Beranda blog Halaman 3005

Rp 135 Juta Uang Politeknik Kampar Dicuri dari Mobil Bendahara

BANGKINANG-Kasus perampokan kembali terjadi lagi di siang bolong. Uang operasional Politeknik Kampar sebesar Rp 135 juta berhasil dibawa kabur pelaku.

Pelaku berhasil membawa kabur uang tersebut dengan cara memecahkan kaca mobil Isuzu Panther warna Hitam BM 1948 ZP yang tengah diparkir di sebuah toko di jalan Datuk Tabano Bangkinang Kabupaten Kampar peristiwa ini terjadi pada Rabu (16/1/13) sekitar pukul 14.30 WIB.

Menurut korban Julia Bendahara Politeknik Kampar kepada riauterkinicom Rabu (16/1/13) di lokasi kejadian mengatakan bahwa dirinya kaget ketika kaca mobil di bagian sopir sudah pecah,” Saat itu mobil tengah diparkir karena saya ingin membeli keperluan kantor, setelah itu saya kembali ke mobil dan kaget kaca mobil sudah pecah dan uang sebesar Rp 135 juta sudah raib,”ungkapnya dengan wajah pucat.

Dikatakannya sebelum berbelanja dirinya mengambil uang tersebut di BRI jalan Sudirman Bangkinang,” Karena ingin membeli kebutuhan kantor makanya uang tersebut saya tinggalkan di dalam mobil,”terangnya.

Kapolres Kampar AKBP Auliansyah melalui Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Eka Ariandy Putra kepada riauterkinicom Rabu (16/1/13) menyatakan bahwa saat ini anggota tengah memburu pelaku,” Benar telah terjadi perampokan dan saat ini anggota tengah memburu pelaku,” tuturnya.(rtc)

Bentrok warga, PT Hutahaean Rohul Kerahkan "Tukang Pukul"

PASIRPANGARAIAN- Konflik pola KKPA lahan 260 hektar antara masyarakat Desa Teluksono Kecamatan Bonaidarussalam Kabupaten Rokan Hulu dengan PT Hutahaean semakin memanas.

Rabu pagi sampai siang tadi (16/1/13), antara pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB, ratusan masyarakat Teluksono nyaris terlibat bentrok dengan ratusan massa yang diduga “tukang pukul” sewaan PT Hutahaean.

Pemicunya diawali adanya pengerahan massa dari Dalu-dalu Kecamatan Tambusai yang dilakukan pihak PT Hutahaean ke pabrik kelapa sawit nya di Desa Teluksono menggunakan 4 truk tronton.

Menerima informasi ada pengerahan ratusan massa itu, masyarakat Teluksono tidak tinggal diam. Ratusan orang menghadang empat truk tronton milik PT Hutahaean di sebuah jembatan di Desa Sontang Bonaidarussalam. Dari aksi penghadangan tersebut, kedua kubu nyaris terlibat bentrok fisik.

“Bentrok bisa dicegah, sebab banyak Pak Polisi disana. Pak Kapolres juga ada disana tadi,” ungkap Sekretaris Desa Teluksono, Lukman, menjawab riauterkinicom di ujung telepon, Rabu sore.

Lukman menduga, PT Hutahaean kerahkan ratusan massa menggunakan 4 tronton karena sehari sebelumnya masyarakat Teluksono kembali memanen TBS kelapa sawit di lahan 260 hektar pola KPPA yang belum dikonversikan perusahaan kepada calon petani penerima (CPP).

Lahan tersebut diklaim masyarakat Teluksono miliknya sebab telah keluar SK CPP dari Bupati Rohul nomor 292 tahun 2010 tentang konversi lahan 260 hektar bagi 260 kepala keluarga di Teluksono.

“Diperkirakan ada sekitar 400 sampai 500 masyarakat Teluksono yang menghadang massa dari Dalu-dalu tersebut. Masyarakat menghadang agar mereka tidak masuk ke Teluksono. Kita tidak tahu masalahnya, mungkin karena aksi panen kemarin,” ujar Lukman.

Di tempat terpisah, Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan mengaku tidak ada bentrok fisik Rabu pagi tadi. Menurutnya situasi masih dalam keadaan aman dan kondusif.

