Beranda blog Halaman 100

Wabup Bengkalis dan Komandan Lanal Dumai Tanam Mangrove di Pantai Muntai

Bantan(SegmenNews.com)- Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso bersama Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris didampingi Ketua Cabang 4 Korcab (DJA) Ny Dewi Abdul Haris melaksanakan Gerakan Penanaman 3000 Mangrove di Pantai Raja Kecik, Desa Muntai Barat. Senin, 19 Mei 2025.

Selain menanam pohon mangrove, juga dilakukan penyerahan sembako kepada  warga sebanyak 80 lebih paket sembako, 40 diantaranya dari BAZNAS Kabupaten Bengkalis.

Tak hanya itu, Wabup bersama Komandan Lanal Dumai juga menanam batang ubi kayu di tanah seluas 4 hektar milik kelompok masyarakat setempat guna mendukung upaya ketahanan pangan.

Wabup Bagus Santoso mengucapkan selamat datang kepada Kolonel Haris dan rombongan di Pantai Raja Kecik. Bagus menjelaskan, Bengkalis memiliki bentangan pantai yang sangat panjang, itulah potensi yang dimiliki Kabupaten Bengkalis, namun selain potensi ada pula tantangan yang harus dihadapi yakni abrasi yang cukup parah.

“Kita punya potensi pantai yang luar biasa, seiring dengan itu perairan kita lalu lintasnya juga ramai sehingga membawa dampak alam yakni abrasi. Abrasi tidak hanya kebun yang anjlok ke laut tapi juga pemakaman, sekolah, rumah, lapangan olahraga dan lain sebagainya,” terang Bagus.

Karena itu Wabup Bagus mengajak Komandan Lanal Dumai dan jajarannya untuk sama-sama menjaga laut dengan melestarikan mangrove supaya indah kembali.

“Mari kita membangun pertahanan keamanan maritim kita. Kami Pemkab Bengkalis dan masyarakat siap bersinergi berkolaborasi untuk mendukung program penanaman mangrove dan menjaga pulau ini tetap lestari dan tidak tenggelam di makan abrasi,” ajaknya.

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris mengajak semua elemen khususnya masyarakat di pesisir pantai untuk bersama-sama memperbaiki kondisi pantai.

“Merusak alam gampang tetapi memperbaiki alam itu mahal. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Kita harus benar-benar sadar peristiwa alam bukan karna alam benci tetapi karena kita yang merusak alam itu,” tegas Kolonel Haris.

Ikut hadir dalam kegiatan ini, Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan, Anggota DPRD Bengkalis Hendra Jeje, Danpos TNI AL Posal Bengkalis Letda Laut (P) Arisman,  Direktur Politeknik Negeri Bengkalis Johny Cutser, Kakan Kemenag Bengkalis H. Khaidir, Wakil Ketua BAZNAS Bengkalis Edi Suyanto serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Bengkalis.***(inf)

Gubernur Riau Luncurkan Program BERMARWAH

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid meluncurkan program Riau BERMARWAH—Bebas, Ringan, Murah, Ramah, Wajar, Adil, dan Hemat—sebagai solusi nyata untuk meringankan beban pajak kendaraan bermotor. Langkah itu menjadi wujud komitmennya sebagai pemimpin yang tanggap terhadap keluhan masyarakat, yang selama ini banyak disuarakan melalui media sosial.

Melalui akun media sosialnya, Wahid membaca satu per satu aspirasi masyarakat. Salah satu komentar berbunyi, “Pak Gub, tolong hapuskan denda pajak kendaraan dan tunggakan, agar beban kami jadi ringan,” tulis salah satu masyarakat.

Bagi Wahid, itu bukan sekadar keluhan, tapi suara hati masyarakat Riau yang harus direspons dengan kebijakan. Sebab ia tak hanya ingin menjadi pendengar, namun hadir sebagai solusi.

“Karena itu, mulai hari ini 19 Mei 2025, kami meluncurkan program BERMARWAH. Ini langkah konkret untuk membantu masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi Riau,” ujar Gubernur, Senin (19/5/2025).

