Beranda blog Halaman 785

Pertama di Indonesia, Gubri Luncurkan Program Adopsi Pohon

Pekanbaru(SegmenNews.com) – Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar akan  launching adopsi pohon Riau. Pohon tersebut nantinya akan diasuh oleh perusahaan dan masyarakat yang menjaga dan melestarikannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, Mamun Murod mengatakan, program adopsi pohon ini pertama di Indonesia untuk menjaga dan melestarikan hutan.

“Program ini bisa menjadi percontohan. Karena di Indonesia baru kita yang membuat program adopsi pohon,” kata Mamun Murod, Senin (9/8/2021).

Morud menjelaskan, adopsi pohon ini ditujukan untuk memberi insentif kepada masyarakat yang menjaga dan memelihara hutan di kabupaten/kota se-Provinsi Riu.

“Harapannnya adalah ketika mereka mendapatkan insentif, maka masyarakat akan serius menjaga hutan. Dampak lainnya adalah akan memberi efek kepada masyarakat lainnya yang daerah terdapat hutan dapat dipertahankan, agar mereka bisa mendapat insentif,” ujarnya.

Murod menerangkan, insentif ini diberikan untuk mendukung kegiatan masyarakat dalam menjaga dan memelihara hutan. Kemudian untuk pemberdayaan masyarakat. Dimana pihaknya akan memberikan program sesuai dengan yang ada diwilayahnya.

Misalnya jika di wilayah itu ada pertanian atau perternakan, maka dana yang diperoleh dari adopsi ini akan digulirkan ke sana.

“Dana itu juga bisa digunakan untuk infrastruktur dan pendidikan di wilayah masyarakat tempatan. Dengan begitu dana tidak hanya digunakan untuk pribadi, tapi juga untuk membangun masyarakat di situ. Ketika ekonomi masyarakat terbangun, maka secara otomatis mereka tidak akan mengambil kayu lagi. Tapi dengan menjaga kayu mereka bisa menghasilkan uang. Kemudian uang itu bisa dikembangkan untuk berusaha dan kegiatan produktif yang bisa meningkatan perekonomian masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut Murod menjelaskan, insentif  masyarakat tersebut diperoleh dari berapa pohon yang mereka bisa jaga dan pelihara yang diadopsi oleh pihak ketiga (perusahaan). Hal ini sejalan dengan program Riau Hijau.

“Kalau harga adopsi sendiri, untuk pohon dewasa itu Rp200 ribu per tahun. Kalau masyarakat bisa menjaga 200 pohon dewasa, berarti ada sekitar Rp200 juta. Dana Rp200 juta ini yang digunakan untuk menjaga hutan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan dan infrastruktur,” sebutnya.

“Jadi uang itu yang mengelola mereka sendiri, dan tim yayasan adopsi pohon ini tidak ada sama sekali mengambil dana dari situ. Pohon yang mereka jaga dan pelihara itu adalah pohon hutan yang sudah mendapat perizinan di Perhutanan Sosial (PS). Dimana PS terdiri dari hutan desa, hutan adat, dan hutan kemasyarakatan. Tujuannya tak lain adalah agar hutan-hutan ini terjaga,” sambungnya.

Murod berharap, hal itu akan menjadi contoh masyarakat lainnya, dan mereka akan berupa melindungi hutan dengan mengajukan izin PS. Sebab kalau masyarakat sudah dapat perizinan PS itu, maka pihaknya akan atur untuk mendapat insentif adopsi pohon itu.

“Ini kita lakukan karena selama ini masyarakat yang selama ini telah mendapat perizinan PS tidak bisa berbuat apa-apa. Sementara di lain sisi, ada pihak yakni perusahaan yang mengeluarkan emisi, baik itu dari pabrik, pembukaan lahan. Jadi satu sisi ada perusahaan yang mengeluarkan emisi, dan dipihak lainnya ada masyarakat yang mempertahankan hutan tapi tidak dapat apa-apa,” paparnya.

Untuk itu, tambah Murod, pihaknya ingin mensinergikan dengan program adopsi pohon. Dengan begitu masyarakat yang menjaga hutan akan mendapat insentif dari adopsi pohon. Kemudian perusahaan yang memiliki kemampuan secara finansial bisa menjaga hutan dengan adopsi pohon.

