Beranda blog Halaman 770

TNI AD Wacanakan Kodam Baru di Riau, Ini Alasannya Tegas!

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Tim Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Litbang) TNI AD, Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) tinjau wacana pembangunan Komando Daerah Militer (Kodam) di Provinsi Riau. Kamis (9/9).

Tim yang dipimpin lansung oleh Direktur Litbang TNI AD, Brigjen TNI Ahmad Faizal SSos MSc tersebut, juga melakukan pertemuan dengan Gubernur Riau, Kamis (9/9) di Kediaman Gubernur Riau, Pekanbaru, yang juga didampingi, Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan.

Dalam sambutanya, Dirlitbang TNI AD, Brigjen TNI, Brigjen TNI Ahmad Faizal mengatakan, jika wacana pembangunan Kodam tersebut, guna memaksimalkan pengawasan serta meningkatkan keamanan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai wilayah di Indonesia. Termasuk wilayah Riau dan sekitarnya.

Selain itu, pembentukan Kodam Baru di Provinsi Riau ini, juga berdasarkan luas Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memiliki luas daratan sebesar 1.919.440 km² yang membutuhkan pengawasan yang cukup maksimal.

“Perencanaannya juga sudah dalam pengkajian jauh hari sebelumnya. Untuk itu kami sangat berterimakasih kepada Gubernur Riau yang telah menyambut kunjungan kami bersama rombongan ke Provinsi Riau ini untuk melakukan peninjauan,” katanya.

Lebih jauh, ia juga menjelaskan, jika peninjuan yang dilaksanakan saat ini, juga menjadi dasar pengkajian yang akan disampaikan langsung kepada KASAD sebagai bahan dalam mematangkan rencana pembangunan Kodam baru di Provinsi Riau kedepan.

“Artinya apa yang kami lihat dan peroleh dari fakta dan informasi di lapangan ini, nantinya menjadi masukan bagi pimpinan dan dasar untuk mematangkan pembangunan Kodam baru di Riau. Mudah-mudahan informasi dari  bapak Gubernur Riau ini juga akan mebantu percepatan pembangunan kedepan,” harapnya.

Sementara, Gubernur Riau, Syamsuar menyampaikan, juga sangat berterimakasih dan bangga pada TNI AD yang mewacanakan pembangunan Kodam baru di Riau. Termasuk kunjungan Tim Litbang yang saat ini dalam melakukan peninjauan untuk perencanaan percepatan pembangunan.

“Tentunya kami sangat bangga dan berterima kasih kepada TNI AD sudah mendapat kepercayaan ini. Kami akan memberikan semua informasi dan saran yang di butuhkan oleh Tim Litbang TNI AD kedepan.” ujarnya.

Gubri juga mengatakan, jika sebelumnya juga sudah mendapat informasi  pembangunan Kodam baru di Riau ini. Dimana ini juga merupakan harapan baru bagi Riau maupun masyarakat untuk  kemajuan Provinsi Riau lebih baik kedepanya.

“Kita berharap wacana ini segera terwujud dan kita siap membantu TNI AD untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan. Karena keberadaan Kodam ini tidak hanya untuk memaksimalkan  keamanan kedaulatan NKRI tapi juga untuk masa depan para generasi dan anak cucu kita kedepan,” tutur Gubri.***(mc/rn)

Aplikasi Srikandi Pekanbaru, Pilot Project Nasional

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Kota Pekanbaru merupakan satu daerah di Indonesia yang terpilih sebagai pilot project nasional dalam penerapan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi).

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Ir. Hj. Nelfiyonna, M.Si saat menerima kunjungan Pelaksana Tugas (Plt) Dispusip Kota Padang, Endrizal beserta rombongan pada Rabu (8/9).

“Beberapa waktu lalu, Pekanbaru terpilih sebagai pilot project dalam penerapan aplikasi Srikandi yang dimanfaatkan untuk mengatur sistem tata kelola kearsipan agar berjalan efisien dan efektif. Sehingga bisa mewujudkan pelayanan publik yang cepat dan aman,” kata Nelfiyonna.