Program ini mencakup beberapa kebijakan utama:

1. Penghapusan denda dan pengurangan pokok pajak kendaraan bermotor yang menunggak.

2. Wajib pajak yang menunggak dua tahun atau lebih cukup membayar pokok satu tahun terakhir dan tahun berjalan.

3. Berlaku untuk kendaraan pribadi, dinas, serta angkutan umum dengan plat BM yang terdaftar di Riau.

4. Kendaraan non-BM yang mutasi masuk ke Riau mendapat diskon 50% pokok pajak pada tahun pertama.

5. Wajib pajak yang tertib selama tiga tahun berturut-turut berhak mendapat potongan 10%, dengan pengajuan permohonan satu bulan sebelum jatuh tempo.

Namun, Wahid menegaskan bahwa kebijakan ini tidak berlaku untuk kendaraan mutasi keluar, penyerahan pertama, serta kendaraan eks lelang eksekutif.

Program BERMARWAH ini berlaku selama tiga bulan sejak 19 Mei 2025, dan Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkannya sebaik mungkin.

“Ini bukan program biasa. Ini bentuk cinta dan kepedulian kami terhadap masyarakat Riau. Setiap kebijakan kami dasarkan pada kebutuhan rakyat. Saya ingin Riau dibangun dengan kejujuran, transparansi, dan kebersamaan. Mari kita jaga Riau dengan tertib membayar pajak,” tutup Wahid.***(adv)

 

Wakapolres Kuansing jadi Korban Tabrak Lari Balapan Liar

Wakapolres Kuansing jadi Korban Tabrak Lari Balapan Liar

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Wakapolres Kuantan Singingi di Provinsi Riau Kompol Novaldi ditabrak saat tertibkan pelaku balapan liar, Akibatnya, perwira menengah dengan pangkat bunga satu itu patah tulang dan dilarikan ke rumah sakit.

Kompol Novaldi megalami patah tulang kaki dan dirujuk di Rumah Sakit Prima Pekanbaru.

Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan saat menjenguk Wakapolres Kuansing menyampaikan keprihatinan yang mendalam sekaligus apresiasi atas keberanian dan dedikasinya yang tengah menjalankan tugas demi menjaga ketertiban masyarakat.

Kapolda menegaskan, aksi balap liar adalah pelanggaran serius yang tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga masyarakat umum dan petugas kepolisian. Ia memastikan bahwa Polda Riau dan seluruh jajarannya akan bertindak tegas terhadap segala bentuk aksi ugal-ugalan di jalan raya.

“Jalan raya bukan sirkuit. Siapa pun yang membahayakan keselamatan umum akan kami tindak. Tidak ada toleransi bagi pelaku balap liar yang bersikap brutal dan melawan petugas,” ujarnya.

Meski demikian, Kapolda juga mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak lagi menjadikan balap liar sebagai bentuk ekspresi diri. Ia membuka ruang dialog untuk mencari solusi bersama, termasuk kemungkinan memfasilitasi wadah resmi penyaluran hobi otomotif secara positif dan terarah.

“Kami tidak menutup mata terhadap potensi anak muda di bidang otomotif. Tapi harus disalurkan di tempat yang benar, bukan di jalan umum. Mari kita jaga keselamatan bersama,” pesannya.

Usai menjenguk, Irjen Herry juga memberikan semangat langsung kepada keluarga dan tim medis yang merawat Wakapolres Kuansing, serta memastikan seluruh kebutuhan perawatan terpenuhi dengan baik.***(rn/mr)

Ketua DPRD Pekanbaru Apresiasi Pelantikan PMP, Dorong Pemuda Jadi Motor Penggerak Kota Berbudaya

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammas Isa memberikan apresiasi atas pelantikan dan pengukuhan 15 Koordinator Kecamatan Pemuda Maju Pekanbaru (PMP) Masa Bakti 2025-2030 di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan (Dispusip) di Jalan Soetomo, Minggu (18/5/2025). Keberadaan PMP diharapkan mampu menjadi mitra strategis Pemko Pekanbaru dalam membangun kota yang maju dan berbudaya.

Muhammad Isa berharap PMP bisa menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan program pemerintah, khususnya dalam mewujudkan Pekanbaru sebagai kota yang berbudaya. Budaya bukan hanya soal seni, tari, atau musik.

“Budaya adalah kebiasaan. Kami ingin membiasakan hidup bersih, tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah, dan peduli terhadap lingkungan,” jelasnya.

