Beranda blog Halaman 2445

Dewan Riau Sayangkan Venue Eks PON tak Dimanfaatkan

Pekanbaru (segmenNews.com)- Anggota Komisi E DPRD Riau, Muhammad Adil menyayangkan venue eks PON di Riau tidak difungsikan dan tidak terjaga dengan baik. Padahal setiap tahun, selalu dianggarkan melalui usulan Dispora Riau.

Seharusnya Pemprov Riau, bisa memanfaatkan venue baik melalui latihan dan pertandingan. Sehingga venue yang dibangun dengan biaya mahal tidak sia sia. Padahal untuk pembangunannya membutuhkan extra kerja keras supaya PON bisa dilaksanakan di Riau menggunakan dana APBN tahun 2012 lalu.

“Sangat disayangkan, bangunan sudah ada tapi tidak dimanfaatkan. Sementara untuk perawatan selalu dianggarkan setiap tahun, supaya venue tetap terjaga dan tetap
bersih,” kata Adil, Jumat (30/1).

Adil mengakui ada kabar gembira, bahwa dalam waktu dekat Pemprov Riau akan melaksanakan pertandingan takraw dengan peserta 23 negara di Pekanbaru. Pertandingan menggunakan venue takraw di Purna MTQ Jalan Jenderal Sudirman.

Kreatifitas ini sangat didukung oleh DPRD Riau. Sehingga, venue itu tetap hidup dan berguna bagi perkembangan olahraga di Riau. Sebab setiap venue sudah dilengkapi oleh kelengkapan seluruh fasilitas atlit. Mulai kamr istirahat, kamar ganti, kamar mandi dan lain lain.

Menurut Adil, Pemprov tinggal selangkah lagi untuk menyukseskan dunia olahraga di Riau. Karena Dispora tidak akan memikirkan bangunan, namun bagaimana meningkatkan kualitas atlit dengan ditunjang sarana yang ada.

“Seperti Palembang yang memiliki venue eks PON, pemerintahannya sudah sering melakukan pertandingan tingkat daerah, nasional dan internasional. Diharapkan Provinsi Riau bisa mencontoh kreatifitas seperti itu,” ujar Adil.***(alind)

Ratusan Warga Demo PT.IKS Kampar

Massa terpaksa membentang spanduk dan duduk ditanah menyampaikan aspirasi mereka pasca dihadang sekuriti dan karyawan PT.IKS, Jum’at (30/1/2015) sekitar pukul 11:00 WIB. (foto: segmennews.com)
Massa terpaksa membentang spanduk dan duduk ditanah menyampaikan aspirasi mereka pasca dihadang sekuriti dan karyawan PT.IKS, Jum’at (30/1/2015) sekitar pukul 11:00 WIB. (foto: segmennews.com)
Massa mengancam jika tuntutan mereka tidak dikabulkan, merekaterus melakukan aksi demo
Massa mengancam jika tuntutan mereka tidak dikabulkan, merekaterus melakukan aksi demo

Massa HTI Riau Lakukan Aksi Bela Nabi SAW

Sekitar 500 orang massa Hizbut Tharir Indonesia (HTI) melakukan unjuk rasa di seputaran jalan Cut Nyak Dien, Sudirman Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Mereka mengecam dan mengutuk keras atas penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW berulang kali oleh media barat (CHARLI HABDO).
Sekitar 500 orang massa Hizbut Tharir Indonesia (HTI) melakukan unjuk rasa di seputaran jalan Cut Nyak Dien, Sudirman Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Mereka mengecam dan mengutuk keras atas penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW berulang kali oleh media barat (CHARLI HABDO).
HTI Riau Kutuk Penerbit Karikatur Nabi Muhammad SAW
HTI Riau Kutuk Penerbit Karikatur Nabi Muhammad SAW
Massa HTI berorasi  mengutuk keras penerbit karikatur Nabi Muhammad SAW, Sabtu (24/1/15
Massa HTI berorasi mengutuk keras penerbit karikatur Nabi Muhammad SAW, Sabtu (24/1/15

Pasar Datuk Rubiah Rohil Dijadikan Pasar Buah

Rokan Hilir (SegmenNews.com)- Kebijakan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir merelokasi pedagang ke pasar datuk rubiah Bagang Siapiapi didukung penuh oleh anggota DPRD setempat.

