Beranda blog Halaman 2668

Bejad! Pria di Langgam ‘Tiduri’ Adik Ipar

ilustrasi
ilustrasi

Pelalawan (SegmenNews.com)- Seorang siswi salah satu SMA di Langgam berinisial Sk (17) di jadikan budak sek oleh Abang Iparnya Ag (33). Tapi aksi terungkap setelah istrinya Er (31) memergoki Sabtu (5/4/14) subuh sekitar pukul 04.00 WIB lalu.

Data yang berhasil dirangkum di kepolisian menyebutkan bahwa aksi itu sudah berlangsung sejak Januari 2014 silam, Rumah korban dan abang iparnya bersebelahan di sebuah rumah petak di desa Langkan, kecamatan Langgam, kabupaten Pelalawan.

Namun dari pengakuan korban kalau aksi itu berawal saat korban yang tinggal bersama orang tuanya lagi sendiri di rumah di datangi abang iparnya yang juga merupakan suami dari kakak kandungnya tersebut. Tanpa ada perasaan, tiba-tiba di hampiri oleh Ag.

Korban yang masih duduk di bangku kelas satu SMA itu di raba-raba oleh abang iparnya. Walau sempat berontak tapi dengan bujuk rayu tubuh gadis berkulit hitam manis berhasil digerayangi.

”Awalnya tidak langsung melakukan hubungan badan, karena saya sempat menolak,” ujar korban kepada polisi.

Tetapi aksi kian berani, setelah berulang kali mengerayangi dan mencium korban. Hingga nekat masuk ke dalam kamar dan melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Mendapat kesempatan pertama, pelaku makin ketagihan dan rutin mendatangi adik iparnya itu.

Hingga akhirnya pada malam hari, diam-diam pelaku meninggalkan istri dan anaknya yang lagi tidur di kamar dan lewat pintu dapur masuk ke rumah adik iparnya yang bersebelahan tersebut. Tapi saat usai mengenjot adik iparnya di pergoki oleh istrinya yang kebetulan lagi buang air kecil di wc belakang rumahnya.

Curiga suaminya bergegas masuk ke dalam rumah, Er segera masuk ke rumah adiknya dan melihat Sk masih terbaring di kamar dengan kondisi ditutup selimut. Ketika selimut dibuka tubuh adiknya terlihat bugil. Dengan suara lantang Er mencerca pertanyaan pada adiknya apa yang telah di lakukan pada suaminya.

Dengan mata berkaca-kaca, Sk mengaku kalau telah ditiduri oleh Ag yang merupakan abang iparnya tersebut. Mendegar pengakuan adik kandungnya tersebut Er bagaikan disambar petir di siang bolong dan segera menemui suaminya yang berpura-pura ingin tidur di kamar.

Tidak terima kejadina itu, Er segera memberitahkan pada orang tuanya, kalau adinya telah disetubuhi oleh suaminya. Mendapat khabar saat orang tuanya yang kebetulan sedang di luar segera bergegas pulang. Setelah keluarga berembuk akhirnya Ag yang telah tega mengauli adik iparnya di laporkan ke polisi.

Mengetahui dirinya telah di laporkan ke Polsek Subsektor Pelalawan dan di limpahkan ke Polres Pelalawan, Ag langsung kabur dari rumah. Sedangkan korban usai melapor di dampingi orang tuanya dibawa ke RSUD Selasih untuk di lakukan visum.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Paur Humas Ipda Edy Haryanto, Selasa (8/4/14) membenarkan adanya laporan kasus persetubuhan anak dibawah umur tersebut. ”Laporanya telah kita terima dan pelaku yang sudah kabur kini dalam pengejaran,” ujar Paur Humas.***(fin)

 

Diamuk Puting Beliung, Belasan Rumah di Pelalawan Roboh

ilustrasi
ilustrasi

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Belasan rumah warga di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, roboh diterpa angin puting beliung saat terjadi hujan lebat disertai angin dan petir yang terjadi Minggu (6/4) malam lalu.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Arwin SH, Senin (7/4) kemarin membenarkan adanya rumah warga yang terkena agin puting beliung tersebut.

“Ada beberapa rumah yang terkenak angin, tapi tidak ada korban jiwa hanya kerugian materi,” ujar Kapolsek.

Sementara data yang berhasil dirangkum menyebutkan bahwa angin kencang yang melanta kota Pangkalan Kerinci disertai hujan lebat. Hingga listrik di kota Pelalawan padam total, tapi setelah kondisi redah kembali lampu hidup seperti biasa.

