Beranda blog Halaman 2421

Tennas Effendy Dirawat di RSUD Arifin Achmad

tenasPekanbaru(SegmenNews.com)–  Budayawan senior Riau Tennas Effendy yang sempat mendapatkan perawatan di RS Putera Medical Centre Melaka, hari ini Jum’at (27/2/15). Tenas Effendy tiba di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, dan langsung mendapatkan perawatan di ruangan ICU.

Tenas tiba di Pekanbaru sekitar pukul 11.00 WIB dari Melaka, Malaysia usai menjalani perawatan di salah satu rumah sakit, di sana kondisinya terus menurun. Tenas ditangani tim medis RSUD Arifin Achmad yang diketuai Dr Vera.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Arifin Achmad, Ruswaldi M, menyebutkan peratawan pertama yang diberikan tim medis yakni menstabilkan nadi, darah dan pernapasan. “Setelah ini, baru dilakukan perawatan lanjutan, setelah ada perubahan yang biasa disebut hemedominamik,” katanya.

Sejumlah pejabat langsung menyambut ketika budayawan dan tokoh masyarakat Riau dan keluarga itu tiba di RSUD Pekanbaru. Di antaranya Bupati Pelalawan M Haris, Sekdaprov Riau Zaini Ismail, Kadiskominfo-PDE Riau Ahmad Syah Harofie, Kepala UPT Media Center Mastar Mahad.

Seluruh masyarakat Riau diharapkan agar dapat memberikan doa untuk kesehatan sang budayawan Riau tersebut.***(ran)

Disbun Rohil Salurkan 12 ribu batang Bibit Sawit ke Koptan Simpang Kanan

Disbun Rohil Salurkan 12 ribu batang Bibit Sawit ke Koptan Simpang Kanan (foto ilustrasi)
Disbun Rohil Salurkan 12 ribu batang Bibit Sawit ke Koptan Simpang Kanan (foto ilustrasi)

Rokan Hilir(SegmenNews.com)- Kurang lebih 12.000 bantang bibit kelapa sawit disalurkan oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Rokan Hilir,kepada empat kelompok tani Kecamatan Simpang kanan Rohil-Riau.

“Bantuan bibit kelapa sawit ke masyarakat untuk meningkatakan kualitas sawit masyarakat sehingga kedepan dengan meningkatanya produksi sawit masyarakat,perekonomian masyarakat terdorong,” kata Kepala Dinas Perkebunan H.Syahril kepada wartawan, Kamis (26/2/15).

Lanjutnaya, saat ini ada empat kelompok tani kecamatan simpang kanan yang mendapatkan bantuan bibit kelapa sawit. Kita harapkan bantuan yang kita serahkan dapat di manfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh kelompok tani tersebut.

“Adapun maksud program bantuan bibit sawit yang diserahkan kepada masyarakat kelompok tani untuk meningkatakan kwalitas tanaman mereka. penyaluran diutamakan kepada tanaman yang layak diremajakan sehingga dengan harapan impian petani untuk mendaptkan hasil yang lebih tinggi dapat terwujud,” ucap Syahril.

“Mudah-mudahan bantuan itu dapat berguna untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat simpang kanan,kususnya kepada empat kelompok tani simpang kanan.saya juga meminta
kepada kelompok tani,jagan ada jual beli bantuan bibit kelapa sawit tersebut,” harapnya.***(adv/hms)

Paripurna Pembentukan Pansus Izin Kebun Hujan Interupsi

interupsiPekanbaru(SegmenNews.com)– Rapat Paripurna DPRD Provinsi Riau, di gedung DPRD Riau Lancang Kuning itu, Kamis (25/2/15) tentang penyampaian usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Evaluasi dan Monitoring Perizinan Kebun dan Lahan yang diusulkan oleh anggota Komisi A DPRD Riau, berlangsung hangat dan hujan interupsi dari anggota dewan.

