Pekanbaru (SegmenNews.com)-Setelah enam dari sembilan tersangka korupsi Proyek Ruang Terbuka Hijau Anti Korupsi menyatakan mencabut kuasa yang sebelumnya diberikan kepada Dr Razman Arif Nasution, SH, kini giliran Mantan Kadis Ciptada Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno, yang menyatakan mencabut kuasa terhadap Razman.
Surat pencabutan kuasa
Surat pemberitahuan pencabutan surat kuasa terhadap Razman Arif Nasution ini disampaikan Dwi Agus Sumarno ke Kejaksaan Tinggi Riau secara tertulis tertanggal 14 November 2017.
Dalam surat tersebut, Dwi Agus Sumarno yang juga merupakan tersangka korupsi proyek ruang terbuka hijau, menyatakan Dr Razman Arif Nasution terhitung tanggal 13 November 2017 tidak lagi sebagai penasehat hukum Dwi Agus Sumarno. Dan menyatakan surat kuasa khusus sebelumnya sudah tidak berlaku lagi.
Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Riau, Sugeng Riyanta SH MH, Rabu (15/11/2017), mengaku telah menerima surat pemberitahuan pencabutan surat kuasa tersebut.
Sebelumnya, enam dari delapan tersangka korupsi Ruang Terbuka Hijau Tugu Anti Korupsi, mencabut kuasa terhadap Razman.
Enam orang tersangka korupsi RTH Tugu Anti Korupsi, yang mencabut kuasa tersebut yakni IS, H, DIR, RM, HP, Y. Surat pencabutan kuasa mulai berlaku hari ini.***(segmen02)
Pidie(SegmenNews.com)- Setelah berpartisipasi dalam program penanaman pohon memperingati 13 tahun Tsunami di Banda Aceh, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali ikut dalam aksi peduli lingkungan di Pidie, Aceh, Selasa (14/11/17) siang.
AHY Bantu Pelestarian Lingkungan Melalui Program Tanam Pohon
“Kalau panen tolong kabari saya ya pak,” seru AHY bersemangat sambil mencangkul tanah di kota Sigli, kabupaten Pidie.
Kali ini, AHY ikut membantu penanaman pohon mangga yang dilakukan oleh Bupati Pidie Roni Ahmad dalam rangka penghijauan dan pelestarian lingkungan di Pidie.
Aksi penanaman pohon ini turut dihadiri antara lain, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, anggota DPR RI Teuku Riefky, dan Muslim, para awak media, serta masyarakat setempat.
“Kita ingin terus berkerja sama dengan berbagai daerah termasuk di Aceh untuk penghijauan,
untuk bumi kita. Gerakan go green akan kita bangun bersama,” kata AHY menjawab pertanyaan wartawan mengenai komitmen AHY Foundation.
AHY yang juga merupakan pendiri AHY Foundation menyambut baik kegiatan lingkungan yang sejalan dengan tiga pilar utama AHY Foundation yaitu kesehatan, lingkungan, dan pendidikan.
Selain melakukan program penanaman pohon, kunjungan utama AHY di Tibang adalah untuk memberikan kuliah kebangsaan di hadapan para pemuda-pemudi, santri, dan organisasi kepemudaan.
Perjalanan dari Banda Aceh, sebelum tiba di Pidie, AHY mampir ke kopi Horas di Saree, Kabupaten Aceh Besar untuk mencicipi seduhan khas Aceh yaitu kopi Sanger yang terbuat dari kopi hitam, susu kental manis, dan gula secukupnya.
Paginya, AHY sempat menikmati jamuan sarapan nasi gurih dengan dendeng sekaligus bersilaturahmi di kediaman Gubernur Aceh Irwandi Yusuf bersama Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dan Bupati Bireun Syaifanul.***(rls)
Pekanbaru (SegmenNews.com)-Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Pekanbaru, telah menuntaskan audit kerugian negara pada proyek lampu Led dan taman, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru tahun 2016. Hasilnya, ditemukan kerugian negara sebesar Rp2,696 miliar dari Rp6 miiar lebih total anggaran proyek.
Hal ini diungkapkan Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau, Sugeng Riyanta, SH MH, Rabu (25/11/2017). “Hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara oleh auditor BPKP dalam perkara lampu telah keluar sebesar 2,696 miliar,” ujarnya.
Sementara terkait perkara korupsi lampu yang ditangani penyidik saat ini, menurut Sugeng, hari ini berkas perkara 5 orang tersangka dilimpahkan tahap satu untuk diteliti oleh jaksa peneliti.
