Beranda blog Halaman 876

Bupati Kepulauan Meranti Kunjungi PT BAA Bangka Belitung

Bupati Kepulauan Meranti Kunjungi PT BAA Bangka Belitung

BANGKA BELITUNG(SegmenNews.com)-Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir berkunjung ke PT Bangka Asindo Agri (BAA) di Kecamatan Sungai Liat, Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (14/12/2020).

Kedatangan Irwan ke perusahaan terbaik dunia dalam proses pengolahan tepung sagu itu diterima langsung oleh Owner PT BAA Fidrianto. Dia turut didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kepulauan Meranti, Arif Rahman Hakim, Kepala Dinas Perkebunan dan Holtikultura, Tengku Effendi, Plt Kepala Disdagprinkop-UKM Kepulauan Meranti, John Hendri dan Plt Kepala UPT Sentra Industri Sagu Terpadu Kepulauan Meranti, Miftahulaid.

PT BAA juga diketahui telah melakukan pengembangan industri sagu terintegritas, mulai dari teknologi pengolahan tepung sagu yang berstandar industri, inovatif produk, bio gas, dan peternakan sapi.

Bupati Kepulauan Meranti Irwan mengatakan bahwa pihaknya saat ini merupakan salah satu produsen sagu terbesar di Indonesia.

Dikatakannya jika di Kabupaten Kepulauan Meranti sudah kurang lebih seratus tahun telah memproduksi tepung sagu. Namun ternyata di Kepulauan Bangka Belitung, khususnya di Kabupaten Bangka sudah terdapat satu industri pengolahan sagu yang kualitas hasil olahannya terbaik dan paling bagus.

“Jadi dengan kedatangan studi tiru di pabrik PT Bangka Asindo Agri ini kami dapat belajar bagaimana cara pengolahan dan produksi. Kalau dulu orang Bangka yang belajar ke tempat kami, tapi sekarang kami yang belajar ke Bangka. Saat ini kita sudah bicara tentang meningkatkan kualitas produksi tepung sagu,” ujar Irwan.

Irwan menambahkan bahwa di Kabupaten Kepulauan Meranti sampai saat ini sudah mempunyai sebanyak 369 produk berbahan baku sagu. Tetapi produk yang dibuat sampai saat ini belum memenuhi standar dari BPOM.
Ternyata PT BAA telah berhasil melakukan riset dan menghasilkan produk turunan sagu yang kualitas hasilnya telah standar BPOM.

Adapun studi tiru yang dilakukan ini adalah dalam rangka untuk memenuhi standar tersebut, dimana Kepulauan Meranti sudah melakukan penjajakan bersama PT Bulog dalam hal pemasaran.

Salah satu yang dibicarakan waktu itu adalah masalah sertifikasi Sagu untuk memudahkan pemasaran seperti Sertifikat Halal dan Sertifikat Kualitas Sagu yang diproduksi di Kepulauan Meranti. Hal itu dianggap penting karena akan menjadi pertimbangan dari Perum Bulog untuk menjalin kerjasama dibidang pemasaran.

Selain itu kunjungan tersebut juga merupakan persiapan Pemkab Kepulauan Meranti dalam hal pengoperasian Sentra Industri Sagu Terpadu di Sungai Tohor.

“Maka dari itu tidak heran jika PT BAA menjadi perusahaan yang dijadikan ajang studi tiru dari provinsi lain maupun dari luar negeri. Apalagi dengan adanya Sago Mee ini membuktikan suatu hasil karya yang sangat luar biasa. Kami melihat kualitas pengolahan sagu di PT BAA ini sangat bagus dan canggih, maka dari itu kita melakukan studi tiru kesini,” jelasnya.

Sementara itu, Harry Pujiansyah Businnes Development Manager PT Bangka Asindo Agri mewakili Owner PT BAA menyampaikan bahwa kedatangan Bupati Kepulauan Meranti bersama rombongan itu tindak lanjut dari pertemuan di Pekan Sagu Nusantara di Jakarta beberapa waktu lalu.

