Beranda blog Halaman 85

Bupati Kuansing: Sinergi Legislatif dan Eksekutif Kunci Utama Pembamgunan

Teluk Kuantan(SegmenNews.com)- Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Dr. H. Suhardiman Amby, MM, menghadiri rapat paripurna penyampaian pendapat akhir DPRD terhadap ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2024, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kuantan Singingi, Jum’at (11/07).

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuantan Singingi secara resmi menyetujui dan mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama dan dukungan seluruh pimpinan dan anggota DPRD selama proses pembahasan hingga disahkannya Ranperda tersebut.

“Kami, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD atas kerja sama yang solid selama pembahasan Ranperda ini. Sinergi yang positif antara legislatif dan eksekutif merupakan kunci utama dalam mendorong pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Suhardiman Amby dalam pidatonya.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, serta memastikan bahwa setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif dan tepat sasaran.

Agenda paripurna diakhiri dengan penandatanganan berita acara persetujuan bersama antara Pemerintah Daerah dan DPRD, serta penyerahan dokumen pertanggungjawaban oleh Ketua DPRD kepada Bupati Kuantan Singingi. Prosesi ini disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda), Forkopimda, jajaran Instansi Vertikal, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pejabat eselon 3 serta insan pers yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dengan telah disahkannya Ranperda ini, diharapkan dapat menjadi pijakan dalam pengelolaan keuangan daerah yang semakin baik dan berintegritas, serta memperkuat langkah-langkah pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat Kuantan Singingi.***(inf)

Bupati Kuansing Hadiri Pembahasan Hak Hidup Masyarakat Disekitar TNTN Bersama BAM DPR RI

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Komitmen memperjuangkan hak-hak masyarakat desa yang tinggal di sekitar kawasan konservasi kembali mengemuka dalam kunjungan kerja Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI ke Provinsi Riau.

Salah satu agenda utama adalah mendengarkan langsung keluhan dan harapan warga yang selama ini hidup berdampingan dengan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), kawasan yang memiliki nilai ekologi tinggi namun menyimpan dinamika sosial berkepanjangan.

Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM bersama Ketua DPRD Kuansing hadir secara langsung dalam forum penting ini yang digelar pada Kamis (10/7/25), bertempat di Kantor Gubernur Riau.

Kehadiran kepala daerah dari kabupaten yang berbatasan langsung dengan kawasan TNTN menjadi isyarat kuat bahwa persoalan ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal keberlangsungan hidup masyarakat yang selama puluhan tahun telah menjadikan kawasan tersebut sebagai bagian dari ruang mereka.

Taman Nasional Tesso Nilo sendiri diresmikan pada tahun 2004 dan terletak di wilayah Kabupaten Pelalawan dan sebagian Kabupaten Indragiri Hulu.

Kawasan ini ditetapkan sebagai salah satu hutan dataran rendah terkaya di dunia, rumah bagi satwa langka seperti gajah Sumatra dan harimau Sumatra. Namun, sejak awal pendiriannya, TNTN menghadapi dilema, seperti bagaimana menjaga kelestarian ekosistem, sekaligus menjawab realitas bahwa ribuan warga telah tinggal dan menggantungkan hidup di dalam atau di sekitar kawasan tersebut, jauh sebelum status taman nasional disahkan.

Permasalahan mulai mencuat ketika kebijakan pelestarian yang ketat diterapkan tanpa skema transisi sosial yang matang.

Ribuan hektare lahan yang telah digarap masyarakat untuk pertanian dan perkebunan diklaim sebagai bagian dari kawasan konservasi. Hal ini menimbulkan ketegangan antara kepentingan pelestarian lingkungan dengan hak-hak dasar warga, termasuk akses terhadap tanah, sumber penghidupan, serta jaminan keamanan dari konflik satwa liar.

Dalam forum ini, DPR RI mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi dari perwakilan daerah, termasuk dari Bupati Kuantan Singingi (KUANSING).

