Siak(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak sangat memahami keinginan para orang tua agar anak-anaknya dapat aktif belajar secara tatap muka di sekolah. Apalagi anak-anak memang sudah rindu masuk sekolah. Untuk itu, belajar tatap muka akan dimulai kembali pada Januari 2021 mendatang.
Asisten I Setdakab Siak, Budhi Yuwono mengatakan, teknis belajar tatap muka ini sudah dipersiapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak. Jika mendapat persetujuan Bupati, maka akan mulai diterapkan.
“Tetapi ini uji coba dulu, bukan serentak seluruh sekolah membuka belajar tatap muka. Ada sekolah-sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Siak. Seingat saya untuk sekolah yang jauh dari pusat kota dan susah jaringan internet,” kata Budhi Minggu (15/11/2020).
Budhi juga mengakui belajar secara daring tidak disukai pelajar. Anak-anak cenderung bermain dan bosan jika harus melulu belajar melalui online ini.
“Contohnya untuk anak kelas 1 SD, mereka sangat susah sekali diajak belajar membaca oleh orangtuanya dan akhirnya para orang tua yang membacakan agar tugas dari sekolah tetap bisa selesai. Berbeda jika di sekolah, anak-anak pasti patuh dengan gurunya,” kata Budhi lagi.
Selain itu juga, kata Budhi, ada orangtua yang juga harus bekerja sehingga tidak punya waktu banyak mengajarkan anaknya belajar seperti guru mengajarkan anaknya di sekolah.
“Bimbingan belajar dari seorang guru itu yang diinginkan anak-anak, makanya cenderung malas jika belajar bersama orangtuanya. Kita sangat memahami kondisi seperti ini,” kata Budhi.
Menurut Budhi, jika nanti belajar tatap buka di sekolah yang uji coba ini berjalan lancar, kemungkinan sekolah lainnya juga akan dilakukan belajar di sekolah. Syaratnya tetap harus mematuhi protokol kesehatan.***(inf Siak)
Meranti(SegmenNews.com)-Surat suara untuk Pilkada Kepulauan Meranti Tahun 2020 sudah tiba di Kota Selatpanjang, Sabtu (14/11/2020) siang.
Surat suara itu dikirim langsung dari tempat percetakannya
di Pabrik Pencetakan PT Temprina Media Grafika di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
“Barangnya sudah di Kantor KPU Kepulauan Meranti. Hari ini sudah mulai disortir,” kata Anggota Komisioner KPU Kepulauan Meranti Bidang Parmas dan SDM, Hanafi SSos. Senin (16/11/2020).
Ia mengatakan percetakan surat suara untuk Kepulauan Meranti dicetak berdasarkan jumlah DPT yang telah ditetapkan yakni sebanyak 139.524 lembar ditambah 2,5% dan pemungutan suara ulang (PSU) dengan total 144.892 lembar. Dimana untuk PSU itu disiapkan surat suara sebanyak 2000 lembar.
Sementara itu untuk jumlah kotak sebanyak 73 kotak, dimana untuk kotak 1 sampai dengan kotak 72 berjumlah 2000 lembar surat suara, sementara kotak yang ke 73 berjumlah 892 lembar.
“Jadi total yang dikirim itu sebanyak 144.892 lembar surat suara. Dimana untuk PSU itu disiapkan surat suara sebanyak 2.000 lembar,” tuturnya.
Untuk proses pendistribusian dilakukan oleh perusahaan ekspedisi PT Cabe Raya dengan kapasitas maksimal 6 ton dan untuk surat suara Kepulauan Meranti dengan berat sekira 800 Kilogram.
Pendistribusian memakan waktu sekira 7 hari sampai di Kepulauan Meranti dan akan dikawal oleh pihak kepolisian sampai ke gudang KPUD
“Saat pendistribusian dikawal satu orang personil dari Polres Kepulauan Meranti mulai dari Nganjuk sampai ke Buton, dan dari Buton ke Selatpanjang dikawal tiga orang personil,” kata dia.(Ags)
SMI Komwil Meranti Gelar Ujian Kenaikan Tingkat Murid
Meranti(SegmenNews.com)- Perguruan pencak silat Satria Muda Indonesia (SMI) Komisariat Wilayah Kepulauan Meranti, Riau. Bertempat di halaman SDN 14 Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi, menggelar ujian kenaikan tingkat terhadap puluhan muridnya. Minggu (15/11/2020).
