Beranda blog Halaman 3011

Sabtu, Jemaah Haji Bengkalis Tiba di Batam

Bengkalis (Segmennews.com)– Jemaah Haji asal Kabupaten Bengkalis yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 menurut jadwal akan tiba di Batam, Sabtu (10/11). Sementara itu, satu orang JH  asal Kecamatan Bantan, Juni, masih dirawat di BPHI Mekkah dan belum bisa dipastikan keberangkatannya bersama kloter 11.

Kepala Bagian Kesra Setdakab Bengkalis, H Imam Hakim mengatakan, Pemkab Bengkalis sudah mempersiapkan diri untuk melakukan penyambutan ketibaan para JH asal Kabupaten Bengkalis tersebut. “Insyaallah tanggal 9 besok kita sudah meluncur ke Batam,” ujar Imam ditemui di Kantor Bupati Bengkalis, Kamis (8/11).

Dikatakan, kalau keberangkatan JH kloter 11 tersebut sesuai dengan jadwal, maka diperkirakan akan tiba di Batam sekitar pukul 10.30 WIB. Pada tanggal 8 Nopember sesuadah Subuh sampai dengan pukul 10 WAS, JH sudah melaksanakan tawaf wada’ (tawaf perpisahan) dan sesuai jadwal akan diberangkatkan menuju Jeddah pada pukul 2.30 WAS.

Selanjutnya pada tanggal 9 Nopember pukul 14.30 diantar menuju bandara King Abdul Aziz Jeddah dan rencana akan diberangkatkan ke tanah air (Batam,red) pukul 22.30 WAS. “Diperkirakan jemaah haji akan tiba di Batam pada pukul 10.30 WIB,” ujar Imam seraya menambahkan bisa saja jadwal berubah karena jalur penerbangan kepulangan JH sangat padat.

Hal senada diungkapkan Kepala Kementrian Agama Kabupaten Bengkalis, H Jumari yang tergabung dalam Kloter 11 melalui pesan singkatnya. Dikatakan, pada tanggal 7 Nopember pukul 13 WAS penimbangan barang dan langsung dibawa ke Jeddah. Berat barang bawaan ukuran koper besar 32 Kg dan di larang memasukkan air zamzam ke dalamnya. Air zamzam akan diberikan kepada JH menggunakan Saudi Air Line 10 liter yang sebelumnya hanya 5 liter.

Dikatakan satu orang JH  asal Kecamatan Bantan, Juni, masih dirawat di BPHI Mekkah dan belum bisa dipastikan keberangkatannya bersama kloter 11. “Mari kita doakan bersama semoga Pak Juni bisa sembuh dan berangkat pulang bersama dengan Jemaah Haji kloter 11 lainnya,” ujar Jumari.(ur/snc)

Jembatan Belum Dikerjakan, Bupati Bengkalis Meradang

Bengkalis (Segmennews.com)- Bupati Bengkalis Herliyan Saleh meradang di Jambatan Sungai Dukuh, yang menghubungkan antara Desa Tanjung Punak ke Desa Kadur, Kecamatan Rupat Utara saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker). Pasalnya, saat bupati meninjau lokasi pembangunan Jambatan, ternyata belum ada pengerjaan sama sekali.

Belum dimulainya pekerjaan oleh kontraktor, sementara Surat Perintah Kerja (SPK) telah keluar. Hal itu  membuat orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis ini kecewa. Padahal, bupati tidak tega melihat masyarakat melintasi Jambatan yang menghubungkan Kecamatan Rupat Utara dan Rupat itu yang tak layak lagi digunakan.

“Bagaimana kerjanya ini. Kasihan kita melihat masyarakat menyeberangi Jambatan. Tolong panggilkan kontraktornya, saya mau bicara,” kata bupati di Jambatan itu saat Kunker ke Kecamatan Rupat Utara belum lama ini.

Tidak puas sampai disitu, bupati langsung mengotak-atik henphon genggamnya, dan langsung menelepon Satauan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yang menangani Jambatan tersebut. Dalam telepon itu, bupati menegaskan agar Jambatan itu secepatnya dikerjakan. Dan bupati sempat menyebut beberapa hal terhadap yang diteleponnya.

“Ini kok belum dikerjakan. SPKnya kapan keluar? Kontraktornyapun tidak ada dilapangan. Saya sekarang di Jambatan ini. Tolong secepatnya dikerjakan, karena ini dibutuhkan masyarakat,” tegas bupati terdengar tengah menelepon.

