Beranda blog Halaman 1528

Miliki 4,16 Gram Shabu, Pria Air Molek Diringkus

Inhu(SegmenNews.com)-Satres Narkoba Polres Inhu meringkus, Aziman alias Man Black (47), warga Air Molek, Kelurahan Candi Rejo, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Inhu. Azorman kedapatan memiliki 4,16 gram shabu-shabu.

Tersangka dan barang bukti

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Guntur Aryo Tedjo, Minggu (25/3/2018), mengatakan, penangkapan bermula, Sabtu (24/3/2018) sekitar pukul 08.00 WIB, personil Satres Narkoba Polres Inhu mendapat informasi dari masyarakat, bahwa sering terjadi transaksi Narkoba di daerah Kecamatan Pasir Penyu.

Setelah dikordinasikan dengan Kasat Res Narkoba, AKP Zainal Arifin, SH MH, selanjutnya Kasat Res Narkoba langsung memimpin tim opsnal Sat Res Narkoba melakukan penyelidikan menindak lanjuti informasi masyarakat tersebut. Tim Opsnal Res Narkoba melakukan pengintaian di TKP, Jalan Jenderal Sudirman, samping Masjid Raya Air Molek 1.

Tim melihat seorang laki-laki yang gelagatnya sangat mencurigakan. Melihat hal tersebut, tim langsung mendekati dan melakukan penangkapan. Kemudian dilakukan interogasi dan orang tersebut mengaku bernama Azirman.

Setelah itu dilakukan penggeledahan di dalam rumah pelaku di TKP didapatkan satu buah kantong plastik warna Hitam di dekat rak sepatu, kemudian kantong plastik tersebut dibuka ada ditemukan satu buah kotak Rokok Magnum Biru, lalu kotak rokok tersebut diperiksa ternyata berisikan dua bungkus paket yang diduga Narkotika jenis shabu, yang terdiri dari paket sedang dan paket kecil, waktu di interogasi Azirman mengaku bahwa Narkotika jenis sabu tersebut adalah miliknya.***(ran)

Pjs. Bupati Inhil Rudianto Hadiri Musrenbang RKPD Inhil Tahun 2019

????????????????????????????????????

Tembilahan(SegmenNews.com)- Sekretaris Daerah Provinsi Riau H Ahmad Hijazi Hadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (Musrenbang RKPD) Kab Inhil Tahun 2019 di gedung engku kelana Tembilahan, Senin 19 Maret 2018 .

Musrenbang RKPD Kab Inhil Tahun 2019 ini juga dihadiri Pjs. Bupati Inhil Rudianto, Sekdakab Inhil Said Saripuddin, Ketua DPRD kab Inhil, Ka. Bappeda kab Inhil, Forkopimda Kab Inhil, Tokoh masyarakat Inhil, para kepala SKPD kab Inhil, para Camat se Kab Inhil.

Sebagaimana diketahui Kab Inhil merupakan daerah perkebunan Kelapa terbesar di Indonesia dan pengolah hasil perkebunan yang berorientasi ekspor, hal ini menjadikan Kab Inhil ini menjadi daerah yang tidak terpengaruh dengan fluktuasi harga migas yang berbeda dengan Kab Kota yang lain se Prov Riau.***(Adv/hms)

Bank Riau Kepri Terapkan Job Empowerment Untuk Menjawab Tantangan Bisnis 2018

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Bank Riau Kepri sebagai bank terkemuka saat ini terus melakukan pembenahan demi pembenahan. Guna percepatan kinerja pada tahun 2018 Bank berlogo tiga layar terkembang ini melakukan perbaikan arah kebijakan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Menurut Pemimpin Divisi MSDM Yuharman, Jumat (23/3/18) di ruang kerjanya langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh manajemen Bank Riau Kepri yaitu melakukan job enrichment, job enlargement dan job empowerment, ketiga langkah itu dieksekusi dalam bentuk mutasi dan promosi.

Seluruh kebijakan baru mengenai SDM selalu disosialisasikan ke seluruh jajaran manajemen dan pegawai di Bank Riau Kepri.

