Beranda blog Halaman 3005

Heboh Video Mesum Mahasiswa PT Bengkalis

Bengkalis (Segmennws.com)-Masyarakat Bengkalis dihebohkan dengan beredarnya video mesum yang diduga kuat diperankan oleh mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Bengkalis yang berdurasi 12 menit, menurut informasi pembuatan video mesum ini dibuat disebuah rumah disekitaran Bengkalis Timur.

Salah seorang warga yang turut mendapatkan video itu dan minta namanya dirahasikan mengarakan, video adegan mesum bak film porno tersebut telah beredar luas dikalangan mahasiswa dan masyarakat di Bengkalis. Munculnya adegan syur layaknya suami istri itu juga menggegerkan mahasiswa kampus.

“Pemeran laki-lakinya itu kabarnya merupakan warga Desa Ketamputih, saya belum lihat videonya. Tapi kabar itu sampai dikampung sana,”ungkap warga yang minta namanya dirahasiakan itu.

Menurutnya, adegan video mesum yang berdurasi cukup lama yakni 12 menit 49 detik itu kuat dugaan dilakukan dirumah dan ada yang khusus mengambil video melalui handphone. Dugaan pemeran dalam adegan syur itu tiga orang. Pasalnya alas tempat tidur dari tembikar dan kasur tipis.

Video yang direkam dengan menggunakan kamera handpone itu beredar di masyarakat dan mahasiswa  dengan melalui handpone ke handpone.

Pihak perguruan tinggi setelah kami konfirmasi mengaku mendengar kabar tersebut tetapi masih dalam tahap penyelidikan apakah benar yang berperan di video tersebut mahasiswanya atau bukan karena ini menyangkut nama baik kampus.

“Saya baru dapat kabar, belum lihat videonya seperti apa. Nanti kita lakukan cross cek terkait video tersebut, dan mencari pembuktian dari video itu. Maka dari itu kita akan coba lakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada pemerannya,”kata pimpinan perguruan tinggi tersebut.

Belakangan juga dikabarkan, jika pihak keluarga wanita dalam adegan itu sudah sempat meminta video itu dihapus dari beberapa handphone dikalangan mahasiswa.  Tapi entah kenapa, video itu masih beredar luas.

“Kita masih dugaan saja, belum bisa dipastikan kalau mahasiswa yang ada diadegan itu mahasiswa kampus kita, namun sempat pihak wanita meminta kepada mahasiswa untuk menghapus video itu,”ungkap salah seorang dosen disalah satu perguruan tinggi di Bengkalis. (snc/urc)

PBB Riau Rekomendasi 3 Balon Gubri ke DPP

Suasana Jalannya Rapat Harian Khusus Partai PBB

Pekanbaru (Segmennews.com)-Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Riau menetapkan dan merekomendasikan tiga nama bakal calon (balon) Gubernur Riau (Gubri) ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB di Jakarta, untuk salah satu diantaranya disahkan DPP sebagai balon Gubri yang akan diusung PBB pada pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) tahun 2013.

“Rapat Pleno Khusus Partai (RPKP) mengenai penetapan bakal calon Gubri periode 2013-2018 yang diusung oleh PBB, di Markas Wilayah DPW PBB Riau, Rabu malam  (21/11) mengambil keputusan menetapkan dan merekomendasikan H Herman Abdullah, HR Mambang Mit, dan H Tengku Mukhtaruddin ke DPP,” kata Ketua DPW PBB Riau Muharnis MS, SH, kepada wartawan, di Pekanbaru, Kamis (22/11).

Pada RPKP mengenai dukungan terhadap balon Gubri periode 2013-2018 tersebut hadir Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP PBB Drs. Dwianto Ananias, Ketua DPW PBB Riau Muharnis MS, SH, Sekretaris H Suryadi Sariyan,  MA, Bendahara Yana Mulyana, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PBB Riau , Drs. H Muhammad Saltut Usman, Ketua Badan Kehormatan Wilayah (BKW) Syafrial Alidin, M.Ag, Wakil Ketua H Darwis Tomysa, Drs. Ramadhanus, Wakil Sekretaris Zul Azhar, S.Pi, Gusri Putra Dodi, SH, dan pengurus harian lainnya.

