Pekanbaru (SegmenNews.com)- Jajaran Polresta Pekanbaru, Riau terus memburu Pelaku penculikan dan pembunuhan jeanette bayi berusia 1,4 yang dibunuh oleh pembantu rumah tangga, yulia alias dona (19).
Bahkan saat ini pihak kepolisian terus menyebar daftar pencarian orang (DPO) di sejumlah titik keramaian di pekanbaru.
Kasat reskrim Kompol hariwiyawan M.ik Saat di konfirmasi segmennews.com, Selasa (5/8/14) diruangannya pihak kepolisian terus memburu pelaku pembunuhan sadis seorang bayi di Pekanbaru, pencarian dilakukan di berbagai sudut Provinsi Riau.
“Kami terus mengejar pelaku baik di pekanbaru dan di tembilahan nanti, daftar DPO juga sudah kita sebar,” ujarnya.
Sebelumnya pelaku pembunuhan, yulia (19) pembantu rumah tangga tersebut terekam kamera cctv membawa korban keluar rumah. Saat ini polisi sudah meminta keterangan suami pelaku safaruddin yang baru di nikahinya 8 bulan lalu untuk mencari keberadaan pelaku.**(Chir)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Dua kasus pembunuhan mengenaskan yang terjadi pasca lebaran H-3 hingga H+3 membuat masyarakat resah dan cemas, untuk menghindari kecemasan tersebut Polisi harus meyakinkan masyarakat bahwa pelaku bisa diciduk dengan cepat.
Demikian dikatakan Kriminolog Universitas Islam Riau (UIR) Dr Syahrul Akmal Latief MSi, Senin (4/8/14), menurutnya, jika aparat hukum bekerja ekstra pelaku pastinya bisa ditangkap secepatnya. Pasalnya, dari beberapa kasus yang ada di Pekanbaru baik kasus sebelumnya pelaku pasti dikenal oleh korban.
“Ini menjadi PR besar bagi aparat hukum, agar tidak menimbulkan kecemasan ditengah-tengah masyarakat,” ulas Sekretaris Pasca Sarjana Universitas Islam Riau ini.
Pasca lebaran saja ada dua kasus pembunuhan pertama, Syahrika ataupun Morin w dijalan Bambu Kuning Perumahan Jondul blok F
Kecamatan Tenayan Raya, korban yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi terendam didalam bak mandi pada hari Sabtu (26/7) sore dan yang paling mengenaskan adalah pembunuhan seorang bayi yang tidak berdosa.
Menurut Syahrul, pembunuhan itu jelas tidak ada hubunganya jika dikaitkan satu sama lain. Tapi, ia menilai untuk memahami kasus pembunuhan, harus merujuk pada perspektif yang selama ini dominan menangani kasus pembunuhan.
“Biasanya pembunuhan itu, yang murni pembunuhan yang kekerasan pembunuhan itu selalu motifnya interpersonal. Motifnya selalu ada persoalan yang terjadi antara pelaku dan korban, bisa merasa terhina, atau relasi asmara. Tidak menutup kemungkinan juga karena sengketa bisnis dan lainnya,” jelas Syahrul.***(chir)
SegmenNews.com– Tentunya di hari raya Lebaran setiap rumah di Indonesia akan menyajikan menu yang istimewa. Sehingga tak heran setelah lebaran
perut kamu akan terlihat membucit. Bagi para wanita hal ini tentu sangat mengganggu dan mati-matian untuk mengecilkan perut.
Padahal, mengecilkan perut yang buncit bisa dilakukan dengan cara mudah dan dilakukan dalam ruangan. Dikutip jurnal Obesity, berikut olahraga ringan yang bisa dilakukan dalam ruangan untuk mengecilkan perut buncit.
1. Push Up
Berdasarkaan penelitian di jurnal tersebut menunjukkan bahwa push up bisa meningkatkan kadar testosteron dan meratakan perut buncit. Selama ini, kekurangan testosteron banyak dikaitkan dengan penumpukan lemak visceral atau lemak yang menempel di organ dalam perut.
2. Sit Up
Sit up jika dilakukan dengan posisi yang benar bisa sangat efektif mengencangkan perut buncit karena gerakannya benar-benar terpusat di otot perut. Posisi sit up yang benar adalah tiduran telentang, kedua kaki menekuk, tangan berada di samping kepala dan bukan memegangi tengkuk.
3. Skipping
Olahraga yang satu ini terbilang menyenangkan, karena gerakannya fun yakni meloncat-loncat pada sebuah tali seperti permainan anak kecil. Kendati begitu, skipping amat bermanfaat bagi orang dewasa khususnya yang perutnya mulai membuncit. Olahraga ini mampu membakar banyak kalori, termasuk yang berasal dari tumpukan lemak perut.
