Beranda blog Halaman 2962

Pasca Bentrok di Polsek Barteng Palas, 6 Korban Tembak Mulai Membaik

Sidimpuan (SegmenNews.com)– Dua hari pasca kerusuhan yang terjadi di Polsek Barumun tengah, Palas, Sumut, keenam korban luka tembak yang dirawat di RSUD Psp, mulai membaik. Ada yang sudah bisa duduk sendiri, berjalan walaupun dipapah dan ada juga yang sudah terlihat bercanda dengan keluarganya. Namun, keenam korban luka tembak ini dijaga ketat polisi.

Keenam korban luka tembak itu, masing-masing; Murni Siregar (57), Huala Pulungan (18), Rustam Nasution (35), Masdawiyah Daulay (50), Rayan Pulungan (62) kelimanya warga Aek Buaton, dan Amir Pulungan (52) warga Hutabargot.

Amatan METRO (25/5) dari Ruangan Tulip RSUD Psp, Rustam Nasution, yang mendapat luka tembak pada kaki kiri, sudah dapat berjalan (walaupun masih dipapah) untuk ke kamar mandi.

“Bagaimana keaadaannya Bang?” tanya METRO ketika menyapanya di ruangan Tulip 2 RSUD Psp. “Lumayanlah Bang, sudah lebih baik walaupun masih terasa ngilu,” terang Ayah satu anak ini sambil memperlihatkan bagian kakinya yang diperban.

Begitu juga dengan Murni. Korban luka tembak pada bagian rusuknya ini sudah dapat duduk dan tersenyum ketika keluarganya menjenguk. Begitu juga dengan korban yang lainnya. Bahkan, Rustam, Murni, dan Masdawiyah sudah pindah menjadi satu ruangan.

Mereka sebelumnya satu ruangan bersama Kahar Harahap (54) dan Marasunduk Siregar (28), yang dirujuk ke Medan. Di sekitar gazebo (ruang tunggu) rawat bedah RSUD Kota Psp, terlihat beberapa personil polisi berpakaian preman berjaga-jaga untuk mengantisipasi keamanan.

Seperti di depan ruangan Tulip 2, tampak tiga personil yang selalu awas terhadap pengunjung yang datang untuk menjenguk para korban. Sekira pukul 14.00 WIB, empat personil Brimob dengan pakaian dan senjata lengkap, berdatangan di sekitar kamar perawatan enam korban.

Keempat personil ini terlihat duduk di bangku yang disediakan di sekitar rumah sakit. Sebelumnya, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Satro, pada kunjungannya kemarin (24/3) menjelaskan, semua biaya perawatan dan pengobatan para korban akan ditanggung sampai sembuh.“Mulai dari biaya perawatan sampai pengobatan akan kami tanggung hingga sembuh,” ujar Kapolda saat itu.

Hari Ini Asrian Sempat Alami Sesak Napas
Asrian Harahap (31), warga Desa Aek Buaton, Kecamatan Aek Nabara, Kabupaten Padang Lawas, saat ini tengah dirawat intensif di RSUP H Adam Malik Medan. Asrian mengalami luka tembak di bagian punggung sebelah kanan.

“Pasien tiba di RS Adam Malik, Minggu (24/3) dinihari. Kondisinya stabil dan sadarkan diri. Namun, tidak mau ditemui oleh siapapun. Semalam polisi datang, dia tolak karena polisi itu tidak membawa surat keterangan,” kata Kabag Hukum Organisasi dan Humas RSUP HAM Hasan Basri, Senin (25/3).

Saat ini, kata Hasan, pasien belum dilakukan operasi untuk mengeluarkan benda dari tubuhnya. “Kita tidak tahu apakah proyektil atau benda lain, ini mau discanning untuk mengetahuinya. Lagipula pasien semalam sesak nafas, maka tindakan yang kita lakukan yaitu pemasangan oksigen dan thorax drain, karena diduga ada cairan di dalamnya,” tegasnya.

