Pekanbaru (SegmenNews.com)– Dalam sehari, Pemprov Riau bisa mengeluarkan dana sebanyak Rp 36 miliar hanya untuk membiayai perjalanan dinas ke luar kota. Padahal Gubri Annas Maamun sudah meminta pengurangan perjalanan dinas ke luar kota.
Hal itu diungkapkannya dalam pidato di acara silaturhami Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Kamis (12/6/2014). Annas mengaku telah membaca masing-masing laporan perjalan dinas. Ternyata dalam laporan itu tercatat uang perjalanan kepala dinas ada yang mencapai Rp 36 miliyar dan ada juga yang Rp 25 miliyaran.
“Sebanyak Rp 36 miliar kalau dibuatkan sekolah, sudah berapa banyak sekolah yang besar kita buat. Untuk apa perjalanan dinas ke Jakarta terus dilakukan tapi tidak juga ada perkembangannya dengan Riau,” ungkapnya.
Menurutnya, hal seperti ini harus dikurangi kedepannya dan harus lebih fokus bekerja di daerahnya masing-masing. “Kalau uang Riau ini kita hambur-hamburkan apa yang akan kita bangun, masyarakat masih banyak yang miskin,” terangnya.***(chir/btp)
Wakil Walikota Ayat Cahyadi menyalami Ketua TP PKK pekanbaru Asmita Firdaus dan Indiria Ayat yang dikukuhkan menjadi ketua dan wakil Ketua Forikan Pekanbaru.(foto: humas)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, melantik kepengurusan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Pekanbaru periode 2013-2016. Pelantikan digelar di halaman Gedung Pasar Ikan Hygenis Kota Pekanbaru, Kamis (12/06/2014).
Pelantikan tersebut dihadiri istri Ayat Cahyadi, Indria Rita dan Asisten III Bidang Kesra, Sentot D Prayitno, Ketua PKK Pekanbaru Asmita Firdaus.
Ketua panitia, Kadistan Edwar Yunus, dalam sambutannya mengatakan, Pelantikan Forikan 2013-2016 sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan di Pekanbaru. Dengan adanya Forikan diharapkan bisa mendorong peningkatan konsumsi ikan, meningkatkan pangsa pasar.
“Kita minta, pengurus mampu meningkatkan komsumsi ikan, dan memberdayakan petani ikan di Pekanbaru,” ujarnya.
Ada beberapa agenda hari ini Pengukuhan pengurus forikan, Lomba mewarnai, lomba masak dari serba ikan tingkat pekanbaru.Ada juga grand opening tanaman rafis ekselsa di kebun Distan.
Ditempat yang sama Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi mengharapkan pengurusan yang dilantik bisa mengemban tugas yang telah diberikan dan menarik dan meningkatkan pangsa pasar terhadap menu masakan dari bahan ikan.***(chir)
Siak (SegmenNews.com)– Jelang Ramadhan, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten siak melakukan operasi mendadak (sidak) ke pasar Blantik, Kamis (12/06/14). Hasil Operasi pemantauan harga sembako, ada kenaikan di beberapa bahan sembako.
Kadis Disperindagkop, Wan Bochori didampingi, Kabid pengawasan dan pengendalian Disperindagkop, Suntoro mengatakan ada kenaikan pada bahan pokok sembako, seperti minyak goreng yang sebelumnya Rp.11.000 kini menjadi Rp.13.000,gula pasir yang sebelumnya Rp 11.000 kini menjadi Rp.12.000.
Sedangkan untuk telur ayam yang sedikit mengalami banyak kenaikan yang sebelumnya Rp.28.000 kini menjadi Rp.33.000 perpapanya. Sejumlah pedagang mengungkapkan naiknya beberapa harga sembako tersebut memang dari distributornya atau dari pemasoknya langsung.
Begitu juga dengan harga sejumlah sayur mayur, malahan ada beberapa yang mengalami penurunan harga seperti bawang putih dan bawang merah harganya tergolong stabil.
