Beranda blog Halaman 2657

Banyak Pelanggaran Pemilu, Massa Datangi KPU Riau

pemiluPekanbaru (SegmenNews.com) – Belasan orang massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Riau Peduli Pemilu mendatangi Kantor KPU Riau, Senin (5/5/2014). Kedatangan mereka memprotes banyaknya pelanggaran dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014.

Pada aksi tersebut, seorang demonstrasi tiba-tiba memukul kepalanya dengan gelas sehingga mengalami luka dan mengucur dara dari kepalanya.

“Ini merupakan bentuk protes kami terhadap pelaksana Pemilu kemarin,” kata Indra Sani, koordinator aksi.

Dia menilai, bahwa KPU Riau tidak tegas dalam dugaan pelanggaran pidana Pemilu seperti yang terjadi di Kabupaten Siak dan Rokan Hulu. Padahal, pelanggaran itu kuat dugaan turut melibatkan penyelenggara dari oknum petugas PPS, PPK dan KPU.

“Salah satunya yang sangat fatal adalah penggelembungan suara salah satu Caleg yang jumlahnya sampai ribuan. Banyak temuan tentang perubahan angka dari hasil rekapitulasi di berkas C1 dan D1 hingga ke tingkat KPU Provinsi belum ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Oleh karena itu, massa mendesak setiap laporan pelanggaran yang masuk ke Panitia Pengawas Pemilu maupun Badan Pengawas Pemilu Riau segera diproses oleh Sentra Gakumdu tanpa ada tebang pilih.

Kemudian katanya, keputusan KPU Riau yang hanya memecat anggota KPPS di Kabupaten Siak yang diduga terlibat penggelembungan suara, merupakan tindakan yang sangat lemah. Menurut dia, seharusnya oknum tersebut diberi ganjaran yang berat karena telah mencederai proses demokrasi di Indonesia.

“Pidanakan petugas pelaksana Pemilu yang terlibat dalam penggelembungan suara tersebut,” tegasnya.***

Red: Son
Sumber : antara

Staf Lurah Pematang Reba Diduga Palsukan SK Honor

Indragiri Hulu (SegmenNews.com )- Staf kantor Lurah Pematang Reba di Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu diduga memalsukan Surat Keterangan (SK) honorer.

SK tersebut digunakan mengikuti tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari kategori honor kategori dua (II) masa kerja 30 Desember tahun 2005 dan sudah bekerja sebagai honorer minimal selama satu tahun.

Informasi yang berhasil di himpun dilapangan pada Senin (5/5/2014), empat orang tenaga honorer di kantor lurah tersebut yang ingin masuk dalam ketegori honorer K2 mengusulkan diri pada tahun 2013 lalu.

Dengan memenuhi persyarakat yang diminta oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Masing-masing honorer yang mengumpulkan berkas adalah IR, Bd, Al dan Ys.
Ivan Rossaldi satu dari empat tenaga honorer di kantor Lurah Pematang Reba, diduga memalsukan SK honorernya.

Di mana, dia diketahui bekerja sebagai tenaga honorer sejak tahun 2007 namun menggunakan SK honorer Kelurahan Pematang Reba tahun 2005, 2006 namun kuat dugaan kalau SK honorer tahun 2007 dan 2008 juga diduga palsu.

Sedangkan SK honorer tahun 2005 dan 2006 yang diduga palsu tersebut ditanda tangani oleh Dudi Sunandar. Pada tahun 2005 dan 2006 saat itu Lurah dijabat oleh Dudi Sunandar dimana tanda tangan Dudi Sunandar tidak sama dengan SK yang digunakan oleh IR.

Lurah Pematang Reba Firdaus B, dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (5/5) mengatakan, kalau dirinya menjabat sebagai lurah di Kelurahan Pematang Reba sejak Juni 2012.

Lurah  tidak mengetahui soal usulan 4 orang tenaga honorer dikantornya untuk masuk tes K2.

“Mereka yang honorer tidak ada menyampaikan kepada saya, kalau mereka sedang mengusulkan masuk K2 dan ikut tes CPNS,” ujar Firdaus.

Diungkapkan, memang IR menjadi bahan perbincangan dikantornya sebab, honorer sejak tahun 2007 sudah bisa masuk K2 dan lulus tes CPNS yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Ada yang honorer sejak tahun 1990 sebagai juru ukur di Kelurahan Pematang Reba ini atas nama Alamsyah namun tidak lulus K2,” ucap lurah yang dikenal bersahaja.