Hari Ini Mediasi
Sementara itu, Pemkab dan DPRD Palas akan melakukan langkah mediasi dalam persoalan polisi bentrok dengan warga Aek Buaton, Kecamatan Aek Nabara Barumun, yang terjadi Sabtu (23/3) lalu.

Menurut Bupati Palas H Ali Sutan Harahap (TSO), besok (hari ini), Selasa (26/3) pihaknya akan melakukan pertemuan dengan masyarakat Aek Buaton, Huta Bargot, Batu Sundung, Sidongdong, membicarakan solusi terbaik dalam hal persoalan tersebut.

“Besok (hari ini, red) kita akan melakukan pertemuan dengan warga, untuk membicarakan persoalan ini. Apa solusi yang akan dilakukan. Bahkan kita akan memediasi antara warga dengan polisi,” jelas Bupati.

Untuk saat ini sebut bupati, pihak Pemkab Palas sudah menginstruksikan Camat Aek Nabara Barumun Jamal Siregar, untuk mencek kondisi masyarakat yang tertembak di rawat di RSUD Padangsidimpuan (Psp), termasuk akan memberikan bantuan dalam hal perawatannya.

Anggota DPRD Palas Erwin H Pane menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bupati Palas H TSO, Senin (23/3), untuk membicarakan langkah yang dilakukan dalam hal tersebut. Dan sudah ada kesepakatan, kalau Selasa akan dilakukan pertemuan dengan warga terlebih dahulu.

“Saat ini pertemuan dengan warga saja dahulu. Nanti membicarakan solusinya, apa yang terbaik dilakukan,” tukasnya. Ditanya mengenai Pansus DPRD yang akan dibentuk dalam hal persoalan ini? Erwin menjawab, agar menunggu terlebih dahulu, hasil pertemuan dengan masyarakat.
“Tunggu dulu gimana hasil pertemuan saja,” ucapnya.

Sementara kondisi kampung Aek Buaton saat ini, belum begitu normal sebagaimana aktivitas biasanya selama ini. “Belum normal seperti biasa. Sejumlah warga masih mengungsi ke tempat keluarganya. Dan, ada pula yang pergi ke ladang dan menginap beramai-ramai karena ketakutan,” terang Kades Aek Buaton Hosni Mubarok Nasution. (mso/rn)

 

 

Satpol PP Pekanbaru Sita 138 Miras Berbagai Merk

int
int

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pekanbaru menyita 138 minuman keras dari grosir. Penyitaan ini sebelumnya berdasarkan laporan dari masyarakat.

“Kali ini tempat usaha yang kena grebek adalah grosir di Jalan Khaharudin Nasution nomor 69 persis di depan air dingin,” ujar M Harahap, Komandan Kompi (Danki) III Satpol-PP Kota Pekanbaru, Selasa (26/3).

Katanya tempat usaha yang digrebek ini selain tidak memiliki ijin juga telah melanggar peraturan pemerintah dengan menjual minuman beralkohol di atas 5 persen.

“Kami menemukan Jenis minuman keras bermerek mansion 21 botol, anggur merah 27 botol, anggur putih 8 botol, kong khuat 5 botol, topi miring 4 botol, wiski drum 5 botol, isklan 60 botol .anggur kolesom 8 botol, Total ada 138 botol,” bebernya.

Menurut Harahap, semua miras ini memiliki kadar alkohol diatas 5 persen. “Miras yang kita amankan ini kadar alkoholnya rata-rata 18 persen ada juga yang 40 persen,” urainya.

Ketika ditanyakan tindakan pemko terhadap pemilik grosir ini lanjutnya, pemko sudah memberikan surat peringatan.