Berbeda dengan daging sapi yang belum mengalami kenaikan harga hingga sekarang.Deden (40) pedagang daging sapi mengungkapkan bahsa sampai sekarang harga daging masih stabil yakni Rp 95.000/kg , namun dirinya mengaku bahwa akan ada kenaikan nantinya dan kenaikan tersebut bisa mencapai Rp 110.000/kg.
“Untuk saat ini belum harga daging belum naik tapi nanti akan ada kenaikan karna sata sudah dikasih tau oleh pemasok daging karna biasanua bulan puasa banyak yg mencari daging,” ujar deden.
Wan buchori menjelaskan kenaikan rata rata sejumlah bahan sembako tidaklah terlalu signifikan, kenaikanya masih dinilai wajar dan tidak begitu memberatkan,karna memang sudah wajar jika mendekati hari besar maka harga akan naik jelas buchori.
Namun dirinya menamghimbau kepada para pedagang agar jangan sembarangan menaikan harga agar nantinya maayarakat tidak merasa dirugikan.dan tentubya dengan harga yang maaih terjangkau.
Selain itu hassanudin (60) distributor besar disiak,mengungkapak stok untuk bahan sembako sampai sekarang cukup bagkan dirinya menambahkan stok untuk kedepan hingga lebaranpun sudah sedia.
“Stok bahan sembako sekarang hingga lebaran aman,cukup dan saya nilai tidak ada masalah,”ujar hassan.***(rinto)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Hari puncak peringatan Hari Jadi Pekanbaru ke 230 tinggal beberapa hari lagi, berbagai kegiatan yang melibatkan masyrakat terus digelar Jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru mulai dari MTQ, senam massal, berbagai macam lomba, serta kegiatan budaya hingga lomba memasak, dari tingkat Kota hingga tingkal kelurahan dan RW.
Hanya saja nuansa peringatan hari jadi Pekanbaru yang jatuh pada tanggal 23 Juni 2014 itu dinilai oleh banyak kalangan masyarakat justru tidak terlihat pada kalangan usaha atau pemilik usaha jasa maupun perdagangan, karena di sejumlah hotel atau ruko-ruko serta gedung-gedung penting tidak terlihat nuansa bahwa Kota Pekanbaru saat ini sedang merayakan hari jadinya terutama hotel, restoran, pertokoan atau bangunan yang berada di jalaur-jalur protokol.
Seperti dikatakan Said Kosim salah seorang warga Jalan Kopi Pasar Pusat, menurutnya peringatan jari jadi Pekanbaru kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana pada tahun ini suasana peringatan melibatkan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan berbagai kegiatan merakyat digelar, tetapi situasi yang sama tidak terlihat di kawasan pertokoan maupun perhotelan dan restoran.
“Kita jadi bertanya-tanya kok di hotel, pertokoan maupun restoran dan rumah makan, tidak terlihat suasana semarak hari jadi Pekanbaru ini. Tidak terlihat baliho, spanduk maupun umbul yang terpasang. Apakah para penguasaha itu tidak diminta atau tidak diberitahu bahwa mereka harus ikut berpartisiaspi?,” ujar Said.
Hal yang sama juga dipertanyakan Wan Karrim Warga Limapuluh, menurutnya sangat miris sekali melihat ketidak pedulian para pelaku usaha yang sepertinya kurang peduli denga agenda rutin tahunan di Pekanbaru ini.
“Maaf ya, contoh dekat aja, hotel premier yang posisinya berada persis di depan kantor Walikota malah sedikitpun tidak Nampak suasana peringatan hari jadi Pekanbaru, tidak ada baliho atau spanduk, dan bahkan tidak ada umbul-umbul, apa mereka tidak tahu atau tidak diberi tahu?” ungkap Wan yang juga ketua RW di Lima Puluh itu.
Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Hari Jadi Pekanbaru ke 230 Dedi Gusriadi yang juga Asisten II Setko Pekanbaru ketika dikonfirmasi melalui Kepala Bagian Humas Ingot Ahmad Hutasuhut menyebutkan bahwa himbauan dan permintaan untuk memasang baliho dan umbul atau spanduk itu sudah disampaikan jauh-jauh hari kepada masyarakat dan pelaku usaha di Pekanbaru.