Dinas Kebersihan Pertamanan Dan Pasar (DKPP) Rohil akan mengusulkan kepada Bupati bersama DPRD terkait pemindahan Pasar Datuk Rubiah kepasar Jalan Bintang.
Ini dilakukan selain Pasar Datuk Rubiah berdekatan dengan Pusat Kota Bagansiapiapi namum juga untuk menghindari kemacetan bagi pengguna jalan.

Menanggapi persoalan tersebut Anggota DPRD Rohil Ucok Mukhtar, menyambut wancana relokasi pasar tersebut. Politisi Partai Garindra ini menilai jika kebijakan itu terbaik bagi Pemerintah dan untuk masyarakat tidak ada salahnya pasar tersebut dipindahkan kepasar Jalan Bintang.

Sementara mengenai berkas Pasat Datuk Rubiah itu nantinya akan dijadikan pasar Buah. DPRD Rohil juga memberikan Apresiasi kepada DKKP bersama pihak keamanan yang telah melaksanakan tugasnya dalam menertibkan pasar tangko beberapa waktu lalu.

Ucok mengharapkan kepada DKPP Rohil agar Pasar yang telah dibangun bisa segera difungsikan dengan baik. Seperti keberadaan pasar di Kecamatan Bagansinembah, Pekaitan dan beberapa Kecamatan lainnya.***(Chandra)

Demo Warga Danau Lancang Dihadang Sekuriti dan Karyawan PT.IKS

Massa terpaksa membentang spanduk dan duduk ditanah menyampaikan aspirasi mereka pasca dihadang sekuriti dan karyawan PT.IKS (segmennews.com)
Massa terpaksa membentang spanduk dan duduk ditanah menyampaikan aspirasi mereka pasca dihadang sekuriti dan karyawan PT.IKS (segmennews.com)

Bangkinang (SegmenNews.com)- Warga Danau Lancang yang tergabung dalam Silancang kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang kebun PT. Inti Kaparindo Sejahtera (IKS) Kecamatan Tapung Hulu, Jum’at (30/1/2015) sekitar pukul 11:00 WIB. Mereka menuntut lahan seluas 1500 hektare diberikan tanpa syarat.

Unjuk rasa yang didominasi oleh kaum ibu-ibu dengan korlap Dapson alias Sony dihadang oleh sekuriti dan para karyawan PT.IKS dipintu masuk perusahaan. Massa mengancam, jika pihak perusahaan tidak mengembalikan hak mereka, maka mereka akan terus melakukan demo, bahkan dengan jumlah yang lebih banyak.

Manager PT IKS, Simarmata didampingi Humas, Willy dikonfirmasi mengaku sengaja menyiagakan Security dan karyawan PT IKS di depan gerbang masuk saat ada demo warga Danau Lancang.

“Kita dapat informasi bahwa warga Danau Lancang akan menggelar aksi besar besaran, ya karna itulah kita juga siapkan Security perusahaan untuk menjaga pintu masuk. Selaku karyawan juga punya kewajiban untuk menjaga perusahaan tempat kami bekerja, karena kami hidup dari perusahaan tempat bekerja,” ujar Willy.

“Selaku kariyawan juga punya kewajiban untuk menjaga perusahaan tempat mereka bekerja,karena mereka hidup dari perusahaan tempat mereka bekerja” jelas Willy.

Massa mengancam akan terus berunjuk rasa jika tuntutan mereka tidak dikabulkan
Massa mengancam akan terus berunjuk rasa jika tuntutan mereka tidak dikabulkan

Terkait soal tuntutan masyarakat menurut Willy, lahan seluas 1500 ha tersebut tidak mungkin diberikan. Sebab itu punya aturan. Katanya, Perusahaan PT IKS sudah membayar ganti rugi seluruh tanah yang di tuntut oleh warga Danau lancang.

