Polres Rohul Musnahkan Sabu yang disita dari Oknum Polres Natuna
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Polisi Resor Kabupaten Rokan Hulu musnahkan barang sitaan Narkotika golongan satu jenis sabu seberat 39,44 gram senilai Rp67 juta, Kamis (21/3/13) di Mapolres Rohul.
Barang haram tersebut disita dari tangan oknum Polres Natuna Okto Zuzandi (37) beserta istri, Dewi (34) di Wisma Putri Melayu Desa Pematang Tebih Kecamatan Ujung Batu pada tanggal 23 Januari pukul 22:00 Wib.
Pemusnahan dilakukan Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan, Ketua MUI Rohul Hasbih Abduh, Kasi Pidum Kejari Pasirpangaraian Andre, Pengadilan Negeri, dan perwakilan dari Dinas Kesehatan Rohul.
Dua warga Tampan Pekanbaru tersebut ditangkap pihak kepolisian saat berada di rumah pemilik wisma, sedangkan barang bukti sabu ditemukan didalam tempat sabun yang ada di kamar mandi miswa. Tersangka melanggar pasal 112 ayat (2) JO pasal 114 ayat (2)UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Disampaikan Kapolres Rohul bahwa pemusnahan ini adalah suatu bentuk sosialisasi kepada masyarakat agar menjauhi narkotika yang merugikan orang banyak dan diri sendiri. Pemusnahan ini juga diharapkan dapat menimbulkan efek jera bagi masyarakat yang menggunakan narkoba.
Anggota Polres menunjukkan sabu dan oknum Polres natuna beserta istrinya
“Pihak MUI Rohul, tokoh masyarakat, pemuda dan lainnya telah banyak melakukan audiensi tentang peredaran Narkotika sudah sangat meresahkan. Kita minta kepada masyarakat agar melaporkan jika ada penguna maupun pengedar narkotika di sini,” sampai Kapores.
Sementara itu menurut kasat Narkoba, Zulbakri SH bahwa terhitung Januari hingga Maret 2013 saja di Kabupaten Rokan Hulu telah menangani 32 kasus Narkotika, sementara sepanjang tahun 2012 lalu hanya 69 kasus yang kita tangani. Hal itu menunjukkan tahun 2013 peredaran narkotika semakin tinggi.
Zulbakri menargetkan satu minggu kedepan pihaknya akan menangkap bandar besar peredaran narkotika di Kabupaten Rokan Hulu. (r4n)
Pelalawan (SegmenNews.com)– Bupati Pelalawan HM. Harris menghimbau kepada seluruh aparatur pemerintah harus memberikan pelayanan yang baik dan dan memkasimalkan layanan serta mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat.
“Aparatur pemerintah harus siap melayani masyarakat dimanapun, kapanpun dan apapun kepentingan masyarakat yang menjadi kewajiban pemerintah,” tegas Bupati Pelalawan HM. Harris, saat melantik kepala desa Terantang Manuk kecamatan Pangkalan Kuras, selasa (19/3/2013).
Menurut Bupati, untuk mewujudkan hal tersebut peran kepala desa dan perangkatnya sangatlah penting. Kepala Desa selaku perpanjangan tangan pemerintah berkewajiban menjamin terselenggaranya setiap program pembangunan yang ada didesanya.
“Peran ini harus mampu dijalankan oleh kepala desa sebagai abdi pelayan masyarakat,” kata Harris.
Pemerintah daerah kabupaten Pelalawan, kata Harris, sedang berusaha keras untuk mewujudkan beberapa program pembangunan unggulan pemkab Pelalawan.
Program Pelalawan Terang, dimana saat pada bulan April mandatang akan dilakukan lounching PLTG Langgam, program Pendidikan Gratis, kawasan teknopolitan, Wisata Bono dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan sebagainya, merupakan program-program unggulan pemkab Pelalawan.
