Resmi ! Kemenhub Serahkan Operasional Roro Insit-Pecah Buyung ke Bupati Meranti
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kabar gembira bagi masyarakat Meranti, terutama yang berdomisili di Pulau Rangsang. Soalnya, roro Insit – Pecah Buyung akan segera beroperasi sehingga warga bisa membawa kendaraannya ke Selatpanjang, baik sepedamotor, gerobak dan mobil. Begitu sebaliknya dari Selatpanjang ke Rangsang bisa membawa mobil atau kendaraan roda empat lainnya.
Pengoperasian roro ini ditandai dengan penyerahan bangunan pelabuhan roro Insit dan Pecah Buyung dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kepada Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir. Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) dilakukan di Hotel Novotel Pekanbaru, Rabu (25/11/2020), di sela acara Rakornis PPNS LLAJ Kemenhub.
Penandatanganan BASTO dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Sesditjen Hubdat) Kemenhub Marta Hardisarwana, Kepala Satker Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IV Riau-Kepri Ardono dan Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir.
“Kami sangat berterima kasih atas pembangunan roro ini oleh Kemenhub, dan nantinya akan segera dioperasionalkan sehingga semakin memudahkan akses warga di Kepulauan Meranti. Roro ini bagian utama dari upaya kita merangkai pulau,” papar Irwan yang diminta memberikan sambutan.
Menurutnya, untuk pengoperasian dalam waktu dekat akan dilayani kapal roro Berembang. Irwan juga mengharapkan dukungan penuh Kemenhub untuk program merangkai pulau di Meranti. Selain roro Insit-Pecah Buyung, diharapkan segera dibangun roro Lukit – Sungai Rawa, Kudap – Bengkalis, dan rencana roro yang menghubungkan dengan Kepulauan Riau.
“Untuk roro Tanjung Peranap-Buton kami harap bisa beroperasi tahun depan, setelah jalan menuju ke Selatpanjang dari dukungan anggaran provinsi selesai dibangun. Kami juga berharap dukungan untuk pembangunan Pelabuhan Dorak,” ungkap Irwan.
Untuk diketahui pelabuhan roro Insit dibangun dengan biaya sekitar Rp 52,4 miliar. Sedangkan pelabuhan roro Pecahbuyung menelan dana sekitar Rp 53 miliar.
Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota Komisi V Bidang Infrastruktur DPR RI Syahrul Aidi, dan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Agus Taufik Mulyono. Hadir juga Kepala Dinas Perhubunan Provinsi Riau Indra Putrayana, Kadis Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti Dr Aready dan Kabag Humas Pemkab Meranti Rudi Hasan.
Sebelumnya Kadishub Provinsi Riau Indra Putrayana juga mengharapakan dukungan penuh Kemenhub dalam menghubungkan pulau-pulau di Riau. Selain Meranti, juga dibutuhkan perbaikan pelabuhan roro Rupat-Dumai.
“Setelah selesai jalan tol Perman, arus kunjungan wisatawan domestik ke Pulau Rupat sangat tinggi. Ini butuh dukungan untuk perbaikan roro Rupat yang kondisinya tidak bisa menampungkan kapasitas yang lebih banyak,” tuturnya.(Ags)
Meranti(SegmenNews.com)- Sejumlah tokoh yang terdiri dari berbagai macam unsur dan lembaga meminta kepada Calon Bupati Kepulauan Meranti, H Adil untuk melakukan Tabayun (klarifikasi) atas ucapan yang dilontarkannya saat debat publik kandidat Pilkada pada, Senin (24/11/2020) malam lalu.
Didalam satu sesi, calon Bupati H Adil dianggap mengeluarkan kata-kata tidak pantas dan terkesan mengandung unsur penghinaan.
Dimana dalam satu kalimat, H Adil melontarkan kata Meranti sangat tertinggal, Meranti orang paling bodoh di Riau.
Sejumlah tokoh seperti ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kepulauan Meranti, H Ridwan Hasan,ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), ketua Ketua DPW FPI Kepulauan Meranti, Hendrizal alias Bocang, Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kepulauan Meranti, Ramlan Abdullah, Ketua MUI Kepulauan Meranti, H Mustafa, Ketua Muhamadiyah Kepulauan Meranti, Kasat Intel Polres Kepulauan Meranti AKP Syaiful, Kasat Sabhara, AKP Jufri, dan tokoh masyarakat serta pemuda lainnya.
Mereka yang difasilitasi berkumpul di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kepulauan Meranti, Rabu (25/11/2020) untuk menyatukan persepsi dalam menyikapi persoalan tersebut agar tidak terjadi persoalan baru yang mengakibatkan perpecahan antar golongan.
Ketua LAMR Kepulauan Meranti, Datuk Sri Muzamil Baharudin mengatakan pihaknya dihubungi dan diminta oleh masyarakat Kepulauan Meranti baik yang berada dalam maupun diluar daerah untuk menyelesaikan permasalahan ini.
“Dalam beberapa hari ini kita dihubungi oleh beberapa masyarakat yang berada didalam maupun diluar daerah untuk mengatasi persoalan ini. Makanya kita minta seluruh stakeholder untuk hadir dan duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini sehingga tidak menimbulkan masalah baru.