Seperti diketahui, Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau sudah menetapkan lima orang tersangka dalam perkara ini dan melakukan penahanan. Lima tersangka tersebut yakni, M, AR, A alias M dan MHR, serta HW
Sebelumnya berdasarkan temuan Lumbung Informasi Rakyat Pekanbaru, disebutkan anggaran lampu sebesar Rp6 miliar lebih tersebut.
Dipecah beberapa bagian dan kemudian dilakukan sistim penunjukan langsung dengan nilai setiap bagiannya sekitar Rp200 juta kebawah.
Dalam pelaksanaannya, Lira menduga terjadi mark up mencapai Rp1 miliar. Adapun PPTK proyek ini yakni Mas Dauri.***(segmen02)
Rohul(SegmenNews.com)- Hingga saat ini sengketa lahan ratusan masyarakat Desa Payung Sekaki dan Desa Pagar Mayang, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu belum menemui titik terang. Untuk itu Pemkab Rohul diharapkan memberikan solusi dan menuntaskan agar tidak berlarut-larut.
Sejauh ini, masyarakat telah menyerahkan kuasa kepada Dewan Pengurus Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Team Operasional Penyelamatan Aset Negara Republik Indonesia (DPD-LSM-Topan-RI Rokan Hulu untuk mencari keadilan masyarakat.
Ketua LSM-Topan-Ri DPD Rahul Marianto Lubis didampingi Direktur Muda Bidang Perkebunan Sukrial Halomoan Nasution, Selasa (15/11/7) menjelaskan, lahan yang sudah jadi kebun sawit itu awalnya bentuk mitra pola Kredit Kepada Koperasi Primer untuk Anggotanya (KKPA) dengan PT Merangkai Artha Nusantara (MAN) pada 1995 silam. Tapi perjanjian itu menurut mereka masyarakat ini sudah habis.
Namun sayangnya Ratusan warga tidak pernah mendapatkan haknya sebagai pemilik lahan, meski sudah mereka perjuangkan berulang-ulang dan selalu gagal.
Ironisnya dikabarkan lahan itu diduga sudah dibagi-bagi dan diduga sudah diperjual belikan kepada pihak lain oleh pihak Barmansyah selaku pemilik PT. MAN.
Permasalahan ini, mereka sudah segera mengirimkan kepada Bapak Bupati dan Forkompimda Rohul, Gubernur Riau Forkompimda Riau.
Tidak itu saja jelas Marianto Lubis, Surat LSM Topan RI, pihaknya juga sudah menyampaikan tembusan kepada Presiden RI, Kapolri, Ketua DPR, RI dan Mentri Desa Daerah Tertinggal Transmigrasi dengan dilampirkan bukti dari masyarakat yang ada, seperti, Surat Perjanjian, SK Gubernur Riau, SK Bupati dan lainnya.
Bebernya lagi, disurat itu terlampir Laporan Bupati Rohul Sebelumnya (Drs. H. Achmad. M. Si) di Polres Rohul tertanggal 23 Maret 2010 perihal laporan, nomor 180/HKO/141,
Ada juga laporan masyarakat yang bernama Jhon Hendri Lubis di Polisi Daerah (Polda) Riau dengan nomor Surat Tanda Penerima Laporan (STPL) nomor. STPL/189/X/2010/Riau/ Dit. Reskrim. Um denim, tertanggal 18 Oktober 2010 tentang diduga tindak pidana penipuan.
“Mudah-mudahan apa yang menjadi keluhan masyarakat ini, bisa terselesaikan secara musyawarah dan mufakat, itu harapan kita,” kata Marianto Lubis.
Ditambahkan Sukrial Halomoan Nasution, ada beberapa perjanjian dan Surat Keputusan Bupati Rohul ,Badan Pertanahan, Dinas Tranmigrasi dan Gubernur Riau yang perlu di telaah secara bijak terkait lahan yang di Kuasai oleh Barmansah itu, karena awalnya Pola Mitra KKPA dan lahan itu bersertivikat transmigrasi.
Selain itu mereka masyarakat memiliki kekuatan hukum atas putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI) dengan Nomor: 1640k/Pid/2012 tanggal 29 Januari 2013, serta nomor SK Gubernur Riau No 525/SK/3159 tertanggal 29 Desember 1998, SK Bupati Rohul nomor 509 Tanggal 25 November 2010.