Harry menjelaskan sesama penggerak pangan lokal berbahan sagu, pihak pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Meranti melihat bahwa pihak PT BAA telah melakukan terobosan inovasi satu langkah lebih maju dari daerah lainnya

“Kami selain memproduksi tepung sagu juga membuat produk turunannya seperti Sago Mee dan kue kering. Ini merupakan suatu terobosan yang bagus bagi industri sagu, di sisi lainnya kita juga mengandeng para UMKM untuk membuat kue kering berbahan sagu,” kata Harry.

Sagu dapat menjadi salah satu alternatif sebagai bahan pangan lokal yang prospeknya menjanjikan. Diharapkan kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan studi balik ke Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Untuk dapat saling bersinergi dengan daerah lainnya dalam menangani tentang krisis pangan dan ketahanan pangan nasional, kita harus saling mendukung. Kita sangat merasa senang sekali atas kunjungan yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Meranti dan jajarannya, mudah mudahan nantinya kami dapat berkunjung kesana,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kedua belah pihak juga sepakat untuk melakukan kerjasama dalam hak pengembangan inovatif produk seperti Sagoo mee dan produk hilir sagu lainnya serta pengolahan tepung tepung sagu termasuk pelatihan UMKM nya yang sesuai standar untuk berbagai industri yang akan di pusatkan di Sentra IKM Sagu Meranti. Selain itu penjajakan kerjasama tersebut termasuk suplai bahan baku dari Kepulauan Meranti yang nantinya akan diproduksi oleh Sentra Industri Sagu Terpadu.(Ags)

Mahasiswa Lakukan Aksi Bakar Ban di Depan Kantor BPKAD Meranti

Mahasiswa Lakukan Aksi Bakar Ban di Depan Kantor BPKAD Meranti

Meranti(SegmenNews.com)- Sejumlah mahasiswa yang menuntut penyaluran bantuan beasiswa dari Pemkab Kepulauan Meranti untuk 845 orang mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi membakar ban di depan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jalan Merdeka, Selatpanjang, Senin (14/12/2020)

Pantauan wartawan di lokasi massa membakar dua ban pukul 14.40 WIB. Orasi pun dilakukan oleh mahasiswa.
Saat ban mulai terbakar dan asap hitam memenuhi lokasi, massa aksi menyanyikan lagu ‘Darah Juang’.

Dalam unjuk rasa tersebut, ada empat tuntutan yang diminta massa mahasiswa, diantaranya pencairan beasiswa dilakukan paling lambat pada Rabu (16/12/2020) mendatang.

Massa juga meminta pihak BPKAD mengklarifikasi atas terjadinya keterlambatan tersebut dan meminta maaf kepada mahasiswa dan tidak mengulangi hal yang sama dikemudian hari dan jika tuntutan tersebut tidak direalisasikan, maka mahasiswa akan kembali melakukan aksi dengan membawa massa lebih banyak lagi.

“Kami meminta kepada Pemda dalam hal ini BPKAD untuk melakukan pencairan bantuan beasiswa secepatnya karena kami sudah terlalu lama menunggu, jangan sampai Pemda hanya memberikan harapan palsu,” kata Barel Prakoso, salah seorang orator melalui pengeras suara.

Sementara itu ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Kepulauan Meranti (IPMK2M), Guntur yang ditemui di lokasi mengatakan bahwa aksi ini dilakukan setelah pihaknya beberapa kali melakukan koordinasi dan audiensi terkait penyaluran beasiswa ini yang sebelumnya tidak kunjung ada kejelasan pencairannya.

“Sebelum aksi ini kita lakukan kita telah lakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini Kesra dan BPKAD, namun setelah rentang waktu yang diberikan sewaktu melakukan audiensi kemaren kita juga belum mendapatkan jawaban,” kata ketua IPMK2M, Guntur.

Setelah lama mahasiswa melakukan orasi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) melalui Kepala Bidang Perbendaharaan dan Pembiayaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Alamsyah Mubarak pun datang menemui massa aksi.

Dikatakan Mubarak, pihaknya sudah lama melakukan penandatangan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) dan pencairan yang dilakukan oleh pihak Bank Riau Kepri Cabang Selatpanjang pun sudah dilakukan.

“Pencairan sudah dilakukan oleh
Bank Riau Kepri Cabang Selatpanjang tadi pagi. Dan bagi rekeningnya di Bank Riau sudah hampir semua uang masuk kedalam rekening mahasiswa dan hanya tinggal 69 rekening saja yang belum dilakukan pentransferan. Untuk rekening di Bank lain akan dilakukan proses yang namanya RTGS antar Bank dan paling lama sudah dua hari sudah selesai,” kata Mubarak.

