H Adil – H Asmar Siap Wujudkan Meranti Maju Cerdas Dan Bermartabat
Meranti(SegmenNews.com)-Debat kandidat peserta Pilkada Kepulauan Meranti tahun 2020 di Ballroom Grand Meranti Hotel, Senin (24/11/2020) malam berlangsung seru.
Debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Meranti ini dipenuhi adu argumen empat Pasangan Calon (Paslon) peserta Pilkada dari umur urut satu hingga nomor urut empat.
Dengan penerapan protokol kesehatan, debat berlangsung seru dengan dibagi empat segmen.
Segmen pertama masing masing pasangan calon memaparkan visi dan misi mereka selama tiga menit, kemudian dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan yang diberikan moderator Michiko Frizdew.
Acara semakin seru karena para kandidat diberikan kesempatan tanya jawab untuk saling adu argumen dan program yang mereka siapkan jika nanti terpilih menjadi pemimpin di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Meskipun saling beradu program dan argumen debat kandidat berlangsung aman dan lancar hingga akhir kegiatan.
Pada segmen pemaparan visi misi paslon nomor urut 1 yakni H Adil dan H Asmar membawa visi dan misi mewujudkan Meranti maju dan bermartabat serta membangun infrastruktur yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai dari desa Kecamatan hingga Kabupaten.
Untuk mewujudkan visi ini, mereka memiliki misi dan program yang akan dilaksanakan di aspek perekonomian, Kesehatan dan infrastruktur.
H Adil memaparkan pembangunan dimulai dari desa dengan alasan karena selama ini desa kurang mendapatkan perhatian sama sekali dari pemerintah daerah, sementara itu jalan-jalan di desa sebanyak 70 persen tergolong rusak berat.
Selanjutnya program yang dicanangkan adalah Meranti Maju, dimana masyarakat wajib sarjana S1 bahkan sarjana S2 serta S3 bagi yang berprestasi. Kemudian program Meranti Cerdas mengakomodir kebutuhan siswa mulai dari TK, SD dan SMP dengan menggratiskan semua peralatan ketika masuk sekolah bahkan setiap anak SD dan SMP akan diberikan sepeda. Terhadap kesejahteraan guru agama dan honor guru komite di sekolah SD dan SMP akan diangkat menjadi honorer kabupaten dengan gaji Rp2 juta perbulan.
Program Meranti Cerdas, setiap anak-anak Meranti yang beragama Islam wajib membaca Alquran dan setiap guru mengaji di mesjid dan musala diberikan honor uang Rp10 sampai Rp15 juta pertahun.
Untuk bidang kesehatan, masyarakat cukup berobat dengan menggunakan KTP dan gratis serta tidak perlu menggunakan BPJS. Selanjutnya menciptakan 9.500 usahawan bagi masyarakat yang miskin dan tidak mempunyai pekerjaan dan warga yang miskin akan diberikan PKH dan bantuan langsung tunai sebanyak 20.000 orang.(Ags)
DPRD Meranti Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD 2021
Meranti(SegmenNews.com)- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2021, Senin (23/11/2020) di Balai Sidang DPRD.
Sidang paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Ardiansyah SH MSi, didampingi Wakil Ketua I DPRD H Khalid Ali SE, dan Wakil Ketua II Iskandar Budiman SE. Dihadiri 18 Anggota Dewan, dan Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi.
Dalam penyampaiannya, Ketua DPRD Ardiansyah mengatakan, rapat paripurna penyampaian nota keuangan RAPBD tahun anggaran 2021 ini adalah kelanjutan penandatangan MoU KUA-PPAS yang dilaksanakan sebelumnya pada 16 November 2020.
“Berdasarkan pasal 311 ayat (1) undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, kepala daerah wajib mengajukan rancangan perda tentang APBD beserta penjelasan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada DPRD sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan untuk memperoleh persetujuan bersama. Hal ini juga sesuai dengan peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 64 tahun 2020 tentang pedoman penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2021,” ungkap Ardiansyah.
Bupati Irwan, dalam pidatonya menyampaikan, rencana kerja pemerintah daerah atau RKPD tahun anggaran 2020-2021 yang telah ditetapkan dengan Peraturan Bupati Kepulauan Meranti nomor 61 tahun 2020 tanggal 25 Agustus 2020, menjadi dasar penyusunan KUA-PPAS tahun anggaran 2021.
“Rencana program dan kegiatan tahun anggaran 2021 yang termuat pada RKPD tahun 2021 merupakan implementasi RPJMD Kabupaten Kepulauan Meranti 2016-2021 yang memuat visi daerah yaitu menjadikan Kepulauan Meranti sebagai kawasan niaga yang maju dan unggul dalam tatanan masyarakat madani,” ujarnya.
Jalannya RPJMD pada tahun kelima ini, sebut Irwan, difokuskan pada pencapaian visi dan misi Kabupaten Kepulauan Meranti serta sinkronisasi dengan prioritas pembangunan Nasional dan Provinsi Riau. Pembangunan daerah Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2021 meliputi, pembangunan manusia, peningkatan infrastruktur dasar, dan penurunan angka kemiskinan.
“Penerapan kebijakan prioritas pembangunan daerah tahun 2021 diarahkan untuk meningkatkan standar hidup masyarakat yang akan berdampak dengan membaiknya berbagai indikator pembangunan yaitu, pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, kesenjangan dan tingkat pengangguran terbuka. Selain itu, penyusunan rancangan anggaran pembangunan pada APBD tahun 2021 ini juga berdasarkan pertimbangan kemampuan fiskal daerah serta kondisi ekonomi saat ini yang sedang kurang baik akibat adanya pandemi covid-19,” beber Irwan.
