Faperta UIR Tebar Bibit Ikan di Danau Tiga Mata Air Kuansing
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau menebar 10 ribu bibit ikan lokal di Danau Tiga Air Desa Kepala Pulau Kecamatan Kuantan Hilir Kabupaten Kuantan Singingi. Bibit yang diambil dari Balai Benih Ikan Program Studi Budidaya Perairan itu terdiri dari 9.000 benih ikan baung dan 1.000 benih ikan puyu.
Faperta juga memberi bantuan tanaman buah yang akan ditanam di sekitar danau berupa bibit mangga, lengkeng dan jambu citra. Di luar itu diberikan pula 20 kg pupuk organik. Semua bantuan dihasilkan oleh Kebun Percobaan Faperta UIR.
Penebaran bibit dilakukan secara bersamaan oleh Bupati Kabupaten Kuansing Drs H Mursini MSi dan Dekan Faperta Dr Ir Siti Zahra Rabu (2/09 2020). Hadir juga para Asisten Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Kuasing dan Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pengan, Wakil Dekan I Faperta Dr Fathurrahman SP MSc, Wakil Dekan III Dr Ir UP Ismail MAgr, Kepala BBI Ir T Iskandar Johan MSi, Kepala Laboratorium Kimia Mardaleni SP MSc, Dosen Agroteknologi Sri Mulyani SP MSi dan Kepala Tata Usaha Joni Syafrinaldi SP.
Dekan Fakultas Pertanian Siti Zahrah mengaku senang dapat bersama-sama dengan Bupati Kuansing menebar bibit dan menyerahkan bantuan tanaman buah. Ia menyatakan, kegiatan ini merupakan realisasi dari penanda-tanganan memory of agreement (MoA) yang diteken akhir Agustus di Fakultas Pertanian.
”Implementasi MoA tak semata menebar benih ikan dan penanaman pohon buah-buahan tetapi akan dilanjutkan pada berbagai kegiatan lain sesuai kebutuhan kedua pihak,” kata Dekan Siti Zahrah.
Harapan senada disampaikan Bupati Mursini. Selain menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Pertanian yang sudah menebar benih dan membantu bibit tanaman, bupati sekaligus menceritakan potensi yang terdapat pada Danau Tiga Mata Air. Danau ini dapat menjadi sumber ekonomi dan pangan penduduk karena ia bisa dijadikan objek wisata lokal.
”Kegiatan Faperta patut kita apresiasi dan ini merupakan wujud dari pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Mudah-mudahan ahli-ahli pertanian dan perikanan yang dimiliki Fakultas Pertanian dapat membantu Pemda Kuantan Singingi mengembangkan objek-objek wisata lokal lainnya,” tambah Mursini.*(rls)
Pekanbaru(SegmenNews.com)-Nama Bupati Kuansing, Mursini, yang saat ini kembali mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Kuansing tahun 2021-2026, disebut dalam dakwaan lima terdakwa korupsi 6 kegiatan senilai Rp13 miliar lebih di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Mursini disebut turut menggunakan uang korupsi tersebut.
Jaksa Penuntut Umum, Roni Saputra SH, cs, Jumat 4 September 2020 membacakan dakwaan terhadap lima anak buah Mursini, yakni Mantan Plt Sekretaris Daerah Kuantan Singingi, Riau, Muharlius, M Saleh, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Verdi Ananta , SE, MM selaku Bendahara Pengeluaran Rutin Sekretariat Daerah. Hetty Herlina, S.Sos selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dan Yuhendrisal, SE selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan.
Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum dihadapan majelis hakim yang diketuai Faisal SH, disebutkan dana sebesar Rp13 miliar lebih untuk 6 kegiatan di Sekretariat Daerah Kuantan Singingi tahun 2017, digunakan tidak sesuai dengan ketentuan. Di antaranya Rp650 juta digunakan Mursini untuk diberikan kepada pria misterius di Batam dan Rp150 juta untuk biaya berobat istri Bupati Mursini.
Disebutkan, pada bulan puasa tahun 2017 tepatnya, Selasa 13 Juni 2017 sekira pukul 24.00 WIB, Verdi Ananta dipanggil oleh BupatiKuansing, Mursini, di Masjid Baitul Hamdi. H. MURSINI memerintahkan Verdi Ananta untuk mengantarkan uang dalam bentuk Dollar Amerika jika ditukar dalam bentuk mata uang rupiah sebesar Rp500 juta kepada seseorang di Batam.