Untuk diketahui, BKN mengeluarkan persyarakat untuk peserta K2 yang ikin mengikuti tes CPNS dengan ketentuan, pertama, memiliki SK honorer dari Instansi Pemerintahan, kedua, honorer tidak dibiayai APBN dan APBD, ketiga, 1 Januari usia sudah 19 tahun maksimal 45 tahun, empat, 30 Desember 2005 minimal honorer sudah satu tahun, lima, honorer terus menerus dan tidak terputus.***(zer/knc)

Diancam Celurit, Petani di Siak Terpaksa Pasrah Dirampok

celuritSiak (SegmenNews.com)- Dibawah ancaman celurit yang menempel di leher Bonasir (38) dan Istrinya warga Dusun Suka Makmur Desa Bukit Harapan, Kecamatan Kerinci kanan terpaksa menunjukkan harta bendanya, dan pasrah rumahnya diobrak abrik. Dua orang pelaku perampokan berhasil membawa kabur perhiasan korban.

Peristiwa tersebut terjadi dirumah korban, Minggu (4/5/14). Saat ini pihak kepolisian melakukan lidik.

Awal kejadian, korban bersama anak dan istrinya berada di kamar, tiba-tiba mereka sekeluarga dikejutkan dengan dua orang yang saat itu tiba-tiba masuk kekamar mereka. Dua pelaku menempelkan senjata tajam berupa celurit keleher suami Istri. Dua pelaku meminta kepada pelapor untuk menyerahkan uang dan pelaku juga memaksa isteri pelapor melepaskan gelang keroncong emas yg berada di tangan sang isteri.

Gelang keroncong tersebut sebanyak 7 gelang seberat 18,27 gram, pelaku juga berhasil merampas Hp Nokia seri C-4 berwarna hitam. Saat itu pelaku juga meminta uang kepada keluarga tersebut, melihat ancaman itu isteri korban menunjukkan lemari tempat penyimpanan uang.

Setelah itu, istri korban mencoba kabur dengan berteriak minta tolong. Mendengar teriakan istri yang mengancam keselamatanm pelaku perampokan itu, pelaku menyabetkan celurit mereka sehingga mengenai jari jempol dan luka memar di leher dan pipi istri korban.***(rinto)

 

 

 

Pemkab Bulungan Kalimantan Utara Belajar Program Tanah Gratis di Siak

Sekda Kab Siak H. TS. Hamzah berfoto bersama pejabat Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara di Siak
Sekda Kab Siak H. TS. Hamzah berfoto bersama pejabat Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara di Siak

Siak (SegmenNews.com)- Sekda Kab Siak H. TS. Hamzah berharap agar kunjungan kerja Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara ke Kabupaten Siak bisa mengatasi permasalahan terkait pensertifikatan Tanah untuk warga Miskin di Kabupaten Siak. Harapan tersebut disampaikan oleh Sekda dalam Pertemuan dengan Pemkab Bulungan, bertempat di ruang rapat Sri Indrapura kantor Bupati Siak, Senin 5/5.

Dalam paparannya, Sekda Siak menceritakan asal mula terbentuknya kabupaten Siak, yang terkenal dengan sebutan negeri Istana. Dirinya menyambut baik atas kunjungan dari pemerintah kabupaten Bulungan. “saya menyambut baik atas kedatangan rekan-rekan dari pemerintah Kabupaten Bulungan ini, dan selanjutnya tali silaturahmi ini tidak sampai disini saja.”

Kegiatan sertifikasi bagi keluarga miskin di kabupaten Siak ini, dilandasi dari UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria, PP Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah, Peraturan Menteri Negara, dan Perda Kabupaten Siak Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Siak.

Didalam Perda ini lanjutnya, termasuk kegiatan bantuan-bantuan untuk masyarakat miskin, pembangunan rumah layat huni dan sertifikasi tanah untuk keluarga miskin. Kemudian Peraturan Bupati Siak Nomor 14 Tahun 2013 tentang Sertfikasi Tanah bagi Masyarakat Miskin dan aturan-aturan lainnya yang harus di pedomani.

Tujuan dari kegiatan sertifikasi tanah bagi keluarga miskin kabupaten siak adalah untuk memberikan kepastian hukum terhadap objek hak atas tanah bagi keluarga miskin, tertibnya administrasi tanah bagi keluarga miskin dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin serta untuk meminimalisir terjadinya konflik pertanahan.