“Informasinya, massa ini akan mengamankan kebun dan PKS,” terang singkat Kapolres Yudi Kurniawan via short message service (SMS), saat ditanya riauterkinicom alasan PT Hutahaean kerahkan ratusan massa menggunakan 4 truk tronton ke Desa Teluksono.

Informasi dirangkum riauterkinicom. Alasan masyarakat berani melakukan panen paksa TBS kelapa sawit di lahan konflik pola KKPA 260 hektar lebih disebabkan belum adanya kejelasan dari pemerintah.

Senin lalu (7/1/13), hal tersebut sudah diadukan ke DPRD Rohul, tapi belum ada kejelasan, pasalnya pihak wakil rakyat masih menunggu waktu tepat untuk menggelar hearing dengan mengundang PT Hutahaean, Pemkab Rohul, dan perwakilan masyarakat Teluksono. (rtc)

MDI Rohul Taja PPTQ Sistem 40 Jam

Rokan Hulu (Segmennews.com)- Muballigh dan Moballiqhoh yang tergabung dalam Majelis Dakwah Islamiah (MDI) Kabupaten Rokan Hulu diminta melaksanakan perannya sebagai pengawal ummat dengan memberikan pengetahuan dan pencerahan tentang agama dengan santun.

Demikian diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu melalui Kepala Seski Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, H. Rusli,S.Ag dihadapan Muballiqh MDI Kabupaten Rokan Hulu pada pada acara Orientasi Pengajaran Program Terjemah Al Qu’an (PPTQ) sistem 40 jam di hotel Gelora Bhakti, Selasa (15/1) sore kemarin.

Hal tersebut menurut Rusli penting untuk disampaikan mengingat semakin kompleknya persoalan keagamaan masyarakat yang hidup di tengah pengaruh perkembangan tekhnologi informasi global saat ini.

Soal penyampaian dakwah, dikatakan Rusli juga seharusnya menjadi perhatian serius dan mesti diikuti perkembangannya oleh muballiqh dan muballiqhoh.
”Begitu juga cara penyampaian, mestilah santun, memberikan kesejukan, tidak ada provokasi, sehingga apa yang disampaikan tersebut mudah dicerna dan dilaksnakan masyarakat,”ujarnya.

Terkait kegiatan yang digelar MDI tersebut menurut Kasdi Bimas merupakan sesuatu yang bernilai sangat positif untuk menambah pengetahuan muballiqh tentang ilmu tarjamah Al Qur’an. ”Kita  tentunya memberikan apresiasi tinggi kepada MDI Rohul yang menaja kegiatan ini, kita harapkan para muballiqh bisa mengikuti serius dan kedepannya bisa pula mengajarkannya kepada masyarakat melalui ceramah dan dakwahnya,”pungkasnya.

Sementara itu disisi lain, Ketua MDI Rokan Hulu, H. Zulkifli Syarif, S.Ag, M.pd.I dalam laporannya mengatakan, kegiatan Orientasi Pengajaran Program Terjemah Al Qu’an sistem 40 jam ini sengaja ditaja dalam rangka memberikan tambahan wawasan tentang ilmu terjamah Al Qur’an. Karena tidak bisa dipungkiri masih banyak muballiqh yang lancar atau mahir menterjamahkan Al Qur’an.

Zulkifli juga berharap, dengan kegiatan ini setiap muballiqh di Rokan Hulu ini mampu menterjemahkan Al Qur’an
sehingga dalam dakwah yang disampaikannya di tengah masyrakat bisa betul betul bersumber dari Al Qur’an.

Selain itu, kegiatan Orientasi Pengajaran Program Terjemah Al Qu’an sistem 40 jam yang digelar selama 2 hari tersebut juga bertujuan sebagai ajang silaturrahim antar muballiqh dan muballiqhoh se Rokan Hulu.
”Ini juga silaturrahim, kita berharap ada sharing informasi pada kegiatan ini, sehingga persoalan persoalan keummatan saat ini bisa dicarikan solusinya,”tutur Zul.

