Beranda blog Halaman 1648

BMKG Pekanbaru: Waspada Hujan Lebat Disertai Petir

Pekanbaru (SegmenNews.com)-Badan Meteorologi Klimatologi dan Grofisikan Pekanbaru, memperingatkan adanya potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir terjadi di beberapa daerah di Riau. Seperti di Kabupaten Rohul, Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, Kabupaten Pelalawan, Inhu, dan Kampar.

Hal ini diungkapkan Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi, Jumat (10/11/2017). Sementara untu pagi hari ini menurutnya, secara umum cuaca berawan. Potensi hujan ringan terjadi di wilayah Kabupaten Siak, Inhu, Rohil, Dumai, dan Inhu.

Siang hari, potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Kabupaten Rohul, Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Bengkalis, Kabupatrn Kepulauan Meranti, Kuansing, Inhu dan Inhil.

Malam hari, potensi hujan ringan hingga lebat terjadi di wilayah Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Pelalawan, Kuansing, dan Inhil

Dini hari, potensi hujan ringan di wilayah Kabupaten Siak, Kota Pelalawan, Kabipaten Inhu dan Inhil.

Suhu udara hari ini antara 22.0 hingga 33.0 °C, dengan kelembapan udara antara 55 hingga 99 %. Angin bertiup dari Barat Daya – Barat Laut, dengan kecepatan antara 09 hingga 27 km/jam.***(segmen02)

Bupati Wardan Lepas Peserta Pawai Taaruf

Inhil(SegmenNews.com)- Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan melepas para peserta pawai ta’aruf dan membuka secara resmi kegiatan bazar yang menjadi rangkaian dalam iven Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke – 47 Kabupaten Inhil, Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Sabtu (4/11/2017) sore.

Terdapat ratusan peserta pawai ta’aruf yang berasal dari 20 Kecamatan se – Kabupaten Inhil turut berpartisipasi dan sedikitnya 40 stand bazar yang dibuka dalam momen kali ini, terdiri dari instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil serta pihak Pemerintah Kecamatan se – Kabupaten Inhil.

Meski diawali dengan deruan angin kencang dan hujan lebat yang melanda, kegiatan pelepasan pawai ta’aruf dan pembukaan bazar MTQ Ke – 47 Kabupaten Inhil tetap terasa semarak dengan kehadiran ribuan masyarakat yang berduyun – duyun datang menuju lokasi.

Acara pelepasan pawai ta’aruf dan pembukaan bazar ini terlebih dahulu dimulai dengan pemasangan tanjak kepada 3 orang perwakilan dari berbagai elemen masyarakat

Bupati Kabupaten Inhil dalam pidatonya mengatakan, pelepasan pawai ta’aruf dan pembukaan bazar terasa semakin istimewa dengan adanya momen pemasangan tanjak sebagai perekat persatuan dan kesatuan, mewujudkan Visi Riau 2020 yang bermoto ‘The Homeland of Melayu’.

“Ini adalah merupakan sebuah tekad menjadikan Provinsi Riau sebagai pusat Kebudayaan melayu pada tahun 2020 dengan dimulai melalui Gerakan Inhil Bertanjak,” kata Bupati dalam suasana lindap disertai gerimis dan genangan air yang membanjiri lokasi pelepasan pawai ta’aruf dan pembukaan kegiatan bazar.(adv/Diskominfo)

Plafon Sementara APBD 2018 Rp3,286 Triliun

Bengkalis(SegmenNews.com)- Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018 ditetapkan sebesar Rp3,286 Triliun.

Penandatangan nota kesepahaman atau Memorendum of Understanding (MoU) KUPA PPAS tahun 2018 ditandatangani Bupati Bengkalis Amril Mukminin bersama Ketua DPRD Bengkalis Abdul Kadir bersama tiga wakilnya Kaderismanto, Indra Eet Gunawan dan Zulhelmi di lantai II Kantor Bupati Bengkalis, Rabu 8 November 2017.

Dikatakan Bupati Bengkalis, KUPA PPAS merupakan tahapan awal sekaligus kerangka utama dalam proses penyusunan APBD.