“Butuh dukungan dan partisipasi seluruh pihak, agar program dan kegiatan tersebut bisa terwujud,” kata Bupati Harris. Dimasa mendatang, sebut Harris, pemerintah daerah dan masyarakat kabupaten Pelalawan harus melakukan perubahan dan mandiri, untuk menjadi penentu kemajuan daerah.
Harris juga mengingat Bakri, kepala desa Terantang Manuk yang baru, untuk mengedepan musyawarah dan mendengarkan masukan dan keluhan masyarakat.
“Kepala desa harus turun langsung ke masyarakatnya. Rangkul semua elemen masyarakat, baik kalangan pemuda, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bersama-sama membangun desa,” pinta Harris.
Kepada masyarakat Terantang Manuk, Bupati Harris juga berpesan untuk selalu mendukung dan bekerjasama dengan kepala desa yang baru.
“Jika saat pemilihan ada pro dan kontra terhadap dukungan, kini hendaknya kembali bersatu dalam membangun desa ini,” harap Harris. (adv/ur/dn)
Medan (SegmenNews.com)– Tim arkeolog menemukan struktur bangunan yang diduga candi kuno dalam penggalian di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Lokasi penemuan itu berada di Lingkungan VII, Kelurahan Paya pasir, Kecamatan Medan Marelan.
Penggalian itu dilakukan Ecole Francaise d’Extreme-Orient (EFEO/Pusat Penelitian Timur Jauh Prancis), dan Pusat Arkeologi Nasional, didukung Balai Arkeologi Medan dan melibatkan tenaga lapangan dari Pusat Studi Ilmu Sosial dan Ilmu Sejarah (Pussis) Universitas Negeri Medan (Unimed). Proses penggalian sudah berlangsung sejak 14 hari lalu dan Rabu (20/3/2013) merupakan hari terakhir.
Struktur bangunan yang terbuat dari bata kuno ini ditemukan dalam kotak penggalian di kedalaman sekitar dua meter. Susunan bata yang menjadi dinding bangunan itu tebalnya sekitar 40 cm. Sedangkan panjang dan struktur utuhnya belum bisa diketahui karena berada di dalam tanah dan tembus ke lantai rumah warga.
Saat penggalian hari terakhir berlangsung Rabu sore, arkeolog Daniel Perret yang berasal dari EFEO bersama Heddy Surachman peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional yang juga ketua tim, terlihat berhati-hati melakukan penggalian di areal eskavasi seluas 250 meter persegi itu. Bagian demi bagian tanah di lokasi galian diiris dengan sekrap. Seterusnya mereka membuat catatan dan memotret bagian-bagian tersebut. Keramik maupun fragmen yang ditemukan dibersihkan dengan air, lalu dikodefikasi.
Kepada wartawan Heddy Surachman menyatakan, penggalian yang dilakukan ini merupakan kerjasama Indonesia dan Prancis dalam upaya mengetahui bagaimana jejak permukiman masa silam di tempat ini. Kawasan yang dikenal dengan sebutan Kota Cina ini, masih menyisakan banyak pertanyaan, termasuk struktur bangunan yang ditemukan kali ini yang kemungkinan merupakan candi.
“Sangat mungkin. Tetapi masih terlalu dini untuk disimpulkan karena yang terlihat baru sebagian kecil saja. Kita masih belum mengetahui berapa panjang dan lebarnya dan belum dapat mengkonstruksi bentuk bangunannya seperti apa,” kata Surachman didampingi Perret.
Tim juga belum menemukan arca secara utuh, yang merupakan benda penting di suatu bangunan sakral seperti candi. Memang ada ditemukan beberapa fragmen arca dari batu granit, tetapi belum bisa menjadi pedoman.
“Arca merupakan benda yang moveable, mudah dipindah-pindahkan, jadi kita belum bisa cepat-cepat menyimpulkan,” kata Surachman.
Untuk memastikan struktur bangunan yang ditemukan itu candi atau tidak, perlu lebih banyak penggalian yang dilakukan. Namun karena keterbatasan waktu maka penggalian tahap awal ini hanya dilakukan sampai di sini.
