Beranda blog Halaman 425

Polsek Kepenuhan Tangkap dua Tersangka Pencurian AC

Polsek Kepenuhan Tangkap dua Maling AC

Rohul(SegmenNews.com)- Jajaran Polsek Kepenuhan Polres Rokan Hulu (Rohul), berhasil mengungkap Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan (Curat) terhadap Satu Unit Pendingin Ruangan (AC), Kamis (15/6/2023) sekitar pukul 06.00 WIB.

“Tersangka IS alias IM (31) dan MDA alias AM (22), Pelapor YD (25), sedangkan Saksi WE (20) YU (23),” kata Kapolres Rohul AKBP Budi Setiyono SIK MH melalui Kapolsek Kepenuhan Iptu Anra Nosa SH MH, Kamis (15/6/2023).

Lanjutnya, Tempat Kejadian Perkara (TKP)
Kantor Balai penyuluhan KB Kelurahan kepenuhan tengah Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rohul diketahui Rabu 18 Januari 2023 sekitar pukul 08.30 Wib.

“Barang Bukti Satu Unit Pendingin Ruangan (AC) Indoor merk Sharp Warna Putih kode AH-A5ZCYN,” kata Kapolsek Kepenuhan.

Dijelaskan, Iptu Anra Nosa SH MH, Pelapor bersama Saksi II YU Tiba di Kantor Balai Penyuluhan Keluarga Berencana, di Jalan Penghulu Kelurahan Kepenuhan Tengah Kecamatan Kepenuhan.

Pelapor, merupakan Koordinator Lapangan, setibanya di Kantor Balai Penyuluhan Keluarga Berencana, Pelapor dan Saksi II melihat AC bagian luar tidak ada.

Kemudian, Pelapor membuka Pintu Kantor, melihat AC Bagian Dalam Ruangan juga hilang.

Pelapor dan Saksi II memeriksa di Sekitar Ruangan dan menemukan Jendela serta Terali Besi Rusak.

Selanjutnya, Korban melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Polsek kepenuhan.

Atas kejadian tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) mengalami kerugian lebih kurang Rp. 5.000.000.

Setelah menerima laporan tersebut, Iptu Anra Nosa SH MH menerima Laporan tentang Pencurian Pendingin Ruangan (AC) tersebut.

Kapolsek Kepenuhan, memerintahkan, Unit Reskrim berserta Anggota Polsek Kepenuhan lainnya untuk melakukan serangkaian penyelidikan.

Pada saat itu, didapat informasi Pendingin Ruangan (AC) Indoor merk Sharp Warna Putih kode AH-A5ZCYN yang hilang di Kantor DPPKB ada di rumah salah seorang Masyarakat.

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Kepenuhan IPTU Anra Nosa SH MH dan Unit Reskrim Polsek Kepenuhan mendatangi rumah tersebut.

Pada saat itu ditemukan, Pendingin Ruangan (AC) Indoor merk Sharp Warna Putih kode AH-A5ZCYN tersebut sudah terpasang di Dalam Kamar Tidur.

Selanjutnya, ditanyakan kepada Penjaga Rumah tersebut milik siapa Pendingin Ruangan (AC) Indoor merk Sharp Warna Putih kode AH-A5ZCYN tersebut.

Saat itu, dijawab Penjaga Rumah tersebut milik DE, selanjutnya dicari keberadaannya.

Saat itu DE berada di Polsek Bonai Darussalam ditahan dalam Perkara Narkotika.

Selanjutnya, dilakukan interogasi terhadap DE, saat itu mengaku mendapatkan Pendingin Ruangan (AC) Indoor merk Sharp Warna Putih kode AH-A5ZCYN tersebut.

Dari IS, selanjutnya dicari keberadaannya dan ditemukan di rumahnya, saat itu diamankan selanjutnya dibawa ke Polsek Kepenuhan.

Saat itu dilakukan interogasi, kemudian IS mengakui yang melakukan pencurian AC tersebut dia beserta MDA

Lalu, dicari keberadaan MDA ditemukan di rumahnya, lalu dibawa ke Polsek Kepenuhan.