Harapannya, akan ada pendekatan yang lebih adil dan solutif dalam menyikapi kompleksitas Tesso Nilo. Tidak hanya melalui penegakan hukum dan konservasi semata, tetapi juga melalui kebijakan yang mengedepankan dialog sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pemetaan ulang kawasan secara partisipatif.

Sebagaimana disampaikan oleh berbagai pemangku kepentingan dalam rapat tersebut, pengelolaan TNTN di masa depan harus mampu menjawab tantangan ekologi dan sosial secara seimbang.

Upaya pelestarian tidak boleh meminggirkan warga yang telah lama menjadi bagian dari lanskap tersebut. Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, DPR, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan keadilan ekologis sekaligus keadilan sosial di bumi Lancang Kuning.***(inf)

Kunjungi Menpar RI, Bupati Kuansing Perkuat Dukungan Pusat Terhadap Budaya dan Pariwisata Daerah

Jakarta(SegmenNews.com)- Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Dr. H. Suhardiman Amby, MM, melakukan kunjungan resmi ke Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Rabu (9/6/2025).

Kunjungan ini merupakan rangkaian dari lawatannya ke kementerian terkait dalam upaya memperkuat dukungan pusat terhadap pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata daerah.

Kedatangan Bupati Kuansing beserta rombongan disambut langsung oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, di Gedung Sapta Pesona Jakarta.

Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kolaborasi, Menpar menyampaikan ketertarikannya terhadap kekayaan budaya Kabupaten Kuansing, khususnya tradisi Pacu Jalur yang telah masuk dalam daftar Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) tahun 2025.

“Saya sangat ingin menyaksikan langsung kemeriahan dan kearifan lokal dari Festival Pacu Jalur di Kuantan Singingi. InsyaAllah, saya akan hadir bersama Wakil Menteri, Ibu Ni Luh Puspa, pada Agustus mendatang,” ungkap Menpar Widiyanti Putri Wardhana di hadapan Bupati Suhardiman Amby.

Bupati Kuansing menyambut baik pernyataan Menpar dan menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Kuansing. “Kehadiran Ibu Menteri dan Ibu Wamen tentu akan menjadi semangat tambahan bagi masyarakat Kuansing dalam menyambut Festival Pacu Jalur tahun ini. Kami merasa sangat terhormat,” ujar Suhardiman Amby.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kuansing, Drs. Azhar, serta penari Pacu Jalur (Togak Luan), Rayyan Arkhan Dhika, yang turut memperagakan gerakan tari aura farming. Menariknya, Menpar dan Wamenpar pun ikut mencoba memperagakan gerakan khas budaya Kuansing tersebut, dipandu langsung oleh Dhika, disambut tepuk tangan hangat dari seluruh peserta audiensi.

Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah Kuantan Singingi dan Kementerian Pariwisata dalam mempromosikan potensi wisata dan budaya lokal ke tingkat nasional maupun internasional.***(inf)

BMKG Riau Imbau Waspada Hujan Lebat Disertai Petir

Kantor BMKG Pekanbaru (foto:hasran/segmennews)

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprakirakan kondisi cuaca di Provinsi Riau pada Kamis, 10 Juli 2025, didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan pada pagi hingga siang hari.

Meski begitu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang pada sore, malam hingga dini hari.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Anggun R, menyampaikan bahwa pada pagi hari, cuaca di Riau umumnya cerah hingga cerah berawan. Namun, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah perairan Selat Melaka.

Memasuki siang hingga sore hari, cuaca cerah berawan masih mendominasi, tetapi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu.

Pada malam hari, hujan ringan hingga sedang juga berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lainnya, di antaranya Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, serta Pelalawan.

Sedangkan pada dini hari, cuaca diprakirakan berawan hingga udara kabur. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi kembali mengguyur beberapa wilayah, seperti Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir pada sore atau malam hari,” ujar Anggun R.