“Harapan kami, kesepakatan ini dapat ditindaklanjuti secara baik pada pembahasan tingkat komisi dan Badan Anggaran DPRD sehingga APBD Kabupaten Bengkalis tahun anggaran 2018 dapat segera ditetapkan satu bulan sebelum berakhirnya tahun berjalan, atau selambat-lambatnya 30 November 2017,” ungkapnya.

Diungkapkan Amril, beberapa tahun terakhir perkembangan sektor migas tidak menggembirakan, persoalan lifting, produksi dan harga yang tidak stabil.

Kondisi ini menyebabkan penurunan sumber pendapatan bagi daerah penghasil. Untuk itu, harus disikapi secara baik melalui kebijakan penganggaran yang lebih ketat.

Mantan Kepala Desa Muara Basung ini, juga menandaskan belanja daerah harus fokus pada target-target penting rencana pembangunan jangka menengah daerah (rpjmd).

Melalui KUPA PPAS 2018 ini, Pemkab Bengkalis memetakan prioritas daerah untuk menjamin keberlanjutan pembangunan. Tentunya dengan tetap memperhatikan aspek keseimbangan pembiayaan dengan kebutuhan pembangunan.***(Edi)

Dugaan Korupsi Perangkat Aplikasi Disdik Rohil Mangkrak di Polda

Pekanbaru (SegmenNews.com)-Pengusutan dugaan korupsi Pengadaaan Perangkat Aplikasi Edukatif Rohil senilai Rp30 miliar tahun 2014 di Polda Riau mangkrak. Meski telah diusut sejak tahun 2015 lalu, namun hingga saat ini Polda belum meningkatkannya ke penyidikan.

Ilustrasi

Kasi Penuntutan Kejaksaan Tinggi Riau, Lexi SH, Kamis (9/11/2017), mengatakan, pihaknya belum ada menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), terkait proyek aplikasi edukasi Rohil dari Polda.

“Belum ada kita terima SPDP soal itu,” ujarnya.

Sementara Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, AKBP Edi, yang dikinfirmasi secara terpisah, mengatakan akan mengecek proses perkembangannya.

“Nanti dicek perkembangannya,” ujar Edi Fariadi, ketika dikonfirmasi.

Gubri Bakal Hadiri Pembukaan Festival Reog di Bengkalis

Bengkalis(SegmenNews.com)- Sebanyak 15 kelompok reog dan kuda lumping, Minggu 12 November 2017 berkumpul di lapangan bola Desa Bantan Tengah Kecamatan Bantan. Kehadiran kelompok seni budaya Jawa ini, sempena Festival Reog se-Kabupaten Bengkalis.

“Insyallah, kesiapan kita untuk melaksanakan Festival Reog se-Kabupaten Bengkalis sudah matang. Seluruh kelompok reog dan kuda lumping yang ada sudah menyatakan siap tampil. Kelompok tersebut terdiri 10 kelompok reog dan 5 kelompok kuda lumping,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana Sufandi, melalui rilis, Kamis 9 November 2017.

Sesuai rencana pembukaan Festival Reog se-Kabupaten Bengkalis yang ditaja oleh Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR) Bengkalis ini akan dihadiri orang nomor satu di Bumi Lancang Kuning, Riau Arsyadjuliandi Rahmad dan orang nomor satu di Negeri Junjungan, Amril Mukminin.

“Dari konfirmasi dengan protokoler, Bapak Gubernur Riau  dan Bupati Bengkalis dipastikan datang. Tentu kita harapkan, kedua pemimpin ini datang sekaligus membuka festival ini,” ungkap Sufandi yang juga Kabid di Dinas Sosial Bengkalis.

Dikatakan Sufandi, tujuan Festival Reog se-Kabupaten Bengkalis, selain sebagai ajang silaturahmi antar kelompok penggiat seni budaya Jawa, juga untuk melestarikan khasanah budaya milik etnis Jawa di Negeri Melayu.

Mengingat di tengah kemajuan tekonologi informasi dan komuninasi, secara perlahan mengikis khasanah budaya, tak terkecuali seni budaya reog. Agar seni budaya leluhur ini, hilang dari kalangan masyarakat keturunan Jawa di Bengkalis, khususnya bagi generasi muda, maka dilaksanakan pergelaran seni budaya dalam skala besar.