Saat itu MDA mengakui telah melakukan pencurian Pendingin Ruangan (AC) Indoor merk Sharp Warna Putih kode AH-A5ZCYN AC di Kantor DPPKB bersama dengan IS

“Tersangka dijerat dengan Pasal 363 Ayat (1) Ke-3 Ke-5 KUH Pidana, dengan Kerugian Materi (Rugmat) sebanyak Rp. 5.000.000,” pungkas Iptu Anra Nosa SH MH mengakhiri.(yus)

Pemanfaatan FABA dari Sisa Pembakaran PLTU PLN Jadi Bahan Baku Pembangunan Bernilai Ekonomis

Pemanfaatan FABA dari Sisa Pembakaran PLTU PLN Jadi Bahan Baku Pembangunan Bernilai Ekonomis

Semarang(SegmenNews.cm)– PT PLN (Persero) melakukan pengelolaan dan pemanfaatan _Fly Ash dan Bottom Ash_ (FABA) atau abu sisa proses pembakaran batu bara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan sirkular ekonomi. Pengolahan FABA jadi bahan baku bernilai ekonomi ini diharapkan bisa membawa manfaat bagi masyarakat.

Deputi I Bidang Infrastruktur Kantor Staf Presiden (KSP) Febry Calvin Tetelepta mendukung upaya pemanfaatan FABA untuk keperluan yang bersifat produktif. Namun pemanfaatan tersebut tetap perlu dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Harapan kami adalah agar penghapusan FABA dari daftar limbah B3 ini benar-benar memberikan manfaat besar. FABA harus menjadi sumber daya potensial yang mendukung konsep ekonomi sirkuler oleh pelaku UMKM dan masyarakat secara umum,” ucap Febry dalam Seminar Nasional bertajuk _’Value Creation of_ FABA untuk Mendukung Infrastruktur Pertanian dan Pembangunan Berkelanjutan’ yang digelar PLN di Semarang, Rabu (14/6).

Dirinya juga menyampaikan, pemerintah siap memberikan dukungan, bukan hanya pada pembentukan regulasi yang dibutuhkan, tetapi juga mendorong dilakukan berbagai _pilot project_ pemanfaatan FABA melalui kolaborasi PLN Group dengan pemerintah, mulai dari tingkat pusat, daerah, sampai ke tingkat desa.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Rosa Vivien Ratnawati juga mendukung optimalisasi pemanfaatan FABA menyusul transformasi FABA menjadi kategori limbah non B3. Ia mendorong agar pengelolaan FABA dilakukan secara benar dan tetap membuka peluang dalam kegiatan sirkuler ekonomi di Indonesia.

“Kami paham betul setelah Peraturan Pemerintah keluar, Peraturan Menteri LHK keluar untuk pemanfaatan limbah non B3 ini, PLN telah berupaya secara baik bagaimana mengelola FABA ini dengan pemanfaatannya. Memang kalau dilihat dari laporan yang kami dapat dari data PLN, ada peningkatan kegiatan pemanfaatan FABA,” ujar Vivien.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Adi Lumakso menjelaskan saat ini PLN Group mengelola sekitar 47 lokasi PLTU dengan total kapasitas mencapai 18 gigawatt (GW) yang setiap tahun menghasilkan rata-rata 3 juta ton FABA. Hal ini tentunya merupakan angka yang besar sehingga perlu untuk dilakukan pengelolaan dan pemanfaatan yang tepat, masif, dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, bermanfaat secara sosial serta berwawasan lingkungan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

“Kami berkomitmen mengelola FABA yang kami hasilkan agar sejalan dengan konsep _Environment, Social and Governance_ (ESG),” ucap Adi.

Adi mencontohkan beberapa program pemanfaatan FABA yang telah dilakukan PLN. Salah satunya dalam Proyek Taman Sains Teknologi Herbal dan Holtikultura (TSTH2) yang termasuk dalam program Food Estate di Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara. PLN menyediakan 45 ribu _paving block_ dari FABA PLTU Labuhan Angin untuk jalan pedestrian seluas 786 m2.

Selain itu, dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, PLN berkontribusi mengirimkan 8.000 geobag FABA dari PLTU Tanjung Jati B yang digunakan untuk pembangunan tanggul sementara dalam mengatasi banjir di Kota Semarang. Selain itu geobag FABA juga sudah digunakan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jepara untuk bencana abrasi dan banjir di beberapa desa di Kabupaten Jepara. FABA juga telah digunakan dalam berbagai program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) untuk renovasi jalan, rumah warga, dan materi konstruksi lainnya.

