Beranda blog Halaman 2538

Aksi Jahit Mulut, Massa ‘Gerak’ Minta Usut Korupsi di Kampar

Massa Gerak lakukan aksi jahit mulut tuntut pengusutan dugaan korupsi di Kampar
Massa Gerak lakukan aksi jahit mulut tuntut pengusutan dugaan korupsi di Kampar

Kampar (SegmenNews.com)- Aksi Puluhan mahasiswa yang mengatas namakan diri Gerakan Rakyat Kampar (Gerak) melakukan aksi demo dibundaran depan Balai Bupati Kampar, Selasa (28/10/14). Mereka menolak rezim bupati Kampar Jefry Noer.

Mereka juga melakukan aski jahit mulut bentuk duka terhadap hukum di negeri ini. Menariknya juga ada aksi demo tandingan.

“Ini bentuk duka terhadap hukum yang terjadi dan meminta KPK mengusut kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Kampar,” ungkap Refi, Korlap aksi berorasi.

Mereka mengancam akan menemui pimpinan KPK, Kapolri dan ke Istana Negara agar apart hukum turun ke Kampar, agar tuntutan mereka ditindaklanjuti oleh petinggi hukum.

Saat aksi mereka juga membentangkan spanduk yang bertuliskan diantaranya “Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), agar mengusut tuntas kasus Korupsi di Kampar dan P4S,Mempertanyakan SP3 atas kasus Eva Yuliana.
Aksi Tandingan

Menariknya saat mahasiswa ini menggelar aksinya, tiba-tiba dari dalam pekarangan Balai Bupati Kampar terlihat belasan orang merangsek kearah para mahasiswa.

Bahkan orang-orang ini juga menggelar aksi dan berteriak dengan lantang menggunakan penggeras suara namun tak jelas kalimat apa yang mereka sampaikan karena saat itu konsentrasi massa terpecah.

Takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan aparat kepolisian dengan sigap melakukan koordinasi dan tak lama berselang massa Gerak membubarkan diri dan pergi meninggalkan lokasi aksi dengan menggunakan satu unit bus.

Begitu juga dengan massa tandingan mereka juga membubarkan diri. Aksi ini juga mendapat pengawalan ketat aparat Polres Kampar.***(ali)

Istri Danrem Kunjungi Dekranasda Pekanbaru

Ketua PKK Kota Pekanbaru, Hj.Asmita Firdaus berfoto bersama rombongan Istri Danrem 031 Wira Bima Yeni Agus Irianto
Ketua PKK Kota Pekanbaru, Hj.Asmita Firdaus berfoto bersama rombongan Istri Danrem 031 Wira Bima Yeni Agus Irianto

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Istri Danrem 031 Wira Bima Yeni Agus Irianto beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Dekranasda Kota Pekanbaru, Jalan Durian, Selasa (28/10/14).

Kunjungan tersebut langsung diterima oleh Ketua PKK Kota Pekanbaru, Hj.Asmita Firdaus. Dalam kunjungan itu Asmita memperlihatkan beberapa kerajinan tangan yang dibuat oleh kelompok PKK Kota Pekanbaru.***(chir)

Oknum TNI Diduga Jual Amunisi ke Kelompok Sipil Bersenjata

Oknum TNI Diduga Jual Amunisi ke Kelompok Sipil Bersenjata
Oknum TNI Diduga Jual Amunisi ke Kelompok Sipil Bersenjata

SegmenNews.com – Tiga orang prajurit TNI terindikasi menjual amunisi kepada kelompok sipil bersenjata (KSB) yang beraksi di kawasan pegunungan Papua.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen Siahaan membenarkan hal itu.

“Saya sudah perintahkan untuk mengusut sejauh mana keterlibatan ketiga anggota TNI dalam penjualan amunisi itu,” kata Mayjen Siahaan, Selasa (28/10/2014).

Ia mengatakan, ketiga anggota TNI itu, seorang diantaranya telah memasuki usia pensiun, dan dua orang lainnya masih dinas aktif. Namun, ketiganya masih bermukim di asrama Kodim Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

“Untuk dua anggota TNI yang masih aktif berpangkat bintara, keduanya akan dibawa ke Jayapura untuk diperiksa POM Kodam XVII/Cenderawasih,” ujar Fransen.