Selain itu, juga hadir sejumlah pimpinan badan otonom PBB Riau Komandan Brigade Hizbullah Bulan Bintang Riau Muharman Putra, ST, Ketua Muslimat Bulan Bintang Riau Hj. Jamilah Amir, Ketua Pemuda Bulan Bintang Riau Tengku Arif Fadilah.

Sekretaris DPW PBB  Riau Suryadi Sariyan, MA mengatakan RPKP mengenai penetapan balon Gubri periode 2013-2018 yang diusung oleh PBB, berlangsung lancar secara musyawarah dan mufakat.

“Perbedaan pendapat memang ada sebagai dinamika organisasi, namun semuanya telah berjalan sebagaimana yang diharapkan sesuai mekanisme partai,”kata Suryadi. (snc/urc)

Ahmad Supardi: Pesantren dan Madrasah Basis Kaderisasi Umat

ROKAN HULU (Segmennews.com)- Pesantren dan Madrasah adalah basis kaderisasi calon pemimpin umat dan bangsa di masa datang. Oleh karenanya, para santri dituntut mampu tampil di depan dalam menyelesaikan berbagai persoalan umat dan kebangsaan yang semakin kompleks, termasuk menjawab tudingan miring atas system pendidikan tertua di negeri ini (pesantren), yang dinyatakan sebagai basis teroris.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika melakukan kunjungan kerja dan dialog bersama majelis guru serta santri MTs Nurul Iman Mahato Kec Tambusai Utara, Selasa (20/11/2012) bertempat di Mahato. 

Hadir dalam acara itu, Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Pengawas Pendidikan Islam Drs H Abir  Zuhdi, Ketua Yayasan Nurul Iman Khairil Zaman SPd, Kepala MTs Nurul Iman Chaidir, Ketua Komite MTs, Majlis Guru dan 200 santri MTs Nurul Iman Mahato.

Kakan Kemenag menyatakan bahwa system pendidikan pondok pesantren dan madrasah menanamkan nilai-nilai ketaqwaan, akhlakul karimah, sikap toleransi, dan saling menghargai antara satu sama yang lain. system inilah sesungguhnya yang banyak dicontoh lembaga-lembaga pendidikan yang mengaku dirinya berstandar internasional.

Sistem belajar 24 jam dengan boarding school (asrama) dan pengantar bahasa Arab dan Inggris yang diterapkan pada pondok pesantren, saat ini telah diadopsi mentah-mentah oleh lembaga pendidikan lain, namun mereka masih kekurangan dalam bidang akhlakul karimah, yang telah lama menjadi ciri khas santri pondok pesantren dan madrasah, tegasnya.

Kakan menyatakan bahwa sungguh kebahagiaan tersendiri bagi para orang tua murid yang telah dapat menyekolahkan anaknya di madrasah ini, sebab pendidikan madrasah adalah pendidikan yang bernuansa masa depan, baik dunia maupun akhirat.

Kepada para santri, Ahmad Supardi memberikan motivasi agar rajin belajar, kuasai bahasa Arab-Inggris, berlatih berpidato sebab hal ini dapat mempengaruhi orang lain untuk kebaikan, serta hidup sederhana dan mandiri.

“Jangan malu menjadi anak madrasah. Sampaikan pada semua orang bahwa saya sekolah di madrasah. Untuk itu, buktikan pula pada semua orang bahwa anda mempunyai kafasitas sebagai seorang calon pemimpin bangsa di masa datang,“ tegas Kakan Kemenag.(gib)

Kakan Kemenag Rohul Keliling Kunjungi Pesantren dan Madrasah

Rokan Hulu (Segmennews.com)- Salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA adalah berkeliling daerah terpencil, mengunjungi Pondok Pesantren dan Madrasah, yang ada di wilayah Rokan Hulu. Kebiasaan ini beliau lakukan untuk melihat secara dekat kondisi riel Ponpes dan Madrasah.

