Tersangka Korupsi baju koko di giring dari Mapolres Kampar menuju Kejati Riau di Pekanbaru. (Foto: ali)
Kampar (SegmenNews.com)- Kamis (15/01/15) siang tersangka korupsi baju koko, Firdaus alias Idas digiring ke Kejaksaan Negeri Tinggi Riau (Kejati Riau) pasca ditahan di tahan di Mapolres Kampar selama 12 jam.
Kajari Bangkinang melalui Kasi Pidsus, Beny Siswanto SH kepada SegmenNews.com mengatakan tersangka siang ini digiring ke Kejati Riau didamping jaksa dan anggota Polres Kampar.
“Ya hari ini langsung kita giring kekejati Riau, guna penyelidikan lebih lanjut,” ujar Beny.
Untuk dikethui, Firdaus merupakan tersangka dari pihak swasta, yakni CV Mulya Raya Mandiri dengan nilai proyek Rp 2,4 Miliar tahun anggaran 2012. Sebelumnya Kepala BKD Kampar, Asril Jasda telah ditahan Kejati Riau.***(ali)
Walikota menjadi narasumber pada dialog Pemuda dan Pelajar Lintas Agama yang digelar oleh FKUB Pekanbaru
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT mengajak seluruh pelajar di Pekanbaru untuk menjadi duta dan pelopor dari kerukunan umat beragama di Pekanbaru, karena dengan menanamkan sikap mental tolerasi dalam beragama akan memudahkan terciptanya masyarakat kota modern yang madani.
Hal itu disampaikan Walikota di hadapan ratusan pelaajar yang tregabung dalam kelompok lintas agama, saat menjadi narasumber pada dialog Pemuda dan Pelajar Lintas Agama yang digelar oleh FKUB Pekanbaru, Kamis (15/1) di Aula SMA 5 Pekanbaru.
Dialog terbuka yang dipandu ketua FKUB Pekanbaru Ismardi Ilyas tersebut, dihadiri oleh Kepala Kemenag Edwar S Umar, Kepala Kesbang Pol Agus Purnomo, Kadis Pendidikan, para pengurus FKUBB Pekanbaru, Kepala SMA 5 Darisman beserta seluruh majelis guru, serta ratusan pelajar SMA kelompok lintas agama Pekanbaru diantaranya pelajar SMA 5, MAN 1, SMK Masmur, SMA An Nas, Santa Maria, Dharma Yudha, Tribakti, dan SMA Hasanah.
Walikota mengingatkan para pelajar sebagai calon pemimpin bangsa dan daerah di masa depan, harus memiliki cara berpikir yang maju dan tolerir serta cerdas dalam mewujkan kehidupan yang semakin baik di masa datang.
“Kerukunan umat beragama sangatlah penting diwujudkan dalam suatu daerah untuk memastikan daerah tersebut selalu dalam keadaan aman dan nyaman, serta saling tolong menolong, sehinngga membuat setiap orang dan setiap pelaku usaha merasa nyaman dalam menjalani aktfitas maupun profesi yang tentunya bertujuan untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat luas,’’ ujar Walikota.
Karenanya menurut Walikota, kerukunan antar pemuda dan pelajar sangatlah penting, karena dari interaksi pemuda itulah wajah-wajah ramah dan bersahabat akan lebih memberikan warna betapa kota ini diiisi oleh masyarakkat yanag bersahabat dan ramah tamah.
“Pemuda dan pelajar adalah wajah Bangsa ini di masa depan, maka harus kita persiapkan sosok pemauda dan pelajar yang cerdas, berkperibadian dan peduli dengan kebersihan, keindahan dan kenyamanan lingkungan,’’ ulas Walikota sambil memperagakan salam Genre (Salam generasi terencana) yang diikuti oleh rsatuan pelajar yang hadir.
Sebelumnya Kepala SMA 5 Drs Darisman MPd dalam sambutan singkatnya menyampaikan bahwa asmosfir masyarakat madani yang diprogramkan Walikota Pekanbaru dalam tahun terakhir ini sudah mulai terasa, dimana saat ini kehidupan beragama di Pekanbaru terasa berjalan dengan aman dan damai.