Di Pacitan, melalui program TJSL, FABA yang berasal dari PLTU Pacitan dimanfaatkan untuk pembangunan jalan desa sepanjang 2.1 km dan pembangunan 3 Rumah Tinggal Layak Huni yang berada di sekitar PLTU.

Adi mengatakan pengembangan pemanfaatan FABA perlu melibatkan masukan dari berbagai sudut pandang, mulai dari pemerintah dan regulasi, akademisi, hingga pengguna FABA seperti Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I), usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga pelaku industri.

“Saya harapkan juga ada value creation yang didapatkan yaitu berupa mendorong pemanfaatan FABA menjadi sumber alternatif, mengurangi eksploitasi terhadap sumber daya alam yang makin menipis dan mengurangi emisi karbon, meningkatkan sirkulasi ekonomi bagi masyarakat sekitar PLTU serta meningkatkan peluang inovasi dan riset dari seluruh bidang infrastruktur, pertanian dan lain-lain,” tutup Adi.***(rl)

Sering Keluyuran, Kasi Trantib Minta Para Kepsek Aktif Jaga Murid

Sering Keluyuran, Kasi Trantib Minta Para Kepsek Aktif Jaga Murid

Pelalawan (SegmenNews.com)- Setahun belakangan dalam melakukan patroli rutin dari Kepala Seksi (Kasi) Trantib, Kecamatan Bunut, Herman, S.Pd, sering menemukan siswa/siswi atau murid sekolah berkeluyuran di jam istirahat maupun jam belajar di berbagai tempat, diluar sekolah mereka. Bahkan ada juga pelajar yang dari luar Kecamatan Bunut, seperti Pangkalan Kuras dan Ukui.

Baru-baru ini Herman, bersama anggota Satpol PP memergoki puluhan siswa yang sedang melakukan perayaan ulang tahun dan juga ingin melakukan tawuran di sekitaran Bumi Perkemahan Lancadika, Desa Lubuk Mas, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan-Riau.

“Murid sekolah yang kami temukan rata-rata setingkat SMP/Mts sederajat dan SMA/SMK sederajat. Sejauh ini sudah sering kita lakukan teguran, hukuman ringan seperti baca Pancasila dan disuruh kembali ke sekolah,” ungkapnya kepada SegmenNews.com, Rabu 14 Juni Sore.

Kendati demikian, efek jera juga belum dirasakan oleh anak-anak pelajar tersebut, bahkan tambahnya, dalam patroli rutin tersebut, mirisnya banyak ditemukan hal-hal yang tak wajar di sekitaran berkumpulnya anak-anak remaja atau anak baru gede (ABG) itu.

“Sering juga kita temukan puntung rokok, kertas lem, dan obat cair komik. Bahkan pakaian dalam (CD-red) dan sebagainya. Tentu ini jadi perhatian khusus kita, dan kami sudah sering berkoordinasi dengan Polsek Bunut,” beber Herman.

Perintah dari atasannya, terang Herman, jika sudah menemukan hal-hal tersebut pihaknya hanya bisa menyampaikan ke Kepala Sekolah (Kepsek) masing-masing, dan hukuman yang lebih tegas akan diserahkan ke Kepsek itu sendiri.

“Hal itu sudah kita lakukan terus, namun belum ada perubahan yang signifikan. Kita minta para Kepsek lebih aktif jaga murid. Jika perlu dari kesiswaan tiap sekolah bisa ikut mendampingi, jika kami melakukan patroli, biar bisa juga mendidik dan mengedukasi para muridnya secara langsung,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan, Agus (53) warga sekitar Buper, itu yang sudah resah akibat ulah anak-anak sekolah berkumpul tersebut. Selain memakai baju seragam sekolah, para pelajar itu dominan banyak yang berpasang-pasangan.

“Sebetulnya keresahan ini sudah sering kami sampaikan ke pihak terkait, namun tampaknya, belum ada efek jera bagi para pelajar-pelajar yang sering keluyuran itu. Tentu kami sebagai warga berharap hal ini bisa segera teratasi, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Agus, berharap.***(Ikii)

Babinsa Nyalian dan Petani Bersatu

Babinsa Nyalian dan Petani Bersatu Padu

Klungkung(SegmenNews.com)- Program Padat Karya Tunai Desa atau PKTD di Desa Nyalian seakan menjadi perhatian bagi Kopda Gede Raka. Betapa tidak, program itu seakan mendapat sentuhan hangat dari Babinsa Desa Nyalian tersebut.

