Beranda blog Halaman 886

Sukseskan Pilkada 2020, Pj Bupati Syahrial Pimpin Rapat Covid

Sukseskan Pilkada 2020, Pj Bupati Syahrial Pimpin Rapat Covid

Mandau(SegmenNews.com)- Saat ini kasus COVID-19 di Duri dari tiga Kecamatan mengalami peningkatan, dan saat ini masih dalam zona merah.

Ungkapan tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Bengkalis H Syahrial Abdi saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Pilkada dan Rapat Evaluasi COVID-19 seeta Rencana Pelaksanaan PSBM, Selasa (17/11/2020), di Ruang Rapat Gedung Bathin Bertuah, Kantor Camat Mandau.

Pilkada pada tahun ini kita namakan pilkada New Normal, semua proses pelaksanaannya harus menerapkan protokol kesehatan.

“Rapat hari ini adalah rapat awal yang mana Pemerintah Daerah dan Forkopimda dijadwalkan 10 hari sebelum dilaksanakan rapat final akan dilaksanakan pengecekan dilapangan.
Kita pastikan Pilkada dimasa pandemi ini terselesaikan dan berjalan dengan baik”, ungkap Abdi.

Sukseskan Pilkada 2020, Pj Bupati Syahrial Pimpin Rapat Covid

Kemudian dalam arahan yang disampaikan Ketua KPU Bengkalis Fadhillah Almausully secara umum pelaksanaan pilkada di Kabupaten Bengkalis sudah terealisasi 90% namun Secara proses masih menemui kendala-kendala dilapangan.

“Jumlah peserta KPPS di Kabupaten Bengkalis berjumlah 11.565 orang yang terdiri dari 7 KPPS dan 2 linmas di setiap TPS terdiri dari 1.285 TPS dan semua KPPS sudah dilaksanakan rapid tes”, ucap Fadhillah.

22 hari menjelang pencoblosan Sambung Fadillah semua surat suara sudah sampai di KPU Bengkalis dan pada Senin (16/11/2020) kemaren pelipatan surat suara sudah masuki tahap ke 2 dan kita targetkan 3 hari kedepan pelipatan surat suara selsai.

Hadir mengikuti rapat tersebut Ketua DPRD Bengkalis Khairul Umam, Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Lizardo Gumay, Kajari Bengkalis Nanik Khurshartanti, Ketua Pengadilan Agama Tika Hidayati, Danposal Bengkalis Tomi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hj Umi Kalsum, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Heri Indra Putra, Pejabat tinggi dilingkup Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Ketua Bawaslu Mukhlasin dan Camat Se-Kabupaten Bengkalis.***(INF Bengkalis)

Bupati dan Kapolres Meranti Cek Penanganan Covid-19 di Desa Tanjung Peranap

Bupati dan Kapolres Meranti Cek Penanganan Covid-19 di Desa Tanjung Peranap

Meranti(SegmenNews.com)-Tim Gugus Tugas Covid-19 Kepulauan Meranti dikabarkan menemui sejumlah kendala dalam melaksanakan tugas di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti.

Masyarakat di desa tersebut sempat menolak kedatangan tim petugas kesehatan saat akan melakukan tracing kontak erat yang terkonfirmasi positif Covid-19. Proses tersebut pun sempat terhenti karena kondisi desa yang dianggap memanas.

Mendapatkan kabar tersebut, Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 kabupaten langsung mengunjungi daerah tersebut, Selasa (17/11/2020).

Dalam kunjungan tersebut Bupati didampingi Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk Danramil 02/Tebingtinggi, Arm Bismi Tambunan SE, Kapolsek Tebingtinggi Barat, IPTU AGD Simamora, Kepala Dinas Kesehatan, dr Misri Hasanto, Kepala Dinas Sosial, Agusyanto Bakar, Ketua MUI Kepulauan Meranti, H Mustafa, Kepala Bidang Linmas Satpol-PP Kepulauan Meranti, Masdiana, Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah, Rudi Al Hasan dan sejumlah pejabat lainnya.

Dalam dialog bersama masyarakat, Kepala Desa Tanjung Peranap, Aswandi menceritakan awal terjadinya penularan Virus Covid-19 di desanya.

Dikatakan, penularan virus ini pertama kali terjadi kepada sepasang suami istri, setelah ditracking penularannya terjadi pada seorang warga yang berinisial MU dan kemudian menular terhadap dua staf desa yakni berinisial NA yang kemudian menjadi cluster dan akhirnya terjangkit hingga mencapai 16 orang.

Aswandi juga menceritakan sejak banyak masyarakat Tanjung Peranap yang terkonfirmasi positif, timbul gejolak ditengah masyarakat sehingga hilang kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

“Dengan banyaknya positif Covid-19 di kampung kami maka timbullah gejolak ditengah masyarakat dan adanya fitnah disana sini maka timbullah prasangka tidak baik dan gejolak di tengah-tengah masyarakat sehingga hilanglah kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa terutama saya pribadi yang ada hanya bullyan dan cemooh terhadap kami pribadi sangat merasakan sekali beban moral ini cukup berat untuk kami hadapi lebih baik kami menghadapi seekor macan dan menghadapi beban moral yang kami tanggung gara-gara musibah covid-19 ini. Bahkan Paman dan mertua saya juga tidak mempercayai saya dan mereka sudah menyiapkan batu untuk mengusir saya,” kata Aswandi.