Sebagai informasi, aplikasi Srikandi merupakan integrasi antara pengolahan arsip dinamis yang setiap informasi berbasis analog dan digital yang terekam dengan baik, sehingga kedepannya bisa menjadi bukti akuntabilitas dan memori kolektif bangsa.

Sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan PANRB Nomor 679 Tahun 2020 tentang aplikasi umum bidang kearsipan dinamis dan pelaksanaannya.

“Hadirnya sistem ini, diharapkan dapat membuat tata kelola pemerintahan kota Pekanbaru lebih unggul, terintegrasi, dinamis dan aman. Karena pengelolaan arsip yang baik dan benar dapat memberikan manfaat ke berbagai birokrasi, khususnya dalam pemanfaatan pertanggungjawaban kinerja pelayanan publik,” jelasnya.

Dalam kunjungan itu juga membahas mengenai berbagai inovasi yang dimiliki oleh Dispusip Kota Pekanbaru, diantaranya aplikasi membaca buku elektronik iPekanbaru, aplikasi memorabilia, maupun layanan Sipusiaga.

Diskusi ini diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam pengelolaan dan penataan perpustakaan dan kearsipan Kota Padang lebih baik lagi kedepannya. (Kominfo4/RD2)

Konversi Bank Riau Kepri Jadi Syariah Penggerak Ekonomi Syariah di Riau

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Asisten III Setda Riau Syarial Abdi mengharapkan dengan adanya konversi Bank Riau Kepri (BRK) menjadi BRK syariah maka diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi syariah di Provinsi Riau.

Yang mana hal ini sejalan dengan rencana dikembangkannya potensi industri syariah secara nasional, dan bahkan komitmen Pemerintah Indonesia sangat tinggi untuk mewujudkan hal itu.

Selain itu jika pemerintah pusat mempersiapkan program-program terkait pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, Provinsi Riau sudah siap menjalankannya dan menerima program tersebut.

“Nah tentu kita sudah siap dengan hal itu (mengembangkan ekonomi syariah di Riau),” katanya usai mengikuti Forum Group Discussion (FGD) prospek dan tantangan penguatan Unit Usaha Bank Pembangunan Daerah (UU BPD) menuju Unit Usaha Syariah (UUS) secara virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI, di Ruang Kerja Asisten III Setda Riau, Rabu (8/9/2021).

Lebih lanjut ia menerangkan, untuk mewujudkan pusat perkembangan ekonomi syariah tidak bisa nya dilakukan oleh satu pihak, namun harus mendapatkan dukungan dari semua masyarakat.

Ia menjelaskan, semua masyarakat Riau bisa berkontribusi dalam program tersebut, karena syariah tidak berbicara muslim atau non muslim. Akan tetapi membuka ruang bersama, mengikuti pola bagi hasil yang transparan, terbuka dan tidak ada satu pihak yang dirugikan.

“Jadi prinsip-prinsip keterbukaan, transparansi, amanah, terpercaya, terpenuhi dengan apa yang kita lakukan ini,” sebutnya.

Syahrial Abdi menerangkan, ketika Pemprov Riau dan Pemprov Kepri memilih untuk konversi, maka diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan menjadi penggerak ekonomi di tengah masyarakat.

“Ketika kita memilih konversi syariah, maka kita sebenarnya akan menjadi Center of Excellence penggerak ekonomi syariah,” ujarnya.***(ch/mc)

Langkah Pemkab Inhil Wujudkan ASN Profesional

Inhil(SegmenNews.com)- Bertempat diruang Rapat kantor Bupati Inhil lantai 5,Jl.Akasia No.1 Tembilahan, Rabu (08/09/2021) siang, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Drs.HM.Wardan,MP membuka acara Sosialisasi Penerapan Sistem Merit dalam Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Startegi Pengembangan Kompetensi ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir.

Turut hadir pada acara tersebut,Kepala Kantor Regional XII BKN Pekanbaru Neny Rochyany,S,Si,Apt,M.Si, Seketaris Daerah (Sekda) H.Afrizal, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala OPD, Camat, serta pejabat Eselon 3 dan 4 dilingkungan Pemkab Inhil.