Pada APBD tahun 2021 ini, sambungnya, sebagian besar anggaran daerah juga difokuskan pada penanganan covid-19 dan penanganan dampak turunan yaitu dampak ekonomi akibat pandemi tersebut. “Penghematan dan efisiensi tentu saja langkah konkrit yang harus ditempuh oleh pemerintah agar tidak terjadi defisit yang besar dalam pengelolaan keuangan daerah,” ucapnya.
Dijelaskan Irwan, belanja-belanja yang bersifat seremonial dan tidak menunjang prioritas pembangunan dan penanganan covid-19 akan diminimalisir, bahkan dihilangkan. Sebagian besar, postur anggaran dituangkan dalam belanja peningkatan ekonomi masyarakat dan pembukaan lapangan pekerjaan.
“Pendapatan daerah yang dianggarkan dalam APBD tahun anggaran 2021 merupakan perkiraan yang terukur secara rasional dan memiliki kepastian serta berdasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan,” jelasnya.
Irwan berharap, belanja daerah pada tahun 2021 dapat digunakan sebagai instrument pencapaian visi dan misi pembangunan yang telah ditetapkan dengan fokus pada sasaran diantaranya, meningkatkan akses pendidikan dasar dan kualitas SDM aparatur, pemantapan keterjangkauan akses pelayanan kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur konektivitas darat dan laut, pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan investasi, serta intervensi belanja daerah yang berkontribusi pada peningkatan PAD.
”Dalam penyusunan RAPBD 2021, tim anggaran pemerintah daerah telah melakukan pencermatan terhadap usulan RKA-SKPD sebelum menjadi RAPBD. Namun demikian, apabila dalam pencermatan tersebut terdapat perbedaan persepsi, kami mohon agar program dan kegiatan yang kami ajukan dapat didiskusikan dan dicermati kembali,” terang dia.
Selanjutnya, Irwan menyampaikan secara garis besar RAPBD Kabupaten Kepulauan Meranti tahun anggaran 2021 berdasarkan KUA-PPAS yang telah disepakati yakni, pendapatan sebesar Rp 1,139 triliun lebih atau turun 13 persen yakni Rp 176 miliar lebih dari APBD 2020 yaitu Rp 1,316 triliun lebih. Sedangkan belanja daerah sebesar Rp 1,179 triliun lebih atau turun 11 persen yakni Rp 142 miliar lebih dari APBD tahun 2020 yaitu Rp 1,322 triliun lebih.
”Penurunan ini disebabkan oleh penurunan penerimaan daerah dari sektor pajak daerah dan dana perimbangan akibat pandemi covid-19,” bebernya.
Disampaikan Irwan, bahwa pengajuan besaran APBD tersebut diperuntukkan untuk membiayai proritas pembangunan yang telah ditetapkan dan mencapai target indikator makro pembangunan yang telah ditetapkan antara lain, meningkatkan angka harapan hidup masyarakat dari 67,45 persen pada tahun 2019 menjadi 67,60 persen pada tahun 2020. Kemudian, meningkatkan kualitas pendidikan, dalam hal ini angka lama sekolah dari 13,50 persen pada tahun 2019 menjadi 14 persen pada tahun 2020. Serta, meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi masyarakat sebesar 0,12 persen di tahun 2021.
Dapat disimpulkan bahwa, pengajuan APBD Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2021 ini bertujuan untuk meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kepulauan Meranti dari 65,93 persen menjadi 69,50 persen.
“Saya harap rancangan perda tentang APBD Kabupaten Kepulauan Meranti tahun anggaran 2021 ini dapat segera dibahas dan disetujui. Sehingga tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat segera dilakukan,” pungkasnya.(Ags)
Polisi Terjunkan 85 Personel Amankan Debat Pilkada Kepulauan Meranti
Meranti(SegmenNews.com)-Polres Kepulauan Meranti menerjunkan sebanyak 85 personel untuk mengamankan jalannya debat publik empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di Ballroom lantai III Hotel Grand Meranti, Senin (23/11/202) malam.
Selain personel Polres, pengamanan debat terbuka ini juga turut dibantu personel TNI dari Koramil 02 Tebing Tinggi, Satpol PP dan Dinas Perhubungan setempat.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, mengatakan, pelaksanaan pengamanan dibagi beberapa titik. Ada yang berjaga dalam ruangan debat, di luar ruangan, dan di jalan guna mengatur arus lalu lintas.
“Para personel ini diterjunkan untuk menjamin keamanan dan kelancaran pelaksanaan debat publik yang ditaja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Meranti,” ujarnya.
Sebelum pelaksanaan debat, kata Eko, pihaknya juga telah mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, mengingat perkumpulan massa berpotensi menjadi klaster penularan COVID-19.
“Hingga saat ini, situasi Kabupaten Kepulauan Meranti dalam keadaan aman terkendali. Tidak ada hal-hal menonjol. Pelaksanaan debat juga sudah menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.
Ketua KPU Kepulauan Meranti, Abu Hamid mengatakan, debat kandidat Pilkada Kepulauan Meranti tersebut mengangkat tema ‘menyambut pemimpin Meranti yang visioner untuk mewujudkan negeri bermarwah’. Disiarkan langsung melalui TVRI dan media sosial Facebook dan YouTube KPU Kepulauan Meranti.