Namun imbas dari angin kencang yang tejadi membuat 11 rumah warga roboh dan atap berterbangan, hingga penghuninya berhamburan keluar menyelamatkan diri. “Setidaknya ada 11 rumah yang roboh. Tapi sebahagian sudah kosong,” kata Syahruddin, warga Desa Mekar Jaya.

Sedangkan rumah yang roboh di terpa angin puting beliung sudah tua dan hanya terbuat dari papan. Hingga angin dengan mudah menerbangkan atap rumah tersebut. Tidak itu saja tembok rumah beserta atap jati ambruk akibat di sapu angin kencang tersebut.

“Selain ada yang roboh, puluhan rumah warga juga mengalami kerusakan. Jadi sekarang kita sedang melakukan gotong royong untuk membantu memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan,” tambahnya.***(fin)

Dua anggota TNI AL dibunuh Nelayan Thailand, Jasadnya dibuang ke laut

Seorang prajurit TNI AL berjaga di depan 32 nelayan Thailand yang tertangkap karena melakukan ilegal fishing.(Antara)
Seorang prajurit TNI AL berjaga di depan 32 nelayan Thailand yang tertangkap karena melakukan ilegal fishing.(Antara)

SegmenNews.com – Dua anggota TNI Angkatan Laut dibunuh oleh nelayan Thailand pada 8 Maret 2014. Mereka dibunuh saat berada di dalam kapal pukat harimau bernama Sor Nattaya 7 yang tengah berlayar ke Pulau Talampa, sebelah selatan Selat Malaka.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Untung Suropati menjelaskan ikhwal keberadaan anggotanya bertemu nelayan Thailand.

Kata Untung, saat itu anggotanya memergoki para nelayan Thailand tengah melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Natuna. Empat anggota TNI AL melihat dua kapal milik nelayan Thailand.

Untung menjelaskan, satu kapal yang digunakan oleh dua nelayan Thailand itu berbendera Indonesia dan bernama KM Laut Jaya 05.

“Sementara satu kapal lagi tidak diketahui namanya, karena ketika dicek kapalnya, nama kapal samar dan tidak terlihat jelas. Lalu, ketika anggota kami ingin meminta dokumen, mereka tidak memilikinya. Oleh sebab itu, kami anggap mereka melakukan tindakan ilegal,” ujar Untung saat dihubungi VIVAnews Senin malam, 7 April 2014.

Empat anggota TNI AL yang saat itu memergoki kedua kapal Thailand, kata Untung, yakni Serda Mes Syamsul Alam, Bujang, Sersan Mayor Afriansyah dan Edi. Keempatnya lalu ingin membawa kedua kapal itu ke Landasan AL di Tarempa, Kabupaten Anambas di Kepulauan Riau.

“Mereka dibagi menjadi dua tim. Serda Mes Syamsul Alam dan Bujang naik dan mengawal kapal KM Laut Jaya 05. Sementara Sersan Mayor Afriansyah dan Edi, naik kapal yang tidak bernama itu,” papar Untung.

Ternyata di tengah jalan saat menuju ke Tarempa, kapal yang tidak bernama itu, lanjut Untung mematikan lampu, sehingga KM Laut Jaya 05 yang berada di depannya kesulitan mencari. Suasana di sekeliling gelap.

“Kami saat itu terus berupaya mencari, namun hingga kini belum ketemu,” kata Untung.

Kapal yang di dalamnya terdapat dua anggota TNI itu dinyatakan hilang pada Sabtu, 8 Maret 2014. Sementara KM Laut Jaya 05 tiba di Tarempa Minggu, 9 Maret 2014.

Untung menjelaskan pihak TNI AL sudah meminta bantuan kepada Pemerintah Thailand untuk mencari keberadaan kapal tak bernama itu. Namun, hingga saat ini, dia mengatakan belum ada laporan apa pun yang dikirimkan oleh Polisi Kerajaan Thailand.

Dia pun mengetahui soal adanya laporan dari media di Bangkok dan dalam negeri, bahwa dua anggota TNI AL telah dibunuh oleh nelayan Thailand itu. Tetapi, kata Untung, TNI AL belum berani menyimpulkan demikian, karena belum ada laporan dari polisi Kerajaan Thailand bahwa anggota TNI AL telah dibunuh dan jasadnya dibuang ke laut.

“Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari Polisi Kerajaan Thailand. Kami masih terus berkoordinasi untuk mencari keberadaan kapal tersebut,” kata Untung.

TNI AL, lanjut Untung, masih memiliki harapan yang besar anggotanya masih hidup, karena jasad keduanya apabila benar dibunuh, belum ditemukan sampai saat ini. Dia mengaku telah mendesak Polisi Kerajaan Thailand agar memberi informasi terkait perkembangan kasus ini, namun belum ada masukan resmi dari mereka.

Menurut laporan harian Bangkok Post, yang mengutip seorang sumber, kedua anggota TNI AL itu telah dibunuh dengan cara kepalanya dipukul menggunakan palu, lalu tubuh keduanya ditusuk hingga tewas.

Jasad keduanya lalu dibuang begitu saja ke laut lepas. Polisi Kerajaan Thailand hingga saat ini telah menahan sembilan tersangka terkait peristiwa pembunuhan itu.

Sementara kapal yang disebut TNI AL tidak bernama, menurut Bangkok Post diketahui bernama Sor Nattaya 7. Kapal tersebut berhasil ditemukan polisi tanggal 13 Maret 2014. Pelaku diduga sengaja mengecat ulang kapal yang mereka gunakan untuk mencari ikan.
Red:hasran
sumber: © VIVA.co.id

Jelang Pileg, Serangan ‘Fajar’ Marak, Warga Sibolga Resah

money politikSegmenNews.com – Pemberian uang menjelang hari pencoblosan atau biasa disebut serangan fajar mulai marak.

Si Sibolga, Sumatera Utara, warga mulai resah karena aksi dari beberapa oknum caleg dan tim suksesnya menawarkan sejumlah uang agar memilih caleg tertentu.

Ilham Zeb Tumory, warga Kecamatan Sibolga Selatan mengaku sudah tiga kali didatangi beberapa oknum caleg dan tim sukses di rumahnya dan menawarkan uang Rp300 ribu untuk memilih caleg tertentu.

“Tapi tawaran itu saya tolak,” kata Ilham Zeb.

Warga lainnya, Agus Sitorus juga mengaku ditawari uang hingga ratusan ribu untuk memilih caleg tertentu. Namun Agus juga menolaknya. Sebab, Agus mengaku sudah memiliki calon sendiri.

Menurut Agus, beberapa oknum caleg mendatangi rumah warga berbeda waktu. “Kadang malam atau subuh,” katanya.

Selain itu, saat ini di Kota Sibolga juga marak beredar pesan singkat (SMS) yang berisi tawar menawar untuk membeli suara pada pencoblosan 9 April nanti.

Meski demikian, para warga hingga kini belum melaporkan teror politik uang itu ke panwaslu setempat.

Laporan Syaren Situmorang, Sibolga, Sumatera Utara

Red:hasran
© VIVA.co.id

Polres Limpahkan 9 Tersangka dan 2 Meter Berkas Korupsi Puskesmas ke Jaksa

Berkas Korupsi Puskesmas
Berkas Korupsi Puskesmas

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Setelah melakukan pemeriksaan secara maraton akhirnya tim penyidik Tipikor Sat Reskrim Polres Pelalawan berhasil merampungkan berkas acara pemeriksaan (BAP) terhadap sembilan tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan Puskesmas di kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Berkas setinggi 2 meter di serahkan penyidik Tipikor Polres Pelalawan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalan Kerinci, Senin (7/4/14) pagi di pimpin Kanit Tipikor Aiptu Masril bersama personilnya.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Paur Humas Ipda Edy Haryanto, membenarkan adanya pelimpahkan delapan berkas korupsi puskesmas Teluk Meranti dengan sembilan orang yang telah di tetapkan sebagai tersangka.

“Ya benar berkas perkara koruspi puskesmas Teluk Meranti telah di serahkan oleh penyidik Tipikor Polres ke Kejaksaan untuk di teliti. Setelah menetapkan sembilan orang tersangka,” ujar Puar Humas.

Sementara sembilan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka diantaranya Hj Arbaini Yati yang diperiksa kemarin, kemudian Samsari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang juga Kepala UPTD Samsat Kepulauan Meranti, Yulika Kuala ST selaku Pengelola Teknis Kegiatan (PTK).