Dikatakan Mubarak, yang membuat penyaluran bantuan beasiswa menjadi sedikit terkendala dikarenakan ada beberapa rekening mahasiswa yang sudah tidak aktif.

“Disana itu kerjanya sudah pakai sistem. Namun karena ada rekening yang tidak aktif makanya ada sedikit kendala teknis, karena disana itu sistem kerjanya sudah pakai aplikasi. Sekali tekan terkirim ke semua rekening. Terkait adanya rekening yang sudah tidak aktif itu kita sudah memberitahukannya kepada mahasiswa yang bersangkutan melalui bagian Kesra. Dan saya pun meminta maaf atas terjadinya keterlambatan ini,” pungkas Mubarak.(Ags)

Ratusan Mahasiswa Meranti Akan Geruduk Kantor Bupati Selama Dua Hari

Ratusan Mahasiswa Meranti Akan Geruduk Kantor Bupati Selama Dua Hari

Meranti(SegmenNews.com)- Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung kedalam korps Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kepulauan Meranti akan berunjuk rasa di kantor Bupati setempat.

Untuk rasa untuk menuntut kepastian dana bantuan beasiswa dari pemerintah daerah yang tidak kunjung disalurkan itu akan direncanakan pada, Selasa (15/12/2020) lusa.

Sementara itu mahasiswa yang tergabung kedalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Kepulauan Meranti (IPMK2M) juga akan melakukan unjuk rasa yang serupa pada Senin (14/12/2020) esok.

Padahal sebelumnya Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kepulauan Meranti, Rudi Al Hasan mengatakan bahwa bantuan beasiswa untuk 845 orang mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi itu akan disalurkan pada tanggal 7 Desember 2020.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kepulauan Meranti, Waluyo mengatakan bahwa pemerintah telah lama mengumumkan terkait akan disalurkannya beasiswa untuk mahasiswa tersebut namun sampai saat ini tidak ada terealisasi, karena itu pihaknya menuding telah terjadi pembohongan publik. Bahkan pihaknya sudah melakukan koordinasi terkait hal ini sebanyak tiga kali.

“Setelah Pemkab Kepulauan Meranti melalui Kesra mengumumkan hal itu kita melakukan koordinasi dan juga konsolidasi, bahkan sampai tiga kali, namun kita tetap tidak mendapatkan jawaban. Terakhir jawabannya itu akan disegerakan penyalurannya namun setelah tenggang waktu diberikan juga tidak ada, hanya seperti angin segar saja yang diberikan,” kata Waluyo, Minggu (13/12/2020).

Ditambahkan Waluyo, ketika pihaknya melakukan koordinasi, Pemkab beralasan bahwa belum disalurkannya bantuan beasiswa tersebut karena banyaknya rekening mahasiswa yang tidak aktif. Namun pihaknya juga sudah menyarankan agar rekening yang masih aktif untuk disalurkan terlebih dahulu.

“Waktu kita berkoordinasi dengan pihak Kesra, mereka menyebutkan banyak rekening mahasiswa yang sudah tidak aktif sehingga tidak bisa dilakukan pentransferan. Namun kita juga menyarankan agar yang aktif saja dulu ditransfer tanpa mengulur waktu karena ini sudah bergejolak juga,
tapi sampai hari ini tidak juga ada realisasinya,” kata Waluyo.

Dikatakan sebelumnya HMI juga akan menggelar aksi unjuk rasa terkait menuntut kepastian bantuan beasiswa ini yakni pada tanggal 8 Desember dan 15 Desember lalu namun karena mengingat lain sesuatu hal, rencananya itu dibatalkan.

“Sebelumnya itu kami sudah dua kali ingin melakukan unjuk rasa, namun karena ada momentum Pilkada, rencana aksi ini pun dibatalkan. Kami juga tidak mau diasumsikan oleh masyarakat menunggangi politik praktis ini,” pungkasnya.(Ags)

[VIDEO] Kabar gembira! Anak Gajah Lahir di Pelalawan Berjenis Kelamin Jantan

[VIDEO]
Pelalawan(SegmenNews.com)- Seekor gajah betina bernama Lisa usia 33 tahun melahirkan seekor anak gajah berjenis kelamin jantan, pada Jum’at (11/12/2020) sekitar pukul 05:00 WIB.