Sementara Daniel Perret menyatakan, diperlukan setidaknya waktu lima atau enam tahun lagi untuk menggali di sekitar lokasi untuk mengetahui seperti apa Kota Cina itu dahulu.
“Ini merupakan salah satu tahap baru dalam penelitian situs pemukiman kuno di Sumatera Utara. Sesudah tiga tahun melakukan penggalian di sini, kita mendapatkan temuan yang luar biasa, baik tulang, artefak dan bahan organik lainnya. Hampir tidak ada situs lain di Sumatera Utara yang memiliki kekayaan temuan seperti ini,” kata Perret. (dtc)
Siak (SegmenNews.com)– Kerja jajaran Polri diperiksa, saat ini Polsek Kandis jajaran Polres Siak di praperadilankan Bakti Surbakti Cs pemilik kebun sawit di Kandis ke Pengadilan Negeri (PN) Siak. Dalam sidang pertama Penasehat Hukumnya (PH) yakni Karina Surbakti membacakan gugatan tentang proses penangkapan yang dilakukan Polsek Kandis atas kliennya Bakti Surbakti Cs.
Selain itu ia juga mengatakan bahwa sebenarnya kliennya tersebut telah menangkap seorang pencuri sawit dikebunnya dan diserahkan ke Polisi guna proses hukum selanjutnya, akan tetapi dalam hal ini kliennya malah ditangkap dan ditahan di Mapolsek Kandis.
Untuk itu, PH Bakti Surbakti meminta ke hakim yang meminpim persidangan untuk dapat mengabulkan permohonannya yakni membebaskan kliennya dan memulihkan kembali nama baik kliennya.
Setelah mendengarkan gugatan dari PH Bakti Surbakti, maka hakim mempersilahkan ke Polsek Kandis sebagai tergugat untuk mengajukan pembelaan atau replik. Dalam kesempatan tersebut, dibacakan Kapolsek Kandis Kompol Suparno didampingi dua anggotanya bahwa sesungguhnya penahanan terhadap Bakti Surbakti, Albaini A.Ginting tersebut sudah sesuai prosedur dan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu penahanan terhadap mereka berdasarkan Laporan Polisi (LP) dari istri korban yakni Misri yang mana suaminya Wendi telah di aniaya dengan cara dikeroyok Bakti Surbakti dan Albaini A.Ginting, selain itu juga telah mengamankan barang bukti serta keterangan saksi-saksi atas kejadian tersebut.
Setelah mendengarkan pembelaan dari tergugat atau Polsek Kandis, maka hakim sidang mempersilahkan kepada penggugat atau PH Bakti Surbakti Cs untuk menanggapi pembelaan tergugat. Akan tetapi penggugat belum menyiapkan tanggapannya dan meminta persidangan ditunda besok.
Atas permintaan dari penggugat dan tergugat, maka persidangan ditunda hingga besok dengan agenda mendengarkan tanggapan atas pembelaan tergugat dan tanggapan atas tanggapan penggugat. (rinto)
KOTOGASIB (SegmenNews.com)– Ratusan masyarakat Kecamatan Kotogasib, Kabupaten Siak, Rabu (20/3/13) “serbu” warung remang-remang yang diduga tempat maksiat dan tempat tingga para pelacur.
Penyerbuan tersebut disertai dengan pembongkaran paksa warung remang-remang yang juga dihadiri oleh salah seorang anggota DPRD Siak Robi Cahyadi, Camat Kotogasib Arlisman, Kakansatpol PP Hadi Sanjoyo, Kapolsek Lubuk Dalam AKP Pridolin N, Kasubsektor Pol Kotogasib Aiptu Jepri Purba, tokoh masyarakat dan tokoh alim ulama, serta perwakilan ibu-ibu Kecamatan Kotogasib.
Pembongkaran paksa dilakukan masyarakat secara sepontan, karena sudah beberapa kali diperingatkan, namun pemilik warung tak menggubrisnya, begitu juga surat teguran dari kecamatan. Akhirnya membuat masyarakat gerah dan melakukan pembongkaran paksa.