“Untuk itu, harapan kita ada solusi yang terbaik dari pemkab Rohul tentang apa yang menjadi keluhan masyarakat pada lahan yang kini dikuasai oleh PT. MAN tersebut,” jelas Direktur Muda Bidang Perkebunan TOPAN RI Rohul.***(fit)
Bathin Solapan(SegmenNews.com)- Untuk meningkatkan tupoksi kerja masing-masing, Pemdes Bahtin Sobanga Gelar Pelatihan RT, RW dan BPD, taja di Aula Hotel Susuka Duri, Selasa (14/11/17).
Kegiatan itu merupakan Perdana di Desa Bathin Sobanga yang diikuti 28 peserta terdiri dari RW 4 orang, RT 15 orang dan Anggota BPD 9 orang termasuk ketua BPD.
Berkesempatan hadir Camat Bathin Solapan diwakili Kasi PMD Tasarjon, Pendamping Desa P3MD Moh Rafi Riyawi M.Pdi, Kades Bathin Sobanga Sondi Sidabutar A.Md, Kaur Pembangunan Firdaus, dan pemateri yang berkompeten di bidangnya.
Mewakili Camat Bahtin Solapan diwakili Kasi PMD Kecamatan Bathin Solapan, Tasarjon Sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Ini merupakan kegiatan positif yang dapat meningkatkan kinerja Aparatur Desa, kita sangat mengapresiasi kegiatan ini, sebab ini merupakan program positif yang memberikan pelatihan agar kinerja lebih baik lagi, ” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Bathin Sobanga, Sondi Sidabutar A.Md mengatakan, bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kapasitas dan pengetahuan dalam melayani masyarakat, melakukan pelayanan sesuai tugas pokok dan fungsinya.
Semakin cemerlang, dan dapat diterapkan di lapangan dalam pelayanan,
“Kita berharap semoga program ini dapat memberikan manfaat bagi peserta dan kita himbau agar mengikuti pelatihan sampai selesai agar bekal ilmu dapat diimplementasikan dalam melayani masyarakat,” kata Kades.
Sementara itu, dalam pelatihan tersebut, Pemdes Bathin Sobanga mengundang pemateri dari Dosen tetap UIR, Dr. H Rahyunir Rauf M.Si dan Drs. H. Zaini Ali M.Si.
Mereka memaparkan tentang kinerja dari RT, RW dan BPD. Selain itu, para peserta pelatihan juga dijelaskan tentang pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan pengetahuan umum tentang kinerja-kinerja dalam melayani masyarakat desa.***(edi).
Rokan Hulu (SegmenNews.com)-Kabupaten Rokan Hulu yang dikenal dengan Kota Seribu Suluk, ternyata menyimpan banyak pesona alam yang indah. Salah satunya puncak Bukit Suligi, yang keindahannya bak Negeri di Atas Awan.
Puncak Bukit Suligi/facebook masriadi
Sekitar 2.700 orang sudah mengunjungi “Negeri di Atas Awan” Kabupaten Rokan Hulu ini. Mereka menilai pesina negeri ini tak kalah dengan objek wisata Buntu Liarra di Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat.
Objek wisata “Negeri di Atas Awan” berada di puncak Bukit Suligi, di Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rohul, Provinsi Riau. Di sini, pengunjung bisa menikmati fenomena awan seperti mengambang. Untuk menikmati pesona fenomena awan ini tidak bisa kapan saja, namun ada waktu-waktunya, yang hanya bisa dinikmati sekitar pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.30 WIB.
Puncak Bukit Suligi
Untuk menyaksikan fenomena alam ini, tak jarang pengunjung harus bermalam di Puncak Bukit Suligi. Untuk mencapai puncak ini, pengunjung harus berjalan kaki dan mendaki. Meski demikian, pengunjung tidak perlu khawatir, karena ada relawan Komunitas Care Taker Desa Aliantan bersedia membantu memandu pengunjung mendaki Puncak Bukit Suligi yang indah di ketinggian sekitar 812 meter dari permukaan laut.
Kepala Desa Aliantan, M Rois Zakaria SE, Selasa (14/10/2017), mengatakan, untuk bisa menikmati sensasi Negeri di Atas Awan ini, pengunjung harus berjalan kaki dari Dusun II Desa Aliantan, sejauh 21 kilometer. Pengunjung sengaja diajak berjalan kaki sari Sinpang Koto Kampar, Aliantan, atau Simpang Kokar.