Kenaikan tingkat ini merupakan yang kedua digelar perguruan silat tersebut sejak terbentuk pada tahun 2013 lalu.
Ketua Umum SMI Komwil Kepulauan Meranti, KH Ahmad Fauzi SAg, melalui Jefri selaku Wakil Ketua, dalam arahannya pada pembukaan ujian tersebut berpesan kepada seluruh murid agar terus giat dalam berlatih untuk mencapai prestasi.
“Kita berharap murid SMI ini rajin berlatih. Raih prestasi gemilang untuk perguruan silat kita. Jangan cepat merasa puas dengan prestasi yang didapat hari ini. Ingatlah, masih banyak yang lebih hebat lagi dari kita,” ingat Jefri.
Sementara itu Ketua IPSI Kepulauan Meranti, yang diwakili Ketua Harian Sawaluddin, saat membuka secara langsung ujian kenaikan tingkat SMI itu, memberi semangat kepada para murid untuk terus berbuat yang terbaik.
“Jaga kekeluargaan dan kekompakan dalam perguruan silat. Hormat dan patuh kepada orang tua dan pelatih. Dengan begitu, ilmu yang kita dapatkan akan berkah dan bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang lain. Tetaplah bersemangat dalam berlatih untuk mencapai prestasi berbaik,” pesan pria yang akrab disapa ayah Sawal itu.
Untuk diketahui, sejak terbentuk sekitar 7 tahun lalu, SMI sudah merekrut murid sebanyak 221 orang. Dari jumlah itu, ada 168 putra dan 53 putri.
Sejumlah prestasi pun pernah diraih murid SMI. Diantaranya; medali emas dan perak pada Singapore Open Tahun 2019, medali emas O2SN tingkat kabupaten 2019, medali perunggu O2SN tingkat provinsi Riau. Kemudian, 2 medali emas dan 1 perunggu disaat O2SN SMP yang di raih unit SMI Pondok Pesantren Darul Fikri.
“Alhamdulillah, selain prestasi tersebut, kita juga menggelar ujian kenaikan tingkat. Ini merupakan bentuk keseriusan dan motivasi agar adik-adik SMI makin semangat berlatih,” ucap pelatih SMI, Dodi yang didampingi Hari Ardiansyah, usai pembukaan ujian tersebut.(Ags)
Siak(SegmenNews.com)- Pemerintah kabupaten Siak, Riau sudah membuka kembali seluruh objek wisata di Kabupaten Siak, baik yang dikelola Pemerintah maupun swasta. Hal ini dilakukan untuk membangkitkan kembali perekonomian pelaku UMKM yang sempat anjlok karena pandemi Covid-19 ini.
Selain Istana Assersyah Hasyimiah, di Kabupaten Siak juga ada bangunan bersejarah lainnya bekas peninggalan Belanda yakni Tangsi Belanda yang menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung.
Meski belum seramai pengunjung Istana Siak, pada hari kedua objek wisata Siak dibuka kembali penjara Belanda yang berusia 160 tahun ini juga sudah mulai dikunjungi wisatawan dari luar Kabupaten Siak.
Tepat di belakang Tulisan Tangsi Belanda itu dulunya gudang senjata yang telah rubuh. Kini hanya dibangun tiang–tiang pondasi dan malam hari pondasi ini akan terlihat indah karena ada lampu.
Hafisah, warga Kota Dumai yang tiba di objek wisata andalan baru Pemkab Siak di Desa Benteng Hilir, Kecamatan Mempura bersama keluarganya mengaku baru pertama kali datang ke Tangsi Belanda.
Biasanya saat ke Siak, Hafisah hanya berkunjung ke Istana Siak Sri Indrapura. Ia juga baru mendengar dari keluarganya di Benteng Hilir, kalau ada penjara peninggalan Belanda yang menarik untuk dikunjungi.