Ini kampung Kita, kita tidak mau kampung ini dicemeeh dan dilecehkan dan kita juga sudah memaklumi hal ini sehingga tidak menjadi batu api dan pemicu masalah baru,” kata Muzamil.
Ketua Ketua DPW FPI Kepulauan Meranti, Hendrizal alias Bocang, dalam penyampaiannya mengatakan pihaknya sangat kecewa dengan pernyataan tersebut, namun dia tetap meminta kepada yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi.
“Sikap kami, tentu saja kita tidak menerima dikatakan bodoh. Namun kita juga memberikan kesempatan untuk kandidat tersebut untuk Tabayyun, apakah sesuai bahasa itu dengan pemikiran kita, atau hanya dalam pikiran dia. Kita tidak ingin keributan, persoalan ini jika tidak diselesaikan akan meluber kemana-mana. Untuk itu mari kita selesaikan dengan bijaksana agar tidak jadi persoalan baru,” kata Bocang.
Salah seorang tokoh pemuda juga menyayangkan hal tersebut terjadi, sehingga dia meminta hal ini perlu diluruskan agar tidak ditanggapi beragam yang bisa memecahkan persatuan.
“Kalimat Meranti bodoh berpotensi menimbulkan perpecahan. Kita Kalau dikatakan miskin tidak akan tersinggung karena kondisi kita memang begitu, tapi kalau dikatakan bodoh ini akan jadi pemicu dan masyarakat tersinggung. Untuk itu hal yang demikian harus diambil sikap yang tegas,” kata Syamsuar.
Sementara itu Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kepulauan Meranti, Ramlan Abdullah mengatakan tindakan untuk mengambil sikap dengan menyamakan persepsi merupakan tindakan yang tepat agar masyarakat tidak terpancing terhadap permasalahan ini.
“Harus diambil sikap, nanti takut masyarakat tersinggung, kami harap masyarakat tidak terpancing terhadap persoalan ini. Kita juga sangat menyayangkan hal ini karena calon pemimpin tidak bisa mengendalikan diri dan emosinya, ini kampung kita jadi tidak ada yang harus kita remehkan,” kata Ramlan.
“Kita maunya Pilkada ini terselenggara dengan baik, siapapun yang terpilih nanti itulah bupati kita tanpa adanya gesekan. Mungkin itu akibat kesalahan penyampaian ataupun pemilihan kosakata yang tidak tepat sehingga diartikan berbeda. Kita juga Minta kepada warganet untuk tidak melakukan upaya-upaya menggoreng opini sehingga membuat situasi menjadi memanas,” kata Ramlan lagi.
Untuk itu kata Ramlan, pihaknya diminta untuk melakukan fasilitasi dalam upaya penyampaian klarifikasi sehingga hal tersebut dapat dimaklumi masyarakat luas.
“Kita dari NU minta yang bersangkutan
menyampaikan Tabayyun saat acara istigosah Pilkada damai nantinya. H Adil harus mengklarifikasi atas ucapannya yang mungkin salah penyampaian atau mungkin punya alasan tertentu untuk menyampaikan perkataan seperti itu, agar masyarakat bisa memakluminya,” pungkas Ramlan.(Ags)
SMKN 1 Rambah Gelar Workshop Analisis Pembelajaran
Rohul(SegmenNews.com)- Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Rambah Kabupaten Rokan Hulu menggelar Workshop Analisis Pembelajaran (Teaching Analysis), Rabu (25/11/20). Kegiatan ini dihadiri 32 guru produktif dan guru magang.
Pelatihan guru tersebut diisi dengan beberapa pembicara dari bidang analisis dari dinas pendidikan provinsi yakni Ilyas dan Masyuri, pembicara lokal dalam waka kurikulum, dan pembicara dari Pengawas Pembina khoirul.
Kepsek SMK N 1 Rambah, Idris Lika, M,M.pd mengatakan Workshop Analisis Pembelajaran bertujuan inilah program tempat uji kompetensi dimana tempat uji kompetensi sasaran akhirnya adalah diharapkan sekolah SMKN 1 Rambah ini layak sebagai tempat uji kompetensi.
“Jadi apabila sekolah sekitar belum layak untuk uji kompetensi dari segi tempat, segi peralatan, dan segi tangan tenaga pengajar maka sekolah sekitar bisa melaksanakan uji kompetensi di SMKN 1 Rambah karna selain dari bantuan kementrian juga dibantu dari dinas pendidikan Provinsi Riau,” kata Idris.
Dikatakan nya kegiatan pelatihan ini sudah dilakukan 4 kali pada setiap bulannya mulai dari agustus sampai november jadi dibulan desember penyiapan SPJ-SPJ maka selesai sudah.
“Sejauh ini tidak ada hambatan karna lancar-lancar saja kegiatannya walaupun ditengah covid-19 tetap kami mengikuti protokol kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak,” tutupnya.(fit)
Dinilai tak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan dua Tersangka Narkotika di Rohul
Rohul(SegmenNews.com)- Hakim Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu membebaskan dua orang terdakwa narkotika, Rabu (25/11/20). Kedua terdakwa dinilai tidak tebukti bersalah.
Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum menuntut kedua terdakwa M Yunus dan Arif dengan tuntutan 5,6 tahun kurungan.
Namun pada sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Irpan H Lubis SH.MH, didampingi dua hakim anggota menjatuhkan vonis bebas terhadap kedua terdakwa.
Penasehat Hukum terdakwa M Yunus,Yusuf Nasution SH MH menyampaikan ucapan terima kasih kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian yang telah memvonis bebas M Yunus, karena tidak ditemukannya bukti hukum terkait kasus narkoba yang disangkakan kepadanya.
“Majelis Hakim telah memberikan rasa keadilan kepada klien kami. Karena, berdasarkan fakta persidangan, terdakwa tidak terbukti memiliki narkoba,” ucap Yusuf Nasution.
Sementara itu untuk dua orang terdakwa lainnya hakim menjatuhkan vonis 2 tahun untuk M Yani dan 1,3 tahun untuk Wawan.***(fit)
Pj. Bupati Syahrial Ikuti Tabligh Akbar Bersama UAS
Bengkalis(SegmenNews.com)- Penjabat (Pj) Bupati Bengkalis H Syahrial Abdi mengikuti acara Tabligh Akbar bersama Tuan Guru kita, Al-Mukarrom Datuk Seri Ulama Setia Negara Ustadz Prof.Dr.H.Abdul Somad, Lc, Ma, di Masjid Agung Istiqomah Bengkalis, Rabu (25/11/2020).
H Syahrial Abdi mengucapkan selamat datang di Negeri Junjungan Kabupaten Bengkalis ini kepada Ustadz Abdul Somad, mudah-mudahan kehadiran ustadz dapat memberikan pencerahan, pemahaman serta motivasi kepada kita untuk tetap istiqomah meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.
Pada kesempatan tersebut H Syahrial Abdi menyampaikan bahwa kedatangan UAS di Kabupaten Bengkalis bukanlah yang pertama kalinya, sudah beberapa kali beliau hadir memberikan tausyiah dan berbagi ilmu kepada kita semua.
Pj. Bupati Syahrial Ikuti Tabligh Akbar Bersama UAS
Oleh karena itu hadirnya Ustadz Abdul Somad di tengah masa Pandemi Covid-19, merupakan suatu hal yang luar biasa, dan mari kita bersama-sama mendengarkan dan resapi tausyiah yang akan disampaikan oleh tuan guru, mudah-mudahan apa yang disampaikan dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kemudian kami juga menghimbau kepada seluruh jamaah mari bersama-sama kita salurkan zakat, infaq dan sedekah kita melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Dimana Baznas sebagai organisasi yang diakui pemerintah serta supaya lebih aman, lebih teratur, dan lebih tepat penyalurannya. Dengan apa yang kita keluarkan melalui zakat ini, semoga dapat menyempurnakan ketaatan kita kepada Allah swt.
Terakhir kami berpesan tetap patuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih serta menjaga jarak,” pinta Abdi.
Dalam tausyiahnya Ustad Abdul Somad menyampaikan bahwa pentingnya membayar zakat bagi kita seorang muslim, karena apabila lalai atau dengan sengaja tidak mengeluarkan zakat yang sudah sampai batas nisabnya, maka Allah SWT akan mengeluarkan dengan cara Nya sendiri.
Dari QS. Al-Baqarah ayat 267 dapat disimpulkan bahwa, menunaikan zakat, harus berasal dari harta yang halal, bukan berasal dari harta yang buruk. Allah SWT juga meminta hambanya agar tak perlu khawatir atas sebagian harta yang dizakatkan, karena Allah Maha Kaya.
Karena apabila pekerjaanmu halal, gajimu halal, akan tetapi tidak pernah bayar zakat itu nya menyebabkan gaji dan pekerjaan mu haram, dan menyebabkan semua dari doa tidak terkabul karena menghasilkan makanan yang haram, minuman yang haram dan pakaian yang haram.
Mari tunaikan zakat harta kita, sebagaimana zakat yang seharusnya kita keluarkan setiap bulan sebesar 3,5 milyar, akan tetapi saat ini 1 tahun hanya berkisar 2,5 milyar zakat yang dikeluarkan, mudah-mudahan melalui tabligh akbar ini, perolehan zakat kita semakin meningkat.
“Untuk itu saya berpesan jangan jadikan zakat ini sebagai ajakan melalui ceramah agama saja, tetapi jadikan ini sebagai kekuatan pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat selalu membayar zakat. Dan berpegang teguh kepada akidah ahlussunah wal jamaah,” tutur UAS.
Turut hadir Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis Nanik Kushartanti, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hj Umi Kalsum, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Heri Indra Putra, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis Dra. Hj. Martini, Ketua MKA LAMR Datuk Seri Zainuddin, Ketua DPH LAMR Datuk Seri Sofyan, Ketua BAZNAS H Ali Ambar, Kabag Kesra H Hambali, Ketua Pengurus Masjid Agung Istiqomah H Arianto dan jamaah lainnya.***(INF Bengkalis)
Rohul(SegmenNews.com)– Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional / Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-75, PGRI Rokan Hulu (Rohul) serahkan cendramata kepada guru pensiun.