Puncak Bukit Suligi
Ketika berjalan sejauh 21 kilometer ini, nantinya pengunjung bisa menikmati objek wisata menarik lainnya, seperti Goa Garuda, Air Terjun Sikubin, Air Terjun Dayang dan Kawasan Bukit Suligi.
Perjalan sambil menikmati objek wisata ini akan menghabiskan waktu antara satu hingg dua jam dengan melewati trek yang mendaki.
Setelah sampai di puncak Bukit Suligi, para pengunjung dapat menikmati sunrise (matahari terbit) dan sunset (matahari terbenam), jadi satu malam harus menginap di puncak Bukit Suligi,
Untuk masuk ke kawasan Negeri di Atas Awan ini, pengunjung cukup membayar dengan harga relatif murah, yakni hanya Rp35 ribu. Ini sudah termasuk parkir kendaraan, snack, dan nasi bungkus.
Bagi pengunjung yang tertarik bisa menghubungi Care Taker Aliantan jauh hari sebelum mendaki di contact person: 085274375656.
Guna memajukan objek wisata alam puncak Bukit Suligi diakui Rois, Care Taker Aliantan yang terbentuk 2016 lalu, bekerjasama dengan komunitas My Trip My Adventure (MTMA) Rohul, dan MTMA Riau, serta komunitas pecinta alam lainnya.
Care Taker Aliantan juga membatasi pengunjung, dan mereka hanya bisa melayani 50 pengunjung setiap pekannya, karena kapasitas di puncak Bukit Suligi hanya bisa untuk menampung 50 orang saja.
“Bila lebih dari 50 orang maka di cancel atau dialihkan di pekan berikutnya. Karena daya tampung di puncak itu hanya untuk 50 orang,” terangnya.***(fitri)
Pekanbaru (SegmenNews.com)-Cuaca di Pekanbaru pagi ini berkabut. Namun pada siang hingga malam hari nanti diperkirakan cerah berawan.
Cuaca pagi di Pekanbaru
Pantauan di lapangan, sekitar pujul 06.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB, jarak pandang di daerah Kecamatan Tampan dan Bukit Raya diperkirakan hanya antara 100 hingga 200 meter. Meski matahari sudah terlihat bulat pada pukul 06.30 WIB, namun belum mampu menembus kabut pagi.
Kasi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi, Rabu (15/11/2017), membenarkan udara kabur pagi hari di Pekanbaru. Dari catatan BMKG jarak pandang hanya mencapai 300 meter.
Sementara pada siang hari cuaca cerah berawan. Potensi hujan ringan di sebagian wilayah Kabupaten Rohil, Kota Dumai, dan Kabupaten Bengkalis.
Malam hari cerah berawan. Potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Kabupaten Kampar dan Kabupaten Rohul.
Dini hari berawan. Potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Kota Pekanbaru, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kuansing, Kabupaten Inhil, Kabupaten Rohul, Kabupaten Rohil dan Kabupaten Bengkalis.
Suhu udara antara 22.0 hingga 33.0 °C, dengan kelembapan udara antara 58 hingga 99 %.
Angin bertiup dari Baratan dengan kecepatan yang sama seperti hari kemarin, yakni antara 09 hingga 36 km/jam.***(segmen02)
Inhil(SegmenNews.com)- Setiap Kepala Desa (Kades) harus mampu melaksanakan tugas yang menjadi amanah dari masyarakat, khususnya amanah pembangunan di masing – masing desa dan mengedepankan objektifitas dalam memimpin masyarakat di masing – masing desa.
Pesan tersebut disampaikan oleh Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan pada kegiatan pelantikan 4 (empat) Kepala Desa di Kecamatan Tanah Merah, terdiri dari Kepala Desa Sungai Laut, Kepala Desa Tanjung Baru, Kepala Desa Tanjung Pasir dan Kepala Desa Selat Nama yang berpusat di Desa Sungai Laut, Tanah Merah, Rabu (8/11/2017) siang.
“Pasca Pilkades yang diselenggarakan serentak pada tanggal 30 Agustus lalu, para Kades terpilih jangan bersikap diskriminatif terhadap masyarakat. Ini yang milih saya, ini yang tidak memilih saya,” pungkas Bupati.
Bupati mengatakan, setiap Kepala Desa mesti mengakomodir seluruh masyarakat, terutama dalam hal pemberian pelayanan publik. Sebab, lanjutnya, seluruh masyarakat berhak atas pelayanan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa.
