Beranda blog Halaman 2632

Diduga Sakit, Kakek di Siak Nekat Gantung Diri

Jenazah Sabar Parlin Silalahi (korban gantung diri)
Jenazah Sabar Parlin Silalahi (korban gantung diri)

Tualang (SegmenNews.com) Pria tua Sabar Parlin Silalahi (66) warga Desa Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantung leher dengan sehelai kain di tiang kamarnya.

Kakek tersebut ditemukan anaknya Erik Antoni Silalahi (27) telah tergantung di tiang kamar, Jumat (30/5/14) sekitar pukul 13.00 WIB. Temuan itu lantas dilaporkan ke Polsek Tualang. Korban diduga nekat mengakhiri hiduopnya karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Hasil visum kepolisian dengan pihak puskesmas setempat, leher korban ada bekas jeratan dan luka lebam di sekitar punggung, kaki dan bokongnya. Sementara lidah korban terjulur dan tergigit, cairan lendir juga keluar dari kemaluan dan hidung korban.

Disimpulkan korban murni meninggal karena gantung diri setelah 3 jam di visum.

Kapolsek Tualang Kompol Nurhadi Ismanto membenarkan adanya kasus bunuh diri tersebut, dan setelah dilakukan pemeriksaan dan mendatangkan dokter untuk divisum. Maka mayat korban diserahkan ke pihak keluarga.***(rinto)

DPRD Siak Usulkan Penyesuaian Gaji Honorer Kesehatan

 

Muhtarom, S.Ag
Muhtarom, S.Ag

Siak (SegmenNews.com)– Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Siak, Muhtarom, S.Ag menilai permasalahan minimnya gaji tenaga honorer di RSUD akan berdampak pada pelayanan. Pasalnya, gaji mereka hanya di bawah Upah Minimum Regional (UMR), padahal kerja mereka lebih besar.

Untuk itu, Muhtarom bersama anggota DPRD akan berjuang dengan mengusulkan kepada Pemerintah Siak untuk menaikkan gaji honorer kesehatan minimal setara UMR.

“Masalah kinerja perawat, kita ketahui banyak tenaga honorer yang honornya rendah, untuk memotifasi, kami akan mengusulkan pada memerintah daerah agar menaikkan gaji para honorer tenaga kesehatan, minimal setara dengan UMR,” ujar Muhtarom.

Lebih disayangkan lagi, kata Muhtarom gaji honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun disamakan dengan gaji honerer baru. Ini tentunya harus diperhatikan, agar tidak terjai kesenjangan dan kecemburuan sosial.

“Kami perhatikan, gaji honorer yang lima tahun lebih mengabdi sama saja besarnya dengan honorer yang baru satu tahun mengabdi, sekitar 1 jt, kita akan upayakan kenaikan gaji sesuai dengan masa pengabdiannya,” terang Muhtarom.***(rinto)

Pedangdut Intan Lestari Korban Kekerasan Seksual Pacar

Intan Lestari @KapanLagi.com®
Intan Lestari @KapanLagi.com®

SegmenNews.com– Pedangdut sekaligus pemain sinetron Intan Lestari (31) melaporkan kekasihnya yang juga pengusaha otomotif berinisial MCS ke Polda Metro Jaya. Intan mengaku dianiaya dan dipaksa melakukan tindakan tidak senonoh berupa (maaf) oral seks.

Kejadian itu berlangsung pada Jumat, 25 April 2014. Awalnya saat itu Intan dan MCS sedang dalam perjalanan satu mobil di Tol Cibubur menuju Jelambar.

“Jadi, waktu itu saya sedang satu mobil dengan MCS. Kejadian sekitar jam 11 siang. Di tol Cibubur menuju Jelambar,” ujar Intan saat ditemui di Polres Jakarta Barat, Rabu (28/5/14).

Keduanya kemudian cekcok di dalam kendaraan. MSC menuding, Intan menyembunyikan rahasia di dalam handphonenya. Pacarnya cemburu dengan menuduh bermacam-macam.

“Memang ada cekcok kecil. Masalahnya cuma kecil, handphone. Mungkin kecemburuannya dia. Si pelaku menyangka saya menyimpan sesuatu yang saya sembunyikan,” kata Intan.

Karena berada di bawah ancaman, Intan pun melakukan apa yang diperintahkan oleh MCS. Dia takut, apalagi banyak kasus pembantaian keluarga hanya gara-gara cinta. Dia tidak mau keluarganya mengalami hal yang sama.