Tak lama berselang, bupati memerintahkan salah satu rombongan untuk memanggil kontraktor atau pekerja. Akhirnya salah seorang mandor proyek datang menghampiri orang nomor satu di Pemkab Bengkalis itu. Pada pekerja itu, bupati mempertanyakan kapan Jembatan itu dikerjakan. Apakah sudah mulai atau belum.

“Tolong segera kerjakan. Karena masyarakat sangat membutuhkan Jambatan ini. Kalau tidak saya akan beri Surat Peringatan (SP1). Apalagi dengan sisa waktu yang ada. Saya minta kerjakan semaksimal mungkin,” tuntas bupati sambil berlalu.

Pantauan dilapangan, Jambatan yang ada saat ini hanya terbuat dari kayu berukuran hanya untuk kenderaan roda dua (sepeda motor-red). Bahkan, dibagian lantai Jambatan, papan terlihat banyak yang bolong. Sementara, di ujung Jambatan telah terlihat material berupa onggokan pasir dan bangunan tempat penyimpanan material. (ur/snc)

Aneh!! Perekrutan Tenaga Honor di RSUD Selasih Diam-diam

Pangkalan Kerinci (Segmennews.com)- Managemen RSUD Selasih Pangkalan Kerinci diduga merekrut karyawan honorer diam-diam.

Informasi yang dirangkum wartawan, rekrutmen tenaga honorer sudah dilakukan oleh manajemen RSUD Selasih. Bahkan saat ini, pegawai yang sudah dinyatakan lulus, saat ini mereka  sedang mengikuti masa orientasi.

Tidak diketahui persis, berapa jumlah tenaga yang diangkat. Namun dari sumber penulusuran wartawan, mengangkat tenaga honorer dari Perawat, Bidan dan Jasa Pengaman. Sejumlah kalangan menilai, rekrutmen yang dilakukan oleh manajemen rumah sakit di Desa Makmur (SP 6) Pangkalan Kerinci syarat dengan unsur KKN.

Bahkan, dari sumber terpercaya  menyebutkan pegawai yang sudah diterima itu, banyak dari anak pejabat. Wartawan, sangat sulit dikonfirmasi terkait rekrutmen kepada pejabat RSUD Selasih. Baik Dirut RSUD Dessy maupun Kabid Pelayanan Medik RSUD dr. Ahmad Krinen.

Namun akhirnya Kasubag Program RSUD Selasih, Zulfan mengakui juga adanya perekrutan tenaga honorer dilingkungan RSUD. Meskipun sedikit takut ia, memberikan informasi yang setengah-setengah. Untuk tenaga Satpam berjumlah, 8 orang, Bidan 3 orang sementara itu untuk perawat dia tidak mengetahui persis jumlahnya.

Zulfan yang berada di Surabaya bersama rombongan pegawai RSUD, menyarankan wartawan, untuk tidak memediakan dulu rekrutmen pengangkatan tenaga honorer ini dilingkungan RSUD.

“Tunggu dulu, tunggu kami dulu pulang, hari Sabtu besok saja kita kumpul-kumpul kemudian menjelaskan persoalannya,” tukas Zulfan seraya menyarankan wartawan, menkonfirmasi kepada PLH RSUD dr. Mulzia Effendi.

Anehnya lagi, PLH RSUD, dr Mulzia Effendi ditemui wartawan Kamis (8/11) mengaku tidak mengetahui perekrutan itu. “Saya tidak tahu persis, yang pasti memang ada, saat ini pegawai yang sudah dinyatakan lulus maupun yang mengikuti masa orientasi,” ujarnya singkat. (ur/rz)

iklan loker segmen

Polda Ancam Panggil Paksa Kacab Bank RiauKepri Tembilahan

Pekanbaru (Segmennews.com)- Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, akan memanggil paksa Kepala Cabang (Kacab) PT Bank RiauKepri Tembilahan, H Surip. Pasalnya, setelah beberapa kali dipanggil, Surip selalu mengelak diperiksa terkait kasus dugaan penggelapan agunan 5 sertifikat milik PT Yudha Rastia Perkasa.

Kasubnit I Ditreskrimum Polda Riau Kompol Efri SH, Rabu (7/11/2012) jika pihaknya berharap agar Surip kooperatif untuk memenuhi pemanggilan pemeriksaan.