Selain itu, kata Sufandi, melalui ajang Festival Reog se-Kabupaten Bengkalis ini, akan menjadi ajang saling bertukar pengalaman antar kelompok reog maupun kuda lumping. Satu hal lagi, yang dapat dipeting dari momentum seni budaya reog ini, mampu menyatu seluruh masyarakat, tidak hanya keturunan suku Jawa, juga suku lainnya yang ada di kecamatan Bantan dan Kabupaten Bengkalis pada umumnya.

Pengurus IKJR Bengkalis, berupaya kegiatan ini akan berkelanjutan, sehingga kelestarian budaya milik leluhur ini terus langeng.***(Edi)

70 Anggota PPK Dilantik, Ini Pesan Ketua KPU Siak

Siak(SegmenNews.com)- Sebanyak 70 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kabupaten  Siak dilantik di gedung Tengku Mahratu, Kabupaten Siak, Kamis (09/11/2017) pagi. 

Tujuh puluh orang ini berasal dari 14 kecamatan di Kabupaten Siak, dimana nantinya ditempatkan masing-masing lima orang per kecamatan.

Ketua KPU Siak, Agus Salim mengatakan, pelantikan para PPK ini bukan sekadar seremoni belaka melainkan ada makna dan tanggung jawab yang harus diemban oleh masing-masing PPK.

“Perkenalkan diri kalian dengan Camat ditempat masing-masing, dan segera bersinergi dengan pemerintah kecamatan,” ujarnya.

Menurut dia,penyelenggaraan Pilgubri 2018 nantinya bisa terlaksana dengan sukses,baik dari segi penyelenggaran dan meningkatnya jumlah partisiasi dari masyarakat terhadap hak pilih.

“Pelantikan kali ini sudah sesuai kuota dan terpenuhi. Sebelumnya ada 200 orang yang mendaftar, namun setelah proses seleksi akhirnya tinggal 70 orang yang terpilih.selanjutnya, anggota PPK untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik, hal ini karena jika tidak dilaksanakan dengan baik, maka terjadi berbagai pelanggaran dalam pelaksanaan pemilihan.terlebih Pemilu sendiri merupakan pilar dalam kehidupan demokrasi, yang merupakan akumulasi dari kehendak rakyat untuk memilih pemimpinnya,dengan demikian peran dan fungsi PPK sangat menentukan,” ujarnya.

Sekretaris KPU Riau Rudinal menyampaikan, minat untuk menjadi PPK ini cukup meningkat. Karena PPK ini adalah keluarga dari KPU, untuk itu,ia mengajak anggota PPK memberikan kerja yang terbaik, pelayanan yang terbaik, dan terintegritas.

Rudinal juga menjelaskan,pada bulan Januari mendatang, sudah dimulainya pendaftaran calon Gubri dan  penetapan pasangan serta kampanye dari pasangan calon.

“Kalau tidak ada halangan, tanggal 27 Juni 2018 dilaksanakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau,” sebut Rudinal.

Ditempat yang sama Wakil Bupati Siak Alfedri mengatakan, bahwa tahun depan  Propinsi Riau akan menyelenggarakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Wakil Gubernur. Hal ini tentunya merupakan tugas bagi kita semua, seluruh warga Siak untuk dapat mensukseskannya.

“Kami ucapkan selamat bertugas sebagai anggota PPK, semoga bisa menjalankan   tugas berat dan amanah dengan baik,” ujarnya.

Untuk itu lanjutnya, anggota PPK  harus mampu bersikap proaktif dalam pelaksanaan  Pilgub yang akan datang, sehingga semua dapat berjalan dengan baik dan berkualitas.

Alfedri melanjutkan,  tugas pokok dan fungsi PPK sangat strategis, artinya penyelenggaraan Pilgub mulai tahap perencanaan sampai dengan evaluasi, keberadaan PPK sangat menentukan, mengingat PPK merupakan perpanjangan tangan dari KPU dan akan melaksanakan kebijakan-kebijakan organisasi di tingkat Kecamatan.