“Saya dari kemarin sampai di Siak. Kebetulan tadi saudara kasih tahu kalau ada Tangsi Belanda, bagus katanya sejarahnya. Makanya saya datang ke sini membawa keluarga. Karena ingin tahu juga sejarahnya,” kata Hafisah kepada GoRiau.com, Minggu (15/11/2020).
Saat tiba di pintu masuk Tangsi Belanda, Hafisah dan keluarga disarankan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan baru membeli tiket masuk kepada petugas yang berjaga. Untuk 6 orang dewasa yang datang bersamanya, Hafisah membayar Rp30.000.
Sementaraitu, Yulta petugas yang berada di pintu masuk bangunan bekas penjajah ini menyebutkan pengujung Tangsi Belanda belum ramai seperti sebelum pandemi Covid-19. ***(inf Siak)
Siak(SegmenNews.com)- Kota Siak Sri Indrapura, Riau kembali ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di luar Riau. Pada hari pertama Istana Siak dibuka, jumlah pengunjung mencapai 195 orang.
“Dari daftar buku tamu pengunjung sampai pukul 17.00 WIB itu totalnya 195 orang. Alhamdulillah hari pertama buka Istana Ramai dikunjungi wisatawan. Dan itu dari berbagai daerah,” kata Tengku Sofyan S, pegawai Istana Siak kepada GoRiau.com, Sabtu (14/11/2020).
Dari daftar tamu, wisatawan yang datang itu ada dari Jakarta, Yogyakarta, Lampung, Jambi, Pariaman Sumatera Barat, Rohul, Tembilahan, Dumai, Medan Sumatera Utara, Makasar, Bangkinang, Jambi, Batam, Palangkaraya, Bengkalis, Pekanbaru dan sejumlah Kecamatan di Kabupaten Siak.
Pantauan, wisatawan yang datang menggunakan masker dan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum membeli tiket masuk ke Istana Asserayah Hasyimiah. Kemudian saat di pintu masuk Istana, pengunjung dicek suhu tubuhnya lalu mengisi buku tamu.
Selain itu, sekitar 20 orang pemandu wisatawan di dalam Istana Siak juga mengingatkan pengunjung untuk tidak berkerumun meski dalam satu rombongan.
“Beruntung wisatawan yang datang silih berganti. Jadi tidak menumpuk di dalam Istana. Kita juga ingatkan agar menjaga jarak dan selalu menggunakan masker,” kata Syofyan sembari berharap jumlah wisatawan terus meningkat setiap harinya.
Yahya, salah seorang pengunjung yang diwawancarai GoRiau.com mengatakan, ia memang tidak tahu kalau hari ini Istana Siak baru dibuka kembali.***(inf Siak)
Komisi IV DPRD Riau Raker Bersama Dinas ESDM dan Bappedalitbang
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Komisi IV DPRD Riau menggelar Rapat Kerja dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Bappedalitbang Provinsi Riau terkait pembahasan rancangan KUA-PPAS tahun Anggaran 2021, Sabtu (14/11/2020).
Rapat ini dipimpin Ketua Komisi IV H. Parisman Ihwan didampingi Wakil Ketua Komisi IV Dani M Nursalam serta anggota Komisi IV lainnya yaitu Almainis, Yuyun Hidayat, Adam Syafaat, dan H. Nurzafri.
Rapat ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas ESDM Indra Agus Lukman beserta jajarannya dan Raja selaku Kepala Bappedalitbang.
Parisman menanyakan kepada Kadis ESDM mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan Dinas ESDM melihat dana yang cukup besar dalam RKA. “Apa saja kegiatan yang menyentuh ke masyarakat dengan dana 3 Miliar ini?” tanya Parisman.
Indra Agus Lukman selaku Kadis ESDM menjawab pertanyaan dari Parisman, bahwa pembangunan terkait akses listrik ke masyarakat. “Yang akan kami lakukan adalah dengan membangun jaringan dan trafo dimasyarakat dan akan melakukan penyaluran listrik bagi dusun atau desa yang minim listrik.” terangnya.