“Kita punya bukti dan dasar hukum yang kuat, bukti pembayaran lahan tersebut lengkap semuanya, dan bukti bukti itu sudah kita serahkan kepada Komisi I DPRD Kampar saat di lakukan Hearing beberapa waktu yang lalu,” cetus Willy.

Menurutnya informasi bahwa pihak perusahaan telah memalsukan tandatangan pembayaran ganti rugi tidak benar.

“Itu fitnah, kalau memang kami memalsukan tandatangan dan dokumen laporkan saja kami kepada yang berwajib, mari sama sama kita buktikan, kalau kami terbukti bersalah kami siap masuk penjara,” tukas Manager, Simarmata.***(Amy)

Pemkab Rohil Gelontorkan Rp800 juta Renovasi Pasar

Pemkab Rohil Gelontorkan Rp800 juta Renovasi Pasar
Pemkab Rohil Gelontorkan Rp800 juta Renovasi Pasar

Bagansiapiapi(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menggelontorkan anggaran sebesat Rp800 juta untuk renovasi pasar baru di wilayah Kecamatan Bagansianembah.

Dimana seluruh bangunan yang rusak akan diganti, seperti penggantian atap sering bocor, lantai yang rusak dan lainya yang dianggap perlu perbaikan, sehingga pasar tersebut layak dimanfaat untuk mempermudah perekonomian masyarakat.

“Pemkab Rohil melalui Dinas Kebersihan Pertamanan dan pasar (DKPP) telah menganggarkan Rp.800 Juta. dimana anggaran itu untuk melakukan perbaikan sejumlah bangunan pasar baru yang rusak nantinya,” ujar kepala Seksi (Kasi) penertiban Pasar DKPP Rohil, Agus Kahairuddin, Jumat (30/1/15) di Bagansiapiapi.

Namun saat ini DKPP masih memfokuskan pemindahan sejumlah pasar Tradisional yang ada di Bagansiapiapi. meskipun demikian sejumlah pasar yang ada dikecamatan lain nya juga akan menjadi tugas Rumah DKPP nantinya.

Jika perbaikan gedung pasar tersebut cepat ditangani, maka bangunan tersebut akan kembali berfungsi maksimal. sehingga Para pedagang pun merasa nyaman berjualan dan Secara otomatispun, ada tambahan pemasukan retribusi untuk kas daerah.

“Kita dalam waktu dekat akan melakukan Relokasi Pasar yang ada dikepenghuluan Teluk Bano kecamatan Pekaitan, pasar Bagan Batu kecamatan Bagan Sinembah,dan pasar yang ada di kecamatan Kubu. khusus PKL pajak lama Bagan Batu dalam waktu dekat akan dilakukan Penertiban terutama PKL yang berjualan dipinggir jalan,’ungkapnya.

Rencananya, PKL yang ada dipinggir jalan pajak lama bagan batu akan relokasikan kepasar Pajak Baru, namun saat ini pihaknya akan melakukan perbaikan sejumlah bangunan yang telah rusak terlebih dahulu,termasuk pembangunan sejumlah jalan dan Kios dipasar pajak baru tersebut.

“kita telah anggarkan dana sebesar Rp.800 Juta untuk melakukan Renovasi pasar pajak baru bagan batu, dan dalam waktu dekat pengerjaan nya akan kita laksanakan.kemudian untuk pemindahan PKL dari pajak lama ke pajak baru diprioritaskan untuk PKL yang telah menempati pajak lama.”pungkasnya.***(adv/Karyadi)

Mangkir, Komjen BG Terhindar dari Jumat Keramat?

Komjen Budi Gunawan Komjen Budi Gunawan Foto: Istimewa
Komjen Budi Gunawan Komjen Budi Gunawan Foto: Istimewa

Jakarta (SegmenNews.com)- Jum’at Keramat! istilah pemeriksaan oleh KPK pada hari jum’at. Biasanya tokoh yang diperiksa di hari itu akan langsung ditahan. Namun tidak bagi BG. Pasalnya, BG menolak memenuhi panggilan KPK sebagai tersangka gratifikasi, Jum’at (30/1/15).