“Kita sudah membuat surat resmi tertanggal 19 Mei 2014, dimana dalam surat himbauan itu dimintan kepada seluruh masyarakat dan pelaku serta pemilik usaha untuk turut berpartisipasi memeriahkan hari jadi Pekanbaru ke 230 dengan measang baliho, spanduk atau umbul-umbul dili9ngkungan tempat tinggal atau lingkungan usaha. Bahkan kita himbau pemasangannya mulai minggu ke 4 Mei hingga minggu ke 4 Juni 2014,’’ ujar Kabag Humas sambil merpelihatkan foto copy surat edaran tersebut.
Selanjutnya Kabag Humas menyebutkan, bahwa panitia berharap kepada seluruh camat dana lurah untuk kembali mengajak dan mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi memeriahkan harai jadi Pekanbaru ini.
“Ini kota kita bersama, milik kita bersama. Peringatan ini wujud rasa syukur kita kepada Allah, dan ungkapan terimakasih kepada para pendiri Pekanbaru serta para tokoh yang membesarkan kota ini, begitu pula dengan para pemangku walikota dari yang pertama hingga yang sekarang. Masyarakat wajar saja bertanya. Karena ini adalah kota bersama, mari kita juga sama-sama peduli,’’ ujar Kabag Humas.***(chir/rls)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Ratusan massa gabungan dari pemuda pancasila, himpunan pelajar mahasiswa Rokan Hilir dan masyarakat mendatangi kantor DPRD Provinsi Riau. Mereka menuntut Menteri kehutanan Zulkifli Hasan untuk segera menandatangani RTRW Riau secepatnya.
Sebab kata massa yang kordinasi oleh Afrianto, selama 18 bulan surat yang dilimpahkan kepada Menhut belum juga di tanda tangani. Sehingga menghambat percepatan pembangunan wilayah di Provinsi Riau.
Massa membentang spanduk di depan kantor DPRD Riau
Akibat dari lambannya persetujuan dari menteri kehutanan tersebut, sejumlah pembangunan di Provinsi Riau tertunda, pembangunan jalan Pekanbaru-Dumai yang telah di anggarkan dalam APBN 2011 senilai Rp 154 miliar terkendala, karena masalah pembebasan lahan yang belum di tanda tangani oleh Menhut.
Mereka meminta anggota DPRD Provinsi Riau segera mengambil tindakan dan berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan RTRW Riau. Jika perlu, Menhut dilaporkan ke Presiden RI, karena telah menghambat perkembangan Riau.
Jika permintaan massa tidak digubris oleh anggota DPRD Riau, maka massa mengancam akan melakukan aksi demo dengan massa yang lebih banyak lagi.
“Kalau hari ini pak dewan tidak menanggapi kami, kami akan mengumpulkan massa yang lebih besar,” ancam Afrianto yang diamini seluruh massa.***(chir)
Pekanbaru (SegmenNews.com)– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di daerah itu sebanyak 4.208.306 pemilih untuk pemilihan presiden (pilpres) yang digelar pada 9 Juli 2014.
“Setelah ditetapkan, maka jumlah ini akan kita bawa ke tingkat nasional untuk ditetapkan pula oleh KPU pusat,” kata Ketua KPU Riau, Nurhamin di Pekanbaru, Rabu.
Jumlah ini, lanjutnya, meningkat dibandingkan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perubahan (DPSHP) yang ditetapkan sebelumnya sebanyak 4.196.645 pemilih atau bertambah 11.661 orang. Jika dilihat dari hasil rekapitulasi 12 kabupaten/kota di Riau, menurutnya, tidak semuanya bertambah dan malah ada yang berkurang.
Dalam jumlah besar yang berkurang seperti terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir dari 512.151 pemilih menjadi 510.299 pemilih. Selanjutnya di Kabupaten Kuantan Singingi pada mulanya 232.174 pemilih, kemudian diperbaiki menjadi 230.056 pemilih, lalu di Kota Pekanbaru juga menyusut dari 628.244 pemilih menjadi 627.212 pemilih.