Komisi IV DPRD Riau Raker Bersama Dinas ESDM dan Bappedalitbang
Selanjutnya anggota Komisi IV, Yuyun Hidayat memberi usul mengenai PLTS Rooftop pada gedung guru untuk disalurkan saja ke rumah sakit, seperti rumah sakit umum dan rumah sakit petala bumi. Karena jika dilihat, menurutnya gedung guru tersebut jarang sekali terpakai.
Menanggapi hal tersebut, Kadis ESDM menyatakan bahwa saat ini gedung guru lebih sering digunakan untuk kegiatan yang sifatnya seremonial. Namun saat ini, kita bantu agar listrik tidak mengganggu teman-teman di PGRI.
Adam Syafaat juga menambahkan usul untuk di daerah Rokan, “Listrik disana hanya melalui PLTA mini dengan biaya 10 ribu/bulan. Jadi tidak ada pemeliharaan dikarenakan biaya yg murah. Sementara uang pemeliharaan itu 150-200 ribu. Masyarakat disana mengatakan tiang sumber air ke turbin hanya menggunakan terpal dengan tiang penyangga memakai kayu. Sehingga, mereka ingin memiliki tiang permanen,” tutupnya.***(ADV/ DPRD Riau)
Siak(SegmenNews.com)- Para pedagang serta pelaku usaha jasa di lingkungan Istana Siak Sri Indrapura terlihat sangat bersemangat sejak tadi pagi, Sabtu (14/11/2020). Sebab usaha mereka laris manis pada hari pertama Istana Siak dibuka sejak Pandemi Covid-19.
Yeni, salah seorang pedagang makanan dan minuman saat ditemui GoRiau.com mengaku hari ini jual beli dagangannya hampir sama dengan sebelum pandemi Covid-19.
“Alhamdulillah hari ini karena banyak wisatawan yang datang, maka makanan dan minuman yang saya jual juga banyak diminati pengunjung. Hari pertama Istana Siak buka kami merasakan jual beli sama seperti sebelum Covid-19 ini,” kata Yeni yang berjualan di depan Gedung Tengku Mahratu.
Dijelaskannya, saat Istana Siak ditutup karena kebijakan pemerintah agar tidak terjadi penularan virus Corona di Kabupaten Siak, ia hanya berjual beli Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu dalam sehari.
“Ini Alhamdulillah sekali, udah normal lagi. Jual beli bisa sampai 400 ribu sehari ini. Nanti kalau sudah ramai seperti ini wisatawan yang datang, mungkin saya akan pindah ke tempat lama berjualan. Dekat parkiran mobil itu,” katanya dengan bahagia dan berterimakasih kepada Pemkab Siak yang sudah peduli dengan ekonomi masyarakat kecil.
Pemerintah Kabupaten Siak belum lama ini membuat kebijakan untuk membuka kembali Istana Siak dengan tetap menerapkan protokol kesehatan kepada setiap pengunjung.***(inf Siak)
Siak(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Siak melalui Badan Keuangan Daerah sangat optimis Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak di masa Pandemi Covid-19 mencapai target. Hingga Oktober 2020, PAD Siak sudah mendekati target yakni Rp234.410.289.109 dengan realisasi Rp 209.490.425.185 atau 89.37 persen.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Siak, Muzamil mengatakan menyebutkan PAD tertinggi itu dari pajak daerah dengan target awal Rp 106.700.000.000,- setelah perubahan Rp 99.542.195.716,- dengan realisasi mencapai Rp 95.209.077.391 atau 95.65 persen.
“Dari sektor pajak penerangan jalan yang paling tinggi. Target Rp 72,6 miliar kemudian dilakukan perubahan menjadi Rp 66.5 miliar dan realisasinya sekarang sudah Rp 62,16 miliar atau 93.37 persen. Ini dari PLN dan non PLN,” ujar Muzamil, Jumat (13/11/2020).
Muzamil menyebutkan, meski situasi pandemi Covid-19 ini berdampak pada perekonomian semua orang, kesadaran masyarakat membayar pajak bumi dan bangunan masih tinggi. Itu terbukti dengan realisasi PAD dari sektor PBB Perdesaan dan Perkotaan.
