Beranda blog Halaman 2990

Pendemo Aksi Bocorkan Kepala, Kejati Didesak Tangkap Gubri dan Bupati

int

Pekanbaru (Segmennews.com)- Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Provinsi Riau mendesak Kejati Riau, menangkap Gubernur Riau dan sejumlah Bupati di Provinbsi Riau ditangkap.

Desakan itu mereka sampaikan melalui aksi demontrasi, Kamis (17/1) di Kantor Kejaksaan Tinggi Riau. Kemudian, massa minta Kejati Riau benar-benar menegakkan supremasi hukum terkait kasus korupsi di Rohul dan Rohil.

M Sinambela, koordinator aksi, menyebutkan aksi yang mereka lakukan terkait penggunaan dana BOS dan kasus PON Riau. “Supermasi hukum tidak berjalan dengan baik, banyak masyarakat tidak percaya dengan penegakkan supermasi hukum di Riau. Jadi, kita minta Kejati benar-benar menegakkan supremasi hukum itu,” katanya.

Aksi yang mereka lakukan tergolong ekstrim karena pendemo memecahkan botol di kepala sehingga mengeluarkan darah.

Budi Baren, Ketua DPP LSM Penjara Pusat, menilai aksi yang dilakukan pelaku demo sebagai bentuk kekesalan dalam penegakkan hukum di Riau dan marah kepada koruptor.

“Ini aspirasi kita, pahlawan saja berani memberikan darah dan nyawa mereka untuk negara, kenapa koruptor tidak berani mengakui kesalahannya,” tegasnya.

Usai di Kantor Kejaksaan Tinggi Riau, massa melanjutkan aksinya ke Kantor Gubernur Riau. Massa tidak hanya membakar ban, pecahan botol juga memanjat pagar Kantor Gubernur. (knc/rtc)

55 Pejabat yang Dilantik Diminta Segera Serah Terima Jabatan

Rokan Hulu (Segmennews.com)- Wakil Bupati Rokan Hulu, Ir H. Hafith Syukri MM melantik 55 pejabat eselon II dan III di Lingkungan Pemkab Rohul, Jumat (18/1). Saat pelantikan, Wabup mengintruksikan agar pejabat yang
baru dilantik segera melakukan serah terima jabatan kepada penganti sebelumnya.

“Saat ini kita melantik 7 pejabat eselon II dan 48 pejabat eselon III. Dan perlu diketahui, bahwa pelantikan, mutasi maupun promosi itu merupakan hal yang biasa di organiasi kepegawaian. Untuk itu, bagi pejabat yang baru dilantik agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik sesuai apa yang sudah diamanahkan,” ujar Hafith Syukri.

Dia menambahkan, Pemkab Rohul di tahun 2013 memiliki beban kerja yang cukup berat, sehingga sangat diperlukan adanya konsolidasi dan melaksankan tugas masing-masing di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Rohul.

Dipaparkan Wabup lagi, bahwa jabatan yang diberikan tidak terlepas dari kehendak Allah. Dan jabatan tersebut merupakan beban yang harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya. “Jabatan ini bukan anugrah, tetapi beban yang harus dipertangungjawbakan baik dunia maupun akhirat,” tegas Hafith.

Untuk itu, kedepan seluruh pegawai yang diberi kesempatan agar benar-banar melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga keningan Pemkab Rohul untuk menjadikan Kabupaten yang terbaik di Provinsi Riau pada tahun 2016 bisa tercapai.

“Loyalitas sesama SKPD sangat diperlukan untuk mewujudkan Kabupaten yang terbaik,” jelasnya.

Sementara itu pejabat Eselon II yang dilantik tidak banyak perubahan diantaranya Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Juni Safrin  saat ini digantikan oleh Drs Yusri yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika.

Yuni Safrin dipercaya menjabat Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH). Dan Kepala BLH yang
lama, M. Rifai saat ini dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan dan informatika. (adv/hum)

Camat Dayun Sambut Baik Pendataan Aset

Camat_Dayun_Drs_MarwotoDayun (SegmenNews.com)– Pemerintah Kabupaten Siak lakukan penertiban aset. Pendataan sudah masuk ke kecamatan-kecamatan hingga ke Desa-desa sebagai aset Kabupaten Siak.

“Pendataan ini diperlukan untuk mengetahui aset setiap desa maupun di wilayah kecamatan. Juga aset Pemkab yang ada di kecamatan dan desa,” ujar Camat Dayun Drs Marwoto, Rabu (16/1/2013).