“Dumai dan Rokan Hilir jumlah kurangnya hanya ratusan, bahkan di Siak hanya satu pemilih yang berkurang,” jelasnya.
Sementara itu, untuk kabupaten/kota di Riau yang terbanyak bertambah jumlah DPT adalah Kabupaten Rokan Hulu dari 339.048 pemilih menjadi 351.090 pemilih. Terbesar selanjutnya berada di Kabupaten Indragiri Hulu dari jumlah awal 289.151 pemilih menjadi 291.498 pemilih. “Kabupaten lainnya seperti Pelalawan dan Bengkalis bertambah hingga dua ribuan. Kampar serta Meranti hanya bertambah dalam jumlah ratusan,” ungkapnya.
Dijelaskannya, penambahan dan pengurangan tersebut disebabkan dinamika pemilih seperti meninggal, pindah domisili, dan TNI/Polri yang beralih jadi aktif bagi yang pensiun atau terdata, tapi masih aktif.
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Riau, Eddy Syarifuddin menanggapi penetapan DPT pilpres tersebut menyatakan, kesalahan sama kembali terulang dalam menyusun DPT oleh jajaran KPU. “Data yang disampaikan KPU Rokan Hulu hari ini atau Rabu (11/6), berbeda dengan apa yang disampaikan dalam berita acara kepada pengawas. Terdapat selisih lebih dari 3.000 pemilih antara keduanya. Ini harus dijelaskan,” katanya.***(son/ant)
SegmenNews.com– Peneliti asal Australia tengah mengembangkan kondom masa depan. Penelitian yang dibiayai Bill & Melinda Gates Foundation ini mengembangkan kondom yang terbuat dari bahan mirip kulit manusia.
Wow! Next Generation Condom, itulah nama kondom yang tengah dikembangkan tim peneliti dari University of Wollongong (UOW), Australia. Dalam risetnya para peneliti mengganti lateks yang selama ini dikenal sebagai bahan kondom, dengan material baru yang disebut ‘tough hydrogel’.
Material baru ini membuat kondom terasa seperti kulit manusia saat dipakai. Dengan material tersebut, pasangan menikah yang ingin menunda kehamilan dengan kondom bisa merasakan kenikmatan bercinta lebih.
Dalam rilisnya, pihak University of Wollongong menulis Hydrogel yang menjadi bahan kondom ini terbuat dari air yang dikombinasikan dengan polymer. Dengan kandungan tersebut, kondom akan basah secara alami dan kelenturannya mirip dengan tubuh manusia.
Hdyrogel merupakan bahan yang aman dan sudah banyak dipakai di beberapa produk seperti lensa kontak, gel sabun mandi dan pasta gigi. Tidak seperti kondom berbahan lateks, bahan hydrogel ini ramah lingkungan karena bisa didaur ulang. Kondom masa depan dengan bahan mirip kulit manusia ini tengah dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin ahli biomedical Dr. Robert Gorkin.
Peneliti lainnya yang terlibat adalah ilmuwan polymer Dr. Sina Naficy dan molecular microbiologist Dr. Jason McArthur. Mereka semua akan memastikan apakah kondom masa depan ini memiliki kekuatan dan elastisitas yang baik sehingga bisa mencegah kehamilan atau penyakit menular seksual.
Saat ini tim peneliti juga tertarik bekerjasama dengan kelompok ilmuwan di Asia Tenggara dan Sub-Sahara Afrika untuk mendesain prototipe dan produk yang sejalan dengan budaya di kawasan tersebut. Kondom masa depan ini diharapkan bisa membantu negara-negara yang kesulitan mengontrol kelahiran dan penyebaran penyakit menular seksual.
Sebelum ini, sudah ada kondom menarik lainnya yaitu kondom yang diklaim mampu meningkatkan ereksi pada pria, menambah stamina bahkan bisa membesarkan ukuran alat kelamin pria. Durex –yang akan mendistribusikan kondom tersebut– menjulukinya dengan nama ‘Viagra di dalam kondom’.