“Dalam pelaksanaan debat, yang bisa masuk di dalam ruangan tidak lebih dari 50 orang. Antara lain, 4 pasangan calon, 2 orang perwakilan Bawaslu, 4 orang Tim Kampanye Paslon, 5 orang anggota KPU, dan selebihnya adalah petugas dari KPU dan EO yang akan bekerja saat acara,” sebutnya.
Selain itu, KPU juga menyiapkan tempat nobar bagi wartawan yang meliput kegiatan debat di lantai 1 Hotel Grand Meranti.
“Pelaksanaan debat juga menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian COVID-19 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dan Pasal 9,” jelasnya.
Debat diikuti empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Paslon nomor urut satu H Muhammad Adil – AKBP (Purn) H Asmar, pasangan nomor urut 2 Hery Saputra – Muhammad Khozin, pasangan nomor urut 3 Mahmuzin Taher – H Nuriman Khair, dan pasangan nomor urut 4 H Said Hasyim – Abdul Rauf.(Ags)
Adu Argumen, Ini Program yang DitawarkanKandidat Pilkada Meranti
Meranti(SegmenNews.com)-Debat kandidat peserta Pilkada Kepulauan Meranti tahun 2020 di Ballroom Grand Meranti Hotel, Senin (24/11/2020) malam berlangsung seru.
Debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Meranti ini dipenuhi adu argumen empat Pasangan Calon (Paslon) peserta Pilkada dari umur urut satu hingga nomor urut empat.
Dengan penerapan protokol kesehatan,
debat berlangsung seru dengan dibagi empat segmen.
Segmen pertama masing masing pasangan calon memaparkan visi dan misi mereka selama tiga menit, kemudian dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan yang diberikan moderator Michiko Frizdew.
Acara semakin seru karena para kandidat diberikan kesempatan tanya jawab untuk saling adu argumen dan program yang mereka siapkan jika nanti terpilih menjadi pemimpin di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Meskipun saling beradu program dan argumen debat kandidat berlangsung aman dan lancar hingga akhir kegiatan
Pada segmen pemaparan visi misi paslon nomor urut 1 yakni H Adil dan H Asmar membawa visi dan misi mewujudkan Meranti maju dan bermartabat serta membangun infrastruktur yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai dari desa Kecamatan hingga Kabupaten.
Untuk mewujudkan visi ini, mereka memiliki misi dan program yang akan dilaksanakan di aspek perekonomian, Kesehatan dan infrastruktur.
H Adil memaparkan pembangunan dimulai dari desa dengan alasan karena selama ini desa kurang mendapatkan perhatian sama sekali dari pemerintah daerah, sementara itu jalan-jalan di desa sebanyak 70 persen tergolong rusak berat.
Selanjutnya program yang dicanangkan adalah Meranti Maju, dimana masyarakat wajib sarjana S1 bahkan sarjana S2 serta S3 bagi yang berprestasi. Kemudian program Meranti Cerdas mengakomodir kebutuhan siswa mulai dari TK, SD dan SMP dengan menggratiskan semua peralatan ketika masuk sekolah bahkan setiap anak SD dan SMP akan diberikan sepeda. Terhadap kesejahteraan guru agama dan honor guru komite di sekolah SD dan SMP akan diangkat menjadi honorer kabupaten dengan gaji Rp2 juta perbulan.
Program Meranti Cerdas, setiap anak-anak Meranti yang beragama Islam wajib membaca Alquran dan setiap guru mengaji di mesjid dan mushola diberikan honor uang Rp10 sampai Rp15 juta pertahun.
Untuk bidang kesehatan, masyarakat cukup berobat dengan menggunakan KTP dan gratis serta tidak perlu menggunakan BPJS. Selanjutnya menciptakan 9.500 usahawan bagi masyarakat yang miskin dan tidak mempunyai pekerjaan dan warga yang miskin akan diberikan PKH dan bantuan langsung tunai sebanyak 20.000 orang
Selanjutnya, pasangan nomor urut 2 Hery Saputra dan Muhammad Khozin
memiliki visi Berseri yakni bersih sejahtera dan religius.
Untuk mencapai visi ada beberapa misi yang akan dilakukan dengan sejumlah program yang disiapkan diantaranya
meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik akuntabel dan berjalannya reformasi birokrasi bersih melalui program Sapa Warga.
Kemudian sejahtera, dimana rakyat tidak boleh lapar dan rakyat harus sehat serta rakyat harus pintar.
Selanjutnya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui potensi lokal, meningkatkan kesejahteraan nelayan sebanyak 3.190 nelayan dengan membangun Tempat Penampungan Ikan (TPI).
Program Sejahtera Desa yakni One Village One Product dengan membangun sebuah produk dan dipasarkan dengan berbasis digital, kemudian Sejahtera Milenial yakni dengan memprogramkan potensi daerah yang berskala nasional dan event tahunan untuk kaum milenial baik itu bidang olahraga maupun bidang-bidang kreatif lainnya.
Selanjutnya Sejahtera Tenaga Kerja dengan mempertahankan tenaga honorer yang bekerja di pemerintah dan akan melakukan peningkatan UMKM dan life skill bagi masyarakat masyarakat lainnya. Program Sejahtera Lingkungan yakni akan membangun Ruang Terbuka Hijau di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti
Program Madrasah Bangkit yakni dengan memberikan bantuan terhadap 2 861 guru madrasah juga guru mengaji, memberikan bantuan dengan memastikan kenyamanan bagi rumah ibadah, dimana terdapat 251 masjid 296 mushola ada 10 gereja dan 52 vihara. Selanjutnya yang belum layak akan diberikan bantuan keuangan.
Sementara itu, Paslon nomor urut 3 Mahmuzin Taher dan Nuriman Khair
mengusung visi Menebas yakni menuju negeri bahari sejahtera.