Adanya pengecoran jalan yang saat ini berlangsung di Desa Nyalian tak luput dari adanya peran Babinsa. Terlihat, Kopda Gede Raka turut berjibaku membantu para warga dan petani menyelesaikan adanya pengecoran jalan tersebut.

“Kurang lebih jalan yang di cor ini sepanjang 255 meter,” kata Kopda Gede. Rabu (14/06/2023) pagi.

Raka berujar, keterlibatan dirinya pada proses pengecoran jalan itu merupakan bentuk kepedulian yang didasari dengan adanya komitmen TNI-AD, khususnya Kodim 1610/Klungkung untuk terus mendukung adanya program pembangunan di wilayah teritorialnya.

“Sebisa mungkin, kami akan terus bersinergi dengan siapapun dalam upaya mendukung pembangunan yang ada di wilayah kami,” kata dia.

Sementara itu, Dandim Klungkung Letkol Inf Armen pun mengapresiasi adanya upaya yang dilakukan oleh Babinsa di wilayah teritorialnya tersebut.

Sebelumnya, kata Letkol Armen, dirinya telah menginstruksikan para Babinsa untuk bisa memberikan yang terbaik bagi warga. Salah satunya, ialah soal perkembangan pembangunan yang ada di wilayah teritorialnya.

“Nah, ini harus dijadikan contoh bagi Babinsa lainnya untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik,” pungkasnya.**(rl)

Wabup Siak Saksikan Pengukuhan BKMT di Kerinci Kanan

Siak(SegmenNews.com)- Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan dan Permata se-Kecamatan Kerinci Kanan resmi dikukuhkan oleh Ketua Pengurus BKMT Kabupaten Siak Ananda Laila Putri, pada pengukuhan BKMT Kec Kerinci Kanan juga disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Siak H. Husni Merza.

Pengukuhan tersebut berlangsung di Masjid Sabilul Jannah Batin Ahmad Dang Kecamatan Kerinci Kanan. Langkah ini merupakan upaya konkret untuk memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah, sejalan dengan ajaran Islam.

Dalam pengukuhan tersebut, diapresiasikan upaya BKMT dalam mewujudkan pemberdayaan kaum perempuan dan sebagai bentuk dakwah yang terfokus. Keberadaan BKMT diharapkan dapat melingkupi seluruh organisasi Islam wanita di Kecamatan Kerinci Kanan, menciptakan sinergi yang kuat dalam melaksanakan kegiatan dakwah dan pemberdayaan masyarakat.**(inf)

Polda Riau Luncurkan Polisi RW

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar secara langsung menghadiri peluncurun program Polisi Rukun Warga (RW) Polda Riau di Halaman Kantor Gubernur, Rabu (14/06/2023).

Program ini merupakan arahan dari Kapolri dalam rangka bertujuan sebagai pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat atau harkamtibmas yang akan dilaksanakan di lingkup wilayah terkecil.

Polisi RW juga akan berkerja sama dengan seluruh elemen masyarakat dan bersinergi dengan Kapolsek, Camat, serta Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Pada kesempatannya, Gubri Syamsuar menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih kepada Kapolda Riau beserta seluruh jajaran atas di launchingnya polisi RW. Dikatakan dia, program ini merupakan bentuk menciptakan ketentraman dan mendukung kualitas hidup masyarakat.

“Alhamdulillah pada hari ini kita dapat hadir bersama dalam rangka launching polisi RW jajaran Polda Riau. Program ini merupakan bagian anggota Polri yang disiapkan dan ditugaskan di wilayah RW. Polisi RW untuk menyelenggarakan polisi masyarakat, dalam menyadarkan gangguan terhadap keamanan ketertiban menciptakan ketentraman serta mendukung terwujudnya kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Dijelaskan, keberadaan polisi RW ini mendekatkan anggota kepolisian dengan masyarakat dan memperkuat data kepolisian tentang potensi ancaman keamanan hingga tingkat RW.

Menurutnya, tantangan Polri ke depannya akan semakin berat apalagi pada era teknologi digital saat ini, banyak berita bohong dan juga ancaman yang berpotensi merusak keamanan ketertiban di masyarakat.