Aswandi juga mengungkapkan dirinya dituding mendapatkan bayaran dari setiap orang yang ditetapkan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Bahwa kami kepala desa dan Sekdes difitnah telah mendapatkan bayaran Rp1 juta dari setiap orang yang positif. Berkali-kali kami menyampaikan ini tetap tidak dipercaya bahkan kami meminta kepada seluruh masjid di desa untuk membacakan Yasin jika saya yang mengkhianati mereka dan meminta kepada Allah saya dimatikan atau diazab Allah. Jangankan uang, setetes bensin untuk motor saja tidak saya dapatkan dari tim Covid-19 kecamatan,” keluhnya.

Dikatakan lagi, 16 orang warga Desa Tanjung Peranap yang terkonfirmasi positif Covid-19 semuanya dalam keadaan sehat dan tidak punya gejala.

“Bahkan masyarakat ingin menguji kebenaran apakah Covid-19 itu ada mereka tidak meminum obat yang diberikan sewaktu diisolasi dan sampai dengan waktu 15 hari mereka sembuh dan jika memang mematikan maka sudah banyak masyarakat kami yang mati,” ujarnya.

Selain itu kepala desa juga menyampaikan bahwa petugas kesehatan terkesan arogan dalam menjalankan tugasnya sehingga membuat kesan masyarakat menjadi takut.

“Memang dikatakan masyarakat tidak bersekolah tapi masyarakat terus memantau dan menilai kinerja tim Covid-19 yang dianggap arogan dalam melakukan tracking ke masyarakat. Saya contohkan dokter yang bertugas
juga kurang etikanya, dimana ketika berada di rumah orang yang sakit malah ketawa dan bercanda sehingga masyarakat bertanya kami ini sakit atau memang dibuat sakit,” ujarnya.

Sementara itu Aswandi juga menyampaikan jika warganya kembali bersemangat dalam menjalani aktifitas berkat dari motivasi yang diberikan oleh pihak kepolisian dalam hal ini Kapolsek Tebingtinggi Barat, IPTU AGD Simamora.

“Kami berdiri dan berkumpul disini berkat dari motivasi yang diberi oleh Kapolsek yang kami anggap sangat luar biasa dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat,” tuturnya.

Aswandi juga menegaskan jika warganya tidak pernah menolak untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis bahkan untuk pengambilan sampel Swab sekalipun.

“Perlu kami tegaskan bahwa warga desa kami tidak pernah menolak tim medis yang melakukan pemeriksaan cuma caranya saja yang tidak berada pada tempatnya. Jika ada yang mengatakan bahwa ada masyarakat kami yang melawan petugas itu sama sekali tidak benar dan bohong. Saya juga mohon kepada individual dari dinas kesehatan yang terkesan arogan perlu belajar dengan Kapolsek yang mendekati masyarakat dengan cara yang persuasif,” ujarnya lagi.

Akibat cara yang kurang persuasif yang dilakukan sampai saat ini dikatakan kepala desa, masih menyisakan rasa trauma bagi masyarakat desa.

“Akibat dari sikap arogan, ketika tim Covid-19 datang, masyarakat lari saking takutnya untuk dilakukan pemeriksaan.
Sesungguhnya tidak ada satu orang pun yang menginginkan musibah dan jujur kami masyarakat Desa Tanjung Peranap tidak menginginkan musibah ini ada di desa tapi mau bagaimana lagi, kejadian ini sudah terjadi banyak di belahan dunia namun masyarakat kita di perkampungan masih antara percaya atau tidak jadi inilah yang sangat sulit untuk kami menjelaskan terhadap masyarakat,” pungkasnya

Sementara itu Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan mengatakan jika kedatangan dirinya bersama pihak terkait untuk berkomunikasi dengan masyarakat dan mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

“Kedatangan saya hari ini didampingi Kapolres, Danramil dan beberapa kepala OPD lainnya, biasanya kedatangan dengan banyak pejabat ini merupakan kunjungan yang istimewa. Kami kesini dalam rangka ingin melihat secara langsung bagaimana situasi dan kondisi Desa Tanjung Peranap pasca telah ditemukannya penyebaran yang cukup masif virus Covid-19 di desa ini. Selain itu kita juga berkomunikasi dengan seluruh masyarakat Tanjung Peranap khususnya Kampung Balak ini tentang bagaimana cara kita untuk menghentikan penularan covid 19 di desa kita ini,” kata Irwan.

Dikatakan Bupati, warga Tanjung Peranap yang diisolasi akibat terkonfirmasi positif sudah berkurang dan saat ini hanya tinggal 6 orang saja.

“Hari ini berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Covid-19, warga Tanjung Peranap yang diisolasi menyisakan 6 dari 17 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Saya berharap betul tolonglah bekerja sama dengan baik dan mau dirawat selama 14 hari di ruang isolasi dan hal itu untuk mengantisipasi penularan virus ini. Jika sudah menyebar, maka kampung ini terpaksa kita tutup, memang akan kami berikan bantuan, tetapi akan menguras anggaran yang cukup besar,” ujar Irwan.

