Beranda blog Halaman 200

PKK Inhil Tinhkatkan Pemahaman Pengelolaan Arsip

Tembilahan(SegmenNews.com)- Penjabat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Indragiri Hilir, Kartika Sari Erisman, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada sosialisasi pengelolaan arsip yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dipusatkan di ruang e-bilik Diskominfopers Kabupaten Indragiri Hilir, Jl. Akasia No.2, Tembilahan.

Dalam sambutannya, Kartika Sari Erisman menekankan pentingnya pengelolaan arsip yang baik untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan. “Pengelolaan arsip yang efektif akan membantu kita dalam menyimpan informasi penting dan memudahkan akses data bagi semua pihak,” ujarnya.

Sosialisasi ini dihadiri oleh pejabat terkait dan seluruh kader PKK Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan arsip, yang merupakan aspek krusial dalam administrasi publik.

Dengan semangat kolaborasi, diharapkan seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam pengelolaan arsip di lingkungan masing-masing.***(sul/)

Pelayaran Ilegal, Sub Kontraktor PT.RAPP Tewas di Sungai

Sub Kontraktor PT.RAPP Tewas di Sungai

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Suyitno seorang pekerja kontraktor truk angkutan milik PT HCL sub kontraktor PT RAPP, ditemukan tewas di sekitaran Perairan Perbaungan alur Sungai Siak, Selasa 1 Oktober 2024 Pukul 06.43 WIB.

Suyitno terjatuh saat menumpang tongkang Putri Wijaya yang ditarik tug boat Dzaakiyyah Marine dari Jety Roro RAPP tujuan Jety Olak Kuala Mandau. Pelayaran ini tanpa ada izin dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pekanbaru.

Kepala Seksi Keselamatan, Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kantor KSOP Kelas II Pekanbaru, Rayson Cerullo A.P., ST., M.Si, Kamis 3 Oktober 2024, mengatakan, pelayaran yang dilakukan Tongkang Putri Wijaya merupakan pelayaran ilegal karena sama sekali tidak ada izin olah gerak yang dikeluarkan oleh KSOP Pekanbaru.

“Harusnya Tongkang Putri Wijaya yang bergerak dari Jert Roro PT RAPP tersebut tidak boleh jalan. Karena dokumen yang dimiliki oleh Tongkang Putri Wijaya sudah expired dua minggu sebelum kejadian. Katanya mau mengurus perpanjangan izinnya ke KSOP Pekanbaru. Namun nyatanya hingga saat ini tidak ada juga,” ujar Rayson.

Sementara mengenai informasi kejadian Rayson mengungkapkan, pada tanggal 29 September 2024, sekitar pukul 17.00 WIB, Tongkang Putri Wijaya dari Jetty PT RAPP mengangkut 12 truk untuk kebutuhan kegiatan PT RAPP di Mandau. Korban Suyitno merupakan sopir kedua terakhir yang memasukkan truk ke tongkang.

Namun setelah sampai di lokasi tujuan (Mandau), ternyata korban Suyitno tidak ditemukan. Salah seorang teman korban sebelumnya sempat ada yang melihat Suyitno dengan perlengkapan mandinya. Sehingga di perkirakan Suyitno jatuh saat akan mandi tersebut namun tidak diketahui dimana lokasi jatuhnya.

Hal ini kemudian dilaporkan ke petugas jaga KSOP Pekanbaru Wilker Buatan sekitar pukul 22.30 WIB. KSOP Pekanbaru kemudian melakukan sweeping dan mencari informasi. Dari rekan korban didapati informasi bahwa salah satu orang yang berada di atas BG Putri Wijaya mendengar suara benda jatuh di sekitar area Perbaungan dan didapati peralatan
mandi korban berada di sisi kanan tongkang.

Berdasarkan informasi tersebut, area pencarian di fokuskan sekitar Perairan Perbaungan dengan melibatkan unsur masyarakat, perusahaan dan pihak kepolisisan. Senin 30 September 2024
Pukul 00.30 WIB, Petugas Jaga Wilker Buatan personil lengkap melakukan penyisiran di lokasi sekitar Perairan Perbaungan sampai pukul 04.00 WIB.