Kebiasaan ini beliau lakukan, dengan berbagai pertimbangan, diantaranya adalah beliau sendiri jebolan Pondok Pesantren Mushthafawiyah Purbabaru Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara. Saya ke Ponpes dan Madrasah adalah dalam rangka nostalgia bersama adek-adek santri, tegasnya.

Selain itu dan ini yang paling penting, Ponpes dan Madrasah adalah basis utama kaderisasi calon pemimpin umat dan bangsa, baik pada masa dahulu maupun masa kini dan bahkan di masa datang. Sejarah mencatat bahwa Ponpes dan Madrasah tidak pernah kehabisan stok untuk calon pemimpin, termasuk untuk menjadi Presiden sekalipun.

Kakan Kemenag menyadari, bahwa ternyata masih banyak Ponpes dan Madrasah yang kekurangan Ruang Kelas Belajar tetapi kelebihan murid.  Sarana prasarana memang kurang, tetapi animo masyarakat untuk belajar di system pendidikan tertua di negeri ini cukup besar.

Banyak orang memberikan tudingan miring terhadap pendidikan Ponpes dan Madrasah, seperti pendidikan kurang berkualitas, pendidikan orang miskin, dan bahkan ada yang menyebutnya sarang teroris. Namun Kakan Kemenag yakin, tudingan ini diberikan orang yang tidak tahu tentang Ponpes dan Madrasah.

Ahmad Supardi lebih lanjut menyatakan bahwa Pemerintah harus berterima kasih kepada Pondok Pesantren, sebab Ponpes adalah system pendidikan tertua di Indonesia. Ponpes adalah cikal bakal system pendidikan formal di pada masa lalu, contoh ideal di masa kini dan masa mendatang, tegasnya.

Kakan Kemenag bercerita, satu ketika beliau mengunjungi salah satu Ponpes di Tambusai Utara, Kondisi jalan sangat memperihatinkan, akhirnya mobil dinasnya terpuruk, dan terpaksa digotong oleh masyarakat rame-rame. Salah seorang warga mengatakan, jangan bosan datang ke kampung kami ini ya Pak Kemenag. (gib)

Wah!! Tersangka Simpan Sabu-Sabu dalam Celana Dalam

Kapolres Rohul, AKBP Yudi Kurniawan SIK,Msi

Rokan Hulu (Segmennews.com)- Tersangka yang diduga pemakai sekaligus pengedar sabu-sabu, FG (34) warga Medan Desa tiang layar, Kec Pancur batu Kabupaten Deli Serdang, Sumut di ringkus anggota Polsek Tandun, Kabupaten Rokan Hulu karena kedapatan menyimpan satu paket sabu-sabu di dalam Celana Dalam (CD)nya.

Menurut kapolres Rokan Hulu, AKBP Yudi Kurniawan SIK,Msi berawal pada hari Rabu (21/11/2012), anggota Polsek Tandun mencurigai seunit Mobil Avanza warna hitam BM 1977 AS sedang parkir persis di depan SPBU. Saat ditanya tersangka menunjukkan sikap mencurigakan.

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata di dalam CD tersangka didapati 1 paket sabu-sabu. Atas temuan itu, tersangka digiring ke Mapolsek Tandun sekitar pukul 03:30 Wib. Di mapolsek Tandun di dalam kantung bangku mobil sebelah kiri supir ditemukan 1 unit timbangan elektrik.

Dari nyanyian tersangka, maka terungkam kembali masih ada sabu-sabu lainnya sebanyak 40 gram yang disimpan di dalam dompet kecil yang diselipkan di dalam tutup handel gigi mobil dan beberapa helai plastik bening kecil, kaca pirek.