Programnya yakni membangun Kepulauan Meranti menjadi kabupaten Mandiri madani dan berwawasan lingkungan dengan mengoptimalkan konektivitas jalur maritim sebagai sarana penunjang utama dalam membangun pilar ekonomi sehingga dapat membawa Meranti menjadi sebuah poros ekonomi baru di timur Provinsi Riau yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat Meranti.
Misinya yakni mengoptimalkan peran APBD untuk indeks pembangunan manusia (IPM) serta pembangunan infrastruktur berbasis peningkatan pelayanan masyarakat yang dikelola secara transparan.
Selanjutnya membangun kedaulatan akses melalui jalur maritim terutama akses niaga berupa sarana dan sistem transportasi melalui rantai distribusi logistik berbasis pelayanan umum dengan mengedepankan efisiensi biaya dan waktu yang bisa diakses oleh bagi seluruh lapisan masyarakat yang ada di Meranti.
Selanjutnya menjadikan Kabupaten Meranti sebagai Kota dagang dan transit yang memiliki multiplier effect terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Meranti tempat menyiapkan SDM tangguh yang berdaya saing dan siap pakai terutama dalam menyongsong ekonomi Meranti dalam upaya Meranti Menebas
yang siap melakukan penetrasi di pasar global salah satunya dengan membuka pendidikan vokasi di sektor dunia maritim dan logistik yang dimulai dari tingkatan SMK.
Membangun sistem ketahanan pangan dalam upaya menekan living cost atau biaya hidup secara berkesinambungan kemudian membuka lapangan pekerjaan dengan optimalisasi sinergi antara pemerintah melalui swastanisasi dan UMKM Kabupaten. Mensejahterakan tenaga honorer termasuk honorer daerah honor komite sekolah guru agama dan honor Madrasah.
Paslon nomor urut 4 juga tidak mau kalah dengan paslon lainnya. Dalam debat ini mereka menyampaikan visi yang mereka usung yakni ‘Bersabar’ menjadikan negeri yang maju sejahtera dan berkeadilan sedangkan yang menjadi misinya adalah ‘Bersinar’ yakni
Bersih, Disiplin, Aman dan Sejahtera.
Bersih yang dimaksudkan yakni bersih niat untuk jadi Bupati Meranti tidak akan korupsi kolusi nepotisme dan tidak akan memperkaya diri, keluarga dan golongan lainnya. Selanjutnya Disiplin, dimana pasangan ini akan menunjukkan sikap sebagai pemimpin
disiplin baik disiplin dalam bekerja dan kepada segenap aparat yang ada. Aman diartikan sebagai akan menjaga keamanan antara golongan, kelompok, suku dan agama agar hidup rukun
Selanjutnya sejahtera yang dimaksudkan adalah terbangunnya sarana dan prasarana terutama jalan pelabuhan, jembatan, air bersih, listrik dan sarana pemerintahan lainnya.
Selanjutnya lagi adalah terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat. Dimana Dikatakan saat ini masyarakat Kepulauan Meranti menunggu kebijakan untuk membuka lapangan kerja. Selanjutnya pemberdayaan ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Debat ini di siarkan secara live di televisi lokal, Facebook KPU Kepulauan Meranti dan akun YouTube KPU Kepulauan Meranti.(Ags)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kehadiran Ritel Alfamart dan Indomaret kian menjamur di Kota Pekanbaru. Bahkan sudah merambah hingga ke jalan- jalan pemukiman masyarakat. Dampak dari kehadiran mini market modern ini sudah pasti melumpuhkan usaha masyarakat.
Terkait dengan merebaknya dugaan banyaknya ritel Indomaret dan Alfamart tersebut, membuat Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Partai Nasdem Munawar Syahputra angkat bicara.
Munawar meminta kepada Dinas terkait agar meninjau ulang Ritel yang ada di Kota Pekanbaru seperti Indomaret dan Alfamart yang semakin bertambah hingga di setiap Kelurahan ada beberapa ritel yang jaraknya berdekatan hingga di sinyalir menabrak perda no 09 Tahun 2014.
Dengan banyaknya ritel tersebut dampak dari itu usaha menengah kebawah seperti toko kelontong dan UMKM gulung tikar. Hal ini dikatakan Munawar Senin (23/11/20) tadi disalah satu caffe di Pekanbaru.
“Saya meminta pihak berwenang kroscek kelapangan ritel seperti Indomaret dan Alfamart berapa yang memiliki izin dan yang tidak memiliki izin,” tegas Munawar.
Sambung dia, bahkan selaku wakil rakyat, diri juga sudah berkali-kali menerima laporan dari masyarakat yang memiliki usaha kecil menengah, mereka mengeluh bahwa pendapatan mereka jauh merosot di karenakan ritel yang saat ini berdekatan dengan jualan mereka.
” Kasihan masyakarat cari hidup harus gulung tikar, gara-gara diajak bersaing dengan Ritel yang tidak seimbang,” ucap dia.
Dikatakan Munawar, dengan adanya informasi masyarakat ini dirinya selaku anggota DPRD Kota Pekanbaru akan melakukan peninjauan terhadap semua gerai Indomaret dan Alfamart.
Lanjut Munawar, dirinya menerima laporan dari Disperindag Kota Pekanbaru bahwa total ritel yang ada saat ini hanya 151 gerai. Hal itu juga tertuang dalam Perda No 9 Th 2014, disini kita dspat data dari Kabid Disperindag bahwa ritel Alfamart dan Indomaret hanya 124 yang di urus izinnya dari pihak Dinas yang ritel mereka di Pekanbaru.