Kondom yang belum diketahui kapan akan rilis di pasaran ini mengandung gel yang sudah dipatenkan, yang bisa melancarkan aliran darah menuju area Mr. Happy, sehingga bisa membuat ereksi lebih tahan lama.***(wolipop.com)
Pelalawan (SegmenNews.com)– Sektretaris Camat Kecamatan Pangkalan Kerinci menyerahkan bantuan sosial berupa sembako, sebagai bentuk kepdulian kepada pemanfaat simpan pinjam perempuan. Penyerahan bantuan ini di motori Unit Pengelolah Kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (UPK PNPM-MPd) Seiya Sekata Kecamatan Pangkalan Kerinci atas surplus UPK tahun 2013 sebesar Rp 65.653.900.
Sumber dana ini berasal dari jasa pengembalian kelompok perempuan (SPP) yang bergulir di masyarakat. Dengan total aset dana bergulir sebesar Rp 3.120.000.000 melalui 114 kelompok, dana ini telah dimanfaatkan kurang lebih 1.223 orang. surplus UPK Tahun 2012 sebesar Rp 60.351.800. dari surplus tersebut, sekitar 25% dialokasi untuk kegiatan bantuan sosial dengan nama PNPM Peduli. Acara berlangsung di Aula Kantor Camat Pangkalan Kerinci, Rabu (12/6/14).
Saat sambutan didepan hadapan pemanfaat, Ketua PNPM MPd Nurdin mengatakan, telah disepakati pihaknya pada pelaksanaan Musyawarah Antar Desa (MAD) tutup buku UPK tanggal 09 Januari lalu. PNPM MPd ini merupakan penyaluran realisasi surplus simpan pinjam kelompok perempuan untuk dana sosial masyarakat rumah tangga miskin di Kecamatan Pangkalan Kerinci, keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Nurdin juga mengatakan, Bantuan bagi Rumah Tangga Miskin (RTM) ini merupakan hak masyarakat yang berasal dari surplus pengelolaan dana SSP (Simpan Pinjam kelompok Perempuan) PNPM Mandiri Perdesaan sebesar minimal 25% dari total jasa yang dibayar kepada Unit Pengelola Kegiatan (UPK) selaku pengelola dana PNPM MPd di tingkat kecamatan. Dari kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur bahwa masyarakat telah mempercayakan program SPP (Simpan Pinjam Perempuan) PNPM-Mandiri Perdesaan.
” SPP yang ada di PNPM merupakan suatu program yang didesain khusus oleh pemerintah untuk melayani kebutuhan simpan pinjam dengan beberapa keunggulan dibanding lembaga ekonomi lainnya. Munculnya SPP ditengah-tengah masyarakat diharapkan kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan usaha dan segala kebutuhannya dengan meringankannya,”ungkapnya.
Nurdin mengatakan, bahwa program pemerintah tidak akan berjalan mulus jika tidak mendapatkan kepercayaan dari masyarakat itu sendiri, oleh karena itu mari kita bahu membahu membangun PNPM-MPd ini menjadi sebuah kekuatan ekonomi kerakyatan yang programnya dari rakyat dan akan kembali kepada rakyat. Dengan adanya SPP mudah-mudahan mampu meniadakan renten-renten yang berkeliaran dalam sendi-sendi perekonomian masyarakat.
Sektretaris Camat Pangkalan Kerinci Juherman syah mengatakan, terima kasih dan apresiasi kepada pihak PNPM Mandiri pedesaan UPK Kecamatan Burau selaku mitra pemerintah daerah yang telah berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini merupakan momentum yang baik untuk memperkuat komitmen bersama dalam penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Juherman Syah juga mengatakan, pembagian bantuan ini digulirkan setiap tahunnya, surplus di PNPM MPd mengalami peningkatan sangat memuaskan. Bantuan dana sosial sudah empat kali pertama yakni tahap pertama bantuan ini berupa akte kelahiran, tahap kedua Pendidikan, ketiga sembako dan tahap yang keempat tahun ini sembako.
