Beranda blog Halaman 3006

Kisruh KUD SMS dan Masyarakat di Kepenuhan Jaya Memanas

Kepenuhan Hulu (Segmennews.com)- Kisruh lahan di Koperasi Unit Desa Sari Mukti Sakti  (KUD-SMS) Desa Kepenuhan Jaya, Kecamatan Kepenuhan Hulu Kabupaten Rokan Hulu memanas. Pasalnya,  Senin (19/11) kemarin, masyarakat gagal melakukan dialog dengan pengurus KUD SMS.

Anehnya pihak kepolisian sempat menggeladah rumah warga hingga membuat seorang mengalami trauma hingga hilang ingatan dan 1  warga menghilang entah ke mana rimbanya.

Dikatakan, Kordinator Lapangan Alirman, pihaknya hendak mempertanyakan status lahan mereka 170 diduga telah diduduki  KUD SMS, bahkan izin prinsip KUD SMS juga telah menyerobot lahan masyarakat sekitar 400 hektar, malah hendak mempertanyakan itu malah dituduh mencuri buah kelapa sawit.

Bahkan oknum polisi sempat menggeledah rumah warga, hingga mengakibatkan salah satu warga Ratna mengalami taruman dan hilang ingatan, bukan itu saja salah warga menghilang sejak kejadian itu.

“Waktu itu, kami ke lahan kemudian melihat buah Kelapa Sawit  menumpuk di pinggir jalan, salah anggota Pospol Kepenuhan Jaya bernama  Endi dan Manik memotonya dan pulang menjemput anggota lainnya di Pospol, tiba-tiba polisi menuduh masyarakat telah melakukan pemanenan,” ungkapnya.

Diterangkan, setelah itu polisi menswiping rumah-rumah penduduk, hingga membuat Ratna mengalami shock,  bahkan Anggota KUD SMS bernama Darwin D, sampai saat ini hilang entah kemana rimbanya, memang kejadian seperti ini sudah terjadi di tahun 2003 dan tahun 2005 lalu.

“Kami hanya meminta pemerintah  pihak KUD SMS bisa memperjelas sampai dimana hak masyarakat, jika ada perjanjian dengan pemerintah mana  dan apa bentuk perjanjian itu, begitu juga dengan pihak kepolisian agar bersikap netral dan menjalakan tuags sesuai etika kepolisian,” tuturnya.

Lanjutnya, masyarakat sudah sering melaporkan ini, baik ke Legislatif dan eksekutif, namun hasil tetap nihil, bahkan di zaman pemerintahan Kabupaten Kampar dulu, DPRD Kabupaten kampar sudah membentuk Team 9 menetukan dan menetapkan batas lahan KUD SMS, tapi malah tetap menyalahkan masyarakat

“Sekitar 33 Kepala Keluarga  (KK) kehilangan lahannya seluas lahan 170 Hektar, selebihnya ada lagi lahan  atau tanah ulayat masyarakat seluas 400  Hektar diliaur Hak Guna Usaha (HGU) atau izin prinsip pendirian KUD SMS,” bebernya.

Ketika dikonformasikan dengan Ketua KUD SMS Berlian, dilaog rencanaya Senin (19/11), bukan jalan satu-satunya, pihak meminta masyarakat agar mematuhi aturan dan hukum di Republik Indonesia ini, lakukan sesuai prosedur, mengapa sudah 15 tahun lalu dikuasai sekarang malah ribut.

Sekdes Kepenuhan Jaya Nawan,  waktu kejadian kisruh itu, ada kegiatan di desa yaitu penyampaian visi dan misi calon kepala desa, sebab  (13-14/11) mendatang akan calon kades akan lakasankan sosialisasi, sedangkan Pilkades (3/12) mendatang, jadi diminta pada masyarakat agar bersabar menunggu ada kades baru untuk menyelesaikan persoalan itu.

“Saya kan punya atasan pak, kalau camat perintahkan saya untuk menyelesaikanya, otomatis saya kerjakan, ini saya disarankannya tunggu selesai Pilkadse dan terpilih kades baru agar nanti bisa menyelesaikan persoalan ini,” ucapnya.
      
Disarankannya, agar koordinator masyarakat sebagai penerima kuasa Alirman, untuk menempuh jalur hukum, sebab jika di lapangan nanti timbul egoisme hingga terjadi bentrok fisik, otomatis kerugiannya pada masyarakat sendiri, apalagi semua penduduk masyarakat di sini masih ada ikatan kekeluargaan, terkait hilangnya Anggota Koperasi Darwis D, dia masih bisa berkomunikasi via telpon dengannya.