Mursini mengatakan “ INI RAHASIA, CUKUP KITA SAJA YANG TAHU”. Lalu H MURSINI menyerahkan HP merk Nokia 3310 kepada Verdi Ananta yang mana di dalam HP tersebut sudah tersimpan Nomor orang yang akan Verdi Ananta tuju (yang akan menerima uang titipan uang tersebut) di BATAM.
Setelah itu H MURSINI mengatakan bahwa nanti uangnya akan diberikan oleh M SALEH.
Rabu tanggal 14 Juni 2017 sekira pukul 02.00 Wib, Verdi Ananta bersama dengan Saksi RIGO berangkat ke Pekanbaru dengan menggunakan mobil pribadi Verdi Ananta. Sampai di Pekanbaru, Verdi Ananta menginap di Hotel Pangeran Pekanbaru dan beristirahat.
Pukul 09.00 Wib, Verdi Ananta menghubungi M SALEH dan menanyakan kapan berangkat ke Pekanbaru, dan saat itu M. SALEH mengatakan “saya lagi di jalan” kemudian Verdi Ananta menunggu.
Pukul 10.30 Wib, M.SALEH menemui Verdi Ananta di kamar Hotel Pangeran Pekanbaru dan menyerahkan uang kepada Verdi Ananta dalam bentuk mata uang rupiah pecahan Rp100.000 dan pecahan Rp50.000 dengan total sebesar Rp500 juta.
Selanjutnya Verdi Ananta pergi bersama RIGO ke toko emas sekalian ke Money Changer Kirana di Jalan Sudirman Pekanbaru dan menukarkan uang tersebut dalam bentuk dollar amerika pecahan 100 Dolar.
Selanjutnya Verdi Ananta, Saksi NANDA dan Saksi RIGO berangkat ke Batam menggunakan pesawat Citilink sekira pukul 14.00 Wib. Sekira pukul 15.00 WIB Verdi Ananta dan kawan-kawan sampai di Bandara Hang Nadim Batam.
Verdi Ananta mengaktifkan Handphone yang telah diberikan H MURSINI dan menghubungi nomor yang tersimpan di HP tersebut. Yang mana dalam HP tersebut hanya tersimpan 1 nomor yang akan Verdi Ananta hubungi.
Selanjutnya orang tersebut mendatangi Verdi Ananta dan berkata “VERDI YA, YA UDAH, IKUT”, lalu Saksi Verdi Ananta mengikuti orang tersebut ke arah parkiran mobil bandara, dan disaat yang bersamaan Saksi RIGO dan Saksi NANDA mengikuti dari belakang ke arah parkiran juga, namun Saksi Verdi Ananta memberikan kode agar mereka tidak ikut bersama Saksi Verdi Ananta dan mereka menunggu di dekat tangga turun arah parkiran dan Saksi Verdi Ananta mengikuti orang tersebut ke mobil diparkiran.
Setelah sampai di mobil yang diarahkan orang tersebut lalu Saksi Verdi Ananta disuruh masuk ke dalam mobil bersama dengan orang tersebut dan di dalam mobil tersebutlah Saksi Verdi Ananta menyerahkan uang nya dan mengatakan “INI TITIPAN BUPATI PAK, COBA DIHITUNG DULU PAK”, dan dia mengatakan “YA UDAH” tanpa menghitung uang yang Verdi Ananta berikan.
Pada hari dan tanggal yang Verdi Ananta tidak ingat lagi pada bulan Juli 2017, Bupati H. MURSINI kembali memerintahkan pergi ke BATAM untuk mengantarkan uang kepada seseorang, karena uang yang telah diantarkan sebelumnya kurang dan saat itu kami disuruh untuk kembali mengantarkan uang sebesar Rp150.000.000. Uang tersebut kemudian kembali diantarkan ke Batam.
Bahwa pada hari dan tanggal Saksi Verdi Ananta tidak ingat lagi namun pada tahun 2017 Saksi Verdi Ananta dipanggil Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi yaitu Terdakwa MUHARLIUS ke ruangan kerjanya, pada saat itu Terdakwa MUHARLIUS menyerahkan uang sebesar Rp150 juta kepada Verdi Ananta dan meminta agar diserahkan kepada Bupati Mursini di Pekanbaru untuk kepentingan berobat istri Bupati.