Bupati juga menyampaikan kepada masyarakat agar selalu menjaga kesehatan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus asal Wuhan itu, karena penularan virus ini sangat luar biasa bahkan hanya dengan berjabat tangan saja.

“Saya pun sebetulnya antara percaya dengan tidak terhadap adanya Virus Covid-19 ini, tetapi kalau saya percaya barang ini tidak nampak dan jika saya tidak percaya sudah banyak teman saya yang meninggal akibat Covid-19 ini. Alhamdulillah di Meranti ini dengan tindakan aparat kita yang cukup tegas kita bisa menekan angka kematian. Sampai hari ini sebanyak 137 orang yang tertular di Kepulauan Meranti semuanya bisa sembuh walaupun 70 persen tidak bergejala dan 30 persen tetapi semuanya bisa dirawat dan sembuh,” ungkapnya.

Dikatakan Bupati, pihaknya sangat bertanggungjawab terhadap masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan dia tidak menginginkan hal itu apalagi sampai adanya korban jiwa.

“Kami bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti saya tentu tidak menginginkan Covid-19 ini menimbulkan korban di Kepulauan Meranti apalagi sampai menimbulkan korban nyawa oleh karena itu sampai hari ini APBD kita itu sudah mengeluarkan uang hampir Rp68 miliar untuk menangani penularan covid 19 yang terjadi saat ini dan alhamdulillah berkat kerjasama dan kekompakan semua elemen masyarakat dan petugas di Kepulauan Meranti belum ada yang meninggal dunia dan saya harap jangan sampai ada,” ujarnya lagi.

Dikatakan juga, akibat banyaknya anggaran yang terkuras untuk penangganan Covid-19, Pemkab Kepulauan Meranti terpaksa mengurangi pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya.

“Saat ini saya sebagai bupati ini pening mau membangun. Akibat adanya Covid-19 kita tidak bisa membangun, karena anggarannya digunakan untuk penanganan Covid-19, oleh karena itu kita terpaksa mengurangi biaya pembangunan, karena lumayan menguras,” ujarnya.

Bupati menambahkan jika dirinya sudah memahami fenomena apa yang terjadi di Desa Tanjung Peranap, sehingga masyarakat menjadikan Covid-19 sebagai ketakutan yang luar biasa

“Saya sudah memahami kondisi dan fenomena yang terjadi di desa ini. Tidak lama lagi disini akan dilakukan pemilihan kepala desa, jadi jangan ini dijadikan isu untuk memecah belah dan masyarakat harus cerdas menyikapinya. Untuk itu saya minta tidak ada yang aneh-aneh dan jangan takut lagi, karena diisolasi itu bukan berarti disiksa, selain itu jangan menyebarkan isu yang membuat orang jadi takut dan tidak usah juga saling curiga. Saya datang untuk mengurus ini dan saya juga minta kita bekerjasama. Untuk itu khusus Tanjung Peranap saya ambil alih bersama Kapolres,” ungkap Irwan.

Untuk mengatasi persoalan ini, Bupati mengajak semua unsur untuk bekerja sama dan menyatukan persepsi agar mata rantai penularan Covid-19 bisa diputuskan.

“Kedatangan kami kesini bisa memberi pemahaman kepada masyarakat desa ini bahwa covid-19 itu antara ada dan tiada, tetapi kita tidak perlu takut, cukup saja dengan mematuhi protokol kesehatan. Oleh karena itu saya mengajak marilah kita semua mempunyai pemahaman yang sama bahwa virus ini harus kita putus rantai penularannya untuk menyelamatkan kita semua. Hasil yang baik apabila ada kerjasama dan kesamaan persepsi antara petugas dengan masyarakat, untuk itu saya minta kepada petugas kesehatan untuk lebih mendekatkan diri dan melakukan penanganan dengan cara yang persuasif,” ungkapnya.

Terhadap kondisi tersebut, Bupati Kepulauan Meranti juga memutuskan daerah tersebut diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).

“Masyarakat disini mungkin trauma ketika ada petugas kesehatan yang melakukan Swab dengan menggunakan baju Hazmat serta isu-isu yang liar yang berkembang. Sehingga harus ada kebijakan yang bisa menyejukkan, dalam rangka untuk menentramkan masyarakat, proses tracking dan Swab kita hentikan dan sebagai gantinya desa ini mulai hari ini akan kita lockdown selama 14 hari kedepan. Selama masa itu masyarakat disini tidak boleh keluar masuk dan untuk itu pemerintah daerah akan memberikan bantuan bagi masyarakat berupa sembako,” pungkas Irwan.

Untuk mendukung kebijakan tersebut,
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan pihak terkait untuk melakukan upaya pengamanan dan lainnya.

