Bupati Rohul Serahkan 55 SK CPNS Formasi Tahun 2024
Rohul (Segmennews.com) – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 55 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun Anggaran 2024. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Rohul, Anton, ST, MM di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (23/5/2025).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Setda Rohul, Drs. H. Ibnu Ulya, M.Si, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Rohul.
Dari total 55 CPNS yang menerima SK, 54 orang merupakan golongan III.a dan 1 orang golongan II.c. Mereka merupakan hasil seleksi CPNS yang berlangsung secara objektif dan kompetitif.
Dalam sambutannya, Bupati Anton menyampaikan bahwa pengangkatan ini merupakan awal dari sebuah pengabdian besar kepada bangsa dan daerah.
“Yang dilantik hari ini adalah putra-putri terbaik. SK ini bukan hanya penghargaan, tetapi amanah yang harus dijalankan penuh tanggung jawab,” tegas Bupati Anton.
Ia juga mengingatkan seluruh CPNS untuk tetap rendah hati, loyal, dan profesional dalam menjalankan tugas. Para CPNS juga diminta terus meningkatkan kompetensi diri, baik dalam pekerjaan maupun dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Sebagai bagian dari roda pemerintahan, tunjukkan dedikasi dan integritas. Jangan mudah minta pindah instansi hanya karena kedekatan emosional. Minimal selesaikan dulu 10 tahun masa pengabdian di tempat awal yang telah dipilih,” pesan Bupati.
Kegiatan ini menjadi tonggak awal pengabdian para CPNS kepada masyarakat Rokan Hulu melalui jalur birokrasi pemerintahan yang profesional dan berintegritas.***
Kuansing(SegmenNews.com)- PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) kembali membuktikan dedikasinya dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah prioritasnya dengan menyelenggarakan Exclusive Event bertajuk “Perlindungan Hak Waris dan Hibah” di Hotel Angela, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, pada Kamis (22/5/2025).
Kegiatan tersebut secara resmi diagendakan dibuka oleh Direktur Dana dan Jasa BRK Syariah, M.A Suharto diwakili oleh Ketua Tim Taskforce Priority Banking Divisi Dana dan Digital Banking BRK Syariah, Fitria. Acara ini diikuti oleh 70 orang nasabah prioritas BRK Syariah yang berasal dari wilayah Teluk Kuantan yang dikelola oleh BRK Syariah Teluk Kuantan, BRK Syariah Teluk Kuantan Sei. Sirih, dan BRK Syariah Teluk Kuantan Baserah, bertujuan untuk meningkatkan loyalitas nasabah dan memberikan pemahaman kepada nasabah tentang waris dan hibah yang merupakan aset keluarga sesuai prinsip hukum, adat dan syariah Islam.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata perhatian BRK Syariah terhadap nasabah prioritas dalam upaya untuk meningkatkan keterikatan antara Bank Riau Kepri Syariah dengan nasabah prioritas khususnya. Kami ingin memastikan setiap nasabah memiliki pemahaman yang tepat mengenai waris dan hibah, agar aset yang telah mereka bangun dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal sesuai hukum yang berlaku di Indonesia, ujar Fitria.
Branch Manager (BM) BRK Syariah Teluk Kuantan, Alfikri Djamil, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi BRK Syariah dalam memperkuat kedekatan dan relevansi layanan kepada nasabah prioritas.
“BRK Syariah senantiasa berupaya menghadirkan layanan yang tidak hanya kompetitif secara produk, tetapi juga bernilai tambah dalam bentuk edukasi dan pendampingan keuangan, khususnya keungan syariah,” ujar Alfikri.
Sementara itu nasabah prioritas BRK Syariah Teluk Kuantan Masran Ali, mengapresiasi atas perhatian dan pelayanan BRK Syariah terhadap nasabah prioritas.
“Kami sangat mengapresiasi BRK Syariah yang telah menginisiasi kegiatan edukatif seperti ini. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami dalam mengelola aset serta merencanakan waris dan hibah sesuai syariah. Ini menunjukkan bahwa BRK Syariah tidak hanya fokus pada layanan perbankan, tetapi juga pada keberlanjutan dan kesejahteraan nasabahnya,” ujar Masran Ali.