“Kesempatan yang baik ini saya sangat menaruh harapan kepada saudara-saudara anggota PPK yang baru saja dilantik untuk segera melakukan koordinasi internal baik secara vertikal,maupun horizontal agar tahapan-tahapan yang telah direncanakan dalam penyelenggaraan pemilihan gubernur di Kabupaten Siak dapat terlaksana dengan baik,” kata Alfedri.

Pelantikan 70 orang PPK itu berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten Siak Nomor 21 Tahun 2017 pada tanggal 4 Nopember 2017, yang menetapkan sebanyak 70 orang sebagai anggota panitia pemilihan kecamatan. dengan masa kerja selama 9 bulan, dari mulai dilantik hingga bulan Juli tahun 2018.***(Rinto)

LKPP-RI Sosialisasi Pengadaan Sistem Aplikasi Elektronik Versi 4

Meranti (SegmenNews.com)- Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia (LKPP-RI) melakukan sosialisasi aplikasi sistem pengadaan elektronik versi 4 di ball room grand meranti hotel, Jalan Kartini Selatpanjang, Kamis (09/11/17).

Kegiatan yang ditaja Bagian Layanan Pengadaan (BPL) Setda Kabupaten Kepulauan Meranti itu bertujuan mempercepat pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Tercapainya visi dan misi pengadaan yang creadible dan transparan, aplikasi SPSE Versi 4 diharapkan dapat menjamin tersedianya informasi, kesempatan usaha serta mendorong terjadinya persaingan yang sehat dan terwujudnya keadilan.

Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik diatur dalam peraturan presiden, nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah dan sebagai mana ketentuan dalam pasal 131 ayat (1), bahwa pada tahun 2012 K/L/D/I wajib melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik untuk sebagian/seluruh paket-paket pekerjaan.

Proses pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik ini juga dapat lebih menjamin tersedianya informasi, kesempatan usaha serta mendorong terjadinya persaingan yang sehat dan terwujudnya keadilan (non discriminative) bagi seluruh pelaku usaha yang bergetak dibidang pengadaan barang/jasa pemerintah.

Dengan Nara Sumber dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia Gama Maulana Putra, Sosialisasi tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim MSi,bKepala Bagian ULP Eldi Syahputra MSi,serta seluruh peserta yang terdiri dari Kepala Bidang dan beberapa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dilingkungan Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Akuntabilitas lebih terjaga dan transparansi dengan proses pengadaan secara adil, jika memang penawaran dan hasil evaluasinya bagus akan lebih cepat ditentukan pemenangnya, dengan adanya aplikasi ini dulunya rekan rekan yang mengikuti pengadaan tidak pernah menang. Kini dengan adanya aplikasi ini kemungkinan siapa yang memenuhi ketentuan pasti akan menang, karena disini tingkat keadilan lebih diutamakan,” kata Gama Maulana Putra LKPP RI kepada media ini disela waktu pelaksanaan Sosialisasi Aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik Versi 4, di Grand Meranto Hotel, Kamis (09/11/17).

Dikatakan Gama, saat ini yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program ini pertama Infrastruktur dan singkronisasi jaringan terhadap daerah yang sulit mendapatkan koneksi yang baik seperti diwilayah Papua Timur,dan jarak daerah dengan sarana jalan tidak memadai berpengaruh dalam infrastruktur pekerjaan.

 

“Namun, ada beberapa SPSE yang sudah mandiri seperti di Jawa Barat, kalau di Provinsi Riau juga sudah hampir semua aktif dalam menjalankan program ini, pada dasarnya kita dari LKPP tetap mendorong pekerjaan yang terbuka dan adil demi memajukan program pemerintah membangun.

Diketahui juga, aplikasi ini tanpa batas seluruh rekanan di indonesia bisa mengakses dan mengikuti pekerjaan diluar wilayah asalkan akuntabilitas terpenuhi dan sesuai prosedur,” terangnya.