Sedangkan Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan, SIK , tetap siap melakukan upaya penyelidikan di lapangan, “ Kami akan lidik dulu kelapangan,” sebutnya. (dab)

Kemenag Rohul Siapkan Berbagai Kegiatan HUT ke-66

Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu tengah mempersiapkan berbagai kegiatan Sosial dan Keagamaan pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemenag ke-66 yang jatuh pada tanggal 3 Januari 2013 mendatang.

Disebutkan Kepala Kementerian Aagama Kabupaten Rokan Hulu, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, disela-sela rapat kegiatan dan panitia HUT, Rabu (21/11/2012) di aula Kantor Kemenang, bahwa saat ini pihaknya tengah menyeleksi Guru, Kepsek dan Pengawas yang akan di nobatkan sebagai Teladan.

Sedangkan kegiatan lain yang akan di lakukan yakni, Bakti Sosial, lomba tahfiz Alqur’an, kunjungan ke panti asuhan, lomba olah raga dan jalan santai.

Penyerahan hadiah bagi pemenang lomba nantinya akan di berikan pada hari puncak HUT Kemenang, yang dilakukan juga upacara HUT di halaman MTSN Rambah PasirPangaraian.

Diharapkan Supardi, di usia ke-66 ini, hendaknya pegawai, KUA dan guru dilingkungan Kemenang Rohul lebih meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu, mereka juga dihimbau agar lebih meningkatkan kualitas diri dengan SDM berkualitas dengan itu, maka akan tercipta pelayanan berkualitas juga.

Namun lanjutnya, semuanya itu harus dibarengi juga dengan rasa memiliki Kemenang yang tinggidan saling menghormati dalam tugas dan tingkatkan rasa persaudaraan. (gib)

Warga Rohul Galang dana Buat Palestina

Warga Rohul galang dana bantu Palestina

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Masyarakat peduli Palestina di Kabupaten Rokan Hulu menggalang dana bantuan kepada pengendara di dua titik yakni di PasirPangaraian dan Kecamatan Ujung Batu, Rabu (21/11/2012).

Koordinator penggalang dana, Daulay menuturkan bahwa, penggalangan dana yang diperuntukkan bagi saudara-saudara yang berada dalam himpitan ekonomi akibat penyerangan Israel tersebut akan langsung di transfer melalui Organisasi Bulan Sabit Merah di Palestina.

“Saudara kita di Palestina saat ini sangat membutuhkan bantuan pangan maupun pakan, oleh itu melalui bantuan dan kepedulian masyarakat Rokan Hulu ini, diharapkan dapat meringankan beban saudara kita itu,” katanya.

Dilanjutkannya, penggalangan dana sukarela ini akan dilakukan hingga sepekan kedepan, hari ini di dua titik, dan besok Pos penggalangan dana bantuan ditempatkan di simpang Tangun, Simpang Tugu ratik Togak PasirPangaraian dan di berbagai tempat lainnya.

Dia juga mengharapkan kepada Pemda Rokan Hulu agar turut memberikan bantuan makanan kepada saudara yang membutuhkan di Palestina, sebab mulai hari ini mereka krisis makanan akibat penyerangan yang meluluhlantahkan rumah dan menewaskan sanak famili mereka di sana.

“Kita harapkan Pemda juga turut memberikan bantuan kepada saudara kita yang berada di palestina, sebab mereka saat ini sudah krisis makanan,” harapnya. (dab)

HIPPMIH Desak Pemprov Riau Cabut Izin PT Pulau Sambu

Demo Mahasiswa di gedung Pemprov Riau

Pekanbaru (Segmennews.com)- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indragiri Hilir (HIPPMIH) Pekanbaru menggelar aksi demo, Selasa (20/11/12) di Kantor Gubernur Riau. Mereka mendesak agar PT Pulau Sambu dicabut izinnya.

Aksi demo mahasiswa yang dikoordinir Sudirman ini, menolak bentuk kecurangan yang dilakukan PT Pulau Sambu. Terutama terkait pembelian hasil kelapa dari para petani dengan harga murah Rp300.

“Ini bentuk kecurangan dari perusahaan yang dapat menyengsarakan masyarakat. Apalagi, pimpinan perusahaannya bukan orang Indonesia Asli,” tegasnya.