Lisa melahirkan si camp elephan dying squad Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Desa Lubuk Kembang Bungo, Kabupaten Pelalawan.

Plt. Kepala Balai Tesso Nilo,
Andri Hansen Siregar, S.Hut.T., M.Sc menjelaskan, anak gajah yang baru dilahirkan ini merupakan anak keempat dari Lisa.

Berdasarkan hasil pengukuran morfometri anak gajah ini memliki tinggi badan 95 cm, panjang badan 1,10 cm, lingkar badan 1,20 cm dan berat badan 114 kg.

Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas medis satwa Balai Besar KSDA Riau, diketahui kondisi Induk dan anak gajah tersebut dalam keadaan sehat dan normal.

Dengan bertambahnya anggota keluarga gajah yang baru maka saat ini jumlah total gajah pada elephants flying squad camp TNTN ini menjadi 9 ekor.

“Kami berharap dukungan semua pihak, dalam rangka pelestarian satwa liar yg dilindungi menjadi atwa endemik Provinsi Riau,” tutup Andri Hansen Siregar.***(ran)

Penemuan Mayat di Pantai Senyongkong, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan di Tubuh Korban

Meranti (SegmenNews.com)- Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Senyongkong, Desa Tenggayun Raya, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti, Jumat (11/12/2020).

Mayat berjenis kelamin laki-laki itu pertama kali ditemukan oleh Asun (40) nelayan setempat. Saat ditemukan, kondisi mayat terlungkup, tanpa busana dan sudah mengeluarkan bau tak sedap.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, melalui Kapolsek Rangsang Iptu Djoni Rekmamora, mengatakan, sementara belum ada warga setempat melapor kehilangan anggota keluarga, dan tidak mengenal jasad korban.

“Saat ini mayat tersebut sudah dibawa ke RSUD Selatpanjang. Hasil pemeriksaan sementara oleh tim medis, tidak ada luka atau tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” ujar Djoni, Sabtu (12/12/2020).

Djoni menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 06.30 Wib. Saat itu saksi duduk di belakang rumah, persis pinggir pantai.

“Temuan ini kemudian dilaporkan ke kepolisian. Selanjutnya, Subsektor Rangsang Pesisir turun ke TKP dan mengevakuasi korban,” katanya.(Ags)

UIR Bersama UTHM Malaysia dan University Inggris Bantu Internet untuk Desa Mandiangin Siak

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Universitas Islam Riau bekerjasama dengan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan Cranfield University (CU) UK meluncurkan program bantuan hibah kepada Kampung Mandiangin Kecamatan Minas Kabupen Siak Sri Indrapura Provinsi Riau.

Bantuan dalam bentuk fasilitas internet desa itu diberikan oleh Pemerintah Inggris melalui Program Global Challenges Research Fund (GRCF) UK. disertai dengan tower. Hibah juga diberikan untuk akses berlangganan internet selama satu tahun. GRCF merupakan sebuah Lembaga di Inggris dalam membantu dan memfasilitasi kegiatan penelitian dan pengabdian terutama untuk negara-negara berkembang.

‘’Program ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan internet yang diberikan bermanfaat bagi masyarakat. Baik untuk proses pembelajaran jarak jauh selama masa Pandemi Covid-19 maupun dalam keperluan berkomunikasi,’’ kata Dr Evizal Abdul Kadir ST, MEng, Ketua LPPM UIR kepada wartawan melalui Kabag Humas UIR Dr. H. Syafriadi, Kamis malam di Pekanbaru (10/12 2020).

Evizal yang juga Ketua Tim Kerjasama menyatakan, pihaknya telah menyerahkan secara simbolis papan nama kerjasama tiga universitas dalam membantu program hibah kepada Mandiangin. ‘’Kami berharap kerjasama ini makin mempererat hubungan antara institusi pendidikan dan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat baik di tingkat nasional maupun international.