Kegiatan Orientasi Pengajaran Program Terjemah Al Qu’an sistem 40 jam yang ditaja MDI Rohul kali ini diikuti sebanyak 90 Muballiqh dan Moballiqhoh se Rokan Hulu. Adapun narasumbernya adalah H. Darmawan,Lc, MA, dan H.Rahmat Taufiq,Lc.MA dari Pekanbaru.(rls)

Mursal, Penjabat Baru Camat Lubuk Dalam

mursalSiak (SegmenNews.com) – Mursal,S.Sos kini menjabat camat Lubuk Dalam yang sebelumnya menjabat sebagai camat Sungai Apit, pada pasca terjadinya mutasi penjabat beberapa waktu lalu.

Dengan di percayakannya untuk menjabat camat Lubuk dalam di harapkan adanya dukungan dari masyarakat lubuk dalam dengan adanya menjalin hubungan baik antar semua elemen masyarakat dapat menunjang serta dukungan dalam menjalankan program pembangunan di kecamatan lubuk dalam.

Demikian disampaikan oleh camat Lubuk Dalam yang baru Mursal S.Sos senin(14/1) ” Kita berharap adanya dukungan dari semua elemen masyarakat yang ada di kecamatan lubuk dalam dalam mewujudkan pembangunan” ujar Mursal.

Selain itu lanjut Mursal dengan adanya kebersamaan serta dukungan dari semua lapisan dapat memperlancar dan memajukan pembangunan. “Dukungan dan pro aktif masyarakat dalam kemajuan kecamatan itu benar-benar menjadi salah satu faktor” terang Mursal.

Di katakan kedepannya kecamatan lubuk dalam dapat menjadi lebih baik lagi dan lebih maju dengan kebersamaan.(adv)

FKUB Siak Silaturahmi dan Audiensi dengan Bupati

fkubSiak (SegmenNews.com) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Siak bersilaturahmi dan melakukan audiensi dengan Bupati Siak Syamsuar, Senin (14/1) di ruangan kantor bupati.

 

Pada kesempatan tersebut Ketua FKUB Faturrohman menyampaikan kondisi umat beragama di Siak pada bupati, disampaikannya demi menjaga kerukunan umat beragama dan perdamaian, FKUB kedepan akan melakukan sosialisasi terkait perizinan pendirian rumah ibadah ke kecamatan. Hal itu perlu dilakukan untuk menghindari pertikaian antar umat beragama, mengingat saat ini sudah dijumpai beberpa aliran keras penganut agama. “Kami menghindari terjadinya suatu hal yang tidak diinginkan seperti halnya yang sudah terjadi di poso dan daerah lainnya, untuk itu perizinan pembangunan rumah ibadah perlu ditertibkan mengingat, saat ini kita jumpai aliran keras. Sepertihalnya penganut paham islam yang melarang dan mengharamkan hal-hal yang menurut paham lain benar,” ungkap Faturrohman

Faturrohman mengharapkan setiap aliran atau paham keagamaan yang ada di Siak bisa diketahui oleh setiap pimpinan forum umat beragama seperti halnya islam untuk bisa diketahui oleh MUI, dengan demikian perdamaian dan kerukunan sesama dan antar umat beragama di siak dapat terjaga. Dengan metode seperti ini, perizinan pendirian rumah ibadah bisa dinilai dan dilakukan oleh tipa pimpinan umat beragama. “Kalaulah izin itu dari kemenag, apakah kemenak mengetahui dan paham terhadap semua sekte-sekte yang ada,” imbuh Faturrohman
Menanggapi isu aliran keras Bupati mengatakan, sebenarnya jika dikaji dalam islam tidak ada aliran keras tersebut karena, hadirnya agama Islam merupakan rahmat bagi alam semesta, dan umat islam memiliki tanggungjawab untuk menjaga keseimbangan alam semesta termasuk didalamnya menjaga ketertiban dan kedamaian. “Jika kita kaji, dalam islam tidak ada aliran keras tersebut karena, kehadiran islam merupakan rahmatan lila’lamin,” kata Syamsuar
Sementara perwakilan umat keristen Tigor menyampaikan bahwa, untuk umat keristen Persatuan Gereja Indonesia (PGI) tidak bisa mengetahui seluruh paham organisasi yang ada, sementara umat keristen memiliki organisasi-organisasi yang dibawahnya mewakili gereja-gereja yang ada dan tidak hanya anggota PGI yang berada di dalam. Dengan demikian PGI tidak bisa menyatakan siapa yang boleh dan tidak boleh mendirikan rumah ibadah. “Kami tidak bisa menyatakan siapa yang tidak bisa,” kata Tigor

Pada kesempatan tersebut Syamsuar meminta agar FKUB bisa menjaga kerukunan dan perdamaian, hal itu untuk menjaga kepercayaan investor yang sudah dan ingin berinvestasi di Kabupaten Siak. Sejauh ini banyak investor yang datang dan menyatakn memilih menanamkan investasinya karena menilai siak merupakan daerah yang aman dan damai.