Selanjutnya pada kesempatan tersebut juga menghadiri narasumber dari praktisi hukum untuk menjelaskan aspek hukum waris dan hibah dari sudut pandang syariah serta peraturan perundang-undangan yang berlaku oleh Notaris dan PPPAT Kota Pekanbaru yang telah berpengalaman menjadi Notaris dan PPAT lebih dari dua dekade yang juga aktif dalam kepengurusan organisasi termasuk sebagai Ketua Pengurus Wilayah Riau Ikatan Notaris Indonesia Pupung Mulyantini, S.H., M.H.
Acara berlangsung interaktif, khususnya pada sesi tanya jawab di mana peserta antusias mengajukan pertanyaan terkait implementasi hukum waris dan hibah dalam kehidupan sehari-hari dan dilanjutkan dengan penyerahan E Money BRK Syariah kepada nasabah yang aktif pada kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memperkuat posisi BRK Syariah sebagai mitra terpercaya dalam perencanaan keuangan, sekaligus meningkatkan loyalitas nasabah prioritas di seluruh wilayah operasionalnya.***(in)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Komisi II DPRD Provinsi Riau mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Nusantara Sentosa Raya (NSR), Kepala Desa Segati, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Ruang Rapat Komisi II DPRD Provinsi Riau, Senin (19/5/2025).
Rapat ini dipimpin oleh Koordinator Komisi II yang merupakan Wakil Ketua III DPRD Provinsi Riau Budiman Lubis, didampingi Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Riau Androy Aderianda, serta anggota Komisi II DPRD Provinsi Riau, yaitu Monang Eliezer Pasaribu, Soniwati, M. Hasby Assodiqi, Raja Jaya Dinata, Ginda Burnama, dan Siti Aisyah.
Turut hadir Kepala BPKH Pernando Sinabutar beserta jajaran, Katim PPS DLHK Dian Citra Dewi, perwakilan BPN Riau Tarbaritas, serta sejumlah petani dan tokoh masyarakat dari Desa Segati.
Pertemuan ini membahas konflik lahan antara Kelompok Tani Desa Segati dengan PT NSR. Kepala Desa Segati mengungkapkan bahwa konflik tidak hanya terjadi dengan PT NSR, namun juga melibatkan PT NWR. Ia menyampaikan bahwa masyarakat menuntut agar lahan yang saat ini masuk dalam konsesi perusahaan dapat dikembalikan dan tidak lagi diberi tanda sebagai lahan konsesi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPKH menyampaikan bahwa sejarah dan kronologis konflik perlu dijelaskan secara komprehensif. Ia juga menyatakan bahwa kewenangan pengelolaan berada di Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHR).
Budiman Lubis meminta agar seluruh kronologi dan dokumen pendukung disampaikan secara lengkap guna memperoleh informasi yang cukup untuk menemukan solusi terbaik. Ia juga menegaskan bahwa DPRD akan memanggil pihak perusahaan dan instansi terkait dalam rapat lanjutan.
Rapat lanjutan dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis, dengan agenda memanggil kembali perusahaan dan pihak terkait lainnya untuk mendalami permasalahan dan mencari solusi penyelesaian konflik.***(rn)
Rengat(SegmenNews.com)- Pekanbaru dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), kini telah menunjukkan kemajuan signifikan. Proyek strategis nasional ini digarap oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), anak usaha PT Hutama Karya (Persero).
Aditya Novendra Jaya, Direktur Operasi III HKI, mengungkapkan bahwa hingga April 2025, progres fisik proyek ini telah mencapai 50% dari total panjang 30 kilometer.
“Per April 2025, progres fisik proyek telah mencapai 50% dari total panjang 30 km,” terang Aditya, seperti dikutip pada Kamis (22/5/2025).
Tol Lingkar Pekanbaru dirancang untuk menghubungkan Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang dengan Tol Pekanbaru-Dumai. Konektivitas ini diharapkan akan secara signifikan meningkatkan mobilitas dan mempersingkat waktu tempuh bagi masyarakat di sekitar Provinsi Riau, serta mendukung kelancaran distribusi logistik.