Sebagai inisiator penyampaian usulan Pansus tersebut yakni anggota Komisi A Suhardiman Amby. Sebetulnya Pansus evaluasi perkebunan perizian lahan ini merupakan target yang diprioritaskan oleh Komisi A dalam awal masa tugasnya menjadi anggota dewan periode 2014-2019, supaya dapat menertipkan tapal batas perkebunan dan lahan di Riau. Namun diprotes oleh teman dewan lain.

Salah seorang yang interupsi, yakni Ketua Komisi E, dari Fraksi Golkar Masnur. Dalam interupsinya menegaskan pembuatan Pansus tersebut sah-sah saja, karena diatur dalam Tatib Dewan, dan merupakan hak seorang anggota dewan, yang diistilahkan dengan hak inisiator. Namun hendaknya objek pansus tersebut harus lebih difokuskan.

Namun pada prinsipnya, dalam interupsi itu, sejumlah anggota dewan tidak menolak usulan pembentukan Pansus. Hanya mereka ingin memberikan masukan dan saran yang diperlukan untuk kokohnya keberadaan Pansus itu.

“Pembuatan Pansus tidak haram, karena diperbolehkan Tatib kita, namun tugas Pansus harus lebih spesifik dan fokus,” Kata Masnur. Sedangkan dewan lain dari Anggota Komisi D, Zukri menyatakan secara prinsip jika untuk kebaikan, maka tidak akan menolak Pansus yang diusulkan Komisi A. Meski demikian lanjutnya, dirinya mempertanyakan komposisi keanggotaan Pansus tersebut yang tidak lazim.

“Struktur keanggotaan Pansus tidak lazim, karena Fraksi PDIP hanya mendapatkan jatah dua anggota, nah pembagian ini berdasarkan apa?,” tanya Politisi PDIP itu.

Demikian juga disampaikan anggota dewan lainnya, Syafrudin Poti, yang menyebutkan, Pansus tersebut harus memiliki objek khusus, tentang perusahaan mana, perkebunan mana, pertambangan, atau pun lahan yang dipersoalkan. Jika tidak disebutkan objeknya maka pengawasan sesuai tugas anggota dewan.

“Kalau seluruh monitoring itu pengawasan , karena ada yang riskan yang harus di selesaikan maka di bentuk pansus, tapi objeknya harus jelas,” kata anggota dewan Dapil Rohul itu. Sedangkan Anggota Komisi B DPRD Riau, Maamun Solihin dalam interupsi minta Pansus yang diajukan Suhardiman Amby tersebut cukup jelas, simple, dan tidak perlu bertele-tele. Maka dari itu, menurutnya tak perlu banyak dilakukan paripurna lagi kedepannya.***(alind)

Khawatir Terjadi Konflik di Lima Desa, DPRD Riau Kunjungi Kampar-Rohul

batasPekanbaru(SegmenNews.com)- Meski sudah ada keputusan Mahkamah Agung (MA) bahwa lima desa yakni Tanah Datar, Rimba Jaya, Rimba Makmur, Tanah datar, dan Intan Jaya masuk kedalam wilayah teritorial pemilihan di Kabupaten Kampar, namun bukan berarti peralihan wilayah tidak semudah yang dibayangkan. Dikhawatirkan pada Pilkada 2015 nanti terjadi konflik antara Rohul dan Kampar yang berujung batal Pilkada.

Untuk menjaga kondisifitas keamanan dan ketertiban Pemilihan Kepala Daerah ditahun 2015, Komisi A DPRD Riau akan mengunjungi KPUD Kabupaten Rohul dan Kampar. Pasalnya dua daerah ini memiliki lima desa bersengketa ditapal batas kedua daerah.

“Menjelang Pilkada Rohul tahun 2015, kita akan turun mengunjungi kesiapan dua KPUD dan dua kepala daerah itu. Supaya pelaksanaan Pilkada nanti terakomodir dari hal hal tidak diinginkan, seperti bentrok atau konflik lainnya,” kata Anggota komisi A DPRD Riau dari Fraksi PKB, Sugianto, Kamis (26/2).