Pemeriksaan terhadap kedua anggota TNI itu, mengarah kepada keterlibatannya pada organisasi KSB.

Untuk anggota TNI yang sudah pensiun, kata dia, akan diminta keluar dari asrama dan yang bersangkutan juga akan diserahkan ke polisi untuk diperiksa lebih lanjut.

Jenderal TNI berbintang dua itu mengakui, keterlibatan oknum prajurit TNI dalam mendukung gerakan KSB itu, mengindikasikan kelompok pengacau keamanan itu telah masuk ke lingkup TNI.

Mayjen Fransen pun menyebut hal itu sebagai “duri dalam daging” yang dapat mengganggu kenyamanan di tubuh institusi TNI.***
Red: hasran
Sumber : okezone

Polres Meranti Panggil Semua Pemilik Apotek

AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi
AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi

Selatpanjang (SegmenNews.com)- Polres Kepulauan Meranti berencana memanggil seluruh pemilik apotek yang ada di daerah ini. Pemanggilan tersebut untuk bekerja sama untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan obat-obatan oleh para remaja.

“Kita berharap mereka tidak lagi menjual secara bebas obat-obatan seperti Distro dan sejenisnya kepada remaja secara berlebihan, karena selama ini obat tersebut selalu disalahgunakan,” kata Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi ketika berbincang-bincang dengan wartawan, Selasa (28/10/2014).

Pandra menilai, peran pihak apotek dalam mengantisipasi hal seperti itu sangatlah besar. Penyalahgunaan obat-obatan tidak akan terjadi jika pihak apotek bisa membatasinya. Oleh karena itu, kerja sama dengan apotek sangat perlu dilakukan. “Bila perlu harus pakai resep dokter,” sebut dia.

Kebijakan yang dibuat Pandra bukan tanpa alasan. Selama ini kasus penyalahgunaan obat Distro sangat sering terjadi. Dan akibat mengkonsumsi obat tersebut, salah seorang pemuda yang bertindak aneh terhadap seorang bocah sempat ditangkap dan dipukuli warga karena dituduh pelaku penculikan anak.

Karenanya, dia tidak ingin persoalan semacam itu terjadi lagi. Dukungan dan kerja sama berbagai pihak sangatlah diperlukan sehingga generasi muda Meranti akan terbebas dari penyalahgunaan obat-obatan, terlebih penyalahgunaan Narkoba.***(Mrt)

Revolusi Mental Bahagian dari Hijrah

10583954_559681200820977_3977761135525511591_nSalah satu isu aktual sekarang ini adalah revolusi mental, sebagaimana yang dicanangkan oleh Presiden RI Jokowidodo ketika melantik para Menterinya. Revolusi mental ini adalah bahagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan konsepsi hijrah pada masa kini (kontemporer).

Hijrah yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW 1436 tahun yang lalu dan kita peringati setiap tahun adalah bersifat fisik. Sedangkan untuk saat ini hijrah tidak perlu bersifat fisik, tetapi adalah bersifat non fisik, berupa mentalitas seperti revolusi mental yang dicanangkan Presiden kita itu.

Setidaknya ada empat bentuk hijrah kontemporer, yang harus dilaksanakan oleh umat Islam.

Pertama, Hijrah Mental, yaitu hijrah dalam arti melakukan perbaikan atas mentalitas diri peribadi masing-masing individu dari perilaku tidak terpuji menjadi perilaku terpuji seperti menghentikan diri dari perbuatan KKN, mengehentikan diri dari sikap ingin dilayani menjadi pelayan yang sesungguhnya (bagi pejabat pemerintah), bersikap rajin bekerja apabila selama ini suka pemalas dan lain-lain sebagainya.

Kedua, Hijrah Kultural yaitu melakukan perubahan atas budaya yang selama ini melekat pada diri kita, sehingga kita dapat keluar dari kebodohan dan keterbelakangan yang menyelimuti sebagaian ummat Islam, untuk selanjutnya memasuki dunia ilmu pengetahuan.