Rektor UIR Prof Dr H. Syafrinaldi SH MCL memberi apresiasi kepada GCRF Inggris yang telah bersedia memberi bantuan kepada Mandiangin. Ucapan senada juga disampaikan untuk Pemerintah Inggris dan Malaysia. ‘’Mudah-mudahan bantuan dalam hibah lain dapat lebih ditingkatkan,’’ ujar Rektor.

Penghulu Mandiangin Martinus, SP juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak yang telah memberikan hibah (GCRF) kepada Kampung Mandiangin. Kami sudah menggunakan fasilitas internet yang diberikan dan alhamdulillah sangat bermanfaat bagi warga, sekaligus membantu administrasi di kantor penghulu maupun kegiatan pembelajaran anak-anak sekolah serta perpustakaan kampung.

‘’Semoga bantuan ini membuat masyarakat dapat lebih cepat menerima informasi, meningkatkan perekonomian dan kualitas pendidikan anak-anak sekolah,’’ ucap Martinus.

Assoc Prof Muhammad Ramlee Kamaruddin dari Universti Tun Hussein Onn Malaysia selaku Ketua Tim dari UTHM mengaku sangat senang, karena bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat banyak di Indonesia. Sementara Dr Ata Khalid, Ketua Tim dari Cranfield University Inggris juga menyampaikan perasaan gembiranya bahwa program ini sudah dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kampung. Ke depan akan kita ajukan lagi program lain yang lebih bermanfaat untuk masyarakat luas.***(rls)

[VIDEO] Bawaslu Tangani Kasus Money Politic dan Permasalahan di Riau

[VIDEO]
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan mengapresiasi kinerja KPU se Riau dalam Pelaksanaan Pilkada Tahun ini. Menurutnya, meskipun terdapat masalah di beberapa TPS, namun secara umum pelaksanaan Pilkada tahun ini berjalan sukses, aman dan lancar. Pilkada yang dilaksanakan di tengah pandemi covid19 ini bahkan lebih tertib dan baik dari Pemilu dan Pilkadah sebelumnya.

Rusidi Rusdan mencatat memang masih terdapat masalah di sebagian kecil TPS di Riau, tepatnya ada 76 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 8.356. ini persentase yang sangat kecil.

Adapun masalah masalah yang ditemukan di TPS saat Pelaksanaan Pemungutan danh Perhitungan Suara 9 Desember 2020 kemaren diantaranya terdapat pemilih yang mencoblos lebih dari 1 kali, terdapat pemilih yang salah TPS, ada TPS yang didirikan di tempat ibadah (mushola), ada salinan C hasil yang tidak dibagikan dan di umumkan oleh KPPS, hingga kejadian kesalahan dalam Penjumlahan Pemilih Disabilitas yang hadir di TPS.

Yang agak banyak terdapat di Kepulauan Meranti, Bawaslu mencatat ada sebanyak 56 TPS yang terdapat masalah, dimana 53 TPS tersebut berada di Kecamatan Tebing Tinggi dengan permasalahan yang hampir sama di setiap TPS tersebut yakni kurangnya surat suara di TPS karena jumlah surat suara yang diterima tidak sesuai dengan jumlah DPT ditambah 2,5% (surat suara cadangan). Sedangkan 3 TPS bermasalah lainnya berada di Kecamatan Tebing Tinggi Timur yang dikarenakan kurangnya item logistik di TPS seperti daftar hadir pemilih tambahan di 3 TPS tersebut sehingga KPPS berinisiatif untuk mencetak daftar hadir tersebut.

Di Kabupaten Indragiri Hulu tepatnya di TPS 05 Desa Pulau Sengkilo Kecamatan Kelayang, terdapat 1 surat suara berlebih pada kotak suara ,namun sudah diselesaikan secara baik, dimana semua yang hadir dan di sepakati oleh saksi pasangan calon bahwa satu surat suara yang berlebih itu dianggap hangus dan tidak dihitung.

Di Kota Dumai, pada TPS 32 Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat terjadi pembukaan segel Kotak Suara yang dilakukan KPPS dan PPS di tingkat kelurahan, temuan tersebut telah tertuang dalam laporan pengawasan (Form A). lalu di TPS 1 dan TPS 2 Kelurahan Ratu Sima Kecamatan Dumai Selatan terdapat masalah yakni dimana Form C hasil dimasukkan ke dalam kotak pasca perhitungan selesai dilaksanakan.