”Jika tidak datang hingga waktu ditentukan, akan dilakukan pemanggilan paksa,” tegasnya.

Efri memaparkan, pihaknya telah berulang kali memanggil Surip untuk menjalani pemeriksaan di Mapolda Riau. Namun, hingga kini yang bersangkutan tidak pernah lagi menampakkan batang hidungnya.

Menurut Efri, panggilan pertama dilayangkan pada tanggal 24 Oktober lalu. Tetapi tak datang atau mangkir. Ketika itu, Surip mengirimkan surat keterangan sakit dari Balai Pengobatan Bina Kasih Jalan Harapan Raya, untuk 2 hari dari tanggal 24 sampai 25 Oktober.

Setelah ditunggu seminggu tak datang lanjut Efri, lalu dilakukan pemanggilan kedua tanggal 5 November. Tetapi Surip tetap juga mangkir. Ternyata, Surip kembali mengirim surat keterangan dokter Rumah Sakit Awal Bros, sedang dirawat.

“Ketika dicek ke Awal Bros, ternyata Surip tidak pernah dirawat. Dia hanya cek saja pada tanggal 29 Oktober 2012. Kemudian dikirimnya lagi surat keterangan sakit dari dokter Klikik 24 jam Herlinda Marpoyan untuk 3 hari, dari tanggal 5 November sampai 7 November,” terangnya.

Berdasarkan keterangan klinik Herlinda, yang bersangkutan meminta keterangan untuk berobat di Malaysia. Informasi yang diterima kepolisian, ternyata Surip telah berangkat ke Malaysia Senin lalu.

Seperti diketahui, PT Bank Riau Kepri Tembilahan dilaporkan ke Polda Riau, karena diduga telah menggelapkan sertifikat milik PT Yudha Rastia Perkasa, yang dijadikan agunan di bank milik daerah tersebut.

Pihak bank tidak mampu mengembalikan sertifikat itu, padahal PT Yudha Rastia Perkasa telah melunasi kreditnya di PT Bank Riau Kepri Tembilahan sebesar Rp4,8 miliar. Akan tetapi, walaupun telah dibayar lunas, 5 sertifikat berupa Ruko yang dijadikan agunan tidak dikembalikan.

Belakangan, 5 sertifikat yang seharusnya dikembalikan kepada Direktur PT Yudha Rastia Perkasa, Sugianto dan Ayu, justru malah diserahkan pegawai PT Bank Riau Kepri kepada Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Indra Mukhlis Adnan.

Tidak jelas, motif pihak bank menyerahkan sertifikat itu ke Indra Mukhlis. Sebab itulah, Sugianto melaporkan kasus penggelapan ini ke Mapolda Riau. (rpc/snc)

Dahlan Iskan: Direktur-direktur BUMN Siap Mati

Jakarta (Segmennews.com)- Direktur-direktur BUMN berada di belakang Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam hal ‘kongkalikong’ sejumlah anggota DPR. Bahkan para direktur BUMN itu siap mati.

“Ya jelas, mereka siap mati. Mereka memberikan keterangan secara tertulis,” kata Dahlan saat ditanya apakah Dahlan didukung penuh direktur-direktur BUMN dalam kasus ini.

Pertanyaan ini mengemuka dalam pertemuan Dahlan dengan para pemimpin redaksi di kantor Menteri BUMN, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2012).

Selama ini, kata Dahlan, para direksi BUMN telah memberikan keterangan detil tentang permintaan jatah anggota DPR. Yang jelas, Dahlan telah meminta kepada direksi BUMN untuk tidak menuruti bila ada anggota DPR yang minta jatah.

Mengenai bergulirnya kasus ini, Dahlan mengaku tidak pernah membocorkan ke publik dan menyebut inisial. “Jadi ini saya pahami, sudah diatur dari langit,” kata Dahlan yang menolak dikatakan berani membongkar kasus ini.

Sebelumnya diberitakan pada Rabu (7/11) kemarin Dahlan Iskan mengirim surat berisi 6 nama anggota DPR pemeras BUMN ke BK DPR. Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi menuturkan ada satu nama dari DPR yang dilaporkan ke BK justru dipuji Dahlan Iskan. Sampai saat ini BK belum membuka nama-nama tersebut.