Semenraa itu Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho menyoroti semakin meningkatnya ketertarikan penyelenggara untuk mengadakan berbagai acara berskala nasional dan internasional di Pekanbaru. Menurutnya, hal ini tak lepas dari karakter masyarakat yang ramah dan dukungan pemerintah yang terbuka.

“Event besar hadir di Pekanbaru karena masyarakatnya bersahabat, pemerintahnya suportif, dan antusiasmenya tinggi. Ini harus kita jaga bersama karena dampaknya sangat besar terhadap perputaran ekonomi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Agung juga mendorong pemanfaatan gedung-gedung pemerintah secara maksimal. Ia sengaja memilih Kantor Dispusip sebagai lokasi pelantikan untuk memperkenalkan fasilitas tersebut kepada publik.

“Saya saja, sebelum jadi wali kota, belum pernah ke sini. Semoga dengan kegiatan ini, perpustakaan bisa lebih hidup, bukan hanya tempat baca buku, tapi juga pusat kegiatan literasi dan pengembangan pengetahuan,” harapnya.***(galeri)

Hendry dan Zulmansyah Sepakat Kongres Persatuan PWI Digelar Paling Lambat Agustus 2025

Hendry dan Zulmansyah Sepakat Kongres Persatuan PWI Digelar Paling Lambat Agustus 2025

Jakarta(SegmenNews.com)- Akhirnya, konflik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menemukan jalan ke luar. Kedua pihak yang berkonflik menyepakati masalah yang berlarut di PWI akan diselesaikan melalui Kongres Persatuan yang akan digelar di Jakarta paling telat 30 Agustus 2025.

Kesepakatan itu dicapai melalui negosiasi maraton di Jakarta, Jumat (16/5/2025) malam, antara Ketua Umum PWI hasil Kongres Bandung, Hendry Ch Bangun, dan Ketua Umum PWI hasil Kongres Luar Biasa, Zulmansyah Sekedang.

Hendry terpilih sebagai Ketua Umum PWI melalui Kongres Bandung, 27 September 2023. Kurang dari setahun, awal 2024, PWI dilanda konflik internal, yang berbuntut Kongres Luar Biasa (KLB) di Jakarta, 18 Agustus 2024. KLB PWI memilih Zulmansyah secara aklamasi sebagai Ketua Umum.

Berbagai usaha mediasi dilakukan untuk mendamaikan kedua pihak. Kesepakatan Jumat malam adalah usaha menyelesaikan konflik tersebut.

Kesepakatan tersebut dimediasi oleh Dahlan Dahi, anggota Dewan Pers. Melalui negosiasi yang alot, dalam semangat persahabatan dan rekonsiliasi, Hendry dan Zulmansyah menuangkan poin-poin kesepakatan dalam dokumen bermaterai yang diberi nama “Kesepakatan Jakarta”.

“Semua harus melihat ke depan dengan semangat persatuan,” kata Hendry. “Ini semua untuk mengembalikan PWI yang sempat tertahan program kerjanya akibat perpecahan selama setahun.
PWI dengan anggota 30.000, tersebar di 39 provinsi, dan memiliki anggota bersertifikat sekitar 20.000 ingin terus berkontribusi bagi bangsa dan negara. Dan program peningkatan kompetensi dan kapasitas anggota dapat kembali berjalan baik.”

“Ini hasil yang luar biasa. Sejarah untuk PWI. Semoga PWI kembali guyub dan bersatu sesuai namanya Persatuan Wartawan Indonesia, baik di PWI pusat maupun di daerah.” komentar Zulmansyah.

Kesepakatan Jakarta

Negosiasi berlangsung selama sekitar empat jam, langsung antara Hendry dan Zulmansyah. Dahlan, yang duduk di tengah-tengah kedua tokoh pers itu, menjadi mediator.

Negosiasi berlangsung sangat alot di beberapa poin, disertai debat panas. Namun, beberapa kali terdengar suara tawa yang keras.

“Bang Hendry dan Bang Zul tegas dan konsisten dengan prinsip masing-masing. Tapi kebesaran jiwa dan rasa tanggung jawab yang tinggi untuk pers Indonesia, untuk PWI, menjadi titik temu. Keduanya juga bersahabat. Negosiasi dimulai dari sana,” komentar Dahlan.

Sebelum Hendry dan Zulmansyah bertemu langsung, diskusi mengenai poin-poin krusial sudah dilakukan melalui telepon. Dahlan juga meminta masukan dari tokoh-tokoh senior PWI.