“Kita syukuri bahwa dalam tahun-tahun terakhir ini tidak ada lagi pertistiwa bentrok antar pelajar, dan Alhamdulillah juga tidak ada peristiwa bentrok antar agama, semoga kondisi yang nyaman ini tetap berjalan sesuai dengan haapan pak wali dan harapan kita semua,’’ harap Kepala SMA 5 Pekanbaru.***(hms/chir)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Pemerintah Provinsi Riau sedang menghimpun Panitia Seleksi (Pansel) jabatan untuk mengisi Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) yang baru.
Namun berapa orang yang akan duduk menjadi Pansel nanti, apakah lima, tujuh atau sembilan orang? Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengaku belum menetapkannya.
“Kami sudah menghimpun, tapi berapa orang Panselnya kita belum ditetapkan,” kata Andi, Kamis (15/1).
Namun begitu dia berharap bulan ini Pansel tersebut sudah terbentuk. Setelah itu barulah pihaknya akan berkonsultasi dengan Komite ASN untuk melakukan pelantikan.
Menyinggung tentang orang yang akan duduk sebagai Pansel itu nantinya, menurut Andi akan diisi oleh PNS dan dari kalangan profesional atau akademisi.
Sekedar informasi, seleksi pejabat ini merupakan solusi dari UU ASN untuk menjalankan APBD 2015 dan menerapkan SOTK Baru secara keseluruhan.
Ttim Pansel berjumlah kisaran ganjil dimana terdiri dari lima, tujuh atau sembilan orang dengan formasi 55 persen eksternal, 45 persen internal.***(advertorial)
Kampar (SegmenNews.com)– Setelah buron hampir dua bulan lamanya, akhirnya DPO tersangka korupsi pengadaan baju koko Kampar, Firdaus alias Idas Bin Agus Salim berhasil di tangkap di perkebunan di Desa Silam Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar, Rabu (14/1/15) sekitar pukul 18.00 WIB.
Penangkapan dilakukan oleh Kejari bekerjasama dengan Polres Kampar saat tersangka berada didalam mobil.
Kasi Pidsus Kejari Bangkinang, Beny Siswanto kepada SegmenNews.com, melalui Blackberry messenger membenarkan penangkapan tersebut. Firdaus dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 Undang-undang Anti Korupsi dengan hukuman kurungan maksimal 20 tahun.
Firdaus yang menjabat Bendahara Partai Golkar ini merupakan tersangka dari pihak swasta, yakni CV Mulya Raya Mandiri dengan nilai pproyek Rp 2,4 Miliar tahun anggaran 2012. Sebelumnya Kepala BKD Kampar, Asril Jasda telah ditahan Kejati Riau.***(ali)
Rokan Hilir (SegmenNews.com)- Anggota DPRD Rohil Wakil Ketua Komisi B Bidang Perekonomian dan Keuangan , Habib Nur meminta kepada SKPD di jajaran Pemkab Rohil untuk menempatkan tenaga ahli sesuai dengan bidang dan keahlinya.
Penempatan tenaga ahli tersebut ia tujukan kepada Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir hendaknya menempatkan tenaga pekerja maupun honore yang benar-benar ahli dalam bidang perikanan.
Demikian diungkapkan Habib Nur yang sebagai Wakil Ketua Komisi B diruang Fraksi PKB, selasa. Habib mengatakan , kenapa harus demikian, pasalnya sebagai SKPD yang menangani masalah perikanan harus mampu memberikan kontribusi pemahaman.
Seperti pembudidayaan ikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan dan memberikan terobosan yang membangun.
Menurut Habib, diskanlut perlu mencari penambahan tenaga kerja yang ahlinya dalam bidang perikanan. Karena di Rohil itu dominannya masih banyak tenaga honore yang Kriterianya tidak sesuai bidang dan keahlinya. Maka untuk itu perlu adanya penambahan tenaga ahli di instansi yang terkait.