Sebanyak 47 guru pensiun yang mendapatkan cendramata berupa piagam penghargaan dan dana santunan.
“Untuk cendramata yang diberikan yakni piagam penghargaan dari pengurus PGRI Kabupaten Rokan Hulu dan sejumlah uang sosial,” jelasnya.
Diakui Ketua PGRI Rohul, Dr Adolf Bastian M.Pd melalui Wakil Ketua Drs. H Yuni Syafrin, MM mengatakan, peringatan HUT PGRI tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang melanda Dunia, termasuk Indonesia, sehingga agenda biasanya upacara, kita ganti dengan penyerahan cendramata,” jelas Yuni.
“Walaupun ditengah pandemi covid-19 saat ini, para guru diharapkan dapat fokus dengan tugas dan tupoksinya seperti biasa,” harap Drs Yuni.
Disampaikan Yuni, Peringatan HUT PGRI tahun ini mengangkat tema “Bangkitkan Semangat, wujudkan Merdeka Belajar”.(fir)
Siak(SegmenNews.com)-Bantuan sosial (Bansos) tahap II dan III dalam bentuk uang untuk warga Kabupaten Siak yang terdampak Covid-19 dari Provinsi Riau sudah mulai disalurkan sejak Senin (23/11/2020). Di Kabupaten Siak ada 16.754 KK ( Kepala Keluarga) penerimanya.
Sementara bansos dalam bentuk paket sembako tahap III yang dianggarkan dari APBD Kabupaten Siak untuk 33.691 KK belum juga disalurkan karena Kecamatan Bungaraya belum menyerahkan verifikasi data terbaru penerima Bansos kepada Dinas Sosial.
Kepala Dinas Sosial, Wan Idris saat dikonfirmasi GoRiau.com mengatakan Bansos Covid-19 dari Bankeu Provinsi Riau senilai Rp 10.058.400.000,- ini dibagikan untuk 16.754 KK yang masing-masingnya mendapat Rp.600 ribu.
“Karena pencairannya tahap II dan III berbarengan, jadi masing-masing KK menerima langsung Rp 600 ribu. Bansos dari Provinsi ini nilainya perbulan itu Rp 300 ribu. Jumlah penerima tahap II dan III ini meningkat dari tahap I kemarin yang hanya 16.102 KK,” kata Wan Idris, Rabu (25/11/2020).
Dijelaskan Wan Idris juga, bansos dari Provinsi Riau ini pada tahap awal berupa sembako yang dengan masing-masing paket itu, beras 10 kg dengan kualitas premium, minyak goreng 3 liter, gula 1 kg dan sarden 2 kaleng.
“Jadi penerima Bansos dari Provinsi ini tidak lagi mendapat Bansos dari Dinas Sosial Kabupaten Siak ataupun Kementrian Sosial. Karena bantuan sosial untuk warga yang terdampak Covid-19 ini harus merata disalurkan kepada masyarakat. Tidak boleh tumpang tindih,” kata Wan Idris. ***(inf Siak)
Warga Kesal, Jalan Semenisasi Gang Murjani-Meranti yang Baru Dikerjakan Sudah Rusak
Rohil(SegmenNews.com)- Pembangunan jalan semenisasi di Jalan Gang Murjani Kelurahan Bagan Timur Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir dua jari selesai dikerjakan sudah rusak.
“Baru dua hari selesai dikerjakan, tapi sudah rusak,” kata Ria, salah seorang warga Gang Murjani, Rabu(25/11/20).
Ria juga menduga pengerjaan jalan tersebut asal jadi, dan terkesan rekanan mau cepat selesai tanpa memperhatikan kualitas. “Kami tidak tahu kualitas pembangunan jalan bagaimana, yang jelas ini proyek ini asal jadi,” tandasnya.
Dari pantauan wartawan di lapangan, tampak kondisi badan jalan baik itu di tengah maupun di pinggir bibir jalan sudah mulai rusak dan tidak rata lagi. Bahkan badan jalan juga sudah banyak yang bergelombang.
Dari hasil pantuan wartawan bersama warga setempat dilapangan proyek ini terlihat asal jadi pasalnya kondisi jalan sudah rusak, dan bergelombang dan ketebalan jalan diragukan, di tengah badan jalan tergenang air bahkan semen terlihat kasar.
Menurut warga setempat bahwa proyek ini tidak diketahui dana dari mana, sebab papan nama/plang proyek tidak di buat oleh pihak pelaksana.
Semantara itu untuk pihak pelaksana yang tidak memasang papan nama/plang proyek tersebut diduga telah melanggar aturan Undang – Undang dan Peraturan lainnya.