Karena tidak membuahkan hasil, petugas jaga kembali ke hanggar speed boat PT RAPP Buatan. Pukul 08.00 WIB, Petugas Jaga Wilker Buatan kembali melakukan pencarian bersama unsur terkait dengan dukungan dari pihak PT RAPP Buatan, menggunakan SB Patroli LSPS Code PT RAPP bersama perwakilan TUKS PT RAPP Bpk Fajar, dengan menyisir area dengan pencarian radius +- 7 Nm dan pencarian dihentikan dan kembali ke hanggar pada pukul 17.30 WIB karena tidak membuahkan hasil.

Selasa 1 Oktober 2024, pukul 06.43 Wib, Petugas Jaga mendapat informasi dari Dudy, selaku koordinator Tim SAR dari Kantor SAR Pekanbaru dan menginformasikan bahwa Korban An. Suyitno.telah ditemukan pada koordinat 0°46′18″ N 101°47’2″ E. Petugas jaga bergabung dengan unsur terkait untuk proses evakuasi lanjutan ke Puskesmas Koto Gasib.

Humas PT RAPP, Budi Firmansyah kepada wartawan transmedia.co grub SegmenNews.com terkait SOP yang dilakukan oleh PT RAPP terhadap sub kontraktor pemilik tongkang Putri Wijaya, serta pemilik truk yang dibawa Suyitno, tidak memberikan penjelasan. Budi Firmansyah hanya mengatakan, PT RAPP turut berduka atas kejadian ditemukannya salah seorang pekerja kontraktor truk angkutan milik PT HCL dalam keadaan meninggal dunia di sungai sekitar Kuala Mandau, Desa Olak.

Dikatakannya, korban Suyitno diduga terjatuh ke sungai dalam perjalanan menggunakan Ponton Zaskia Marine 99 dari Buatan menuju Desa Olak, Kabupaten Siak pada hari Minggu, 29 September 2024 yang lalu. Namun keterangan tentang perjalanan yang digunakan korban Suyitno dalam penampaian Budi Firmansyah ini berbeda dengan yang disampaikan oleh pihak KSOP sebelumnya.

Budi Firmansyah juga mengungkapkan, kejadian ini telah dilaporkan kepada pihak berwenang untuk mengetahui penyebab atas kejadian tersebut dan melakukan tindakan selanjutnya sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.***(hn)

Bapenda Tertibkan Reklame Habis Masa Tayang

Bapenda Tertibkan Reklame Habis Masa Tayang

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Tim dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru akhirnya melakukan penertiban terhadap reklame yang sudah habis masa tayangnya. Tapi pemilik reklame tidak kunjung mencopot reklame yang terpasang.

Ada juga tiang reklame yang sudah habis masa izinnya. Tapi pemilik belum kunjung melakukan perpanjangan izin tiang reklame tersebut.

Petugas langsung menertibkan dengan memasang stiker peringatan di reklame komersial yang terpasang. Peringatan itu berbunyi bahwa objek pajak tersebut belum membayar pajak daerah sehingga pemilik harus segera lakukan pembayaran.

Mereka melakukan penertiban di sejumlah ruas jakan seperti Jalan Jendral Sudirman, Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Ahmad Yani. Tim juga mencopot reklame yang terpasang di batang pohon.

“Kita langsung tempel tanda peringatan di papan reklame komersial, Kita ingatkan agar segera membayar pajak reklamenya,” tegas Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan

Tim menyebar ke seluruh wilayah Kota Pekanbaru untuk menyasar reklame yang habis masa tayang. Tiang yang sudah habis masa izin penyelenggaraan reklamenya juga jadi sasaran tim penertiban.

Dirinya mengingatkan agar pemilik yang habis masa izin bisa segera mengurus perpanjangan izin penyelenggaraan tiang reklamenya. Mereka yang belum membayarkan pajak reklame agar segera membayarkan pajaknya.

Penertiban tersebut dilakukan karena ulah oknum pemilik reklame udah merugikan pendapatan daerah bagi Kota Pekanbaru. Kondisi ini menjadi potensi kebocoran pajak daerah dari sektor pajak reklame.

Pemasangan reklame di sembarangan tempat juga menganggu keindahan kota. Ia pun meminta kepada pelaku usaha agar bisa tertib dan taat membayar pajak daerah.