4. Pilates
Pilates atau senam lantai ini dinilai bisa mengecilkan perut buncit. Sebab gerakan dalam pilates lebih mengutamakan kelenturan. Namun tidak bisa dihindari kekuatan otot pasti juga sangat dibutuhkan. Manfaatnya bagi perut buncit, latihan kelenturan dalam pilates juga membutuhkan kontraksi di otot-otot pusat salah satunya adalah perut.***
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Jajaran polresta pekanbaru terus memburu pelaku pembunuhan jeanette bayi berusia 1,6 tahun dengan usus terburai. Saat ini, polresta pekanbaru sudah memeriksa enam orang saksi.
Polisi juga sudah mengantongi identitas pelaku dan petunjuk dari CCTV di toko obat jalan Bunga Raya.
“Ya, kita sudah periksa enam orang saksi diantaranya orang tua korban dan dua orang saksi yang melihat kejadian tersebut,” papar Wakapolresta pekanbaru AKBP Sugeng putut wicaksono S.ik kepada wartawan diruangannya (4/8/14).
Dari petunjuk cctv dari salah satu toko obat di jalan bunga raya, kecamatan Bukitraya terlihat pelaku membawa korban keluar dari rumah. Pelaku akan di jerat pasal berlapis 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan pasal 22 tahun 2002 undang – undang perlindungan anak.
Sebelumnya, bayi malang tersebut diculik pembantu korban, namun mayat bayi tersebut ditemukan sudah tak bernyawa, Minggu (27/8/14) sekitar jam 09.00 WIB dibelakang ruamhnya dengan luka-luka di bagian tubuhnya.
Jasadnya diletakkan di bawah terpal bekas tepatnya di lokasi lapangan bulu tangkis angkasa di belakang rumah korban. Dari hasil otopsi mayat bayi korban pembunuhan atas nama Jeanette, yaitu di bagian di perut ada 4 luka, di bokong 1 dan di kaki 1 luka tekan.**(Chir)
SUMUT (SegmenNews.com)- Korban kapal nelayan yang tenggelam di Labuhan Batu Sumatera Utara terus bertambah. Total 19 korban ditemukan. Sebagian besar di antaranya anak-anak.
“Dari 19 korban tewas sudah terindentifikasi, ada 10 korban balita. Bahkan 1 orang bayi berusia 7 bulan,” ujar Kapolres Labuhan Batu AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe, Jumat (1/8/14).
Kapolres menjelaskan korban terakhir ditemukan atas nama Feri (5). Korban terbawa arus 2 kilometer dari lokasi awal tenggelamnya kapal. Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap 1 korban lagi, Akbar (11).
Polisi belum memeriksa Koling (47), juru mudi kapal. Ini dikarenakan masalah kemanusiaan. “Belum kita periksa. Karena 8 orang keluarganya termasuk anak-anaknya jadi korban tewas,” ujar lulusan Akpol 1994 itu.
Kapal nelayan yang dikemudikan Koling tenggelam, Rabu (30/7/14) malam di perairan Sei Kubung. Kapal yang membawa 48 orang merupakan satu keluarga. Mereka berangkat dari Sei Berombang menuju Tanjung Leidong untuk berziarah. Nahas, dalam perjalanan pulang, kapal tenggelam diduga akibat kehabisan BBM.
Pekanbaru (SegmenNews.com)– seluruh pejabat di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab Rokan Hulu (Rohul), merayakan hari Raya Idul Fitri 1435 H di rumah Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Senin (28/7/2014) bertempat di Perumahan Wisma Kualu Permai, Jalan Sukakarya, Panam, Kelurahan Tuah Karya, Kec Tampan, Kota Pekanbaru.
Para Pejabat yang merayakan hari Raya Idul Fitri tersebut adalah Kasubbag Tata Usaha Drs H Zulkifli Syarif MPdI, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah H Elfalisman SAg, Penyelenggara Syari’ah Drs H Martillevi Saleh MSy, Kepala MAN Pasir Pengaraian Dewi Samiwardani SPd.
Hadir juga bersama, Kepala MTsN Rambah Akhiruddin SAg, Kepala MTsN Dalu-Dalu Drs Muslim, Kepala MIN Pasir Pengaraian Nizar Rofiki SPdI, Kepala KUA Kecamatan se Rohul, dan staf Kemenag Rohul lainnya.
Ahmad Supardi Hasibuan menyatakan bahwa berlebaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan shilaturrahim antara pejabat Kemenag se Rohul, yang secara khusus dilaksanakan sekali dalam setahun, bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri.
Idul Fitri artinya adalah kembali kepada fitrah, kembali kepada kesucian diri, setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, sesuai perintah Allah SWT dalam Alqur’an : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa”(Q.S.Al-Baqarah:183), tegasnya.