Ketika turun, Sugianto harus menjelaskan secara pasti beberapa jumlah pemilih, wilayah pemilih dan kesiapan masyarakat untuk memilih di Pilkada nanti. Supaya hak politik masyarakat tidak ada yang hilang. Karena satu suara sangat berarti dalam menentukan nansib daerah lima tahun kedepan.

Dilima desa diperbatasan Rohul dan Kampar ada sekitar 6000 Daftar Pemilih tetap (DPT). Jika terabaikan, otomatis hak berpolik ribuan masaryakat ini akan hilang. Jumlah ini tidak sedikit, tapi sudah berskala besar, yang bisa mendudukan beberapa perwakilan di lembaga kursi legislator dan juga sebagai penentu kemenangan kepala daerah.

Kunjungan ini tidak saja dilakukan kepada KPUD Rohul dan Kampar, namun juga dilakukan ke 9 daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak ditahun ini. Sementara ke empat daerah yang sudah direncakan dari tahun sebelumnya yaitu, Dumai, Meranti, bengkalis dan Inhu sudah dikunjungi. Namun lima daerah yang ditetapkan ikut Pilkada baru baru ini termasuk Rohul belum dikunjugi.

“Bulan depan, kita sudah mengagendakan akan turun ke Rohul dan Kampar terkait penyelesaian lima desa tapal batas yang masing bersengketa. Selain itu, kita juga akan mengunjungi daerah yang akan melaksanakan Pilkada lain dibulan yang sama. Dengan harapan, Pilkada besok tidak terjadi kendala berat yang dapat menyebabkan konflik atau batal Pilkada,” jelas Sugianto.***(ran)

Batu Idocrase Asal Aceh Tembus Rp 2,5 Miliar

giok idocraseSegmenNews.com– Perlu diketahui beberapa batu mulia yang santer di bicarakan dikalangan pecinta batu seperti berlian, batu rubi, batu safir dan berbagai batu mulia yang berharga mahal lainnya. Namun sekarang lagi buming batu mulia asal aceh idocrase masih jenis batu giok memiliki warna hijau muda lumut transparan, ada juga berwarna coklat muda warna bio solar.

Harga batu idocrase tak tanggung-tanggung, yang sudah pernah terjual saja tembus  Rp 2,5 miliar total berat batu 2,5kg, namun harga batu masih ditentukan dengan kualitas batu, ukuran dan kebersihan serat batu.

Akhir-akhir ini bahan batu giok idocrase sangat langka sehingga harga dipasaran juga sangat tinggi, satu kilogram bahan batu giok aceh idocrase bisa dihargai dengan 50 Juta, dimana dalam satu kg tersebut bisa menghasilkan 10-30 butir batu idocrase yang super.

Batu giok idocrase super dalam satu butir ukuran mata cincin normalnya dihargai antara 3 – 10 juta, namun pada beberapa kasus karena tingkat kualitas batu yang sangat tinggi harganya bisa melebihi 100 juta untuk ukuran ibu jari.***(chir/bta)

Kampar Siap Menuju Sentral Seragam Sekolah di Riau

Jefri Noer
Jefri Noer

Siak Hulu(SegmenNews.com)– Pemerintah Kabupaten Kampar sedang menggiatkan program peningkatan dan kemandirian masyarakat dalam berbagai hal termasuk mengembangkan industri baju sekolah hingga menjadi sentral seragam sekolah di Provinsi Riau.

Industri baju ini merupakan peluang besar, pasalnya selama ini kebanyakan daerah masih memesan ke luar Provinsi seperti Jawa dan Bukittingggi. Untuk itu, Pemerintah Kampar telah menjalankan kawasan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu. Di lokaSi tersebut telah banyak warga yang dilatih untuk mampu menjahit sehingga mendatangkan keuntungan kemudian meningkatkan perekonomian secara mandiri.

“Ini merupakan peluang yang harus dicapai sebagai upaya menyukseskan Program 3 Zero. Bebas kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh,” kata Jefri Noer, Kamis (26/2/15).