Setelah menukarkan uang dalam bentuk ringgit Malaysia di Pekanbaru, Verdi Ananta dan saksi VIKTOR KURNIAWAN pergi ke rumah kediaman Bupati H. MURSINI di Daerah Tangkerang Dalam Pekanbaru, setelah sampai di rumah Saksi H.MURSINI tersebut lalu Saksi Verdi Ananta dan Saksi VIKTOR KURNIAWAN masuk kedalam ruang tamu rumah kediaman Bupati (Saksi H.MURSINI) dan saat itu juga Verdi Ananta langsung menyerahkan uang tersebut kepada H. MURSINI dengan mengatakan bahwa ini perintah Terdakwa H. MUHARLIUS dan setelah uang diterima Bupati, Verdi Ananta dan Saksi VIKTOR KURNIAWAN pergi meninggalkan rumah kediaman Saksi H.MURSINI tersebut dan pulang ke Teluk Kuantan.***(rn)
Meranti(SegmenNews.com)-Polres Kepulauan Meranti terus meningkatkan keamanan dan kewaspadaan dengan mengsiagakan personil sesuai tahapan kegiatan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Meranti agar pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang ke tiga di Kepulauan Meranti tahun ini bisa berjalan lancar dan kondusif.
Demikian disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIK saat dikonfirmasi wartawan, Jum’at (4/9/2020) di kantor KPUD Meranti. Dikatakannya, pengamanan Pilkada ini juga kita siapkan sebanyak 16 personil Walpri (Pengawal Pribadi) khusus yang akan melekat pada para Paslon masing-masing dimana perorang calon kita siagakan sebanyak 2 personil dan akan mulai ditugaskan setelah penetapan calon oleh KPU nantinya.
Langkah-langkah kegiatan pendaftaran tentunya sudah kita floting beberapa personil, dimana untuk pengamanan hari ini ada sekitar 15 orang yang mengamankan di jalur, sebanyak 15 orang mengamankan di kantor KPU dan ada 4 orang yang mengamankan di kantor Banwaslu, juga ada yang kita siapkan di posko Polres, posko Polsek terdekat dan di titik-titik kerawanan lainnya dengan totol personil semuanya berjumlah lebih kurang 67 orang untuk pengamanan pendaftaran ini, bebernya.
Orang nomor satu di jajaran Korps Tibrata Kepulauan Meranti tersebut menuturkan sistem pengamanan proses pendaftaran ini kita lakukan lokalisir baik itu pengamanan di luar kantor KPUD maupun di dalam kantor, termasuk pada titik-titik kerawanan sekaligus memberikan himbauan untuk tidak melakukan aktifitas berkumpul agar mencegah penyebaran virus corona.
Hal ini penting dilakukan demi kepentingan kesehatan bersama sehingga proses demokrasi di Kepulauan Meranti bisa berjalan dengan aman dan lancar sampai selesai. Tetapi kita melihat juga proses hari ini masih ada yang perlu ditertibkan, sehingga nantinya akan kita lakukan koordinasi kembali bersama seluruh tim sukses Cabup dan Cawabup Meranti agar dapat lebih mematuhi protokol kesehatan dalam helat Pilkada ini, harap Kapolres Meranti.
Selain itu juga, untuk pengamanan lainnya kita akan menyesuaikan dengan tahapan-tahapan kegiatan dari KPU, seperti pengamanan tahap kampanye tentu akan kita siapkan lebih banyak lagi personil dilapangan ataupun tahap pencoblosan dan lain sebagainya.
Eko Wimpiyanto mengakui, untuk tambahan kekuatan keamanan Pilkada kali ini kita juga mendapatkan bantuan dari BKO Brimobda Polda Riau sebanyak 30 personil, dari BKO Pam TPS Polda Riau sebanyak 80 personil serta dibantu kekuatan dari TNI sebanyak 30 personil dan seluruh personil Polres Meranti dengan kekuatan penuh, ini disiapkan demi untuk kelancaran proses Pilkada Meranti yang aman dan kondusif.
Lebih lanjut dijelaskan Kapolres, terkait potensi kerawanan tentu saja sudah kita petakan, untuk seluruh tim sukses yang saat ini mulai melaksanakan kampanye baik secara langsung maupun melalui media sosial lainnya tentu akan kami awasi secara bersama dengan KPU dan Banwaslu melalui upaya pencegahan serta himbauan-himbauan kepada masyarakat serta organisasi di Kepulauan Meranti.