Adapun lingkup pekerjaan HKI pada proyek ini mencakup pengerjaan badan jalan tol, pembangunan dua jembatan sungai, satu pasang rest area, kantor tol, serta tiga gerbang tol. Semua elemen ini sedang dalam tahap percepatan pengerjaan di lapangan, demi memenuhi target penyelesaian yang telah ditetapkan.
“Kami menempatkan proyek ini sebagai bagian dari solusi pembangunan berkelanjutan. HKI memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilakukan dengan mematuhi standar keselamatan, kualitas, dan lingkungan, sembari tetap menjamin kebermanfaatan sosial bagi masyarakat Riau,” tegas Aditya.
Komitmen ini diwujudkan dengan melibatkan mitra lokal, masyarakat sekitar, dan pemangku kepentingan lokal, serta menggunakan material lokal.
Dengan konektivitas yang dihadirkan Tol Lingkar Pekanbaru, diharapkan akan ada dampak ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat Riau. Akses transportasi yang lebih mudah, distribusi logistik yang lebih efisien, dan waktu tempuh perjalanan yang semakin singkat diharapkan akan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan wilayah Riau di masa depan.***(mr)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Jalan Lintas Darussalam di RT 04 RW 01, Kepenghuluan Sinaboi, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), yang mengalami kerusakan parah, kini mulai diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Perbaikan ini merupakan komitmen Pemprov Riau dalam mewujudkan infrastruktur jalan yang layak bagi masyarakat.
Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Wilayah II, bergerak cepat untuk menangani ruas jalan tersebut. Untuk mempercepat proses perbaikan, 17 truk tronton dikerahkan untuk memobilisasi material batu pecah (aukas) ke lokasi.
Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menegaskan komitmennya saat kunjungan ke Rohil. Ia berharap meski perbaikan ini bersifat fungsional manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Gubri juga menekankan pentingnya konektivitas jalan untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan mendorong pertumbuhan ekonomi warga di wilayah tersebut.
“Kita tidak boleh berhenti berupaya meskipun anggaran terbatas. Perbaikan jalan ini adalah investasi kita untuk masa depan ekonomi masyarakat. Saya ingin melihat warga bisa berkendara tanpa kekhawatiran akan terjadinya kecelakaan, dan produk pertanian serta perikanan mereka bisa didistribusikan dengan lebih cepat dan efisien,” ujar Gubri Abdul Wahid.
Terpisah, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah II Dinas PUPR-PKPP Riau, Ardi Irfandi, menjelaskan bahwa perbaikan ini adalah tindak lanjut dari komitmen Gubernur Riau untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di daerah, demi kelancaran mobilitas orang dan barang.
“Jalan Lintas Darussalam yang mengalami kerusakan itu sepanjang 1,8 kilometer,” ujar Ardi saat diwawancarai wartawan, pada Kamis (22/5/2025).
Ardi menambahkan bahwa jalan ini merupakan satu-satunya akses utama bagi masyarakat Kepenghuluan Darussalam. “Letaknya tepat di depan Puskesmas Sinaboi dan menjadi jalur vital penghubung warga dengan ibu kota Kecamatan Sinaboi,” jelasnya.
“Karena itu, atas arahan pimpinan, kami melakukan perbaikan fungsional dengan tahap awal penimbunan menggunakan batu pecah,” tambah Ardi.
Ia menekankan, bahwa langkah ini krusial agar mobilitas masyarakat tidak terganggu, mengingat jalan ini setiap harinya digunakan untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju pasar dan pusat distribusi.
Jalan Lintas Darussalam ini juga merupakan bagian dari rencana pembangunan jalan penghubung Sinaboi – Lubuk Gaung, Dumai. Kondisi jalan ini sendiri telah ditinjau langsung oleh Gubernur Riau, Abdul Wahid, beberapa waktu lalu.