“Pemilik grosir sudah di mintakan menunjukkan surat ijin usaha. Kalau yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan izin menjual minuman keras maka barang bukti ini akan kita musnahkan,” tandasnya. (rn/ur)

 

PNS Bengkalis Kedapatan Curangi Absen Hadir

Bupati Bengkalis Sidak PNS
Bupati Bengkalis Sidak PNS

Bengkalis (SegmenNews.com)- Masih banyak PNS di lingkungan Pemkab Bengkalis yang bertindak curang soal absensi atau kehadiran. Di daftar absensi hadir tapi kenyataannya yang bersangkutan tidak berada di tempat.

Kondisi ini sontak membuat Wakil Bupati Bengkalis, H Suayatno geleng-geleng kepala saat melakukan sidak ke sejumlah ruangan di lingkungan kantor Bupati Bengkalis, Selasa (26/3/2013).

Suayatno bersama dengan staf Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bengkalis mengabsensi satu persatu daftar hadir Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dimulai dari ruangan Kepala Bagian (Kabag) Humas Setdakab Bengkalis, Bagian Keuangan, PDE, Penyusunan Program, dan sejumlah ruangan sampai dengan bagian perbendaharaan keuangan.

Dari Sidak itu juga, banyak ditemukan sejumlah PNS yang isi absen namun tidak berada di tempat. Tak jarang juga ada yang bertugas di luar atau dinas luar, namun absensinya tetap ditandatangani tanpa surat pemberitahuan.

Ditemui di sela-sela usai Sidak dan absensi PNS di lingkungan kantor Bupati, Suayatno didampingi Asisten II Setdakab Bengkalis H Arianto, staf ahli Bupati Zulfan Herri, dan sejumlah pejabat BKD mengatakan, dari hasil pantauan Sidak kali ini secara umum tetap bagus, kendati demikian Suayatno tak memungkiri, jika ada sebagain PNS yang tidak ada diruangan, namun absensinya tertulis hadir.

“Nah itu sebenarnya sudah menyalahi aturan kepegawaian, dan akan kita panggil. Kita akan tertibkan hal ini, intinya Sidak yang kita laksanakan ini tidak lain bertujuan meningkatkan kedisiplinan PNS, kita akan panggil Kepala Bagian melalui Sekretaris Daerah, untuk bersama-sama menertibkannya,”kata Suayatno.

Apakah Sidak yang dilaksanakan ini akan berkelanjutan, atau sekedar pasca temuan-temuan masalah yang berkaitan PNS nyabu dikantor Bupati, Suayatno dengan tegas mengatakan, tidak ada hubungannya dengan oknum PNS terlibat Narkoba, akan tetapi Sidak yang dilaksanakan diharapkan nantinya rutin dilaksanakan.

“Insya Allah, kalau panjang umur kita lanjutkan terus Sidak ini. Memang dari temuan ada sejumlah PNS yang tidak jujur, nah kedepan diharapkan bagi yang memanggar akan kita tindak, sebelumnya juga akan diberitahukan, terkadang mereka sudah hadir, namun tidak masuk kantor, tapi tanda tangan absen, tentunya hal ini perlu menjadi perhatian kita dan harus ditindak lanjuti,” paparnya. (adv/rilis)

Ratusan Eks Karyawan PT.P3 Tuntut Lelang Aset Perusahaan

Ratusan eks karyawan tuntut lelang aset perusahaan bayar pesangon
Ratusan eks karyawan tuntut lelang aset perusahaan bayar pesangon

Siak (SegmenNews.com)– Sekitar seratusan mantan karyawan PT.Pertiwi Prima Plywood (P3) Perawang, Selasa (26/3/13) sekitar pukul 11.00 WIB datangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Siak. Mereka menuntut eksekusi dan pelelangan aset perusahaan untuk bayar pesangon Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Kedatangan ratusan mantan karyawan PT.P3 yang bergerak dibidang pembuatan triplek lapis tersebut, datang dengan Penasehat Hukum (PH) mereka yakni Lamarius dari Departemen Hukum Komwil Provinsi Riau Reclasering Indonesia. Dan di pengadilan, mereka langsung disambut Ketua PN Siak Irfanudin dengan pengawalan ketat dari Polres Siak.