Sementara itu, Habib meminta kepada Pemkab Rohil untuk melakukan evaluasi dan rotasi terhadap tenaga honorer Rohil sesuai dengan bidang dan keahliannya agar kinerja lebih baik.***(chandra)
Ada empat hal penting yang menjadi tantangan Kementerian Agama (Kemenag) ke depan. Jika keempat hal itu dapat diatasi, maka eksistensi Kemenag akan semakin kuat dan keberadaannya semakin dibutuhkan umat, namun jika hal itu tidak bisa diatasi, maka eksistensi Kemenag akan melemah dan keberadaannya dipertanyakan umat.
Dikatakannya, keempat persoalan tersebut adalah : Pertama, menghilangkan citra negative sebagai birokrat penyelengara Negara paling korup, baik terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji, pelaksanaan nikah dengan isu gratifikasi, dan lain sebagainya, sebagaimana hasil survey KPK beberapa waktu yang lalu.
Kedua, mekakukan reformasi birokrasi pada semua sektor pelayanan public, sehingga semua kebutuhan masyarakat yang terkait dengan Kementerian Agama dapat dilayani dengan prosedur mudah, murah, dan tepat waktu. Untuk itu, Kemenag menetapkan lima budaya kerja, yaitu integritas, professional, tanggungjawab, inovatif, dan keteladanan.
Ketiga, membangkitkan dan menggairahkan semangat kehidupan beragama di kalangan umat, di lembaga pendidikan madrasah dan pondok pesantren, dan dikalangan lembaga social keagamaan umat lainnya, sehingga umat dekat kembali dengan ajaran agama dan kitab sucinya.
Keempat, menjaga pilar utama kerukunan nasional yaitu kerukunan umat beragama, yang meliputi kerukunan intern umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah. Kehancuran kerukunan umat beragama akan berakibat fatal atas sebuah Negara, sebab sejarah mencatat bahwa disintegrasi suatu bangsa sangat rentan dengan isu agama.
Perlindungan dan pelayanan atas berbagai kepentingan umat beragama, harus menjadi prioritas perhatian pokok Kemenag, sehingga umat beragama merasa terlindungi, terayomi, dan terpenuhi kebutuhannya.
Jika hal ini tidak dapat dilakukan, maka jangankan orang lain, umat beragama sendiri akan mempertanyakan eksistensi dan bahkan menginginkan penghapusan Kementerian agama.
Oleh: Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA
Rokan Hilir (SegmenNews.com)- Seluas 2.042 Hekter lahan yang ada di empat kepenghuluan Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rohil bakal dijadikan sebagai Pusat Pertanian.
Kempat kepenghuluan itu, Sinaboi Darussalam yang memiliki lahan 441.56 M2 ( Meter bujur sangkar), kepenghuluan Raja Bejamu 794.92 M2,Sungai Bakau 421.25 M2 dan Sungai nyamuk 384.70 M2.
Demikian Dijelaskan Camat Sinaboi, H. Julianda Ssos, kepada wartawan, Rabu (14/1/15) di Sinaboi. Kata dia, dengan lahan sebanyak 2.042 Hekter itu, tentunya akan mencukupi kebutuhan Masyarakat Kecamatan Sinaboi. Kedepan diharapkan lahan Pertanian yang ada dimanfaatkan sebaik mungkin serta mampu meningkatkan hasil dari pertanian.
“Jangan sampai masyarakat mengalih fungsikan lahan pertanian kelahan perkebunan. Karena lahan yang ada disinaboi sangatlah cocok dengan pertanian. Kalau dialihkan keperkebunan tentulah tidak bagus hasilnya, karena lahan yang ada disinaboi sering terendam air,”ujar Julianda.
Julianda juga mengharapkan kepada Dinas terkait untuk lebih memfokuskan untuk melakukan pembinaan para petani khususnya Para Petani kecamatan Sinaboi melalui Tenaga PPL yang ada.