“Dia (MCS) mengancam saya, seperti mau memutilasi. Mengancam keluarga saya juga. Saya khawatir dengan hal itu (ancaman). Karena sering juga ada berita keluarga dibantai gara-gara cinta. Jadi saya melakukan itu (oral seks) karena ada tekanan,” terangnya.

Intan kemudian mendapat kesempatan lari dari mobil dan masuk ke sebuah salon. Dia ditolong oleh warga sekitar. Sedangkan pelaku langsung melarikan diri.

“Namun Intan keluar mobil dan berlari ke salon kemudian ditolong oleh warga sekitar,” tambah pengacara Intan Lestari, Andreas Nahot, SH.

Akibat perlakuan kasar MCS, Intan mengalami memar di sekitar paha, dada dan leher. Dia juga menderita trauma psikis dan merasakan sakit pada sekujur tubuhnya.

Intan didampingi tim pengacara melaporkan MCS berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/1471/IV/2014/PMJ/Dit Reskrimum tertanggal 25 April 2014. Intan baru melaporkan tindak kekerasan itu ke polisi Rabu (28/5), karena paska kejadian masih mengalami trauma.

“Saya masih trauma. Saya takut. Saya cuma mau minta keadilan saja. Dia sudah melakukan hal-hal yang tidak manusiawi,” kata Intan.

Penanganan kasus dugaan tindak penganiayaan ini dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat karena peristiwanya terjadi di daerah Jelambar, Jakarta Barat. Intan sendiri menjalani hubungan kasih dengan MCS selama dua bulan. Sementara MSC juga kerap bertindak kasar seperti mengancam Intan menggunakan senjata tajam.***

 
Red: Son
sumber: @KapanLagi.com®

 

Hati Syahrini Tertancap Asmara Pria Berinisial E

Syahrini @KapanLagi.com®
Syahrini @KapanLagi.com®

SegmenNews.com– Sibuk berkarir dan melebarkan sayap bisnisnya tak membuat penyanyi Syahrini melupakan urusan asmaranya. Pemilik Jambul Khatulistiwa ini mengaku bahwa hatinya sudah tertancap panah asmara dari pria berinisial E.
‎Kendati demikian Syahrini tetap enggan berbagi identitas pria yang sudah berhasil merebut perhatiannya. Sedikit bocoran, pria misterius itu sudah dikenalnya sejak 2007 silam.

“Adalah, tertancap. Inisialnya E. Kenalnya juga sudah lama, dari tahun 2007,” aku Syahrini saat peresmian ‎Princess Syahrini Karaoke KTV di Metropolitan Mal, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (29/5).

Menurut Syahrini, biarlah urusan jodoh menjadi ranah privasi yang tak perlu diketahui publik. Dengan begitu ia merasa lebih tenang menjalani hubungan serius sampai nantinya melenggang ke pelaminan.

“Siapa bilang single? Ditanya siapa pasangan, nggak mau. Tidak akan diperkenalkan. Biar jadi ranah privasi. Kasih kesempatan menjalin relationship serius biar kedepannya langsung menikah. Nggak perlu aku umbar, biar aku yang nikmati,” pungkasnya.

Sementara itu saat ini Syahrini memang tengah menikmati perkembangan usahanya. Ia bersyukur‎ bisnis karaokenya kini banyak diminati masyarakat luas. Ia menilai, semua itu tak lepas dari kerja keras tim dan manajemen yang sudah membesarkan bisnisnya.***

 

Red: Son
sumber: @KapanLagi.com®

 

Sakit, Nikita Willy Harus Jalani Operasi

Nikita Willy @KapanLagi.com®
Nikita Willy @KapanLagi.com®

SegmenNews.com– Meggy Z boleh saja bilang, lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Tapi jangan bilang begitu kepada Nikita Willy, karena menurut bintang sinetron Kau Yang Berasal Dari Bintang itu, sakit gigi sama sakitnya dengan sakit hati.

Tentu saja ada alasannya, mengapa Nikita benci sakit gigi. Karena baru-baru ini, gigi gerahamnya harus dioperasi karena mengalami bengkak. Tidak tanggung-tanggung, ada 4 gigi Nikita yang harus dioperasi.

Beruntung, saat ini jadwal syutingnya masih belum terlalu padat. Sehingga Nikita bisa minta izin untuk melakukan perawatan gigi dan operasi.