Dengan adanya pendataan aset tersebut, nantinya dapat dipilah-pilah antara aset desa, aset kecamatan maupun aset Pemda yang harus diketahui dan dipertanggung jawabkan. ”Kita sudah melakukan langkah-langkah sesuai dengan petunjuk dari pihak kabupaten,” tambahnya.

Dijelaskan, adapun jenis aset yang akan segera di data terdiri dari aset gedung, aset tanah dan sebagainya yang pembeliannya bersumber dari dana APBD Siak maupun APBD Provinsi. (adv/rin)

Rp 135 Juta Uang Politeknik Kampar Dicuri dari Mobil Bendahara

BANGKINANG-Kasus perampokan kembali terjadi lagi di siang bolong. Uang operasional Politeknik Kampar sebesar Rp 135 juta berhasil dibawa kabur pelaku.

Pelaku berhasil membawa kabur uang tersebut dengan cara memecahkan kaca mobil Isuzu Panther warna Hitam BM 1948 ZP yang tengah diparkir di sebuah toko di jalan Datuk Tabano Bangkinang Kabupaten Kampar peristiwa ini terjadi pada Rabu (16/1/13) sekitar pukul 14.30 WIB.

Menurut korban Julia Bendahara Politeknik Kampar kepada riauterkinicom Rabu (16/1/13) di lokasi kejadian mengatakan bahwa dirinya kaget ketika kaca mobil di bagian sopir sudah pecah,” Saat itu mobil tengah diparkir karena saya ingin membeli keperluan kantor, setelah itu saya kembali ke mobil dan kaget kaca mobil sudah pecah dan uang sebesar Rp 135 juta sudah raib,”ungkapnya dengan wajah pucat.

Dikatakannya sebelum berbelanja dirinya mengambil uang tersebut di BRI jalan Sudirman Bangkinang,” Karena ingin membeli kebutuhan kantor makanya uang tersebut saya tinggalkan di dalam mobil,”terangnya.

Kapolres Kampar AKBP Auliansyah melalui Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Eka Ariandy Putra kepada riauterkinicom Rabu (16/1/13) menyatakan bahwa saat ini anggota tengah memburu pelaku,” Benar telah terjadi perampokan dan saat ini anggota tengah memburu pelaku,” tuturnya.(rtc)

Bentrok warga, PT Hutahaean Rohul Kerahkan "Tukang Pukul"

PASIRPANGARAIAN- Konflik pola KKPA lahan 260 hektar antara masyarakat Desa Teluksono Kecamatan Bonaidarussalam Kabupaten Rokan Hulu dengan PT Hutahaean semakin memanas.

Rabu pagi sampai siang tadi (16/1/13), antara pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB, ratusan masyarakat Teluksono nyaris terlibat bentrok dengan ratusan massa yang diduga “tukang pukul” sewaan PT Hutahaean.

Pemicunya diawali adanya pengerahan massa dari Dalu-dalu Kecamatan Tambusai yang dilakukan pihak PT Hutahaean ke pabrik kelapa sawit nya di Desa Teluksono menggunakan 4 truk tronton.

Menerima informasi ada pengerahan ratusan massa itu, masyarakat Teluksono tidak tinggal diam. Ratusan orang menghadang empat truk tronton milik PT Hutahaean di sebuah jembatan di Desa Sontang Bonaidarussalam. Dari aksi penghadangan tersebut, kedua kubu nyaris terlibat bentrok fisik.

“Bentrok bisa dicegah, sebab banyak Pak Polisi disana. Pak Kapolres juga ada disana tadi,” ungkap Sekretaris Desa Teluksono, Lukman, menjawab riauterkinicom di ujung telepon, Rabu sore.

Lukman menduga, PT Hutahaean kerahkan ratusan massa menggunakan 4 tronton karena sehari sebelumnya masyarakat Teluksono kembali memanen TBS kelapa sawit di lahan 260 hektar pola KPPA yang belum dikonversikan perusahaan kepada calon petani penerima (CPP).

Lahan tersebut diklaim masyarakat Teluksono miliknya sebab telah keluar SK CPP dari Bupati Rohul nomor 292 tahun 2010 tentang konversi lahan 260 hektar bagi 260 kepala keluarga di Teluksono.

“Diperkirakan ada sekitar 400 sampai 500 masyarakat Teluksono yang menghadang massa dari Dalu-dalu tersebut. Masyarakat menghadang agar mereka tidak masuk ke Teluksono. Kita tidak tahu masalahnya, mungkin karena aksi panen kemarin,” ujar Lukman.