Sosialisasi ini akan berlangsung selama dua hari, mulai hari Kamis 09-10 November 2017. ini merupakan peningkatan sistem elektronik untuk menunjang percepatan dalam pengadaan barang/jasa.***(Dham)

Wako Pekanbaru Libatkan Bank Riau Kepri Terkait Smart City

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Walikota Pekanbaru, DR. H. Firdaus S.T., M.T melibatkan secara penuh Bank Riau Kepri terkait dengan program Smart City yang sedang dikembangkan di Kota Pekanbaru yang bermotto Pekanbaru Kota Madani.

Hal tersebut diungkapkan pada pertemuan Walikota Pekanbaru dan jajarannya dengan Direktur Utama Bank Riau Kepri DR. Irvandi Gustari yang juga membawa tiga kepala divisi terkait yang berlangsung kediaman Walikota Jalan A. Yani, Rabu (8/11/17).

Turut hadir pada pertemuan pagi itu Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, M Noer dan Kepala BPKAD Pemerintah Kota Pekanbaru Alek Kurniawan serta beberapa Kepala OPD Pemerintah Kota Pekanbaru, Pemimpin Divisi Renstra Bank Riau Kepri Tengkoe Irawan, Pemimpin Divisi IT Wan Muklis, Pemimpin Divisi Projas Rizali Effendi dan Pemimpin Desk Corsec Winovri.

Pertemuan yang membahas tentang sinergi bisnis tersebut memfokuskan tentang kesiapan Bank Riau Kepri mendukung program Smart City Pemko Pekanbaru.

Walikota Pekanbaru melalui Pemko Pekanbaru menyatakan bahwa sebagai pemegang saham di Bank Riau Kepri tentunya berkomitmen untuk membesarkan dan melibatkan Bank Riau Kepri terkait dengan berbagai program yang sedang dikembangkan oleh Pemko Pekanbaru.

Menurut penjelasan Walikota Pekanbaru program Smart City yang dikembangkan di Kota Pekanbaru memang jauh lebih lengkap dibandingkan dengan Smart City yang dikembangkan di Bandung dan Surabaya.

Smart City yang dikembangkan di Pekanbaru tidak hanya terbatas pada kemudahan teknologi semata namun juga memberikan kemudahan, kenyamanan dan keamanan bagi segenap warga Pekanbaru.

Diakui oleh Dirut Bank Riau Kepri DR. Irvandi Gustari bahwa untuk mendukung penuh terwujudnya Smart City, diperlukan tingkat kecanggihan teknologi yang sangat tinggi dan tidak tertutup kemungkinan terkait dengan efisiensi dan efektifitas, maka Bank Riau Kepri berkolaborasi dengan Bank BUMN lainnya yang memiliki teknologi yang lebih mumpuni dalam bentuk kerjasama co branding.

Walaupun Bank Riau Kepri saat ini untuk bidang teknologi pada kelompok kategori BPD di perbankan sudah memiliki teknologi terbaik, Hal ini dibuktikan dengan diraihnya Best Practice BPD 2016 “Implementation On ICT Local Bank 2016” dalam ajang Top IT Telco 2016, The Best Bank in Digital Services yang diselenggarakan oleh majalah tempo pada tahun 2016 dan 2017 dan penghargaan pada ajang Top IT Telco 2017 sebagai The Best Top IT Implementation 2017 on Banking Security Solution yang diraih baru-baru ini.

Lagi Irvandi mengatakan teknologi yang dibutuhkan untuk mewujudkan Smart City sesuai dengan yang akan diterapkan di Pekanbaru dibutuhkan level teknologi yang sangat canggih untuk itu tidak tertutup kemungkinan menerapkan pola co branding dengan Bank BUMN untuk bidang teknologi tertentu yang belim dimiliki oleh Bank Riau Kepri.

Lebih dari satu jam kunjungan ini berlangsung. Selama itu terbangun dialog hangat antara Walikota Pekanbaru dan Dirut Bank Riau Kepri.

Pertemuan ini dalam rangka bersilaturrahmi sekaligus membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Pertemuan ini juga membahas rencana kerjasama transaksi non tunai antara Pemerintah Kota Pekanbaru dengan Bank Riau Kepri.