“Kita terus melakukan penetiban dan membersihkan reklame yang sudah habis masa tayangnya dan reklame yang ditempel sembarangan,” jelasnya.***(dmf)

Inacraft 2024, PLN Ajak Pelaku Usaha Muda dan Disabilitas Dengan Produk Berkualitas

Inacraft 2024, PLN Ajak Pelaku Usaha Muda dan Disabilitas Dengan Produk Berkualitas

Jakarta(SegmenNews.com)- PT PLN (Persero) turut memeriahkan gelaran _International Handicraft Trade Fair_ (Inacraft) 2024 melalui _booth_ yang bakal menghadirkan produk-produk berkualitas dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi mitra binaannya. Diketahui, PLN akan menghadirkan produk-produk dari 15 UMKM Muda dan 2 UMKM Disabilitas pada gelaran yang diselenggarakan di Hall A, JCC Senayan, Jakarta pada 2-6 Oktober mendatang.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menjelaskan, partisipasi PLN dalam Inacraft 2024 merupakan wujud komitmen PLN pada program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam mendukung UMKM Indonesia naik kelas.

”PLN tidak hanya fokus dalam menyuplai listrik andal bagi masyarakat, lebih dari itu kami juga sangat komitmen untuk memajukan UMKM di Indonesia. Bagi kami, ini sangat penting karena UMKM merupakan salah satu fondasi ekonomi bangsa,” ujar Gregorius.

Mengusung _booth_ dengan tema “Synergize Your Craft Power”, Gregorius berharap melalui gelaran Inacraft 2024 dapat menjadi wadah sinergi antara PLN dan pelaku UMKM dalam menciptakan produk kreatif, bernilai tinggi, serta berkelanjutan.

Gregorius menjabarkan, dalam gelaran Inacraft kali ini, PLN akan memboyong produk-produk dari 15 UMKM muda hasil binaannya dari berbagai wilayah di Indonesia. Produk yang dipamerkan terutama menyasar segmen anak muda, dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan _(sustainable)._

Sebut saja Paste Lab asal Yogyakarta, akan membawa Produk kerajinan dari plastik daur ulang, Hexagon asal Jakarta akan membawa Aksesoris yang dibuat dengan pewarna dari make-up kadaluarsa. Lalu, Didik Warsito (Yogyakarta) dan D’Belel akan membawa Fashion berbahan limbah kain dan jeans bekas. Terakhir Astagunaku akan membawa Produk fashion dengan pewarna alami.

Mitra Binaan PLN juga nantinya akan berkolaborasi dengan 2 seniman yaitu Wacky dan Yessiow yang diwujudkan dalam produk kolaborasi berupa fashion dan recycle plastik.

Selain produk ramah lingkungan, PLN juga menghadirkan 2 UMKM binaan yang berkolaborasi dengan komunitas disabilitas. Beberapa di antaranya adalah Kreaby yang memiliki produk berupa fashion dan _tumbler_ yang merupakan hasil karya anak-anak autism serta Puka yang merupakan produk aksesoris yang dibuat dengan memberdayakan penyandang disabilitas.

”Dengan berpartisipasi pada Inacraft 2024, diharapkan UMKM binaan PLN dapat memperluas pemasaran produknya di kancah nasional bahkan hingga internasional,” tutup Gregorius.***(rl)

BRK Syariah Terima Penghargaan dair Baznas Riau

Pekanbaru(SegmenNews.com)– Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Provinsi Riau memberikan penghargaan kepada Bank Riau Kepri (BRK) Syariah sebagai mitra Baznas pendukung payroll system. Penghargaan itu diserahkan perwakilan Baznas RI pada acara Rakor Unit Pengumpulan Zakat Baznas Provinsi Riau tahun 2024.

Direktur Dana dan Jasa MA Suharto diwakilkan Branch Manager BRK Syariah Arifin Ahmad, Marwan Setiadi menerima langsung penghargaan tersebut di Hotel Prime Park Pekanbaru, Kamis (3/10/2024). Turut hadir juga dalam acara tersebut Ketua UPZ BRK Syariah, Jon Hendri berserta jajarannya.

“Alhamdulillah, Baznas Riau sebagai pengumpul zakat terbaik menerima penghargaan dari Baznas RI. Hal ini tentunya tidak terlepas dari dukungan semua mitra Baznas Provinsi Riau. Semangat masyarakat Riau menunaikan zakat infak dan sedekah begitu besar. Untuk itu dalam acara Rakor Unit Pengumpulan Zakat Baznas Provinsi Riau tahun 2024 dengan tema peran UPZ dalam meningkatkan zakat di Provinsi Riau, kami juga memberikan penghargaan sepada mitra-mitra Baznas di Riau,” kata Ketua Baznas Riau, Masriadi Hasan.