Akhirnya sama-sama menjaga hutan.
Murod menjelaskan, PS tersebut tersebar di 13 Kesatuan Pengelola Hutan (KPH). Dinana identifikasi pihaknya, sampai saat ini sudah terdaftar 27 ribu pohon. Namun yang sudah siap terdaftar di aplikasi 1.600 pohon, dan itu yang akan kita launcing Rabu besok.

“Identifikasi pohon terdiri besar dan jenis pohon, termasuk kemampuan menyerap karbon berapa, dan itu butuh berproses. Sedangkan selebihnya tetap diproses, dan segera kita pasarankan untuk diadopsi,” jelasnya.

Kemudian pohon-pohon yang diadopsi itu akan terintegrasi dalam sistem aplikasi. Sehingga perusahaan yang mengadopsi pohon bisa mengetahui dimana posisi yang diadopsi dan kondisinya seperti apa.

“Jadi perusahaan jangan ragu mengadopsi pohon, karena dana itu bisa diaudit setiap tahun. Dan perusahaan bisa mengecek setiap saat kondisi pohon yang diadopsinya,” tutupnya.***(ADV/Kominfo Riau )

Jelang Pra Tugas, Pangdam Pantau Kesiapan Yonif 527/BY

Jelang Pra Tugas, Pangdam Pantau Kesiapan Yonif 527/BY

Surabaya(SegmenNews.com)- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto meninjau kesiapan pasukan Yonif 527/Baladhika Yudha menjelang pra tugas sebagai Satgas Pamtas Indonesia-Papua Nugini.

Setidaknya, sebanyak 450 prajurit Yonif 527 saat ini menggelar latihan
yang dipusatkan di Rindam V/Brawijaya, Kecamatan Lawang, Kabupaten
Malang, Jawa Timur.

Tampak beberapa pejabat teras Makodam turut mendampingi kunjungan yang dilakukan oleh Pangdam di lokasi itu.

“Latihannya digelar selama 14 hari. Tepatnya mulai tanggal 9 sampai
dengan 22 Agustus,” kata Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Arm Imam Haryadi ketika dihubungi melalui via seluler miliknya pada Senin sore, 09 Agustus 2021.

Pembekalan pra tugas, kata Imam, adalah salah hal yang wajib diterima
oleh setiap Satuan yang hendak ditugaskan di suatu daerah. Pasalnya,
pembekalan itu diyakini bisa meningkatkan ketrampilan, hingga
pengetahuan setiap personel sebelum diberangkatkan.

“Itu nanti jadi bekal para personel sebelum ditugaskan di suatu daerah.
Dan itu, sangat penting,” bebernya.***(rls/Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Arm Imam Haryadi)

Wagubri Edi Natar Nasution Setujui Cetak Buku dan Bangun Tiga Makam Bersejarah di Rohul

Wagubri Edi Natar Nasution Setujui Cetak Buku dan Bangun Tiga Makam Bersejarah di Rohul

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Keinginan kuat dan serius Wakil Gubernur (Wagub) Brigjen (Purn) H. Edy Afrizal Natar Nasution, S.IP. sekaligus tokoh masyarakat Rokan Hulu (Rohul), untuk mengungkap dan melestarikan sejarah Mandailing Napituhuta Kecamatan Rambah

Dengan jalan membuat buku serta membangun 3 Makam bersejarah, yaitu Makam Boru Namora Suri Andung Jati di Kaiti, Makam Namora Sinoru Gompar di Kubu Baru dan Makam Raja Tua di Batang Samo Kabupaten Rokan Hulu, menampak kan titik terang.

Hal ini dibuktikan dengan permintaan Wagubri kepada Drs Yusmar M.Si bersama Seniman dan Budayawan Rohul Junaidi Syam S.Sn MA, sebagai Panitia Seminar dan salah satu budayawan Riau asal Rokan Hulu, merumuskan hasil seminar Asal-usul Marga Nasution dan Etnis Mandailing dan merencanakan pembangunan 3 makam bersejarah sebagai bukti nyata asal usul nya di Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu.