“Jadi waktu kemarin syuting (gigi Nikita) bengkak.Nah, waktu bengkak itu kan memang gak bisa diambil tindakan penanganan. Kebetulan sekarang syutingnya juga nggak padat, jadi kita izin tiga hari untuk operasi ” ujar Rina, kerabat Nikita kepada wartawan (29/5) malam.

Lantaran gigi yang harus dioperasi ada banyak, sampai sekarang gigi Nikita masih bengkak. Karena itu, Nikita masih belum melanjutkan syuting.

“Masih bengkak, soalnya kan ada 4 gigi geraham, atas bawah yang harus dioperasi,” lanjutnya.

Keluarga pun memberikan dukungan kepada Nikita untuk tidak konsentrasi kepada rasa sakitnya. “Niki diberi obat untuk penahan rasa sakit dan saat obat penahan itu sudah lewat masanya, Niki bilang aduh sakit aduh sakit, sampai kita coba untuk mijitin kakinya kepalanya biar Niki gak konsen ke sakitnya,” tandasnya.

Sebelum sang tante mengabarkan operasi Niki. Mantan kekasihnya, Diego sempat mengabarkan perihal operasi yang dijalani Niki. Benarkah mereka masih berhubungan baik?***
Red: Son
sumber: @KapanLagi.com®

Hakim MK usir Saksi Hanura, Ini Penyebabnya

mkSegmenNews.com – Ketua Majelis Panel III Mahkamah Konstitusi Ahmad Fadlil Sumadi mengusir saksi yang diajukan Partai
Hanura dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Jakarta, Jumat.

Saksi yang diajukan salah satu calon legislatif Hanura dari Dapil 9 Jawa Barat tersebut menyatakan akan mengungkapkan
pengelembungan suara di Subang, namun tidak memiliki datanya.

“Kalau data Majalengka ada mau nggak,” kata saksi tersebut yang terus bicara tanpa mengindahkan pertanyaan hakim.

Fadlil langsung berkata kepada saksi tersebut: “Diam kamu. Persilakan anda keluar.”

Ketua panel III ini juga mempertanyakan kepada kuasa hukum Elsa Syarif terhadap saksi yang diajukan.

Menanggapi hal ini, Elsa membatalkan kesaksian yang diajukan untuk Dapil 9 Jabar tersebut.

Fadlil juga mengancam keluar terhadap saksi Hanura dari Dapil 6 Jabar (Depok) karena mengungkapkan dirinya sebagai mantan
komisioner KPU yang mengetahui memanupulasi data.

“Saya mantan anggota KPU, jadi tahu bagaimana memanipulasi data,” kata saksi tersebut terkait data DA1 Kecamatan Tapos Kota
Depok.

Fadlil langsung menghentikan keterangan saksi tersebut jika terus membicarakan sebagai mantan anggota KPU. “Jika anda terus
ngomong itu (sebagai mantan anggota KPU) sebaiknya anda keluar,” ancam Fadlil.

Fadlil yang didampingi Maria Farida dan Aswanto ini menyidangkan sebanyak 37 permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum
(PHPU) atau sengketa Pemilu, Jumat.

Berdasarkan data Kepaniteraan MK, terdapat 58 gugatan hasil Pemilu di Provinsi Jawa Barat.

Dari seluruh gugatan tersebut, tiga kasus dimohonkan oleh Partai Nasdem, tiga kasus dimohonkan oleh PKB, tiga kasus
dimohonkan oleh Partai PDIP, 10 kasus dimohonkan oleh Partai Golkar.

Selanjutnya tujuh kasus dimohonkan oleh Partai Gerindra, empat kasus dimohonkan oleh Partai Demokrat, tiga kasus dimohonkan
oleh PAN, empat kasus dimohonkan oleh PPP, delapan kasus dimohonkan oleh Partai Hanura, dua kasus dimohonkan oleh PBB dan 11
kasus dimohonkan oleh PKPI.***
Red: hasran
sumber:antara

Galian C PTPN V Sei Rokan Tak Miliki Izin BPTP2M Rokan Hulu

Seunit Eskavator di Galian C PTPN V Sei Rokan sedang melakukan pengerukan sertu (SegmenNews.com)
Seunit Eskavator di Galian C PTPN V Sei Rokan sedang melakukan pengerukan sertu (SegmenNews.com)

Rokan Hulu (SegmenNews.com) Galian C di wilayah perkebunan PTPN V Sei Rokan, Kecamatan Pagaran Tapah, Kabupaten Rokan Hulu telah beroperasi 10 bulan, namun pengerukan sertu tersebut belum memiliki izin dari Badan Pelayanan Terpadu Perizinan dan Penanaman Modal (BPTP2M) Rokan Hulu.