Sasaran kegiatan, adalah masyarakat ekonomi menengah kebawah, berdasarkan data dari TNP2K kabupaten Siak masyarakat ekonomi menengah kebawah berjumlah + 17.920 orang dan apabila ada data yang tidak sesuai, harus ada surat keterangan kurang mampu yang ditanda tangani oleh Lurah atau kepala desa yang diketahui oleh Camat setempat.

Kegiatan ini telah berlangsung dari tahun 2013 yang lalu, telah dilakukan pengukuran 120 persil dan yang terealisasi hanya 79 persil. Hal tersebut dikarenakan adanya hambatan-hambatan dilapangan, seperti kawasan hutan dan lain sebagainya.

Di tahun 2013 yang lalu waktu pelaksanaan dimulai dari bulan Februari-November (10 bulan) di 12 Kecamatan. Untuk tahun 2014 ini sedang berjalan, dilakukan 10 kecamatan.

Pemkab Bulungan yang dipimpin oleh Kabag Tata Pemerintahan M. Saltar bersama rombongan yang terdiri dari BPN, Camat dan Staf Bagian Hukum yang berjumlah 14 orang tiba di Kantor Bupati Siak sekitar pukul 8.30 WIB yang langsung di Sambut oleh Asisten Pemerintahan Umum dan Kesra H. Fauzi Asni.

Saltar mengatakan kegiatan sertifikasi tanah untuk masyarakat miskin merupakan hal yang baru di kabupaten Bulungan. Oleh Karen itu didalam pelaksanaannya nanti perlu kesempurnaan sehingga pada akhirnya kami semua dapat melaksanakan kegiatan tersebut dengan baik dan tidak berbenturan dengan masalah hukum, ujarnya

Dirinya berharap agar pemerintah kabupaten Siak dapat memberikan informasi dan masukan yang lengkap sehingga sepulangnya dari Siak kami dapat melaksanakan kegiatan ini dengan baik.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kabag Pertanahan Roni Lesmana, Kabag Hukum Setya Hendro, Camat Sabak Auh Suparni, dan sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Siak dan Bulungan.***(adv/rinto)

215 Praja IPDN Riau Bakal Praktek Lapangan di Rokan Hulu

Drs H Achmad Msi (SegmenNews.com)
Drs H Achmad Msi (SegmenNews.com)

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Kalau tidak ada aral melintang Sebanyak 215 praja yang terdiri dari 162 laki-laki dan 53 perempuan institut pemerintahan dalam negeri ( IPDN ) Kampus Riau akan melakukan PL (praktek lapangan ) ke II di kabupaten Rokan Hulu.

Hal ini terungkap dalam acara Ekspos rencana pl II madya praja IPDN kampus Riau yang disampaikan langsung oleh direktur IPDN Riau Drs,H. Riska Utama, Nasution dan pembantu direktur 1 yang berlangsung diruang rapat bupati lantai 2 setda Rokan Hulu.

Paparan Ekspos tersebut disambut langsung oleh Bupati Rokan Hulu Drs H Achmad msi, didampingi oleh para asisten, para kepala dinas, badan kantor serta para camat dari 16 kecamatan se Rokan Hulu,,

Riska Utama mengatakan bahwa kegiatan PL 2 para Praja ini akan mempelajari persoalan bidang pemerintahan, bidang pembangunan, dan bidang kemsyarakatan dan diharapkan pemerintah dan masyarakat Rokan Hulu dapat memberikan bimbingan kepada para praja sehingga selama praktek lapangan yang akan diadakan mulai 16 mei sampai dengan 5 juni 2014 nanti dapat terlaksana dengan baik sukses dan lancar dan bupati Achmad akan memberikan pembekalan dikampus IPDN Rokan Hilir yang akan digelar pada tanggal 8 mei 2014 mendatang.

Bupati Achmad, Msi menyambut baik rencana praktek kerja para praja dikabupaten Rokan Hulu ini dan diharapkan para praja dapat menjaga sikap dan dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat yang ada dikabupaten Rokan Hulu ini, dan para praja hendaknya dapat dibagi ke 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hulu ini dengan menyesuaikan dengan luas dan penduduk yang ada dikabupaten Rokan Hulu. Hal ini agar penempatan para praja dapat merata dan masing-masing praja mempunyai bekal untuk kembali nanti kekampus.

Lanjutnya, para camat diinstruksikan agar menempatkan dan menerima para para ini di kecamatan masing- masing dan dapat mengenalkan kepada mereka tentang budaya, system masyarakat dan pemerintahan yang ada mulai tingkat desa sampai ketingkat kecamatan.