Dikatakian tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya mengaku gerah dengan aktivitas di warung tersebut. Mereka tidak menginginkan daerah mereka dijadikan ‘sarang’ prostitusi dengan berbagai modus dan kedok mereka.
“Kami ingin warung remang-remang ini tidak ada lagi di daerah kami, karena ini dapat mencoreng nama baik daerah dan juga citra kami,” kesalnya.
Sementara itu Anggota DPRD Siak Dapil Kotogasib dan juga mewakili tokoh pemuda yakni Robi Cahyadi di lokasi mengungkapkan dukungannya tindakan masyarakat. Sebab dirinya juga menilai pemilik warung remang-remang itu membandel walaupun telah beberapa kali diingatkan namun tidak pernah ditanggapi, malah makin banyak.
“Saya mendukung tindakan atau aksi masyarakat yang ingin nama baik daerahnya terjaga dari aksi-aksi prostitusi, dan juga sebagai putra daerah, saya juga tidak ingin prostitusi merajalela didaerah saya ini, dan pembongkaran tidak ada tebang pilih,” ungkap Robi.
Kaum ibu-ibu juga ikut geram terhadap warung prostitusi
Kapolsek Lubuk Dalam AKP Pridolin N mengaku bahwa aksi tersebut spontan saja dilakukan masyarakat, mereka berkumpul dan langsung menuju ke warung remang-remang yang diduga tempat prostitusi dan langsung dibongkar, untungnya dalam hal ini tidak terjadi korban jiwa, penjarahan, serta pembakaran. Aksi berjalan damai.
Ditengah perjalanan aksi pembongkaran, Kapolsek tiba-tiba menghentikan pembongkaran dan akan kembali lagi berkoordinasi dengan kecamatan untuk pembongkaran selanjutnya.
Masyarakat berjanji jika pemilik warung remang-remang yang lain tidak membongkarnya sendiri, maka masyarakat akan membongkarnya dengan massa yang lebih banyak lagi. (rinto)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Formasi penerimaan Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, dipastikan tidak ada bagi tamatan SLTA/sederajat. Hal ini disampaikan Kepala Bagian Administrasi dan Kepegawaian BKD Riau Raja Agustiarman.
“Kalau yang kita ajukan ke BKN pusat tidak ada untuk tamatan SLTA yang ada D3, S1 dan S2. Kan anjurannya memang seperti itu, kecuali ada hal khusus,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Rabu (20/3).
Lanjutnya, formasi yang diajukan berjumlah 724 orang. Jumlah penerimaan tergantung pusat dan akan disesuaikan dengan analisa jabatan kebutuhan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Formasinya 724 yang diusulkan, belum tahu disetujui, makanya kita mau melakukan pendataan pegawai, bisa jadi berkembang. Disesuaikan dengan anjab jadi sesuai dengan kebutuhan,” ungkapnya lebih lanjut.
Penerimaan CPNS ini untuk semua bidang. Tetapi paling banyak di bidang kesehatan dan pendidikan. Formasi tersebut diterangkan Agustiarman lagi, mendekati anjab karena masih ada anjab yang belum selesai maka hanya bisa disebutkan mendekati.
Untuk di Kabupaten/kota sendiri menyampaikan usulan langsung ke pusat dan hanya mengirimkan tembusan ke provinsi. Saat ini sudah ada empat kabupaten/kota yang mengirimkan tembusan ke Provinsi yakni Bengkalis, Pelalawan, Rokan Hilir dan Meranti.
“Sudah ada empat kabupaten/kota yang mengirimkan tembusan kekita. Tapi untuk usulan mereka langsung menyerahkan ke pusat,” imbuhnya.