Sehingga Pengawas TPS tidak memiliki data hasil perolehan suara di TPS tersebut. Berbeda dengan masalah yang ada di Desa Basilam Baru Kecamatan Sungai Sembilan, tepatnya pada TPS 18, PTPS dan saksi tidak mendapatkan salinan C hasil. Berdasarkan informasi yang didapatkan, Permasalahan tersebut akan dilakukan kajian terlebih dahulu dalam rapat Sentra Gakumdu Kota Dumai.

Di Kabupaten Rokan Hulu, Di TPS 02 Desa Ujung Batu, Kecamatan Ujung Batu terdapat Pemilih yang menggunakan C Pemberitahuan yang bukan atas nama yang bersangkutan namun belum sempat mencoblos sudah diketahui anggota KPPS. Hal ini sudah diselesaikan dan dituangkan dalam Form A pengawasan PTPS.

Kemudian Kabupaten Rokan Hilir, di TPS 005 Desa/Kepenghuluan Bagan Punak Meranti, Kecamatan Bangko, terdapat pemilih Tuna wicara yang membawa C-Pemberitahuan KWK untuk memilih di TPS 006 akan tetapi mencoblos di TPS 005, dan dipastikan Pemilih Tuna wicara tersebut tidak menggunakan hak pilihnya kembali di TPS 006″ dan seluruh saksi pasangan calon mengajukan keberatan, dan sudah dibuat catatan kejadian khusus model C. Kejadian KWK.

Untuk di Kabupaten Siak, terjadi kesalahan dalam rekapitulasi penjumlahan yaitu di TPS 5 Kelurahan Kerinci Kiri, TPS 1 dan TPS 4 Kelurahan Buatan Baru, TPS 1, 2, dan 4 Kelurahan Simpang Perak, dan TPS 2 Kelurahan Bukit Agung.

Di Kabupaten Bengkalis, tercatat 2 TPS yakni TPS 04 dan 05 di Kecamatan Bathin Solapan Desa Simpang Padang yang direkomendasikan oleh Bawaslu Bengkalis untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), hal ini disebabkan karena 14 orang pemilih salah alamat dalam memilih, dimana yang seharusnya mencoblos di TPS 04, malah mencoblos di TPS 05. Sementara satu TPS lagi yaitu TPS 03 Desa Balai Raja Kecamatan Pinggir terdapat dua orang pemilih yang menggunakan surat pemberitahuan milik orang lain. Peristiwa ini selain berakibat PSU juga merupakan tindak pidana Pemilihan.

Rekomendasi PSU oleh Bawaslu Bengkalis berdasarkan Pasal 112 ayat 2 UU 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota yakni jika dalam pelaksanaan Pemilihan terjadi pembukaan kotak suara dan/atau berkas pemungutan dan penghitungan suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan, petugas KPPS meminta Pemilih memberi tanda khusus, menandatangani, atau menulis nama atau alamatnya pada surat suara yang sudah digunakan, petugas KPPS merusak lebih dari satu surat suara yang sudah digunakan oleh Pemilih sehingga surat suara tersebut menjadi tidak sah, lebih dari seorang Pemilih menggunakan hak pilih lebih dari satu kali, pada TPS yang sama atau TPS yang berbeda; dan/atau lebih dari seorang Pemilih yang tidak terdaftar sebagai Pemilih, mendapat kesempatan memberikan suara pada TPS. Maka dapat dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Sedangkan sanksi bagi pemilih yang menggunakan Surat Pemberitahuan orang lain untuk memilih di TPS diatur dalam UU 10/2016, Pasal 178A menerangkan bahwa “Setiap orang yang pada waktu pemungutan suara dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum mengaku dirinya sebagai orang lain untuk menggunakan hak pilih, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 24 (dua puluh empat) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah) dan paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).
Dan pada Pasal 178C dengan jelas menegaskan bahwa “(1) Setiap orang yang tidak berhak memilih yang dengan sengaja pada saat pemungutan suara memberikan suaranya 1 (satu) kali atau lebih pada 1 (satu) TPS atau lebih dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah) dan paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah). (2) Setiap orang yang dengan sengaja menyuruh orang yang tidak berhak memilih memberikan suaranya 1 (satu) kali atau lebih pada 1 (satu) TPS atau lebih dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 144 (seratus empat puluh empat) bulan dan denda paling sedikit Rp36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah) dan paling banyak Rp144.000.000,00 (seratus empat puluh empat juta rupiah).”

