya Lencana Karya Satya, Tahun 2004, Presiden RI,
2).Bakti Koperasi dan UKM, Tahun 2007, Menteri Koperasi dan UKM
3).Satya Lencana Pembangunan, Tahun 2007, Presiden RI
4).Satya Lencana Ksatria Arutala Bidang Kesehatan, Tahun 2007,
Menteri Kesehatan
5).Penghargaan Sebagai Salah Satu Kabupaten Yang Tercepat
Menyampaikan Akuntabilitas, Kinerja Pemerintahan Kepada
Presiden, Melalui Menpan
6).Satya Lencana Pembangunan Bidang Pengembangan Usaha
Ekonomi Menengah, Tahun 2008, Presiden RI
7).Penghargaan Keberhasilan Dalam Peningkatan Produksi Beras,
Tahun 2008, Presiden RI
8).Penghargaan Ketahanan Pangan Tahun 2009
9).Penghargaan Koperasi Paradhana Madya Tahun 2009
10).Penghargaan Di Bidang Pramuka Dari Gubernur Riau Tahun 2010
11).Penghargaan Penggerak Koperasi dan UKM Tahun 2011
12).Penghargaan Bintang Jasa Utama, Tahun 2011, Presiden RI
13).Penganugrahan Penghargaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTPS)
di Bidang Penanaman Modal Kabupaten dan Kota Terbaik
14). Penghargaan Apresiasi Pendidikan Agama Islam 2013. (r4n)
Jakarta (SegmenNews.com) – Pemerkosaan disertai perampokan terjadi di Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat. Seorang wanita berusia 21 tahun menjadi korban kejahatan ini. Wanita berinisal A ini menderita luka cekik di bagian lehernya. Selain itu motornya juga dirampok pelaku pemerkosaan itu.
A selama ini mengontrak di kawasan Bojong, Rawa Lumbu, Bekasi. Kontrakan ini berbentuk kamar-kamar petak, di depan kamar itu terdapat taman. “Sekitar pukul 05.00 WIB korban keluar dengan kondisi tangan terikat dari kamarnya,” kata Pendi salah seorang tetangga A kepada wartawan, Selasa (19/3/2013).
Pendi mengatakan, saat keluar dari kamarnya, A tidak mengenakan celana. Sebab itulah Pendi kemudian memanggil tetangga wanita yang ada di kontrakan itu. Menuturnya dia sempat mendegar ada pria yang sedang berbincang-bincang di depan kontrakan itu pada pukul 01.00 WIB.
“Korban belum lama mengontrak di kawasan ini,” katanya.
Menurut informasi, pemerkosaan ini terjadi saat A sedang tidur di kontrakannya di sekitar Rawa Lumbu. Saat itu tiba-tiba saja ada pelaku masuk dan mencekik leher korban. Pelaku juga mengikat tangan korban, menggunakan kabel dan menyumpal mulut korban dengan celana dalam milik A.
Usai memerkosa A, pelaku langsung kabur dengan membawa sepeda motor Beat milik korban dan sebuah HP BlackBerry Gemini. Saat ini kasus tersebut ditangani Polres Bekasi. (snc/dtc)
Abubakar didampingi Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho menjelaskan penerimaan CPNS tahun 2013 ini akan diumumkan kuotanya pada Juli mendatang.
“Juli nanti kuota penerimaan CPNS tahun 2013 ini sudah bisa diketahui. Jumlah ini sekitar 50 persen dari total jumlah PNS yang pensiun tahun ini, yang jumlahnya mencapai 120 ribu orang,” ujar Abubakar.
Disebutkannya, penerimaan CPNS tahun 2013 akan difokuskan kepada kebutuhan lembaga atau departemen dengan mengedepankan azas kompetensi dan kelayakan. Dengan kata lain, lanjut Abubakar, penerimaan CPNS tahun 2013 ini akan disesuaikan dengan kebutuhan atau yang diperlukan saja.
“Pola seperti ini harus dilakukan karena jumlah PNS kita sudah banyak berlebih untuk satu lembaga atau departemen. Jadi prinsipnya, kita hanya menerima formasi CPNS yang paling dibutuhkan saja,” katanya.(snc/dtc)
Menurutnya, Keppres yang diterima Setjen DPR itu kemudian disampaikan kepada pimpinan untuk segera melantik pengganti keduanya. Pelantikan digelar besok.