Di tempat terpisah, Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan mengaku tidak ada bentrok fisik Rabu pagi tadi. Menurutnya situasi masih dalam keadaan aman dan kondusif.

“Informasinya, massa ini akan mengamankan kebun dan PKS,” terang singkat Kapolres Yudi Kurniawan via short message service (SMS), saat ditanya riauterkinicom alasan PT Hutahaean kerahkan ratusan massa menggunakan 4 truk tronton ke Desa Teluksono.

Informasi dirangkum riauterkinicom. Alasan masyarakat berani melakukan panen paksa TBS kelapa sawit di lahan konflik pola KKPA 260 hektar lebih disebabkan belum adanya kejelasan dari pemerintah.

Senin lalu (7/1/13), hal tersebut sudah diadukan ke DPRD Rohul, tapi belum ada kejelasan, pasalnya pihak wakil rakyat masih menunggu waktu tepat untuk menggelar hearing dengan mengundang PT Hutahaean, Pemkab Rohul, dan perwakilan masyarakat Teluksono. (rtc)

MDI Rohul Taja PPTQ Sistem 40 Jam

Rokan Hulu (Segmennews.com)- Muballigh dan Moballiqhoh yang tergabung dalam Majelis Dakwah Islamiah (MDI) Kabupaten Rokan Hulu diminta melaksanakan perannya sebagai pengawal ummat dengan memberikan pengetahuan dan pencerahan tentang agama dengan santun.

Demikian diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu melalui Kepala Seski Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, H. Rusli,S.Ag dihadapan Muballiqh MDI Kabupaten Rokan Hulu pada pada acara Orientasi Pengajaran Program Terjemah Al Qu’an (PPTQ) sistem 40 jam di hotel Gelora Bhakti, Selasa (15/1) sore kemarin.

Hal tersebut menurut Rusli penting untuk disampaikan mengingat semakin kompleknya persoalan keagamaan masyarakat yang hidup di tengah pengaruh perkembangan tekhnologi informasi global saat ini.

Soal penyampaian dakwah, dikatakan Rusli juga seharusnya menjadi perhatian serius dan mesti diikuti perkembangannya oleh muballiqh dan muballiqhoh.
”Begitu juga cara penyampaian, mestilah santun, memberikan kesejukan, tidak ada provokasi, sehingga apa yang disampaikan tersebut mudah dicerna dan dilaksnakan masyarakat,”ujarnya.

Terkait kegiatan yang digelar MDI tersebut menurut Kasdi Bimas merupakan sesuatu yang bernilai sangat positif untuk menambah pengetahuan muballiqh tentang ilmu tarjamah Al Qur’an. ”Kita  tentunya memberikan apresiasi tinggi kepada MDI Rohul yang menaja kegiatan ini, kita harapkan para muballiqh bisa mengikuti serius dan kedepannya bisa pula mengajarkannya kepada masyarakat melalui ceramah dan dakwahnya,”pungkasnya.

Sementara itu disisi lain, Ketua MDI Rokan Hulu, H. Zulkifli Syarif, S.Ag, M.pd.I dalam laporannya mengatakan, kegiatan Orientasi Pengajaran Program Terjemah Al Qu’an sistem 40 jam ini sengaja ditaja dalam rangka memberikan tambahan wawasan tentang ilmu terjamah Al Qur’an. Karena tidak bisa dipungkiri masih banyak muballiqh yang lancar atau mahir menterjamahkan Al Qur’an.

Zulkifli juga berharap, dengan kegiatan ini setiap muballiqh di Rokan Hulu ini mampu menterjemahkan Al Qur’an
sehingga dalam dakwah yang disampaikannya di tengah masyrakat bisa betul betul bersumber dari Al Qur’an.

Selain itu, kegiatan Orientasi Pengajaran Program Terjemah Al Qu’an sistem 40 jam yang digelar selama 2 hari tersebut juga bertujuan sebagai ajang silaturrahim antar muballiqh dan muballiqhoh se Rokan Hulu.
”Ini juga silaturrahim, kita berharap ada sharing informasi pada kegiatan ini, sehingga persoalan persoalan keummatan saat ini bisa dicarikan solusinya,”tutur Zul.

Kegiatan Orientasi Pengajaran Program Terjemah Al Qu’an sistem 40 jam yang ditaja MDI Rohul kali ini diikuti sebanyak 90 Muballiqh dan Moballiqhoh se Rokan Hulu. Adapun narasumbernya adalah H. Darmawan,Lc, MA, dan H.Rahmat Taufiq,Lc.MA dari Pekanbaru.(rls)

Mursal, Penjabat Baru Camat Lubuk Dalam

mursalSiak (SegmenNews.com) – Mursal,S.Sos kini menjabat camat Lubuk Dalam yang sebelumnya menjabat sebagai camat Sungai Apit, pada pasca terjadinya mutasi penjabat beberapa waktu lalu.