Masyarakat Rokan Hulu juga diimbau dapat menerima keberadaan para praja ini nantinya ditengah-tengah masyarakat sehingga mereka mmepunyai segala ilmu yang akan mereka peroleh selama praktek kerja lapangan dibumi Rokan Hulu ini.***(adv/hum/r4n)

9 Warga Afganistan Diamankan di Dumai

9 Warga Afganistan Diamankan
9 Warga Afganistan Diamankan

Pekanbaru (SegmenNews.com) – Sebanyak 9 warga asal Afganistan diamankan di daerah Kota Dumai. Mereka ditangkap di dalam mobil minibus Toyota Avanza di Lintas Dumai-Sei Pakning, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur.

Mereka masuk melalui perairan Dumai yang berbatasan dengan Selat Malaka, Malaysia. “Selain 9 warga Afganistan, kita juga mengamankan seorang warga Indonesia berinisial IS (27) sebagai sopir yang mengangkut mereka,” kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Minggu (4/5/2014).

Warga Afganistan itu semuanya pria. Yakni Am (24), Af (25), Abd (25), At (23), Mu (23), Km (24), Os (19), Hy (17), dan M.

Dijelaskan Guntur, mereka ditangkap karena diduga melakukan pelanggaran UU RI No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, yaitu memasuki wilayah RI tanpa melalui pemeriksaan oleh pejabat imigrasi (imigran gelap).

“Menurut keterangan pengemudi mobil , bahwa pengurus yang menjemput WNA tersebut adalah YS yang masih dalam penyelidikan kita. Rencananya kesembilan warga Afganistan itu akan dibawa ke Pekanbaru,” ucapnya.***

Red: Son
Sumber : okezone

Galeri Foto Peringatan Hardiknas di Pelalawan

 Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim Memimpin Upacara Hardiknas
Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim Memimpin Upacara Hardiknas

Pemerintah Kabupaten Pelalawan memanfaatkan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2014 untuk memberikan penghargaan kepada peserta didik, tenaga pendidik dan kepala sekolah yang berprestasi.

Prosesi penyerahaan penghargaan langsung dilakukan Wakil Bupati Pelalawan Marwan Ibrahim, Jumat (2/5/14) usai memimpin upacara Hardiknas yang dilangsungkan di lapangan Pangkalan Kerinci.

Ribuan pendidik, peserta didik, penggiat, serta aktivis pendidikan mengikuti upacara dengan khidmat. Wakil Bupati Pelalawan, Drs H Marwan Ibrahim, bertindak sebagai inspektur upacara.

Wabup Marwan membacakan pidato sambutan atas nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, jika layanan pendidikan haruslah dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi dan kewilayahan.

Pemerintah pusat dan daerah bersama-sama masyarakat telah berusaha memenuhi amanat tersebut melalui pembangunan sekolah di seluruh Indonesia.***

 

 

Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim beserta para unsur Muspida memasuki lapangan sepakbola Pangkalan Kerinci pada pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas, Jumat (2/5) pagi
Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim beserta para unsur Muspida memasuki lapangan sepakbola Pangkalan Kerinci pada pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas, Jumat (2/5) pagi
Pasukan pengibar bendera (Paskibra) mengibarkan bendera pada pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas
Pasukan pengibar bendera (Paskibra) mengibarkan bendera pada pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas
ara Pasukan pengibar bendera (Paskibra) mengibarkan bendera pada pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas
Pasukan pengibar bendera (Paskibra) mengibarkan bendera pada pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas
Tokoh Masyarakat Pelalawan dan Anggota DPRD Pelalawan saat mengikuti pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas
Tokoh Masyarakat Pelalawan dan Anggota DPRD Pelalawan saat mengikuti pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas
Unsur Forkompimda Pelalawan saat mengikuti pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas
Unsur Forkompimda Pelalawan saat mengikuti pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas
Para Kepala Dinas dilingkungan Pemkab Pelalawan saat mengikuti pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas
Para Kepala Dinas dilingkungan Pemkab Pelalawan saat mengikuti pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas
Musik pengiring Drum Band dari Satpol PP Pelalawan saat mengikuti pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas
Musik pengiring Drum Band dari Satpol PP Pelalawan saat mengikuti pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas
Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada SMPN 1 Pangkalan Kuras yang menjadi pemenang dalam pelaksanaan lomba sekolah sehat
Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada SMPN 1 Pangkalan Kuras yang menjadi pemenang dalam pelaksanaan lomba sekolah sehat
Foto Bersama : Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan Md Rizal SPd MPd beserta para unsur Forkompimda Pelalawan dan para pemenang lomba sekolah sehat, siswa berprestasi dan guru berprestasi, menerima hadiah dan penghargaan usai pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas
Foto Bersama : Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan Md Rizal SPd MPd beserta para unsur Forkompimda Pelalawan dan para pemenang lomba sekolah sehat, siswa berprestasi dan guru berprestasi, menerima hadiah dan penghargaan usai pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas

Pengancam Gubernur Riau Dibebaskan

metroPekanbaru (SegmenNews.com)- Kasus pengancaman terhadap Gubernur Riau Annas Maamun ditangguhkan karena pelaku mengajukan permohonan maaf dan gubernur memaafkannya, kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Robert Hariyanto, Minggu siang.

Kepolisian Resor Kota Pekanbaru sebelumnya sempat memeriksa dan menahan HK, oknum lembaga swadaya masyarakat yang mengirim pesan singkat bersifat mengancam ke ponsel Gubernur Riau Annas Maamun.

Ketika itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Kompol Arief, menyatakan pihaknya belum menetapkan status tersangka karena masih harus memeriksa HK lebih dalam atas perkara pengiriman pesan berisikan ungkapan tak menyenangkan ke ponsel gubernur.

HK, warga Kabupaten Indragiri Hulu itu diamankan pada Kamis (1/5) karena dilaporkan atas perkara perbuatan tidak menyenangkan oleh Gubernur Riau Annas Maamun.

“Namun setelah yang bersangkutan (pelaku) mengajukan permohonan maaf dan gubernur memaafkannya, kami menangguhkan perkaranya,” kata Kapolresta.

Kombes Robert mengatakan, permohonan maaf dilakukan dengan disiarkan di beberapa koran atau media di Provinsi Riau.

Antara kedua belah pihak, kata dia, kemudian saling memaafkan sehingga perkara ini selesai secara kekeluargaan.

Awalnya, demikian Robert, pihaknya telah menyiapkan pasal-pasal dari Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Tapi karena keduanya telah menempuh jalur perdamaian, maka perkara ini kemudian dicabut atau ditangguhkan. Kami sudah membebasan pelaku,” katanya.***

Red: Hasran
sumber:antara

Hasil Pleno Perbaikan KPU Riau Ditolak

sPekanbaru (SegmenNews.com) – Hasil rekapitulasi perbaikan KPU Riau karena masih ditemukannya selisih suara sah dan tidak sah di Kabupaten Kampar. Oleh sebab itu, salah satu partao politik tetap menolaknya.

“Kami tidak tanda tangani  berita acara, selanjutnya kami akan sampaikan lagi perselisihan ini di pleno tingkat pusat. Harapannya agar Bawaslu dan KPU RI meminta agar KPU kampar memeriksa langsung surat suara sah dan tidak sah,” kata saksi PKS yang menghadiri pleno, Yusriadi di Sabtu (3/5/2014).

Berdasarkan hasil rekapitulasi ulang, secara total suara sah dan tidak sah pemilu di Kampar masih menyisakan selisih. Rinciannya suara DPD berjumlah 390.755, suara DPR RI 391.624, dan suara DPRD Provinsi Riau 391.966. Suara DPRD Provinsi lebih besar 1.241 dibanding suara DPD dan suara DPR RI lebih besar sebanyak 869 dibanding suara DPD.

Menurut Yusriadi, rekomendasi hitung ulang yang dilakukan di 23 desa dalam dua kecamatan di Kampar selama empat hari hanya dipahami tertulis saja oleh KPU Kampar dan diamini KPU Riau.

“Terlalu “letter-lack” memahami rekomendasi Bawaslu yang meminta membuka
Plano D1 menghitung suara sah dan tidak sah. Penghitungan itu hanya
mengidentifikasi saja, tapi tidak menyelesaikan masalah,” katanya.

Ia mengatakan seharusnya rekomendasi itu dengan membongkar surat suara sehingga diketahui letak perbedaan secara pasti. Hal ini dikatakannya memgingat banyaknya kejanggalan yang terjadi di lapangan saat melakukan proses hitung ulang melalui D1 plano yang akhirnya dilanjutkan dengan C1 plano.