Gerak cepat Pemprov Riau dalam melakukan perbaikan Jalan Lintas Darussalam ini mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat setempat. Seorang warga yang melintas, Syaiful, mengungkapkan kelegaan dan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, sudah lama kami menanti perbaikan jalan ini. Dulu kalau lewat sini harus ekstra hati-hati, apalagi kalau hujan. Sekarang sudah mulai ditimbun, semoga cepat selesai dan kami bisa beraktivitas dengan nyaman lagi,” ujarnya dengan senyum.
Perbaikan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Sinaboi, terutama dalam memperlancar transportasi hasil pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan aksesibilitas menuju fasilitas umum dan pusat kota.****(adv)
Bengkalis(SegmenNews.com)- Sebagai upaya meningkatkan pelayanan dan ketertiban serta mensuskeskan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-43 Tingkat Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggelar rapat konsolidasi penataan, pendataan dan pengaturan ulang Pedagang Kaki Lima (PKL) dan UMKM yang berjualan di ruas-ruas jalan Kota Bengkalis, Rabu 21 Mei 2025, di ruang rapat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bengkalis.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten Bengkalis Zulfan.
Dalam Arahannya Zulfan mengatakan sebelumnya sudah melakukan rapat dan kesepakatan dengan Pedagang Kaki Lima (PKL) mengenai pemindahan tempat jualan di lapangan pasir dan di capcin dan dinyatakan sudah clear.
“Sebelumnya kita sudah melakukan kesepakatan dengan PKL yang berjualan di lapangan Pasir dan Capcin,” ucap Zulfan.
Selanjutnya Zulfan juga mengatakan akan mengatur serta mendata PKL dan UMKM yang berjualan di ruas jalan Kota Bengkalis yang merupakan rute peserta pawai MTQ Ke- 43 tingkat Provinsi Riau nantinya yaitu di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Cokroaminoto, Jalan Hang Tuah, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pattimura akan dialihkan di lapangan tugu.
“Kita akan mendata, mengatur dan mengarahkan PKL dan UMKM untuk berjualan di ruas jalan yang menjadi rute peserta pawai MTQ,” kata Zulfan.
Untuk penataan PKL akan dimulai dari tanggal 22 Mei 2025 s/d 30 Mei 2025 berjualan dengan menggunakan gerobak tidak menggunakan Kontainer, tambah Zulfan.
Sementara itu Sekretaris PUPR Bengkalis Erdila Fitriyadi mengatakan penataan PKL dan UMKM ini hanya untuk pemindahan sementara bukan untuk memberhentikan penjualan, karena pada momen inilah akan meningkatkan ekonomi bagi PKL dan UMKM.
“Kita akan mengusahakan agar PKL dan UMKM bisa berjualan dan meningkatkan pendapatannya,” kata Erdila.
Sedangkan menurut Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis Agus Susanto meminta agar PKL yang berjualan di Lapangan Tugu agar menyediakan tempat sampah agar area tersebut aman dan bersih.
Kemudian M. Akbar Adham selaku Bengkalis Event Organisasi (BEO) meminta agar penyediaan listrik untuk PKL dan UMKM benar-benar diperhatikan, baik dari segi voltase serta keamanannya.
Sesuai kesepakatan peserta rapat pada awal Juni 2025 semua jalan yang merupakan rute peserta pawai MTQ sudah dalam keadaan steril dan aman.
Ikut hadir dalam rapat tersebut Sekretaris PUPR Erdila Fitriyadi, Sekertaris DLH Agus Susanto, Kodim 0303 Bengkalis Engki, Perwakilan Polres Bengkalis AKP Cecep Sujapar, Kabid SDKI Diskominfotik Prarezeki Indra Muda, Perwakilan Bengkalis Event Organisasi M. Akbar Adham, Perwakilan DPMDPTSP Abdul Hadi, Bagian Umum Setda Bengkalis Yenni,Perwakilan Satpol PP Martini dan Pejabat Koordinator, pengawasan dan fungsional serta tamu lainnya.***(inf)
Dukungan PLN Kembangkan Startup Greentech Indonesia (foto: pln untuk segmennews.com)
Jakarta(SegmemNews.com)- PT PLN (Persero) memperkuat komitmennya dalam mempercepat transisi energi melalui kolaborasi strategis dengan pelaku startup berbasis teknologi hijau (_greentech_) di Indonesia. Hal ini diwujudkan melalui gelaran PLN Startup Day 2025 yang bertajuk Powering Partnership: Uniting Forces for Sustainable Energy, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (21/5).