Dengan di percayakannya untuk menjabat camat Lubuk dalam di harapkan adanya dukungan dari masyarakat lubuk dalam dengan adanya menjalin hubungan baik antar semua elemen masyarakat dapat menunjang serta dukungan dalam menjalankan program pembangunan di kecamatan lubuk dalam.

Demikian disampaikan oleh camat Lubuk Dalam yang baru Mursal S.Sos senin(14/1) ” Kita berharap adanya dukungan dari semua elemen masyarakat yang ada di kecamatan lubuk dalam dalam mewujudkan pembangunan” ujar Mursal.

Selain itu lanjut Mursal dengan adanya kebersamaan serta dukungan dari semua lapisan dapat memperlancar dan memajukan pembangunan. “Dukungan dan pro aktif masyarakat dalam kemajuan kecamatan itu benar-benar menjadi salah satu faktor” terang Mursal.

Di katakan kedepannya kecamatan lubuk dalam dapat menjadi lebih baik lagi dan lebih maju dengan kebersamaan.(adv)

FKUB Siak Silaturahmi dan Audiensi dengan Bupati

fkubSiak (SegmenNews.com) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Siak bersilaturahmi dan melakukan audiensi dengan Bupati Siak Syamsuar, Senin (14/1) di ruangan kantor bupati.

 

Pada kesempatan tersebut Ketua FKUB Faturrohman menyampaikan kondisi umat beragama di Siak pada bupati, disampaikannya demi menjaga kerukunan umat beragama dan perdamaian, FKUB kedepan akan melakukan sosialisasi terkait perizinan pendirian rumah ibadah ke kecamatan. Hal itu perlu dilakukan untuk menghindari pertikaian antar umat beragama, mengingat saat ini sudah dijumpai beberpa aliran keras penganut agama. “Kami menghindari terjadinya suatu hal yang tidak diinginkan seperti halnya yang sudah terjadi di poso dan daerah lainnya, untuk itu perizinan pembangunan rumah ibadah perlu ditertibkan mengingat, saat ini kita jumpai aliran keras. Sepertihalnya penganut paham islam yang melarang dan mengharamkan hal-hal yang menurut paham lain benar,” ungkap Faturrohman

Faturrohman mengharapkan setiap aliran atau paham keagamaan yang ada di Siak bisa diketahui oleh setiap pimpinan forum umat beragama seperti halnya islam untuk bisa diketahui oleh MUI, dengan demikian perdamaian dan kerukunan sesama dan antar umat beragama di siak dapat terjaga. Dengan metode seperti ini, perizinan pendirian rumah ibadah bisa dinilai dan dilakukan oleh tipa pimpinan umat beragama. “Kalaulah izin itu dari kemenag, apakah kemenak mengetahui dan paham terhadap semua sekte-sekte yang ada,” imbuh Faturrohman
Menanggapi isu aliran keras Bupati mengatakan, sebenarnya jika dikaji dalam islam tidak ada aliran keras tersebut karena, hadirnya agama Islam merupakan rahmat bagi alam semesta, dan umat islam memiliki tanggungjawab untuk menjaga keseimbangan alam semesta termasuk didalamnya menjaga ketertiban dan kedamaian. “Jika kita kaji, dalam islam tidak ada aliran keras tersebut karena, kehadiran islam merupakan rahmatan lila’lamin,” kata Syamsuar
Sementara perwakilan umat keristen Tigor menyampaikan bahwa, untuk umat keristen Persatuan Gereja Indonesia (PGI) tidak bisa mengetahui seluruh paham organisasi yang ada, sementara umat keristen memiliki organisasi-organisasi yang dibawahnya mewakili gereja-gereja yang ada dan tidak hanya anggota PGI yang berada di dalam. Dengan demikian PGI tidak bisa menyatakan siapa yang boleh dan tidak boleh mendirikan rumah ibadah. “Kami tidak bisa menyatakan siapa yang tidak bisa,” kata Tigor

Pada kesempatan tersebut Syamsuar meminta agar FKUB bisa menjaga kerukunan dan perdamaian, hal itu untuk menjaga kepercayaan investor yang sudah dan ingin berinvestasi di Kabupaten Siak. Sejauh ini banyak investor yang datang dan menyatakn memilih menanamkan investasinya karena menilai siak merupakan daerah yang aman dan damai.