“Di lapangan terjadi berbagai macam kejanggalan. Ditemukan kotak suara tak tersegel, kotak suara yang tak ada D1 plano di dalamnya, D1 yang banyak di “tipe-ex, angka bukan yang sebenarnya, bahkan ada yang tidak mengisi D1 plano dalam kotak suara,” terangnya.

Terkait selisih surat suara sah dan tidak sah, ia beberkan adanya indikasi penggelembungan suara di dua kecamatan lakukan hitung ulang. Salah satunya yang mungkin adalah di Kecamatan Tapung Hulu. Di sana ada selisih suara 1052 antara suara DPRD Provinsi sejumlah 39.515 dibanding suara DPD yang berjumlah 38.463.

Perbedaan tersebut menurutnya untuk kursi DPRD sangat bisa mempengaruhi. “Jujur saja untuk tingkat provinsi perbedaan suara PKS dengan PDIP hanya 116 suara. Ini membuat PKS tidak dapat kursi dan jalan keluarnya memang adalah membuka dengan melihat surat suara atau Pemungutan Suara Ulang (PSU),” katanya.

Sementara itu Ketua KPU Riau, Nurhamin mengatakan bahwa pihaknya beserta jajaran sudah melaksanakan sesuai dengan poin-poin yang direkomendasikan.

“Kotak sudah kita buka dan rekap ulang yang semula 13 desa menjadi 23 desa juga telah kita laksanakan sehingga cukup membuat jadwal kita ketat. Empat hari empat malam KPU Kampar tidak tidur,” katanya.

Ia menegaskan bahwa KPU dalam konteks ini bukanlah untuk memenuhi tuntutan saksi, tapi memenuhi rekomendasi yang hanya sebatas menghitung ulang total suara sah dan tidak sah meskipun hasilnya masih belum sinkron.

Hasil hitung ulang melalui formulir c1 telah mengurangi selisih jumlah suara sah dan tidak sah antar surat suara yang awalnya berjumlah lebih dari 2.000 suara menjadi hanya 1.052 suara.

Terkait banyaknya ditemukan kejanggalan, secara internal ia janji akan melakukan evalasi, khususnya KPU kampar.”APa yang dilakukan sudah baik dan yang terjadi adalah sebuah resiko tidak tertibnya menyusun strategi pemilu karena upaya yang kurang maksimal,” jelasnya.***

 

Red:Son

Sumber : antara

Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Waduk PT Bina Fitri Kampar

Korban tenggelam Samuel Pasaribu (10).
Korban tenggelam Samuel Pasaribu (10).

Tapung hilir (SegmenNews.com)- Samuel Pasaribu (10) pada Sabtu (3/5/2014) ditemukan sudah tidak bernyawa di waduk milik Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Bina Fitri, di Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir.

Peristiwa itu bermula, ketika korban Samuel Pasaribu pergi mandi di waduk milik PT Bina Fitri bersama tiga orang temannya. Karena asyik mandi, tiba-tiba saja korban tenggelam dan langsung masuk ke dalam waduk tersebut.

Melihat korban tenggelam, teman-temannya berteriak minta pertolongan. Tidak jauh dari lokasi, salah seorang karyawan PT Bina Fitri yang sedang memancing, M Tampu langsung masuk ke dalam waduk mencari korban yang tenggelam.

Beberapa saat dilakukan pencarian oleh Tampu, korban ditemukan dan langsung dibawa ke klinik terdekat di PT Bina Fitri. Namun kondisi korban sudah tidak tertolong lagi sehingga meninggal. Korban ditemukan Sabtu sore, sekira pukul 16.30 WIB. Korban yang tinggal bersama orang tuanya di Perum Base Camp milik PT. Bina Fitri.

Kapolsek Tapung Hilir AKP Hendrix melalui Paur Humas Ipda Deni Yusra kepada wartawan, Sabtu malam, di Bangkinang Kota membenarkan kejadian tersebut.

Dikatakannya, bahwa begitu mendapatkan informasi kejadian tersebut, personil Polsek Tapung Hilir segera mendatangi TKP dan melakukan olah TKP, mendata saksi dan menerima laporan serta memintakan visum.

Orang tua korban yang ditemui petugas, mengakui kematian anaknya tersebut akibat tenggelam di Waduk PT Bina Fitri serta tidak ada komplin atas penyebab kematian anaknya tersebut.

“Saat ini korban telah dibawa kerumah orangtuanya di Perum Base Camp milik PT Bina Fitri untuk dikebumikan,” tutupnya.***(rif/knc)