Program sosialisasi tersebut dalam kaitan mutasi dan promosi baru-baru ini juga telah disosialisasikan di Kota Pekanbaru dengan mengundang seluruh Direksi, Pemimpin Divisi, Pemimpin Bagian dan Pemimpin Cabang/Capem/Kedai di wilayah Pekanbaru tanggal 13 Maret 2018 dan untuk wilayah Kepulauan Riau dilakukan juga di Kota Batam pada tanggal 16 Maret 2018 oleh seluruh Pemimpin Cabang/Capem di wilayah Kepulauan Riau dan dihadiri juga oleh jajaran komisaris dan direksi.

Yuharman menjelaskan bahwa untuk mewujudkan job enrichment, job enlargement dan job empowerment dianalisa berdasarkan kinerja tahun 2017 per individu secara kongkrit melalui data actual dan dikombinasikan dengan hasil assessment yang dilakukan oleh pihak independen yang berkompeten yaitu lembaga psikologi UNPAD.

Dengan demikian program mutasi dan promosi yang dilakukan Bank Riau Kepri dapat dipertanggungjawabkan validitasnya karena atas dasar skoring, kinerja dan hasil assessment.

Selain itu, untuk percepatan target kinerja manajemen Bank Riau Kepri juga membentuk 5 unit Task Force yaitu Task Force Percepatan Pembukaan Jaringan Kantor, Task Force Spin Off Syariah, Task Force Transaksi Non Tunai, Task Force PSAK 71 dan Task Force Penurunan NPL.

Lebih lanjut Yuharman menjelaskan Guna menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam proses perekrutan pegawainya, Bank Riau Kepri telah menjadi pionir dikalangan BPD se Indonesia dengan meluncurkan program perekrutan pegawai secara online dan berbasis web yang disebut e-Recruitment.

Tidak hanya sampai disitu, Bank berlogo tiga layar terkembang ini juga menjadi yang pertama melakukan lelang jabatan juga untuk dilingkungan BPD se Indonesia sejak tahun 2017 lalu. Hal ini dilakukan dalam rangka tranparansi dan kesamaan kesempatan (equal treatment).

Pelaksanaan assesment ini sebagai Implementasi dari Bank Riau Kepri yang menerapkan prinsip Good Corporate Governace (GCG) yaitu menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility), independensi (independency), dan kewajaran (fairness). Assessment ini dilaksanakan untuk menempatkan pegawaai dengan prinsip the right man and the right place.

Pada akhir tahun 2017 yang lalu, guna membangun mindset dan semangat baru Bank Riau Kepri melaksanakan Relaunching Program Budaya Perusahaan, Corporate Song dan Mars Bank Riau Kepri.

Relaunching Program Budaya Bank Riau Kepri ini merupakan evaluasi dari program budaya sebelumnya. Perubahan program budaya yang dilakukan pada tahun 2017 ini ditujukan agar program budaya tersebut dapat berdampak langsung terhadap proses bisnis bank serta dapat lebih meningkatkan pelayanan kepada seluruh nasabahnya.

Terakhir Pemimpin Divisi MSDM Yuharman menegaskan bahwa Bank Riau Kepri juga dalam kaitan GCG telah menjadi pionir dilingkungan BPD se Indonesia terkait dengan pola rekrutmen yang meminimalisasi konflik kepentingan, dan hal itu diwujudkan sejak tahun 2015 melalui Keputusan Direksi No. 80/KEPDIR/2015 tanggal 31 Desember 2015 tentang Sistem dan Prosedur Sumber Daya Manusia PT. Bank Riau Kepri.

Dimana pada BAB III point 6 menyatakan “tidak memiliki hubungan keluarga di bank meliputi anak kandung/tiri, cucu kandung/tiri atau sebaliknya, dan suami/isteri dengan, saudara sekandung sebanyak-banyaknya 1 orang dengan melampirkan surat pernyataan bermaterai dan dokumen pendukung”.

Ketentuan ini tidak berlaku surut, namun semenjak aturan tersebut diberlakukan maka
rekrutmen yang baru harus mematuhi ketentuan tersebut. ***(Chir/rls)

Hari Ini Cuaca di Riau Diperkirakan Cerah Berawan

Pekanbaru(SegmenNews.com)-Cuaca di Provinsi Riau hari ini, Sabtu (24/3/2018), diperkirakan cerah berawan.