Sampai hari ini untuk proses pendaftaran masih berjalan lancar dan aman namun kita tetap terus waspada serta akan mengawal semuanya sampai proses pendaftaran dan pemilihan nanti selesai dengan baik sebagaimana yang kita harapkan bersama, ungkap Kapolres Meranti.(Ags)
Jambi(SegmenNews.com)- Pengadilan Negeri Kota Jambi memvonis bebas dua orang terdakwa kasus dugaan proyek Jalan Pungut Mudik, Sungai Kuning, pada APBD Kabupaten Kerinci, Tahun 2017.
Kedua terdakwa yakni Wardodi Aria Putra dan juga Saiful Efrizal. Keduanya dinyatakan tidak bersalah oleh majelis hakim. Keputusan ini berlaku pada Kamis, 3 September 2020 kemarin.
Dimana dalam sidang sebelumnya, kedua terdakwa tuntut bersalah oleh Jaksa Penuntut Umum. Setelah Hakim mencermati, jaksa tidak bisa memberikan bukti yang menyatakan kedua terdakwa bersalah.
Maka hakim putusan kedua terdakwa di vonis bebas. Tidak itu saja, majelis hakim juga meminta nama baik kedua terdakwa harus dipulihkan. Dan tahanan Kota yang selama ini di beban terhadap kedua terdakwa juga dicabut.
“Awalnya sudah kita duga dan kita prediksi sebelum dibacakan putusan oleh pengadilan Jambi. Sebab saksi dan alat bukti yang diajukan jaksa tidak dapat membuktikan bahwa kedua terdakwa melakukan perbuatan korupsi,” tutur dianya.
Sebut dosen ternama di Kota Pekanbaru ini lagi, berdasarkan fakta hukum yang terungkap di muka persidangan, tidak dapat secara sah dan menyakinkan telah terjadi terjadi kerugian negara yang dilakukan terdakwa.
“Artinya, kedua terdakwa dapat menyelesaikan pekerjaan secara baik dan tepat waktu sesuai dengan perjanjian kontrak kerja,” ucap Abu Bakar Sidik, pada Jumat malam tadi.
Dikatakan Abu Bakar lagi, keputusan majelis hakim sudah tepat ,” Ini putusan yang bijak, ” pungkas nya. ***(rls)
Meranti(SegmenNews.com)- Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Meranti Menuju Negeri Bahari Sejahtera (Menebas) Mahmuzin Tahir (MT) dan Nuriman Khoir, mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten kepulauan Meranti, Jum’at (4/9/2020).
Saat diwawancarai MT mengatakan, sudah terlalu lama Kabupaten Kepulauan Meranti membelakangi laut kemudian keputusan presiden nomor 248 tahun 1963 dan pada hari maritin nasional tepatnya pada tanggal 23.
“Kemudian atas pemerintahan Pak Jokowi kita tidak boleh membelakangi selat dan termasuk juga teluk. Meranti memang posisinya sangat setrategis dan selama ini kita belum memanfaatkan akses laut secara maksimal,” terang MT.
Lebih jauh dikatakannya, dari itu tidak ada pilihan menurutnya, untuk membawa Meranti lebih cemerlang Meranti harus kembali ke laut. Nantinya jika ia tepilih sebagai Bupati ia akan kelola laut.
“Kita akan kelola akses laut, kita akan pecahkan semua permasaalahan melalui laut. Jadi kita orang laut harus kembali ke laut, ini akan kita sampaikan ke masyarakat nantinya dan mudah-mudahan ini menjadi suatu pilihan yang tidak bisa ditolak, apalagi saat ini masaalah yang ada di Meranti memang sudah dilakukan sebelumnya, kita akan lakukan lebih baik lagi melalui bahari, jadi baharilah yang kita akan maksimalkan kedepannya,” terangnya lagi.
Kemudian MT mengakui kombinasinya pengusaha dan birokrat, ia mengakui bahwa Nuriman Khoir cukup senior dan faham sekali dipemerintahan dan ia sebagai pengusaha muda yang sudah melihat segala sesuatunya dari hulu ke hilir permasaalahan yang ada di Meranti tersebut.
“Tinggal nanti kedepan konsep pembangunan memang tidak bisa kita pungkiri dengan kondisi ekonomi global, termasuk Indonesia dan apa lagi ekonomi Kabupaten Meranti,” tutur MT.