“Kita meminta kepada pengadilan segera eksekusi seluruh aset PT.P3 yang telah lama tutup tersebut, dan mengajukan surat permohonan pelelangan di kantor lelang, agar seluruh upah atau uang pesangon mantan karyawan perusahaan tersebut dapat terbayarkan,” terang PH Mantan Karyawan perusahaan yakni Lamarius.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PN Siak Irfanudin mengungkapkan dihadapan ratusan mantan karyawan PT.P3 bahwa, dirinya selalu memantau perkembangan kasus tersebut, karena kasus ini masih dalam tahap Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA) RI. Dan berjanji akan secepatnya menyelesaikan kasus ini agar seluruh upah dapat dibayarkan dari hasil pelelangan aset perusahaan tersebut.

“Saya selalu memantau perkembangan PK tersebut di MA, dan sampai saat ini hasil putusan belum resmi diterima, akan tetapi saya akan secepatnya mengajukan surat ke kantor pelelangan agar seluruh aset perusahaan tersebut dapat di jual dan hasilnya dapat melunasi upah yang telah disepakati,” terang Ketua PN Siak.

Selain itu, keterangan salah satu dari mantan karyawan PT.P3 tersebut berharap pihak PN Siak segera memproses dan persiapkan untuk pelelangan seluruh aset eks perusahaan tersebut, karena kasus ini telah lama dan sudah berlarut-larut.

“Kami berharap kepada pengadilan untuk segera memproses persiapan perlelangan aset tersebut, karena dalam kasus ini sudah lama dan tidak kunjung selesai, sehingga kami terlantar dan kami sangat berharap upah tersebut untuk kelanjutan hidup kami kedepan,” ungkap Ibu dengan mengendong anaknya. (rinto)

Pengambilan Keputusan Gubernur BI Mengarah ke Aklamasi

agusmartowardojobiJakarta (SegmenNews.com)– Rapat internal Komisi XI DPR RI terkait pengambilan keputusan Agus Martowardojo menjadi Gubernur Bank Indonesia saat ini cenderung mengarah ke aklamasi, kata anggota Komisi XI dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Anna Muawanah.

“Mayoritas anggota mau aklamasi namun ada catatan beberapa poin terkait fit and proper test,” kata Anna di sela-sela rapat intern Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa.

Anna mengatakan beberapa fraksi yang menyetujui aklamasi juga meminta keputusan diambil minggu depan.
“PDI-P dan Golkar minta ulurkan waktu. Aklamasi dengan catatan untuk kerja sama dengan OJK,” katanya.
Sementara itu dari fraksi PKB sendiri meminta keputusan diambil hari ini.

“PKB minta hari ini apapun keputusannya segera, lebih cepat lebih baik,” ujar Anna.
PKB juga menyatakan dukungannya terhadap Agus Martowardojo menjadi Gubernur BI menggantikan Darmin Nasution.(ant/rn)

Ciri Penyerang LP Cebongan Sleman Diketahui

int
int

Jakarta (SegmenNews.com)– Markas Besar Kepolisian RI telah mendapatkan informasi ciri pelaku penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Namun, ciri pelaku yang didapat penyidik baru sebagian. Informasi yang didapat belum lengkap untuk mengungkap wajah anggota kelompok bersenjata itu.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, saksi penyerangan memang telah memberikan informasi mengenai tanda khusus pelaku. “Tapi keterangan saksi itu belum cukup untuk membuat sketsa wajah,” ujar Boy, Selasa, 26 Maret 2013.

Seperti sikutip dari tempo.co, Boy mengatakan, hingga kini polisi masih terus menyelidiki insiden LP Cebongan. Polisi tidak hanya sebatas menelusuri tempat kejadian perkara saja. “Bisa saja ada informasi akurat, tapi bukan dari TKP,” kata Boy. “Bisa saja muncul informasi di tempat lain terkait orang-orang yang mirip dengan keterangan dari LP.”