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Wayan Toni Supriyanto, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif PLN yang dinilai sejalan dengan visi pemerintah membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“PLN memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi ini, terutama dalam mengintegrasikan inovasi digital ke dalam solusi energi. Program seperti PLN Connext dan acara PLN Startup Day adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor inovasi mampu menghadirkan solusi atas tantangan di sektor energi,” ujar Wayan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN Startup Day 2025 bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan ruang strategis untuk menciptakan solusi masa depan melalui kolaborasi konkret dengan para inovator.
“Indonesia membutuhkan inovasi untuk merealisasikan transisi energi dan mencapai _Net Zero Emissions_ pada 2060. Di sinilah peran startup, khususnya _greentech_ startup, memiliki peran krusial dalam mengembangkan inovasi teknologi untuk mengatasi berbagai tantangan di sektor energi,” tegas Darmawan.
Hingga gelaran tahun ini, PLN berhasil merangkul 63 startup sektor energi. Dari jumlah tersebut, 20 startup telah mengikuti program inkubasi, 20 startup menandatangani _Memorandum of Understanding_ (MoU) melalui program PLN Connext, dan 16 startup telah menjalin kerja sama konkret dengan PLN dalam berbagai program strategis.
Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo, menjelaskan bahwa PLN mengembangkan ekosistem startup melalui dua program utama. Pertama, kolaborasi dengan _later stage_ startup yang difokuskan pada pengembangan solusi inovatif dan langsung terintegrasi ke dalam sistem energi nasional. Kedua, program inkubasi untuk _early stage_ startup, yang memberikan pendampingan, pelatihan, dan eksplorasi bisnis guna mendorong pertumbuhan dan dampak jangka panjang.
“Sejak 2023, melalui PLN Connext, kami telah membangun ekosistem startup energi yang konkret dan terstruktur. Kami percaya startup adalah katalis perubahan karena kegesitan, kreativitas, dan inovasi mereka yang tinggi,” ungkap Hartanto.
Sebagai bentuk penguatan sinergi dengan pemerintah, PLN menandatangani dua kerja sama strategis dalam acara ini. Pertama, dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mendorong pengembangan ekosistem digital melalui pemberdayaan produk dan layanan startup. Kedua, dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam rangka memperkuat kolaborasi riset dan pengembangan di bidang ketenagalistrikan.
Selain itu, PLN Group juga menandatangani kerja sama strategis dengan sejumlah startup terpilih. Kolaborasi ini mencakup pengembangan teknologi seperti _Internet of Things_ (IoT), kecerdasan buatan (AI), teknologi penangkapan karbon, hingga solusi kendaraan listrik.
Di antaranya, kerja sama antara PLN Icon Plus dengan startup Magnar dan Soca.AI untuk solusi IoT dan AI, PLN Enjiniring bersama TechnoGIS dalam penerapan AI di sektor rekayasa, serta sinergi PLN Nusadaya dan Algatek dalam teknologi penangkapan karbon. PLN Electricity Services bersama Starvo dalam kemitraan layanan operasi dan pemeliharaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan PLN Haleyora Powerindo juga menjalin kemitraan dengan Charged untuk pengembangan armada kendaraan listrik.
“Kami berharap, melalui kolaborasi ini, akan lahir startup energi Indonesia yang mampu mencapai level global bisa menjadi _unicorn_ dengan valuasi lebih dari USD 1 miliar atau setara dengan berbagai startup energi kelas dunia,” tutup Hartanto.***(rl)
Muara Enim(SegmenNews.com)- PT PLN (Persero) berhasil mengoperasikan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilo Volt (kV) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 1 – Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Betung.