Ketiga, Hijrah Material/Ekonomi yaitu berpindah dari kemiskinan menuju kesejahteraan yang memadai sehinggga ummat Islam ini dapat terhindar dari kekafiran sebagaimana ucapan Nabi, Kemiskinan itu sangat dekat dengan kekafiran.

Keempat, Hijrah Sosial yaitu dengan meningkatkan kepedulian dan solidaritas atas penderitaan orang lain, sehingga penderitaan yang dialami orang lain seolah-olah kita juga ikut merasakannya.

Ahmad Supardi lebih lanjut mengatakan, keempat konsepsi baru bentuk hijrah tersebut harus dilakukan oleh umat Islam, sehingga peringatan tahun baru hijriyah yang dilakukan setiap bulan Muharram, dapat memberikan manfaat dan perubahan ke arah yang lebih baik. Apalagi hal ini sejalan dengan revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden Jokowidodo.***

Oleh: Kakan Kemenag Rokan Hulu, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan,MA

Enam Mantan Dewan Kampar Tak Mau Kembalikan Mobdin

Ilustrasi
Ilustrasi

Bangkinang Kota (SegmenNews.com)- Walaupun sudah tidak menjabat anggota DPRD lagi, namun enam mantan anggota dewan Kabupaten
Kampar-Riau masih menguasai Mobil Dinas (Mobdin) Milik Pemerintah. Bahkan mereka tak mengindahkan surat permintaan
pengembalian Mobdin tersebut.

“Ya, kami sudah menyurati mereka (mantan dewan) untuk mengembalikan Mobdin, bahkan sudah kami coba hubungi melalui telephon.
Tapi mereka belum juga mengembalikannya. Bahkan saya pernah mendapatkan jawaban yang tidak mengenakkan, mereka bilang ini bukan urusan Ramlah, ngapain disuruh ngembalikan mobil,” ujar Ramlah menirukan ucapan para mantan anggota dewan, M Arif, Jasnita Tarmizi, Senin (25/10/2014) kemarin.

Ramlah juga mengaku sudah memberikan surat kepada Bupati Kampar No.175/Setwan/2014/475 Perihal pengembalian Mobil Dinas oleh mantan anggota dewan.

Enam mantan anggota dewan yang belum mengembalikan Mobdin tersebut yakni:

1. Juswari Umar Said (Politisi Partai Demokrat) belum mengembalikan 2 Unit Mobdin yakni, jenis Toyota Kijang Inova dan Mitshubishi Estrada.
2. M Arif (Partai PBB) jenis Mobdin Kijang Inova.
3. Niscol Firdaus (partai Gerindra) jenis Mobdin Kijang Inova.
4. Jasnita Tarmizi (Partai PDIP) jenis Mobdin Kijang Inova
5. Marzuki Malik (Partai PPP) jenis Mobdin Kijang Inova
6. H Januar Rambo (Partai Golkar) jenis Mobdin Kijang Inova.***(shm)

Dikabarkan ‘Zulpan Azmi’ Batal Dilantik

dprd1Bangkinang Kota (SegmenNews.com)- Peluang Zulpan Azmi untuk dilantik menjadi Wakil Ketua Defenitif DPRD Kampar dari Partai Amanat Nasional (PAN) tampaknya semakin sirna. Ia kemungkinan tidak akan ikut dilantik karena polemik di internal PAN belum berakhir.

Polemik itu ikhwal penunjukan Wakil Ketua Defenitif. Pimpinan Sementara DPRD Kampar melalui Sekretaris DPRD Ramlah telah mengumumkan Keputusan DPP PAN yang menunjuk Zulpan menjadi Wakil Ketua. Namun keputusan DPP itu ditolak oleh DPD PAN Kampar.

Sejak awal, PAN Kampar telah sepakat merekomendasikan Sahidin menjadi Wakil Ketua. Di luar dugaan, keputusan PAN Kampar berubah di DPW PAN Riau yang mengirimkan nama Zulpan Azmi ke DPP dalam proses penjaringan Wakil Ketua untuk DPRD.

Sempat beredar kabar bahwa DPRD Kampar akan menggelar Rapat Paripurna Pelantikan empat pimpinan defenitif, Senin (27/10/2014). Sejumlah anggota dewan membenarkan informasi itu. Namun pelantikan itu batal digelar.