Terkait salah satu syarat pendirian rumah ibadah yakni KTP, Bupati menyampaikan bahwa mulai tahun 2013 KTP yang berlaku adalah e-KTP. “Mulai tahun 2013 KTP lama meskipun masa aktifnya masih ada namun tidak berlaku. Sehingga bagi warga yang belum mengambil e-KTP atau belum mengurus untuk segera mendatangi UPTD terkait untuk mendapatkan e-KTP,” tegas Syamsuar
Menaggapi hal tersebut, Faturrahman mengatakan bahwa FKUB siap mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kepercayaan para investor di kabupaten siak. Dikatakkanya untuk menjamin kerukunan umat beragama, FKUB akan melakukan program sosialisasi perizinan pendirian rumah badah yang ditetapkan pada Peraturan Bersama Mentri (PBM) Agama dan Mentri Dalam Negri. “dalam waktu dekat kami akan melakukan sosialisasi aturan perizinan pendirian rumah ibadah ke Kecamatan Sabak Auh, Mempura dan Mandau,” pungkas Faturrohman. (adv)

Hindari Pertikaian, Perizinan Rumah Ibadah Disosialisasikan

59051ebf7948556c58c9f65tm-2456Siak (SegmenNews.com)– Untuk menghindari pertikaian antar agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Siak akan mensosialisasikan perizinan pembangunan rumah ibadah ke kecamatan-kecamatan.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Siak, Faturrohman saat bersilaturahmi dan beraudensi dengan Bupati Siak H Syamsuar, Senin (14/1/2013) menyampaikan beberapa pokok fikiran kerukunan umat beragama kepada Bupati Siak.

Dia mengharapkan setiap aliran atau paham keagamaan yang ada di Siak bisa diketahui oleh setiap pimpinan forum umat beragama seperti halnya Islam yang diketahui oleh MUI. Dengan aturan itu, maka perdamaian dan kerukunan sesama dan antar umat beragama di Siak dapat terjaga.

“Perizinan pendirian rumah ibadah bisa dinilai dan dilakukan oleh setiap pimpinan umat beragama. Kalaulah izin itu dari Kemenag, apakah Kemenag mengetahui dan paham terhadap semua sekte-sekte yang ada,” paparnya.

Menanggapi isu aliran keras Bupati Siak, H Syamsuar mengatakan, sebenarnya jika dikaji dalam Islam tidak ada aliran keras tersebut karena hadirnya agama Islam merupakan rahmat bagi alam semesta, dan umat Islam memiliki tanggungjawab untuk menjaga keseimbangan alam semesta termasuk didalamnya menjaga ketertiban dan kedamaian.

“Jika kita kaji, dalam Islam tidak ada aliran keras tersebut karena, kehadiran Islam merupakan rahmatan lila’lamin,” kata Syamsuar. (hms/rinto)

Perbaikan Gorong-gorong Ambruk Menggunakan Anggaran Tahun 2013

gorongSiak (SegmenNews.com) – Terkait dengan ambruknya gorong -gorong di Simpang empat KM 11 yang menuju ke Kecamatan Tualang yang mengakibatkan kebanjiran pada masyarakat dusun Sialang Tumbang Desa Pangkalan Pisang Kecamatan Koto Gasib.

Kepala Desa pangkalan Pisang Sudarsono mengharapkan kepada instansi terkait melalui dinas PU untuk dapat segera membangun box cuver dengan ukuran besar, apabila hanya dibanguan gorong-gorong lagi akan megalami kebanjiran lagi terhadap masyarakat. Dikarenakan debit air yang mengalir sangat deras pada saat musim penghujan tiba.”Kata Sudarsono Juma at (11/1) kemarin.