“Target awal itu Rp23 miliar, kemudian dilakukan perubahan menjadi Rp22 miliar dan realisasinya hingga Oktober sudah Rp21.372.482.358 miliar atau 97.15 persen,” kata Muzamil.
Masih dari keterangan Muzamil, PAD dari sektor retribusi daerah realisasinya juga sudah mendekati 100 persen. Dari target Rp16.688.572.000 sudah tercapai 16.623.133.974 atau 99.61 persen.
“Ini bisa tercapai 100 persen jika masuk November. Dari retribusi ini PAD tertinggi itu dari bidang air bersih Rp9 miliar realisasinya sudah Rp 8.631.663.961 atau 95.91 persen,” kata Muzamil lagi.***(inf Siak)
Rumah Pemerkosa Anak Kandung di Meranti Dirobohkan
Meranti(SegmenNews.com)- Md (45), seorang ayah di Kabupaten Meranti yang mencabuli anak kandungnya sendiri, P (17) diusir oleh masyarakat, bahkan rumahnya dirobohkan.
Awalnya kasus pencabulan yang telah dilaporkan ke polisi akhirnya dicabut oleh pihak keluarga.
Hal ini lalu membuat emosi sejumlah warga meledak. Imbasnya, pria itu diusir dari desa mereka.
Kepala Desa Nipah Sendanu, Kasino mengaku kesal dengan apa yang telah menjadi keputusan pihak keluarga. Untuk itu selain pelaku, keluarganya pun turut diusir dan harus pergi dari desa setempat untuk selamanya.
Dia menegaskan, warga di lingkungan setempat berharap pelaku dan keluarganya tidak lagi tinggal di lingkungan masyarakat tersebut, karena perbuatannya yang sudah melampaui batas toleransi.
“Setelah mendapatkan informasi jika laporan itu dicabut pihak keluarga korban, saya merasa tidak puas, lalu kita panggil pihak keluarga bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menyelesaikan masalah ini. Pihak korban membuat kasus ini menjadi ruwet, ketika kasus ini sudah diserahkan ke pihak kepolisian, ibunya dan anak yang diperkosa itu malah tidak mau melaporkan. Seakan-akan istri dan anaknya bersekongkol untuk menyelamatkan ayahnya, untuk itu kami pihak desa memfasilitasi masyarakat dan meminta persetujuan dimana pelaku dan keluarganya harus diusir dari kampung,” kata Kepala Desa Nipah Sendanu, Kasino, Sabtu (14/11/2020).
Dikatakan, kejadian tersebut sudah terjadi sangat lama dan berulangkali namun pihak keluarga korban tidak mau melapor dan sedikit pun tidak ada rasa menyesal dan malu.
“Pihak keluarga sedikit pun tidak ada rasa malu dan sedih terhadap kejadian ini ataupun rasa menyesal. Hal ini membuat beberapa tokoh di kampung menjadi kesal dan emosi. Usai diperiksa di Mapolres, pelaku tidak menampakkan diri, hanya keluarganya saja, kalaupun dia nekad pulang saya yakin pasti dihajar massa, dan kita tidak tahu posisinya dimana saat ini, yang jelas kita bersama para tokoh tidak menginginkan pelaku untuk kembali ke kampung ini lagi,” ujarnya.
Diungkapkan, keputusan untuk mengusir pelaku dan keluarganya itu tidak hanya dari pemerintah desa melainkan pihak terkait lainnya seperti tokoh agama dan masyarakat.
“Malam itu pihak keluarga korban kita panggil dan kita bacakan surat pernyataan dari seluruh masyarakat desa, mereka diusir agar bala dari kampung ini hilang. Solusi itu merupakan jalan tengah yaitu tuntutan agama dan sosial, karena hukum tidak bisa memprosesnya. Jika dari sisi agama orang berzina harus kita cambuk apalagi dengan anak kandung, harus dirajam tapi karena tinggal di Indonesia, kita masih menghargainya. Adapun alasan paling tepat kita mengusir keluarganya itu adalah dimana puncak masalahnya itu ada di keluarga korban. Seandainya dia melaporkan ke pihak kepolisian kita pasti angkat jempol, malah kita pandang korban ini dan pelaku dijebloskan ke penjara yang sudah coba kita bantu fasilitasi waktu itu. Ini malah mereka pula yang bersubahat, dan waktu kita panggil pun tidak ada rasa malu dan sedih di wajah mereka,” ungkap Kasino.