Ekspos tersebut dilaksanakan langsung di Rumah Dinas Wagubri di Pekanbaru, Jum’at (6/8/2021). Turut hadiri dalam ekspos tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Riau Andiyanto SH MH dan Kepala Dinas PUPR Rohul Anton ST MM.

Dalam ekspos yang berlangsung selama 90 menit tersebut, Yusmar dan Jon Kobed menyajikan rancangan dan konsep sebuah buku, berdasarkan hasil pelaksanaan Seminar Asal usul Marga Nasution dan Etnis Mandailing di Kabupaten Rokan Hulu, yang di laksanakan pada tanggal 8 Januari 2020 yang lalu, dengan Judul . “Jenderal Sang Pembuka Tabir”.

Selain itu di sajikan pula rencana pembangunan 3 Makam bersejarah Marga Nasution dan etnis Mandailing di Kabupaten Rokan Hulu.

Mantan Korem 031 Riau yang bergelar Sutan Mangaraja Gompar Parlindungan ini berjanji akan mewujudkan pencetakan Buku “Jenderal Sang Pembuka Tabir” sebanyak 500 Eksemplar, untuk menjadi salah satu referensi dan pedoman bagi generasi sekarang dan yang akan datang. Khususnya sejarah marga nasution dan etnis mandailing.

“Kemudian untuk pembangunan 3 makam bersejarah tersebut, agar disusun sebuah proposal dengan perencanaan dan design nya dari Pemda Rokan Hulu kepada saya ( Wakil Gubernur Riau). Semoga dapat kita wujudkan,” kata Wagubri

Dalam Ekspose itu, Sebagai orang yang diberitugas oleh Wagubri untuk menyusun hasil seminar yang telah di laksanakan dan merencanakan 3 makam bersejarah, Drs Yusmar M.Si sebelum nya menyampaikan salam dari Bupati Rokan Hulu Bapak H. Sukiman dan Wakil Bupati H. Indra Gunawan,

Dia mengatakan suatu kehormatan kiranya bagi kami, mendapatkan kepercayaan dari Pak Wagub untuk melaksanakan pekerjaan ini dengan segala keterbatasan yang ada, dan diantara banyak pihak lain yang lebih unggul dan layak.

“Seperti yang Pak Wagub sampaikan, bahwa Rohul memiliki Potensi yang unik, Rohul ini salah satunya Kabupaten Eks Lima Raja, berarti ada kelebihannya. Ini yang mau kita gali. Kami yakin gantungan kami sudah tepat sama pak Wagub,” harap Yusmar

Sementara itu, Seniman dan Budayawan Rohul Junaidi Syam S.Sn MA atau yang akrap disapa Jon Kobed ini menjelaskan catatan Sejarah ini penting karena sebagai sebuah identitas.

“Kalau orang punya sejarah akan mudah menaikkan identitas seperti Pak Wagub. Ketika kita tidak tau sejarah, kita kehilangan apa yang mau dibuat dan untuk apa saya berbuat, seharusnya yang membuat ini orang dulu-dulunya,” terang Jon Kobet.

Dihadapan Wagub, Jon Kobet juga menjelaskan Design dan bahan-bahan pembangunan pagar makam. Setiap makam itu ada ukuran dan stratanya, designnya sudah ada, termasuk bahan baku asli Rohul seperti batu antimony yang tergolong batu yang langka, begitu juga design kerawang nya di sesuaikan dengan kerawang gaya mandailing berbentuk Geometris,” ujarnya.

Sementara bahan makam nya dari Batu Sandstone, ini batu sungai, kelas batu ini sama dengan candi muara takus,” katanya.

Setelah mendengar Ekpose tentang Pembangunan pagar makam dan Buku, Wagubri Edi Natar mengaku bangga dan mengapresiasi tinggi para Seniman dan Budayawan Rohul, karena saat ini tidak banyak orang yang memiliki ketertarikan dengan sejarah. (Pr/pitri)

Paripurna HUT ke-64 Riau, Gubri Paparkan Ekonomi Riau Alami Pertumbuhan

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pandemi Covid-19 telah menjadi bencana kesehatan dan kemanusiaan hampir dua tahun belakangan ini, yang berimbas pada semua lini kehidupan manusia. Berawal dari masalah kesehatan, dampak Covid-19 telah meluas ke permasalahan sosial, ekonomi, bahkan sektor keuangan.