Pada Sabtu dinihari, 23 Maret 2013, sekelompok orang bersenjata api laras panjang, pistol, dan granat datang menyerang penjara Cebongan. Sekitar 17 orang menerobos dan memberondong empat tahanan: Hendrik Angel Sahetapy alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu.

Keempat korban tewas di tempat dengan 31 peluru. Mereka diduga tersangka penusukan Sersan Satu Santoso, anggota Komando Pasukan Khusus, di Hugo’s Cafe, 19 Maret 2013.

Boy menambahkan, penyidik telah menemukan sejumlah barang bukti di lapangan berupa proyektil dan selongsong peluru. Penyidik juga memeriksa 45 saksi, narapidana, dan sipir penjara Cebongan. “Kini kami masih melakukan analisis. Dari kesaksian mereka, semoga ada petunjuk baru yang membantu penyidikan lebih terarah,” kata Boy.

Soal jenis senjata, Pusat Laboratorium Forensik Polri masih melakukan identifikasi. Kata Boy, ukuran peluru tertentu dapat saja dipergunakan senjata laras panjang berbagai merek. Dari merek senjata, baru dapat ditelusuri apakah milik organik kesatuan militer atau bukan. “Ada yang dimiliki organik dan ada juga yang dipakai ilegal dari perdagangan gelap atau rampasan.” (tpc/rn)

Mantan Dirut Bank Riau Divonis Empat Tahun

ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menjatuhkan hukuman penjara empat tahun dan denda Rp300 juta kepada mantan Dirut Bank Riau-Kepri Zulkifli Thalib terkait statusnya sebagai terdakwa kasus kredit fiktif.

“Menyatakan terdakwa bersalahan karena melakukan korupsi secara bersama-sama,” kata Ketua Majelis Hakim Ida Bagus Dwiantara di PN Pekanbaru, Selasa.

Hakim Ida Bagus mengatakan terdakwa juga dikenakan denda Rp300 juta yang apabila tidak bisa dipenuhi, maka akan dikenakan hukuman kurungan selama dua bulan.

Suasana haru langsung menyelimuti pihak keluarga Zulkifli Thalib dan pegawai Bank Riau-Kepri yang mengikuti jalannya persidangan. Baik terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan fikir-fikir terhadap putusan tersebut.

Putusan hakim terhadap Zulkifli Thalib lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dihukum penjara enam tahun dan denda Rp500 juta. Meski begitu, hakim sepakat bahwa terdakwa terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001.

Zulkifli Thalib sewaktu menjabat Dirut BPD Riau pada tahun 2002, kini menjadi Bank Riau-Kepri, telah membuat keputusan yang melanggar UU sehingga memperkaya orang lain dan merugikan negara sekitar Rp35,2 miliar.

Usai persidangan, Zulkifli Thalib menyatakan putusan tersebut tidak adil.

“Tentu saja putusan hakim tidak adil karena saya tidak menikmati uang itu,” katanya di lansir dari antara.

Kasus itu bermula pada hasil pemeriksaan Bank Indonesia Pekanbaru yang menyebutkan adanya penyimpangan kredit pada BPD Riau cabang Batam di tahun 2002. Kepala Cabang Batam, Said Zainal Abidin, memberikan kredit investasi kepada 168 debitur dengan besaran masing masing Rp250 juta.

Padahal, pencairan tersebut merupakan rekayasa Said Zainal Abidin dengan PT Karyawira Wanatama untuk pembangunan ruko dan mall di komplek pertokoan Batavia, Batu Aji Batam.

Ternyata, 92 debitur fiktif dan uang mengalir ke PT Karyawira Wanatama.