Dalam kesempatan terpisah dikatakan Ketua UPZ BRK Syariah, Jon Hendri, sebagai BPD, BRK Syariah juga memiliki UPZ yang berdiri sejak tahun 2019. Awalnya yang hanya menghimpun zakat saja, kini UPZ BRK Syariah sudah mendistribusikan langsung kepada mustahik.

“Zakat terkumpul akan didistribusikan melalui beberapa program diantaranya, Zakat konsumtif berupa pemberian paket sembako dan uang tunai, pemberian Beasiswa dan bantuan dana pendidikan, Bantuan kepada tenaga pendidik/ustadz, Zakat produktif berupa Bantuan modal usaha kepada mustahik pelaku usaha, dan lain-lain,” kata Jon Hendri.

Menurut Jon, Baznas di Provinsi Riau sangat membantu pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan daerah. Artinya program yang dimiliki benar-benar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Terimakasih atas penghargaan yang diberikan kepada BRK Syariah sebagai mitra Baznas pendukung payroll system. Dan kedepannya, kolaborasi atau sinergi ini akan kita tingkatkan lagi lebih baik,” ujarnya.

Selanjutnya, UPZ BRKS akan berupaya meningkatkan target pengumpulan dana zakat yang selama ini hanya terbatas dari pegawai BRK Syariah kedepannya bisa dimaksimalkan dari berbagai target Muzakki termasuk nasabah.

“Semakin besar dana yang dihimpun oleh UPZ BRK Syariah maka semakin banyak memberikan kemanfaatan kepada mustahik yang secara langsung berperan dalam program menyejahterakan umat. Dengan membayar zakat akan menentramkan muzakki dan membahagiakan mustahik,” tutup Jon.***(in)

DPRD Pekanbaru Umumkan Susunan Fraksi Baru

DPRD Pekanbaru Umumkan Susunan Fraksi Baru

Pekanbaru(SegmenNews.com)- DPRD Kota Pekanbaru menggelar Rapat Paripurna dengan agenda pengumuman nama dan susunan keanggotaan fraksi-fraksi untuk masa jabatan 2024-2029. Rapat yang berlangsung pada Rabu, 2 Oktober 2024 di ruang rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua Sementara DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid.

Dalam sambutannya, Muhammad Isa Lahamid menegaskan bahwa pembentukan fraksi-fraksi di DPRD merupakan representasi dari hasil perolehan suara pada Pemilihan Umum Legislatif yang lalu. Fraksi memiliki peran strategis dalam mendukung kerja-kerja dewan melalui berbagai tugas, salah satunya mengoordinasikan urusan internal fraksi serta meningkatkan efektivitas kinerja para anggotanya.

“Fraksi di DPRD bukan hanya sekedar kelompok partai, tetapi memiliki tugas penting dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Fraksi juga bertanggung jawab dalam meningkatkan kualitas, kemampuan, dan disiplin anggotanya untuk memastikan bahwa setiap kegiatan di DPRD berjalan optimal,” jelas Isa Lahamid.

Pada kesempatan tersebut, ia mengumumkan bahwa terdapat delapan fraksi di DPRD Kota Pekanbaru untuk periode ini, meski Fraksi Demokrat masih menunda pengumuman resmi karena adanya revisi internal yang masih perlu diperbaiki. “Fraksi Demokrat akan mengajukan revisi dan akan kita paripurnakan ulang bersamaan dengan pengumuman pimpinan definitif nanti,” tambahnya.

Susunan Fraksi-Fraksi DPRD Kota Pekanbaru 2024-2029

Dalam sidang tersebut, Kabag Persidangan DPRD, Khoirul Effendi, membacakan susunan lengkap kepengurusan fraksi-fraksi DPRD Kota Pekanbaru yang terdiri dari tujuh fraksi yang telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusannya.