Atas bentuk kecurangan perusahaan itu, mahasiswa mendesak agar Pemprov Riau mencabut izin PT Pulau Sambu. Mereka juga meminta agar bos PT Pulau Sambu agar diusir dari Indonesia.

Para pendemo sempat didatangi dua pejabat perwakilan Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BP2T) Riau dan Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Riau.

Akan tetapi, kehadiran dua perwakilan dari Pemprov Riau itu ditolak oleh mahasiswa. Pasalnya, mahasiswa hanya ingin bertemu dengan Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Namun, permintaan pendemo itu tidak bisa dikabulkan, karena memang tidak berada di tempat. Aksi mahasiswa yang membawa spanduk dan poster ini tidak berlangsung lama. Mereka akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (ur/sn/kir)

Jokowi Pertahankan Gaya ‘Blusukan’

Jakarta (Segmennews.com)- Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo akan tetap blusukan atau keluar-masuk kampung, selama masa kepemimpinannya.

“Lima tahun blusukan terus, mau ke kampung terus pokoknya selama lima tahun, ” ujar Jokowi, Senin, 19 November 2012. ” Ke bawah, ke kampung, pokoknya banyak ke lapangan.”

Ia mengatakan setiap gubernur punya gaya sendiri. “Gaya Saya, gaya blusukan.”

Menurut dia, setiap hari pasti selalu ada aspirasi dari rakyat karena ada kebutuhan dari bawah. “Kalau kita hanya duduk di kantor nggak akan ketangkep seperti itu, untuk menangkap keinginan-keinginan itu memang harus selalu turun ke akar rumput, turun ke bawah, liat lapangan,” kata Jokowi.

Ia menjelaskan melihat lapangan itu tidak harus selalu turun ke masyarakat, tapi juga mengontrol lapangan, mengontrol proyek, dan mengontrol program. Tidak hanya di kampung, namun juga bisa mengecek rumah sakit, puskesmas atau kelurahan, melihat pelayanan sudah baik atau belum.

“Ini bentuk sebuah managemen. Kalau managemen perencanaan tanpa managemen kontrol ke bawah tidak baik, ya gak akan bisa terwujud,” katanya.

Menanggapi banyak komentar pencitraan tentangnya, Jokowi tenang saja.

“Ya nggak apa-apa, untuk mengingatkan, untuk mengkoreksi siapapun, masyarakat, tokoh ya nggak apa-apa, Saya sangat terbuka sekali. Ia kemudian kembali menegaskan, selama 5 tahun, Ia akan seperti ini terus. “Wajah sy sampai jam segini masih ceria kan,” katanya. (kmc/snc)

Korupsi Pengadaan Buku, eks Kadis Pendidikan Sibolga diadili

Sibolga (Segmennews.com)- Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sibolga, Rustam Manalu, duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (20/11). Dia didakwa mengorupsi pengadaan buku untuk siswa sekolah dasar (SD).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanang Prihanto mendakwa Rustam Manalu telah bekerja sama untuk memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ucap Nanang di hadapan majelis hakim yang diketuai Suhartanto.

Dia memaparkan, Dinas Pendidikan Kota Sibolga mendapat alokasi dana sebesar Rp 1,5 miliar untuk pengadaan buku di perpustakaan 17 SD pada 2010. Untuk melaksanakan kegiatan itu, Lamser Tinambunan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menandatangani kesepakatan dengan Rafandi Malau, Wakil Direktur CV Alpha Centauri pada 26 November 2010. Kesepakatan ini diketahui dan disetujui terdakwa, yang merupakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sibolga atau kuasa pengguna anggaran.

Dalam kontrak yang disepakati, Rafandi harus mengadakan buku itu selama 30 hari kerja. Pada 20 Desember 2010, dia pun memohon pencairan dana 100% dan menyatakan pekerjaan telah rampung. Kenyataannya, dia belum menyelesaikan pekerjaan seperti dalam kontrak. Bahkan buku yang diserahkannya tidak sesuai dengan yang disyaratkan.

Meski pekerjaan itu belum selesai, Rustam Manalu menyetujui pencairan dana. Dia menandatangani berita acara prestasi pekerjaan, tanda terima, dan berita acara pembayaran 100% untuk pengadaan buku perpustakaan SD tersebut. Setelah kasus ini diusut, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut menyatakan negara telah dirugikan lebih dari Rp 570 juta dalam pengerjaan proyek ini.