,” Kita telah kordinasi dengan pihak terkait bahwa untuk saat ini ijin Indomaret dan Alfamart itu baru sejumlah 124 Ritel belum sampai 151. Tetapi saya lihat dan dari informasi warga sepertinya Alfamart dan Indomaret semangkin bertambah saja di setiap Kelurahan yang ada ”
” Jika ada yang tidak kantongi izin dan juga tidak sesuai perda nanti konsekwensinya pasti ada, dan sudah jelas dalam Perda tersebut dijelaskan jarak ritel dan pasar modern harus berjarak 350 M” jelasnya.
Namun demikian dirinya selaku anggota DPRD tidak tinggal diam, ia akan meninjau langsung ke lokasi untuk memastikan berapa banyak ritel Indomaret dan Alfamart di Kota Pekanbaru.
,” Saya akan koordinasi kepada rekan di DPRD terkait hal ini, agar usaha masyarakat menengah kebawah hidup dan tidak terkena imbas dari ritel yang ada,” pungkas nya.**(rls)
Sekda Kamsol Buka Kunsultasi KLHS RPJMD Kabupaten Meranti 2021-2026
Meranti(SegmenNews.com)- Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Dr. Kamsol MM, membuka sekaligus mengikuti kegiatan Konsultasi Publik II Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kepulauan Meranti 2021-2026, kegiatan dalam rangka menghimpun semua isu strategis dari para pemangku kepentingan untuk penyusunan RPJMd Meranti kedepan itu dipusatkan di Aula Biru Kantor Bupati Meranti. Senin (23/11/2020).
Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Bappeda Meranti Rizki Hidayat, Forkopimda, Perwakilan Polres Meranti, Danposal Letda Jery Hendra, Narasumber dari Pusat Kajian Lingkungan Hidup UR Dr. Suwondo, Kepala Badan Lingkungan Hidup Meranti H. Irmansyah, Kepala BPBD Meranti Idris Sudin, Kadis Kesehatan Meranti dr. Misri, Plt. Kadis PU Meranti Abu Hanifah, Perwakilan Kemenag Meranti, Perwakilan OPD terkait,mLSM Peduli Lingkungan Cik Manan, Setia Budi Utomo, Ketua Gabungan Kelompok Tani, Perwakilan PT. NSP, Tokoh Agama/Masyarakat/Pemuda dan lainnya.
Seperti dijelaskan Kepala Bappeda Meranti Riski Hidayat, kegiatan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) adalah untuk menganalisis secara sistematis, menyeluruh dan partisipastif yang bertujuan menjamin bahwa prinsip prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam proses pembangunan daerah dan penyusunan kebijakan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Meranti Tahun 2021-2026.
Dalam kegiatan ini dikatakan Sekda Meranti, Pemkab. Meranti melakukan konsultasikan dengan semua pemangku kepentingan untuk penajaman, penyamaan persepsi, dalam rangka menghasilkan rumusan isu strategis di Kepulauan Meranti sehingga rencana pembangunan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tidak meninggalkan aspek lingkungan hidup.
KLHS ini nantinya akan memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Indikator Pembangunan Meranti dalam 5 Tahun kedepan yang lebih fokus dan menyentuh kepentingan masyarakat.
Sejauh in diakui Sekda, pelaksanaan RPJMD Meranti sebelumnya telah berhasil menekan angka kemiskinan Meranti, dari 43 persen saat Meranti terbentuk menjadi 27 persen saat ini. Keberhasil itu ditunjang oleh program pembangunan Meranti yang tepat sasaran dan menyentuh pada kepentingan masyatakat dimana program pembangunan Meranti difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan dan aksesbilitas.
“Dan Pemkab. Meranti sangat menyadari angka kemiskinan sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan, kesehatan dan aksesbilitas dan kondisi daerah. Artinya dengan baiknya ketiga faktor ini akan mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Sekda Meranti.
Dan melalui KLHS saat ini, diharapkan dapat dirumuskan strategi pembangunan yang jitu agar Pemerintah Daerah yang didukung oleh instansi terkait dan masyarakat berhasil mewujudkan cita-cita pembangunan yang diinginkan bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab. Meranti juga menghimpun masukan dari akademis khususnya dari Pusat Kajian Lingkungan Hidup Universitas Riau Yang dipaparkan oleh Dr. Suwondo.
Dalam pemaparannya Dr. Suwondo sangat mengapresiasi keberhasilan Pemkab. Meranti dalam menjalankan program pembangunannya yang dinilai Pro Rakyat. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan Pemkab. Meranti menekan angka kemiskinan yang sebelumnya sangat tinggi melalui pelaksanaan program pembangunan yang strategis dan tepat sasaran dengan terlalu berhantung dengan DBH Migas.
“Kita melihat angka kemiskinan Meranti masih cukup tinggi tapi pertumbuhan ekonomi sangat positif berbeda dari daerah lainnya seperti Bengkalis dan Siak yang kaya namun memiliki ketergantungan yang besar terhadap DBH Migas, artinya konsep pembangunan yang dijalankan oleh Pemkab. Meranti dinilai sudah menyentuh kepentingan masyarakat yang secara otomatis ikut mendorong pertumbuhan ekonominya,” ujar Suwondo.
Selain menilai program oembanguna Meranri yang dijalankan saat ini sudah tepat sasaran dna menyentuh masyarakat, pakar kajian lingkungan Universitas Riau itu juga menyarankan agar Meranti survive ditengah Pandemi Covid-19 ini. Dapat lebih fokus pada pembinaan sektor UKM/UMKm dan Pertanian Perkebunan.