Kasus itu menyeret Zulkifli Thalib menyetujui pengambilalihan (take over) kredit bermasalah kepada PT Saras Perkasa. Direktur PT Saras Perkasa Arya Wijaya kemudian mengajukan kredit kepada BPD Riau untuk proses pengalihan kredit pembangunan tersebut, dan terdakwa membantu proses kreditnya.

Arya Wijaya saat itu meyakinkan akan meneruskan bangunan mal dan meminta penambahan kredit Rp55 miliar dengan jaminan “cash collateral” berupa deposito di Bank BNI 46 sejumlah Rp100 miliar. Namun, karena jaminan itu tidak diserahkan, pihak bank hanya mengucurkan kredit dengan plafon Rp35,2 miliar.

Sebanyak Rp32,3 miliar diantaranya berupa “take over” satu unit mal, 38 unit ruko dan dua kapling tanah. Sementara Rp3 miliar lagi dalam bentuk uang yang digunakan untuk operasional pembangunan kembali mal serta biaya lainnya untuk proses “take over”.

Syarat “take over” itu menerabas aturan yang berlaku, karena Zulkifli menilai hal tersebut sebagai bentuk upaya penyelamatan bank dari kebangkrutan. (ant/rn)

Bupati Rohul Buka Pencanangan Bulan Bakti IBI KB-Kes

Bupati Rohul buka pencanangan IBI KB Kes
Bupati Rohul buka pencanangan IBI KB Kes

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Bidan sebagai motor penggerak kesehatan terus mengumandangkan program Keluarga Berencana dan Kesehatan (KB-Kes) hingga ke pelosok Desa. Begitu juga Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu terus memberikan pengobatan gratis hingga tahun-tahun berikutnya di RSUD bagi masyarakat Kurang Mampu.

Hal itu disampaikan Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi, Selasa (26/3/2013) di acara Pencanangan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) KB-Kes bertempat di taman kota PasirPangaraian yang diikuti oleh ratusan Bidan se-Riau.

Menurut Bupati pelayanan kesehatan adalah juga Program Pemda Rohul dalam meningkatkan derajat masyarakat di bidang kesehatan. Oleh itu Pemda telah mendirikan pos kesehatan di berbagai Desa termasuk (Poskesdes) serta menekankan akan pentingnya ber KB.

Sementara itu KB-Kes Pusat, Dr Ermi Nurjasmi menghimbau agar IBI melaksanakan pengobatan gratis bagi masyarakat kurang mampu, namun kegiatan itu tak lepas dari dukungan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), IBI dan Pemerintah Daerah.

“Kita mengajak seluruh pihak terkait agar bergabung memberikan kualitas pelayanan KB-Kes kepada masyarakat,” ajak Ermi.

Dilanjutkannya bahwa hingga saat ini bidan di Indonesia terdapat 250 ribu bidan. 70 ribu bidan diantaranya telah menempati pedesaan. Bidan selaku motor kesehatan, maka harus bisa berperan disetiap tingkatan kesehatan hingga ke pedesaan.

Kegiatan Pencanangan IBI, KB-Kes yang dilaksanakan selama 3 bulan di kabupaten Rokan Hulu menargetkan pelayanan kesehatan pada bulan Bhakti IBI ini.

“Kita akan mengumpulkan data pada kegiatan bulan Bhakti IBI 2013 di setiap Daerah dan akan di evaluasi guna peningkatan pelayanannya,” urainya.

Diacara itu Bupati Rohul, Wabup Rohul, Ir Hafith Syukri MM beserta Kepala BKKBN pusat, Wicaksono, IBI Riau dan Rohul serta SKPD Rohul, pihak kepolisian kejaksaan, pengadilan meninjau pengobatan gratis bagi masyarakat lanjut usia. (adv/humas)

Wabup Siak Buka Bazar MTQ Ke XIII

buka bazar mtq xlllSiak (SegmenNews.com)– Wakil Bupati Siak, Drs.H.Alfedri membuka Bazar Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XIII Kabupaten Siak bertempat di lapangan sepak bola taman Sri Wangsa Desa Bungaraya Kecamatan Bungaraya, Selasa (26/3).