Naskah satu halaman berisi Kesepakatan Jakarta akhirnya ditandatangani jelang tengah malam, diwarnai jabatan tangan dan tawa lepas. Dokumen dikopi tiga rangkap, di atas kertas materai, diteken oleh Hendry dan Zulmansyah serta Dahlan.

Dokumen Kesepakatan Jakarta menyebutkan, kesepakatan dilandasi semangat ketulusan, keikhlasan, dan tanggung jawab sebagai anggota PWI, masyarakat, bangsa, dan negara.

Kedua pihak menyadari konflik PWI harus diselesaikan secepatnya melalui proses rekonsiliasi. “Kami sepakat bahwa proses rekonsiliasi tersebut menjunjung tinggi semangat persahabatan, persaudaraan, saling menghormati, saling menghargai, dan melupakan perbedaan masa lalu, serta fokus ke masa depan,” demikian tertulis dalam Kesepakatan Jakarta.

Dokumen itu juga tegas menyebutkan, konflik akan diselesaikan melalui Kongres Persatuan selambat-lambatnya 30 Agustus 2025 tahun ini. Jakarta disepakati sebagai tempat penyelenggaraan kongres.

Untuk menyelenggarakan Kongres Persatuan, kedua pihak sepakat membentuk panitia bersama, terdiri atas tujuh orang steering committee (OC) yang terdiri atas ketua, wakil ketua, sekretaris, dan empat orang anggota.

Steering Committee (SC) juga akan dibentuk bersama. Terdiri atas masing-masing seorang ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, serta masing-masing dua orang bidang persidangan, pendanaan, dan akomodasi.

Kedua pihak akan mengirimkan nama-nama pengurus OC dan SC.

Hendry dan Zulmansyah juga menyepakati poin paling penting, yakni calon ketua umum.

“Seluruh anggota biasa PWI berhak mencalonkan diri menjadi calon Ketua Umum PWI. Bila terdapat hambatan pencalonan karena masalah administratif atau hal lain yang muncul karena konflik PWI, maka hambatan itu akan ditiadakan/dihapuskan melalui mekanisme yang memungkinkan dengan semangat ketulusan, keikhlasan, dan persaudaraan sesuai prinsip-prinsip deklarasi ini,” demikian tertuang dalam Kesepakatan Jakarta.

Hendry dan Zulmansyah setuju untuk menyelesaikan beberapa topik yang belum disepakati secepatnya sebelum Kongres Persatuan digelar.(rl)

Kerajinan Tradisional Bengkalis Tenun Lejo Tampil di Konser Tradisi Malaysia

Bengkalis(SegmenNews.com)- Membanggakan, salah satu kerajinan tradisional masyarakat Negeri Junjungan, yakni tenun lejo atau kain songket dari Kecamatan Bukit Batu dan Bengkalis ditampilkan pada Konser Musik Tradisi Seri Malaya, di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu malam 17 Mei 2025.

“Kita patut bangga, karena tenun lejo atau kain songket merupakan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia turut ditampilkan di ajang tradisi di negeri jiran Malaysia,” ungkap Ketua Desa Wisata Bukit Batu, Juwandi, melalui rilis Ahad 18 Mei 2025.

Konser Musik Tradisi Seri Malaya tahun 2025 di gelar pada 17 Mei 2025, di MaTIC Kuala Lumpur Malaysia, menghadirkan bintang tamu utamanya adalah Rojer Kajol, Kajol Zuraidah, Asmidar, Mikael Noah, Hud Jibrael dan Sekolah Seni Malaysia Kuala Lumpur

Diungkapkan Juwandi,  keberadaan tenun lejo atau kain songket ini adalah identitas bagi masyarakat Riau khususnya Bengkalis dan Bukit Batu. Tenun unik nan bersejarah ini merupakan Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WbTB) sejak tahun 2022.