Menurut Ahmad Supardi, tradisi berlebaran ini adalah kebiasaan baik yang dilaksanakan oleh umat islam, sehingga dengan demikian terjalin hubungan shilaturrahim, hubungan kasih sayang, yang pada gilirannya melahirkan sikap saling tolong menolong, nasehat menasehati, persatuan dan kestauan, karena memang umat Islam itu bersaudara.
Rasa persaudaraan, hubungan shilaturrahim, harus terus dibina, dipelihara, dipupuk, dan dikembangkan secara terus menerus dan berkesinambungan, sehingga hubungan baik tetap terjalin, dan bila ada hubungan yang putus, kusut, dan bahkan retak, agar dirajut kembali, sehingga hubungan menjadi lurus, rasa kasih sayang tetap terjaga, papar Ahmad Supardi.
Ahmad Supardi menjelaskan bahwa bershilaturrahim ini pada dasarnya, bukan hanya dilaksanakan pada saat Idul Fitri saja, tetapi juga dilaksanakan pada setiap saat, kapanpun dan dimana sajapun, sehingga hubungan kasih sayang tetap terjalin dengan apik di kalangan umat Islam.***(rls)
Menyambut hari raya Idul Fitri 1435 H/2014 Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar pawai takbiran di Kota Pangkalan Kerinci, Minggu (27/7/2014) malam.
Berbagai kendaraan hias diterangi kerlap kerlip lampu menghiasi jalanan Kota Pangkalan Kerinci, masyarakat antusias menyaksikan gelaran pawai takbiran.
Dalam sambutannya, Bupati Harris berharap, takbir keliling dalam rangka memeriahkan hari raya Idul Fitri tahun ini dapat berjalan lancar dan sukses. Lebih jauh, Bupati Harris mengajak masyarakat untuk ikut menyemarakkan pawai takbir.
Dipagi hari, Bupati bersama masyarakat melakukan shalat idul dilapangan bola kaki Pangkalan Kerinci. Usai shalat, Bupati Harris menggelar open house yang dihadiri oleh para pejabat maupun masyarakat Pelalawan.***
Bupati Pelalawan H.M Harris menerima laporan dari pemimpin rombongan takbiranBupati Pelalawan H.M. Harris saat memukul beduk bertanda acara takbiran dimulaiWabup Pelalawan, Marwan Ibrahim bersama Wakapolres, Kompol Aldun dan ribuan masyarakat mengikuti shalat Idul FitriBupati Harris, Sekda Drs HT Mukhlis, Edi Sukemi dan mantan Bupati Pelalawan T Azmun Jakfar melaksanakan shalat Idul Fitri bersama.Usai Shalat Idul Fitri Bupati Harris bersalaman dengan para jemaahRibuan masyarakat melaksanakan shalat Idul Fitri di lapangan bola kaki Pangkalan KerinciBupati Harris dari kediamannya menuju Open House dirumah Sekda, T Mukhlis dan Wabup Pelalawan, Marwian IbrahimSekda Drs HT Mukhlis menyambut kedatangan rombongan PKK Kabupaten Pelalawan di rumah kediamannyaBupati Harris dan pejabat lainnya menghadiri Open House di rumah Wabup Pelalawan, Marwan Ibrahim
SegmenNews.com- Bekas tempat pengeboran gas alam ini terus menyala dan menjadi daya tarik wisatawan ke Negara Asia Tengah itu. Burning-Crater Setelah hampir 4 dekade atau sekitar 40 tahun, api dari pembakaran gas tersebut tak pernah bisa dipadamkan.
Ini tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang dan melihat lebih dekat. Apalagi pemerintah lokal belum memasang pembatas atau pengaman untuk wisatawan yang berkunjung.
Bagi G-Readers yang menginginkan pengalaman berlibur yang bukan menikmati hawa pegunungan ataupun desiran ombak pantai bisa mencoba berkunjung ke Turkemenistan. Negara yang masuk dalam kawasan Asia Tengah ini memiliki sebuah spot wisata baru nan unik.
Nama destinasi wisata itu ialah Burning Crater atau kawah terbakar di tengah Gurun Karakum ini memang dicanangkan oleh pemerintah setempat untuk menjadi obyek wisata baru. Letaknya sekitar 270 kilometer sebelah Utara ibukota Ashgabat dekat dengan Desa Derweze.
Obyek wisata yang membuat pengunjung yang datang merasakan panas hingga lebih dari 50 derajat Celcius ini awalnya merupakan sumber pengeboran gas alam yang dilakukan para ilmuwan Uni Soviet pada tahun 1971. Namun, karena takut efek gas metan akan membahayakan warga sekitar, mereka memutuskan untuk membakarnya.