“Untuk mendukung kebijakan Bupati, tentunya kita akan melakukan upaya pengamanan preventif dan presisi dan imbauan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu kita juga akan bersinergi dengan pihak terkait seperti TNI dan Satpol PP dengan menempatkan personil sebanyak 18 orang dengan rincian dari Polri sebanyak 10, TNI 2 personil dan Pamong Praja sebanyak 6 personil,” kata Kapolres.(Ags)

Masa Covid-19,Belajar Tatap Muka di Sekolah Harus Izin Orangtua Murid

Siak(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Siak akan membuka kegiatan belajar di sekolah seperti sebelum pandemi Covid-19. Syarat pertamanya harus ada surat izin tertulis dari walimurid di sekolah yang bersangkutan

Pjs Bupati Siak, Indra Agus Lukman mengatakan belajar tatap muka di sekolah ini akan dimulai lagi untuk menjawab kerinduan anak-anak belajar di sekolah.

“Tadi saya ketemu anak-anak di Dayun, saya ajak bercerita dan tanya juga enak tidak belajar dari rumah. Semua anak-anak yang ada menjawab bosan dan ingin sekolah kembali,” kata Pjs Bupati Siak, Indra Agus Lukman.

Namun, kata Indra, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi pihak sekolah. Yang pertama itu harus ada izin dari walimurid, kemudian melengkapi fasilitas protokol kesehatan.”Setelah itu, nanti akan ada tim yang turun melakukan survei. Apakah di lingkungan sekolah itu ada warga yang positif Covid-19 atau tidak,kalau ada sekolah belum diizinkan buka karena kita tidak ingin ada klaster sekolah,” kata Pjs Bupati Siak.

Untuk sekolah yang sudah buka nantinha, kata Indra, diharapkan juga kejujuran orangtua siswa. Jika habis bepergian dari luar daerah, sebaiknya anak-anak isolasi mandiri dulu di rumah dan tidak masuk ke sekolah. Jangan dipaksakan anak-anak yang tidak sehat untuk belajar ke sekolah.

“Sedangkan guru di sekolah diminta selalu mengedukasi para siswa tentang Covid-19 dan cara mencegah penularannya dengan penerapan protokol kesehatan,” kata Kepala ESDM Provinsi Riau yang pastikan sekolah tatap muka tidak menunggu awal tahun 2021.

Selain itu, jika sekolah sudah efektif lagi, waktu belajar diperpendek dari hari biasanya dan siswa yang masuk juga dibagi dua dari jumlah siswa per kelas.

“Jadi belajar di sekolah, siswa tetap menjaga jarak. Sedangkan untuk kecamatan Tualang, akan dicek dahulu. Sebab, jangan sampai nanti sekolah yang disalahkan jika ada klaster baru,” sebut Indra.***(inf Siak)

Bantu Petani Dimasa Pandemi Covid-19, 250 Ton Beras Siak Dibeli

Siak(SegmenNews.com)- Setiap tahun, Baznas Kabupaten Siak, Riau membeli beras dari Petani di Kabupaten Siak sebanyak 250 ton. Beras ini untuk dua program Baznas, seperti pendistribusian untuk Mustahik menerima bantuan beras sebanyak 10 kg dan program atm beras yang ada di Masjid-masjid kecamatan.

Hal itu disampaikan Ketua Baznas Siak M Rasyid Suharto saat penyaluran zakat di Masjid Baiturohman Kampung Pangkalan Makmur Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, Senin (16/11/2020).

Rasyid menyebutkan jumlah dana zakat konsumtif yang disalurkan sebesar Rp 167.730.000. Sebenarnya untuk kecamatan Dayun dana zakatnya sebesar Rp234 juta yang dibagi dengan pola produktif dan konsumtif. Dana tersebut dibagi 30 persen untuk konsumtif dan 80 persen untuk produktif.

Namun karena kondisi covid pihak Baznas mengucurkan bantuan lebih banyak dengan pola konsumtif. “Biasanya dana zakat ini kami bagikan ke masyarakat 30 persen untuk konsumtif dan 70 persen pola produktif, tapi karena Covid-19 jadi lebih banyak yang konsumtif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan dengan rincian beras 10 kg, uang tunai Rp300 ribu, produk dari Mustahik yang produktif berupa lele siap goreng (lesgo) 1 kg dan ayam kampung setengah kilo.

Selain itu ada voucher belanja sebesar Rp 200 ribu di warung yang sudah ditunjuk oleh Upz kecamatan. Jadi totalnya sebesar Rp 650.000. “Voucher ini adalah program belanja diwarung tetangga,” sebut Rasyid.

Para Mustahik terlihat sangat ceria meski di masa pandemi virus Corona yang belum jelas kapan berakhirnya. “Tentu saja kami senang karena dapat bantuan dari Baznas,” kata Yosa asal Teluk Merbau ini.

Pria yang bekerja sebagai buruh tani tersebut merasa bersyukur dan terbantu setelah menerima bantuan beras, uang dan lain-lain dari Baznas Kabupaten Siak.

Ia mendoakan dan mengucapkan terima kasih untuk para Muzakki dan Baznas yang telah membantu orang-orang kurang mampu seperti dirinya.

Sementara Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman usai menyerahkan bantuan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah adalah pelayan masyarakat.

“Kami sebagai aparatur pemerintah adalah abdi dari masyarakat, mulai dari pemerintah kabupaten hingga ke tingkat kampung,” jelas Indra.