Kepala Kantor Regional XII BKN Pekanbaru Neny Rochyany,S,Si,Apt,M.Si menyampaikan sistem Merit, merupakan kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, status pernikahan, umur atau kondisi kecacatan.

“Pelaksanaan sistem Merit bertujuan untuk mewujudkan ASN yang profesional,juga bertujuan menimbulkan rasa keaadilan dikalangan pegawai yang pada giliranya dapat mendorong kompetensi dan kinerja pegawai”,ujar Neny.

Sementara itu Bupati HM.Wardan dalam hal ini menyambut baik tentang Sosialisasi Penerapan Sistem Merit dalam Manajemen ASN.

Menurutnya ini sebuah langkah atau upaya dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya Aparatur dan peningkatan kinerja ASN dilingkungan Pemkab Inhil, yang di fasilitasi langsung oleh kantor Regional XII BKN Pekanbaru sebagai lembaga pembina teknis dan penyelenggara manajemen ASN.

“Tentunya saya menyambut baik atas dilaksanakannya sosialisasi Penerapan Sistem Merit dalam Manajemen ASN yang mana nantinya bisa menunjang kinerja bagi ASN itu sendiri,”kata bupati HM.Wardan.

Sesuai peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 80 tahun 2018 tentang pedoman sistem Merit dalan Manajemen ASN.

Bupati Indragiri Hilir telah menetapkan surat keputusan Nomor 405/V/HK-2020 tentang tim penilaian mandiri sistem Merit dalam Manajemen ASN.

Untuk di ketahui Ada Delapan (8) aspek dalam proses dan penilaiaan tehadap penerapan sistem Merit sebagai berikut : Perencanaan kebutuhan, Pengadaan, Pengembangan Karir, Promosi dan Mutasi, Manajemen Kinerja, Penggajian, Penghargaan dan disiplin, Perlindungan dan Pelayanan serta Sistem Informasi.***(inhilkab)

Samsat Drive Thru Sudah Catat Rp1 Miliar Lebih Pendapatan Pajak

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pasca diresmikan Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar pada 9 Agustus lalu, Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) drive thru sudah berhasil membukukan pamasukan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebanyak Rp 1 miliar lebih.

Capaian ini diyakini terus meningkat, mengingat antusias warga yang memanfaatkan layanan instan, tanpa harus turun dari kendaraan. Samsat drive thru ini  juga berlaku untuk pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Terhitung 6 September pasca diresmikan pak Gubernur pada 9 Agusus lalu, capaian sudah Rp 1 miliar lebih. Baik roda dua dan empat,” kata Kepala Bapenda Riau, Herman, Rabu (8/9/21).

Melihat capaian tersebut, mantan pejabat Kepulauan Meranti ini pun berniat menambah layanan Samsat drive thru di Pekanbaru. Salah satunya di Kecamatan Bina Widya (dulu Kecamatan Tampan).

Hal ini, untuk mempermudah layanan kepada warga. Dengan begitu, diharapkan kesempatan warga dalam memanfaatkan layanan pajak semakin mudah dan cepat.

“Kita lihat nanti lokasinya dimana, kemungkinan di RSJ Tampan. Daerah inikan ramai, semakin mudah layanan, warga pun semakin antusias membayar pajak,” ungkap Herman.

Selain itu, layanan Samsat drive thru juga bakal hadir di kabupaten kota lainnya. Hal ini seauai arahan orang nomor satu di Riau, bagaimana semua layanan pajak dipermudah dan cepat dilakukan.

Kapan direalisasikan, menurut Herman lagi masih menunggu pada APBD Perubahan nanti. Diharapkan, layanan Samsat drive thru, tak hanya memberikan kemudahan kepada warga, tetapi juga menjadi menjadi sumber pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PKB dan STNK.

“Ini bisa jadi handalan sumber pemasukan PAD. Terutama dengan situasi Covid-19 saat ini,” ujar Herman.

Meski begitu, Herman menyatakan karena keterbatasan anggaran, maka kemungkinan akan d prioritas beberapa daerah. Diantaranya Ujung Tanjung, Rokan Hilir, Pangkalan Kerinci Pelalawan.