Seusai mendengarkan dakwaan jaksa, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan. Agenda sidang berikutnya adalah mendengarkan keterangan saksi. (mdc/snc)

APKASI Taja Diskusi Group RUU ASN di Jakarta

Siak (Segmennews.com)- Sebagai sebuah institusi berhimpun bagi pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mempertanyakan Rancangan UU Aparatur Sipil Negara (RUU ASN) yang kini sedang dibahas Komisi II DPR RI.

RUU tersebut dirasakan tidak terlalu signifikan dampaknya sebagai upaya meningkatkan layanan ASN terhadap masyarakat, terutama dalam konteks penyelenggaraan otonomi daerah.

RUU ASN dikhawatirkan akan memperlemah manajemen pemerintahan disuatu daerah yang disebut-sebut merupakan pengganti UU Nomor 8 tahun 1974/ UU Nomor 34 Tahun 1999 tentang perubahan atas UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian.

Sesungguhnya pembahasan RUU ini tidak bisa dilepaskan dari pembahasan RUU tentang Pemerintahan Daerah dan RUU Desa yang kini juga sedang dibahas di DPR RI.

Berkenaan dengan adanya beberapa pasal yang perlu disikapi terutama aturan mengenai dihilangkannya kewenangan kepala daerah dalam hal pengangkatan pegawai yang selanjutnya diserahkan kepada Sekda selaku pejabat karir tertinggi di daerah, Apkasi selaku wadah berhimpun Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia menggelar Focused Group Discussion (FGD) guna menjaring aspirasi daerah tentang RUU ASN bertempat di Sekretariat Apkasi Jakarta Pusat (20/11/12).

Hadir dalam acara tersebut, Bupati se-Indonesia yang tergabung dalam anggota Apkasi serta narasumber ahli dari akademisi, dan praktisi Pemerintahan.

Bupati Siak Drs H Syamsuar M.Si yang turut hadir sebagai salah satu peserta diskusi dalam kegiatan tersebut mengatakan hendaknya dinamika ini disikapi dengan objektif sehingga kinerja pemerintah tidak terganggu.

“Hal ini mesti dipahami semua pihak dengan objektif, kita saat ini masih dalam posisi menunggu kejelasan dari perkembangan terbaru RUU ASN” ujarnya.

Sementara itu Ketua APKASI Isran Noor dalam pernyataan sikap tertulis mendesak agar pembahasan RUU ASN ditunda sampai tercapainya consensus politik yang jelas mengenai instrument hukum untuk melibatkan Aparatur Sipil Negara yang lebih memiliki Independensi, kompetensi, integritas serta akuntanbilitas. selain itu RUU Aparatur Sipil Negara.

“RUU ASN bertentangan dengan UUD 45 dan kesepakatan nasional serta UU yang mengatur Otonomi Daerah. APKASI akan mengkomunikasikan pendapat-pendapat dan rekomendasi yang ada kepada Pemerintah, DPR RI, serta Asosiasi Pemerintah Provinsi dan Asosiasi Pemerintah Kota seluruh Indonesia “ jelasnya.

Menurutnya lagi dalam waktu dekat, APKASI akan segera mempersiapkan pemikiran-pemikiran akademik mengenai ketentuan hukum yang mengatur Aparatur Sipil Negara. (rls/rinto)

Terperangkap Banjir, 4 Ekor Gajah Gagal di Halau

int

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Sejak sepekan tim  Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau telah melakakukan penghalauan beberapa ekor gajah liar dari 3 Kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu, namun 4 ekor gajah lagi gagal di halau, sebab mereka terperangkap banjir.

Dikatakan Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno melalui Kabid Perlindungan Hutan, Arie Ardian Nasution, Selasa (20/11) bahwa penghalauan gajah oleh pihak BKSDA telah berakhir Sabtu kemarin, namun masih ada 4 ekor gajah berikut anaknya masih berada di kawasan hutan Kasimang, kecamatan Kepenuhan Timur.

“4 ekor gajah belum di halau, sebab mereka terperangkap banjir di dalam hutan, sehingga sulit untuk menghalaunya,” ujar Arie.