Kata dia, pemerintah akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Namun demikian pemerintah punya keterbatasan waktu dan keterbatasan anggaran.

Oleh karena itu lanjutnya, pemerintah sangat mendukung adanya Badan Amil Zakat ini. Dengan adanya Baznas ini masyarakat langsung bisa dibantu melalui program-program yang sudah dirancang dengan baik. ***(inf Siak)

Cegah Penyebaran Covid-19, RSUD Kepulauan Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat

Cegah Penyebaran Covid-19, RSUD Kepulauan Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat

Meranti(SegmenNews.com)-Untuk penanganan dan pencegahan virus Corona atau Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat khusus pada pasien maupun pengunjung.

Sebagaimana diungkapkan Direktur RSUD Kepulauan Meranti, Dr H Riasari bahwa penerapan itu salahsatunya pasien-pasien yang akan berobat di poli klinik RSUD Kepulauan Meranti mulai dari pintu depan sebelum masuk ke pendaftaran dianjurkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu pada tempat yang sudah disediakan.

“Kemudian pada pintu masuk di lobi akan dilakukan pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan Thermo Gun, setelah itu dilanjut di pendaftaran akan ada phone screening, ada beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan pada pasien yang akan berobat khususnya di poli klinik terhadap terhadap hal-hal yang berhubungan dengan kasus-kasus Covid-19. Mungkin salahsatu riwayat penyakitnya, riwayat demam atau ada gangguan-gangguan yang berhubungan dengan saluran pernapasan,” ujar Riasari, Senin (16/11/2020).

Kemudian, lanjut Direktur RSUD Kepulauan Meranti itu, salahsatunya dari phone screening itu untuk mengetahui apakah ada riwayat perjalanan keluar dari Kabupaten Kepulauan Meranti mungkin menuju daerah-daerah yang ada kasus konfirmasi positif Covid-19 yang meningkat. Kemudian apakah ada riwayat kontak sebelumnya baik itu dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Setelah pasien dari Thermo Gun tidak dinyatakan demam kemudian dari phone screening juga tidak menunjukkan adanya riwayat kontak dengan kasus Covid-19 maka pasien dapat melanjutkan untuk mendapatkan perawatan di poliklinik RSUD,” tuturnya.

Riasari juga menjelaskan, kemudian untuk pelayanan di unit gawat darurat (UGD) itu juga menerapkan screening yang tetap bagi pasien-pasien yang akan mendapatkan rawat inap atau rawatan di RSUD Kepulauan Meranti. Salahsatunya dengan ada pemeriksaan suhu tubuh kemudian phone screening, disini juga ada yang lebih ketat lagi yakni ada realy reaningsport yang diterapkan itu lebih spesifik lagi untuk menilai apakah ini kearah suspect atau bukan untuk pasien Covid-19. Juga dilakukan screening rapid test yakni untuk menjaga tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan, kemudian menjaga pasien lain yang mendapat perawatan rawat inap di RSUD.

“Jadi supaya kita dapat lebih selektif, lebih ketat dalam melakukan screening ini. Jadi supaya tidak ada kecolongan lagi, karena sekarang kita ketahui juga banyak kasus-kasus Covid-19 yang terkonfirmasi itu tanpa gejala. Jadi kita tidak mau ada kecolongan, ada kasus konfirmasi lolos sampai ke rawatan tentu ini akan membahayakan dan menjadi resiko yang sangat tinggi untuk menularkan kepada tenaga kesehatan kita sendiri yang melayani pasien maupun kepada pasien lain yang mungkin satu kamar atau satu rawatan dengan pasien tersebut. Jadi memang sangat ketat kita pelayanan di RSUD ini mulai dari pelayanan poli klinik maupun pelayanan di UGD kita,” jelasnya.

Selanjutnya kata Riasari, untuk pasien rawat inap mulai dari bulan April 2020 lalu sudah menerapkan tidak adanya kunjungan pasien yang dirawat inap di RSUD. Piahknya hanya membenarkan satu orang penunggu pasien dari keluarga pasien tersebut.

“Itu juga kami lakukan untuk mengurangi resiko penularan, karena kita tidak tau dengan banyaknya kondisi OTG sekarang, kita takutnya bisa saja penyakit ini dibawa dari luar masuk ke pasien maupun penunggu pasien atau juga tenaga kesehatan kita, atau sebaliknya penyakit yang berkunjung membawa penyakit ini keluar lagi,” ungkapnya.

Terakhir, Riasari juga mengimbau baik kepada pasien maupun pengunjung untuk selalu menjaga kesehatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan agar terhindar virus asal Wuhan, China tersebut.

“Untuk pasien-pasien yang mendapatkan pelayanan di RSUD baik itu keluarga yang mendampingi kami harapkan dapat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, salahsatunya itu menggunakan masker, kemudian mencuci tangan memakai sabun di air mengalir, kemudian juga menjaga jarak,” harapnya.(Ags)

Puluhan Hafiz Cilik Binaan Rumah Tahfiz Insan Qurani Peringati Maulid Nabi Bersama Bupati Irwan

Puluhan Hafiz Cilik Binaan Rumah Tahfiz Insan Qurani Peringati Maulid Nabi Bersama Bupati Irwan

Meranti(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sesuai dengan visi misinya terus mandukung lahirnya para Hafiz dalam rangka mewujudkan Meranti menjadi negeri yang madani berlandaskan Al-Quran, seperti yang saat ini dilakukan oleh Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si dengan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama para Hafiz Cilik dibawah binaan Rumah Tahfiz Insan Qurani, bertempat di Rumah Singgah Bupati, Jalan Lintas Alai, Tebing Tinggi Barat, Selasa (17/11/2020).