1. Fraksi PKS

Ketua: Yaser Hamidy, Wakil Ketua: Roi, Sekretaris: Hamdani, Bendahara: dr. Meiza Ningsih, Anggota: Muhammad Isa Lahamid, Edi Azhar, Muhammad Sabarudi, Firmansyah

2- Fraksi PAN, Ketua: Nofrizal, Wakil Ketua: Irman Sasrianto, Sekretaris: Roni Pasla
Anggota: Doni Saputra, Arwinda Gusmalina, Mona Sri Wahyuni

3. Fraksi NasDem, Ketua: Aidhil Nurputra, Wakil Ketua: Zulfan Hafiz, Sekretaris: Faisal Islami, Bendahara: Lindawati, Anggota: Muhammad Riski Rinaldi

4. Fraksi Golkar, Ketua: Roni Amriel, Sekretaris: Sovia Septiana, Bendahara: Syamsul Bahri, Anggota: Putri Varadina, Syafri Syarif

5. Fraksi Hanura-PKB (Nurani Bangsa), Ketua: Zulfahmi, Wakil Ketua: Abu Bakar, Sekretaris: Fikry Raihan, Anggota: Firman

6. Fraksi Gerindra, Ketua: Ervan, Sekretaris: Sri Rubiyanti, Bendahara: Rizki Bagus Oka, Anggota: Andry Saputra, Nurul Ikhsan, Zainal Arifin, Wan Agusti

7. Fraksi PDI Perjuangan, Ketua: Victor Parulian, Wakil Ketua: David Marihot Silaban, Sekretaris: Zulkardi, Bendahara: Zakri Fajar Triyanto, Anggota: Muhammad Dikky Suryadi Khusaini, Robin Eduar, Tekad Indra Pradana Abidin

Dengan terbentuknya fraksi-fraksi ini, DPRD Kota Pekanbaru diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai representasi rakyat. Muhammad Isa Lahamid optimistis bahwa fraksi-fraksi tersebut mampu mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan yang progresif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Pekanbaru.

“Kami berharap fraksi-fraksi ini dapat bekerja secara maksimal dan bersinergi untuk mewujudkan visi pembangunan Pekanbaru yang lebih maju, transparan, dan sejahtera,” tutup Isa Lahamid.***(galeri)

Disperindag Data PKL di Kuliner Malam Cut Nyak Dien

Kepala Disperindag Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, akan melakukan penataan terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di kawasan kuliner malam Jalan Cut Nyak Dien.

Hingga kini, keberadaan ratusan PKL di lokasi tersebut ternyata belum ada izin dari pemerintah kota.

“Cut Nyak Dien, itu kan lokasi itu tidak berizin. Pengelola disitu tidak berizin oleh pemerintah, tidak berizin sama sekali. Maka kita ingin lakukan penataan. Nanti kita akan kelola semuanya,” ungkap Kepala Disperindag Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Selasa (1/10/2024).

Ia menyampaikan, Peraturan Daerah (Perda) Kota Pekanbaru Nomor 13 Tahun 2021 tentang Ketertiban Umun dan Kententraman Masyarakat, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 41 Tahun 2012 tentang Pedoman Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima menjadi dasar hukum penataan terhadap PKL Cut Nyak Dien.

“Jadi (di Permendagri 41 Tahun 2012) disampaikan bahwa kepala daerah wajib menata PKL melalui OPD terkait. (Sekarang) sudah ada SK walikota tentang tim penataan PKL,” ucap Ami, sapaan akrab Zulhelmi Arifin.

Dikatakannya, setelah diambil alih, nanti Disperindag bersama OPD teknis seperti Dinas Perhubungan, Dinas LHK dan Satpol PP akan bekerjasama melakukan penataan terhadap PKL Cut Nyak Dien.

Penataan akan diawali dengan pendataan dan pendaftaran bagi para PKL. Lalu akan dilanjutkan dengan penertiban lokasi, pembinaan dan evaluasi pelaksanaan penataan.

“Sekarang kita sudah melakukan pendataan dan pendaftaran. Kita menyerahkan kemarin surat edaran kepada pedagang di situ agar mereka melakukan pendaftaran. (Pendaftaran) kita perpanjang dari Hari Jumat-Sabtu kemarin, sampai Senin san selasa besok,” terang Ami.

“Harapan kita para pedagang bisa terdata dan terdaftar, baru kita susun sehingga kawasan itu bisa menjadi tertata. Jadi tidak hanya berjualan saja, tapi nanti di mana parkirnya, tidak berserak macam sekarang,” ulasnya.