“Bagi 76 TPS bermasalah tersebut, saya pinta Panwascam melalui Bawaslu Kabupaten/Kota untuk segera mungkin diselesaikan dan ditindaklanjuti.” jelasnya

Terkait temuan dugaan money politic yang dilakukan pada malam jelang Pemungutan Suara di Kabupaten Inhu, Rusidi menjelaskan bahwa kemarin siang Pukul 14.00 WIB, Sentra Gakumdu Kabupaten Inhu telah menggelar rapat SG-1 (semacam gelar perkara). Rusidi meminta kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Inhu agar tidak terprovokasi oleh siapapun dan memberikan waktu kepada sentra Gakkumdu Inhu untuk memprosesnya.

“Kasus Dugaan money politic di Inhu, siang kemaren telah dilakukan rapat SG-1, saya minta masyarakat tidak terprovokasi dan memberikan waktu kepada Sentra Gakumdu untuk memprosesnya.”pinta Rusidi.***(rls)

Tim Sukawan Klaim Ungguli Pilkada Rohul

Rohul(SegmenNews.com)- Tim Koalisi Rokan Hulu Maju, Rabu (9/12/2020) sekitar pukul 19. 00 WIB, mengumumkan secara resmi kemenangan pasangan bomor urut 2 H.Sukiman- H.Indragunawan (Sukawan) pada Pilkada Rohul 2020.

Kemenangan yang diraih Sukawan di Pilkada serentak Rohul 9 Desember 2020, disampaikan Ketua Tim Pemenangan Koalisi Rokan Hulu Maju Kelmi Amri, didampingi calon Bupati paslon nomor urut 2 H.Sukiman, di kediaman pribadinya perumahan Reswood, Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah.

“Berdasarkan pencocokan Formulir C1 dan keterangan saksi yang kita tunjuk pada Pilkada 9 Desember tersebar di 1.126 TPS dengan 322.824 DPT, 154 desa/ kelurahan yang tersebar pada 16 kecamatan,” ungkap Kelmi Amri.

Saat menyampaikan berita kemenangan paslon nomor urut 2 Sukawan, Kelmi Amri juga mengakui, kemnangan Sukawan disusul paslon nomor 3 dengan 80.9734 suara, lalu paslon 1 raih 49 130 suara, dengan jumlah suara yang masuk 100 persen 231.187 suara dengan persentase pemilih 72 persen.

“Dengan hasil yang kita raih itu, tentunya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak juga kepada Allah SWT yang sydah memudahkan jalan ini. Jika pada waktunya ini sesuai dengan data yang kami punya dengan tahapan-tahapan yang akan kita lalui semua pihak akan kami rangkul untuk membangun Rohul lebih maju,” kata Kel.i Amri, yang juga hadir Ketua DPC PDI P Hardi Chandra, Hj.Sumartini, dari Parrai Gerindra Abdul Halim, Novliwanda Ade Purtra, serta dari pengurus partai pengusung Sukawan lainnya.

Kelmi juga menyatakan, agar seluruh pendukung dan simpatisan tidak ada lagi kita beda nomor 01, 02 ataupun 03. Juga tidak ada perayaan secara khusus yang akan kami lakukan karena kita sama-sama dalam musibah pandemi covid 19 untuk itu semua tim relawan maupun simpatisan calon kami berharap kita sudahi argumentatif yang tidak produktif di media sosial.

“Kini saatnya kita berangkulan, semua pihak membangun Rohul agar lebih maju.Kritikan yang terbangun selama proses Pilkada ini kami pahami dan itu sebagai koreksi bagi kepemimpinan bapak H.Sukiman- H Indra Gunawan,” sebut Kelmi, lanjutkan kata Kelmi sambil memberi yel ke pendukung yang ramai memadati kediaman Sukiman

H.Sukiman juga mengajak seluruh elemen bersama sama membangun Rohul, dengan terpilih dirinya sebagai Bupati Rohul bersama H.Indra Gunawan, tidak ada lagi perbedaaan perbedaan.