Turut hadir bersama Bupati Hj. Nirwana Sari, Ketua DPRD Meranti Jack Ardiansyah, Anggota DPRD Sopandi Bathin Galang, Ketua MUI Meranti Ustadz H. Mustafa, Kapolsek Tebing Tinggi Barat, Ketua Baznas Meranti, H. A Karim, Ketua beserta Pengurus Yayasan Rumah Hafiz Insan Qurani beserta Para Hafiz Cilik yang sangat berbakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kepada para Hafiz Cilik generasi penerus Meranti untuk lebih mencintai Al-Quran mulai dari membaca, menghayati, menghafal hingga mengamalkan isi kandungan Al-Quran yang nantinya akan memberikan syafaat kepada diri, keluarga dan lingkungan masyarakat.

Seperti disampaikan Ustadz H A Karim selaku Ketua Yayasan Rumah Tahfiz Insani bahwa Quran Center untuk para Hafiz Cilik yang dikelolanya memiliki misi membina anak Meranti sejak dini agar menjadi generasi yang gemar membaca, mendengar, menghafal, serta menghayati kandungan Al-Quran yang nantinya dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena kita menyadari tanpa Al-Quran hidup manusia tidak ada arti,” ucapnya.

Dengan dukungan dan perhatian Pemda Meranti khususnya Bupati Irwan yang dinilai sangat luar biasa, selaku pengelola yayasan Rumah Tahfiz Insani mengucapkan terima kasih yang tak terhingga seraya berharap dukungan ini terus berlanjut.

“Terima kasih atas dukungan Pemkab. Meranti dalam hal ini Bupati Irwan yang selalu mendukung kami dalam membina para santri dalam mempelajari Al-Quran,” ucapnya.

Menyikapi hal tersebut dalam sambutannya Bupati Irwan mengaku sangat mengapresiasi segala upaya pembinaan sumber daya manusia sejak dini seperti yang dilakukan oleh Rumah Tahfiz Insan Qurani yang secaa tidak langsung telah mendukung Pemda dalam melahirkan generasi muda penghafal Quran.

“apalagi dengan banyaknya cobaan dan godaan yang dihadapi generasi muda Meranti saat ini kita harapkan melalui kegiatan ini mampu membentengi generasi muda dari segala hal yang berbau negatif seperti Narkoba, Miras, Pergaulan Bebas yang sangat meresahkan,” ujar Bupati.

Tak lupa Bupati Irwan juga mengucapkan terima kasih kepada para pengajar Rumah Tahfiz Insan Qurani dan para Wali santri tepah telah ikut serta mewujudkan visi misi Meranti menjadi negeri Madani.

Selanjutnya Bupati meyakini melalui kegiatan pembinaan para Hafiz Cilik ini akan berdampak baik bukan saja bagi orang tua wali tapi juga bagi daerah. Kemudian sebagai bentuk komitmen dirinya Bupati berjanji dihadapan pengurus dan orang tua wali siap mendukung segala upaya pembinaan Hafiz Quran ini. Iapun menawarkan rumah singgah milik Bupati untuk dimanfaatkan para Hafiz Cilik sebagai tempat belajar Quran.

“Dan kami akan sangat mengapreiasi kegiatan seperti ini untuk itu saya juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung agar kedepan para Hafiz Cilik ini dapat memiliki fasilitas belajar yang lebih baik,” ucap Bupati.

Sekedar informasi dalam kegiatan yang penuh keceriaan namun tetap khidmat itu Bupati Irwan beserta rombongan juga dihibur oleh para Hafiz cilik dengan bacaan Quran yang menyejukan dan nyanyian sholawat yang menenangkan jiwa dari para Hafiz Cilik.(Ags)

Bupati dan DPRD Kepulauan Meranti Tandatangani MoU KUA-PPAS 2021

Bupati dan DPRD Kepulauan Meranti Tandatangani MoU KUA-PPAS 2021

Meranti(SegmenNews.com)- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar rapat paripurna dengan agenda penandatanganan MoU Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2021, di Balai Sidang DPRD, Senin (16/11/2020) malam.

Paripurna dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Dihadiri 24 anggota dewan Kepulauan Meranti, dan dipimpin Ketua DPRD Ardiansyah SH MSi, didampingi Wakil Ketua I DPRD H Khalid Ali SE, dan Wakil Ketua II Iskandar Budiman SE.