Peraturan dimaksud yakni Undang – Undang (UU) nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Terpisah salah seorang yang diduga pengawas lapangan ketika dikonfirmasi terkait pembangunan jalan tersebut, saat di tanya anggaran dari mana menyebutkan bahwa dia hanya melihat perkerja. Tetapi setiap kepengurusan para perkerja dengan dirinya.(Chan)
Banjir Rendam Puluhan Rumah di Desa Dedap, Warga Butuh Logistik Makanan
Meranti(SegmenNews.com)– Hujan deras mengguyur yang disertai angin kencang menyebabkan Desa Dedap, Kecamatan Tasik Putripuyu, Kepulauan Meranti teredam banjir.
Curah hujan dengan intensitas tinggi juga membuat aliran sungai Dedap meluap. Ketinggian air yang mencapai hingga 2 meter mengakibatkan sebanyak puluhan Kepala Keluarga (KK) dengan ratusan jiwa yang kediamannya dikepung air saat ini tidak bisa melakukan aktifitas.
Selain itu fasilitas umum seperti kantor desa, sekolah, masjid, gedung Poskesdes juga terendam banjir.
Kepala Desa Dedap, Mansur mengatakan kenaikan air yang telah menggenangi tiga dusun itu diperkirakan akan naik menjelang siang hari, hal itu dikarenakan pasang air laut juga ikut merendam desa tersebut.
“Banjir sudah dua hari. Saat ini ketinggian air beragam, ada yang ketinggiannya satu meter hingga mencapai dua meter. Air banjir ini dipastikan akan naik menjelang siang hari karena air pasang laut ikut mendorong banjir ini ke arah darat,” kata Mansur, Rabu (25/11/2020).
Kepala desa itu juga mengatakan saat ini sudah banyak warganya yang mengungsi ke dataran yang agak tinggi.
Kendati begitu, tidak ada korban jiwa karena warga masih bisa menyelamatkan diri, sebagian juga telah dievakuasi menggunakan perahu dan peralatan yang ada.
“Sebagian warga sudah ada yang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Dan seluruh aktifitas kantor desa maupun sekolah sudah kami liburkan.
Sejauh ini kami masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak, sekaligus memastikan langkah selanjutnya untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan selama banjir,” kata Mansur.
Ditambahkan Mansur saat ini pihaknya juga membutuhkan bantuan dari kabupaten dalam hal ini Dinas Sosial dan BPBD dalam hal mengevakuasi warga dan mengirimkan logistik serta bantuan dapur umum.
“Saat ini kami butuh logistik seperti bahan makanan karena selama banjir belum surut warga kami tidak bisa bekerja sehingga untuk mendapatkan bahan makanan agak susah,” ujarnya.
Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti melalui Kepala Seksi Logistik, Amri Umar mengatakan pihaknya akan segera mengirimkan bantuan logistik makanan bagi warga Desa Dedap yang terdampak banjir.
“Saat ini Logistik masih berada di Pekanbaru. Setelah berkoordinasi dengan pihak desa kita akan segera mengirimkan logistik makanan. Selain itu kita akan siapkan posko untuk kesehatan, tenda-tenda yang diperlukan, termasuk lokasi pengungsian jika dibutuhkan,” kata Amri.(Ags)
Delapan Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Terhadap Nota Keuangan RAPBD Meranti 2021
Meranti(SegmenNews.com)-Sebanyak delapan fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti menyampaikan pandangan umum terhadap pidato Kepala Daerah tentang nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2021 pada rapat paripurna di Balai Sidang DPRD, Selasa (24/11/2020).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kepulauan Meranti Ardiansyah SH MSi, didampingi Wakil Ketua I DPRD H Khalid Ali SE, dan Wakil Ketua II Iskandar Budiman SE. Dihadiri para Anggota DPRD dan Sekda Kepulauan Meranti Dr. Drs. H Kamsol MM.
Pandangan umum itu disampaikan oleh masing-masing perwakilan fraksi.
Fraksi Partai Amanat Nasional, yang disampaikan juru bicara Sopandi SSos, bahwa penghematan dan efesiensi harus dilakukan dengan baik oleh pemerintah daerah. Belanja-belanja yang bersifat seremonial tetapi tidak menunjang prioritas pembangunan dan penanganan Covid-19, akan terus diawasi sehingga bisa diminimalisir. Sebagian besar, postur anggaran dituangkan dalam belanja peningkatan ekonomi masyarakat dan pembukaan lapangan pekerjaan.
“Belanja daerah sebagai komponen keuangan daerah dalam kerangka ekonomi makro diharapkan dapat memberikan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara makro ke dalam kerangka pengembangan yang lebih memberikan efek berkelanjutan yang lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat yang lebih merata,” ungkap Sopandi.
Fraksi Partai Amanat Nasional juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan lagi koordinasi dan lobi – lobi yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendapatkan dana di Provinsi, Kementerian terkait dan Pemerintah Pusat guna meningkatkan capaian-capaian target yang bertujuan untuk kesejahteraann masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Kami apresiasi kerja keras yang selama ini dilakukan oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Meranti dari 67,45 persen pada tahun 2019 menjadi 67,60 persen pada tahun 2020. Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat dalam hal ini angka harapan lama sekolah dari 13,50 persen pada tahun 2019 menjadi 14 persen pada tahun 2020. Serta meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi masyarakat sebesar 0,12 persen di tahun 2021. Dan tentunya semoga kedepan menjadi lebih baik lagi,” ucapnya.