Seperti yang diketahui, tahun 2013 ini Kemenpan-RB mengeluarkan kebijakan untuk merekrut 60 ribu tenaga CPNS baru di tingkat pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda). Rincian kuota CPNS yang akan diterima itu yakni, 40 ribu untuk di seluruh Pemda di Indonesia dan 20 ribu untuk di tingkat pusat. (rn/ur)
Bupati Siak H Syamsuar pimpin rapat ekspos evaluasi kinerja BUMD di Ruang Zamrud Kediaman Bupati
Siak (SegmenNews.com)– Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi memimpin rapat evaluasi kinerja sejumlah BUMD di kabupaten Siak yang dilaksanakan di ruang rapat Zamrud Room kediaman Bupati Siak, Rabu (20/3/2013).
Hadir pada kesempatan itu Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs H Amzar, Asisten II H Syafrilenti, Asisten III H Jamaludin, Kepala Bappeda H Yan Prana Jaya, Kadis Pertambangan dan Energi H Amin Budiyadi, Kadis Kehutanan dan Perkebunan H Teten Efendi, Kadis Perindagkop & UMKM H Wan Bukhori, Kadis PPKAD H T Said Hamzah, Dirut PT.BSP Jusmadi Yusuf, serta sejumlah Dirut dari BUMD yang hadir diantaranya PT.Persi Husni Merza, SPS, SPE dan PT.KITB.
Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi mengungkapkan rapat evaluasi sangat bermanfaat untuk mengetahui kinerja BUMD yang ada, sekaligus mengetahui persoalan yg dihadapi dan memberikan masukan serta solusi terhadap penyempuranaan kinerja dimasa yg akan datang.
“Hal ini sesuai dengan harapan keberadaan BUMD, bermanfaat bagi pendapatan asli daerah, peningkatan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pemaparan kinerja ini sendiri diawali oleh PT.BSP disampaikan langsung oleh Dirut BSP Jusmadi Yusuf. Dalam pemaparan ini terungkap produksi minyak yang dihasilkan sepanjang 2012 rata-rata 16.484 barel/hari dengan total produksi 6.033.357 barel/tahun. Sedangkan jumlah pendapatan migas berkisar 117.433.523 US Dolar dari rencana target 122 juta US Dolar. Dengan rincian beban pokok pendapatan mencapai 89.130.002 US Dolar.
Total beban ini masih dibawah renacana yang semula diperkirakan mencapai 105 US Dolar. Dengan demikian laba (unaudited) mencapai 28.303.521 atau lebih besar dari rencana sebesar 16 juta US Dolar. Peningkatan pendapatan dari rencana semula ini disebutkan tidak dipengaruhi oleh jumlah penambahan sumur, akan tetapi diuntungkan melalui kurs dolar Rp 8.800 perkiraannya menjadi Rp 9.670 serta ICP rata-rata 95 menjadi 119.41.
Sementara itu untuk pemaparan rencana kegiatan tahun 2013 akan dilakukan program optimasi terhadap 220 sumur, pemboran pengembangan 5 unit sumur dan pemboran eksplorasi sebanyak 2 sumur. Menurut Jusmadi penambahan sumur yang akan dilakukan pengeboran tidak serta merta meningkatkan laju produksi akan tetapi diharapkan mampu menekan penurunan produksi.
Sehingga total produksi 2013 diharapkan mencapai 6.079.440 barel/tahun. Jumlah pendapatan keuangan sendiri diperkirakan mencapai 129 juta US$ dengan total beban 109 US Dolar. Dengan demikian laba diperkirakan berkisar 20 juta US Dolar jika kurs rupiah berkisar 9300 rupiah.
Sementara itu penyaluran dana yang telah dilakukan BSP sepanjang 2012 mencapai 2 Miliyar lebih untuk bantuan dibeberapa bidang seperti bantuan sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan dll. Ditambah 4 miliyar lebih untuk pembangunan venue sepatu roda PON XVIII 2012.
Beberapa kendala yang dihadapi adalah mengenai faktor lapangan sudah tua, fasilitas produksi, seperti pompa dan pipa yang sudah tua. Disamping terjadi gangguan suplay listrik dari chevron dan gangguan jaringan, serta diberlakukannya UU 32 th 2009 ttg perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sehingga chevron membatasi jumlah air terproduksi. Termasuk lamanya kepengurusan pinjam pakai lahan kawasan hutan produksi.