Dengan kondisi saat ini, lanjut Ami, kuliner malam Cut Nyak Dien sangat semrawut karena tidak tertata dengan baik oleh pihak tertentu yang disebut sebagai pengelola.

“Seperti malam Minggu kamarin, itu kan (kunjungan) padat sekali. Nanti misalnya ada pengunjung yang tiba-tiba butuh bantuan misalnya kena serangan jantung, itu kan ambulans tidak bisa masuk,” ujarnya.

“Lalu kalau terjadi kebakaran, itu mobil damkar tak bisa masuk. Maka perlu kita atur jalur distribusi orang dan barang. Begitu juga jalur evakuasi, itu harus kita siapkan. Jangan sampai karena pakir berserak, pedagang yang tidak tertata dengan baik, itu malah menjadi persoalan yang tidak bisa kita selesaikan,” sambung Ami.

Nantinya dengan dikelola pemerintah, para pedagang tidak hanya tertata tapi juga akan diringankan dengan retribusi yang harus mereka keluarkan setiap bulannya.

Yang mana berdasarkan Perda Kota Pekanbaru Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, retribusi yang harus dibayarkan hanya sebesar Rp5 ribu per meter per hari.

“Kalau sekarang ada yang (bayar) Rp600, bahkan kemarin ada yang daftar sama kita, saya tanya katanya bayar 1 juta sebulan. Kaget kita, kemana perginya duit itu,” tegas Ami.

Untuk itu, pihaknya bakal mengambil alih PKL Cut Nyak Dien. Selain tertata, keberadaan pedagang di lokasi itu juga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru.

“Jadi kita konsen untuk pembinaan, lalu ada retrbisui yang menjadi potensi PAD di sana. Jadi pengaturan akan kita lakukan secara keseluruhan, tidak sepotong-potong. Kita mau tata, mau atur semuanya supaya lebih tertib,” tutup Ami.***(dmf)

BRK Syariah Siap Bantu Anggota API Kembangkan Usaha

Pekanbaru(SegmenNews.com)– Event Riau Berkain 2024 dengan tema Melenggang yang ditaja BPD Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Riau di Ballroom Menara Dang Merdu BRK Syariah berlangsung dengan meriah dan disambut antusias seluruh undangan. Melihat Riau yang memiliki potensi bisnis besar di bidang fashion, BRK Syariah siap memberikan fasilitas pembiayaan kepada anggota API Riau untuk mengembangkan usahanya.

Direktur Dana dan Jasa BRK Syariah, MA Suharto dalam acara tersebut menyebutkan fashion sendiri sudah seperti menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan begitu saja dari segala bentuk aktivitas sehari-hari. Tingginya minat pembeli membuat banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya di bidang pertekstilan membuat inovasi-inovasi baru dalam produksinya.

“Acara hari ini luar biasa, hebat dan sangat meriah. API Riau sukses menggelar acara yang bertujuan untuk mempromosikan wastra Riau. Selama ini BRK Syariah fokus kepada pengembangan UMKM di sektor makanan, bisa jadi kedepannya akan ke arah fashion ini, dan kami siap untuk membantu anggota API dalam meningkatkan modal usahanya melalui program KUR dari BRK Syariah,” kata Suharto saat mengisi Talk Show di acara Riau Berkain 2024, Rabu (2/10/2024).

Komitmen BRK Syariah dalam membantu pelaku UMKM untuk naik kelas ini salah satunya dengan membuat Centra UMKM yang berada di kantor BRK Syariah Arifin Ahmad. Di Centra UMKM ini banyak kegiatan yang diberikan kepada nasabah UMKM BRK Syariah, seperti bimbingan untuk mendapatkan sertifikat halal, pelatihan-pelatihan bagaimana memasarkan produk secara digital serta pembinaan lainnya dalam meningkatkan usahannya.

“Sinergi dan kolaborasi BRK Syariah dengan API ini sudah langkah yang tepat, BRK Syariah menyiapkan tempat bagi BPD API Riau untuk menggelar pelatihan di Centra UMKM, dengan kapasitas peserta maksimal 40 orang. Saya sangat tertarik sekali dengan bisnis di bidang fashion ini dan kita akan coba masuk ke ranah ini karena kita melihat cuannya cukup menjanjikan. Anggota API yang ingin meningkatkan modal usaha, silahkan datang ke BRK Syariah,” kata Suharto.