Kemudian, Fraksi Partai PDI Perjuangan, disampaikan juru bicara Bobi Haryadi, bahwa dalam mengatasi kemiskinan pemerintah daerah perlu terobosan baru, sehingga dapat meningkatkan kemandirian daerah dengan mengutamakan PAD. Begitu juga terkait prioritas anggaran tahun 2021 untuk pemulihan penanganan pandemi covid-19, fraksi partai ini menekankan agar implementasi APBD Kepulauan Meranti tahun anggaran 2021 dilaksanakan secara akuntabel.
“Perlu kami sampaikan terkait dengan pilkada Kepulauan Meranti tahun 2020 yang dilaksanakan di tengah pandemi covid-19 yang berpotensi terciptanya kerumunan saat pemungutan suara nanti, diharapkan untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Bobi.
Fraksi PDI Perjuangan berharap, anggaran dalam APBD tahun 2021 diarahkan pada program recoveri yang mampu mendorong pemulihan daya beli masyarakat dengan program pro rakyat, seperti program padat karya, ekonomi kerakyatan dan lain sebagainya.
Selanjutnya, Fraksi Partai Golkar plus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang disampikan juru bicara Dedi Yuhara Lubis, bahwa pembangunan infrastruktur seperti jalan poros, jembatan dan lain-lain yang merupakan akses untuk membuka isolasi beberapa daerah di Kabupaten Kepulauan Meranti perlu mendapat prioritas utama. Terlebih untuk desa-desa tertentu yang terancam abrasi, perlu solusi agar masalah ini segera teratasi.
“Disamping itu juga, pemerataan pembangunan untuk masing-masing kecamatan agar memenuhi porsi dan sesuai prioritas serta kondisi daerah tersebut, dan jangan terkesan pembangunan hanya menumpuk di suatu daerah tertentu saja,” ungkapnya.
Begitu juga anggaran untuk penyelesaian infrastruktur jalan yang telah dilaksanakan dan belum selesai harus tetap dianggarkan. Seperti pengerasan jalan desa Telesung, jalan Desa Selat Akar menuju Desa Bandul, jalan dari Semukut menuju Kuala Merbau dan lain-lain.
“Untuk pembangunan gedung kantor Bupati dan kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti agar dianggarkan pada APBD tahun anggaran 2021 ini. Karena kondisi kantor Bupati dan apalagi kantor DPRD sudah tidak layak dan perlu dibangun kantor yang representatif sebagai ikon daerah,” ujarnya.
Di bidang kesehatan pula, sambung Dedi Yuhara, perlunya pengawasan yang ketat terhadap puskesmas terkait limbah medis. Juga menyangkut alat incinerator yang sesuai dengan spesifikasinya. Di bidang pendidikan, pada situasi Covid 19 ini adalah kesulitan proses serta akses belajar mengajar di sekolah serta anggaran pendidikan khususnya sekolah keagamaan atau swasta yang mengalami kesulitan anggaran.
“Kami ingatkan kembali, masukan yang pernah kami sampaikan pada Sidang Paripurna APBD-P Tahun 2020 terkait perlunya membentuk UPT BPBD di setiap kecamatan dalam rangka untuk mengatasi musibah kebakaran, kami memandang perlu penyediaan mobil damkar mini untuk sarana pemadam kebakaran di masing-masing kecamatan mengingat banyaknya jalan atau gang kecil yang sulit dilalui mobil damkar besar,” jelas dia.
Sementara, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa menilai pemerintah daerah saat ini dalam melakukan peningkatan pendapatan daerah belum optimal. Fraksi partai ini mempertanyakan realisasi dari upaya pemerintah, seperti yang telah diungkapkan melalui pidato kepala daerah sebelumnya. Antara lain, penyempurnaan sistem dan prosedur pungutan melalui peningkatan pelayanan masyarakat, verifikasi dan validasi data wajib pajak, dan peningkatan koordinasi antar instansi terkait.
“Ketiga hal penting ini kami menilai masih sangat lemah. Oleh karena itu, kami berharap ketiga hal tersebut tentunya menjadi catatan dan perhatian penuh oleh pemerintah daerah dalam upaya peningkatan pendapatan daerah nantinya,” kata juru bicara fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Pandumaan Siregar SP.
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa berpendapat, penyusunan postur anggaran belanja dalam upaya peningkatan ekonomi kemasyarakatan yang akurat, dan pembukaan lapangan pekerjaan yang luas, haruslah menjadi pokus utama yang tertuang di dalam APBD 2021 nantinya.
“Kegiatan penanganan kesehatan dan penanganan dampak ekonomi akibat pendemik virus Covid-19 perlu dilanjutkan lagi di portur APBD tahun anggaran 2021,” ucap Pandu.