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengatakan beberapa dampak ekonomi yang ditimbulkan pandemi ini, diantaranya seperti pada pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 2,07 persen dibandingkan tahun 2019.

“Namun, pada Triwulan II-2021 terhadap Triwulan II-2020 kondisi ekonomi nasional semakin membaik tumbuh sebesar 7,07 persen,” kata Gubri dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Riau dalam rangka peringatan hari jadi ke-64 Provinsi Riau Tahun 2021, Senin (9/8/2021).

Sedangkan Provinsi Riau juga mengalami kontraksi pertumbuhan ekonominya sebesar 1,12 persen pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019, pada Triwulan-II 2021 mengikuti perkembangan ekonomi nasional pada periode yang sama tumbuh sebesar 5,13 persen.

“Provinsi Riau juga merupakan provinsi dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar ke-6 di Indonesia atau terbesar ke-2 di luar Pulau Jawa. Kontribusi PDRB Provinsi Riau terhadap total PDRB seluruh provinsi di Indonesia sebesar 4,62 persen pada tahun 2020,” jelasnya.

Berdasarkan pertumbuhan ekonomi yang diukur dari PDRB Provinsi Riau dari sisi lapangan usaha, sektor yang memberikan kontribusi terbesar untuk meningkatkan perekonomian Provinsi Riau yakni Industri Pengolahan sebesar 28 persen.

Kontribusi terbesar kedua adalah sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 26,38 perssn.

Kontribusi terbesar ketiga sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 20,14 persen. Kontribusi terbesar keempat sektor Perdagangan dan Reparasi sebesar 9,84 persen dan kontribusi terbesar kelima ialah sektor Kontruksi sebesar 8,98 persen.

Capaian indikator makro pembangunan di Provinsi Riau pada masa pandemi COVID-19, Alhamdulillah masih tergolong baik jika dibandingkan dengan 33 Provinsi di Indonesia, terutama Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2020 sebesar 72,71 kategori tinggi atau peringkat ke tujuh secara nasional.

“Meskipun menurun sebesar 0,29 poin dibandingkan tahun 2019 (73,00) poin. Penurunan IPM Riau tersebut sangat dipengaruhi oleh turunnya rata-rata pengeluaran per kapita, yaitu dari 11,26 juta Rupiah pada tahun 2019 menjadi 10,68 juta Rupiah pada tahun 2020,” tukasnya.***(MCR)

Door to Door Sosialisasikan Protokol Kesehatan di Perbatasan

Door to Door Sosialisasikan Protokol Kesehatan di Perbatasan

Papua(SegmenNews.com)- Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY saat ini gencar mensosialiasikan adanya protokol kesehatan.

Strategi door to door ke rumah warga pun dilakukan guna mewujudkan
disiplin protokol kesehatan di perbatasan Indonesia-Papua Nugini itu,
tepatnya di Kabupaten Keerom, Papua.

Demikian dijelaskan Dansatgas Pamtas, Letkol Inf Taufik Hidayat ketika
di konfirmasi melalui via seluler miliknya pada Senin, 09 Agustus 2021
pagi.

“Semua pasukan kita kerahkan, terutama petugas Kesehatan atau medis,” kata Dansatgas.

Sosialiasi, kata dia, harus dilakukan dengan cara yang humanis.
Pasalnya, melalui cara itu dia meyakini jika nantinya akan terbentuk
kesadaran masyarakat, terutama untuk patuh pada protokol kesehatan.

“Sosialiasi itu harus dilakukan dengan cara yang persuasif dan mengedukasi,” tegasnya.***(rls/Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY, Letkol Inf Taufik Hidayat)

Kepala BNPB Puji Inisiasi Korem 031/WB Dirikan Dapur Umum

Kepala BNPB Puji Inisiasi Korem 031/WB Dirikan Dapur Umum

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito memuji inisiasi Danrem 031 Wira Bima (WB), Brigjen TNI M Syech Ismed bersama dengan Kapolda dan Pemprov Riau mendirikan dapur umum untuk membantu warga Pekanbaru yang terdampak Covid-19.