Dilansir sayangi.com, salah satu alasannya, karena ia masih menunggu praperadilan yang diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Tunggu putusan praperadilan dulu,” kata Razman Arif Nasution, Kuasa Hukum BG di Mabes Polri, Jumat (30/1).

Selain itu, yang membuat Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Kalemdikpol) itu tidak hadir karena belum menerima secara resmi surat penetapan tersangka dari KPK.

“Selama ini hanya tahu ditetapkan tersangka dari pemberitaan di media massa saja,” lanjut Razman.

Menurutnya, itu tidak mempunyai kekuatan hukum tetap. Selain itu, sambung Razman, pada surat pemanggilan juga tidak jelas baik itu tanggal maupun harinya. Pengantarnya pun tidak jelas. Karenanya, ia menganggap KPK melanggar etika dalam prosedur administrasi.

“Idealnya ada yang menerima dan memberikan. Ini tidak ada tanda terima, tidak tahu siapa yang menyerahkan,” ungkapnya.

“Bagaimana BG mau hadir sementara tak jelas siapa yang menerima dan menyerahkan surat panggilan. KPK harus profesional,” tegasnya.***(ran/syc)

Pelatihan Ketahanan Pangan Kodim Pekanbaru Ditutup

Wali kota Pekanbaru, H.Firdaus,ST.MT diwakili Asisten IV bidang kesra secara resmi menutup pelatihan kader ketahanan pangan dalam mendukung Program Swasembada Pangan di wilayah kodim 0301 Pekanbaru tahun 2015, Jum'at (30/01) di Markas Kodim.
Wali kota Pekanbaru, H.Firdaus,ST.MT diwakili Asisten IV bidang kesra secara resmi menutup pelatihan kader ketahanan pangan dalam mendukung Program Swasembada Pangan di wilayah kodim 0301 Pekanbaru tahun 2015, Jum’at (30/01) di Markas Kodim.

Pekanbaru (SegmenNews.com)-  Wali kota Pekanbaru, H.Firdaus,ST.MT diwakili Asisten IV bidang kesra secara resmi menutup pelatihan kader ketahanan pangan dalam mendukung Program Swasembada Pangan di wilayah kodim 0301 Pekanbaru tahun 2015, Jum’at (30/01) di Markas Kodim.

Turut hadir dalam acara ini Anggota DPRD kota Pekanbaru, Kepala Dinas Pertanian kota Pekanbaru dan Camat Rumbai. ASisten menyampaikan pesan Wako Firdaus menyebutkan, bahwa Pemerintah kota Pekanbaru sangat mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota kodim 0301 Pekanbaru yang telah menjadi kader ketahanan pangan dalam program swasembada pangan untuk wilayah kota pekanbaru.

Karena kota pekanbaru hanya mempunyai sedikit wilayah untuk pertanian terutama untuk kesediaan komuditas beras, maka pemerintah membuat program diverifikasi pangan agar masyarakat tidak hanya menjadikan beras sebagai kebutuhan pangan pokok tetapi menjadikan ubi kayu dan jagung sebagai kebutuhan pangan pokok.

Karena ubi kayu dan jagung juga mempunyai kaya karbohidrat dan vitamin yang sangat bagus untuk tubuh kita.  Asisten menanggalkan pita dari perwakilan anggota kodim 0301/pekanbaru sebagai tanda telah selesainya pelatihan Kader Ketahanan Pangan dalam Program Swasembada Pangan untuk wilayah kota pekanbaru.***(chir/hms)

Rumah Warga Limau Manis Terbakar, Kerugian Rp 150 juta

Api yang membakar rumah Mardianis berhasil dijinakkan
Api yang membakar rumah Mardianis berhasil dijinakkan

Kampar (SegmenNews.com)- Nasib malang menimpa, Mardianis warga dusun 1, Desa Limau Manis, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Rumah yang ditempatinya terbakar, Jumat (30/01/15) sekira pukul 09.00 wib. Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir sebanyak Rp 150 juta.

Kejadian bermula pemilik rumah Mardianis tengah mengikuti wirid pengajian di Mushalla tak jauh dari rumahnya. Dihari itu, Mardianis dan warga sekitar dikejutkan dengan teriakan tetangganya, Evni yang meminta tolong karena ada rumah terbakar.