Awalnya saat dipanggil oleh BK, Dahlan juga sudah menyetor dua nama. Total sudah ada delapan nama yang disetor Dahlan ke BK. (dtc/snc)

KPK Minta Pemda Riset Mendalam Sebelum Rumuskan APBD

Jakarta (Segmennews.com)- KPK menilai model perumusan APBD terkesan tidak efektif. KPK meminta agar dilakukan riset menyeluruh sebelum merumuskan pos anggaran dalam APBD.

“KPK mendorong supaya perlu dilakukan grounded research untuk merumuskan APBD,” ujar Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas dalam perbincangan, Kamis (8/11/2012).

Menurut Busyro dengan dilakukannya riset awal itu, nanti akan dapat dipetakan secara jelas mengenai prioritas anggaran suatu daerah. Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan ini juga menggarisbawahi, dalam riset yang sedang digalakkan KPK itu, juga harus merangkul unsur elemen masyarakat.

“Jadi dalam riset itu perlu ada unsur Pemda, BPKP, KPK dan civil society organisation, di dalamnya juga terdapat unsur kampus. Ini yang menjadi program kami,” papar Busyro.

Pria asal Yogyakarta ini mengatakan, dengan adanya unsur LSM atau perwakilan masyarakat, maka perumusan APBD bisa benar-benar dipantau dan diharapkan perutukannya dapat tepat sasaran.

“Sehingga nantinya, prioritas anggaran suatu daerah itu dapat dipetakan. Jadi APBD itu bisa benar-benar efektif peruntukannya untuk rakyat,” sambung mantan Ketua Komisi Yudisial ini.

Menurut Busyro, program menggandeng unsur masyarakat atau LSM ini sebenarnya sudah dimulai pada periode jilid II. Namun pada periode III ini program ini terus dimatangkan, khususnya untuk pengawalan APBD.

“Karena di periode dua, benih pikiran untuk menggandeng civil society itu memang sudah muncul,” tutur Busyro. Sayangnya Busyro masih belum tahu kapan pendampingan KPK untuk Pemda ini akan mulai dilakukan. (dtc/snc)

Sembilan Perwira Polres Siak Sertijab

SIAK (Segmennews.com)- Sembilan perwira dilingkungan Polres Siak melakukan upacara serah terima jabatan (sertijab), Kamis (8/11/2012) bertempat di Mapolres Siak jalan Lintas Dayun.

Kapolres SIak AKBP Sugeng Putut Wicaksono SIK dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan serah terima jabatan ini dilakukan sesuai dengan tegram Polda Riau No. Kep/375/x/2012 dan Kep/376/x/2012. Adapun pergantian ini dilaksanakan untuk memberikan penyegaran bagi setiap perwira dilingkungan Polres Siak.

Serta memberikan kesempatan kepada perwira lainnya sesuai dengan fungsi dan tugas. Perwira yang sertijab yakni, Kabag Ops Polres Siak Kompol Nyolat Pulungan digantikan AKP Suparman Sik dari pama Polda Riau, Kabag Sumda Kompol Azwir Antony digantikan oleh Kompol Mahdar Mansur yang sebelumnya menjabat Kayanma Polda Riau, Kasat Intelkam Polres Siak AKP Imron digantikan oleh AKP Zulkifli Zubir yang sebelumnya menjabat Kapolsek Tandun Polres Rohul, Kasat Reskrim Polres Siak AKP Melki Bharata SIK digantikan Akp Wisnu Wibowo yang sebelumnya menjabat Kapolsek KP3 Dumai.

Sementara Kasat Narkoba AKP Edi Yasman digantikan oleh AKP Joni Wardi yang sebelumnya menjabat Kasat Narkoba Polres Rohul, Kapolsek Siak Kompol Syofyan digantikan AKP Arwin yang sebelumnya menjabat Kapolsek Rangsang Polres Bengkalis.

Dilanjutkan dengan, Kapolsek Minas Dari Kompol Nipwin Bonar Hutabarat digantikan Kompol Effendi S yang sebelumnya menjabat Kabag Ren Polres Inhil, Kapolsek Bunga Raya AKP Ade Rhukmayadi SH digantikan oleh AKP Herpiq Zaki yang sebelumnya menjabat Paur Subbagkarmalat Bagbinops Roop Polda Riau.

Dipengujung acara, Kapolres mengucapkan selamat datang kepada para pejabat yang baru.

“Semoga dapat memberikan hasil kinerja yang maksimal karena tugas kepolisian kedepan semakin berat dan komplek,” tandasnya.