Hal itu disampaikan Ganip kepada wartawan di sela meninjau Dapur Umum di komplek Gedung Kerapatan Adat LAM Riau, Minggu (8/8/2021).

Dia juga memuji kesigapa petugas yang bekerja menyiapkan makanan dan didistribusikan langsung kepada masyarakat. Sehingga bantuan paket sembako itu bisa tepat sasaran dan sampai kepada warga yang membutuhkan.

“Inisiatif ini cukup bagus yang bisa terus ditingkatkan untuk masyarakat kita yang terdampak pandemi Covid-19,” ucapnya.

Saat peninjauan itu, Kepala BNPB ini didampingi Gubernur Riau, Syamsuar, Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed, Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Effendi, Ketua MKA LAM Riau Datuk Sri Al Azhar serta pejabat anggota Forkopimda Riau lainya.

Jenderal bintang tiga ini, juga mengaku sangat terkesan dengan semangat bergotong royong perangkat daerah di Riau, mulai dari Pemprov Riau, Forkopimda serta pihak swasta lainya dalam penanganan Covid-19.

Ditambah lagi, semua ini merupakan swadaya sendiri tanpa menunggu perintah dan bantuan dari pusat. “Maka itu saya sangat terkesan dengan Riau.

“Selain masyarakatnya yang ramah, kekompakannya juga luar biasa, yang juga bisa jadi contoh bagi daerah kita yang lain dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Selain itu jelasnya, selama berada di Riau ia telah telah mengunjungi berbagai persiapan penanganan Covid-19 yang dilaksanakan Pemprov bersama Forkopimda dan Kabupaten Kota di Riau.

Mulai dari penerapan Protokol Kesehatan, penyediaan ruang isolasi sampai pelayanan perawatan untuk pasien yang terpapar Covid-19. Termasuk pelaksanaan vaksinasi yang antusias masyarakat Riau sangat tinggi dan terus meningkat.

Sementara, Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed mengatakan, sesuai target sebelumnya untuk dapur umum ini akan terus ditingkatkan dan diupayakan berjalan hingga pandemi Covid-19 berakhir di Riau.

“Ini juga untuk masyarakat kita yang saat ini membutuhkan uluran tangan akibat terdampak Covid-19,” jelasnya.

Beberapa hari sebelumnya, kata Danrem, dukungan untuk dapur umum ini mulai terus mengalir dari masyarakat maupun pengusaha kita yang ada di Riau.

“Selain mengucapkan terimakasih, kita juga berharap kedepan dukungan ini terus meningkat. Sehingga bantuan kepada masyarakat kita bisa lebih maksimal lagi yang sebelumnya kita targetkan 1.000 bungkus perhari,” tutup Danrem.

Di kesempatan sama, Panglima Madya Penggawa LAM Riau, Datuk Yudi Syafrudin mengucapkan selamat datang kepada Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito di Bumi Lancang Kuning.

“Semoga kehadiran Kepala BNPB di Riau dapat memberikan semangat untuk percepatan penanggulangan Covid 19,” tuturnya.

Yudi juga berharap semoga dengan peninjauan ini dapat mendorong para donatur untuk turut bahu membahu mengulurkan tangan memberikan batuan untuk sesama warga Riau yg terdampak Covid 19. ***(Rls)

YTWU dan JKPN Kolaborasi Dakwah Pinggiran

YTWU dan JKPN Kolaborasi Dakwah Pinggiran

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Yayasan Tabungan Wakaf Ummat (YTWU) binaan Ustadz Abdul Somad berkolaborasi dengan Yayasan Jejak Kaki Peduli Negeri (JKPN) binaan KAKI Group galak kan dahwah di pinggiran kota Pekanbaru Kampar.