“Hasil dari analisa Sektor UMKM dan Pertanian sangat kebal terhadap pengaruh Pandemi Covid-19 dan strategi ini dapat menjadi pilihan program pembangunan dalam 5 tahun kedepan,” ungkapnya lagi.
Dna terakhir Suwondo menyarankan agar program pembangunan daerah dapat dukungan dari Provinsi dan Pusat harus pula disinergikan dengan program Pemerintah Pusat dan Provinsi yang sudah terintegrasi.
Masukan dari pakar lingkungan UR Dr. Suwondo, menurut Sekda Kamsol sudah sejalan dengan program pembangunan yang dijalankan Meranti saat ini seperti terus mendorong potensi Sagu Meranti melalui Sentra Sagu Terpadu yang sudah dibangun, Potensi Perikanan Meranti melalui budidaya Kakap Putih, dan pengembangan Pakan Ternak yang disebut dengan Sagu Parut Kering untuk meningkatkan produksi ternak Meranti yang ekonomis.
Terakhir kegiatan Konsultasi Publik II ditutup dengan penandatanganan Berita Acara KLHS oleh Sekda Meranti Dr. Kamsol, Kepala Bappeda Meranti, Kadis LH Meranti, PT. NSP, Tenaga Ahli Lingkungan Meranti, Ketua Koperasi Centra Sagu Terpadu Meranti, Ketua Kapoktan, serta Kabag Sunda Polres Meranti disaksikan semua perserta yang hadir.(Ags)
Waspada Covid-19, Babinsa Koramil 02 Tebing Tinggi Pastikan Steril Pelabuhan Tanjung Harapan
Meranti(SegmenNews.com)-Pastikan lingkungan pelabuhan tetap steril dengan meningkatkan kewaspadaan melalui pemantauan, merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka penularan dan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).
Kodim 0303/Bengkalis melalui Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi melaksanaan pendisiplinan masyarakat produktif aman covid-19 di pelabuhan Tanjung Harapan Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Minggu (22/11/2020).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 02 Tebing Tinggi Serda M. Amri, Anggota Polri 3 orang, Satpol-PP 4 orang, Dishub 3 orang, Dinkes 2 orang, Syahbandar 2 orang, Pelindo 3 orang dan Pos Angkatan Laut Selatpanjang 1 orang.
Saat di temui wartawan Serda M. Amri mengatakan giat tersebut bertujuan mengantisipasi penularan dan penyebaran Covid-19 yang datang bersamaan dengan pengunjung dari berbagai daerah, dengan memastikan pengguna dan penyedia jasa harus menerapkan aturan sesuai prosedur protokol kesehatan.
“Setiap masyarakat, baik itu pengguna maupun penyedia jasa yang beraktivitas dilokasi pelabuhan diimbau untuk senantiasa memakai masker, menjaga jarak sosial dan mencuci tangan ditempat yang telah disediakan,” ucapnya.
“Mereka didata, mulai dari asal daerahnya hingga ke tujuannya, serta dilakukan pengecekan kesehatan oleh petugas Dinkes yang tergabung dalam tim gabungan tersebut, hal itu berguna untuk memastikan mereka tidak terinfeksi virus covid-19,” ucapnya lagi.
Lanjutnya lagi, kegiatan ini merupakan langkah antisipasi yang telah dilakukan yakni terhadap penumpang kapal, kepada warga untuk selalu menjaga kesehatan, menggunakan masker saat keluar rumah, jaga jarak fisik, jauhi kerumunan serta menjaga stamina tubuh setiap saat.
“Kita juga berpesan kepada warga yang baru datang, apabila ada gejala demam yang berkepanjangan disertai batuk dan flu agar segera memeriksakan kondisi kesehatannya ke pusat pelayanan kesehatan terdekat,” tambahnya.(Ags)
Cerita Kedai Kopi, KPU Meranti Bersama Insan Pres Bahas Tentang Pilkada
Meranti(SegmenNews.com)-Untuk menyatukan persepsi guna mensukseskan pergelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar acara cerita kedai kopi tentang Pilkada Meranti.
Kegiatan yang dilakukan di Coffee Shop Grand Meranti Hotel, Sabtu (21/11/2020) malam dihadiri sejumlah komisioner seperti ketua KPU, Abu Hamid, Komisioner KPU Kepulauan Meranti Bidang Parmas dan SDM, Hanafi SSos, dan Kordiv Pengawasan, Humas dan Hubungan Lembaga, Bawaslu, Romi Indra. Turut dihadiri Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Rosdaner, dan sejumlah rekan media dari beberapa organisasi wartawan.
Komisioner KPU, Hanafi mengatakan kegiatan ini ngobrol Pilkada di kedai kopi ini bukan tanpa dasar. Bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti Propinsi Riau sudah terbiasa memulai paginya dengan menyeruput kopi panas di kedai kopi berjejer di sepanjang tepian Selat Air Hitam.
Meskipun kegiatan minum campuran air gula dan bubuk hitam ini sempat dinilai sebagai aktifitas orang tua atau pensiunan, tapi kini minum kopi menjadi aktifitas di Kota Selatpanjang dari semua kalangan.
Kalau hanya menyambangi kedai kopi untuk mengisi waktu luang itu sudah biasa, tapi berbeda dengan masyarakat disini. Kopi dan masyarakat seolah menyatu. Kedai kopi selalu menciptakan cerita baru dan mendapatkan teman baru, mereka tahan berjam-jam hanya untuk nongkrong dan ngobrol, tak heran jika obrolan di Kedai kopi ini menjadi sebuah inspiratif untuk memulai sebuah rencana besar.