Sehingga kedepan nya daerah sinaboi akan mampu bersaing dengan kecamatan lain yang ada di Rohil dalam mengembangkan hasil Pertanian secara Maksimal.***(advertorial/karyadi)
Siak (SegmenNews.com)- Pemerintah Pusat melakukan pemotongan atau menurunkan dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas (Migas) Kabupaten Siak 2015 mencapai Rp1,3 triliun atau terjadi penurunan hingga 50 persen.
Pemotiongan tersebut berdampak pada anggaran APBD Siak 2015 sekitar Rp3,2 triliun yang sudah disahkan di DPRD Desember 2014 lalu akan terancam turun. Penurunan akan diketahui saat pembahasan APBD-Perubahan beberapa bulan lagi.
Adanay penurunan tersebut membuat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak sedikit memperlambat pelaksanaan progres kegiatan. Dan akan melaksanakan kegiatan skala pririoritas, sesuai visi dan misi Bupati Siak, dan selebihnya akan melanjutkannya di APBD-P nantinya.
Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Siak Said Arif Fadilah, Rabu (14/1/15) tak menampik adanya penurunan DBH Migas, berkemungkinan APBD Siak akan turun saat pembahasan APBD-Perubahan.
“Saat ini adanya pemotongan DBH, sehingga berpengaruh pada APBD kita. Dan saat ini dilaksanakan kegiatan yang prioritas saja, dan yang lainnya di APBD-Perubahan. Mudah-mudahan pemotongan itu tidak berlangsung lama,” ujar Arif.
Pemotongan DBH Migas tersebut, diungkapkan Arif bahwa saat ini harga minyak dunia dari $105.000 per barel, menjadi $40.000 perbarel. Terjadi penurunan harga cukup jauh. “Harga minyak dunia turun, jadi berdampak pada DBH Migas dan juga APBD kita,” ujarnya.***(rinto)
Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Seorang pria beristri dua berinisial AJ (46) yang sehari-hari berprofesi sebagai paranormal ditangkap polisi, karena diduga menjual lahan fiktif seluas 2 hektar di Sei Arah, kecamatan Bunut, seharga Rp92 juta.
Kapolres Pelalawan AKBP Ade Johan Sinaga SIK MHum melalui Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol H Rekson SH MH didampingi Kanit Reskrim Ipda Irwanto Tanjung SH, Rabu (14/1/15) membenarkan adanya penangkapan pelaku pengelapan dan penipuan tersebut, tersangka penipuan ditangkap, Selasa (13/1) malam lalu.
“Kini pelaku telah kita amankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Terkait kasus penipuan dan pengelapan jual beli lahan fiktif dengan di jerat pasal 372 dan 378 KUHP,” ujar Kapolsek.
Sementara aksi penipuan dan pengelapan itu menimpa Saut Marudut Alexander Sitanggang (34) warga Jalan Mihibah, Kelurahan Sorek Satu, kecamatan Pangkalan Kuras, mendapat tawaran tanah dari pelaku. Singkat cerita, harga disepakati terhadap lahan seluas 2 hektar sebesar Rp92 juta.
Namun bulan Agustus 2014, uang telah diberikan oleh pelaku yang datang ke rumah korban. Tapi setelah sebulan kemudian, saat tanah akan digarap oleh korban, dihalangi orang yang mengaku lahan itu miliknya. Korban yang tidak terima mencoba menghubungi pelaku.
Tetapi upaya kekeluargaan tidak menemui titik temu, hingga korban yang sudah kehilangan kesabaran akhirnya melapor ke Polsek Pangkalan Kuras. Mendapat laporan penipuan jual beli lahan itu, penyidik Sat Reskrim Polsek Pangkalan Kuras memanggil saksi untuk dimintai keterangan.
Setelah bukti cukup atas dugaan penipuan dan pengelapan jual beli lahan fiktif itu, akhirnya resmi menetapkan AJ yang tinggal di desa Merbau, kecamatan Bunut, sebagai tersangka. Tanpa perlawanan berarti pelaku berhasil ditangkap di rumah istri mudanya, desa Kemang, kecamatan Pangkalan Kuras.