Berdasarkan data BPTP2M, galian c tersebut hanya terdaftar tahun 2012 dan berakhir tahun 2013 atas nama Mahyudin Bsc dengan nomor 503/BPTP2M-IG/321/2012. Sementara d lokasi pengerukan kuari terpampang plang dengan masa berlaku 27-7-2013 sampai dengan 26-7-2014.

Setelah dilakukan pengecekan di BPTP2M Rokan Hulu ternyata nomor izin yang terpampang diplang tersebut tidak ada dalam daftar BPTP2M Rokan Hulu. Dari pantauan dilapangan, sejumlah mobil truk beroperasi mengangkut sertu di bantu dengan seunit eskavator yang dilakukan oleh karyawan PTPN V.

Belum adanya izin galian c tersebut juga diakui oleh Kabid perizinan BPTP2M Rokan Hulu, Desma, Jum’at (28/5/14). Katanya dari data yang dimilikinya tidak tercantum izin galian c atas nama perusahaan PTPN V Sei Rokan untuk tahun 2013 berakhir 2014.

“Itu (galian c) belum terdaftar, dan belum ada izin, galian c bisa beroperasi setelah ada izin gangguan dan terdaftar di BPTP2M,” jelasnya.

 

Plang galian PTPN V yang terpampang di lokasi kebun sei Rokan afdelin 1.H II
Plang galian PTPN V yang terpampang di lokasi kebun sei Rokan afdelin 1.H II

Sementara itu Kordinator Koalisi Organisasi Lembaga Masarakat (Kolom), Rozali Nasution mengaku geram dan mengecam kelalaian perusahaan PTPN V karena tidak mengurus izin di BPTP2M, sementara galian tersebut sudah beroperasi sejak 10 bulan lalu. Hal ini tentunya merugikan Pemerintah Rokan Hulu, sebab anggaran perizinan BPTP2M tersebut masuk khas Daerah.

Rozali meminta kepada pihak perusahaan agar mempertanggung jawabkan dan mengganti kerugian akibat yang ditimbulkan oleh kelalaian Perusahaan kepada Pemerintah Daerah.

“Saya sangat menyayangkan perbuatan yang dilakukan oleh pihak PTPN V Sei Rokan yang melakukan pekerjaan galian C tanpa mengantongi izin BPTP2M. Kita minta kepada pihak perusahaan agar mempertanggung jawabkan kelalaiannya. Dan kepada Polres Rokan Hulu agar segera menutup galian c sebelum mengurus izin di BPTP2M Rokan Hulu. Agar tidak menimbulkan gejolak yang lebih besar dikemudian hari,” desaknya.

Asisten Umum (Asum) PTPN V kebun Sei Rokan, Oskar Sitorus yang dikonfirmasi diruang kerjanya mengaku bahwa pihak perusahaan telah mengantongi perpanjangan izin galian c dari Bupati Rokan Hulu atas nama penanggung jawab, H Erwan Efendi Pulungan, dan telah memiliki izin-izin lainnya.

Namun saat ditanya terkait izin dari BPTP2M galian c dengan masa berlaku tahun 2013 berakhir tahun 2014, Oskar Sitorus sempat kelimbungan, dan berkelit serta tidak bisa menunjukkan izin dari BPTP2M tersebut. Yang ada hanya izin keputusan Bupati Rokan Hulu bernomor: 402 tahun 3013.

“Izin kita lengkap, kita terus bayar pajak ke Dispenda tiap bulan,” dalihnya tanpa bisa menunjukkan bukti pembayaran setoran ke Dispenda Rokan Hulu dan izin BPTP2M.***(acce)

Bupati Rohul Hadiri Haul ke 63 Syekh Abbas Kota Tengah

Haul ke 63 Syekh Abbas Kota Tengah
Haul ke 63 Syekh Abbas Kota Tengah

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Bupati Rohul Drs H Achmad MSi dan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, hadiri penutupan suluk dan Haul ke 63 Tuan Syekh H Abbas Kota Tengah, Kamis (29/5/2014) bertempat di Surau Suluk Hidayatus Salikin, Kota Tengah Kec Kepenuhan.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Rohul yang juga Ketua Jamaah Thariqat Naqsabandiyah Rohul Ir H Hafith Syukri MM, Koordinator Thariqat Naqsabandiyah Basilam Langkat untuk Riau Tuan Syekh H Ismail Royyan, Kepala Badan/Dinas/ Kantor/Camat di lingkungan Pemkab Rohul, Ka KUA Muliyadi SAg, MSy, dan ribuan khalifah/mursyid/jamaah thariqat dari berbagai wilayah.