” Saya memberitahukan kepada warga penerima manfaat berharap agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaat dengan baik sehingga tujuan dan sasaran dari kegiatan ini dapat tercapai,”ujarnya.***(fin)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Naas bagi Suprianto (31) seorang toke sawit di Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu. Dibawah ancaman senjata api (pistol), perampok, korban terpaksa menyerahkan uang Rp 103 juta yang di bawanya.
Aksi perampokan tersebut terjadi, Rabu (11/6/14) sekitar pukul 08:00 wib malam.
Bermula korban mengendarai sepedamotor Revo BM 6137 MV berangkat untuk membayar pembelian buah ( PB) sawit menuju PKS PTPN V Tapung dengan membawa uang Rp 103 juta dalam tas jinjing.
Sesampainya di Jalan poros perkantoran PKS Tapung, tanpa diketahui korban telah diikuti pengendara sepedamotor sendirian dari belakang dengan mengendarai spedamotor Vixion. Pelaku langsung memepet korban dan terjatuh. Pelaku kemudian menarik tas berisi uang tersebut.
Walaupun sempat mempertahankan tas bawaannya. Korban tak berdaya ketika ditodongkan pistol oleh perampok yang saat itu juga mengendarai sepeda motor BM 6863 MA. Setelah berhasil merampas tas, perampok kabur kearah Tapung.
Namun baru sekitar 100 meter pelaku perampokan kabur, sepeda motornya mogok. Pelaku terus kabur meninggalkan sepeda motornya menuju perkebunan sawit.
“Kita sudah meneriam laporan, dan puluhan anggota kita sudah melakukan pengejaran dilapangan,” kata Kapolsek Tandun, AKP Sordaman SH.***(r4n)
Habitat ikan arwana di Rawa Seribu Mahato terancam punah. Pasalnya diperkirakan 30 persen dari 3.700 hektar kawasan konservasi ikan arwana jenis golden red tersebut digarap oknum jadi lahan kebun sawit.
Kawasan Rawa seribu rencananya akan dikembalikan ke fungsi aslinya oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Rokan Hulu.
Demikian dikatakan Kasi Konservasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dishutbun Rohul, Ali Ejer S.Hut, Rabu (11/6/2014). Menurutnya, kawasan Rawa Seribu Desa Mahato Kecamatan Tambusai Utara, sudah di SK kan menjadi kawasan konservasi ikan arwana jenis golden red dan akan dikembalikan fungsinya.
“Kita akan tertibkan oknum yang sudah mengarap kawasan konservasi ikan irwana tersebut. Itu dilakukan dan ditegakan, sesuai aturan yang bermain,” jelas Ejer.
Ejer mengatakan lagi, upaya penangangan nantinya Dishutbun Rohul akan bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Rohul. Dishutbun sendiri, nantinya hanya untuk menjaga kawasannya, dengan lakukan patroli rutin baik itu nantinya ada pembukaan perkebunan atau tidak oleh oknum tidak bertanggungjawab.
Menurutnya lagi, dulunya memang ada pos pengamanan di daerah tersebut. Namun, letak pos pengamanan tidak pas, karena lebih mengarah ke kawasan hutan lindung Mahato bukan ke kawasan konservasi.
Ucap Ejer lagi, bahwa Bupati Rohul juga telah mengintruksikan agar kawasan konservasi ikan arwana tetap dipertahankan. Karena habitat ikan arwana hanya ada di 2 di dunia, di Kalimantan dan Kabupaten Rohul.
“Kini habitat ikan arwana masih ada, jelasnya dengan adanya desa-desa baru di kawasan konservasi nantinya, diharapkan pihak desa tidak mengeluarkan izin pembukaan lahan serta legalitas lahan di kawasan konservasi,” ujarnya.
“Hasil pengajian kita nantinya akan dicek kembali, memang ada perusahaan yang buka lahan namun belum masuk ke areal konservasi, yang ada pembukaan lahan oleh oknum di Km 37 Rawa Seribu saat kita cek,” kata Ejer.***(r4n/di)