“Objektifitas dalam pemberian pelayanan publik perlu terus dijaga. Pemerataan pembangunan perlu diperhatikan agar pembangunan dapat terlaksana dengan lancar,” ungkap Bupati.
Selanjutnya, Bupati juga menginstruksikan para Kepala Desa untuk memahami tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) serta peraturan dan ketentuan yang berlaku dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa.
“Peraturan yang dinamis menjadi sebuah tuntutan bagi para Kepala Desa untuk senantiasa mempelajari dan memahami agar tidak ada keraguan dalam pengambilan keputusan, menentukan arah dan tujuan kebijakan,” pungkas Bupati.*(Adv/Diskominfo)
Aceh(SegmenNews.com)- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengunjungi Museum Tsunami Aceh, Senin (13/11/17) siang.
AHY Kunjungi Museum Tsunami Aceh (foto: TYI)
Dipandu oleh guide museum, Direktur Eksekutif The Yudhoyono
Institute (TYI), AHY bersama pengunjung museum tampak khusuk
memasuki museum Tsunami Aceh.
Suasana museum yang haru dan menegangkan menggambarkan situasi kejadian yang menimpa bumi Serambi Mekkah 12 tahun yang lalu.
AHY kemudian singgah ke ruang sumur doa, yang berisikan 3500 lebih nama dari total korban jiwa yang mencapai lebih dari 200.000 jiwa pada tahun 2004 silam.
Di ruang sumur doa, bersama antara lain Kepala Museum Tsunami Aceh Almuniza, Walikota Aceh Aminullah
Usman, istri Wakil Gubernur Dyah Erti Idawati, Anggota DPR RI Tengku Riefky dan Muslim, serta beberapa anggota DPRA memanjatkan doa bagi para korban tsunami Aceh.
Memasuki Ruang Pamer Tsunami, AHY berkeliling melihat satu per satu miniatur serta puing-puing sisa bencana alam tsunami tersebut, sampai pada miniatur kapal PLTD seberat 6000 ton yang terseret sejauh 5 km dari laut dan menyasar perumahan warga saat tsunami.
Ni Luh Putu Caosa Indryani selaku
Chief Communication Officer
The Yudhoyono Institute, menjelaskan, dikesempatan kunjungan itu, AHYbjyga melakukan penanaman pohon, dalam rangka memperingati 13 tahun tsunami Aceh.***(rls)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)-Jalan Desa Sungai Kuning, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu rusak parah. 1.800 warga desa ‘menjerit’. Pasalnya, jalan tersebut merupakan jalan satu-satunya akses perekonomian warga.
Kondisi jalan desa rusak parah
Pantauan di lapangan, jalan desa sepanjang 5 Km ini masih merupakan jalan tanah. Akibat musim hujan yang terjadi beberapa hari ini, jalan menjadi rusak parah, bak kubangan kerbau.
Beberapa warga terlihat harus berjuang ekstra untuk melalui jalan desa ini. Tak jarang pengendara sepeda motor terjatuh ketika melintas jalan tersebut
Kepala Desa Sungai Kuning, Ilham Rahmani, Selasa (14/11/2017), mengakui, jalan yang rusak ke desanya merupakan satu-satunya akses keluar masuk menuju desa.
Kerusakan jalan yang cukup parah ini mengakibatkan warga kesulitan untuk melaksanakan aktifitas perekonomian.
“Warga desa kami ada 1.800 jiwa. Mereka menggantungkan hidup di jalan ini. Kalau jalan rusak, warga kami kesulitan memasarkan komoditi perkebunannya ke PKS,” kata Ilham.
Dikatakannya, bila perbaikan jalan yang rusak ini tidak bisa dibangun dengan menggunakan Dana Desa (DD) maupun anggaran Alokasi Dana Desa (ADD). Sehingga, dirinya berharap perhatian Pemkab Rohul untuk segara melakukan perbaikan dan pengaspalan di badan jalan desa mereka.
“Secara aturan, jalan itu jadi wewenang Pemkab Rohul. Sehingga kami tidak berani mengalokasikan DD atau ADD untuk pembangunan jalan sepanjang 5 Km yang rusak parah,” ujarnya.
Ilham juga berharap ke perusahaan PTPN V Sei Tapung, agar bisa ikut membantu perbaikan jalan di desa mereka. Karena akses jalan desa ini juga digunakan kenderaan perusahaan untuk mengangkut hasil perkebunan sawitnya.***(fitri)