Tuan Syekh Abbas yang diperingati haulnya yang ke 63, lahir tahun 1810 M dan wafat dalam usia 71 tahun ini adalah seorang tokoh pengajar dan pengembang ajaran thariqat naqsabandiyah, yang peninggalannya berupa surau suluk adalah surau suluk Hidayatus Saliukin Kota Tengah, dan masih eksis sampai saat ini.

Tuan Syekh Abbas, berdasarkan pengakuan dari Khalifah Surau Suluk Hidayatus Salikin, yang juga Koordinator Thariqat Naqsabandiyah Basilam Langkat untuk Rohul Khalifah Musthafa Kamal, adalah seorang Waliullah yang memiliki karomah, soleh, taat beragama, menghindari maksiyat, dan jika berbuat maksiyat langsung bertaubat.

Diantara karomahnya adalah, ketika tentara penjajah Belanda hendak menyerang masyarakat Kota Tengah, atas karomah dari Syekh Abbas, tentara Belanda tidak melihat umat Islam Kota Tengah yang hendak diserang, sehingga penyerangan tidak jadi dilakukan, padahal mereka ada di tempat itu, jelas Musthafa.

Bupati Rohul Drs H Achmad MSi menyatakan, bahwa berdasarkan catatan sejarah, banyak sekali ulama-ulama besar lahir dari negeri Rohul ini, sehingga dari dulu sampai sekarang dan bahkan di masa-masa mendatang, negeri yang terkenal dengan julukan negeri seribu suluk ini, mendapatkan limpahan rahmat dan berkah dari Allah SWT, baik tercurah dari langit maupun terpancar dari perut bumi.

Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, usai acara menyatakan bahwa catatan sejarah bahwa negeri ini banyak melahirkan ulama yang memiliki karomah, harus diulang kembali, dengan cara mendidik dan meneyekolahkan anak-anak dengan pendidikan agama yang mencukupi, sebab hanya dengan cara ini, akan lahir kembali para ulama, sebagaimana masa dahulu.

Tuan Syekh H Ismail Royyan menyatakan bahwa Syekh Abbas mengajarkan thariqat naqsabandiyah sesuai dengan diajarkan oleh Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan, yang lahir di Rantau Binuang Sakti Kec Kepenuhan.***(adv/acce)

Paskibraka SMAN 1 Kuantan Mudik Terpilih di HUT RI Istana Merdeka

paskibTeluk Kuantan (SegmenNews.com) – Nurul Triani Putri, siswa kelas X SMA Negeri 1 Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, terpilih mewakili Provinsi Riau sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69, 17 Agustus 2014, di Istana Negara, Jakarta.

“Pelajar kelas X SMA Negeri 1 Kecamatan Kuantan Mudik itu lulus dari sejumlah seleksi, mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat Provinsi Riau beberapa waktu lalu,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kuantan Singingi, Marwan melalui Kabid Pemuda dan Olahraga, Endrizal, Jumat (30/5/2014).

Ia mengatakan, keberhasilan ini akan memberikan motivasi besar kepada pelajar lainnya, dan akan mengharumkan nama sekolah serta daerah di tingkat nasional.

Lolosnya Nurul mewakili Riau tentu membanggakan semua masyarakat, karena tidak semua siswi dan siswa dapat terpilih menjadi anggotan Paskibraka yang dilaksanakan setiap tahunnya itu.

“Pada seleksi tingkat Provinsi Riau, Kabupaten Kuantan Singgingi mengutus empat siswa, yakni Nurul Triani Putri dari SMAN 1 Kuantan Mudik, Rizky Septiawan utusan SMAN 1 Kuantan Mudik, M Hafiz Syahrul Mauludy perwakilan SMAN 1 Benai dan Harpen Nasri siswa SMAN 1 Gunung Toar,” katanya.