Suhu udara di Riau pada hari ini berkisar antara 23,0 hingga 34,0 derajat Celsius, dengan kelembapan udara yang tinggi mencapai 60 hingga 98 persen. Angin umumnya bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

“Untuk kondisi perairan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau tergolong rendah, sehingga aktivitas pelayaran masih relatif aman,” jelasnya.

Sementara itu, hasil pemantauan titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera pada pukul 23.00 WIB tercatat sebanyak 106 titik. Sebaran titik panas tersebut meliputi Aceh sebanyak 1 titik, Sumatera Utara 10 titik, Kepulauan Riau 3 titik, Sumatera Barat 13 titik, Sumatera Selatan 22 titik, Jambi 27 titik, Bengkulu 11 titik, Lampung 11 titik, serta Riau 8 titik.

Di Riau, delapan titik panas tersebut tersebar di Kabupaten Rokan Hilir 1 titik, Rokan Hulu 2 titik, Siak 2 titik, Kota Dumai 2 titik, dan Kuantan Singingi 1 titik. Keberadaan titik panas ini menjadi perhatian serius, mengingat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat meningkat saat musim kemarau.

“BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar dan terus memperhatikan informasi cuaca resmi dari BMKG sebagai upaya pencegahan bencana kebakaran maupun dampak cuaca ekstrem,” imbaunya.

Dengan kondisi cuaca yang dinamis dan potensi hujan yang cukup merata, masyarakat diharapkan dapat merencanakan aktivitas dengan lebih bijak dan selalu mengutamakan keselamatan. ***(mr)

Pemkab Inhil Dukung Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung

Pemkab Inhil Dukung Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung

Tembilahan Hulu(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Hal ini ditandai dengan keikutsertaan Kabupaten Inhil dalam kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2025 yang dilaksanakan secara nasional pada Rabu (09/07/2025).

Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, SE., MT, yang diwakili oleh Umar Hamdi, menghadiri langsung kegiatan penanaman jagung di lahan pertanian Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan penanaman serentak jagung yang dilaksanakan secara daring dan serempak di seluruh Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah unsur penting daerah, di antaranya perwakilan dari Kodim 0314/Inhil, Polres Inhil, Kepala Dinas Perkebunan, Bulog, serta unsur Forkopimcam Kecamatan Tembilahan Hulu.

Kegiatan penanaman jagung ini tidak hanya menjadi simbol dari semangat gotong royong petani dan pemerintah, tetapi juga langkah konkret dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Penanaman ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian lokal serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya para petani jagung di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat, diharapkan program penanaman jagung ini dapat terus berkembang dan menjadi penggerak utama sektor pertanian yang berkelanjutan di Inhil.***(sup/hm)

Berkah Pacu Jalur Mendunia, Bupati: Ini Buah Kerja Rakyat, Tiktoker, Jurnalis, hingga Konten Kreator

Kuansing(SegmenNews.com)- Tradisi budaya Pacu Jalur, lomba dayung perahu tradisional yang menjadi ikon Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, kini mendunia. Setelah ramai di media sosial seperti TikTok, YouTube, hingga Instagram, Pacu Jalur kini juga resmi tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) nasional oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasinya terhadap tradisi tersebut yang dinilai sarat makna, atraktif, sekaligus menghibur.

“Kementerian Kebudayaan sudah mencatatkan Pacu Jalur sebagai warisan budaya takbenda nasional, jadi namanya WBTB Indonesia, dan itu sudah lama,” kata Fadli, Selasa (8/7/2025), dikutip dari Antara.

Ia juga menyoroti kekhasan Pacu Jalur yang tidak sekadar lomba dayung, tapi juga menghadirkan atraksi budaya melalui ekspresi dan gerakan ritmis para pendayung.

“Menurut saya itu organik, ekspresif, menyesuaikan irama pacu sekaligus melakukan gerakan atraktif. Di ujung perahu, menjaga keseimbangan itu tidak mudah,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Kuansing Suhardiman Amby menyebut kesuksesan Pacu Jalur menembus perhatian publik nasional dan dunia sebagai berkah dan buah kerja keras bersama.