Saat diusir dari kampung, masyarakat desa setempat pun tidak ingin mengingat kenangan yang ada terhadap keluarga tersebut. Untuk itu warga pun ingin membakar rumahnya namun pihak desa melarang melainkan hanya dirobohkan saja.
“Waktu kami usir dari kampung, tidak ada permintaan maaf dari mereka. Mungkin mereka keluar dari kabupaten ini, saya pun tidak tahu, yang jelas mereka harus keluar dari kampung ini. Agar tidak menimbulkan bekas, rumahnya itu sempat mau dibakar warga karena dianggap menyebar aib, tapi berdasarkan kesepakatan bersama, kita suruh pihak keluarganya untuk membuka dan merobohkan rumah itu,” pungkas Kasino.(Ags)
Meranti(SegmenNews.com)- Seorang pria berinisial, MA (45), warga di Kabupaten Kepulauan Meranti, tega menghamili anak kandungnya yang berinisial, P (17), hingga dikabarkan hamil.
Pelaku dilaporkan oleh keluarga korban sendiri yang melaporkan kejadian tersebut ke pemerintahan desa setelah adik dari kakak yang menjadi korban memberitahukan kepada pihak keluarga. Bahkan sang adik pun nyaris menjadi mangsa dari kebiadaban ayah mereka, namun ia berhasil melarikan diri dari rumah dan kini tinggal di rumah neneknya.
Kepala Desa Nipah Sendanu, Kasino
yang dikonfirmasi mengenai kejadian itu membenarkan hal tersebut.
“Waktu itu adik bersama neneknya melaporkan kejadian jika kakaknya sedang dicabuli oleh ayahnya sendiri dan katanya juga hamil. Namun waktu itu saya katakan jika pihak desa tidak bisa memprosesnya melainkan harus ke kepolisian dalam hal ini melaporkan dulu ke Bhabinkamtibmas,” kata Kasino, Minggu lalu.
Waktu itu kata Kasino, pelaku tidak mau keluar dari rumah karena takut, akhirnya ia mencari cara agar pelaku bisa keluar dari rumahnya yakni mengundangnya ke rumah kepala desa dengan iming-iming akan mendapatkan rumah bantuan.
“Pelaku tidak mau keluar rumah, mungkin karena takut, untuk mencari bukti kongkrit saya akali dengan mengundangnya ke rumah saya dengan menjanjikan ada bantuan rumah. Selanjutnya Bhabikamtibmas langsung ke rumah korban untuk mendapatkan info lebih lanjut. Selanjutnya berdasarkan pengakuan korban, pelaku langsung ditahan dan diborgol untuk dibawa ke Polres Kepulauan Meranti,” ujarnya.
Sementara itu anggota Linmas Desa Nipah Sendanu, Abu Bakar mengatakan pada saat diinterogasi pelaku mengakui melakukan itu atas dasar tidak sadarkan diri dan dalam keadaan mabuk setelah mengkonsumsi alkohol.
“Namun setelah kami selidiki ternyata perbuatan tersebut tidak hanya di lakukan sekali melainkan sudah berlangsung lama. Dia mengakui juga bahwa ia mengancam ke anaknya jika mengadu kepada orang lain akan di bunuh,” kata Abu Bakar.
Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti AKP Prihadi Tri Saputra SH MH mengatakan, jika kasus tersebut dikembalikan ke desa karena pihak keluarga meminta kasus ini diselesaikan di desa saja tidak di jalur hukum.
“Dikembalikan ke desa karena ruwet benar masalahnya jadi mereka meminta untuk menyelesaikan masalahnya di desa. Karena tidak masuk dalam penyelidikan kami, jadi saya tidak bisa memberikan statement lebih lanjut,” pungkasnya.(Ags)