“Pilkada sudah usai, mari bersama sama kita membangun Rohul agar lebih baik lagi,” ajak H.Sukiman.***(fit)

Pilkada Kepulauan Meranti, Pemkab Siapkan Quick Count Sementara

Meranti(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah (Kesbangpol) akan memantau penyelenggaraan Pilkada pada 9 Desember 2020.

Tidak hanya monitoring, Kesbangpol juga akan melakukan quick count (penghitungan cepat) sementara hasil pemungutan suara Pilkada tersebut.

Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, Badan Kesbangpol Kepulauan Meranti, Wan Zulkifli mengatakan monitoring dilakukan guna memastikan kelancaran pelaksanaan Pilkada yang akan berlangsung serentak tersebut. Hal ini demi suksesnya pesta demokrasi lima tahunan itu.

Mengenai quick count, Wan juga menjelaskan bahwa pihaknya akan merekap hasil pemungutan suara perkecamatan untuk disatukan menjadi hasil pemungutan suara kabupaten. Kemudian, ini akan dilaporkan ke kepala daerah dan Badan Kesbangpol Provinsi Riau.

Wan Zulkifli juga mengatakan dalam proses penghitungan suara nanti, pihaknya akan menugaskan petugas di tiap kecamatan.

“Kita ada aparatur di tingkat bawah yang sudah dibentuk untuk melaporkan secara real dan update tapi sifatnya sementara dimana kita hanya mengandalkan 18 petugas yang kita sebar di 9 kecamatan, setiap kecamatan itu ada 2 orang. Untuk mendapatkan data itu kita bekerjasama dengan Panwascam dan PPK, karena kita tidak terpantau juga,” kata Wan Zulkifli, Selasa (8/12/2020).

Ditambahkan terkait akurasi data penghitungan cepat tersebut, Wan mengatakan pihaknya hanya berpatokan kepada laporan yang disampaikan tim setiap kecamatan. Berkaca pada tahun lalu hasilnya tidak jauh berbeda dengan yang ditetapkan resmi melalui pleno KPU.

“Kami sifatnya hanya sementara, setelah pemungutan suara selesai, sorenya sudah bisa kita rangkum data keseluruhannya. Jika seperti pemilihan legislatif tahun lalu akurasi kita hanya beda tipis dengan yang ditetapkan melalui pleno,” pungkasnya.(Ags)

Pilkada Inhu Kondusif, Bupati Inhu Senang, Masyarakat Menjalankan Hak Pilih dengan Tenang

Inhu(SegmenNews.com)- Usai mencoblos di TPS I, Jln R Suprapto, Rengat Barat, Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Yopi Arianto SE menyatakan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) berjalan aman dan lancar.

Protokol kesehatan (prokes) dijalankan dengan ketat, termasuk untuk Bupati Inhu sendiri. Sebelum menuju meja pendaftaran, terlihat Bupati Inhu mencuci tangan terlebih dahulu. Kemudian mengukur suhu tubuh.

“Bapak dan ibu jangan lupa protokol kesehatan ya,” kata Bupati menyapa warga yang hendak mencoblos.

Menurut Bupati yang melakukan hak pilih berbarengan dengan sang istri, Rezita Meylani Yopi, siapa pun yang terpilih itu sudah menjadi ketentuan Yang Maha Kuasa, karena itu masyarakat Inhu harus menyikapinya dengan bijaksana.

“Yang paling utama itu masyarakat Inhu tenang, nyaman dan ekonomi menggeliat,” kata Yopi senang, karena Pilkada Inhu berjalan kondusif.

Menurut Yopi, dia juga mengapresiasi KPU Inhu yang telah bekerja keras mensosialisasikan pelaksanaan Pilkada di Inhu jauh-jauh hari, sehingga masyarakat juga mengerti hak politiknya dan melakukan pemilihan dengan tenang.

“Alhamdulillah semua terlaksana dengan baik, sebagai kepala daerah tentu ini yang paling berarti bagi saya,” kata Yopi.

Sesuai ketentuan, pencoblosan akan berlangsung sampai pukul 13.00 WIB hari ini di seluruh wilayah Inhu.***(rls)