Dari unsur eksekutif turut hadir Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi, Sekda H Kamsol, para Staf Ahli, Asisten, Kepala Dinas, Kepala Badan, Inpektur, Kepala Kantor beserta unsur staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Seluruh Anggota DPRD Kepulauan Meranti yang hadir menyetujui MoU Nota Kesepakatan KUA-PPAS tahun anggaran 2021. Nota kesepakatan itu selanjutnya ditandatangani oleh Bupati Irwan dan Ketua DPRD Ardiansyah.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan gambaran KUA-PPAS pada APBD tahun anggaran 2021. Total anggaran sebesar Rp 1,139 teriliun lebih, atau turun Rp 214 miliar lebih dari APBD tahun anggaran 2020 yaitu Rp 1,354 teriliun lebih.

“Penurunan ini disebabkan oleh penurunan penerimaan daerah dari sektor pajak daerah akibat pandemi covid-19, dimana hotel-hotel menjadi sepi pengunjung, demikian juga yang terjadi pada rumah-rumah makan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dari sisi belanja pula, sambung Irwan, pada APBD ini adalah sebesar Rp 1,179 teriliun lebih, atau turun Rp 226 miliar lebih dari APBD tahun anggaran 2020 yaitu Rp 1,406 teriliun lebih.

“Semoga tahapan-tahapan selanjutnya dalam penyusunan RAPBD Kabupaten Kepulauan Meranti tahun anggaran 2021 dapat kita lalui dengan baik dan mampu menghasilkan APBD yang berkualitas demi kepentingan masyarakat Kepulauan Meranti,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Ardiansyah menyampaikan terkait Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kepulauan Meranti dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) sisa masa jabatan 2019-2024, yakni Muhammad Khozin MA ke Sopandi SSos.

“Sesuai tata tertib DPRD, maka susunan dan keanggotaan alat kelengkapan dewan disesuaikan kembali dan harus diumumkan dalam rapat paripurna,” ungkapnya.

Adapun susunan nama-nama keanggotaan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti yakni, Ketua Ardiansyah SH MSi, Wakil Ketua H Khalid Ali SE dan Iskandar Budiman SE, Anggota Fauzi Hasan SE, Sopandi SSos, Tengku Mohd Nasir SE, Bobi Hariyadi, Pauzi SE, Dedi Yuhara, Dr Hafizan SAg MPd, Khosairi SHi MPdi, Dr H M Taufikurrahman MSi, Muzamil SM, Dedi Putra SHi, Tengku Zulkenedi Yusuf SE, dan Sekretaris Eri Suhairi SSos.

Susunan nama-nama keanggotan Komisi I, Ketua Pauzi SE, Wakil Ketua Bobi Hariyadi, Sekretaris Al-amin A SHi, Anggota Sopandi SSos, Auzir, Khosairi SHi MPdi, Dr M Tartib SH MSi, Darsini SM, dan Dedi Putra.(Ags)

Respon Cepat Polisi Bantu Evakuasi Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Respon Cepat Polisi Bantu Evakuasi Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Meranti(SegmenNews.com)- Rumah milik Zaharah (57) di Jalan Masjid Raya Ar-Rahman, RT 002/ RW 002 Desa Alai, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, rusak akibat tertimpa pohon mangga yang tumbang, Senin (16/11/2020) dinihari.

Kepolisian dan anggota BPBD di daerah setempat langsung bergerak cepat bersama masyarakat melakukan evakuasi dengan memotong pohon tumbang tersebut pada Senin pagi.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, melalui Kapolsek Tebingtinggi Barat IPTU AGD Simamora SH MH, mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun, rumah rusak pada bagian atap dan kerugian ditaksir mencapai Rp 3 juta.

“Kejadian sekitar pukul 05.00 Wib. Saat itu, Ibu Zaharah katanya baru selesai salat subuh. Lalu pada saat ingin tidur kembali, ia mendengar suara yang sangat besar dari arah ruang tamu. Setelah dilihat, ternyata rumahnya telah tertimpa pohon,” jelas Simamora.

Kapolsek mengatakan, penyebab pohon mangga besar itu tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut sejak malam hingga dinihari.

“Kepada masyarakat kita imbau untuk mewaspadai setiap kemungkinan terjadinya bencana alam. Terlebih pada pergantian musim dari kemarau ke penghujan, angin kencang disertai hujan deras sering terjadi,” pesannya.(Ags)

Ngamuk di RSUD Meranti, Warga Ini Tidak Terima Pasien Dinyatakan Covid-19

Ngamuk di RSUD Meranti, Warga Ini Tidak Terima Pasien Dinyatakan Covid-19

Meranti(SegmenNews.com)- Salah seorang warga meluapkan emosinya lantaran tidak terima pasien yang dirawat di RSUD Kepulauan Meranti alih-alih divonis terpapar Covid-19.

Padahal, menurut orang tersebut mengatakan bahwa sang pasien dirujuk ke RSUD karena penyakit Asam Lambung dan bukan disebabkan oleh Covid-19.

Selain itu dia juga menuding pihak RSUD tidak melakukan penanganan terhadap pasien sampai dengan 5 jam lamanya.

“Pasien ini sudah 4 tahun menderita penyakit Lambung dan 4 bulan ini penyakitnya semakin parah dan rutin diobati di kampungnya, karena kondisinya semakin parah dan tubuhnya lemas dan tidak berdaya, lalu dibawa ke RSUD Meranti oleh keluarganya pada pukul 5 sore untuk mendapat pertolongan medis, namun hingga pukul 10 malam tidak ditangani melainkan pasien terkesan dipaksakan diisolasi dan menjadi OTG covid-19 parahnyanya lagi sehingga penyakit yang diderita pasien terabaikan,” ungkapnya.