“Ini keberkahan. Buah dari kerja keras rakyat Kuansing. Semua punya peran—konten kreator, tiktoker, selebgram, youtuber, media massa lokal dan nasional. Semuanya berkontribusi aktif memviralkan Pacu Jalur,” ujar Suhardiman.

Tak hanya membawa pengakuan budaya, viralnya Pacu Jalur juga berdampak nyata pada perekonomian lokal.

“Warung pecal kita laku, kedai nasi ramai, warung kelontong ikut hidup. Para pemilik penginapan mendapat berkah. Ini bukti wisata budaya memberi kehidupan,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi peran semua pihak, dari masyarakat biasa hingga aparatur pemerintah.

“Dari grup WA warga, para pelajar, mahasiswa, perangkat desa, hingga aparatur pemerintah. Tak disebut nama, tak disebut gelar—semua adalah pejuang budaya. Semoga Allah SWT membalas dengan kelapangan hati dan rezeki yang berkah,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Suhardiman mengajak seluruh warga Kuansing untuk menjaga warisan budaya dan memberikan kesan terbaik kepada setiap pengunjung.

“Mari kita jaga budaya kita. Layani tamu-tamu dengan baik, agar mereka tahu bahwa orang Kuansing ramah dan peduli,” tegasnya. (Inf)

HMI Rokan Hulu Jalin Sinergi dengan MDTA Al-Hikmah, Alfajar: Dorong Pengabdian Kader di Dunia Pendidikan

HMI Rokan Hulu Jalin Sinergi dengan MDTA Al-Hikmah, Alfajar: Dorong Pengabdian Kader di Dunia Pendidikan

Rohul(Segmennews.com)– Dalam upaya memperkuat hubungan kelembagaan dan meningkatkan kontribusi nyata di tengah masyarakat, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Rokan Hulu melakukan kunjungan silaturahmi dan sinergi ke Majelis Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al-Hikmah, Pasir Pengaraian.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen HMI untuk turut andil dalam pengembangan pendidikan Islam di Rokan Hulu, khususnya melalui pengabdian kader-kadernya yang siap mengajar dan berbagi ilmu di lingkungan MDTA Al-Hikmah.

Kedatangan rombongan pengurus HMI Cabang Rokan Hulu disambut hangat oleh pihak MDTA Al-Hikmah. Dalam suasana penuh kekeluargaan, kedua pihak berdiskusi seputar isu sosial, pendidikan, serta peluang kolaborasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan agama.

Ketua Umum HMI Cabang Rokan Hulu, Al Fajar, menyampaikan bahwa sinergi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kontribusi HMI dalam pengembangan masyarakat.

“Kami berharap sinergi ini tidak hanya mempererat hubungan antar-lembaga, tetapi juga menjadi wadah pengabdian kader-kader HMI dalam dunia pendidikan. Kader kami siap terjun langsung untuk mengajar di MDTA Al-Hikmah, demi peningkatan kualitas pendidikan di sana,” ujar Fajar kepada Segmennews.com, Rabu (9/7/2025).

MDTA Al-Hikmah sendiri merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran strategis dalam membina generasi muda yang berakhlak dan berilmu. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan proses pembelajaran semakin berkualitas dan berdampak luas bagi masyarakat.

HMI Cabang Rokan Hulu menyatakan komitmennya untuk terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, baik lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan maupun instansi pemerintah, dalam rangka memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah melalui jalur pendidikan dan sosial.***

Akselerasi Transisi Energi PLN Peroleh Apresiasi pada Ajang IBEA 2025

Jakarta(SegmenNews.com)- Komitmen PT PLN (Persero) dalam mempercepat transisi energi nasional kembali mendapat sorotan positif. Dalam ajang _Indonesia Best Electricity Award_ (IBEA) 2025, PLN memperoleh apresiasi berupa penghargaan sebagai _Leading National Company Committed for Implementing Energy Transition in Indonesia_ atas komitmen dan keseriusannya dalam mendorong akselerasi transisi energi di Indonesia.