“Setelah Kepres turun kita koordinasi dengan ketua DPR, dia bersedianya (melantik) pukul 11.00 WIB besok di ruang kaca Presroom Nusantara I, yang paling depan,” ungkapnya.
Namun, menurut Sintong, selain kedua nama politisi PKB itu, ada satu nama politisi Gerindra yang juga secara bersama-sama akan diPAW besok.
“Ada tiga orang yang akan dilantik, Lily Wahid, Gus Choi (PKB), dan satu lagi Gerindra Harun Al Rasyid,” ucap Sintong.
“Iya ada Keppres penghentian untuk yang akan digantikan, dan Keppres pengangkatan untuk yang akan menggantikan,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, Lily Wahid dan Effendy Choirie keduanya kerap berbeda pandangan dengan fraksi PKB dalam rapat-rapat di DPR. Keduanya akhirnya diusulakn pemecatan oleh fraksi kepada presiden. (snc/dtc)
Jakarta (SegmenNews.com)– Tersangka penyerangan, perusakan dan penganiayaan di Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) terus bertambah. Kini sudah 20 orang oknum prajurit TNI AD yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Iya, yang jelas 20 anggota,” kata KSAD Pramono Edhie Wibowo di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2013).
Pangkat 20 orang tersangka itu beragam. Mulai dari Perwira, Bintara hingga Tamtama.
Pramono enggan menjelaskan lebih lanjut soal sanksi yang bakal diterima oleh mereka. Yang jelas, Pramono memastikan akan ada sanksi bagi anggotanya yang terbukti bersalah.
“Sanksi sesuai yang salah dan tunggu putusan pengadilan dan akan dihukum sesuai kesalahan,” tutupnya. (dtc/snc)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Pihak PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) mengaku kondisi PLN di Riau mengalami defisit 20 Mega Watt, akibat sistem interkoneksi di Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng) terganggu karena ada pembangkit yang keluar sistem.
“Ada pembangkit yang keluar dari sistem, sehingga membuat defisit 100 Mega Watt. Riau masuk dalam interkoneksi Sumbagteng meliputi Sumbar, Jambi dan Sumsel, sehingga Riau kebagian defisit 20 Mega Watt,” ujar Humas PLN WRKR Suhatman, kepada Antara di Pekanbaru, Selasa.
Dia menjelaskan, pembangkit yang keluar dari sistem interkoneksi Sumbagteng yakni Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin berkapasitas 2 x 100 Mega Watt di Sawah Lunto, Sumatera Barat.
Sehingga di Riau khususnya Kota Pekanbaru terpaksa dilakukan pemadaman bergilir pada waktu beban puncak dari pukul 18.00 sampai sampai 22.00 WIB.
“Diluar itu, biasanya pemadaman yang dilakukan hanya selama satu jam. Sementara pada siang hari tidak ada dilakukan pemadaman karena bukan beban puncak,” ucapnya.
Pihaknya juga tidak mengetahui sampai kapan pemadaman akan terus dilakukan, dan PLN WRKR hanya mengandalkan pemberitahuan dari Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) dikutip antarriau.com.
“Saya juga mendesak orang P3B, tolong dikasih tahu konsumen bila terjadi pemadaman. Namun, P3B belum memberi tahu sampai kapan pemadaman dilakukan dan kami akan memonitor ke PLTU Ombilin,” jelasnya.
Ia mengakui, dalam sebulan terakhir listrik di Pekanbaru sering padam karena pihaknya sedang melakukan pemeliharaan trafo seperti di gardu induk kawasan Garuda Sakti, Panam.
“Jadi pemeliharan trafo memang dijadwalkan PLN setiap tahun lebih dari satu kali, dalam rangka untuk menjaga keandalan. Sehingga tiba-tiba trafo itu tidak bermasalah dan PLN memelihara,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, listrik milik PLN di Kota Pekanbaru padam selama hampir dua jam lamanya pada Senin (18/3) malam, sehingga masyarakat harus rela kegelapan tanpa ada pemberitahuan dari PLN Cabang Pekanbaru.