Pengoperasian ditandai dengan pemberian tegangan perdana (_energize_) oleh PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan (UIP Sumbagsel) pada Kamis (15/5), yang menjadi tonggak penting dalam tahapan komisioning proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Sumsel 1 berkapasitas 2 x 300 Mega Watt (MW).
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi besar PLN dalam mendorong pembangunan jaringan kelistrikan di Sumatera Selatan yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan industri di wilayahnya.
“Ekonomi pasti berjalan jika ada PLN. Dampak keberadaan PLN begitu besar bagi Sumatera Selatan dan sekitarnya,” ujar Herman.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa PLN akan terus mendorong pembangunan infrastruktur kelistrikan, termasuk Tol Listrik Sumatera yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan berperan memperkuat _backbone_ kelistrikan di Sumatera Selatan.
“Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, PLN berkomitmen untuk terus memperkuat jaringan dan infrastruktur kelistrikan secara berkelanjutan di seluruh Indonesia melalui berbagai inovasi dan proyek strategis yang meningkatkan konektivitas dan keandalan sistem serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Darmawan.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto, menambahkan bahwa proyek ini tidak hanya berhasil dari sisi teknis, tetapi juga memberikan dampak positif melalui optimalisasi sumber daya nasional.
“Proyek ini berhasil dilaksanakan dengan menyerap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 90 persen. Hal ini menunjukkan komitmen kami tidak hanya menyediakan listrik andal namun turut mendorong industri dalam negeri,” ucap Wiluyo.
Sementara itu, General Manager PLN UIP Sumbagsel, Zaky Adikta, merinci pembangunan SUTET 275 kV PLTU Sumsel 1 – GITET Betung terdiri dari 210 tower sepanjang 80 kilometer sirkuit (kms), yang melintasi lima kabupaten atau kota di Sumatera Selatan yakni Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Pali, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Banyuasin, dan Kota Prabumulih.
Selama proses pembangunan, PLN menerapkan pendekatan _smart working_ serta standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang konsisten untuk memastikan proyek selesai tepat waktu dan beroperasi secara aman, di tengah berbagai tantangan yang cukup kompleks di lapangan.
“Keberhasilan pengoperasian SUTET 275 kV PLTU Sumsel 1 – GITET Betung ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pengembang, mitra kerja, dan masyarakat setempat. Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang solid sehingga proyek strategis ini dapat berjalan lancar,” tutup Zaky.***(rl)
Jakarta(SegmenNews.com)- Dihadapan Dirjen Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri Dan Wakil Ketua II DPR RI ZULFIKAR, Wakil Ketua II DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan puluhan anggota DPD RI Senator Abdul Hamid suarakan Provinsi Riau sebagai daerah Istimewa, Selasa (20/5/2025).
Perjuangan Senator Abdul Hamid ini disampaikan dalam Grup Discussion antara DPD RI dengan Kementrian dan DPR RI di Kompleks DPD-DPR/MPR RI Senayan, Jakarta.
Senator Abdul Hamid ingin menjadikan momen Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi hari kebangkitan Provinsi Riau.
“Kita Jadikan Momen Hari Kebangkitan Nasional ini sebagai momen kebangkitan Riau, Menjadi Daerah Istimewa, Hari Kebangkitan Otonomi Daerah” Tegas senator Abdul Hamid.
“Sekarang Riau menuntut menjadi daerah Istimewa, sebab menjadi daerah Istimewa, Riau akan bisa mengurus diri sendiri” tegas Abdul Hamid dihadapan Dirjen Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri.
Provinsi Riau yang mempunyai kemistri yang lengkap, sejarah yang panjang dalam kontribusi terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Begitu juga dengan budaya Melayu Riau juga dianggap sebagai pilar penting identitas nasional dan Bahasa Melayu Riau dikenal luas sebagai cikal bakal Bahasa Indonesia” ujar Senator.
Hal ini sesuai dengan pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penataan Daerah oleh Komisi II DPR RI, Riau termasuk dalam enam provinsi yang diusulkan memperoleh status khusus tersebut.