Ilustrasi

Hal ini dikatakan Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi, Sabtu (24/3/2018). Lebih lanjut diungkapkannya, pada pagi hari ini, cuaca di Riau cerah berawan. Potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Kabupaten Rohul.

Sementara pada siang, malam hingga dini hari nanti, secara umum cuaca cerah berawan.

Suhu udara antara 23.0 hingga 33.0 °C, dengan kelembapan udara antara 55 hingga 98 %. Angin bertiup dari arah Timur Laut hingga Timur, dengan kecepatan 09 hingga 27 km/jam.***(achir)

Pemindahan Patung Budha Dibahas dalam Rapat Forkopimda Kuansing

Teluk Kuantan(SegmenNews.com)- Bupati Kuantan Singingi Drs.H. Mursini, M.Si memimpin rapat Forkompimda, Kamis siang (22/3) di ruang multi media kantor Bupati Kuansing.

Dalam rapat ikut dibahas pemindahan “Patung Budha” yang terletak di PT Dulta Palma Nusantara (DPN) tepatnya di Sektor Kukok.

Menurut Bupati Mursini, FKUB sudah merekomendasikan agar patung budha tersebut harus dipindahkan, dikhawatirkan akan menimbulkan konflik sosial ditengah-tengah masyarakat Benai.

Selain soal patung, dalam rakor yang dihadiri Wakil Bupati H. Halim, Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto, S.IK, Kajari Kuansing diwakili oleh Kasi Intelijen Revendra SH, Ketua Pengadilan Negeri Rengat, Ketua KPU Firdaus Umar SH, Ketua Panwaslu, Plt.Sekda Muharlius SE, MM serta kepala OPD dan Camat se Kabupaten Kuansing ini dibahas 3 poin lagi.

Yakni persoalan perbatasan Kuansing dengan Dharmasraya-Sumbar, dimana di Desa Perhentian Sungkai Kecamatan Pucuk Rantau telah terjadi penyerobotan lahan kebun Pemda Kuansing oleh masyarakat desa perbatasan atau warga Dharmasraya.

Bupati meminta penjelasan kepada Dandim Inhu-Kuansing menjelaskan upaya yang sudah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut Kapten Jufri mewakili Dandim Inhu-Kuansing menjelaskan pihaknya bersama Pemkab Kuansing telah melakukan pengamanan terhadap lahan kebun milik Pemda Kuansing tersebut.

“Prinsipnya lahan kebun pemda sudah kita amankan dan tidak ada lagi masyarakat Dharmasraya yang menduduki lahan tersebut. Hanya saja kami perlu jalan lingkar di areal kebun agar kami mudah melakukan patroli terhadap kebun milik pemda tersebut,” terang Jufri.

Persoalan ketiga, yang dibahas adalah persiapan pilgubri tahun 2018 ini. Pemkab Kuansing dalam membahas persiapan pilgubri ini mengundang KPUD dan Panwaslu Kuansing untuk memberikan penjelasan baik menyangkut tahapan, waktu pelaksanaan sampai kepada larangan yang mesti diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat.

Selanjutnya poin terakhir, yang dibahas adalah terkait dengan pembangunan tiga pilar. Yaitu pembangunan Hotel, Kampus Uniks dan pasar moderen. Dua dari tiga pilar tersebut telah lunas dibayar hutangnya oleh Pemkab Kuansing kepada pihak ketiga. Yaitu pembangunan Hotel dan Uniks.

Kasi Intelijen Kajari Kuansing Revendra SH terkait dengan pembangunan tiga pilar ini menyampaikan arahan Kajari Jufri SH bahwa terhadap kegiatan yang sudah lunas dibayar kepada pihak ketiga agar segera untuk dimanfaatkan sebagaimana peruntukannya.

Sementara untuk pembangunan Uniks dan pagar Masjid Agung Teluk Kuantan segera dilakukan audit.***(Lind)

VIDEO: Deklarasi Anti Hoax, PWRI-B Meranti Dukung Polri Berantas Penyebar Hoax

DPC Perkumpulan Wartawan Republik Indonesia Bersatu (PWRI-B) Kabupaten Meranti mendeklarasikan anti hoax atau anti berita bohong.