“Maka dari itu sangat dibutuhkan peran aktif masyarakat bersinergi dan pendukung Polri dalam melaksanakan tugasnya fungsi dan wewenangnya,” jelasnya.

Oleh karena itu, Gubri berharap dengan terbentuknya polisi RW ini gunanya untuk menambah pengetahuan pada masyarakat mengenai tugas dan program yang dijalankan oleh Polisi RW, sehingga dapat bersama-sama menjaga persatuan keamanan ketertiban dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Selain sebagai menjaga keamanan masyarakat, polisi RW juga mampu melakukan deteksi ini yaitu langkah lanjutan saat mengetahui adanya sesuatu aksi yang dianggap mampu menjadi ancaman keamanan. Polisi RW bersama masyarakat diharapkan dapat bekerjasama dalam mengurangi tingkat kejahatan yang ada di provinsi Riau baik kejahatan narkoba kejahatan miras hingga penyakit masyarakat dan sebagainya,” harapnya.

Sementara itu Kapolda Riau, Irjen Pol Muhammad Iqbal, menerangkan program ini dalam rangka mendukung program satu Bhabinkamtibmas, satu Desa, satu Kelurahan. Kepolisian Negara Republik Indonesia mengembangkan program baru yaitu Polisi RW.

“Personil dari berbagai fungsi Kepolisian yang akan ditempatkan pada setiap RW di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, dengan tujuan agar polisi dapat menjangkau untuk lebih dapat menyentuh badan masyarakat untuk melakukan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman pada setiap lapisan masyarakat,” terangnya.

Diungkapkan Kapolda Iqbal, untuk mengoptimalkan program polisi RW. Kepolisian daerah Riau saat ini telah menugaskan sebanyak 4.309 personil yang tersebar  disetiap RW di 12 kabupaten kota di wilayah provinsi Riau.

“Polisi RW juga akan bermitra dan bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat untuk mengatasi masalah sosial secara cepat dan tepat sehingga lebih terpeliharanya keamanan dan ketertiban kita bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapolda Riau memerintahkan kepada rekan polisi RW di seluruh jajaran agar menjalankan tugas ini dengan baik dan benar tetap harus didasari oleh rasa mengayomi dan melayani masyarakat dengan tulus dan ikhlas.

“Besar harapan saya dengan adanya Polisi RW kita dapat menyelesaikan berbagai dinamika masyarakat dari hulu hingga hilir demi terciptanya Bhabinkamtibmas yang aman nyaman dan kondusif dengan semangat presisi,” pungkasnya.(*mr)

Pemkab Inhil ikuti Dialog PPEG

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Bupati Indragiri Hilir yang diwakili oleh asisten ll bidang perekonomian dan pembangunan Junaidi,S.Sos,M.Si dan didampingi Kadis DLHK Kab. Inhil menghadiri acara Dialog Dan Kunjungan Kerja Wakil Menteri LHK RI Dan Rombongan Exit Projek Scalling Up Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (PPEG) di Provinsi Riau yang dilaksanakan di Gedung Daerah Balai Serindit Provinsi Riau, Selasa (13/06/2023)

Dialog dan Kunker Wamen LHK RI ini di hadari Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekda Prov. Riau Ir. S.F.Hariyanto , Staf Ahli Menteri Ekosistem Dan Sumber Daya Alam Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan beserta rombongan dan juga di ikuti oleh Bupati Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Pelalawan beserta undangan.

Pada kesempatan ini Bupati Indragiri Hilir mengucapkan terima kasih karena Kabupaten Indragiri Hilir menjadi bagian dari SMPEI yang sudah berjalan 5 tahun dan dipotretnya kabupaten Indragiri Hilir oleh Nasional Geografik.dan kami berharap Projec ini tetap dilanjutkan karena daerah kami tepat pada daerah kubah gambut karena di Kabupaten Inhil mempunyai 1 juta hektare gambut yang sudah dikelola 1 abad lebih menjadi perkebunan sagu dan kelapa dan baru tanaman- tanaman lainnya.

Dan kami berharap tim ini bisa melibatkan pemerintah daerah Kab. Inhil sehingga kita seiring sejalan sehingga projec ini bisa memenuhi target dan harapan kita bersama,” sampainya.(*sup/hm)

Berikut Prakiraan Cuaca dan Hotspot Provinsi Riau Hari Ini

Segmennews.com

Pekanbaru(SegmenNews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru merilis prakiraan cuaca dan hotspot di Provinsi Riau pada Rabu (14/6/2023).