Kemudian drg Tri Maria Susilawati selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Azmi ST pengawas lapangan dari CV Media Konsultan, Endang Khitop selaku konsultan perencanaan dan Drs Lukman kontraktor pelaksana tahun 2010. Serta Idil Putra selaku Direktur PT Indra Adamar dan Dame sebagai kotraktor pelaksana tahun 2008.

“Atas perbuatan tersangka di jerat dengan pasal 2, 3 dan 79 UU Nomer 31 Tahun 1999, yang di perbaharui dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan junto pasal 55 ayat 1 KUHP,” tandasnya.

Sekedar diketahui bahwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Puskesmas Teluk Meranti yang dua kali anggaran tahun 2008 dan 2010 dari APBD Riau melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Riau sebesar Rp3 miliar lebih. Tetapi dua kali di kucurkan uang rakyat, tapi tidak rampung di kerjakan dan bangunan ambruk tanpa dapat di fungsikan hingga masyarakat Teluk Meranti yang berharap mendapat perawatan medis rawat inaf hanya tinggal mimpi.***(fin)

Amankan Pileg, Polres Pelalawan Sebar 412 Personil ke TPS

Polisi siap disebar ke KTP
Polisi siap disebar ke KTP

Pangkalan Kerinci (SegmenNes.com)– Sebanyak 412 personil Polres Pelalawan bersama dengan BKO Polda Riau digeser ke seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di kabupaten Pelalawan menjelang pencoblosan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014.

Pergeseran personil Polres Pelalawan dan jajaran Polsek serta BKO Polda Riau langsung di lepas oleh Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH di halaman Mapolres Pelalawan, Senin (7/4) pagi yang di hadiri Wakapolres Pelalawan Kompol Haldun dan seluruh Kabag, Kasat, para Kapolsek dan perwira di jajaran Polres Pelalawan.

“Sebanyak 321 personil Polres bersama Polsek dan ditambah 91 personil Polda Riau siap di turunkan untuk melakukan pengamanan TPS yang ada di kabupaten Pelalawan,” ujar Kapoles Pelalawan.

Namun dalam sistem pengamanan yang diterapkan meliputi pola aman satu 2-8-16 dan aman dua 2-6-12 sebanyak 26 pola. Kemudian rawan satu 2-4-8 dan 2-3-6 sebanyak 82 titik, serta rawan dua 2-2-4 dan 2-1-2 sebanyak 89 titik yang tersebar di 12 kecamatan di kabupaten Pelalawan.

Sementara tingginya titik rawan bukan semata-mata dikarenakan ganguan kamtibmas. Tapi lebih pada lokasi jarak yang jauh dan daerah banyak perairan hingga tidak dapat di tempuh dalam waktu singkat. Hingga personil yang ditempatkan tiap TPS satu personil kepolisian.

“Kita minta personil yang terlibat pengamanan TPS, dapat menjalankan tugas dengan baik, apabila menemukan ada intimidasi, dan serangan pajar segera laporkan secara berjejang, demi menciptakan situasi aman dan kondusip selama Pileg,” tegas Kapolres dalam amanan saat memimpin gelar pasukan pergeseran pasukan Mantab Brata 2014.

Ditambahkan Kapolres, juga berpesan pada seluruh personil dan Kapolsek untuk rutun melakukan patroli cipta kondusupi jelang Pileg di tengah-tengah pemukiman masyarakat dan lokasi TPS. Sedangkan personil yang stembai di Mapolres Pelalawan tetap menjalankan tugas untuk memperikan pelayanan pada masyarakat.***(fin)

Pemprov Riau Lantik Pejabat Eselon II, Ini daftarnya

Pengambilan Sumpah jabatan Eselon II Pemprov Riau
Pengambilan Sumpah jabatan Eselon II Pemprov Riau

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Bertempat di Gedung daerah Riau, Senin (7/4/14), Wakil Gubernur Riau Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA atasnama Gubernur Riau H Annas Maamun melakukan Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Delapan pejabat struktural eselon II.

Mereka yang dilantik berdasarkan SK Gubernur Nomor KPTS 259/IV/2014 tertanggal 7 April 2014 itu adalah”

1. Drs H Wan Amir Firdaus MSi, sebagai Asisten II Setdaprov Riau.
2. Ir SF Hariyanto MT, sebagai staf ahli Gubernur Riau bidang pembangunan.
3. H Hadimiharja, sebagai Kepala Badan Litbang, Penghubung Riau Jakarta.
4. Dra Yurwiriati APt MSi sebagai BLH.
5. DR Dwi Agus Sumarno MM sebagai Kepala Dinas Pendidikan Riau.
6. Muhammad SP MT sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum.
7. Drh Askardia Patrianov, sebagai sekretais Bakorluh.
8. DR Anwar sebagai Dirut RSUD.