Namun lanjutnya, jika banjir surut pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan BKSDA Provinsi Riau untuk menghalaunya. Katanya, di Rokan Hulu ada 3 Kecamatan sebagai kantong gajah yakni, di Kecamatan Tambusai Timur, Kepenuhan dan desa Kasimang kecamatan Bonai. (dab)

Hijrah Strategi Besar Pengembangan Agama Islam

Drs Ahmad Supardi Hasibuan MA

PasirPangaraian (Segmennews.com)- HIJRAH adalah sebuah peristiwa bersejarah dan diabadikan secara khusus dalam agama Islam, dengan menjadikannya sebagai penghitungan awal kalender Islam. Penetapan ini bukanlah sembarangan, sebab peristiwa hijrah merupakan strategi besar (grand strategi) jangka panjang dan bertahap dalam rangka menuju tegaknya Islam.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA ketika membuka Lomba Menghafal Asmaul Husna, dalam rangka peringatan Tahun Baru 1434 Hijriyah, yang ditaja oleh Pemuda Ujungbatu, Senin (19/11/2012) bertempat di kantor Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Ujungbatu.

Hadir dalam acara tersebut adalah Kakan Kemenag Rohul, Camat Ujungbatu Iwan Suryawan SSos, Ketua LKA Ujungbatu H Abd Hakam Datuk Bendaharo, Pembina Pemuda Ujungbatu H Syamsurijal MBA MM, Ka KUA Ujungbatu Efriadi SAg, Tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan peserta Lomba.

Kakan Kemenag Rohul, lebih lanjut menyatakan bahwa kunci keberhasilan hijrah ditandai dengan melakukan empat hal.
Pertama,  membangun Masjid, sebagai tempat beribadah dan tempat pembinaan/pemberdayaan umat.

Kedua, melakukan mempersaudarakan kaum muhajirin sebagai pendatang dengan kaum Anshar sebagai penduduk setempat.
Ketiga, pembangunan ekonomi dan sosial. Yang ditandai dengan kewajiban zakat.
Keempat, pembentukan perangkat hukum.

Dalam hal ini, yang paling tinggi adalah Alqur’an, Alhadits, Piagam Madinah, dan lain sebagainya.
H Syamsurijal selaku Ketua Panitia menyatakan bahwa kegiatan ini diikuti sebanyak 7 Kecamatan, yaitu Ujungbatu dengan 6 group, Tandun 4 group, Pendalian, Kepenuhan, Kepenuhan Hulu, Rambah, dan Pagarantapah Darussalam 2 group. Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 19 s/d 21 Nop 2012, tegas Ketua Panitia. (gib)

Korban Pengeroyokan Nilai Kinerja Polsek Kepenuhan lamban

ilustrasi

PasirPangraian (Segmennews.com)- Siti Patimah (26) Warga RT 01 RW 06, Gelugur Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu selaku korban pengeroyokan mengaku kesal dengan lambannya pengusutan kasus yang menimpa dirinya.

Di akunya, dirinya telah melaporkan kejadian yang menimpanya sejak, Minggu (11/11) lalu sekitar pukul 18.30 Wib, namun hingga saat ini kasus tersebut belum di proses.

Ceritanya, kepada wartawan, Senin (19/11) bahwa sepekan lalu dirinya dikeroyok dan dianiaya 3 orang sekaligus yakni, Zainap (50), Gusma (12) dan Juli.

Menurut Siti, dirinya bermula hanya sekedar menanyakan kepada salah seorang pelaku pengeroyokan, Gusma, terkait penuduhan mencuri kelereng terhadap adiknya, Halimah (8), yang mengakibatkan adiknya takut pergi kesekolah.

“Selain dituduh mencuri kelereng, adik saya juga di ancam akan dipukul, ketika saya menanyakan kepada mereka (pelaku pengeroyokan), mereka malah marah dan mengeroyok saya,” ujarnya.

Siti juga telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Kepenuhan, dan menunjukkan bekas luka bekas cakaran di tangan dan wajahnya.
Katanya lagi, dia juga sudah melaporkan kepada ninik mamak setempat atas saran pihak Polsek Kepenuhan.

“Saya bersama suami melaporkan pada persukuan kami, namun pelaku tidak pernah di panggil dan di proses. Saya juga sudah 3 kali lapor ulang ke polisi,” terangnya.

Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan, SIK menyebutkan akan memproses kasusu penganiayaan ini sampai tuntas.

“Kita akan sidik kasusnya sampai tuntas, nanti kita cek ke penyidiknya,” tukasnya. (dab)