“Listrik di rumah malam tadi padam dari mulai jam 20.05 WIB dan baru dihidupkan pukul 21.50 WIB,” ujar Rika Indah Sariyanti (27), salah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Kamboja, Arengka, Pekanbaru.(**)
Teluk Kuantan (SegmenNews.com)– Sebanyak 70 orang personel gabungan dikerahkan untuk menertibkan aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (19/3).
Petugas menyisir aktivitas ilegal tersebut di Sungai Langsat, Desa Air Hitam, Kecamatan Sentajo Raya. Di kawasan tersebut, petugas tidak menemukan pekerja PETI dan menyita sedikitknya 10 mesin diesel jenis dompeng yang digunakan pekerja untuk kegiatan tersebut.
“Ada 10 mesin dompeng ditemukan di lokasi. Sebagian ditenggelamkan karena susah membawanya dari lokasi, dan sebagian diamankan ke Polsek Benai,” ujar Kapolres Kuansing AKBP Wendry Purbyantoro melalui Kabag Ops Polres Kuansing Kompol Amzar kepada wartawan, Selasa (19/3).
Dia menyebutkan, penindakkan ini sesuai Surat Keputusan Bupati Kuansing Sukarmis terkait penertiban PETI. Pada operasi tersebut, pihaknya juga melihatkan pihak kecamatan. “Camat sebagai koordinator sesuai surat Bupati,” imbuhnya. (knc/snc)
Kepulauan Meranti (SegmenNews.com)– Pelanggan PLN di Kabupaten Kepulauan Meranti ke depan tidak bisa lagi mengulur-ulur waktu pembayaran tagihan rekening listrik.
Pasalnya, pihak PT PLN Rayon Selatpanjang saat ini telah melakukan kerjasama terkait tunggakan pelanggan.
Kejaksaan Negeri Cabang Selatpanjang, Zainur, bersama Manager PT PLN Area Dumai, Didi Rahmad, Senin (18/3), menandatangani nota perjanjian kerjasama bidang penagihan tunggakan rekening listrik di Kepulauan Meranti.
Mou dilakukan di Kantor Kejaksaan Negeri cabang Selatpanjang. “Dengan adanya MoU tersebut, pihak Kejaksaan akan melakukan upaya pemanggilan kepada konsumen PLN yang dinilai membandel. Kepada pelanggan yang dipanggil akan dihadapkan pada, apakah ada niatnya untuk menyelesaikan hutang tunggakan daya listrik yang dipergunakannya itu, atau pemutusan sambungan listrik,” ujar Didi Rahmad.
Manager PLN Area Dumai, didampingi Manager PLN Rayon Selatpanjang, Andy P, bersama Kacabjari Selatpanjang, Zainur, usai penandatanganan kerjasama.
Dengan adanya kesepakatan ini, PLN berharap dari Rp320 juta tunggakan PLN Rayon Selatpanjang dan dari 680 pelanggan yang bermasalah bisa terselesaikan dalam waktu yang ditentukan. Pelanggan PLN yang belum membayar hingga tiga bulan ke atas menurut Didi, sebagian kecil terdapat pada kantor perusahaan swasta dan juga instansi Pemerintahan Kabupaten.
Ada juga pemiliki rumah tangga kode R1 yang dinilai tidak berniat untuk membayarnya.
“Seluruh nama-nama itu kita serahkan kepada pihak Kejaksaan. Biarlah mereka yang melakukan pendekatan hukum kepada para penunggak itu. Kita berharap, ke depan masalah tunggakan ini tidak lagi menghambat program kerja PLN, dalam meningktakan persentase ratio elektrifikasi di Meranti,” jelas Didi.
Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Cabang Selatpanjang, Zainur, dalam kesempatan itu kepada wartawan, mengatakan, pihaknya akan memanggil para pelanggan berdasarkan kuasa yang diterima.
“Kita akan menanyakan kepada pelanggan yang membandel, apakah bersedia membayarnya atau tidak. Kalau dikatakan akan dibayar, tentu harus direalisasikan dalam batas waktu yang ditentukan. Dan jika tidak dibayar, maka hal pertama yang dilakukan adalah pemutusan arus listrik. Selanjutnya akan dipertimbangkan untuk membawa persoalan itu ke ranah hukum. Tapi kalau pelanggan kooperatif dan bersedia menyelesaikan tunggakan tersebut, persoalan langsung dianggap selesai,”sebutnya.(hr/knc/snc)