Seperti dikutip dari dailymail.co.uk pemerintah Turkmenistan menargetkan 15.000 wisatawan dari 50 negara di berbagai penjuru dunia untuk datang dan melihat wisata alam panas dari dalam perut bumi unik ini. Tertarik untuk membawa jagung atau singkong ke sana?***
Red:hasran Sumber: [teks @boyMALI | foto berbagai sumber]yahoo.com
Bukit batu (SegmenNews.com)- Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat di pelabuhan penyeberangan RoRo menuju pulau Bengkalis yang terletak diposisi penyeberangan Sei Selari Bukit Batu mengantri. Namun seunit mobil plat merah mencoba menerobos antrian.
Kepadatan antrian pada hari raya idul fitri ke-2, Selasa (29/7/14) membuat Mobil Dinas(Mobdin) Kijang Innova berplat BM 8 D yang dikendarai seorang wanita tersebut nekat menerobos antrian, tentunya membuat pengemudi lainnya berang. Tak itu saja, Mobdin lain jenis Panther BM 1756 D juga mencoba menerobos antrian hingga masuk terminal di RoRo Sai Selari.
Kepala UPTD Dishub, Wan Hasan dikonfirmasi membantah kalau mobil Panther tersebut menyeberang mendahului pengantri lainnya,
“Mobil itu diparkirkan terminal disana kok, sedangkan sopirnya menyeberang dengan berjalan kaki,” katanya pada wartawan dilansir utusanriau.
Sementara dari pantauan dilapangan, Para pengendara lainnya yang tidak sabar mengantri terpaksa meninggalkan kendaraannya, dan memutuskan meninggalkan mobil mereka di sei selari, dan menyeberang dengan berjalan kaki di menuju Bengkalis.***(ur)
Siak (SegmenNews.com)- Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, sejumlah wilayah Siak dilanda Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kondisi ini dikawatirkan akan menimbulkan dampak kabut asap pada saat lebaran nanti. Terpantau, ada empat titik lokasi terjadinya karhutla, dengan luas lahan yang terbakar lebih kurang 50 Ha.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak, Wan Abdul Razak membenarkan terhadinya karhutla. Namun, Kepala BPBD ini mengaku tidak mengetahui dimana saja titik lokasi kebakaran.
“Ya, memang ada kebakaran lahan. Untuk lokasi jelasnya, silahkan konfirmasi kepada Bidang Pemadam Kebakaran, karena saya sedang Dinas Luar Kota (DLK) di Pekanbaru, dan tidak memegang data,”ujar Wan Abdul Razak, Jum’at (25/7).
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Iwan Priyatna menjelaskan, empat titik lokasi kebakaran lahan yakni, di Jalan lintas Baru, Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Desa Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib, Jalan Lintas Perawang, Kecamatan Tualang, dan Desa Sam-Sam, Kecamatan Tualang.
“Dari empat lokasi kebakaran, diperkirakan lahan yang terbakar telah mencapai 50 Ha,”katanya.
Dari empat titik kebakaran hutan, lokasi terparah yakni di Desa Telaga Sam-Sam Kecamatan Kandis, dengan luas lahan yang terbakar lebih kurang 42 Ha lahan sawit milik warga hangus terbakar.
Saat ini petugas Damkar, pihak kecamatan, Pol PP, Polisi dari Polsek Kandis juga di terjunkan untuk melakukan pemadaman api. Selain itu, ada 3 unit mobil pemadam kebakaran dan dbantu 1 unit mobil pemadam kebakaran milik PT.Ivomas di lokasi kebakaran.
“Lahan sawit yang terbakar merupakan tanah gambut dan sulit dipadamkan. Saat ini proses pemadaman masih terus berlangsung,”katanya.
Selain itu, lokasi Kebakaran yang baru saja terjadi, yakni di Jalan Lintas Desa Dayun- Siak, terbakar pada Kamis (24/7) malam. Lahan yang terbakar merupakan semak belukar dan sebahagian lainnya merupakan lahan sawit. Diperkirakan lebih kurang 2 Ha lahan yang hangus terbakar dilokasi itu.
Iwan mengaku pihaknya kesulitan untuk melakukan pemadaman dilokasi tersebut karena titik api yang sulit dijangkau. Selain itu, pihaknya juga kesulitan untuk menemukan sumber air yang akan digunakan untuk melakukan pemadaman.
“Lahan yang terbakar merupakan lahan gambut, kesulitan air yang kita hadapi membuat sulit untuk melakukan pembatas dan pemadaman. Kita khawatir api akan semakin melebar dibawa angin, apalagi kondisi cuca saat ini panas dan kering,”katanya.
Dilain pihak, Kapolres Siak, AKBP Dedi Rahman Dayan yang dikonfirmasi prihal semakin maraknya kebakaran yang terjadi, masih belum dapat dikonfirmasi.***(rinto)