Jika masyarakat telah memiliki keterampilan dan keahlian salah satunya jahit menjahit, menurut Jefry dengan sendirinya akan membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan.

“Terkecuali bagi mereka yang memang masuk pada golongan non produktif seperti cacat permanen, hingga janda beranak dan kalangan orang berumur. Namun mereka menjadi tanggung jawab pemda, dimana setiap tahun mereka akan diberikan santunan sebesar Rp3,6 juta untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup,” katanya.

Jefry Noer mengatakan, pelatihan jahit menjahit telah dilaksanakan di kawasan P4S sejak lama, diawal kepemimpinannya di Kabupaten Kampar.

Pada Maret mendatang, lanjut dia, akan ada dua kelompok lagi yang akan mengikuti pelatihan jahit menjahit. Satu kelompok terdiri dari 90 orang sehingga totalnya ada sebanyak 180 orang. Mereka akan menularkan keahlian kepada masyarakat lainnya, lebih luas.

“Mereka akan diajarkan keahlian menjahit khususnya untuk seragam sekolah. Harapannya, nanti mereka dapat berusaha untuk memenuhi kebutuhan pakaian sekolah di Kampar dan bahkan Riau,” katanya.

Bayangkan saja, lanjut Jefry, saat ini di Kampar terdapat 166 ribu pelajar yang dalam setahun mereka membutuhkan dua pasang pakaian sekolah.

Dengan demikian, katanya, maka kebutuhan pakaian seragam sekolah untuk di Kampar saja mencapai lebih 300 ribu pasang. Belum termasuk daerah lainnya di Riau.

“Untuk di Riau saat ini diperkirakan ada sebanyak 1 juta pelajar yang membutuhkan dua pasang pakaian sekolah setiap tahunnya. Artinya, kebutuhan seragam sekolah untuk pelajar di Riau adalaha 2 juta pasang,” katanya.

Menurut Jefry, jika Kampar mampu untuk memproduksi baju seragam sekolah, mengapa harus pesan ke daerah lain seperti Bukittinggi Sumatera Barat dan Jawa. Bahkan Kampar siap untuk memproduksi baju sekolah untuk memenuhi kebutuhan seluruh kabupaten/kota di Riau.

“Jika ini terwujud, maka akan mempercepat keberhasilan program untuk memberantas kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh. Mudah-mudahan tahun 2016 nanti, Kampar telah berhasil mencapai 3 Zero itu karena juga ada sejumlah program lainnya seperti pengembangan Desa Mandiri Pangan dan Energi yang sekarang masih terus berjalan,” katanya.***(advertorial/ali)

Empat Kabupaten/Kota Dilibatkan Normalisasi Sungai Siak

sungai siakPekanbaru(SegmenNews.com)– Masyarakat di Riau, khususnya sekitar Sungai Siak akan merasakan kembali jernihnya air Sungai Siak. Rencana ini merupakan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk melakukan normalisasi Sungai Siak. Bahkan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau, selaku pelaksana utama proyek ini telah melakukan berbagai persiapan untuk memperbaiki kondisi sungai tersebut.

Seperti yang dijelaskan oleh Kepala BLH Riau, Yuwilriati Moesa, ada empat kabupaten dan satu kota yang akan terlibat dalam pelaksanaan normalisasi tersebut. Pemda terkait adalah Pekanbaru, Siak, Bengkalis, Rohul, dan Kampar. Beberapa tahapan perencanaan pelaksanaan program bahkan telah dilakukannya bersama pemda terkait itu.

“Kita telah meminta mereka untuk membangun turap. Beberapa telah dibuatkan DED nya,” sebutnya.

Disebutkannya juga, bahwa pihaknya telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 200 milliar untuk menjalankan program normalisasi tersebut. Dari anggaran tersebutlah, BLH akan memasang pipa komunal dan juga Water Quality Monitoring System (WQMS).