“Tanah Riau itu gudangnya tenun. Tiap daerah di sana memiliki corak dan karakter kain tenunnya masing-masing. Kain tenun Bukit Batu dan Bengkalis tentu salah satu yang terbaik. Menjadi kebanggaan tersendiri bisa membawa tenun ini ke Malaysia dan disaksikan oleh seluruh seniman dan tokon besar di Malaysia,” ungkap Juwandi

Dijelaskan Juwandi, tenun lejo memiliki filosofi, serta menyangkut aturan adat yang dipercaya secara turun temurun. Bukan hanya coraknya yang indah, tapi nilai yang ada di dalamnya sangat menginspirasi. Kain ini diciptakan tidak serta merta, tapi ada pesan besar yang ingin disampaikan. Semua terakait alam dan manusia. Dari sisi sejarah tenun ini dulunya dari Trengganu Malaysia dan suda ada sejak zaman kerajaan Siak dulu

Artis Rojer Kajol menjelaskan alasan memakai kain tenun Bengkalis dalam konser Seri Melaya sebagai bagian peduli akan tradisi yang sudah ada sejak dulu dan tenun Bengkalis sangat indah dan mewah dengan filosofis di motif kainnya.

“Saye sangat suke dengan kain tenun Bukit Batu dan Bengkalis karena sangat indah dan mewah, saye sampai beli 10 helai dan satunye saya pakai langsung dalam konser tadi malam, terima kasih sahabat dari Bukit Batu sudah berkolaborasi bersama kami”, tutup Rojer.***(inf)

OPINI: Tinjauan Kritis Dalam Perspektif Hukum Tata Negara Pemakzulan Wapres Gibran

Herman (Mahasiswa Lancang Kuning)

Issue pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencuat belakangan ini. Hal itu menimbulkan reaksi dari masyarakat dan kalangan akademisi.

Pemakzulan itu muncul pasca terbuktinya pelanggaran etik oleh Hakim Mahkamah Konstitusi lewat putusan yang membuka jalan pencalonannya.

Banyak pihak mempertanyakan
legalitas dan keabsahan proses pemilu yang mengangkat beliau sebagai wapres, terutama terkait dugaan pelanggaran prinsip keadilan konstitusional.

Dalam sistem pemerintahan presidensial Indonesia, proses pemakzulan terhadap Presiden dan/atau Wakil Presiden diatur secara ketat dalam UUD 1945 Pasal 7A dan 7B.

Pemakzulan hanya dapat dilakukan jika terbukti melakukan pelanggaran hukum berat seperti pengkhianatan terhadap
negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela.

Dalam pasal 7A UUD 1945 ditegaskan, bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh MPR atas usul DPR apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum
sebagaimana disebutkan.

Tidak hanya sampai disitu. Pemberhentian Presiden dan Wakil Presiden harus melalui sidang di Mahkamah Konstitusi terlebih
dahulu.

Namun secara konstitusional,
pemakzulan harus didasarkan pada tindakan pribadi Wapres itu sendiri. Bukan cacat administratif atau etik lembaga lain.

Secara hukum tata negara, tuduhan terhadap Gibran belum menyentuh ranah yang masuk dalam kategori pasal 7A. Belum ada bukti konkret atas tindak pidana berat, pengkhianatan, atau perbuatan
tercela yang dilakukan langsung oleh Wapres Gibran.

Karena itu, pemakzulan terhadap Wapres Gibran tidak memenuhi syarat hukum tata negara sebagaimana diatur dalam konstitusi. Wacana ini lebih merupakan reaksi politik ketimbang landasan hukum objektif.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat dan elite politik untuk menghormati mekanisme hukum yang berlaku dan tidak gegabah dalam menafsirkan konstitusi.

Penulis: Herman
NIM : 2474201581
Mahasiswa Fakultas Hukum
Universitas Lancang Kuning

Dosen Pembimbing: Dr. H. Eddy Asnawi, SH., M.Hum.

Rakit Penyeberangan Alternatif di Ujung Batu Masih Mengkhawatirkan

Rakit Penyeberangan Alternatif Ujung di Batu Masih Mengkhawatirkan

Ujung Batu(SegmenNews.com)- Jelang penutupan jembatan Ujung Batu untuk dilakukan perbaikan, sejumlah jalan alternatif sudah disiapkan diantaranya melewati jembatan Lubuk Bendahara, jalan PT Ekadura Indonesia dan melalui rakit penyeberangan.

Pembangunan rakit penyeberangan dilakukan dengan swadaya masyarakat bersama pihak kontraktor, dana yang digelontorkan mencapai Rp 50 juta.