Selain itu, di dalam Mobil juga di temukan plat Nomor BK-1887-JH dan Stnk, pisau badik, dan pisau karter. Kemudian ditemukan juga uang di saku celana dan bajunya yg diduga hasil dari penjualan shabu sebanyak Rp 15,3 juta. (dab)

Nekat!! Sales PT Perintis Group Rohul Rekayasa Perampokan

Kapolsek Rambah, AKP Gandhi WSu

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Sales barang harian PT Perintis Group Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, M Alek Sander Jofan (30) merekayasa perampokan, sehingga Managemen Perusahaan dirugikan sebanyak Rp 18 juta.

Dikatakan Kapolres Rokan Hulu, AKBP Yudi Kurniawan SIK, Msi melalui Kapolsek Rambah, AKP M Gandhi WSU, Kamis (22/11/2012) diruang kerjanya, bahwa saat ini tersangka Alek ditahan di Mapolsek Rambah, dengan Barang Bukti (BB) satu unit Honda Revo BM 2823 MR yang digunakannya dan sisa uang sebanyak Rp 7 juta.

Menurut Gandhi, kejadiannya bermula dari laporan Alek yang mengaku di rampok oleh 2 orang pengendara sepeda motor jenis RX King di jalan lingkar, kampung Baru Desa Koto tinggi, Kecamatan Rambah, Senin (19/11) lalu sekitar pukul 13:00 Wib. Setelah di cegat, dibawah ancaman pistol, Alek terpaksa menyerahkan uang Rp 17 juta, hasil tagihan ke toko.

Namun dalam pengakuan dustanya, setelah menyerahkan uang tersebut, Alek sempat mengejar pelaku, namun tidak dapat. Alek melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rambah Hilir, karena kejadiannya di wilayah Polsek Rambah, maka kasus di ambil alih Polsek Rambah.

Dilanjutkan kapolsek Rambah, setelah di selidiki selama dua hari, di bantu keterangan bos pelaku, Tugio alias Ogi yang juga melaporkan salah seorang salesnya tidak menyetorkan uang sebanyak Rp 18 juta, maka tepatnya hari Rabu (21/11/2012) kebohongan Alek terungkap.

“Dari penyelidikan dan introgasi, ternyata semua laporan Alek itu palsu dan rekayasa. Diakui Alek, uang tersebut sudah digunakannya untuk foya-foya di kafe dan untuk membayar hutang. Uang tersebut hanya tersisa Rp juta,” urai gandhi.

Atas perbuatannya, Alek di jerat dengan pasal 242 ayat (1) Jo pasal 220 Jo pasal 374 KUHP tentang laporan palsu dan penggelapan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (dab)

Bulog Bakal Beli Beras Petani Inhil

Tembilahan (Segmennews.com)- Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Inhil menyambut baik Memorandum of Understanding (MoU) antara Bulog Sub Divre Tembilahan dengan petani dalam membeli beras lokal.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Inhil, Wiryadi Oemardi menyatakan hal ini mampu meningkatkan serapan pembelian gabah dan beras petani, terutama di sentra penghasil beras di Inhil, seperti Kecamatan Keritang dan Reteh.

“Kita menyambut baik MoU antara Bulog Sub Divre Tembilahan dengan Gabungan Kelompok Tani Mapoase di Desa Sanglar, Kecamatan Reteh. Langkah ini mampu mengangkat penghasilan dan nilai jual produksi beras lokal,” ungkap Kadis DTPHP Inhil, Wiryadi Oemardi didampingi Kepala Bulog Sub Divre Tembilahan saat menggelar ekspos di Kantor DTPHP Inhil di Jalan Diponegoro Tembilahan.

Dengan adanya kerjasaman seperti ini, maka stabilitas harga gabah dan beras petani dapat dijaga, karena selama ini para petani dbayangi fluktuasi harga beras di pasaran, saat panen mereka melimpah, maka harga komoditas ini akan anjlok.

“Dengan adanya pembelian beras petani oleh Bulog ini, maka stablitas harga beras petani dapat dijaga, ini tentu memberikan keuntungan bagi kalagan petani di Inhil,” sebut mantan Kepala Inspektorat Inhil tersebut.