“Dengan pemasangan WQMS kita bisa memantau kondisi air secara realtime, 24 jam penuh. Sedangkan pipa komunal berguna untuk memperkecil pencemaran yang akan masuk ke Sungai Siak,” jelasnya.

Sementara untuk pembangunan turap, sambung mantan Direktur RSUD Arifin Ahmad itu, anggarannya akan disesuaikan pada tiap kabupaten yang dilalui aliran Sungai Siak itu. Hal ini karena, jelas Yulwiriati, tekstur tanah pesisir sungai Siak itu tidak akan sama di tiap daerahnya.

“Antara tiap wilayah tentu berbeda, dan ini sudah ada standar teknisnya,” ucapnya.

Ia berharap, proyek yang akan digesa pada tahun 2015 ini, dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sehingga partisipasi seluruh elemen masyakat diharapkan turut menunjang kesuksesan tersbut, sehingga cita-cita untuk memperbaiki sungai yang telah menjadi ikon di Bumi Lancang Kuning itu dapt terwujud.***(alind)

Legislator Riau Sebut Program WQMS Tak Berguna

Noviwaldi Jusman
Noviwaldi Jusman

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Program menormalisasi air Sungai Siak dengan memasang pipa komunal dan juga Water Quality Monitoring System (WQMS) ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldi Jusman tidak berguna. Seharusnya, BLH melakukan pengawasan untuk memastikan instalasi pengolahan limbah pabrik sesuai dengan ketentuan berlaku.

Diantara pabrik yang beroperasi dipinggir Sungai Siak yaitu, PT Indah Kiat, PT Riki, PT Plywood, PT RGM dan lain lain. Perusahaan ini adalah pabrik raksasa terdiri dari pengolahan hasil perkebunan dan hutan yang membuang limbah ke sungai itu.

Dengan pengurangan pencemaran dari aliran limbah pabrik dan termasuk sampah rumah tangga, maka baru bisa dilakukan program WQMS. Karena fungsi WQMS hanya memonitoring kualitas air bukan penjernihan.

Terkait anggaran Rp 200 miliar pembuata proyek normalisasi air Sungai Siak tidak ada di APBD 2015. Dan jika BLH mengaku sudah ada dan akan melaksanakan program itu ditahun 2015, maka pernyataannya tidak benar. Sebab anggaran BLH di APBD tahun ini hanya sekitar Rp 22,2 miliar.

“Sebenarnya yang dilakukan BLH bukan program WQMS tapi pengawasan instalasi limbah pabrik dan penanaman pohon untuk memperbaiki ekosistem air dialiran Sungai Siak. Kemudian dengan anggaran sebesar Rp 200 miliar tidak mungkin akan disahkan oleh DPRD, karena program ini dianggab tidak bermutu untuk dilaksanakan,” kata Noviwaldi.

Hal senada juga dikatakan oleh Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau, Riko Kurniawan. Sebelumnya pemerintah pusat sudah menetapkan, air Sungai Siak, salah satu pencemaran berat di Indonesia. Kualitas air kelas C. Air tersbut hanya bisa digunakan untuk mandi dan pertanian.

Namun jika untuk meningkatkan kualitas air dengan menggunkan program WQMS, maka BLH harus membenarkan dulu instalasi pengolahan limbah pabrik, limbah rumah tangga dan menanam pohon dihulu, tengah dan hilir sungai. Jika tidak seperti itu, maka program WQMS mubazir dilaksanakan.

“Program WQMS tidak perlu dilaksanakan. Namun lebih utama adalah mendorong peningkatan kualitas air dari kelas C menjadi kelas A. Dengan cara membenarkan aliran sungai dari sejumlah limbah pabrik yang ada dari hulu sampai hilir disepanjang Sungai Siak. Sebab program ini sudah tahap terakhir jika semua program utama diatas diprioritaskan terlebih dahulu,” jelas Riko.***(ran/alind)

Perhatian Bupati Terhadap Ponpes Sangat Besar

a pondok pesantrenSelatbaru(SegmenNews.com)– Perhatian Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh terhadap pembangunan sektor pendidikan agama, khususnya Pondok Pesantren sangat besar. Hal ini ditunjukan adalah, menjadikan Pondok Pesantren Modern Nurul Hidayah, Desa Pasiran, sebagai binaan pemerintah daerah.