“Untuk Pelalawan, bupatinya sudah menyiapkan lahan untuk drive thru,” papar Herman.***(Chie/mc)

PLN investasikan Rp 2,1 miliar untuk terangi 400 kepala keluarga di Desa Langgar Jaya, Bengkulu

Bengkulu(SegmenNews.com)- PT PLN (Persero) berhasil menyambungkan listrik ke Desa Langgar Jaya, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu pada 7 September 2021. Hadirnya listrik diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN, M. Ikbal Nur menuturkan, hal ini merupakan kontribusi nyata PLN dalam menyukseskan program pemerintah untuk melistriki seluruh desa di Tanah Air.

“Semoga adanya listrik PLN dapat memenuhi harapan masyarakat, saudara-saudara kita yang tentu sangat mendambakan listrik menyala di rumah mereka,” kata Ikbal.

Untuk mengalirkan listrik ke Desa Langgar Jaya, PLN membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 10,2 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah 4,2 kms, serta 4 gardu distribusi dengan total investasi Rp 2,127 miliar.

“PLN berharap jaringan listrik yang telah dibangun dapat dijaga dengan sebaik-baiknya, terutama keandalannya, dengan bekerja sama membantu petugas PLN untuk membantu membersihkan atau merelakan tanam tumbuh yang dilewati jaringan listrik untuk dipotong dengan jarak aman 3 meter terhadap jaringan listrik,” ujar Ikbal.

Dengan terlistrikinya Desa Langgar Jaya, angka rasio elektrifikasi di Provinsi Bengkulu meningkat menjadi 99,93 persen, dengan penambahan jumlah desa berlistrik PLN menjadi 1.512 desa. PLN menargetkan seluruh desa di Bengkulu bisa menyala 100 persen pada 2022.

*Terangi Desa Terpencil dengan EBT*

Selain berhasil menyambungkan listrik ke Desa Langgar Jaya, PLN melalui program PLN Peduli menyerahkan bantuan berupa Alat Penyalur Daya Listrik (APDAL) bagi warga Desa Lebong Tandai, Kabupaten Bengkulu Utara. Hadirnya APDAL akan meningkatkan kualitas listrik warga Desa Lebong Tandai yang sebelumnya hanya memanfaatkan listrik sebagai penerangan dari Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

APDAL dapat menyediakan daya listrik bagi warga yang rumahnya tidak bisa dijangkau jaringan listrik. Pengisian daya listrik dapat dilakukan melalui Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL) yang dibangun dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) lokal bertenaga air yang bersumber dari Sungai Lusang.

Program PLN Peduli senilai Rp 380 juta juga direalisasikan dalam bentuk perbaikan dan penambahan unit pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 4×15 kilowatt yang mampu menyuplai tenaga listrik untuk 150 rumah. Sebanyak 30 unit APDAL berdaya masing-masing 500 watt diberikan kepada warga yang rumahnya tidak terjangkau jaringan listrik dari pembangkit listrik tersebut.

PLN juga memberikan bantuan penambahan dan perbaikan 2 unit Motor Lori Ekspress atau “Molek” yang menjadi sarana transportasi masyarakat Desa Lebong Tandai menuju Desa Air Tenang di Kecamatan Napal Putih. Selain itu, PLN bersama masyarakat juga bergotong royong memasang lampu penerangan dan melakukan pengecatan di terowongan-terowongan yang menjadi akses Desa Lebong Tandai, serta memasang papan penunjuk jalan di kawasan hutan menuju desa tersebut.

Gurbernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan bahwa dengan pembangunan jaringan listrik dan program PLN Peduli dari PLN, serta didukung dengan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan prasarana jalan di tahun depan, diharapkan dapat meningkatkan geliat ekonomi masyarakat.

“Juga kami berpesan untuk kita meningkatkan semangat gotong royong, saling guyub rukun agar tercipta suasana yang harmonis dan kondusif yang akan meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi,” tutupnya.***(rn/rls)

Meski Sudah Masuk Level 1, Dandim Lamongan Tetap Ingatkan Protokol Kesehatan

Lamongan(SegmenNews.com)- Meski sudah dinyatakan sebagai daerah level 1 penyebaran pandemi Covid-19, ternyata Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono tak gentar untuk terus menegakkan aturan protokol kesehatan di masyarakat.