Lebih lanjut Walikota Pekanbaru menjelaskan salah satu dari banyak hal program Smart City adalah Smart Card yang multi fungsi seperti kemudahan membayar pajak, fasilitas kesehatan, angkutan Trans Metro Pekanbaru, Pendidikan serta memudahkan transaksi non tunai.

Kedua belah pihak juga membahas kerjasama pembayaran honor RT/RW seluruh kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru oleh Bank Riau Kepri. Smart Card itu bisa diartikan satu kartu untuk semua.***(rls)

Wooow… Objek Wisata Air Terjun Aek Martua Makin Membahana

Rokan Hulu(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, mulai menata Air Terjun Aek Martua‎ di Desa Tangun, Kecamatan Bangun Purba.

Ini dilakukan agar objek wisata alam yang mempesona dan menjadi andalan Kabupaten Rohul ini semakin menarik wisatawan dari berbagai penjuru.

Selain ditata, jalan menuju Air Terjun Aek Martua juga sedang dilakukan perbaikan oleh Dinas Pemukiman dan Kawasan Pemukiman Rohul‎. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rohul juga programkan penataan di Aek Martua.

Air Terjun Aek Martua merupakan objek wisata alam unggulan di Kabupaten Rohul. Nama Aek Martua diambil dari bahasa daerah satu di antara suku di Riau, yaitu suku Mandailing yang bermakna ‘Air Bertuah’.

Kepala Disparbud Rohul, Drs Yusmar M.Si mengungkapkan sebelumnya untuk sampai ke Air Terjun Aek Martua pengunjung harus berjalan kaki hingga sekira 2 kilometer. Sejak jalan diperbaiki‎ oleh Dinas PKP Rohul, pengunjung bisa membawa kendaraan sampai lokasi parkir sementara yang disediakan dan hanya berjalan sekira 400 meter sampai 500 meter ke Air Terjun Aek Martua.

Memang mobil belum bisa masuk ke lokasi Air Terjun Aek Martua, baru sepeda motor saja, karena jembatan yang membelah hulu Sungai Batang Lubuh masih jembatan gantung. Namun mobil bisa di parkirkan di rumah warga Tangun.

Dari parkiran kendaraan, pengunjung akan menyusuri jalan setapak yang sedang tahap perbaikan dan langsung ke Air Terjun Aek Martua, tidak lagi menuruni jalan terjal dan sesekali merangkak memegang akar pohon seperti sebelumnya.

Saat ini, meski lelah karena menapaki jalan menurun dan menanjak, namun pengunjung akan dimanjakan dengan pohon-pohon yang tumbuh liar di kawasan hutan yang masih asri dan suara burung berkicau.

Air Terjun Aek Martua dibagi dalam tiga tingkatan, yakni Arda 1, Arda 2, dan Arda 3. Suara jatuhnya air membuat suasana alam semakin jelas. Selain udara yang sejuk, air di kawasan ini juga dingin.

Yusmar mengaku dengan diperbaikinya akses, untuk menuju Air Terjun Aek Martua tidak lagi sejauh dulu.

Ini luar biasa, saya sudah membuktikan bahwa saat ini perjalanan menuju Air Terjun Aek Martua yang dulunya jauh sekarang semakin dekat,” kata Yusmar,

Menurut Yusmar, waktu tempuh semakin pendek setelah Pemkab Rohul membuka akses jalan ke Air Terjun Aek Martua, dan saat ini tahap perbaikan.

Memang anugrah Allah SWT kepada kita akan kaya objek wisata ini sangat luar biasa marilah sama-sama kita lestarikan dan kita jaga tuah Aek Martuah ini,” terang Yusmas, di sela-sela yang menikmati dinginnya air terjun yang tidak kalah dengan air terjun lainnya.

Sementara Camat Bangun Purba yang baru dilantik beberapa minggu lalu oleh Bupati Rohul H Suparman.S.Sos.Msi, Admiral Lubis, mengatakan pembangunan jalan ke Air Terjun Aek Martua dilakukan Pemkab Rohul untuk memudahkan wisatawan atau pengunjung supaya jangan lagi jalan kaki menuju Aek Martua.