Walaupun obrolan itu dilakukan di tempat santai yang ditemani kopi hangat dan cemilan, namun kegiatan membahas agenda lima tahunan yang cenderung cair itu penuh isi.
Sejumlah hal dibahas dalam agenda ini, mulai dari pemaparan serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan KPU beberapa waktu lalu, hingga pemetaan kerawanan yang akan terjadi.
“Dalam kegiatan ini kita membahas sejumlah hal tentang Pilkada ditengah pandemi, selain temu ramah yang kita agendakan, kami juga perlu menyampaikan hal ini kepada seluruh masyarakat melalui pemberitaan dari rekan-rekan media. Intinya kita ingin Pilkada ini suskes seperti sebelumnya,” kata Hanafi.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito mengatakan saat ini potensi gangguan keamanan yang akan terjadi menjelang Pilkada belum ada dan situasi panas antar pendukung masih sebatas hanya di media sosial saja.
“Potensi kerawanan dan gangguan Kamtibmas saat ini masih bisa diatasi, kalaupun ada situasi panas antar pendukung, itu hanya di media sosial saja dan masih dalam batas kewajaran toleransi, namun jika ada yang menjurus ke isu SARA, maka itu akan menjadi atensi bagi kami karena akan berdampak tidak baik kedepannya,” ujar Kapolres.
Dikatakan, sampai saat ini pemetaan potensi gangguan masih dilakukan dan dipastikan akan aman.
“Tingkat kerusuhan persentasenya belum bisa dipastikan. Potensi gangguan jika tidak diantisipasi
maka akan jadi gangguan nyata, namun pemicu akan hal itu masih bisa kita akomodir dan jembatani dan secara keseluruhan 95 persen masih aman,” kata AKBP Eko.
Sementara itu untuk jika ada hal yang terjadi di luar dugaan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Polda Riau untuk mengantisipasi keadaan kontinjensi jika ada kerusuhan secara nyata dengan menempatkan 370 petugas di 450 TPS yang diantaranya 50 personel dari BKO Polda Riau.
Hal yang tak kalah penting menurut Kapolres adalah suksesi kepemimpinan, dimana setelah digelarnya kontesasi Pilkada ini, dimana sesama calon harus diselaraskan kembali untuk Kepulauan Meranti lebih baik ke depannya.
“Harapan saya suksesi kepemimpinan yang akan kita sambut yakni pada bulan Februari mendatang adalah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Harus diselaraskan bersama kontesasi lainnya agar tidak muncul kericuhan lagi, siapa pun pemenangnya harus kita dukung dan dinamika pemerintahan harus berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Kapolres menambahkan fungsi media sangat penting dalam memberikan edukasi positif terhadap masyarakat.
Dikatakan media sangat memainkan peranan penting dalam menciptakan kamtibmas, terutama menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2020.
Dia pun meminta agar media bisa memberikan kontribusi pemberitaan yang positif, berimbang dan sesuai dengan fakta yang terjadi.
“Rekan media adalah mitra kita, untuk itu saya berharap agar narasi yang dibuat dapat menyejukkan dan bersifat membangun agar demokrasi bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Salah seorang wartawan senior yang juga mantan Ketua PWI Kepulauan Meranti, Ahmad Yuliar juga memberikan pandangannya dalam pertemuan tersebut, menurutnya salah satu persepsi yang perlu disatukan adalah tidak adanya kepentingan apapun terhadap pasangan calon. Terkhusus untuk wartawan netralitas dan independensi yang sudah diatur didalam kode etik jurnalistik.
“Yang perlu dipastikan adalah disini kita tidak ada kepentingan apapun terhadap Paslon dan kita maunya Pilkada yang ketiga ini aman seperti sebelumnya. Terhadap Pilkada ini netralitas wartawan itu sudah diatur dan jikapun ia ingin terlibat langsung maka harus mundur dan mengambil cuti. Selain menginformasikan, wartawan tugasnya juga mengedukasi dan juga sebagai kontrol sosial dan yang tak kalah penting berita yang dihasilkan objektif,” ungkapnya.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Rosdaner menginginkan Pilkada tahun ini harus aman dan sukses seperti sebelumnya.
Senada dengan Kapolres, Rosdaner juga mengatakan peran media juga dianggap sangat penting dalam mengabarkan sejumlah informasi mengenai Pilkada dan harus bersikap netral.
“Pilkada sebelumnya aman, hal ini dikarenakan tingkat kekeluargaan di Kepulauan Meranti sangat tinggi, karena setiap harinya kita selalu bertegur sapa. Selain itu peran media sangat penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait Pilkada ini agar partisipasi pemilih meningkat. Wartawan juga sama halnya dengan ASN yang harus bersikap netral dalam bertugas,” ujarnya.
Ketua KPU Kepulauan Meranti, Abu Hamid mengatakan pihaknya tetap berada pada jalur sesuai dengan aturan yang ada dan dia berharap terhadap keputusan yang diambil nantinya bisa diterima dan lapang dada.