Selain Budaya, Provinsi Riau memiliki posisi geopolitik dan ekonomi yang penting. Sebagai provinsi kaya sumber daya alam dan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negara dan disisi sejarah Riau juga memiliki Siak Sri Indrapura yang memiliki jasa besar dalam mendukung kemerdekaan Indonesia, begitu juga dengan Kerajaan Indragiri dan Kesultanan Pelalawan.
Senator Abdul Hamid juga mengajak semua elemen termasuk pemerintah pusat untuk mendukung Provinsi Riau menjadi daerah Istimewa.
“Mari kita semua bersama-sama mendukung Provinsi Riau menjadi daerah Istimewa” Tutup Abdul Hamid.***(rl)
Rohul(SegmenNews.com)- Unit PPA Sat Reskrim Polres Rokan Hulu mengamankan JS Diduga pelaku Tindak Pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur, Minggu (18/05/2025) Sore
Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K, M.Si melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Rejoice Benedicto Manalu, S.Tr.K, S.I.K didampingi Paur Humas Polres Rohul IPDA Sarlin Sihotang,S.H daam keterangan pers nya menjelaskan bahwa pihaknya telah menangkap seorang pria berinisial JS (20) pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur
Awalnya pelaku persetubuhan itu dilaporkan oleh N, Br.Manulang yang merupakan Ibu kandung K,(16) yaitu korban yang masih berstatus pelajar, yang berdomisili di Ujung batu RT 005 RW 010 Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Rokan hulu.
Kejadian berawal pada Selasa, 13 Mei 2025 sekira pukul 06.30 Wib saat korban pamit kepada orang tuanya mau pergi ke sekolah. Akan tetapi anaknya tidak kunjung pulang kerumah, Sehingga Ibunya mencoba mencari dan mendatangi teman anaknya sambil menanyakan keberadaan anaknya namun tidak satupun yang mengetahui keberadaan Putrinya sudah berulangkali mencoba menghubungi nomor ponsel anaknya namun tidak aktif.
Atas kejadian tersebut, sang ibu mencoba menjumpai dan bertanya kepada Ipda Sarlin Sihotang SH selaku Paur humas Polres Rohul, atas anjuran Sarlin lalu Br Manulang membuat laporan ke polres Rohul tentang anaknya yang tidak pulang – pulang
Tindak lanjuti laporan warga selanjutnya penyidik melakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, hingga penyidik berhasil menemukan korban inisial K bersama dengan seorang laki-laki inisial JS,
Hanya dalam waktu singkat Tersangka inisial JS berhasil ditangkap pada hari Sabtu tanggal 17 Mei 2025 sekira pukul 02.00 Wib dini hari bersama dengan korban inisial K, penangkapan tersebut di saksikan oleh ibu kandung korban
Ketika di interogasi JS mengakui telah melakukan persetubuhan terhadap K mendengar penjelasan JS, sang ibu
tidak terima atas perbuatan pelaku, kejadian tersebut menjadi momok bagi keluarga Saudari inisial N br Manullang dan menghancurkan masa depan anaknya,
Korban inisial K menjelaskan kepada ibunya, bahkan tersangka inisial JS telah menyetubuhinya berulang kali sejak membawa korban bahkan sempat di bawa ke Pekanbaru.
Menindaklanjuti laporan tersebut Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu AKP Rejoice Benedicto Manalu, S.Tr.K, S.I.K memerintahkan anggota unit PPA untuk melakukan penyelidikan dalam tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur tersebut.
Dalam proses penyelidikan, berdasarkan keterangan korban K dan pelaku JS mengakui bahwa mereka telah melakukan hubungan selayaknya suami istri
Untuk menindak lanjuti Tindak pidana tersebut Anggota unit PPA membawa pelaku ke Polres Rokan Hulu untuk diproses lebih lanjut.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 Helai Baju lengan panjang warna merah muda motif bunga, dan 1 Helai Celana panjang warna hitam
Pelaku dijatuhkan sanksi hukum ditetapkan sebagai tersangka sebagai mana yang dimaksud dengan Pasal 76 D jo 81 ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 Undang Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak” pungkasnya.***(rl)