Dikatakan oleh kades, memang sudah ada dari dinas PU Propinsi Riau meninjau jalan tersebut dan direncanakan pada tahun 2013 ini akan dibanguan box Cuver yang lebih besar dan bisa menampung debit air yang datang, mudah-mudahan apa yang ditinjau oleh dinas PU akan dapat terlaksana untuk kepentingan masyarakat.

Lebih jauh dikatakan oleh kades. Untuk menjaga tidak adanya terjadinya kecelakaan yang akan terperosok ke dalam lubang, untuk saat ini sudah dipasang raambu-rambu jalan dan juga mengunakan seng untuk menutupi lubang tersebut.

Ini dilakukan agar masyarakat yang datang dari luar dapat mengetahui adanya jalan yang rusak dan dapat berhati-hati.”terang sudarsono. (adv)

Menpen Kunjungi Kabupaten Siak

menpenSiak (SegmenNews.com)– Sejumlah petani sawit di Kabupaten Siak, Riau, berkeluh kesah kepada Menteri Pertanian Suswono terkait mahalnya harga pupuk yang tak terjangkau para petani sawit swadaya.

“Ketika harga sawit kini terus turun, petani kecil kesulitan membeli pupuk. Kalau bisa kami juga mendapat subsidi pupuk,” kata petani sawit yang juga kepala Desa Dosan, Firdaus, Kamis dilansir antara.

Hal itu disampaikan Firdaus saat kunjungan Menteri Pertanian Suswono untuk melihat pengelolaan sawit lestari di Desa Dosan. Firdaus mengatakan, sudah selayaknya sawit milik rakyat yang luasnya hanya 2-3 hektare mendapat subsidi pupuk.

Tren penurunan harga dalam empat bulan terakhir diakuinya benar-benar merugikan petani, karena terus berada dikisaran Rp600 per kilogram.

Menanggapi hal itu, Menteri Pertanian Suswono mengatakan pemerintah tidak pernah melarang penggunaan pupuk subsidi selama untuk sawit rakyat. Karena itu, petani melalui kelompok tani diminta untuk melakukan pengusulan kepada pemerintah daerah setempat.

“Selama subsidi pupuk sawit rakyat, itu diperbolehkan,” katanya.

Namun, ia mengatakan usulan subsidi pupuk ke pemerintah harus disesuaikan dengan kebutuhan untuk luas kebun sawit rakyat.

“Jangan sampai juga pupuk subsidi malah dijual ke perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, Petugas Penyuluh Pertanian Kabupaten Siak Misdi mengatakan subsidi pupuk seharusnya disesuaikan dengan karakteristik daerah. Khusus untuk Riau, lanjutnya, sangat layak apabila subsidi pupuk untuk perkebunan lebih besar ketimbang subsidi untuk tanaman pangan.

“Jadi persentasenya dibalik, 75 persen untuk perkebunan dan 25 persen untuk lainnya karena di Riau lebih banyak sawit rakyat dibandingkan sawah,” katanya. (**)

Wabup Rohul Resmikan SMP-S Tiga Hati CSR PT PSA

Kepenuhan (Segmennews.com)- Wakil Bupati Rokan Hulu, Ir H Hafith Syukri MM resmikan pemakaian gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta yang dibangun melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Panca Surya Agrindo (PSA) Kebun Tambusai, Kamis (10/1/2013).

Peresmian sekolah tersebut adalah salah satu dari sekian gedung sekolah yang dibangun oleh perusahaan PT PSA melalui Program CSR tahun 2012. SMP Tiga Hati dibangun dengan tiga lokal, saat ini telah melakukan penerimaan siswa.

General Manager PT PSA, Yusuf Siregar SP menyampaikan bahwa pembangunan SMP tiga hati ini telah dianggarkan senilai Rp 326.400.000 dengan fasilitas 3 ruangan siswa dan satu ruangan kantor dilengkapi sarana mengajar dan pengajar sebanyak 13 orang tenaga pengajar.

Sekolah juga dilengkapi dengan laboratorium komputer dengan siswa sebanyak 780 orang dan guru Komputer 26 orang. Pembangunan itu adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak karyawan di lingkungan Perusahaan PT PSA.