Forecaster BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna mengatakan bahwa pagi hari ini, cuaca di Pekanbaru dan sekitarnya diperkirakan cerah berawan hingga berawan.

“Terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Siak, Pelalawan, dan Kampar,” kata Yasir Prayuna di Pekanbaru, Rabu (14/6/2023).

Ia juga menjelaskan bahwa pada siang hari, cuaca masih diprediksi cerah berawan hingga berawan di Pekanbaru dan sekitarnya.

Selanjutnya, sore hingga malam hari, diperkirakan cuaca cerah berawan hingga berawan.

“Hingga malam hari nanti terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Dumai dan Pekanbaru,” jelasnya.

Selanjutnya, pada dini hari, cuaca diprediksi cerah berawan hingga berawan.

“Untuk dini hari terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, dan Pekanbaru,” jelasnya.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca. Masyarakat diimbau waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

“Peringatan ini berlaku untuk sebagian wilayah Rokan Hilir, Bengkalis, Rokan Hulu, Kampar, dan Siak pada sore, malam, dan dini hari,” jelasnya.

Untuk suhu udara di Pekanbaru dan sekitarnya diperkirakan berkisar antara 22,0 hingga 34,0 °C. Kelembapan udara mencapai 55 hingga 99 persen. Arah angin bertiup dari Selatan menuju Barat dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 30 km/jam.

Untuk prakiraan gelombang laut, tinggi gelombang di perairan Provinsi Riau diperkirakan antara 0,50 hingga 1,25 meter (rendah).

Selain itu, BMKG juga memberikan informasi terkait hotspot di Pulau Sumatera. Total hotspot yang terdeteksi di Sumatera adalah sebanyak 73 titik.

Rinciannya adalah 6 titik di Sumatera Utara, 10 titik di Sumatera Barat, 9 titik di Jambi, 3 titik di Bengkulu, 8 titik di Bangka Belitung, 17 titik di Sumatera Selatan, 11 titik di Lampung, dan 9 titik di Riau.

“Di Riau, hotspot terdeteksi di beberapa daerah, antara lain yakni 2 titik di Kabupaten Kuantan Singingi, 1 titik di Kabupaten Pelalawan, 1 titik di Kabupaten Rokan Hulu, 1 titik di Kabupaten Rokan Hilir, 2 titik di Kabupaten Siak, dan 2 titik di Kabupaten Indragiri Hilir,” tukasnya.(*mc)

Ketentuan Satgas tentang Protokol Kesehatan pada Masa Transisi Endemi COVID-19

Ketentuan Satgas tentang Protokol Kesehatan pada Masa Transisi Endemi COVID-19

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2023 tentang Protokol Kesehatan pada Masa Transisi Endemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

SE yang ditandatangani oleh Ketua Satgas COVID-19 Suharyanto pada tanggal 9 Juni 2023 ini diterbitkan dalam rangka menindaklanjuti perkembangan situasi pengendalian virus SARS-CoV-2 dengan kondisi persebaran kasus di dunia dan Indonesia yang semakin terkendali, kekebalan masyarakat yang tinggi, dan relaksasi kebijakan transportasi di beberapa negara, serta hasil evaluasi lintas sektor terhadap pengendalian COVID-19.

“Diperlukan penyesuaian mekanisme pengendalian terhadap protokol kesehatan pada masa transisi endemi untuk mencegah penularan COVID-19,” kata Suharyanto dalam SE, dikutip Rabu (14/6/2023).

Adapun maksud SE adalah untuk menerapkan protokol kesehatan pada masa transisi endemi terhadap pelaku perjalanan dalam dan luar negeri, pelaksanaan kegiatan berskala besar, dan kegiatan pada fasilitas publik. Sedangkan tujuannya adalah memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dari penularan COVID-19.