Selain mengadakan pengajian untuk masyarakat dalam mendalami ilmu agama, YTWU dan JKPN juga berbagi sembako untuk masyarakat desa Karya Indah perbatasan Pekanbaru Kampar, Sabtu (7/8/2021). Selain YTWU dan JKPN kegiatan ini juga di support oleh PT.Kampung Aren Kurma Indonesia dan Hijrah Bikers Community binaan Ustadz Doni Putra.

Pada kesempatan ini YTWU dan JKPN berbagi sebanyak 30 paket sembako, terdiri dari beras, minyak goreng, sarden, gula, mie dan lainnya.

“Saat pandemi yang berkepanjangan ini, perlu sebagian kita yang memiliki untuk saling berbagi. sehingga saudara kita yang susah mendapat semangat kepedulian dari sesama kita ummat Islam,” jelas Koordinator Filantropi JKPN Affan saat sambutan di Kebun Milenial Tanpa Riba PT.Kampung Aren Kurma Indonesia.

Senada dengan itu, Ustadz Dr. Doni Putra, Lc,. M.Hum (UDP) mengatakan, hendaknya setiap ummat Muslim menjaga hubungan baik dengan sesama. karena kesuksesan dunia akhirat itu didapat bukan hanya menjaga hubungan baik dengan Allah, tapi juga menjaga hubungan baik sesama manusia.

“Jaga hubungan baik dengan tetangga, dengan saudara, dengan kerabat kerja dan seterusnya. saling membantu sesama, apalagi dalam kondisi sulit pandemi corona ini, langkah berbagi sembako YTWU dan JKPN sebagai wujud hablumminannas,” jelas UDP saat mengisi kajian di Kebun Milenial Tanpa Riba PT.KAKI.

Dalam kesempatan yang sama Direktur PT.Kampung Aren Kurma Indonesia Ahlul Amalsyah menyampaikan, Kajian rutin Sabbura diadakan setiap bulan awal pekan di Kebun Milenial Tanpa Riba. Selain itu, kedepan akan diadakan Pondok Karantina Qur’an Al Hamasah, yaitu program hafal Qur’an selama 6 bulan untuk 6 orang peserta angkatan pertama.

“Untuk Kepala Pondok Karantina Qur’an dibawah Yayasan JKPN ini kita amanahkan pada Ustadz Harris, beliau Hafidz 30 juz yang bersanad Insyallah. dan program ini kita gratis kan, program ini 100 % di support PT.KAKI serta Masjid Amal Maghfiroh dan donatur Filantrofi JKPN,” jelas Ahlul. (red)

Petahana M.Nur Calon Kades Penyagun Sadang Nomor Urut Dua Siap Tampung Aspirasi Masyarakat

Petahana M.Nur Calon Kades Penyagun Sadang Nomor Urut Dua Siap Tampung Aspirasi Masyarakat

Meranti(SegmenNews.com)– Sah sudah, petahana M.Nur Calon Kepala Desa Penyagun di Kepulauan Meranti menyandang nomor urut dua setelah ditetapkan sebagai Calon pada 3 Agustus Tahun 2021 di Aula Kantor Desa Penyagun.

Selain itu, turut hadir dari Dinas Pemerintah Desa (PMD), pihak Kecamatan, Kapolsek, Babinsa Babinkantibmas, BPD Desa Penyagun dan Kepala Dusun serta Tokoh Masyarakat dan tim pendukung calon masing – masing Calon Kepala Desa Penyagun.

Dalam penetapan nomor urut calon Selasa (3/8/21) kemarin, M.Nur sebagai petahana memperoleh nomor urut 2, mulai mengatur strategi untuk berkompetisi dengan bacalon lainya.

M.Nur yang dikonfirmasi
mengenai hal tersebut membenarkan jika penghujung masa jabatannya lalu kembali berniat untuk maju pada priode berikutnya.

“Saya berniat maju untuk menyesaikan Program- Program yang belum 100 persen dan menambahkan Program- Program untuk meningkatkan Perekonian Masyarakat dan Inprastrurur Pertanian serta Pariwisata dan Pelayanan perkantoran dengan sistem pelayanan dengan hati cepat tranparansi untuk Masyarakat Desa Penyagu,” kata M.Nur Kepada media ini Jumat (6/8/2021) malam.