Sementara itu Kordiv Pengawasan, Humas dan Hubungan Lembaga, Bawaslu, Romi Indra menyampaikan terkait perbedaan penyelenggaraan ditengah pandemi yang memiliki banyak aturan salah satunya penerapan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu pihaknya juga menyinggung PKPU terkait pemuktahiran data pemilih yang belum keluar sehingga akan menimbulkan kerawanan terhadap kepastian hukum. Selain itu pihaknya juga mengapresiasi adanya Sidalih walaupun masih ditemukan data ganda, selain itu juga didalam debat publik nantinya pihaknya melarang ASN dan perangkat desa untuk dilibatkan. Dikatakannya juga pihaknya akan melakukan patroli jelang pencoblosan guna mengantisipasi black campaign dan politik uang.(Ags)
Hari Ketiga PSBM Tanjung Peranap, Tim Gabungan Tegur Warga Tak Pakai Masker
Meranti(SegmenNews.com)- PembatasanSosial Berskala Mikro (PSBM) di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti resmi diberlakukan sejak Rabu (18/11/2020). Protokol kesehatan (prokes) ketat pun diterapkan demi mencegah penyebaran Covid-19 di desa itu.
Tim gabungan terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Perangkat Desa dan Relawan juga aktif melakukan pengawasan dan menyampaikan imbauan kepada masyarakat tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes) sebagai upaya pencegahan dan pengendalian covid-19 sesuai Perbup Nomor 69 Tahun 2020.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, melalui Kapolsek Tebingtinggi Barat IPTU AGD Simamora SH MH, mengatakan, hingga Jumat (20/11) atau hari ketiga diterapkannya PSBM di Desa Tanjung Peranap, tim masih menemukan adanya warga yang tidak menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah. Mereka yang tidak pakai masker tersebut langsung ditegur dan dipasangkan masker oleh petugas.
“Masyarakat harus mengerti dan sadar bahwa saat ini Desa Tanjung Peranap sedang diberlakukan PSBM. Prokes ketat harus kita jalankan agar terhindar dari wabah Covid-19 ini,” ujar Simamora.
Kapolsek menjelaskan, selama penerapan PSBM Desa Tanjung Peranap, pihaknya berupaya untuk melakukan pendekatan secara humanis. Sehingga, masyarakat yang melanggar bisa disadarkan tanpa harus disanksi.
“Kita harap masyarakat lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan. Karena jika prokes dijalankan dengan baik dan benar, maka penyebaran Covid-19 ini dapat dihentikan,” ujarnya.
Untuk diketahui, PSBM Desa Tanjung Peranap diberlakukan mulai Rabu 18 November 2020 hingga 14 hari ke depan. Kebijakan itu diambil pasca ditemukannya belasan warga desa itu yang terkonfirmasi positif Covid-19.(Ags)
Pilkada Mulai ‘Memanas’, Bawaslu Kepulauan Meranti Ajak Masyarakat Kawal Proses Demokrasi
Meranti(SegmenNews.com)- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepulauan Meranti, Riau, mengajak masyarakat untuk mengawal proses demokrasi agar berjalan dengan sejuk, aman dan demokratis sehingga terpilih nantinya pemimpin yang berintegritas dan berkualitas.
“Mari kita sama-sama jaga kampung kita ini, jangan sampai ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang coba-coba mengganggu proses Pilkada di tanah jantan ini,” ajak Komisioner Bawaslu Kepulauan Meranti, Romi Indra, Jum’at (20/11/2020).
Kordiv Pengawasan, Humas dan Hubungan Lembaga ini juga mengungkapkan bahwa perusakan alat peraga kampanye (APK) seperti baliho, spanduk dan umbul-umbul merupakan perbuatan pidana pilkada.
“Menjelang akhir-akhir pelaksanaan kampanye ini kami sudah mendapatkan informasi bahwa ada dugaan APK yang dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, Bawaslu Meranti mengingatkan dengan tegas jangan sampai ada perusakan APK pada pelaksanaan kampanye ini karena merupakan perbuatan pidana dan akan kami tindak tegas,” ungkapnya.
Dijelaskan Romi, sebagaimana ketahui, hari pencoblosan pada 9 Desember 2020, artinya19 hari lagi menjelang pemungutan suara dan sekitar 15 hari lagi sisa masa kampanye, paslon dan tim kampanye manfaatkan waktu kampanye ini dengan sebaik-baiknya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, pendidikan politik juga merupakan tanggungjawab paslon.
“Dalam PKPU 11 tahun 2020 dengan tegas disebutkan dalam pasal 30 ayat (4) yaitu, pemasangan, perawatan, pemeliharaan dan pembersihan atau penurunan baliho, umbul-umbul dan spanduk yang telah diserahkan kepada tim kampanye pasangan calon menjadi tanggungjawab paslon. Ayat (5) dan (6) menyebutkan, Dalam hal terjadi kerusakan APK, Tim kampanye Paslon dapat mengganti APK yang rusak pada lokasi dan jenis APK yang sama dengan melaporkan bukti kerusakan yang terjadi kepada KPU Kepulauan Meranti. Penggantian APK merupakan tanggungjawab paslon,” jelasnya.
Dibeberkannya, sebagaimana diatur dalam Undang undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada, perusakan dan menghilangkan APK termasuk salah satu larangan dalam kampanye, masyarakat dapat melaporkan kepada Bawaslu Meranti dan jajaran apabila mengetahui atau melihat peristiwa tersebut dengan melengkapi bukti-bukti seperti foto atau video dan saksi-saksi.
“Perusakan alat peraga kampanye atau APK itu termasuk pelanggaran dan pelakunya bisa kena sanksi pidana,” katanya. Apalagi, untuk sanksi atas tindakan perusakan APK peserta Pilkada tertuang dalam pasal 187 ayat 3 UU Nomor 1 tahun 2015 adalah pidana paling singkat 1 bulan atau paling lama 6 bulan atau denda paling sedikit Rp 100.000 atau paling banyak Rp1.000.000, pungkasnya.(Ags)