Sedangkan Kepala Bulog Sub Divre Tembilahan, Faisal menyatakan bahwa sampai November ini, pihaknya telah membeli sebanyak 1200 ton beras dari Gapoktan Mapoase di Desa Sanglar, Kecamatan Reteh.

“Sampai November ini kita telah melakukan pembelian sebanyak 1200 ton beras dari Gapoktan Mapoase di Reteh. Kita harapan kedepannya angka serapan pembelian gabah dan beras petani terus meningkat,” sebut Faisal.

Lanjutnya, pembelian beras petani mengacu kepada Inpres No. 3 Tahun 2012, dan dalam upaya menciptakan stabilitas harga beras di pasaran paska panen, Bulog membeli seharga Rp 6600/ perkilo dari petani.

“Namun petani tidak terikat, kalau harga pembelian di pasaran lebih tinggi dari Bulog, maka petani bebas menjualnya. Karena memang kita dalam hal ini hanya bertugas menciptakan stabilitas harga di pasaran,” tambahnya.

Tentunya beras yang dibeli Bulog ini harus memenuhi standar yang ditetapkan, yakni butir patah (broken) pada angka 20 persen, kadar air maksimal 14 persen dan butir menir sebesar 2 persen. (ur/snc)

Pasca Banjir di Pekanbaru, 381 Warga Banjir Terserang Penyakit

Ilustrasi (int)

Pekanbaru (Segmennews.com)- Hingga pekan ketiga banjir melanda sebahagian wilayah Kota Pekanbaru, sebanyak 381 warga terserang penyakit. Jenis penyakit yang menyerang dari 4 posko yang terlapor mulai dari ISPA, Diare, mata merah, kulit dan penyakit lainnya.

Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Helda Suryani Munir, saat diwawancarai Rabu(21/11) menyatakan jumlah yang sakit meningkat.

“Dari 7 posko yang didirikan  4 posko melaporkan total warga yang terserang penyakit 381 orang, jenis penyakitnya beragam, yang terbanyak ISPA jumlahnya hampir separuh yakni mencapai 160 an orang,” ujarnya. Untuk mengatasi ini katanya, Diskes juga sudah kirim surat ke puskesmas di lokasi banjir agar setiap hari melaporkan kondisi pengungsi, terutama kesehatan sehingga bisa segera ditangani.

Untuk  lokasi yang agak sulit mendirikan pos, Diskes  bisa melakukan pengobatan melalui puskesmas keliling. “Jadi kita minta jika pengobatan tidak bisa di lakukan di posko bisa  dengan ambulan keliling. Untuk  Stok obat cukup sekiranya perlu tinggal kontek, baik obat  kulit,obat  diare, biasanya pasca banjir sudah mulai terjangkit,” imbuhnya.

Untuk menjaga Posko Diskes sudah menetapkan 9 petugas  per hari  di semua posko,  dibagi tiga jadwal pagi, siang, malam yang terdiri dokter, perawat dan bidan. (ur/sn)

Kantor Puskeswan Desa Buatan II Hilang Bak Ditelan Bumi

Siak (Segmennews.com)- Ironis memang, kantor Pusat Kesehatan Hewas (Puskeswan) yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau melalui Dinas Peternakan (Disnak) Riau di Desa Buatan II,Kecamatan Kotogasib, Siak hancur dan lahannya tidak terurus. Hal itu ternyata tidak diketahui Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Distanakan) Siak.

Informasi dilapangan dapat dirangkum Segmennews.com bahwa, saat ini bangunannya telah hancur dan lahannya digunakan untuk menumpukkan kayu milik salah satu perusahaan kayu terbesar di Sumatera yakni PT.RAPP.

Rabu (21/11/12), keterangan Kadistanakan Siak Robiati kepada riauterkini.com bahwa, ia tidak mengetahui di Desa Buatan II,Kecamatan Kotogasib itu ada bangunan Puskeswan tersebut, dan untuk pemakaian lahan oleh PT.RAPP tidak ada izin.