Alangkah terkejutnya, Mardianis, karena menyaksikan api sudah melalap rumahnya. Warga setempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Hampir setengah jam, api bergelayutan di atap rumah korban, sekitar pukul 09:30 WIB, barulah dua unit mobil kebakaran Pemda Kampar tiba dilokasi kejadian dan langsung melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dijinakkan, terlihat sebagian besar rumah beserta perabotan hangus.

Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono SiK melalui Kapolsek Kampar AKP Arbain mengatakan dugaan sementara kebakaran diakibatkan korsleting listrik.

“Dugaan sementara kebakaran diakibatkan korsleting listrik. Dalam kejadia tidak ada korban jiwa. Kerugian diperkirakan sekitar Rp150 juta,” jelas Kapolsek.***(ali)

Dana Bansos Riau Tersisa Rp 309 M

Dana Bansos Riau Tersisa Rp 309 M (ilustrasi)
Dana Bansos Riau Tersisa Rp 309 M (ilustrasi)

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Anggota Komisi C DPRD Riau, Supriati dari Fraksi Golkar menyayangkan anggaran Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2014 tersisa sekitar Rp 309 miliar. Sementara dulu banyak masyarakat yang sudah menerima kwitansi, namun tidak bisa dicairkan melalui Biro Keuangan Pemprov Riau.

Total Bansos dan hibah Pemprov Riau 2014 mencapai Rp 1,1 triliun. Terealisasi hanya sekitar Rp 751 miliar. Jika dirinci, untuk dana BOS melalui Biro Keuangan sebesar Rp 468 miliar dan dicairkan Rp 55 miliar. Biro Kesra Rp 47 miliar, tapi tidak direalisasikan. Sehingga jumlah dari anggaran semua sekitar Rp 309 miliar.

“Kita sangat menyayangkan dana Bansos dan hibah banyak Silpa. Padahal bantuan itu sudah dianggarkan di APBD dan sebelum pencairan sudah mendapatkan kwitansi. Namun kemudian tidak bisa dicairkan, kata Supriati yang sudah melihat selama dua periode menjabat menjadi anggota dewan, Kamis (29/1/15).

Sementara, anggota Komisi C, Rospian,  meminta pada pencairan dana Bansos dan hibah tidak perlu di buatkan kwitansi. Tapi cukup melalui surat perintah pembayaran di bank. Agar masyarakat tidak berburuk sangka kepada anggota dewan selaku penampung aspirasi dan juga kepada Pemprov Riau sebagai pemerintah.

Sebab, akibat Bansos tidak cair, masyarakat banyak marah kepada anggota dewan saat turun ke Dapil-nya. Karena mereka menuduh dewan tukang bohong. Diakui secara logika, pikiran buruk akan muncul, apalagi kwitansi sudah diterima namun uang tidak bisa dicairkan.

“Sebaiknya kedepan, pencairan Bansos dan Hibah tidak perlu lagi pakai kwitansi, tapi cukup pakai surat perintah pembayaran di bank ke rekening penerima. Supaya masyarakat tidak mencap dewan sebagai pembohong lagi,” kata Rospian.

Sementara Kabiro Keuangan Pemprov Riau, Jonli menjelaskan, pencairan  anggaran APBD Riau harus  mengikuti aturan dan tidak bisa sembarangan. Sesuai Permendagri, dana diberikan tidak secara terus menerus ke organisasi atau perorangan dan antara proposal dengan isi kegiatan haruslah sama.

Memang, anggaran Bansos memiliki Silpa tahun 2014. Silpa berdasarkan, proposal yang diajukan masyarakat banyak dicoret. Sebab isi proposal tidak memenuhi syarat sebagai penerima Bansos maupun hibah dari pemerintah.

“Setiap proposal yang masuk kami seleksi dengan baik, sesuai dengan Permendagri Namun kalau organisasi pengembangan ekonomi rakyat tetapi minta dana untuk pertandingan sepak bola, itu tidak dicairkan. Maka dana seperti inilah yang dicoret dan anggarannya menjadi Silpa kemarin,” jelas Jonli.***(alind)