MT juga menyinggung bahwa tidak bisa lagi mengedepankan pembangunan dengan azas APBD menurutnya, suwastanisasi dan inisiatif harus dibangun. Hal itu ada dikacamata suwasta.
“Saya akan bertugas bagaimana memaksimal mungkinkan peran infestor suwastanisasi untuk membangun ekonomi, kemudian untuk tatakelola pemerintahan kita nantinya Insha’Allah akan dibantu Pak Wakil kita,” ucapnya.
Hal itu membuat ke dua pasangan Menebas itu cukup yakin, ia berharap dengan segudang pengalaman wakilnya itu dan pengalaman ia selama diluar untuk bagaimana mengembangkan suatu daerah dengan melibatkan suwastanisasi, maka hal itu akan cepat berjalan.
“Jika kami nantinya terpilih harapan kami tidak banyak waktu terbuang untuk bersosialisasi terhadap aturan-turan dan termasuk membuat program-program baru,” tutupnya.
Sementara itu cawabup Nuriman Khoir mengungkap, inti dari permasaalahan kesejahteraan masyarakat.
“Kita akan kembalikan indeks pembangunan manusia meranti. Ada tiga indikator ketika keberhasilan pembangunan itu yang pertama kemiskinan, pendidikan dan kesehatan,” beber Nuriman.
Kemudian sebut Nuriman lagi, di duabelas Kabupaten Kota. soal kemiskinan Kabupaten Kepulauan Meranti adalah angka yang tertinggi, kesehatan masyarakat indikatornya ia melihat masalaah usia harapan hidup. Dan terakhir pendiikan harus lebih dimaksimalkan lagi.(Ags)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang dipimpin hakim ketua, Faisal SH, mengadili Mantan Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Muharlius, dan empat pejabat lainnya, Jum’at (4/9/2020). Kelimanya didakwa korupsi 6 paket kegiatan senilai Rp13 miliar lebih tahun 2017 lalu.
Empat pejabat lainnya yakni, M Saleh, sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Verdi Ananta (Bendahara Pengeluaran Rutin Sekretariat Daerah). Hetty Herlina (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dan Yuhendrisal selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Roni Saputra SH cs, perbuatan kelima terdakwa bermula pada tahun 2017 lalu, Sekretariat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi melaksanakan 6 kegiatan dengan sumber dana dari APBD sebesar Rp13.300.650.000.
Kegiatan tersebut yakni Kegiatan Dialog/Audiensi dengan Tokoh-Tokoh Masyarakat Pimpinan/Anggota Organisasi Sosial dan Masyarakat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) murni, Rp7.270.000.000.
Kemudian, Kegiatan Penerimaan Kunjungan Kerja Pejabat Negara/Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen/Luar Negeri dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) murni Rp1.200.000.000. Kegiatan Rapat Koordinasi Unsur Muspida dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) murni sebesar Rp1.185.600.000.
Kemudian Kegiatan Rapat Koordinasi Pejabat Pemerintah Daerah dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) murni Rp960.000.000. Kegiatan Kunjungan Kerja/Inpeksi Kepala Daerah/Wakil Kepala daerah dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) murni Rp725.000.000.
Serta Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) murni sebesar Rp1.960.050.000.
Namun kegiatan tersebut tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Hal ini tertuang pada hasil pemeriksaan BPK RI yang tertuang di dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Nomor : 28.C/LHP/XVIII.PEK/06/2018 tanggal 28 Juni 2018.
Bahwa sekitar bulan Juni 2018 atas arahan saksi Hernalis selaku Kepala Inspektorat Kabupaten Kuantan Singingi agar saksi H. Muharlius, saksi M. Saleh, saksi Hetty Herlina, terdakwa Verdi Ananta, saksi Yuhendrisal, SE Bin H. Umar Saleh (Alm) dan saksi Viktor Kurniawan, memperbaiki dan melengkapi Surat Pertangjungjawaban (SPJ) dari kuitansi 6 kegiatan tersebut bertempat di rumah Dinas Bupati Kuantan Singingi, karena menurut saksi M. Saleh bahwa tempat yang paling aman dan layak untuk melengkapi dan memperbaiki Surat Pertanjungjawaban (SPJ) atas 6 kegiatan tersebut dirumah Dinas Bupati Kuantan Singingi.
Selanjutnya saksi M. Saleh minta ijin kepada Mursini selaku Bupati Kuantan Singingi, lalu saksi Mursini selaku Bupati Kuantan Singingi, mengijinkan dengan mengatakan “Iyalah, Selesaikan cepat”.