Dari pantauan dilapangan, terlihat rakit terbuat dari rangka besi, drum plastik dan di alasi papan tebal. Pada bagian pengait rakit terlihat seperti tali besi (sling) membentang dikedua pelabuhan, rakit dilengkapi katrol pengait dengan tali untuk mengontrol rakit agar dapat menyeberangi sungai.

Salah satu warga enggan disebut namanya ketika dijumpai di lokasi, menilai rakit yang dibuat belum layak digunakan karena jalan dari Desa Sukadamai yang curam dan kondisi rakit yang hanya terbuat dari drum.

“Ngeri kita lihatnya, jalannya curam mau naik ke rakit, takut kita jatuh ini, boleh lihat bagaimana kalau dinaikkan orang apalagi motor bisa tenggelam ini, tak layak ini,” ujar Warga Dusun Durian Sebatang, Sabtu,(17/5/25).

Sementara, Camat Ujung Batu, H Rio Pratama S.STP mengatakan rakit penyeberangan masih tahap penyempurnaan agar lebih layak untuk digunakan masyarakat.

“Masih penyempurnaan, seperti pembuatan jalan pelabuhan dari Desa Sukadamai, pembuatan pagar rakit dan setelah selesai akan di uji coba kembali,” ujar Camat, Sabtu (17/5/25).

Pihaknya, berkoordinasi bersama PUPR Rohul untuk pembuatan jalan dan masyarakat sekitar agar pembuatan rakit penyeberangan dapat digunakan.

“Biaya pembuatan rakit penyeberangan lebih kurang mencapai Rp 50 juta, melalui swadaya masyarakat dan pihak kontraktor,” lanjutnya.

Ia berharap dengan pembuatan rakit ini menjadi jalan alternatif masyarakat selama perbaikan jembatan Ujung Batu.***(din)

Dibalik Atap Bolong, Wakil Rakyat yang Wujudkan Mimpi Sekolah di SDN 011 Parit Aman

Rokan Hilir(SegmenNews.com)- Dipelosok Kepenghuluan Parit Aman, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, berdiri tegak sebuah sekolah dasar negeri, SDN 011 Parit Aman.

Dibalik kesederhanaannya, tersembunyi kisah yang menggugah hati tentang pengabdian seorang pendidik, Robiatun Ningsih, SPd. Sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah, Ibu Robiatun memimpin dengan ketulusan dan semangat membara, berjuang demi kualitas pendidikan anak-anak bangsa di tengah keterbatasan infrastruktur sekolah yang memprihatinkan.

Bertahun-tahun lamanya, harapan akan sentuhan pembangunan infrastruktur menjadi mimpi yang terus dipanjatkan. Kondisi dua dari dua belas ruang kelas yang ada di sekolah tersebut sungguh memilukan. Dahulu kala, ruangan-ruangan itu berfungsi dengan baik, namun serangan sekelompok monyet liar lima tahun silam telah merenggut kelayakan bangunan. Atap dan plafon hancur berantakan, memaksa majelis guru untuk mengungsikan kegiatan belajar mengajar dari ruangan tersebut. Seiring berjalannya waktu, kerusakan semakin parah, meninggalkan bekas kehancuran yang nyata.

Dampak dari rusaknya dua ruang kelas ini sangat signifikan terhadap proses belajar siswa. Terlebih bagi siswa kelas 6 yang notabene memiliki postur tubuh lebih besar, mereka terpaksa berdesakan dalam satu ruangan sempit. Kondisi ini jelas mengganggu konsentrasi dan kenyamanan belajar mereka, menghambat penyerapan ilmu pengetahuan yang seharusnya mereka dapatkan dengan optimal.

Tak hanya ruang kelas, kondisi lapangan sekolah pun tak kalah memprihatinkan. Setiap kali hujan mengguyur, lapangan berubah menjadi kubangan air, menghalangi aktivitas belajar di luar ruangan. Lebih jauh lagi, sekolah kerap kali menjadi sasaran tindak kriminal. Beberapa kali, barang-barang berharga seperti chromebook, mesin air, dan tablet raib digondol maling. Ketiadaan rumah penjaga sekolah di lingkungan sekitar menjadi salah satu faktor utama lemahnya sistem keamanan.

“Padahal, berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah, mulai dari pengajuan permohonan rehabilitasi ruang kelas, lapangan, hingga pembangunan rumah penjaga sekolah melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Beberapa kali pula, pihak Dinas Pendidikan dan Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) telah melakukan pendataan dan peninjauan langsung, namun realisasi perbaikan tak kunjung tiba,” cerita Robiatun kepada wartawan.