Terkait salah satu syarat pendirian rumah ibadah yakni KTP, Bupati menyampaikan bahwa mulai tahun 2013 KTP yang berlaku adalah e-KTP. “Mulai tahun 2013 KTP lama meskipun masa aktifnya masih ada namun tidak berlaku. Sehingga bagi warga yang belum mengambil e-KTP atau belum mengurus untuk segera mendatangi UPTD terkait untuk mendapatkan e-KTP,” tegas Syamsuar
Menaggapi hal tersebut, Faturrahman mengatakan bahwa FKUB siap mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kepercayaan para investor di kabupaten siak. Dikatakkanya untuk menjamin kerukunan umat beragama, FKUB akan melakukan program sosialisasi perizinan pendirian rumah badah yang ditetapkan pada Peraturan Bersama Mentri (PBM) Agama dan Mentri Dalam Negri. “dalam waktu dekat kami akan melakukan sosialisasi aturan perizinan pendirian rumah ibadah ke Kecamatan Sabak Auh, Mempura dan Mandau,” pungkas Faturrohman. (adv)

Hindari Pertikaian, Perizinan Rumah Ibadah Disosialisasikan

59051ebf7948556c58c9f65tm-2456Siak (SegmenNews.com)– Untuk menghindari pertikaian antar agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Siak akan mensosialisasikan perizinan pembangunan rumah ibadah ke kecamatan-kecamatan.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Siak, Faturrohman saat bersilaturahmi dan beraudensi dengan Bupati Siak H Syamsuar, Senin (14/1/2013) menyampaikan beberapa pokok fikiran kerukunan umat beragama kepada Bupati Siak.

Dia mengharapkan setiap aliran atau paham keagamaan yang ada di Siak bisa diketahui oleh setiap pimpinan forum umat beragama seperti halnya Islam yang diketahui oleh MUI. Dengan aturan itu, maka perdamaian dan kerukunan sesama dan antar umat beragama di Siak dapat terjaga.

“Perizinan pendirian rumah ibadah bisa dinilai dan dilakukan oleh setiap pimpinan umat beragama. Kalaulah izin itu dari Kemenag, apakah Kemenag mengetahui dan paham terhadap semua sekte-sekte yang ada,” paparnya.

Menanggapi isu aliran keras Bupati Siak, H Syamsuar mengatakan, sebenarnya jika dikaji dalam Islam tidak ada aliran keras tersebut karena hadirnya agama Islam merupakan rahmat bagi alam semesta, dan umat Islam memiliki tanggungjawab untuk menjaga keseimbangan alam semesta termasuk didalamnya menjaga ketertiban dan kedamaian.

“Jika kita kaji, dalam Islam tidak ada aliran keras tersebut karena, kehadiran Islam merupakan rahmatan lila’lamin,” kata Syamsuar. (hms/rinto)

Perbaikan Gorong-gorong Ambruk Menggunakan Anggaran Tahun 2013

gorongSiak (SegmenNews.com) – Terkait dengan ambruknya gorong -gorong di Simpang empat KM 11 yang menuju ke Kecamatan Tualang yang mengakibatkan kebanjiran pada masyarakat dusun Sialang Tumbang Desa Pangkalan Pisang Kecamatan Koto Gasib.

Kepala Desa pangkalan Pisang Sudarsono mengharapkan kepada instansi terkait melalui dinas PU untuk dapat segera membangun box cuver dengan ukuran besar, apabila hanya dibanguan gorong-gorong lagi akan megalami kebanjiran lagi terhadap masyarakat. Dikarenakan debit air yang mengalir sangat deras pada saat musim penghujan tiba.”Kata Sudarsono Juma at (11/1) kemarin.

Dikatakan oleh kades, memang sudah ada dari dinas PU Propinsi Riau meninjau jalan tersebut dan direncanakan pada tahun 2013 ini akan dibanguan box Cuver yang lebih besar dan bisa menampung debit air yang datang, mudah-mudahan apa yang ditinjau oleh dinas PU akan dapat terlaksana untuk kepentingan masyarakat.

Lebih jauh dikatakan oleh kades. Untuk menjaga tidak adanya terjadinya kecelakaan yang akan terperosok ke dalam lubang, untuk saat ini sudah dipasang raambu-rambu jalan dan juga mengunakan seng untuk menutupi lubang tersebut.

Ini dilakukan agar masyarakat yang datang dari luar dapat mengetahui adanya jalan yang rusak dan dapat berhati-hati.”terang sudarsono. (adv)