Berikut ketentuan protokol kesehatan yang tertuang dalam SE:

1. Seluruh pelaku perjalanan dalam dan luar negeri, pelaku kegiatan di fasilitas publik, dan pelaku kegiatan berskala besar tetap berupaya melakukan perlindungan secara pribadi dari penularan COVID-19 serta:

a. Dianjurkan tetap melakukan vaksinasi COVID-19 sampai dengan booster kedua atau dosis keempat, terutama bagi masyarakat yang memiliki risiko tinggi penularan COVID-19.

b. Diperbolehkan tidak menggunakan masker apabila dalam keadaan sehat dan tidak berisiko tertular atau menularkan COVID-19 dan dianjurkan tetap menggunakan masker yang tertutup dengan baik apabila dalam keadaan tidak sehat atau berisiko COVID-19, sebelum dan saat melakukan perjalanan dan kegiatan di fasilitas publik.

c. Dianjurkan tetap membawa hand sanitizer dan/atau menggunakan sabun dan air mengalir untuk mencuci tangan secara berkala terutama jika telah bersentuhan dengan benda-benda yang digunakan secara bersamaan.

d. Bagi orang dalam keadaan tidak sehat dan berisiko tertular atau menularkan COVID-19, dianjurkan menjaga jarak atau menghindari kerumunan orang untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19.

e. Dianjurkan tetap menggunakan aplikasi SATUSEHAT untuk memantau kesehatan pribadi.

2. Seluruh pengelola dan operator fasilitas transportasi, fasilitas publik, dan kegiatan skala besar bersama dengan pemerintah daerah setempat dianjurkan untuk:

a. Tetap melakukan perlindungan kepada masyarakat melalui upaya preventif dan promotif untuk mengendalikan penularan COVID-19

b. Tetap melakukan pengawasan, pembinaan, penertiban, dan penindakan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan untuk mengendalikan penularan COVID-19.

Lebih lanjut, Suharyanto meminta seluruh kementerian dan lembaga yang terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan pelaku perjalanan dalam dan luar negeri, kegiatan berskala besar, dan fasilitas publik selama masa pandemi COVID-19 untuk segera menerbitkan instrumen hukum yang selaras dan tidak bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Surat Edaran ini berlaku mulai tanggal 9 Juni 2023, dengan ketentuan dapat dilakukan pengetatan pembatasan kembali apabila terjadi kenaikan kasus yang signifikan,” tandasnya.

Dengan berlakunya peraturan ini maka sejumlah SE Satgas sebelumnya dinyatakan dicabut dan tidak berlaku. SE tersebut yaitu:

a. SE Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pembentukan dan Optimalisasi Satuan Tugas Protokol Kesehatan Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan Fasilitas Publik dalam rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19);

b. SE Nomor 20 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan pada Pelaksanaan Kegiatan Berskala Besar dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19);

c. SE Nomor 24 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Dalam Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) beserta addendumnya; dan

d. SE 25 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) beserta kedua addendumnya.(*mc)

Bupati Siak Hadiri Forum Smart City Nasional

BUPATI Siak Alfedri memboyong sejumlah kepala OPD mengikuti forum smart city nasional 2023 yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI di Surabaya, selama tiga hari. Senin sampai Rabu (12-14/6) siang.

Bupati membawa Kadis Perhubungan Junaidi, Kadis PU Tarukim Irving Kahar, Asisten I Fauzi Asni, Asisten II Hendrisan, Kadis Kominfo Romy Lesmana, dan lainnya.

Kegiatan yang dihadiri ratusan kepala daerah ini, mendapat sambutan antusias, karena setiap daerah memang sedang terus berusaha menuju smart city atau kota cerdas.

Disebutkan Bupati, sudah bukan waktunya daerah dan wilayah saling bersaing. Pelayanan serba digital, dilakukan secara bersama-sama dengan saling mengadopsi demi kepentingan masyarakat.

‘’Sudah waktunya semua daerah bersatu untuk berubah menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dengan pelayanan digital,’’ kata Bupati.

Dari kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Surabaya itu, ke depan seiring berjalannya waktu, tidak ada lagi kertas dalam pelayanan, tidak ada lagi pertemuan-pertemuan yang tidak melalui internet.

‘’Kami ingin memastikan kepercayaan masyarakat terjaga. Digitalisasi akan menjaga transparansi anggaran maupun rencana pembangunan,’’ terang Alfedri.

Nanti akan ada kecamatan percontohan, menjelang semuanya serba digital. Secara bertahap dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Siak, satu persatu akan dilakukan digitalisasi. Semua perangkat harus siap, demikian juga masyarakat juga akan mendapatkan sosialisasi. Pelayanan prima ke depan tidak lagi pelayanan tatap muka, tapi pelayanan digital.(iNF)