Dari laporan yg disampaikan, bupati menanggapi persoalan mengenai usia PT.BSP yang hanya tinggal 9 tahun. Dan hal ini terang bupati tentunya harus dipersiapkan perusahaan holding (holding company) termasuk membuat usaha tambahan yg akan dilakukan. Termasuk dgn melakukan industri hilir dan masuk untuk mencari peluang usaha pengolahan ladang minyak di daerah lain.
“Kami mohon informasi sejauh ini perkembangannya sampai dimana, dan sejauh mana persiapan mengenai perusahaan holding ini. Dan yg tak kalah penting adalah persoalan mengenai SDM dalam rangka meningkatkan kinerja atau barangkali menyiapkan SDM dalam rangka mempersiapkan perusahaan holding (holding compony) tsb,” ujar bupati.
Untuk CSR, Bupati mengharapkan PT.BSP dapat melakukan Peningkatan ekonomi msyarakat di wilayah dari areal bob, diharapkan BSP bisa memberiakan bantuan peternakan sapi. (humas)
Siak (SegmenNews.com)- Bupati Siak Drs.H.Syamsuar,M.Si pimpin rapat persentasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Siak 2012-2013 yang di gelar dirumah kediaman Bupati Siak.Pada rapat tersebut di pimpin langsung oleh Bupati Siak Drs.H. Syamsuar,M.Si di damping Sekdakab Siak Drs.H. Amzar,M.Si, Asisten II Sekdakab Siak Drs.H Syafrilenti, M.Si, Kepala Bappeda Kabupaten Siak, Drs.H. Yan Prana Jaya, M.Si Kepala Dinas Keuangan Kabupaten Siak, Drs.H. Said Hamzah,Kabag Ekonomi,Drs.H. Mhd Arifin,Dinas Kehutanan Kabupaten Siak,Drs.H.Teten Efendi dan Direktur PT.BSP Yusmadi.
Bupati Siak Drs.H. Syamsuar,M.Si pada rapat tersebut mengatakan,bahwa rapat persentasi kinerja BUMD tahun 2012-2013 sangat penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pencapaian kinerja BUMD selama satu tahun.
Ia menyampaikan,bahwa rapat ini sangat perlu dilakukan guna untuk mengetahui kinerja BUMD yang dilakukan selama setahun dan sekaligus bisa mencari jalan dan solusi pemecahannya terhadap persoalan yang di alami selama ini di lapangan.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, keberadaan BUMD yang di lahirkan oleh pemerintah Kabupaten Siak guna untuk meningkatkan PAD Kabupaten Siak dan sekaligus dalam meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di Kabupaten Siak ini.
Sementara itu Direktur PT.BSP Yusmadi Yusuf mengatakan,bahwa saat ini produksi minyak tidak lagi optimal,karna sumur minyak yang di tinggalkan oleh Caltex terdahulu pada umumnya merupakan sumur tua.
Tak hanya itu, kata Yusmadi,”tidak optimalnya produksi minyak yang ada dan di kelola selama ini sering terdapat gangguan supplay listrik.”selain alasan sumur tua dan gangguan supplay listrik, pengelolaan minyak juga terbentur dengan berlakunya UU Nomor 32 tahun 2009,tentang perlindungan hidup sehingga Chevron membatasi jumlah air terproduksi sesuai dengan kemampuan alat pengelolaan.
Dia juga mengatakan,untuk mengembangkan pengeboran minyak terhadap wilayah yang ada di wilayah Kabupaten Siak, tergendala di sebabkannya, lamanya pengurusan izin pinjam pakai lahan kawasan hutan yang ada.Direktur PT.BSP Juga menjelaskan,bahwa untuk kegiatan tahun 2013 ini, PT.BSP telah merencanakan pemiliharan sumur sebanyak 220 sumur,pengeboran sebanyak 5 sumur dan pengeboran eksplorasi sebanyal 2 sumur.Dan semua pembiayan tersebut akan mengunakan mata uang dolar. (rin)
Rokan Hulu (Segmennews.com)– Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mencanangkan akan membat Peraturan Bupati tentang standar Pendidikan masyarakat di kabupaten Rokan Hulu yakni di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Kita akan buat standar Pendidikan sekolah di Rohul tingkat SMA melalui Perbup,” tegas Bupati Rohul, Drs H Achmad Msi, Selasa (19/3/2013).