“Kita memprioritaskan Program CSR Perusahaan kepada Pendidikan baik pada pembangunan sekolah penambahan ruang kelas maupun penyaluran bea siswa yang dilakukan secara berkala. Tahun 2013 ini juga PT PSA tetap akan memprioriratkan CSR kepada Pendidikan, hal itu akan mempercepat pencerdasan masayarakat yang kita harapkan bersama,” tegas Yusuf.

Disamping itu, wakil Bupati Rokan Hulu, Hafith Syukri menuturkan bahwa Program CSR PT PSA ini sangat baik dan menyentuh ke masyarakat, diharapkan program tersebut mampu mempercepat pencerdasan masyarakat. Wabup juga mengingatkan kepada perusahaan yang lain agar memprioritaskan Program CSR mereka kepada Pendidikan agar bersinergi dengan Pemerintah.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada PT PSA yang telah memprogramkan CSR-nya kepada pendidikan. Ini perlu di contoh oleh perusahaan yang lain. Selain berguna mencerdaskan masyarakat, hal itu juga akan mendekatkan perusahaan dengan masyarakat, jika masyarakat dan perusahaan saling mendukung, maka pencapaian kesejahteraan akan terwujud,” papar wabup.

Peresmian SMP tiga hati juga dihadiri oleh Kapolres, AKBP Yudi Kurniawan SIK MSi, Kejari, Syafiruddin SH,MH, Camat dan seluruh kepala Dinas, badan dan kantor Pemkab Rohul serta jajaran karyawan PT PSA. (dab)

Pencanangan Bulan K3 di PT PSA Berjalan Sukses

Kepenuhan (Segmennews.com)- Pencanangan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang di langsungkan di PT Panca Surya Agrindo (PSA) dan di buka langsung oleh Wakil Bupati Roka Hulu, Ir H Hafuth Syukri MM, Kamis (10/1/2012) berjalan sUkses.

Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan bahwa pencanangan bulan K3 yang merupakan program rutin tiap tahun di awal Januari hingga akhir Januari hendaknya menjadi prioritas semua perusahaaan. Sebab kewajiban keselamatan dan Kesehatan kerja terhadap karyawan ini sudah menjadi kebutuhan.

Dengan menjadikan K3 sebagai kebutuhan, maka akan mampu meningkatkan produktifitas perusahaan itu sendiri dan akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Seluruh karyawan juga harus mendapatkan jaminan Jamsostek yang telah diatur oelh undang-undang.

Disamping itu, terkait Program CSR perusahaan, Pemkab Rohul juga akan coba singkronkan RPJM tahun 2016, semua program akan disusun. Namun untuk pencapaian itu, pihak perusahaan diminta agar turut membantu melalui program CSR perusahaan dalam pembanguan fasilitas sekolah sehingga apa yang dilakukan perusahaan sejalan dengan Pemkab, maka RPJM tercapai.

Sementara itu, General Manager PT PSA, Yusuf Siregar SP menegaskan bahwa K3 telah menjadi suatu kebutuhan karyawan, menuju program pemerintahan Indonesia untuk Zero Insiden.

PT PSA Kebun Tambusai dalam menerapkan visi dan misi perusahaan telah menetapkan standarisasi dengan penerapan sertifikasi IS0 14001 dan ISO 9001 sejak tahun 2009 lalu. Dan sertifikasi Sistem Managemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sejak tahun 2011 dan terakhir sertifikasi ISCC tahun 2012.

Perusahaan yang telah memiliki karyawan tetap sebanyak 1.127 kepala keluarga ini (di luar mitra kerja) telah dilindungi oleh Jamsostek.

“Setiap tahun pencanangan K3 ini terus kita tingkatkan demi terwujudnya cita-cita Indonesia berbudaya K3,” tegas Yusuf.

Acara pencanangan bulan K3 di hadiri juga oleh Kapolres Rokan Hulu, AKBP Yudi Kurniawan SIK Msi, Kajari Safiruddin SH, MH, seluruh kepala Dinas badan dan kantor serta jajaran PT PSA.

Secara keseluruhan, acara berlangsung meriah, di mulai dengan tari penyambutan, simulasi pemadaman kebakaran yang dilangsungkan di halaman PT PSA, dan tarian kuda kepang. (dab)