Apresiasi ini diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Juri IBEA 2025, Tumiran, didampingi Ketua Dewan Pakar Majalah Listrik Indonesia, Herman Darnel Ibrahim, kepada Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, yang hadir mewakili perusahaan di malam puncak IBEA yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, (4/7)

Menurut Tumiran, PLN layak menerima penghargaan ini karena peran strategisnya dalam mendorong berbagai inisiatif transisi energi, mulai dari pengembangan pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), digitalisasi sistem kelistrikan, pembangunan ekosistem kendaraan listrik, hingga penyediaan layanan energi hijau seperti _Renewable Energy Certificate_ (REC) dan _Green Booster_

“PLN tidak hanya aktif di sisi hulu, tetapi juga membangun kolaborasi nasional dan internasional untuk mempercepat tercapainya target _Net Zero Emissions_ Indonesia pada 2060,” tegas Tumiran.

Ia juga menyatakan bahwa IBEA 2025 bukan hanya ajang penghargaan, tetapi ruang untuk mendorong inovasi di sektor energi.

“IBEA 2025 menjadi ajang pencarian inovasi-inovasi industri dalam negeri. Harapannya, industri lokal bisa mendapat dukungan dari pemerintah untuk menjadi prioritas dalam meningkatkan energi bersih di Indonesia. Selain itu, anak-anak Indonesia juga harus disiapkan sebagai SDM unggul agar mampu menjadi tenaga kerja terampil di sektor energi bersih,” tutur Tumiran.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, yang hadir mewakili Menteri ESDM, menyampaikan optimismenya terhadap kemampuan Indonesia dalam mencapai ketahanan energi dengan memanfaatkan potensi EBT yang melimpah.

“Kita punya potensi hidro, panas bumi, bioenergi, angin, bahkan laut dan nuklir yang kini juga mulai masuk dalam RUPTL terbaru. Jadi, dari sisi _reliability_ dan keekonomian, EBT tidak perlu lagi diragukan,” kata Dadan.

Mewakili Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto mengatakan, apresiasi ini menjadi pelecut para insan PLN dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada energi nasional.

“Apresiasi ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus mendorong transisi energi. Upaya kita tidak hanya untuk menurunkan emisi karbon dan mencapai _Net Zero Emissions_ 2060 atau lebih cepat, tetapi juga untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Adi.

Ia menegaskan bahwa PLN siap menjalankan RUPTL 2025–2034 yang menargetkan porsi EBT sebesar 61% (42,6 GW), termasuk penambahan kapasitas melalui teknologi _Battery Energy Storage System_ (BESS) dan PLTA Pumped Storage sebesar 10,3 GW.

“Sebagai motor transisi energi nasional, kami akan menjalankan RUPTL hijau secara masif dan terintegrasi. Penghargaan ini menjadi pemacu semangat bagi kami untuk bergerak lebih cepat. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi bersama PLN dalam mewujudkan masa depan energi Indonesia yang bersih dan berkelanjutan,” pungkas Adi.***(rl)

Penerimaan Pajak Bruto Riau Tumbuh 5,65% di Mei 2025

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Riau berhasil menghimpun penerimaan pajak sebesar Rp5,66 triliun hingga akhir Mei 2025. Jumlah ini setara dengan 31,88% dari target tahunan sebesar Rp17,75 triliun.

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Riau, Bambang Setiawan, menjelaskan bahwa target penerimaan tahun ini memang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya penyesuaian sesuai dengan Pasal 464 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024.

“Sejak Januari 2025, administrasi perpajakan untuk masa pajak dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) wajib pajak cabang dilakukan secara terpusat dengan NPWP sesuai domisili,” ujar Bambang dalam keterangan resminya, Selasa (8/7/2025).

Meski demikian, penerimaan bruto pajak pada Mei 2025 tercatat tumbuh 5,65% dibanding periode yang sama tahun lalu. Secara rinci, kelompok pajak PPN secara neto mengalami kontraksi sebesar 10,6%. Penurunan juga terjadi pada kelompok pajak PPh yang turun 2,63%, utamanya disebabkan oleh penyesuaian pada penerimaan PPh Pasal 21 dan PPh Pasal 25/29 Badan.