Dalam sambutannya, Drs.H.Alfedri, M.Si menyebutkan, kegiatan Bazar MTQ ke XIII yang di selenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten ini melibatkan beberapa Instansi, Kantor, Dinas dan beberapa organisasi PKK yang ada di 14 Kecamatan se-Kabupaten Siak. Hal ini harus kita dukung dan harus disambut baik, mudah-mudahan pada tahun-tahun berikutnya acara seperti ini kualitas dan mutunya bisa ditingkatkan lagi, ujar Alfedri.

Stan Bazar yang melibatkan berbagai komponen masyarakat, merupakan partisipasi yang paling besar dalam ajang kegiatan MTQ kita kali ini. Oleh sebab itu jadikan sarana Bazar MTQ ini sebagai wujud memupuk hubungan silaturahmi dan wawasan diantara sesama kita, terutama dalam menampilkan berbagai produk-produk unggulan yang kita hasilkan untuk menambah nilai jual dari home industri yang di ciptakan,” tutur Wakil Bupati.

Menurut Alfedri, kegiatan bazar yang di selenggarakan ini untuk mendapatkan kemenangan, jangan menonjolkan keindahan dan kemewahan semata, tapi bagaimana kegiatan bazar yang di gelar ini mampu melahirkan sumber ekonomi kerakyatan yang baik bagi masyarakat.

“Untuk itu berbagai macam produk yang ditampilkan, konteksnya harus mampu memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat banyak,” harap Alfedri. (rin)

 

Venue Renang ISG tambah Kedalaman 20 CM

venue renangPekanbaru (SegmenNews.com)– venue ISG cabang olahraga renang yang terletak di Sport Center Rumbai tidak akan banyak dilakukan perbaikan. Setidaknya hanya memperdalam kolam renang tersebut.

Seperti diketahui kolam aquatik ini akan dipergunakan pada Islamic Solidarity Games (ISG) yang direncanakan akan dipertandingkan 6-17 Juni 2013 mendatang.

Namun, memang untuk memperdalam kolam renang tersebut tidak perlu melakukan penggalian, hanya saja akan menaikan atau meninggika bagian tepi kolam sehingga kolam bisa lebih dalam.

Demikian disampaikan Wakil Ketua II Panitia ISG Daerah, Emrizal Pakis, Senin (25/03) usai rapat pemantapan panitia ISG daerah di Hotel Aryaduta, Pekanbaru.

“Ya, sudah saya kayakan bahwa secara fungsional venue ini sudah dapat dipergunakan. Namun, perlu penambahan kedalaman. Nah, untuk menambah kedalam tidak perlu lagi melakukan penggalian tapi kita hanya menaikan bagian tepi-tepi kolam sehingga lebih tinggi. Jadi, kolam juga bertambah dalam,” ujarnya.

Kedalam kolam akan ditambah sedalam 20 cm dan saat ini sendiri proses untuk mempersiapkan venue tersebut terus dilakukan.

“Jadi, saya jelaskan lagi kalu kita memperdalam kolam renang itu dengan cara meninggikan dinding tepi kolam dan kira-kira 20 cm yang akan dinaikan. Kalu kita dalam kan tidak akan cukup waktunya,” lanjutnya.

Sedangkan kondisi venue tersebut akan tetap out door. Namu, awalnya memang sempat ada wacana pada bagian atap akan ditutup total sehingga menjadi in door.

“Kolam renang ini akan tetap menjadi out door dan untuk pemasangan atap itu tidak jadi,” lanjutnya.

Sejauh ini panitia daerah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga akan terus mengupayakan untuk mempersiapkan kolam renang tersebut sesuai dengan yang diharapkan.

“Kita lakukan sesuai dengan yang kita targetkan untuk selesai secara setandar internasionalnya,” pungkasnya. (rn/ur)