Namun, di tahun 2025 ini, secercah harapan akhirnya menerangi SDN 011 Parit Aman. Mimpi yang selama ini dipendam akhirnya menemukan jalannya. Pemerintah Daerah Rokan Hilir, berkolaborasi dengan Anggota Komisi X DPR RI, Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, memberikan angin segar. SDN 011 Parit Aman masuk dalam daftar prioritas revitalisasi (kualitas sekolah secara menyeluruh, baik dari segi fisik maupun kualitas pendidikan).

Sebagai bukti keseriusan, tim dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir yang terdiri dari perwakilan Dinas PUTR, Dinas Pendidikan, dan tim Komisi X DPR RI telah melakukan survei langsung ke SDN 011 Parit Aman. Peninjauan ini menjadi langkah awal yang konkret menuju perbaikan yang selama ini diidam-idamkan, tutur Kepsek SDN 011.

Tentu saja, harapan besar kini tertumpu di pundak Anggota DPR RI Dr Karmila Sari. Robiatun berharap agar bantuan perbaikan ruang kelas yang rusak, pembenahan lapangan sekolah yang rawan banjir, serta pembangunan rumah penjaga sekolah segera terealisasi. Dengan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif, diharapkan para siswa dapat menimba ilmu dengan lebih optimal, sesuai dengan kebutuhan belajar mereka.

Ibu Robiatun Ningsih tak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas perhatian yang diberikan Dr Karmila Sari asal Rokan Hilir, yang memiliki kepedulian tinggi terhadap dunia pendidikan.

“Kami bangga memiliki Ibu, Legislator dari Rokan Hilir yang sangat peduli dengan dunia Pendidikan. Besar harapan kami untuk kedepannya dengan kepedulian ibu Karmila Sari, dunia pendidikan semakin maju dan berkembang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman khususnya di Kabupaten Rokan Hilir,” ungkapnya dengan penuh harapan.

Kisah SDN 011 Parit Aman adalah cerminan nyata dari dedikasi dan semangat yang tak pernah padam dalam dunia pendidikan, bahkan di tengah keterbatasan. Ini adalah inspirasi bagi kita semua bahwa dengan kegigihan dan harapan yang terus menyala, impian untuk pendidikan yang lebih baik pasti akan terwujud. Sentuhan dari pemerintah daerah dan wakil rakyat menjadi bukti bahwa perjuangan dan penantian selama ini tidaklah sia-sia. (Chan)

Pimpinan DPRD Pekanbaru Lepas Sambut Dandim 0301

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa menghadiri lepas sambut Komandan Kodim (Dandim) 0301 Pekanbaru yang digelar di rumah dinas wali kota.

Muhammad Isa menyampaikan apresiasi serta harapan kepada pejabat lama maupun baru yang akan memimpin institusi penting tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Agung menyampaikan rasa kehilangan atas kepindahan Kolonel (Inf) Sri Marantika Beruh yang selama ini menjabat sebagai Dandim 0301 Pekanbaru. Ia mengaku, meski baru menjabat dua bulan sebagai wali kota, telah merasakan kuatnya sinergi yang dibangun bersama jajaran Forkopimda, khususnya dengan Dandim.

“Secara pribadi dan atas nama Pemko Pekanbaru, kami merasa kehilangan. Banyak wali kota sebelum saya juga menyampaikan bahwa Pak Marantika ini adalah sosok luar biasa, rajin, dan tidak merepotkan Forkopimda,” ujarnya, Sabtu (17/5/2025).

Ia pun mendoakan agar karier Kolonel Marantika terus sukses di tempat penugasan yang baru. Tak lupa, Agung juga menyambut dengan hangat kehadiran Dandim yang baru, Letkol (Inf) Ikhsanudin. Dalam sambutannya yang penuh canda dan keakraban, Agung mengajak Dandim baru untuk segera menyesuaikan diri dan mengenal Kota Pekanbaru lebih dekat, termasuk wisata kulinernya.

“Kota ini sangat kompak. Kami ada agenda rutin bernama Kopi Morning bersama Forkopimda yang digelar setiap bulan. Nanti, kita bisa laksanakan juga di Kodim,” ungkapnya.***(galeri)