Fraksi Partai Gerindra, mengingatkan dan mendorong agar perencanaan dan penentuan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) didasarkan pada potensi dengan memperhitungkan kemampuan sarana dan prasarana SDM aperatur pengelola, bukan semata-mata didasarkan dari capaian tahun sebelumnya.
“Fraksi Partai Gerindra sangat mengerti dan memahami betapa beratnya menyusun RAPBD tahun Anggaran 2021 dimasa pandemi covid 19 yang belum reda. Hal ini tentu sangat berdampak terhadap asumsi pendapatan daerah sebagai komponen terpenting dalam menyusun RAPBD, dan pada masa transisi pemerintahan sebagai konsekuensi akan digelar Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti 2020 dan akan dilanjutkan proses pelantikan pada bulan Februari 2021,” kata juru bicara Fraksi Gerindra, Basiran SE, MM.
Fraksi Partai Gerindra juga mendorong dan mengajak pemerintah daerah untuk menyamakan persepsi akan ada realitas bahwa APBD tahun anggaran 2021 yang akan disahkan nantinya akan mengalami bongkar pasang dalam bentuk perubahan APBD dalam waktu singkat yang akan dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih dengan menyesuaikan semangat pemimpin baru dan haluan baru.
“Fraksi Partai Gerindra mempertayakan tentang kebijakan, mekanisme pembayaran utang Pemda di tahun 2021 yang merupakan akumulasi dari utang-utang tahun sebelum dengan pihak ke tiga. Fraksi kami meminta Pemda menjelaskan secara transparan dan komprehensif,” beber Basiran.
Menurutnya, hal ini menjadi penting untuk diberikan klarifikasi dengan sejelas-jelasnya sebelum Dewan menyetujui. Sebelum RAPBD 2021 disahkan dalam Rapat Paripurna mendatang. Mengingat, bahwa utang dan kewajiban Pemda untuk membayarnya akan menjadi beban belanja pada struktur APBD 2021.
“Seharusnya, Pemda saat ini harus lebih bijaksana dan berhati-hati dalam membelanjakan keuangan daerah untuk sesuatu belanja anggaran. Anggarannya memang sudah ada dan tersedia, sehingga tidak meninggalkan hutang pada periode jabatan mendatang,” jelas dia.
Terhadap kebijakan rasionalisasi pengurangan belanja ASN dari tunjangan ASN sebesar 35 persen, Fraksi Partai Gerindra memaklumi dalam rangka menekan defisit APBD 2021 yang semua sebesar 79 milyar lebih menjadi 40 milyar lebih. Namun sebaliknya, Fraksi ini tidak sependapat dan bahkan tidak setuju apabila Pemda Kepulauan Meranti berencana merumahkan tenaga honorer, karena hal ini akan berdampak besar terhadap meningkatnya pengangguran terbuka.
“Namun Fraksi kami bisa mentolelir upaya Pemda untuk melakukan verifikasi dan pendataan ulang terhadap tenaga honorer yang disinyalir fiktif jumlahnya tidak sesuai dengan realitas yang ada,” pungkasnya.
Fraksi Partai Demokrat pula menilai, implementasi RPJMD pada tahun kelima ini, seperti disampaikan Bupati bahwa memfokuskan pada pencapaian visi dan misi kabupaten serta sinkronisasi dengan prioritas pembangunan Nasional dan Provinsi Riau dengan tiga prioritas utama yaitu, pembangunan manusia, peningkatan infrastruktur dasar, dan penurunan angka kemiskinan, hanya harapan dari tahun ke tahun.
“Ini terbukti, pembangunan manusia yang masih sangat rendah, infrasruktur dasar kita yang dalam kabupaten saja belum selesai, apalagi untuk menghubungkan ke jalur provinsi dan kabupaten lain, roro penyeberangan kita yang sampai saat ini belum beroperasi, tingkat kesulitan ekonomi masyarakat yang semakin tinggi sejak ditutupnya pintu keluar negeri yang artinya angka pengangguran produktif semakin meningkat karena keterbatasan pemerintah dalam pengembangan UMKM dan sektor swasta lainya,” kata juru bicara Fraksi Partai Demokrat, Helmi Amd.
Fraksi Partai Demokrat menyadari pandemi covid-19 memang menjadi faktor penyebab rusaknya kondisi ekonomi saat ini. Tetapi tidak bearti harus berpangku tangan menyerah dengan keadaan. “Memang dalam langkah-langkahnya pemerintah telah melakukan efesiensi dan penghematan dengan menghilangkan segala kegiatan seremonial dengan memfokuskan belanja peningkatan ekonomi masyarakat dan pembukaan lapangan pekerjaan, tapi menurut kami realitasnya belum ada upaya peningkatan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah atau program yang jelas dan terukur yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Fraksi Partai Demokrat juga mencermati terhadap upaya apa yang dilakukan pemerintah dalam memenuhi target pendapatan daerah. Salah satu poinnya adalah, menganalisis dan mengkaji potensi pendapatan daerah. Namun menurut fraksi ini, hal ini yang belum berjalan dengan baik. Dapat dibuktikan dengan lemahnya pemerintah daerah terhadap perpajakan walet yang merupakan potensi besar dan sumber pendapatan bagi Kepulauan Meranti.