Arsyadjulian Rachman dalam sambutannya mengatakan, pelantikan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja perangkat daerah di Provinsi Riau.

“Sesuangguhnya ini tidak ada hal yang luar biasa, ini lebih kepada upaya peningkatan kualitas aparatur negara dalam pengbdiannya kepada masyarakat,” kata Andi Rachman.

Andi juga mengingatkan kepad pejabat yang dilantik agara dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, menggesa penyelesaian berbagai program kerja yang telah disusun tahun ini.

“Lakukan koordinasi dengan bawahan, karena itu penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan harmonis, dan laksanakan berbagai program kerja tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” himbaunya.***(ris)

Timnas U-19 Kompak Gunduli Kepala

Tim U-19 sepakat gundul
Tim U-19 sepakat gundul

SegmenNews.com – Asisten pelatih Timnas Indonesia U-19, Eko Purjianto menjelaskan kondisi para pemain usai menjalankan umrah sangat mendukung. Kini Evan Dimas darmono dkk, tengah bersiap ke Oman guna menjalani sejumlah laga uji coba di sana.

Eko menjelaskan, meski baru saja menjalani ibadah umrah yang cukup menyita waktu istirahat, para pemain tetap bugar.

“Faktor psikis mereka sedang bagus. Satu lagi, mereka makin kompak setelah semua pemain dan pelatih cukur gundul,” Kata Eko dilansir tribun pekanbaru.

Terkait teknis permainan, Eko menambahkan, tak ada kendala serius yang dialami tim. Hasil Dari tur nusantara menunjukkan Evan Dimas dkk mulai bisa memahami cara menghadapi tim dengan karakter yang berbeda-beda.

“Alhamdulillah, perkembangannya tiap hari selalu positif,” katanya.***(chir/trbn)

Penerbitan Faktur Pajak Sesuai PER-24/PJ/2012

kantor pajakSegmenNews.com – Terhitung 1 April 2013, Peraturan Direktur Jenderal Pajak tentang Faktur Pajak yang terbaru akan mulai berlaku. PER-24/PJ/2012 tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan dalam Rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan atau Penggantian dan Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak memuat beberapa perubahan yang mendasar di bidang Pajak Pertambahan Nilai, terutama terkait dengan tatacara pemberian nomor seri faktur pajak.

Dengan berlakunya peraturan ini, Nomor Seri Faktur Pajak tidak lagi menjadi domain Wajib Pajak, karena penomoran faktur pajak akan dilakukan secara sentralisasi oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Sebelum Pengusaha Kena Pajak dapat memperoleh Nomor Seri Faktur Pajak, terlebih dahulu Pengusaha Kena Pajak mengajukan permohonan Kode Aktivasi dan Password secara langsung ke Kantor Pelayanan Pajak dimana Pengusaha Kena Pajak tesebut dikukuhkan. Kode Aktivasi dan password akan diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak kepada Pengusaha Kena Pajak yang telah memenuhi syarat, sebagai berikut:

Pengusaha Kena Pajak telah dilakukan Registrasi Ulang Pengusaha Kena Pajak oleh Kantor Pelayanan Pajak tempat PKP terdaftar berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-05/PJ/2012 dan perubahannya dan laporan hasil registrasi ulang verifikasi menyatakan PKP tetap dikukuhkan; atau Pengusaha Kena Pajak telah dilakukan verifikasi berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73/PMK.03/2012 tentang Jangka Waktu Pendaftaran dan Pelaporan Kegiatan Usaha, Tata Cara Pendaftaran, Pemberian, Dan Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak, Serta Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.

Apabila Pengusaha Kena Pajak memenuhi syarat tersebut di atas, Kantor Pelayanan Pajak akan menerbitkan surat pemberitahuan Kode Aktivasi, yang kemudian dikirim melalui pos dalam amplop tertutup ke alamat Pengusaha Kena Pajak. Kantor Pelayanan Pajak kemudian mengirimkan Password melalui surat elektronik (email) ke alamat email Pengusaha Kena Pajak sesuai dengan yang dicantumkan dalam surat permohonan Kode Aktivasi dan Password tersebut.