Bahwa untuk melengkapi dan memperbaiki Surat Pertanggungjawaban (SPJ) atas 6 kegiatan tersebut saksi VERDI ANANTA membuat nota/bon/faktur dari penyedia barang/jasa sedangkan jumlah, harga serta item pada nota/bon/faktur tersebut diisi oleh saksi VERDI ANANTA bersama dengan saksi HETTY HERLINA yang disesuaikan dengan Surat Pertanggungjawaban (SPJ).
Kemudian untuk stempel yang ada dalam nota/bon/faktur diminta oleh saksi HETTY HERLINA dan saksi M.SALEH dari penyedia barang/jasa dan ada juga stempel yang seakan-akan dari penyedia barang/ jasa yang dibuat oleh saksi HETTY HERLINA dan saksi M. SALEH.
Bahwa Terdakwa H. MUHARLIUS selaku Pengguna Anggaran (PA) bersama saksi M.SALEH selaku PPK, saksi YUHENDRISAL,SE Bin H. Umar Saleh (alm) selaku PPTK, saksi HETTY HERLINA selaku PPTK dan saksi VERDI ANANTA selaku Bendahara Pengeluaran membuat Surat Pertanggungjawaban fiktif agar seolah-olah benar kegiatan tersebut dilaksanakan.***(ran)
Meranti(SegmenNews.com)-Setelah menunggu lama, akhirnya Sekretaris Daerah (Sekda) Definitif Kabupaten Kepulauan Meranti akan dilantik hari ini Senin (7/9/2019). Dimana Bupati Irwan menjatuhkan pilihan kepada Kamsol sebagai Sekda.
Sebelumnya jabatan Sekda terhitung sangat lama dijabat pelaksana tugas (Plt) sejak 24 Januari 2020 oleh Bambang Suprianto.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Alizar mengatakan nama calon Sekda
hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) telah diserahkan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Waktu itu ada tiga nama yang diserahkan, diantaranya yakni Bambang Suprianto, Arready dan Kamsol.
“Setelah diserahkan ke KASN maka terpilihlah satu nama yakni Kamsol. Selanjutnya kita harus menunggu persetujuan Kemendagri keluar. Alhamdulillah itu sudah diteken dan rekom Gubernur Riau untuk segera dilantik juga sudah keluar,” kata Alizar, Jumat (4/9/2020).
Dikatakannya pelantikan Kamsol dilakukan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan.
Dari informasi yang didapatkan, pelantikan Sekda ini sangat ditunggu- tunggu untuk membahas APBD perubahan 2020 dan APBD murni 2021.
“Jika tidak ada halangan, pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Sekda dilakukan Bupati dan dilaksanakan di Ballroom Grand Meranti pada Senin depan tepatnya pukul 13:00 WIB siang,” pungkasnya.(Ags)
Gerakan Sosial’ Upaya SAM Grup dan Karang Taruna Bantu Warga Miskin Tersebut dampak Covid
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Semakin meningkatkan jumlah warga Pekanbaru terpapar Covid-19, membuat CEO Suara Aktual Media (SAM) Grup, Rahmad Handayani bersama Karang Taruna Ceria, Kelurahan Sialang Rampai prihatin.
Ditengah kondisi pandemi ini tentunya membuat perekonomian merosot terutama terhadap warga kurang mampu.
Untuk meringankan beban warga miskin terdampak covid-19 itu. SAM grup dan Karang Taruna Ceria Kelurahan Sialang Rampai berinisiatif membuat program “Gerakan Sosial”.
CEO Suara Aktual Media ( SAM ) group, Rahmad Handayani melalui Direktur Recca Media Tama, Susanto mengungkapkan, program Gerakan Sosial ini upaya mereka untuk meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19, terutama terhadap masyarakat kurang mampu.
Dampak covid-19 ini, kata Susanto, sudah berimbas pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terpaksa dilakukan beberapa perusahaan.
Belum lagi masyarakat kurang mampu yang hanya mengandalkan berjualan di sekolah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, kini tidak bisa lagi.
“InsyaAllah kegiatan Gerakan Sosial kami ini dapat membantu masyarakat. Paling tidak bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan,” harapnya.***(rn)
Rohul(SegmenNews.com)- H. Sukiman dan H. Indra Gunawan deklarasi maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Rokan Hulu, Jum’at (4/9/2020) disalah satu hotel di PasirPengaraian.