“Jelas kelemahan ini sangat merugikan daerah dari segi pendapatan asli daerah. Fraksi kami berpendapat harus ada tindakan dan upaya tegas dalam persoalan pajak walet ini. Masaalah pajak walet hanya salah satu variabel yang melemahkan APBD Kepulauan Meranti dari sisi pendapatan daerah yang bersumber dari PAD. Jika dilakukan penulusuran dari usaha-usaha produktif lain seperti kilang sagu, panglung arang, perkapalan, pertambangan dan lain-lain, kami yakin akan dapat mendongkrak APBD lebih baik lagi,” ujar Helmi.
Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, berharap agar penurunan penerimaan daerah yang disebabkan oleh sektor pajak daerah hendaknya dapat disikapi dan diantisipasi dalam perencanaan penganggaran untuk tahun–tahun selanjutnya. Prediksi dan asumsi harus dilakukan secara keseluruhan atau kaffah sehingga sekecil apapun masalah yang terdapat dalam kebijakan penganggaran tidak mengakibatkan lambatnya proses menyusun APBD dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat.
“Upaya yang sangat serius harus dilakukan dalam menggali potensi pendapatan daerah dan peninjauan kembali terhadap kebijakan-kebijakan penggalian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kemudian, penganggaran terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan dan bermanfaat bagi masyarakat hendaknya menjadi prioritas untuk tidak dikurangi. Begitu juga penganggaran pemeliharaan jalan seluruh Kabupaten Kepulauan Meranti agar tetap dilanjutkan,” ujar juru bicara Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Suji Hartono.
Untuk penganggaran bidang kesehatan, terutama ketersediaan sarana dan prasarana fasilitas penunjang protokol kesehatan, ketersediaan obat-obatan yang memadai, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan menilai hal itu merupakan sebagai wujud upaya pemerintah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Penganggaran untuk pemberian bantuan hibah atau bantuan sosial dalam bentuk uang dan barang kepada individu atau masyarakat yang terdampak atau memiliki resiko sosial seperti keluarga miskin, pekerja sektor informal atau harian dan individu masyarakat lainnya yang memiliki resiko sosial akibat terdampak pandemi covid-19 harus dilanjutkan dan ditingkatkan.
“Kami tidak menginginkan kegiatan yang sifatnya seremonial dan pelatihan-pelatihan yang tidak berdampak pada peningkatan eknomi dan pengurangan resiko sosial akibat pandemi covid 19. Pemerintah juga jangan memasukkan program pembangunan tanpa melalui pembahasan, agar hal ini tidak menyalahi aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” bebernya.
Disamping itu, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan juga memahami bahwa eksodus ASN akan terjadi di penghujung jabatan Kepala Daerah. Oleh karena itu, perlu dilakukan antisipasi oleh Badan Kepegawaian Daerah agar roda pemerintahan pada masa transisi kepala daerah tidak mengganggu pelayanan publik dan pelaksanaan program yang sudah direncanakan.
“Kami minta pemerintah daerah untuk memperhatikan regulasi-regulasi terkait dengan penyusunan anggaran dan belanja daerah. Hal ini merupakan salah satu upaya agar kegiatan yang sudah direncanakan dapat dilaksanakan dan tidak terkendala karena kesalahan nomenklatur dan peruntukannya,” imbuh Suji.
Menurut Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, keterbatasan anggaran dan ketidakpastian kegiatan yang terjadi sebagai akibat dari kondisi keuangan Negara dan pandemi covid-19 pada tahun 2020 hendaknya dapat dijadikan tolak ukur dalam penyusunan anggaran dan belanja untuk tahun 2021. “Kami harap kegiatan-kegiatan yang direncanakan pada tahun ini dapat direalisasikan pada tahun 2021 dan progress setiap kegiatan dapat terukur dengan baik,” pungkasnya.
Terakhir, Fraksi Gabungan PKS – Nasdem memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian serta kerjasamanya dalam melaksanakan berbagai proses pembahasan Ranperda APBD tahun anggaran 2021. Hal ini semata-mata demi terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang otonom dan demokratis serta terwujudnya mekanisme chek and balance yang sehat antara lembaga DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Semoga kerja semua elemen yang terlibat di dalamnya, dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan Kabupaten Kepulauan Meranti kedepan,” kata juru bicara Fraksi Gabungan PKS – Nasdem, Tengku Zulkenedi Yusuf.
Fraksi gabungan PKS – Nasdem juga menyambut baik dan mengapresiasi kepada pemerintah daerah, dengan telah disampaikannya Pengantar Nota Keuangan RAPBD tahun anggaran 2021. Diharapkan RAPBD tersebut benar-benar dapat menjadi dasar serta acuan terhadap pembangunan daerah tahun depan.
“Semoga RAPBD tahun anggaran 2021 mampu menjawab berbagai persoalan. Mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, menekan angka kemiskinan dan pengangguran, meningkatakan sumber daya manusia, meningkatkan pembangunan infrastuktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta program-program kerja lain sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti,” pungkasnya.(Ags)