“Salah satu program Bupati Bengkalis dalam bidang pendidikan, menjadikan Kota Bengkalis sebagai pusat pendidikan. Salah satunya komitmen Ponpes Modern Nurul Hidayah sebagai binaan Pemda,” ungkap Pimpinan Pondok Pesantren, Ustatd Ahmad Pamuji, Selasa malam (24/2) pada acara Tabligh Akbar Perkemahan Ponpes Modern Nurul Hidayah tahun 2015 di Lapangan Sepakbola Desa Selatbaru.

Selain dihadiri Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh, turut hadir pada malam itu, anggota DPRD Bengkalis, Syofian, sejumlah Kepala SKPD Bengkalis, Sekcam Bantan, tokoh masyarakat dan para orang tua santriwan dan santriwati. Pada acara itu juga diisi tausiah oleh ustadz Yurnalis dari Pekanbaru.

Untuk mendukung keperadaan Ponpes Modern Nurul Hidayah sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan, pada tahun 2014 lalu Pemkab Bengkalis membantu sarana dan prasarana pendukung. Bantuan tersebut berupa pembangunan gedung 6 lokal ruang belajar  mengajar, 1 unit gedung serbaguna, 1 unit gedung galeri seni dan 1 unit gedung multi media.

“Alhamdulillah, sarana tersebut sudah dimanfaatkan oleh para santriwan dan santriwati. Untuk itu kami atas nama keluarga besar Ponpes Modern Nurul Hidayah mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bengkalis yang sangat peduli,” ungkapnya di hadapan para santri dan warga setempat.

a pondok pesantren 2Diungkapkan Ust Ahamad Pamuji, upaya untuk memajukan dunia pendidikan, terlebih pendidikan bidang agama merupakan tanggungjawab bersama. Siapa pun orangnya, tidak memandang profesinya, baik itu ustad, pimpinan pondok pesantren dan pemerintah, mempunyai tanggungjawab untuk membangun membangun daerah ini.

“Untuk itu saya mengajak seluruh elemen masyarakat di daerah ini, bersama-sama bergandeng tangan untuk memajukan Ponpes Modern Nurul Hidayah. Siapa yang bisa berzariah dengan harga silakan, berzariah dengan ilmu silakan dan berzariah dengan jabatan silakan. Allah akan membalas dengan amal ibadah,” ungkap Pamuji.

Saat ini, jumlah santriwan dan santriwati Ponpes Modern Nuruh Hidayah sebanyak 800 orang. Dari jumlah itu, asrama yang ada sudah over kapasitas, sehingga pimpinan Ponpes, ust Pamuji berharap adanya bantuan dari berbagai pihak dan Pemkab Bengkalis untuk pembangunan asrama. “Saat ini, asrama yang ada dua unit, yakni asrama putra dan putri dengan kapasitas 600 jiwa, sehingga overkapasitas. Jika tidak ada penambahan asrama,  untuk tahun 2015 ini, kami hanya bisa menerima siswa sesuai dengan berapa yang tamat saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh mengatakan keberadaan Ponpes sangat penting di tengah pengaruh globalisasi, untuk membentuk generasi muda Islami yang dibekali dengan ilmu agama. Oleh karenanya, salah satu program strategis Pemkab Bengkalis dalam sektor pendidikan, adalah mewujudkan pondok pesantren unggulan.
“Berbekal dengan pendidikan agama yang dimiliki, kelak kalian akan menjadi generasi Islami sebagai calon pemimpin bangsa. Selama menempuh pendidikan di ponpes ini, saya berharap agar kalian tekun dan giat belajar mendalami ilmu-ilmu agama,” ungkap Herliyan.***(advertorial/hms/man)

Aneh! Kebanyakan Massa Tak Paham Apa yang Mereka Demo di Kejari Siak

Kebanyakan Massa pendemo hanya ikut ikutan
Kebanyakan Massa pendemo hanya ikut ikutan

Siak(SegmenNews.com)- Puluhan massa yang mengaku dari Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak menggelar aksi damai di halaman Kantor Kejari Siak, Kamis (26/2/15). Sebelumnya, hakim ketua Sorta Ria Neva menunda sidang hingga 2 minggu ke depan, karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan rencana tuntutan (Rentut) belum turun dari Kejagung.