Namun, yang lolos ke tingkat nasional hanya Nurul Triani Putri dan akan mewakili daerah sebagai siswa berprestasi untuk dikirim ke Jakarta dalam waktu dekat. Dengan ada salah satu siswi dari Kuantan Singingi ini tentu mengembirakan semua pihak dengan harapa Nurul bisa mengikutinya dengan baik.***
Red: Sondri
Sumber : antara

Jokowi Dilaporkan ke KPK

Joko Widodo
Joko Widodo

SegmenNews.com – Capres PDIP Joko Widodo dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siang ini oleh Koalisi Masyarakat Progress 98.

Jokowi diduga melakukan politik uang dengan membuat sejumlah rekening di bank untuk penggalangan dana kampanyenya di Pilpres 2014.

“Adanya dugaan money politic yang dilakukan oleh Jokowi. Modusnya, dengan membuka tiga rekening di Bank, yakni Bank BCA, BNI dan Bank Mandiri,” ujar Ketua Koalisi Masyarakat Progresif 98, Faizal Assegaf, di KPK, Jumat (30/5/2014).

Pembukaan rekening untuk menggalang dana kampanye Jokowi itu melanggar hukum, karena Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sebagai seorang pejabat negara, Jokowi tidak boleh menerima hadiah maupun janji apapun.

“Ini murni gratifikasi, karena pejabat negara tidak boleh menerima apapun,” ujar Faizal.

Sementara itu, anggota Koalisi Masyarakat Progress 98 yang lain, Wahyu Baskoro mengatakan kasus ini sama seperti pemberian bas Metallica kepada Jokowi. Gitar bas Metallica itu akan menjadi barang gratifikasi jika Jokowi tidak melaporkan soal pemberiannya tersebut.

“Dalam waktu 30 hari tidak mengembalikan seperti gitar bas, maka bisa kena UU Tipikor,” ujar Wahyu.

Dalam aduan ini, mereka membawa bukti berupa lembar bukti transfer rekening aktif Bank BRI atas nama Jokowi-JK kepada KPK. Diperkirakan, lanjutnya, nominal rekening penggalangan dana Jokowi itu sebesar Rp152 juta.

Mereka yakin hal ini ada unsur gratifikasi menngingat pernyataan Politisi PDIP di DPR Eva Sundari memperbolehkan pembukaan rekening untuk penggalangan dana kampanye Capres-Cawapres. Eva, katanya, melegalkan penggalangan dana ini.

Seperti diketahui, Tim Kampanye Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menyediakan rekening Gotong Royong untuk masyarakat yang ingin mendukung Jokowi-JK di pilpres 2014. Melalui rekening tersebut, masyarakat diundang untuk turut menyumbang demi kerja-kerja pemenangan.

“Dukungan yang diberikan rakyat tidak hanya mencerminkan semangat gotong royong, namun sebagai kepedulian rakyat terhadap masa depan bangsa dan negaranya bersama Jokowi-JK,” kata Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, Kamis (29/5/2014).

Menurutnya, untuk masyarakat yang hendak berpartisipasi ada beberapa rekening yang dibuka. Yakni, pertama rekening BRI KC Mal Ambasador nomor 1223-01-000172-30-9 atas nama Joko Widodo/Jusuf Kalla.

Kedua, rekening Bank Mandiri KCP Jakarta Mega Kuningan nomor 070-00-0909096-5 atas nama Joko Widodo/Jusuf Kalla M. Ketiga, rekening BCA KCP Mega Kuningan nomor 5015.500015 atas nama Joko Widodo/HM Jusuf Kalla .

Hasto memastikan sumbangan dari masyarakat yang terkumpul dalam rekening gotong royong tersebut transparan. Pihaknya sudah menugaskan aktivis anti korupsi Teten Masduki untuk mengawasinya.

Untuk audit dananya, pasangan Jokowi-JK telah menunjuk akuntan publik Anwar, Sugiharto dan rekan (Member of DFK International). Hasto menjelaskan, dengan pembukaan rekening gotong royong tersebut, Tim Jokowi-JK memulai tradisi baru untuk meningkatkan transparansi dana kampanye Pilpres.

Hal itu penting, selain untuk memenuhi ketentuan UU Pilpres dan Peraturan KPU, juga dimaksudkan untuk menjadikan laporan dana kampanye sebagai bagian dari dokumen publik dan ukuran akuntabilitas penggunaan dana kampanye.

“Sebagai bentuk transparansi, maka bendahara tim kampanye juga akan dibantu oleh Teten Masduki yang dikenal track recordnya di dalam pemberantasan korupsi,” jelasnya.***

 
Red: hasran
sumber: merdeka.com