Namun demikian, pertumbuhan signifikan tercatat pada kelompok pajak lainnya, yaitu sebesar 33,61%. Pertumbuhan ini terutama berasal dari penerimaan bunga penagihan dan deposit pajak.

Sementara itu, terkait kepatuhan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, hingga akhir Mei 2025 telah terkumpul 344.615 SPT atau 76,18% dari target 443.506 SPT.

Rinciannya, SPT Tahunan Orang Pribadi Karyawan mencapai 275.061, SPT Orang Pribadi Non-Karyawan sebanyak 49.042, dan SPT Badan tercatat 20.512.

“Kami mengapresiasi para wajib pajak yang telah patuh melaporkan SPT Tahunan. Ini menunjukkan kesadaran pajak masyarakat Riau semakin baik,” ucap Bambang.

Untuk menghadapi dinamika ekonomi 2025, DJP Riau berkomitmen terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga, asosiasi, dan berbagai pihak lainnya untuk memenuhi target penerimaan negara dari sektor perpajakan,” pungkas Bambang.***(mr)

Kejati Riau Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Penyeberangan Sagu sagu Lukit

Kejati Riau Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Penyeberangan Sagu sagu Lukit

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Sagu-sagu Lukit Tahap V senilai Rp26 miliar. Terhadap para tersangka langsung dilakukan penahanan.

“Ketiga tersangka tersebut masing-masing berinisial MRN, HN, dan RN. Dari ketiganya, dua orang merupakan pihak swasta, yakni MRN dan HN, sementara RN merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Riau Kementerian Perhubungan,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Zikrullah bersama-sama Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Fauzi Marasabessy, Plt Asisten Intelijen, Tomy Busnarma dan Kasi Kasi Pengendalian Operasi pada Bidang Pidsus, Herlina Samosir dalam konferensi yang digelar, selasa (8/7) malam

Disampaikan Zikrullah, penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan tim penyidik pada Bidang Pidsus Kejati Riau. Terhadap ketiganya juga dilakukan penahanan.

“Alasan penahanan, untuk mempermudah proses penyidikan yang tengah berjalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 KUHAP,” sebut Zikrullah.

“Para tersangka dititipkan di Rutan Sialang Bungkuk untuk 20 hari ke depan,” sambungnya menegaskan.

Dari informasi yang dihimpun, perkara yang diusut adalah dugaan korupsi pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Sagu-sagu Lukit Tahap V Tahun Anggaran (TA) 2022-2023. Kegiatan tersebut berada di BPTD Kelas II Riau.

Adapun pelaksana kegiatan adalah PT Berkat Tunggal Abadi – PT Canayya Berkat Abadi, KSO. Sementara nilai pekerjaan adalah Rp25.955.630.000 dengan masa pekerjaan adalah 365 hari, terhitung dari 15 November 2022 hingga 14 November 2023.

Atas pekerjaan itu diketahui telah dilakukan 3 kali addendum, termasuk penambahan nilai kontrak menjadi Rp26.787.171.000, dan pemberian perpanjangan waktu pengerjaan selama 90 hari dari tanggal 15 November 2023 hingga 12 Februari 2024.

Meski begitu, perusahaan pelaksana tak kunjung mampu menyelesaikan pekerjaan, sehingga proyek tersebut mangkrak dan belum bisa difungsikan.

Disinyalir, banyak pengadaan barang yang tidak namun tetap dibayarkan. Juga, material on site dibayarkan 100 persen, sementara barang tersebut belum ada di lapangan.

“Kerugian keuangan negara sebesar Rp12,5 miliar berdasarkan perhitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan BPKP,” imbuh Zikrullah.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Penyidik tentunya segera merampungkan berkas perkara terhadap para tersangka,” pungkas Zikrullah.***(rn)