Selain itu SP Wicaksono mengucapkan terima kasih atas kinerja yang diberikan oleh para pejabat lama. Tentunya ditempat yang baru nanti, mereka lebih mampu berprestasi.(rinto)

Anggota DPR/MPR RI Kecewa Dengan Pemda Siak

Anggota DPR/MPR RI, Ian Siagian

SIAK (Segmennews.com)- Seorang anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PDI P yakni Ian Siagian, mengaku sangat kecewa atas kegagalan pertemuannya dengan Bupati Siak Syamsuar atau pejabat lainnya saat dirinya turun reses di Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak pada beberapa hari lalu.

“Sungguh, kita sangat kecewa dengan gagalnya pertemuan tersebut, apalagi kedatangan saya kala itu disertai oleh stakeholder yang sangat kompeten menunjang program Pemerintah khususnya dibidang pertanian,” ujar Ian kepada wartawan melalui selularnya.

Selain itu dikatakannya bahwa, dirinya tidak tahu persis kenapa niatnya untuk bertemu dengan Bupati Syamsuar bisa gagal. Padahal sebelumnya staf khususnya telah menghubungi ajudan Bupati Siak untuk mengatur pertemuan mereka.

“Saat itu, staf saya sudah menghubungi ajudan bupati dan sayapun mendengar sendiri kata-kata mengiyakan dari sang ajudan yang artinya pertemuan tersebut bisa dilaksanakan pada hari itu, namun ketika saya dan rombongan sudah sampai di kantor Bupati Siak, ternyata kantor tersebut terkunci,” ujar Ian.

Masih menurut Ian, melihat kondisi demikian, dirinya bersama rombongan yang terdiri dari Pimpinan Petro Kimia Abdul Fatah, pimpinan SHS Lutfi, pimpinan PIM Evi Suriadi dan kepala BPTP Riau Masganti tersebut, mencoba kembali menghubungi ajudan Bupati Siak melalui stafnya, namun sekian lama dan berulang-ulang melakukan calling via selular ajudan, tidak juga diangkat, demikian halnya upaya via sms, juga tidak dibalas.

Karena telepon tidak juga mendapat jawaban, lanjutnya, dirinya langsung mengambil keputusan untuk “balik kanan” dan baru kemudian ketika rombongan sudah dalam perjalanan pulang, datang balasan sms dari sang ajudan Bupati yang mengatakan bahwa ruang kantor Bupati Siak pindah sementara ke rumah dinas Bupati karena sedang direnovasi.

“Ini yang membuat kita bertanya-tanya, kenapa bisa terjadi demikian ? bukankah kita sudah hubungi sebelumnya ? kenapa tidak diinfokan dari awal bahwa Bupati berkantor dirumah dinas ? apakah memang karena beliau (bupati Siak-red) tidak mau bertemu saya?” kalau ya, kenapa ? saya datang di Siak dalam rangka reses dan sedikit membantu teman-teman petani di Kabupaten Siak dengan beberapa perlengkapan intensivikasi pertanian, dan niatan saya bertemu beliau (Bupati-red) pertama, karena dalam kesempatan dialog kita dengan petani, beliau tidak bisa hadir, sehingga menurut hemat saya, biarlah kita yang menjumpainya karena ada beberapa yang mau kita bicarakan terkait masalah pertanian, mumpung pula saya didampingi para stakeholder yang kompeten dibidang tersebut,” sampai Ian.

Untuk diketahui bahwa dalam resesnya di Kecamatan Bungaraya memberikan bantuan 10 handtraktor, 4 pompa air dan 1 mesin dryer bagi petani di dua Kecamatan yakni Bungaraya dan Sungai Mandau.

Menurut Ian, sepanjang karirnya di DPR/MPR RI baru kali ini dirinya merasa tidak diterima oleh seorang kepala daerah. “Kalau di daerah lain yang telah saya kunjungi, Bupatinya bahkan ikut hadir dan terlibat aktif dalam reses, tidak seperti di Siak,” terangnya.

Ian menampik kalau ‘kegalauannya’ tersebut sebagai wujud dirinya ingin disanjung atau disambut. “Bukan, bukan tipe saya yang ingin disanjung atau disambut, prinsipnya, ada atau tidak kepala daerah hadir dalam reses saya, tidak akan menjadi kendala, namun kekecewaan saya lebih kepada janji yang tidak ditepati sehingga terkesan menyepelekan, itu saja,” pungkasnya seraya menutup perbincangannya dengan wartawan. (rinto)