Dijelaskan Sidik, upaya itu berhasil berkat adanya sinergitas antara
TNI, Polri, Pemda dan masyarakat yang selama ini berpartisipasi memutus
rantai pandemi di Lamongan.

“Untuk protokol kesehatan, harus tetap berjalan dan dipatuhi oleh semua
pihak. Jangan lengah dengan adanya penetapan level 1 pandemi,” ujarnya.
Selasa, 07 September 2021 dalam apel yang berlangsung di kantor
Kecamatan Lamongan.

Selain himbauan protokol kesehatan, apel tersebut juga diwarnai dengan adanya pembagian sembako yang dilakukan secara simbolis.

Sembako itu, kata dia, merupakan bentuk perhatian terhadap warga
terdampak pandemi di Lamongan.

“Meskipun tidak seberapa, mudah-mudahan bantuan ini bisa berguna dan bermanfaat,” pungkasnya.***(rls/Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono)

Riau Optimis Kembangkan Parwisata Halal

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Meski di masa pandemi COVID-19, Dinas Pariwisata (Dispar) Pemerintah provinsi Riau, berkomitmen dan selalu optimis dalam berupaya mengembangkan pariwisata halal atau wisata ramah muslim.

Salah satu upaya yang dilakukan Dispar Riau adalah membantu UMKM produk parekraf di bidang Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) agar bisa mendapatkan sertifikasi halal yang nantinya diterbitkan oleh LP POM MUI.

LP POM MUI Riau, mulai tahun 2013-2020 telah melakukan sertifikasi kepada 2.509 pelaku usaha di bidang kuliner di Riau. Dengan rincian, Kota Pekanbaru 824, Dumai 391, Kabupaten Siak 145, Inhil 125, Pelalawan 129, Kampar 148, Bengkalis 356, Inhu 21, Rohil 114, Rohul 47, Kuansing 34, Meranti 175.

Untuk meningkatkan jumlah tersebut, Dispar Riau melatih para usahawan dan pelaku yang bergerak di bidang parekraf, khususnya pada sektor UMKM P-IRT untuk bisa lebih proaktif mengembangkan usaha.

Pelatihan digelar selama dua hari, tanggal 6-7 September 2021 di Pekanbaru. Melibatkan 28 orang peserta. Setelah menjalani pelatihan, pihak LP POM MUI akan mendatangi tempat usaha 28 peserta P-IRT, untuk memverifikasi secara faktual.

LP POM MUI akan memeriksa secara faktual, layak atau tidak usaha 28 peserta P-IRT itu untuk mendapatkan sertifikasi halal. Jika layak, pembiayaan sertifikasi akan dibebankan melaui APBD Pemprov Riau.

Kepala Dispar Riau, Roni Rakhmat mengatakan, langkah ini dilakukan dalam upaya untuk membantu pengembangan usaha pangan dan kuliner bisa tetap tumbuh dan berkembang di masa pandemi saat ini.

Ia menyadari, bahwa UMKM saat ini sangat mengalami kesulitan dalam pemasaran dan penjualan produknya. Sehingga pada APBD tahun 2021 ini, Pemprov Riau menggulirkan terobosan dengan memfasilitasi P-IRT pada UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal dari LP POM-MUI.

“Tujuannya adalah agar produk pangan yang dihasilkan bisa memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk berwisata yang ramah muslim di destinasi wisata yang ada di Riau,” kata Roni Rakhamat, Rabu (8/9/2021) di Pekanbaru.

Roni menjelaskan, sektor pariwisata merupakan program prioritas Gubernur Riau guna mewujudkan Pariwisata Riau yang berdaya saing. Penerapan konsep wisata halal memerlukan sumber daya manusia dan produk yang unggul dan handal.

Pemerintah provinisi Riau telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Riau nomor 18 tahun 2019 tentang Pariwisata Halal. Pergub itu telah ditandatangani Gubernur Riau, Syamsuar pada 5 April 2019.