“Hasil pemeriksaan, korban bukan satu orang, tapi ada warga lain jadi korban, dengan modus sama menjual lahan fiktif, yang ternyata milik orang lain,” tambah Kanit Reskrim.***(fin)
Salah satu pelaku perampokan menjalani pemeriksaan
Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Mobil Truk Tronton pengangkut kayu lok milik PT RAPP di rampok di Jalan Lintas Timur, kecamatan Pangkalan Lesung. sedangkan supirnya bernama Andri Putra (24) di ikat dan dibuang di daerah Tungkal Hulu, Provinsi Jambi.
Kapolres Pelalawan AKBP Adei Johan Sinaga SIK MHum melalui Paur Humas Ipda Edy Haryanto didampingi Kanit I Sat Reskrim Polres Pelalawan Iptu Boy Marudutua, Rabu (14/1/15)membenarkan perampokan tersebut, namun pelaku perampokan diketahui bernama Sandi dan Anggara, berhasil ditangkap Tim Reskrim Jatandras Polresta Palembang-Jambi, Selasa (13/1) lalu. Penangkapan berkat kerjasama Polres Pelalawan dan Polres Palembang.
“Setelah kita mendapat laporan, tim Opsnal diturunkan untuk melacak keberadaan pelaku yang terdeteksi di daerah Palembang. Jadi kita langsung koordinasi ke Polresta Palembang dan mobil bersama dua pelaku berhasil ditangkap,” ujar paur Humas Polres Pelalawan.
Dikisahkan, aksi perampokan terjadi, saat Andri di PT RPM sub kontraktor PT RAPP, baru keluar pintu pos II PT RAPP di Pangkalan Kerinci, usai membongkar kayu lok di pabrik, menuju Lirik, kabupaten Inhu, Minggu (11/1) malam. Namun saat akan berangkat korban dihubungi temannya, kalau ada rekannya yang ingin menumpang ke Ukui.
Mengira kalau tiga orang yang menghentikan di simpang lampu merah tidak jauh dari Pos II PT RAPP, adalah kawan temannya yang menghubunginya tersebut. Maka tanpa rasa curiga, korban memberikan tumpangan kepada tiga orang tak dikenal tersebut.
Tapi ditengah perjalanan tiba-tiba salah satu orang yang menumpang minta untuk menepi. Dengan dalih ingin buang air kecil. Kondisi jalan yang sepi, korban baru menghentikan mobil tronton di pinggir jalan.
Tiba-tiba salah satu penumpang itu menyerang dari belakang dengan mengunakan benda tumpul. Mendapat serangan dari belakang yang mengenai bagian kepala, korban berusaha membela diri.
Hingga didalam mobil terjadi bergumalan antara supir tronton dengan tiga penumpang yang ingin merampok mobilnya tersebut. Namun selain kalah tenaga, juga salah satu pelaku menyerang dirinya dengan senjata setrum hingga membuat tubuhnya jadi lemas dan tak berdaya.
Usai melumpuhkan supir dengan kondisi kedua tangan dan kaki di ikat serta mata di tutup dengan lakban. Setelah itu mobil diambil alih pelaku dan dilarikan ke arah Jambi.
Barang bukti mobil truk milik PT RPM selaku sub kontraktor PT RAPP di Pangkalan Kerinci
Ditengah perjalanan korban kemudian dibuang oleh pelaku di daerah Tungkal, Jambi. Sementara mobil dibawa kabur hingga ke daerah, Palembang.
Tapi berkat kerja keras tim dan koordinasi Polres Pelalawan dengan Polresta Palembang, pelaku berhasil ditangkap saat sedang memperbaiki mobilnya di salah satu bengkel di Palembang. Namun saat disergap dua pelaku berhasil diringkus, sedangkan satu pelaku berhasil melarikan diri.
“Tim Opsnal telah berangkat ke Palembang, untuk menjemput kedua tersangka untuk dilakukan pengembangan, mencari satu pelaku yang berhasil kabur saat dilakukan penangkapan,” ungkap Edy.***(fin)