Usai deklarasi yang dihadiri partai pendukung PBB, Gelora, PKS, Hanura, PDI-P dan Gerindra, pasangan dengan singkatan ‘Skawan’ (Sukiman-Indra Gunawan) mendaftarkan diri di KPU. Pendaftaran itu diikuti rombongan tim koalisi, ratusan becak dan mobil.
Ketua koalisi Skawan Kelmi Amri mengatakan, setelah 2 jam proses verifikasi berkas. Akhirnya KPU menyatakan menerima pencalonan.
“Tidak ada kendala sama sekali, tetapi memang dokumen syarat-syaratnya yang sangat banyak jadi kami butuh waktu untuk memverifikasi baik dari kpu sendiri, LO kita dan bawaslu yang Mengawal didalam dan alhamdulillah diterima dan dinyatakan syarat pendaftaran cukup,” katanya.
Disampaikannya lagi, untuk tahap selanjutnya pemeriksaan kesehatan dan bebas narkoba tanggal 7 september 2020 di RSUD Arifin Ahmad dan kegiatan selanjutnya tinggal kerja turun kedesa-desa untuk memperkenalkan bakal calon dan meminta dukungan terhadap masyarakat.***(fit)
Diiringi Reok Ponorogo, Paslon Adil dan Asmar Resmi Mendaftar di KPU Meranti
Meranti(SegmenNews.com)-Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Meranti, M. Adil dan Asmar resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Meranti, Jumat (4/9) siang. Tak tanggung-tanggung keduanya diiringi dengan reog ponorogo.
Kedatangan Adil-Asmar didampingi Ketua PDIP Kabupaten Meranti, Jandev dan Ketua PKB Meranti Hafizan Abas, serta Anggota DPRD dari Partai PDIP Cuncun, Bobi dan T Moh Nasir.
“Mudah-mudahan niat yang baik untuk membangun Maju, Cerdas dan Bermartabat bersama AOK (Adil Asmar Orang Kite) dapat terwujud,” Ketua Timses AOK Zainuddin.
Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Pesawaran, M. Adil dan Asmar
“Mudah-mudahan diberikan kemudahan. Tentunya perjuangan ini harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh untuk mewujudkan Meranti maju cerdas dan bermartabab. Mari kita berjuang. Bulatkan tekad mewujudkan Kepulauan Meranti sejahtera,” sambung dia.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Meranti Abu Hamid menyebut ada tiga pasang bakal calon yang akan mendaftar di KPU pada hari ini.
“Jadwalnya pukul 08.00 Wib pasangan Hery-Khozin, kemudian pukul 14.00 Wib, pasangan Adil-Asmar dan pukul 16.00 Wib pasangan MT-NT,” tuturnya.
Dia melanjutkan dalam pendaftaran calon bupati dan wakil bupati itu pihaknya mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. Pihaknya juga membatasi jumlah peserta yang akan mendaftar di KPU Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Tentu kami menerapkan protokol kesehatan Covid-19, sebelum memasuki ruangan semua yang datang wajib cek suhu dan tersedia cuci tangan serta tersedia bilik sterilisasi. Kemudian, yang hadir wajib menggunakan masker,” katanya.
“Untuk jumlah yang hadir juga kami batasi 20 orang dan harus memakai kartu identitas,” tambahnya.
Diketahui Adil-Asmar tiba di kantor KPU Pesawaran sekitar Pukul 14.30 WIB dengan masa mencapai 400 orang.
Bacalon Bupati Kepulauan Meranti, H.Muhammad Adil mengatakan ia bersama Asmar optimis akan membawa perubahan.
“Optimis, AOK akan membawa perubahan untuk Meranti. Makanya AOK berani mempertaruhkan jabatan dan turun gunung melakukan perubahan di Kabupaten Kepulauan Meranti,” ungkapnya dengan semangat.
H.Adil menjelaskan langkah strategis yang akan dilakukan selanjutnya akan menjumpai tokoh pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Langkah selanjutnya yang akan kita lakukan kita akan berkoordinasi dengan Partai PDIP dan PKB dan selanjutnya kita akan menjumpai tokoh pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti. Karena perlu diketahui kita sudah 11 tahun menjadi kabupaten namun menjadi Kabupaten termiskin dan tertinggal di Riau,” tutup H.Adil.(Ags)