“Pergub Pariwisata Halal ini sebagai pedoman bagi pengelola pariwisata dalam memberikan pelayanan Pariwisata Halal kepada wisatawan. Ruang lingkupnya adalah, destinasi halal, pemasaran, Industri Pariwisata, kelembagaan, pembinaan dan pengawasan serta pembiayaan,” jelasnya.

Melalui kegiatan pelatihan ini Roni berharap, agar bisa meningkatkan jumlah UMKM P-IRT yang memiliki sertifikasi halal, dengan menghasilkan produk olahan pangan yang bermutu dan terjamin sertifikasi halalnya dan para peserta yang lolos verifikasi faktual bisa menjadi duta pariwisata halal.

Ia optimis kegiatan ini bisa mewujudkan wisata ramah muslim bagi wisatawan domestik dan mancanegara, sehingga mampu mendongkrak nilai ekonomi di sektor pariwisata dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Pariwisata bersifat multi sektor atau terkait dengan sektor lainnya, karena itu, pentahelix yang terdiri dari akademisi, pelaku bisnis termasuk UMKM, media, komunitas dan pemerintah harus selalu bersinergi melaksanakan dan mendukung pembangunan pariwisata yang ada di Riau,” tandas Roni. ***(Mc)

Hj Zulaikhah Wardan Sambangi Rumah Anak Penderita Malnutrisi dan DDS PMI Reteh.

Reteh(SegmenNews.com)-Usai Meninjau langsung kegiatan Donor Darah Sukarela (DDS) yang dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia Kecamatan Reteh dalam rangka Hari Palang Merah Indonesi Ke-76 Tahun 2021, Ketua PMI Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang juga selaku Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan menyambangi rumah Anak-anak penderita Gizi Buruk dan Gizi Kurang di Pulau Kijang Kecamatan Reteh, Selasa (07/09/2021).

Dalam kesempatan itu, Hj Zulaikhah Wardan yang didampingi Kabag Kesra Setda Inhil, Kapus Pulau Kijang beserta jajaran, dan Ketua TP PKK Kecamatan Reteh beserta jajaran juga memberikan sejumlah bantuan berupa asupan gizi.

Dalam wawancaranya Hj Zulaikhah Wardan mengatakan, Selaku Ketua Tim Gerakan Satu Hati Jilid 2 meninjau langsung kondisi Balita Gizi Buruk dan Balita Gizi Kurang yg ada di Kecamatan Reteh.***(Ibnu/dskm Inhil)

Gubri Tinjau Vaksinasi di BPOM Pekanbaru

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meninjau sentra vaksinasi oleh Kalbe, Kompas, Gramedia, dan BPOM RI yang dihelat di halaman BPOM Jalan Diponegoro Pekanbaru, Selasa (7/9/2021).

Dalam sambutannya, Gubri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya membantu pemerintah untuk percepatan vaksinasi di Provinsi Riau.

Ia berharap dengan pelaksanaan vaksinasi ini masyarakat dapat bersama-sama untuk melakukan vaksinasi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, ungkapnya, akan terus berupaya menyiapkan vaksin keduanya.

Adapun capaian vaksinasi di Provinsi Riau sendiri sudah mencapai 24 persen atau sekitar 1,2 juta dosis pertama.

“Untuk selanjutnya kami tetap berusaha menambah vaksin, karena sekarang ini baru 24 persen warga Riau yang telah divaksinasi,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap pelaksanaan vaksinasi juga dapat ditingkatkan kepada anak-anak sekolah. Karena anak-anak sekolah tersebut akan melaksanakan sekolah tatap muka khususnya anak SMP, SMA, dan juga perguruan tinggi.

“Harapan kami mudah-mudahan ke depannya bertambah vaksin. Anak-anak sekolah tetap menjadi prioritas kita, sementara para guru dan dosen kita pada umumnya sudah banyak yang divaksinasi,” tuturnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan vaksinasi di BPOM Pekanbaru tersedia 1.000 dosis vaksin. Yang mana 20 persen untuk ibu hamil, 20 persen untuk pelajar, dan selebihnya untuk masyarakat umum. Pelaksanaan vaksinasi  ini dimulai dari pukul 9.00 WIB.***(Rg)