Dikatakannya juga, bahwa pihak RSUD dengan sengaja dan sembarangan saja dalam menetapkan status pasien agar mendapatkan kucuran dana dari pusat.

Menanggani hal tersebut, pihak RSUD Kepulauan Meranti dalam hal ini Direktur melalui Plt Kepala Seksi Pelayanan Medis, Ramadhani Azri,S.ST
mengatakan tidak benar jika pasien ditelantarkan.

“Tidak benar jika tidak dilayani dan tidak mungkin pula dokter tidak memeriksa pasien, kalau tidak bagaimana bisa tau gejala apa yang diidap pasien,” kata Ramadhani, Senin (16/11/2020).

Terkait adanya isu yang mengatakan bahwa pasien terpapar Covid-19, Dani menjelaskan bahwa hal tersebut berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter. Namun hal tersebut juga belum bisa dipastikan.

“Setiap pasien yang dirawat wajib dilakukan rapid. Nah ketika pasien ini kita lakukan rapid tes hasilnya reaktif. Selain itu kita juga memeriksa rekam jantungnya, CT Scan, Rontgen dan melakukan tindakan kumbah lambung dengan mengeluarkan cairan didalamnya. Pemeriksaan laboratorium juga menunjukkan HB nya juga lemah yakni 5 yang biasanya normal 12- 14. Dari rangkaian pemeriksaan yang kita lakukan menunjukkan indikasi mengarah ke gejala Covid-19. Namun hal itu belum bisa juga kita pastikan Covid-19 sampai menunggu hasil Swab keluar,” ungkap pria yang akrab disapa Dani ini.

Sambil menunggu hasil Swab, saat ini pasein dirawat diruang Pinerre RSUD Kepulauan Meranti

“Kita ada persetujuan dari keluarganya dalam hal ini keluarga inti yakni istrinya dan kita sudah menjelaskan hal ini dan keluarga bisa menerimanya. Cuma kita tidak tahu siapa yang mengaku siapa, dia ngotot dan ngamuk ke petugas kami. Saat ini pasien kita rawat di ruangan screening dan bukan ruangan isolasi sambil menunggu hasil Swab selama tiga hari. Kita juga tidak bisa sembarangan menetapkan status pasien Covid-19 karena ia jalur pemeriksaannya,” pungkasnya.(Ags)

Khawatir Kalster Baru Covid-19, Warga Diimbau Patuhi Protkes di Tempat Wisata

Siak(SegmenNews.com)- Kunjungan orang datang ke Istana Siak dan sekitarnya mulai banyak lagi sejak Pemkab Siak membuka kembali Istana Siak dan objek wisata lainnya. Mengantisipasi tidak terjadi klaster baru Covid-19, seluruh pedagang dan pelaku usaha di sekitar objek wisata diminta selalu menerapkan protokol kesehatan.

Hal itu ditegaskan langsung oleh Lurah Kampung Dalam, Andri Fauzar. Sebab, Istana Siak, Makam Koto Tinggi, sejumlah Taman, Turap dan objek wisata lainnya di Kampung Dalam paling ramai dikunjungi wisatawan saat ini.

“Kita tidak ingin ada klaster baru dari objek wisata ini. Kalau di Istana jelas Prokesnya ketat, untuk di sekitar Istana khususnya pedagang dan pelaku usaha harus juga ekstra ketat menerapkan prokes Covid-19 ini,” kata Andri kepada wartawan, Senin (16/11/2020).

Dicontohkan Andri, pedagang yang menjajakan makanan wajib menggunakan sarung tangan dan memakai masker serta menjaga jarak. Begitu juga pembeli yang datang diwajibkan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum berbelanja.

“Kalau cara ini bisa kita selalu terapkan, InsyaAllah kita akan terhindar dari penularan virus Corona ini. Kita senang, kota Siak kembali ramai setelah objek wisata dibuka. Namun kita tidak boleh lengah dengan prokes ini,” ujar Andri.

Sedangkan untuk odong-odong, katanya, juga pasti akan ditumpangi oleh wisatawan yang ingin berkeliling melihat kota Siak.

“Ini juga harus disemprotkan disenfektan, sebagai langkah awal mengantisipasi pencegahan penularan virus Corona,” imbuhnya.

Lurah juga mengingatkan, wisatawan yang datang ke sekitar objek wisata dapat selalu mencuci tangan setelah berinteraksi dengan orang lain. Sebab kelurahan Kampung Dalam dan Dinas Pariwisata juga sudah menyediakan tempat pencuci tangan.

“Tempat pencuci tangan yang ada di sekitar objek wisata ini setiap hari akan diisi oleh PAM. Kita sudah berkordinasi dengan pihak PAM agar, air di bak pencuci tangan portable ini tidak kosong. Dan yang terpenting itu adalah saling mengingatkan untuk selalu menerapkan prokes, baik pengunjung maupun pedagang,” sebutnya.***(inf Siak)