M.Nur juga mengatakan kami mempunya visi agar terujudnya masyarakat desa penyagun yang adil makmur sejahtera bermatabat dan tranparan dalam angaran pembagunan desa.

“Kalau Misi kami memperdayakan semua pontensi masyarakat yang ada meliputi swadaya manusia (SDA) yang baik, Pembedayaan sumber saya alam (SDA), pemberdayaan ekonomi masyarakat mencipatakan kondisi masyarakat Desa penyagun yang aman tertib dan rukun dalam kehidupan masyarakat dan mencipatakan pelayanan yang prima serta berkerjasama dengan pemerintah pusat dalam membagun Desa Penyagun,” Jelas M.Nur.

Ia berharap, dalam kositen persaingan pilkades Tahun ini dapat bersaing dengan sehat serta tidak saling menjatuhkan dan pilkades yang aman damai bermatabat di Desa Penyagun itu sendiri.(Bom)

Perjanjian Kerjasama OPD, Upaya Pemkab Inhil Tingkatkan Layanan Administrasi Kependudukan

Tembilahan(SegmenNews.com)- Dalam rangka mewujudkan tertib Administrasi Kependudukan secara Nasional dan peningkatan Pelayanan Administrasi Kependudukan, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdupencapil) melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (5/8/2021).

PKS yang dilakukan ini bertempat di lantai 5 Aula Kantor Bupati Jl.Akasia No.1 yang disaksikan Wakil Bupati H.Syamsuddin Uti didampingi Asisten I Setda Inhil antara Disdukcapil dengan 9 Pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Inhil turut dihadiri Kepala Inspektorat dan beberapa Pejabat Eselon.***(Galeri/Diskominfo Inhil)

Berikut Galeri Fotonya:

Perjanjian Kerjasama OPD, Upaya Pemkab Inhil Tingkatkan Layanan Administrasi Kependudukan
Perjanjian Kerjasama OPD, Upaya Pemkab Inhil Tingkatkan Layanan Administrasi Kependudukan

Wakil Bupati H.Syamsuddin Uti memberikan arahan peningkatakan layanan
Perjanjian Kerjasama OPD, Upaya Pemkab Inhil Tingkatkan Layanan Administrasi Kependudukan
Wakil Bupati H.Syamsuddin Uti berfoto bersama OPD

Kasrem Erwin Rustiawan Pelototi Penggunaan Aplikasi Silacak

Kasrem Erwin Rustiawan Pelototi Penggunaan Aplikasi Silacak

Surabaya(SegmenNews.com)- Kepala Staf Korem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Erwin Rustiawan secara betul mengamati sistem penerapan aplikasi Silacak dan inaRISK.

Aplikasi itu, nantinya menjadi senjata utama bagi aparat Babinsa di
wilayah teritorialnya dalam melakukan 3T yang sebelumnya sudah
ditegaskan oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, beberapa
waktu lalu.

“Aplikasi itu nantinya bisa digunakan untuk mencari dan memantau kontak
erat dari kasus yang terkonfirmasi secara cepat dan akurat,” ujar Kasrem
dalam vicon yang berlangsung di Makorem. Kamis, 05 Agustus 2021.

Babinsa, kata Kasrem, menjadi ujung tombak bagi TNI-AD dalam upaya
penanggulangan pandemi. Menurutnya, kedua aplikasi itu dinilai sangat
efektif untuk dijadikan senjata bagi para Babinsa ketika melaksanakan
tugasnya di lapangan nanti.

“Babinsa harus meng-upate setiap data yang diterima. Itu sudah
kewajiban,” tegasnya.

Tak hanya itu saja, dirinya juga mengimbau para Babinsa untuk tetap
memperkuat sinergitas yang selama ini sudah terjalin dengan baik dalam
upaya penanggulangan pandemi. Ia menilai, sinergitas merupakan modal
utama dalam memutus rantai penyebaran Covid. “Ini sangat penting, dan
itu harus bisa tetap dijaga oleh semua pihak,” pintanya.***(rls/Kapenrem084/Bhaskara Jaya, Mayor Inf Atjep Hindarsjah)