Tahun ini di bangun jalan semenisasi atau jalan setapak menuju air terjun dan tangga tangga sekarang tahap pengerjaan oleh pihak kontraktor “bebernya Admiral lubis.

Tambah camat anggapan masyarakat luar, dulu untuk mencapai Aek Martua memerlukan waktu yang lama, dan sekarang menjadi dekat. “Kita jalan kaki lebih kurang 10 menit sudah sampai di Aek Martua kebanggaan kita, khususnya di Rohul,” jelas Admiral Lubis.***(fitri)

Dana Desa di Stop, Lima Desa Sengketa Rohul-Kampar Terkatung-Katung

Rohul(SegmenNews.com)- Sejak Januari 2017, Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) lima desa di Kecamatan Kunto Darussalam dan Pagaran Tapah tidak lagi dicairkan oleh Pemkab Rohul. Hal itu membuat lima desa tersebut katung-katung, bahkan tidak memiliki kegiatan lagi.

Lima desa diadalamnya yakni, Desa Tanah Datar, Desa Intan Jaya, Desa Muara Intan Kecamatan Kunto Darussalam, dan Desa Rimbo Jaya, Desa Rimbo Makmur.

Hal itu diakui oleh Sekretaris Desa Tanah Datar, Sawito Selasa (07/11/17). Tidak cairnya ADD tersebut mengakibatkan seluruh perangkat desa mulai Ketua RT, Ketua RW,Kepala Dusun, BPD, Kaur, Sekdes termasuk Kepala Desa tidak lagi menerima gaji hingga Oktober 2017.

Persoalan ini sebagai buntu dari sengketa antara Kabupaten Rohul dengan Kampar. Disaat Kabupaten Rohul dipimpin Bupati Drs.H.Achmad,M.Si, ADD,dan DD tetap cair. Tetapi, setelah Kabupaten Rohul dipimpin Bupati H.Suparman S.Sos.M.Si, ADD dan DD tidak dapat dicairkan lagi.

Sebut  Sawito lagi, data kependudukan dan setoran PBB hingga kini masih tetap ke Kabupaten Rohul. Namun, untuk anggaran ADD dan DD tidak dapat dicairkan dari Kabupaten Rohul.

Sehingga, saat ini kelima desa tidak jelas statusnya, dan masih terombang-ambing apakah masuk wilayah Kabupaten Kampar atau Kabupaten Rohul.

Sementara itu tegas Sawito lagi, Pemkab Rohul tidak mau mengatakan secara transparan ke masyarakat lima desa, bahwa lima desa tersebut masuk wilayah Kabupaten Kampar, termasuk Pemerintah Kabupaten Kampar tidak mau mengatakan lima desa masuk wilayah Kampar.

“Akhirnya masyarakat bingung dan terombang ambing dengan data kependudukan. Kami perangkat desa sangat berharap, dana ADD dan DD bisa dicairkan untuk membayar gaji perangkat desa, termasuk operasional kantor. Tetapi, hingga kini tidak kunjung diterima. Utang kantor desa sudah banyak di toko foto cpy, di toko alat tulis,dan juga warung. Darimana kami cari uang untuk membayar utang tersebut. Sekarang ini, kami menunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten Rohul apakah lima desa masuk wilayah Kampar,atau tidak. Kalau sudah dilepas maka kami masyarakat pasrah masuk Kabupaten Kampar,” tegasnya.

Juga dikatakan seorang warga Desa Tanah Datar, Henri Bagio, pengorbanan, dan perjuangan mempertahankan lima desa masuk wilayah Kabupaten Rohul sudah dilakukan.

Namun, hasilnya sampai kini tidak ada. Perangkat desa dan masyarakat sangat kecewa ke Pemkab Rohul yang tidak bisa mencairkan anggaran ADD dan DD juga bantuan opersaional juga pembangunan tahun 2017 ke lima desa termasuk desanya .

“Akibat anggaran tidak ada, maka kantor kepala desa saat ini ditutup, dan pemerintahan desa melemah. Kami masyarakat ke Bupati Rohul, H Suparman, agar dapat keluarkan anggaran tersebut agar pemerintahan desa dapat berjalan dengan baik,” harap Henri Bagio.***(fit)