Oleh itu, camat, Kades Lurah agar melakukan perencanaan peningkatan insfrastruktur sekolah hingga ke Desa melalui APBD Riau, APBN maupun melalui Program CSR Perusahaan.
Ditargetkan Bupati di tahun 2016 mendatang tidak ada lagi sekolah Negeri berlantai tanah, berdinding papan dan beratapkan daun kering.
“Camat, kades, Lurah saling berkordinasi bagimana mendapatkan bantuan di tahun 2014 untuk pendidikan dari berbagai sumber baik itu APBD Riau, APBN maupun CSR Perusahaan,” tegas Bupati.
Menurut Bupati, Perbup yang akan dibuat itu juga terkait peraturan tentang larangan bagi siswa bekerja membantu orang tua saat sedang jam sekolah. Peraturan larangan anak nonton TV mulai pukul 18:00 Wib hingga pukul 20:00 Wib malam. Sejam dijam itu anak harus melaksanakan sholat, magrib mengaji dan belajar.
“Kedepan, jika ada orang tua yang membiarkan anaknya melanggar peraturan itu, maka orangtua akan diberi sanksi,” tukas Achmad.
Agar Peraturan Bupati itu dapat berjalan lancar, Achmad menginstruksikan kepada Camat dan aparatur Desa agar mensosialisasikannya ke masyarakat. (adv/humas)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Sesuai peraturan pola Penerimaan Siswa Baru (PSB) bebas tidak melalui tes, Penerimaan Siswa Sekolah Dasar (SD) hingga SMA di kabupaten Rokan Hulu di tahun 2013 diprioritaskan bagi warga sekitar sekolah.
Hal itu disampaikan Kepala Disdikpora Rohul, HM Zen M,MPd, Rabu (20/3/2013) sata rapat guru dan Kepsek di aula Kantor Disdikpora, Pasirpangaraian.
Menurut M Zen dengan pola penerimaan baru itu maka akan menekan terjadinya pungutan pada PSB. Sebab selama ini siswa yang masuk kesekolah berasal dari berbagai Desa dan Daerah luar. Padahal masyarakat sekitar belum mendapatkan tempat.
Penerimaan siswa tahun ini juga tidak berlama-lama, sebab jika penerimaan siswa baru masyarakat sekitar telah mencukupi untuk ruang belajar yang ada, maka penerimaan akan ditutup. Namun jika masih kurang baru bisa menerima siswa dari Desa sebelah.
“Kalau sudah penuh penerimaan tutup. Sebab siswa sekitar yang mendaftar langsung diterima tanpa ada tes,” ujar M Zen.
Disamping itu M Zen juga memaparkan tentang pembiatan RKS harus sesuai kebutuhan sekolah, Pelaksanaan MoU dengan Manager Kabupaten, membuat laporan 10 setelah dana BOSda di cairkan.
Untuk itu dia menghimbau kepada kepala sekolah segera menyelesaikan SPJ agar dana bisa di ajukan. Sebab BOSda akan diajukan hari ini. Dengan nilai Rp 10 miliar untuk 66 sekolah tingkat SLTA.
Penyalurannya langsung ke rekening sekolah, sesuai Rencana Anggaran Sekolah RKA.
Sementar itu dana bagi guru sertifikasi 2013 akan disalurkan dari pusat kesekolah, sekolah wajib mengirim data guru sesuai aplikasi yang di buat. Apabila data tidak lengkap maka guru tersebut tidak akan dapat dana. Total yang guru sertifikai sebanyak 1100 orang dari jumlah keseluruhan 2600 guru. (r4n)