Ketua PWRI-B Meranti, Fadli menegaskan, mendukung penuh gerakan anti hoax. Karena hoax dapat merugikan dan menimbulkan perpecahan ditengah-tengah masyarakat.

“Kami mendukung Polri, rangka penegakan hukum dan mengusut penyebaran berita hoax dan isu sara, yang merusak keutuhan NKRI,” tegas Fadli.***(Dham)

Berikut VIDEO nya:

Rekontruksi, Dua Tersangka Peragakan 35 Adegan Pembunuhan Bayi di Siak

Tersangka memperagakan saat melahirkan bayinya dikamar

Siak(SegmenNews.com)- Dua tersangka memperagakan 35 adegan pembunuhan bayi, diduga hasil hubungan gelap. Rekontruksi ini digelar oleh Polsek Sungai Mandau, Polres Siak, Kamis (22/3/18) sekitar pukul 12:00 WIB, di perumahan RAPP estate Mandau.

Dua tersangka yakni, Sadari Gulo (wanita) dan Aluziduhu Ndurhu (pria). Rekontruksi dimulai dari Sadari Gulo memperagakan sakit perut dan pinggang sambil masuk ke kamar.

Di kamar, Sadari Gulo melahirkan sambil berjongkok. Tanpa pikir panjang, Sadari Gulo membekap wajah dan mulut bayi yang baru dilahirkannya.

Setelah meninggal, pria yang diduga selingkuhannya, Aluziduhu memasukkan jenazah bayi malang itu kedalam ember warna hitam.

Aluziduhu kemudian pergi kearah belakang kebun akasia, Ia menggali tanah membuat lubang untuk menguburkan bayi tersebut.

Kapolsek Sei Mandau IPTU Alchusori SH,MH mengatakan, rekonstruksi selesai pukul 15:30 WIB dalam kondisi aman dan lancar. Selama rekontruksi anggota Polsek Sei Mandau melaksanakan lengamanan terbuka dan tertutup.

Hadir saat rekonstruksi Kapolsek Sei Mandau IPTU Alchusori SH,MH, Tiyan Andesta SH, MH Jaksa Fungsional, Brigadir Syafriandi Sianturi Sat Reskrim, Brigadir Ade Rahman, Identifikasi Aiptu Nopriadi PS Kanit IK Polsek Sei Mandau dan Aipda Jekson PS Kanit Reskrim Polsek Sei Mandau, Ruslan Harahap Humas PT RAPP.***(Dham)

Disperindag Rohul Belum Terima Laporan Ikan Kaleng Mengandung Cacing

Kadisperindag Rohul Sariaman

Rohul(SegmenNews.com)- Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) belum menerima laporan ikan kaleng mengandung cacing.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Rohul, Drs. H. Sariaman, M.Si, Jum’at (23/3/18). Walau demikian, Sariawan tetap meminta masyarakat agar tidak mengkonsumsi ikan kaleng yang dinyatakan BBPOM Pekanbaru mengandung cacing.

Jenis ikan kaleng yang di ekspos BBPOM Pekanbaru mengandung cacing (foto:hasran/segmennews.com)

Diberitakan sebelumnya, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, Mohammad Kashuri menyatakan tiga merk ikan kaleng mengandung cacing anisakis.

Tiga jenis ikan keleng tersebut yakni, IO, Hoki, dan Farmerjack. Ketiga produk pangan ini kabarnya asal China dan diimpor secara legal ke Indonesia oleh importir yang berbeda.

BBPOM telah memerintahkan produsen ikan kaleng tersebut untuk menarik seluruh produknya.

Dijelaskan Kashuri, jika manusia mengkonsumsi ikan kaleng mengandung cacing tersebut, akan menimbulkan penyakit, Baca Disini>>>>>>.***(fit)

Sekda Inhil Berharap HNSI Bawa Nelayan Menuju Kemakmuran

Sekda Inhil Berharap HNSI Bawa Nelayan Menuju Kemakmuran

Tembilahan(SegmenNews.com)- Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, H Said Syarifuddin,SE.,MM.,M,Sn berharap, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Inhil bersinergi bersama pemerintah untuk memakmurkan nelayan.