Talk Show dengan tema Akselerasi Wastra Riau Berkelanjutan menghadirkan tokoh-tokoh penting dalam dunia pertekstilan. Selain Direktur Dana dan Jasa BRK Syariah MA Suharto, tokoh lainnya adalah Community Development APR Sundari Berlian, Wakil Ketua BPD API Riau Ir Arningsih dan Chief Brand Officer Femina, Zornia Harisantoso. Keempat tokoh ini menjelaskan bagaimana perkembangan dunia pertekstilan di Riau yang kini semakin populer, dengan potensi yang cukup bagus dan perlu tahu bagaimana strategi yang tepat untuk menjalankan bisnis fashion ini.

Dalam kesempatan itu, Ketua API Riau, Basrie Kamba juga menyampaikan API berkomitmen akan mendunia wastra Riau. Beberapa kegiatan dilakukan secara berkelanjutan untuk mempopulerkan produk-produk kain dari Riau. Bisnis fashion dapat menjadi sarana untuk menyalurkan hobi dan passion. Memulainya, dapat mengembangkan kreativitas dan ide-ide baru dalam menciptakan produk fashion yang unik dan menarik.

“Makanya di API banyak anak-anak muda yang tergabung dalam kepengurusan, mulai dari pengrajin batik hingga desainer. Bahkan karya mereka juga sudah ada yang ke Mancanegara. Saat ini dari saran yang masuk ke kami pengurus API Riau dan menjadi PR kami adalah memperbaiki kualitas, memperbaiki desain dan memperbaiki harga,” kata Basrie.

Acara Riau Berkain 2024 dengan tema Melenggang ini diisi dengan perlombaan fashion show, lomba design antar pelajar, fashion show karya-karya anggota API Riau serta bazar makanan dari pelaku UMKM di wilayah Riau. Acara juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se Provinsi Riau, Asosiasi Pengusaha Indonesia, serta lembaga-lembaga lainnya.***(in)

Jika Terpilih, Cabup Indra Gunawan Utamakan Kesejahteraan Masyarakat

Jika Terpilih, Cabup Indra Gunawan Utamakan Kesejahteraan Masyarakat

Rohul(SegmenNews.com)- Calon Bupati nomor urut empat, H.Indra Gunawan dan Cawabub H.Abdul Haris (INDAH) kembali melanjutkan kampanye dialogis bersama masyarakat di Desa Marga Mulia, Kecamatan Rambah Samo, Selasa (1/10/2024). Kampanye ini disambut hangat oleh ratusan warga yang antusias mendengarkan gagasan dan visi pasangan calon ini.

“Memang saya setiap turun lebih suka berdialog, karena dari dialog itulah akan muncul program program yang akan datang dan kita menyusun program berdasarkan kebutuhan masyarakat terkait masalah yang ada ,” terang calon bupati.

Indra Gunawan yang masih menjabat sebagai wakil bupati Rohul itu menambahkan jika bicara sektor pendidikan, bagaimana nasib guru-guru honorer yang hari ini, masih banyak di Kabupaten Rohul, yang insya allah, kalau pasangan Indah diberikan kepercayaan untuk melayani masyarakat guru honorer ini akan diangkat untuk menjadi PPPK semua.

Kemudian masalah ekonomi saat ini sebesar 68 persen masyarakat Rohul ini punya sawit,akan tetapi harganya masih dibawah standar, belum memadai juga masih banyak warga yang belum tahu cara pengurusannya.

“Untuk itu kita akan menunjuk PPL perkebunan satu orang dalam satu desa untuk membina juga untuk memasarkan agar setiap penjualan buah sawit harganya lebih tinggi. Namun yang perlu diperhatikan terlebih dahulu Kesejahteraan PPL yang menjadi pendampingan petani sawit, agar mereka fokus bekerja untuk membina petani,” sampainya.

Terkait dengan inffrastruktur masih banyak desa-desa yang masih terisolir di Kabupaten Rohul karena masih minimnya fasilitas jalan, bahkan jalan yang ada semakin hancur untuk mengatasi hal tersebut kata Indragunawan pihaknya akan menyediakan satu set alat berat di setiap Kecamatan.