Ketua Sementara DPRD Kampar Ahmad Fikri mengatakan, pembatalan itu bukan serta merta disebabkan oleh polemik PAN. “Kita hanya untuk mencari jadwal yang tepat. Jadwal (pelantikan) perlu disesuaikan,” ungkapnya, Senin siang.

Politisi Partai Golongan Karya ini menyebutkan, pelantikan telah dijadwalkan pada Kamis (30/10/2014) nanti. Ia mengakui, Zulpan Azmi tidak ikut dilantik. Meski Gubernur Riau telah menerbitkan SK tentang pengangkatan Wakil Ketua Defenitif DPRD Kampar.

“Tapi ada permintaan dari kawan-kawan PAN supaya pelantikan saudara Zulpan ditunda dulu. Gubernur juga membuat SK berdasarkan permintaan,” ujar Fikri. Ia mengungkapkan, pelantikan akan dilakukan terhadap tiga orang pimpinan.

Dikatakan, tiga pimpinan yang telah diumumkan tidak mengalami perubahan. Di antaranya, dia sendiri dari Partai Golkar untuk diangkat menjadi Ketua. Kemudian dua wakil ketua yakni, Sunardi dari Partai Demokrat dan M. Faisal dari Partai Gerakan Indonesia Raya.
EE
“Kalau dari PAN, belum tau kapan dilantik. Tergantung dari PAN sendirilah,” kata Fikri.

Sementara itu, Zulpan Azmi sendiri belum bisa dikonfirmasi. Nomor selulernya yang terdaftar pada segmennews.com dalam keadaan tidak aktif.

Sekretaris DPD PAN Kampar M. Rusdi tidak begitu reaktif saat dimintai tanggapan. Ia tidak banyak berkomentar. Namun ia mengatakan bahwa segala sesuatunya tergantung pada proses berjalan. “Kita hanya berharap supaya polemik di internal partai tidak berlarut-larut,” katanya.***(Shm)

Wako Pimpin Peringatan Sumpah Pemuda ke-86

Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi  berfoto bersama perwakilan pemuda bangsa di halaman kantor walikota pekanbaru.
Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi berfoto bersama perwakilan pemuda bangsa di halaman kantor walikota pekanbaru.

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Wakil Walikota Pekanbaru-Riau, Ayat Cahyadi pimpin upacara Hari Sumpah Pemuda Ke-86 2014 di halaman Kantor Walikota, Selasa (28/10/2014).

Hari Sumpah Pemuda tahun ini bertemakan ‘Bangun Soliditas Pemuda Maju dan Berkelanjutan’. Semangat Perjuangan terletak pada semangat pemuda demi mencapai bangsa yg bermartabat di mata Dunia.

Disampaikan Wako, bahwa dalam sejarah perjuangan bangsa, Hari Sumpah Pemuda merupakan momentum historis yang teramat penting dan menjadi bagian tak terpisahkan dalam perjuangan bangsa.

Sumpah pemuda merupakan manifestasi dari kepeloporan dan kepeduliannya untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yg mandiri dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

“Berarti kita berupaya agar para pemuda dapat memainkan perannya secara optimal sebagai perekat persatuan bangsa dalam pembangunan nasional,” ujarnya.

Melalui peringatan Sumpah Pemuuda itu, Wako mengucapkan selamat hari sumpah pemuda ke-86, semoga melalui peringatan ini seluruh masyarakat selalu menghormati jasa para pemuda, Jasa para pendiri bangsa, dan jasa para pahlawan.

Pada peringatan hari sumpah pemuda kali ini di hadiri para Muspida Kota pekanbaru dan beberapa Veteran.***(chir)

Baru Diaspal, Jalan Simpang Keladang-Kampar Rusak

Pengerjaan jalan terkesan asal-asalan sehingga banyak jalan yang rusak
Pengerjaan jalan terkesan asal-asalan sehingga banyak jalan yang rusak

Kampar (SegmenNews.com)- Sejumlah ruas jalan simpang keladang-perhatian rambutan, Kecamatan Bangkinang Barat, Kabupaten Kampar-Riau rusak dan retak-retak. Padahal pengaspalan jalan tersebut baru dikerjakan.