“Saya tidak tahu disana (Desa Buatan II,red) ada bangunan Puskeswan, dan untuk pemakaian lahan juga tidak ada izin yang diberikan,” ungkap Robiati.

Selain itu untuk memastikan adanya bangunan Puskeswan itu, Robiati telah menugaskan stafnya untuk melakukan pengecekan dan inventarisir seluruh aset Puskeswan yang ada di Kabupaten Siak. Dan untuk lahannya, akan dilakukan koordinasi dengan bagian pertanahan Pemkab Siak.

“Untuk mengetahui tentang keberadaan Puskeswan itu, saya telah menugaskan staf untuk turun ke lapangan dan mencari tahu. Dan untuk lahan itu, kita juga akan berkoordinasi dengan bagian pertanahan,” terangnya.

Anggota DPRD Siak Dapil Kotogasib, Robby Cahyadi mengatakan bahwa mengenai adanya bangunan Puskeswan di sana memang pernah diketahuinya, dan dirinya pernah turun langsung ke lokasi dan melihat bangunan Puskeswan yang tidak terawan itu hanya tinggal sekiat 40 persen, dan kini bangunannya telah rata dengan tahan alias hancur.

“Ya, disana memang ada bangunan Puskeswan yang dibangun Dinas Peternakan Riau yang diperuntukkan di Distanakan Siak, akan tetapi bangunan itu tidak ditempai dengan berbagai alasan sehingga sabangunan itu sudah rata dengan tanah, dan lahannya digunakan untuk tumpukan kayu milik salah satu perusahaan,” terang Robby Cahyadi.

Selain itu Robby Cahyadi mengungkapkan bahwa, agar pihak Pemkab Siak khususnya Distanakan untuk serius menginfentarisir seluruh aset-aset di dinas tersebuta, agar tidak lagi terjadi hal-hal seperti ini.

“Kita minta agar pihak Distanakan serius untuk melakukan infentaris seluruh aset-aset milik dinas tersebut, agar kedepan tidak lagi terjadi seperti ini,” tambah Robby Cahyadi.(rinto)

Nabrak Polantas, Ambulance Pemkab Siak di Tahan 3 Pekan

ilustrasi

Siak (Segmennews.com)- Penahanan terhadap satu unit mobil ambulance milik Puskesmas Kecamatan Kerinci Kanan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, sejak 3 pekan yang lalu di tahan oleh pihak kepolisian Resort Pelalawan, hal itu membuat kinerja Puskesmas dalam memberikan pelayanan masyarakat terganggu.

Dari informasi yang dirangkum Segmennews.com bahwa, seunit mobil ambulance tersebut di tahan akibat terjadinya kecelakaan lalulintas yang saat itu mobil ambulan sedang membawa penumpang yang butuh pertolongan. Kecelakaan terjadi di area Rumah Sakit (RS) Evarina Pelalawan.

Penahaan tersebut menimbulkan protes warga, sebab seharusnya kecelakaan tersebut di carikan solusinya, sebab saat itu mobil ambulan sedang membawa orang sakit. Apalagi sekarang Puskesmas sedang membutuhkan mobil pengangkut orang sakit.

Kepala Puskesmas Kerinci Kanan H.Totok SKM juga mengungkapkan tentang duduk perkara yang sebenarnya terjadi bahwa ambulance tersebut akibat kecelakaan yang terjadi saat mengantarkan korban kecelakaan ke RS Evarina Pelalawan, sehingga mobil tersebut ditahan Latas Polres Pelalawan.

“Benar, ambulance kita saat ini masih di Polres Pelalawan akibat kena musibah saat membawa pasien emergenci ke rumah sakit Evarina,” ujar Totok.

Menurut Totok, saat kejadian pasien yang dibawa ambulance Kerinci Kanan tersebut adalah pasien puskesmas Lubuk Dalam. Karena ada 3 pasien dalam keadaan emergenci yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit, maka puskesmas Lubuk Dalam meminjam ambulance puskesmas Kerinci Kanan.