Aksi yang dipimpin mantan Kades Rantau Bertuah (2007-2014) Mini Purba dan mantan Sekdes Minas Barat Ernawati, mendesak Kejari Siak agar menuntut terdakwa Andre alias Heri dengan hukuman seberat-beratnya.

“Sudah 8 tahun kita sengsara, lahan kami di Desa Rantau Bertuah dikuasai perusahaan milik Andre. Kita minta jaksa tuntut seberat-beratnya,” teriak Mini Purba.

Anehnya, saat diwawancari sejumlah wartawan berapa lahan Mini Purba yang dikuasai perusahaan, dia tak bisa menjelaskan dengan rinci.”Tiga bakul lahan saya hilang,” jawab Mini Purba singkat. Saat ditanya berapa jumlah lahan yang dikuasai perusahaan dan lahan siapa saja yang dirampas, Mini semakin binggung. Dia hanya menjawab kejadian itu berlangsung saat dirinya belum dilantik sebagai Kades Desa Rantau Bertuah tahun 2007 lalu.

“Itu waktu Muslim jadi Kades, banyak lahan warga dirampas perusahaan, jangan tanya saya, yang tahu itu orang kejaksaan dan pengadilan,” jawab Mini.

“Saya menjabat Kades dari 2007 hingga 2014 lalu, dimasa saya tidak ada jual beli lahan, kalau ingin tahu silahkan tanya ke pengadilan,” elak Mini.

Semakin binggung dicerca pertanyaan wartawan, tiba-tiba salah seorang pendemo menarik Mini Purba agar menjauh dari kerumunan wartawan.

Sementara, sejumlah pendemo tidak mengetahui permasalahan yang terjadi. Mereka umumnya berasal dari Kota Pekanbaru yang disuruh ikut demo ke Siak. Saat ditanya berapa jumlah lahannya yang dirampas perusahaan, mereka malah binggung dan tak tahu persoalannya.

“Saya dari Pekanbaru, datang ke sini ikut-ikutan saja dengan kawan,” kata Irfan.

“Saya lagi minum kopi sama kawan-kawan, lalu diajak ke Siak. Ya, kami ikut aja, lagian saya tak pernah ke Siak,” ujar Syahrul, warga Rumbai, Kota Pekanbaru.

“Saya tak tau bang, silahkan tanya ke ibuk itu (Ernawati dan Mini Purba, red). Saya hanya nonton disuruh ikut saja, tak tau menahu,” ujar Irsad, peserta aksi demo lainnya.

Aksi damai yang terkesan direkayasa itu dikawal puluhan anggota Polres Siak yang dipimpin Kapolsek Siak Kompol Ahmad Rojali. “Tugas kita mengamankan, aksi damai ini juga sudah ada izin,” jelas Kapolsek.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Siak menggelar sidang lanjutan atas terdakwa Andre alias Heri dengan agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). JPU Fransiskus Pakpahan dan Bambang Hadi Broto dari Kejagung menyebutkan rentut dari Kejagung belum turun. Dia meminta halim ketua Sorta Ria Neva menunda sidang hingga 12 Maret 2015.

“Ini kesempatan terakhir ya, sidang dua minggu lagi sudah ada tuntutannya. Nanti pledoi kita kasih waktu juga,” kata Sorta.

Penasehat Hukum Andre alias Heri, Arwin Siregar Cs menilai penundataan tuntutan itu hal biasa dalam hukum acara.”Tak jadi masalah ditunda,” ujarnya.***(rinto)