Dari papan proyek yang dipasang saat akhir pengerjaan jalan, dengan kegiatan rehabilitasi/pemeliharaan jalan Dana Alokasi Khusus (DAK), paket pengerjaan jalan simpang keladang-perhatian rambutan, efektif (AC,wc 1,41Kmx4M), sumber dana APBD Kampar senilai Rp 2.533.248.800.00,- waktu pengerjaan 150 hari dimulai 11 Juni 2014. Kontraktor PT Bina Riau Sejahtera konsultan CV alam Dimensi Indonesia.

PPTK pekerjaan tersebut, M Kamal dikonfirmasi melalui sambungan telephon, Senin (27/10/14) terkait kerusakan jalan tersebut enggan memberi jawaban, dia hanya mengarahkan konfirmasi kepada PO kegiatan.

“Saya sedang mnengemudikan kendaraan, silahkan konfirmasi ke Po saja,” ujarnya singkat. Sebelumnya rekanan kontraktor masih mengerjakan jalan hingga larut malam. Bahkan hingga, Rabu (8/10/14) lalu pengerjaan jalan masih dilakukan.

Terpisah, DPP LSM LIPPRAN Riau, Hadiriku zega menduga ada dugaan mark up volume pengerjaan jalan, dia meminta Dinas terkait melakukan pengecekan lapangan, sebab jalan yang baru dikerjakan sudah rusak.

“Ini tidak mungkin kita biarkan, kita akan menyurati Dinas PU Bina Marga Kampar atas kerusaan jalan itu. Kalau perlu kita minta pihak hukum mengusut pekerjaan itu,” tegas Kamal.***(ali)

Nikita Mirzani Berniat Cari Bule

Nikita Mirzani (kapanlagi.com)
Nikita Mirzani (kapanlagi.com)

SegmenNews.com– Perceraian Nikita Mirzani dengan suaminya, Sajad Ukra tengah dalam proses persidangan. Statusnya pun tidak lama lagi akan menjadi single parent dengan mengasuh dua orang anak.

Namun demikian, Nikita tidak merasa sedih dengan jalan hidup yang harus ditempuhnya. Dia berharap proses persidangan cerainya segera selesai, dan hidupnya kembali seperti sedia kala.

“Pengen selesai. Jadi ya biar buru-buru saja cepet selesai, nggak sedih lah. Kalau cerai kan masih bisa ketemu. Nengok anak. Kalau sedih tuh ditinggal meninggal. Orangtua, keluarga misalnya. Lagian kan banyak laki-laki di luar sana,” kata Nikita Mirzani sambil tertawa saat ditemui di Ali Tattoo Sulam, Mangga Dua Square, Jakarta Utara, Sabtu (25/10).

“Punya dua anak, satu anaknya sudah besar, nggak terlalu repot, dibawa enjoy. Nggak mau mikirin banget. Belum nyari papa baru, proses (cerai) dulu. Yang ini gagal, nggak mau yang kayak gini lagi. Yang pertama saja prosesnya sampai 7 tahun,” ucapnya santai.

Namun demikian, pada saat-saat tertentu Nikita mengaku sedih saat teringat perceraian dan sekian persoalan yang dihadapinya. Tetapi, menurutnya tidak semua harus ditunjukkan pada publik.

“Dari dulu sama mama, diajarinnya gitu. Kalau ada masalah jangan dilihatin ke orang lain. Kalau di kamar ya bisa nangis. Orang hidup pasti dikasih cobaan, tinggal menyikapinya gimana. Keluarga support. Ya buka lembaran baru lagi,” urainya.

Seandainya Tuhan memberikan jodoh, Nikita dengan nada bercanda mengaku ingin memiliki suami bule. Suami pertamanya, pria lokal dan suami kedua keturunan Timur Tengah (Iran). Dia pun punya alasan memilih pria bule.

“Pengen (suami) bule, lokal ‘kecil’ ha…ha…ha…. Kalau yang sekarang kan Arab,” katanya.***

Red: hasran
Sumber:  © KapanLagi.com