“Waktu itu ada 3 korban laka-lantas di wilayah kerja puskesmas Lubuk Dalam, satu meninggal dunia, 2 butuh rujukan ke rumah sakit dan karena ambulance Lubuk Dalam membawa 1 pasien ke RSUD Pekanbaru, maka untuk korban satunya lagi meminjam ambulance kita menuju RS.Evarina Pelalawan,” urai Totok.

Sementara itu keterangan Kepala Puskesmas Lubuk Dalam, Budi Yuwono SKM dihubungi wartawan, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian bermula ketika pada tanggal 5 November lalu terjadi laka lantas diwilayah kerja puskesmas Lubuk Dalam dengan 1 korban meninggal dan 2 korban luka berat sehingga harus dirujuk ke rumah sakit.

“Korban luka berat pertama, kita rujuk ke RSUD Pekanbaru dengan ambulance kita, sementara satu korban lagi dari kejadian berikutnya yang juga luka berat, kita rujukan ke rumah sakit terdekat yakni rumah sakit Evarina Pelalawan, namun karena ambulance yang ada dipakai membawa korban pertama ke Pekanbaru, maka kitapun meminjam ambulance puskesmas Kerinci Kanan untuk membawa korban kedua ke rumah sakit Evarina, sayangnya ambulance ini bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai anggota Polisi Pelalawan tepat ketika akan berbelok menuju rumah sakit,” jawab Budi.

Baik Budi maupun Totok, kepada wartawan mengaku sangat menyesalkan kejadian kecelakaan yang berujung pada penahanan ambulance dan Surat Izin Mengemudi (SIM) sopir ambulance Irwanto (30), apalagi kata dia, saat itu pihaknya telah memenuhi semua prosedur emergenci yang disyaratkan seperti membunyikan sirine termasuk surat-surat lengkap.

“Setelah kejadian, kita juga telah dua kali di BAP dan memohon agar ambulance tersebut segera dikeluarkan, namun hingga sekarang upaya kita sepertinya tidak mendapat tanggapan, padahal semua orang tahu betapa pentingnya ambulance bagi pelayanan dan menyangkut nyawa manusia,” keluh Budi.

Namun berbagai upaya yang ditempuh tidak membuahkan hasil. Terkait kelengkapan prosedur yang disampaikan Budi, juga dibenarkan oleh kepala rawat inap sekaligus dokter jaga disaat kejadian, Eka dan sopir ambulance Irwanto.

“Keberangkatan sopir dan ambulance membawa korban telah kita lengkapi surat resmi, sopir kitapun berlisensi dengan prosedur emergenci mobil lengkap, jadi apakah tidak ada pertimbangan terhadap hal ini mengingat menyangkut sarana pelayanan publik yang emergency dan insidentil,” tukasnya.

Sedangkan dari pengakuan sopir ambulan tersebut, Irwanto dirinya sempat masuk ke IGD Evarina satu malam setelah insiden bertabrakan dengan sepeda motor Beat yang dikendarai anggota Polisi berseragam tepat saat mau berbelok menuju rumah sakit evarina.

“waktu itu, saya mau belok kanan menuju rumah sakit dengan kondisi sirine berbunyi dan lampu sign kanan menyala, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul sepeda motor yang dikendarai polisi berseragam langsung menghantam bagian depan ambulance tepat diposisi kemudi,” jelas Irwanto yang hingga kini belum bisa mengemudi lagi karena SIM nya juga masih ditahan pihak Polres Pelalawan.

Berhadap kejadian ini, baik warga maupun pihak puskesmas Lubuk Dalam dan Kerinci Kanan, sangat berharap, kepolisian Resort Pelalawan segera dapat mengeluarkan ambulance yang ditahan karena kalau tidak segera, ditakutkan selain mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat juga dikhawatirkan kondisi mobil menjadi rusak (aus) karena lama tidak dioperasikan.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan belum mendapatkan konfirmasi kadiskes Siak dr Raja Toni, belum mendapat jawaban.(rinto)