Sehingga Pengusaha Kena Pajak perlu memastikan agar seluruh poin dalam permohonan diisi secara lengkap dan benar. Apabila Pengusaha Kena Pajak tidak memenuhi syarat-syarat tersebut tidak akan diberikan Kode Aktivasi dan password.

Pengusaha Kena Pajak yang tidak memenuhi syarat dan/atau karena sesuatu hal surat pemberitahuan Kode Aktivasi dan surat pemberitahuan penolakan tidak diterima oleh PKP dan kembali pos (kempos), Kantor Pelayanan Pajak akan memberitahukan informasi tersebut melalui surat elektronik (email) ke alamat email PKP yang dicantumkan dalam surat permohonan Kode Aktivasi dan password.

Pengusaha Kena Pajak yang tidak memenuhi syarat dapat mengajukan permohonan kode aktivasi kembali setelah memenuhi syarat di atas dan/atau telah menyampaikan surat pemberitahuan perubahan alamat ke Kantor Pelayanan Pajak sesuai dengan prosedur pemberitahuan perubahan alamat.

Apabila Pengusaha Kena Pajak tidak menerima Password sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf b karena kesalahan penulisan alamat email pada Surat Permohonan Kode Aktivasi dan password, PKP harus mengajukan permohonan update email. Apabila Surat pemberitahuan Kode Aktivasi yang hilang dapat dimintakan kembali ke Kantor Pelayanan Pajak dengan melampirkan fotokopi surat keterangan kehilangan dari kepolisian dan bukti penerimaan surat dari Kantor Pelayanan Pajak atas surat permohonan Kode Aktivasi dan password.

Setelah Pengusaha Kena Pajak memperoleh Kode Aktivasi dan Password, barulah Pengusaha Kena Pajak dapat mengajukan permintaan Penerbitan Nomor Seri Faktur Pajak dengan syarat Pengusaha Kena Pajak telah melaporkan SPT Masa PPN untuk 3 (tiga) masa pajak terakhir yang telah jatuh tempo, secara berturut-turut pada tanggal permintaan disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. Terhadap Pengusaha Kena Pajak yang tidak memenuhi syarat tersebut tidak akan diberikan Nomor Seri Faktur Pajak.

Dengan berlakunya Terhitung mulai tanggal 1 April 2013 seluruh Pengusaha Kena Pajak wajib menggunakan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-24 ini. Sedangkan Permohonan Kode Aktivasi dan password dan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak dapat diajukan oleh PKP mulai tanggal 1 Maret 2013.***

Kawin Batambuah, Ketua DPRD Dumai Dilaporkan ke Gubernur Riau

nikahDumai (SegmenNews.com) – Dewi, istri Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi menghubungi media massa dan Ketua DPD Partai Golkar Riau, Annas Maamun.

Ia mengadukan bahwa Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi telah menikah lagi dengan pemilik salon di Dumai bernama Lina. Pernikahan itu dilakukan diam-diam di Kota Duri beberapa pekan lalu.

“Memang menikah sah-sah saja, tapi itu entah yang (istri) ke berapa. Saya sendiri tidak tahu itu istri yang keberapa,” ujarnya seperti dilansir Tribun.

Namun, yang menjadi persoalan, pernikahan yang dilakukan Zainal Effendi dengan pemilik salon di Dumai itu dicukongi Indra, tim sukses Zainal Effendi. Dewi mempertanyakan apa motif Indra melakukan hal tersebut.

“Saya menelusuri itu, apa motif seorang Indra,” katanya.

Bahkan, katanya, mobil kampanye Zainal Effendi sempat disita Dewi. Alasannya, pemilik mobil itu adalah dirinya.

“Saya sudah sita mobil itu beberapa hari lalu. Kemudian, apa yang dilakukan Bang Zainal saya sudah laporkan ke Pak Annas Maamun,” katanya.

Menurut Dewi, tidak patut seorang kedua DPRD bertindak dan seenaknya menikahi perempuan. Sebab, hubungan pernikahan itu harus dibarengi niat yang baik untuk membangun rumah tangga.

“Inikan meretakkan rumah tangga. Apakah dia (Zainal Effendi) tidak malu kepada rakyatnya. Saya saja tidak tahu, saya ini istrinya yang keberapa. Ini rasa tanggungjawab, rasa keadilan,” sebutnya.(*)

Red: Sondri
Sumber : Tribun Pekanbaru