Hal ini dilakukan agar setiap Kecamatan itu bisa dengan segera memperbaiki jalan kalau terjadi kerusakan,”Selama ini jumlah alat berat itu masih minim,dimana dari 16 Kecmatan yang ada di Rohul alat beratnya hanya beberapa set saja,sehingga setiap Kecamatan yng memerlukan terpaksa menunggu dlm waktu yang cukup lama,” tambahnya.

Senada disampaikan calon wakil bupati H.Abdul Haris Ssos.Msi mengakui masih banyak yang perlu diperhatikan di Rohul yang selama ini terabaikan seperti
Pondok Pesantren , SD swasta dan SMP swasta, rumah ibadah, mubaligh, imam masjid, MDTA.

“Kami akan memperhatikan kesejahteraan Imam Masdjid Ghorim di setiap Masjid, agar Masjid tersebut berisi setiap masuk waktu sholat,” ungkap mantan Sekda Rohul itu.

Mendengar pernyataan tersebut ratusan masyarakat yang hadir merasa gembira dan merasa lega karena yang selama ini itulah yang mereka butuhkan.”Kami berjanji akan berusaha dan berdoa agar Pasangan Indah dengan nomor urut Empat meneng pada Pilkada tahun 2024 ini ,” ujar Syahril sedangkan yng lainnya mengaminkan.***(Yus)

RAPP Terima Penghargaan BBSPJIS, Perkuat Posisi Sebagai Produsen Kertas Ramah Lingkungan

RAPP Terima Penghargaan BBSPJIS, Perkuat Posisi Sebagai Produsen Kertas Ramah Lingkungan

Bandung(SegmenNews.com)- PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menerima penghargaan dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Selulosa (BBSPJIS) atas komitmen RAPP dalam menerapkan sertifikasi dan pengujian mutu kertas yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sebagai salah satu produsen kertas terbesar di Indonesia, RAPP terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas produk. Penghargaan ini menjadi bukti nyata dedikasi RAPP dalam menjaga kualitas produk kertas yang dihasilkannya, sekaligus memenuhi standar sertifikasi nasional maupun internasional.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri Andi Rizaldi, ST, MM, didampingi Kepala Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Selulosa Dra. Hendra Yetty, M.Si, di Kantor BBSPJIS Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/9/2024) lalu.

Hendra Yetty menyampaikan, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong sektor swasta dalam memajukan industri nasional yang berkelanjutan.

“BBSPJIS mengapresiasi komitmen APRIL Group dalam hal sertifikasi dan pengujian yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade terakhir, terlebih terhadap penerapan Standar Nasional Indonesia untuk industri pulp dan kertas yang berkelanjutan,” sebut Hendra Yetty.

BBSPJIS juga memuji langkah RAPP yang secara konsisten menjalankan prosedur sertifikasi dan pengujian, serta memastikan bahwa produk kertas yang dihasilkan ramah lingkungan dan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.

Sebagai lembaga Sertifikasi Produk (LSPro), BBSPJIS memverifikasi penerapan Standar Nasional Indonesia untuk Kertas Cetak Tanpa Salut (SNI 8126:2014) dan Kertas Multiguna (SNI 6691:2015). Selain itu, BBSPJIS juga sebagai Lembaga Sertifikasi Ekolabel (LSE) yang memverifikasi penerapan Kriteria Ekolabel Kertas (SNI 7188.1.3-2021).

Debbi Andalia, Certification & License Head RAPP menjelaskan, bahwa penghargaan ini merepresentasikan komitmen RAPP untuk memproduksi produk pulp dan kertas sesuai dengan standard mutu dan ekolabel yang diakui oleh pihak ketiga.

“Sertifikasi produk dan ekolabel juga memberi nilai tambah terhadap kinerja mutu dan lingkungan serta mendukung tujuan perusahaan untuk mewujudkan industri pulp dan kertas berkelanjutan,” jelasnya.

Dengan penghargaan ini, RAPP mempertegas posisinya sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada produksi, namun juga kualitas, inovasi, serta tanggung jawab terhadap keberlanjutan industri selulosa di Indonesia.

Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi perusahaan lain di sektor yang sama untuk terus berinovasi dan memperhatikan aspek standarisasi dalam operasional, termasuk meningkatkan daya saing produk pulp dan kertas yang berkelanjutan.**(rl)