Hal itu disampaikannya usai terpilih secara aklamasi sebagai ketua DPC HNSI Inhil, Kamis (22/03/2018).

Tampak hadir Ketua HNSI Provinsi Riau Adrian dan beberapa pengurus serta diikuti oleh delegasi dari 20 Kecamatan yang ada di Inhil tersebut, berlangsung ceria ketika salah satu perwakilan Kecamatan membacakan dukungan untuk H. Said Syarifuddin.

Setelah pimpinan sidang mendengar dukungan tersebut, lalu menanyakan kepada H. Said Syarifuddin.

Menanggapi pertanyaan pimpinan sidang, “Demi kemaslahatan umat/nelayan saya siap menjadi Ketua HNSI Inhil,” Ujar Said Syarifuddin yang juga Sekretaris Daerah Inhil itu.

“Kami sangat berharap dengan hadirnya HNSI mampu Jembatani nelayan yang ada di Inhil untuk mensinergiskan program – program pemerintah mulai dari Pusat, provinsi hingga ke Inhil yang berimbas kepada kemakmuran dan Kesejahteraan para nelayan dan pelaku usahanya,” tuturnya.

“Berdasarkan data dari Dinas Perikanan Inhil, bahwa terdapat 29 ribu nelayan yang ada di Inhil, maka ini perlu di perhatikan dan perlu ada wadah seperti HNSI sehingga bisa menjadi penyambung lidah memberikan informasi tentang program yang di buat pemerintah untuk para nelayan,” pungkas Said Syarifuddin.

Kemudian Adrian selaku Ketua HNSI Riau yang juga Anggota dewan Propinsi Riau itu mengatakan, HNSI ini merupakan satu-satunya organisasi nelayan yang diakui oleh Kementrian Perikanan.

“Saya terpanggil mengurus organisasi ini karna untuk kemaslahatan umat, meski saya dapil Kampar namun hari ini saya buka saja milik masyarakat Kampar namun milik seluruh masyarakat Riau,” ujar Adrian.***(adv/Ibnu)

Warga Teluk Lanus Siak: Kami Merdeka dari Kegelapan

Kunjungan Kadis PMK ke kampung Lanus

Siak(SegmenNews.com)- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Siak melakukan Kunjungan Kerja ke kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sri Apit, Rabu (21/3/2018 ). Masyarakat setempat menyebutkan mereka telah merdeka dari kegelapan.

Warga Teluk Lanus, Sudiro dihadapan Kadis PMK Siak, Yurnalis, menyampaikan terima kasihnya kepada Pemkab Siak yang sudah banyak memperhatikan wilayah terpencil, terutama di kampungnya.

Diakuinya sudah bertahun-tahun mereka tidak diterangi oleh listrik. Namun sejak beberapa tahun belakangan ini, kampung mereka sudah terang benderang.

“Kami telah merdeka dari kegelapan sejak beberapa tahun lalu. Dan alhamdulillah kampung kami saat ini telah terang benderang,” ucap syukur Sudiro.

Dia juga berharap, pembangunan irigasi untuk menunjang usaha persawahan mereka, pada 2018 ini segera terwujud.

Sementara itu, Kadis PMK, Yurnalis menyampaikan keseriusan Pemkab Siak membangun daerah terpencil, dihadapan Kepala Kampung Teluk Lanus Irwan Saroni, beserta Krani Teluk Lanus Abu Mana, dan masyarakat sekitar.

Yurnalis menyebutkan bahwa sesuai dengan harapan Bupati Siak, Kampung Teluk Lanus dan kampung terpencil lainnya, harus mendapatkan prioritas untuk diperhatikan pembangunannya, baik infrastruktur maupun pengembangan masyarakatnya.

“Guna memenuhi harapan inilah kami bekerja keras untuk bisa mewujudkannya, dan kami ingin langsung melihat kondisi Kampung sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat,” jelas Kadis PMK tersebut.

Dalam dua tahun belakangan, sambung Yurnalis sudah 8 kilometer jalan poros Kampung Teluk Lanus yang telah disemenisasi menggunakan dana desa, dan pada 2018 ini akan kembali dilakukan semenisasi lagi sepanjang 1,3 Kilometer. ***(Rinto/rls)